{"id":110561,"date":"2017-07-04T09:02:41","date_gmt":"2017-07-04T09:02:41","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/wlc-article\/migrating-berita-bohong-hari-sabtu-adalah-hari-sabat\/"},"modified":"2025-08-21T23:39:58","modified_gmt":"2025-08-21T23:39:58","slug":"berita-bohong-hari-sabtu-adalah-hari-sabat","status":"publish","type":"wlc-article","link":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/articles\/kalender-yahs\/berita-bohong-hari-sabtu-adalah-hari-sabat\/","title":{"rendered":"BERITA BOHONG! &#8221;Hari Sabtu adalah hari Sabat&#8221;"},"content":{"rendered":"<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"3\" bordercolor=\"#000000\" border=\"1\" bgcolor=\"#ffffff\">\n<tbody>\n<tr valign=\"top\">\n<td width=\"100%\">\n<p align=\"center\"><font size=\"2\"><strong><\/strong><\/font><\/p>\n<p align=\"center\"><strong><\/strong><\/p>\n<p class=\"indenttext\"><font size=\"2\"><\/font><\/p>\n<p class=\"indenttext\">Sebuah pembelajaran yang seksama pada sejarah, Alkitab, dan ilmu astronomi mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa hari Sabtu bukanlah Sabat hari ketujuh dari Alkitab, dan juga hari Minggu bukanlah hari kebangkitan Sang Juruselamat!<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/life-saver-1.jpg\" title=\"\" style=\"margin-right: 20px\" alt=\"life-saver\" width=\"450\" height=\"450\" align=\"left\">Arthur S. Maxwell menceritakan kisah tentang sebuah asumsi yang dibuat<br \/>\npada saat perang yang mengubah hasil sejarah. Menurut Maxwell, Armada Spanyol<br \/>\nmengejar kapal-kapal Inggris yang dikepalai oleh Wakil Laksamana Lord Nelson.<br \/>\nKapal-kapal Spanyol melebihi jumlah kapal-kapal Inggris dan sebuah kemenangan<br \/>\nmudah tampaknya akan diraih.<br \/>\nNamun, tiba-tiba,<br \/>\nseorang pelaut Inggris jatuh ke laut. Dalam keadaan seperti ini, kebanyakan<br \/>\nkomandan akan terus berlayar. Mengapa mempertaruhkan nyawa semua orang hanya untuk<br \/>\nmenyelamatkan nyawa satu orang?<\/p>\n<p>Namun, bukan itu yang<br \/>\nterjadi. Perintah dikeluarkan<br \/>\nuntuk menyelamatkan pelaut Inggris itu. Kapal-kapal Inggris melambat. Sekoci diturunkan dan dikirim<br \/>\nuntuk menyelamatkan satu orang<br \/>\nitu.<\/p>\n<p>Melihat hal ini, komandan Spanyol tersebut tidak dapat percaya bahwa ada orang yang mau mengambil resiko mengalami<br \/>\nkekalahan demi<br \/>\nmenyelamatkan nyawa satu orang<br \/>\npelaut. Dia membuat asumsi bahwa komandan Inggris pasti telah melihat<br \/>\nbala bantuan di udara.<br \/>\nMengapa lagi mereka berhenti dan meluangkan waktu untuk menyelamatkan satu<br \/>\norang? Dengan asumsi yang keliru ini, kapal-kapal Spanyol berbalik dan<br \/>\nmelarikan diri, meninggalkan kapal-kapal Inggris tanpa kerusakan dan sanggup melawan dikemudian hari.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, asumsi ini berkontribusi pada penghancuran angkatan laut Spanyol<br \/>\nsaat Spanyol bergabung dengan Prancis untuk melawan Inggris dalam Pertempuran<br \/>\nTrafalgar. Kemenangan Inggris di Trafalgar, &#8220;Menghancurkan strategi maritim dan<br \/>\nrencana invasi Napoleon . . . [Ini] membatasi kerajaan Napoleon, dan menuntun jalan pada kejatuhannya.&#8221;<sup>1<\/sup><br \/>\n\u200b\u200bJika komandan Spanyol tidak membuat asumsi palsu, Nelson mungkin telah<br \/>\ndikalahkan sebelumnya, dan Pertempuran Trafalgar bisa saja berbuah hasil yang berbeda. Sejarah pasti<br \/>\nakan menjadi sangat<br \/>\nberbeda seandainya satu<br \/>\nasumsi kecil yang salah ini<br \/>\ntidak dilakukan.<\/p>\n<h2 align=\"center\"><strong>Bahaya Asumsi<\/strong><\/h2>\n<p>\nAsumsi menggunakan fakta-fakta yang diketahui (atau gagasan yang benar-benar<br \/>\nditerima) untuk meramalkan kemungkinan keyakinan akan sesuatu yang sebenarnya<br \/>\ntidak terbukti. Masalah muncul ketika asumsi yang salah diterima sebagai<br \/>\nkebenaran yang solid.<\/p>\n<table style=\"margin-left: 10px\" width=\"257\" height=\"101\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"5\" border=\"1\" align=\"right\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: justify; padding: 7px; background-color: #ffffff\">\n<p align=\"left\"><strong>Meramal Kemungkinan: <\/strong>&#8220;Menyimpulkan atau memperkirakan<br \/>\ndengan memperluas atau memproyeksikan informasi yang diketahui.&#8221;<\/p>\n<p><em>American Heritage Dictionary<br \/>\nof the English Language<\/em><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Beberapa asumsi itu lucu. Ambillah, sebagai contoh, peringatan Dr. Dionysius Lardner di awal tahun 1800-an bahwa setiap<br \/>\norang yang melakukan perjalanan dengan kecepatan penuh pada kereta api akan<br \/>\nmengalami sesak napas karena kekurangan oksigen. Asumsi lain yang bisa berbahaya, seperti asumsi yang<br \/>\ndibuat pada abad ke-17 bahwa semua darah sama, menyebabkan dokter melakukan transfusi darah<br \/>\nhewan ke manusia. Manusia pasti<br \/>\nakan mati. Dan semakin<br \/>\nmeluasnya anggapan itu, semakin<br \/>\nkuat pula kemampuannya untuk menipu.<\/p>\n<p>Hari ini, kekristenan telah tertangkap dalam sebuah tipuan. Sebuah tipuan yang berdasarkan pada sebuah asumsi. Sedihnya, Asumsi<br \/>\ntersebut telah didukung<br \/>\nhampir 1.600 tahun lamanya,<br \/>\nuntuk mencoba<br \/>\nmembungkam semua orang yang<br \/>\nhendak mengungkapkan<br \/>\nkebenarannya.<\/p>\n<p>Asumsi ini adalah bahwa<br \/>\nmingguan moderen, hari Minggu sampai hari Sabtu, telah bersiklus terus menerus dan tanpa henti<br \/>\nsejak masa Penciptaan. <a title=\"\" href=\"\/yahuwahs-calendar\/siklus-mingguan-tidak-terputus-terbukti-salah.html\">Asumsi ini telah menciptakan tipuan<\/a><br \/>\nbahwa hari Sabtu adalah<br \/>\nSabat hari ketujuh dari Kitab Suci, sementara hari Minggu &#8211; sebagai hari<br \/>\npertama pada mingguan ini &#8211; adalah hari dimana<br \/>\nYahushua bangkit dari kubur. Tipuan<br \/>\ntersebut <em>menggunakan<\/em> asumsi ini. Tapi asumsi ini adalah salah.<\/p>\n<p>Kebenarannya adalah<br \/>\nhari Sabtu yang ada sekarang<br \/>\nadalah <em>bukan<\/em><br \/>\nhari Sabat yang asli dimana Yahuwah beristirahat pada masa Penciptaan. Ini bukan Sabat<br \/>\nkuno yang diabadikan dalam 10 Perintah di Sinai, dan dikuduskan oleh Yahushua dan para murid.<br \/>\nIni bukan hari Sabat yang benar yang dipelihara oleh orang-orang Kristen<br \/>\nmula-mula pada beberapa abad pertama zaman kita. Hari Minggu bukanlah hari<br \/>\ndimana Yahushua bangkit dari kematian. Pernyataan semacam itu bisa mengejutkan<br \/>\ndan adalah normal jika ada yang bereaksi secara spontan, dan menganggapnya salah.<br \/>\nNamun, sejarah, Alkitab, dan bahkan ilmu astronomi,<br \/>\nsemuanya membuktikan bahwa asumsi adanya siklus<br \/>\nmingguan yang tidak terputus<br \/>\nadalah salah.<\/p>\n<p>Alih-alih segera menolak pernyataan ini sebagai ajaran sesat -&#8220;Karena itu sudah sebenarnya salah!&#8221;- WLC<br \/>\nmengundang anda untuk<br \/>\nmempelajari dengan saksama fakta-fakta yang terlupakan dalam sejarah, dan tersembunyi di dalam Alkitab,<br \/>\nnamun tetap terjaga dengan<br \/>\nbaik di dalam surga. Harap tetap berpikiran terbuka: pikiran yang mau<br \/>\nmenerima dan patuh jika<br \/>\nRoh Kudus meyakinkan anda<br \/>\nbahwa itu benar. Anda dapat mempercayai Yahuwah untuk menjaga pikiran anda tetap aman saat anda meninjau kembali bukti<br \/>\ndengan saksama, menyusun &#8220;Perintah.<br \/>\n. . di atas perintah, aturan di atas aturan, baris di atas baris, ayat di atas ayat, sedikit di sini, dan sedikit di sana.&#8221; (Yesaya 28:10, KJV).<\/p>\n<h2 align=\"center\"><strong>Terlupakan<br \/>\ndalam Sejarah<\/strong><\/h2>\n<p>\nPercakapan itu sama-sama membuat frustasi dan mengejutkan. Saya menghormati<br \/>\nteman saya. Dia berpendidikan tinggi. Dia memegang gelar Master Theologi. Saya percaya dia<br \/>\nadalah orang yang dapat dipercaya<br \/>\n\u200b\u200bdan jujur \u200b\u200bsecara intelektual. Sebagai seorang pendeta Advent Hari Ketujuh,<br \/>\nsaya pernah mendengarnya berbicara dalam pertemuan penginjilan, menjelaskan<br \/>\nmengapa beribadah pada hari yang tepat (Sabat hari ketujuh) itu penting; Itu<br \/>\ntidak dapat dilakukan pada sembarang<br \/>\nhari (baca: hari Minggu).<\/p>\n<p>Jadi, ketika saya mengetahui bahwa Sabat di zaman Alkitab ditentukan oleh kalender yang berbeda,<br \/>\ndia adalah salah satu orang yang<br \/>\npertama yang ingin saya beri<br \/>\ntahu. Dengan kecintaannya pada kebenaran dan pengetahuannya yang jeli, saya tahu dia<br \/>\njuga ingin mendengarnya. (Saya belum tahu bahwa seringkali paling sulit untuk<br \/>\nberbagi dengan mereka yang yakin<br \/>\nbahwa mereka lebih tahu dari anda).<\/p>\n<p>Pada awalnya, dia menolak gagasan bahwa konsep siklus mingguan tidak terputus sejak masa Penciptaan hanyalah sebuah asumsi yang salah.<\/p>\n<p>&#8220;Ketika kalender beralih dari kalender Julian ke kalender Gregorian (Masehi), tidak ada hari dalam sebuah minggu yang hilang. Hari Kamis, tanggal 4 Oktober, langsung disusul dengan hari Jumat, tanggal 15 Oktober,&#8221; katanya, menjelaskan fakta yang sudah<br \/>\nsaya ketahui.<\/p>\n<p>Dia benar, tapi dia tidak melihat<br \/>\nkembali cukup <em>jauh<\/em> ke belakang. Kebenaran<br \/>\ntersembunyi di masa lalu yang kelam,<br \/>\ndan untuk menemukan<br \/>\nkebenaran, kita perlu<br \/>\nmenggali jauh lebih dalam dan kembali lebih jauh dari 400 tahun yang lalu.<br \/>\nPerubahan dalam siklus mingguan &#8211; dan bahkan panjang sebuah minggu &#8211; terjadi lebih dari ribuan tahun lebih<br \/>\nawal sebelum kalender Masehi moderen diperkenalkan.<\/p>\n<p>Kalender yang paling kuno, dari masyarakat paling maju, adalah kalender luni-solar. Mesir<br \/>\nadalah negara pertama yang pindah ke kalender matahari, namun awalnya, kalender<br \/>\nselalu dikaitkan dengan bulan, baik sebagai kalender lunar (yang memiliki<br \/>\nmasalah bulan melayang sepanjang tahun, dan musim datang pada waktu yang tidak<br \/>\nterduga), atau<br \/>\nluni-solar, dimana bulan-bulan (bulanan)<br \/>\nbersandar pada tahun<br \/>\nmatahari, sehingga mencegah musim<br \/>\n&#8220;tergelincir&#8221;.<br \/>\nFakta ini telah berulang kali diakui<br \/>\noleh berbagai arkeolog. Seperti yang<br \/>\nditulis oleh Dr. Nicholas Campion dari Universitas Wales: &#8220;Penggunaan<br \/>\nilmu astronomi untuk<br \/>\ntujuan kolektif, baik religius maupun politis, terlihat dalam catatan astronomi<br \/>\npaling awal, dari bukti kalender bulan Palaeolitik sampai monumen megalitik dan<br \/>\nlaporan tanda-langit<br \/>\nmesopotamia&#8221;.<\/p>\n<p>Waktu itu sendiri, tentu saja, berjalan<br \/>\nterus menerus. Namun, itu tidak berarti bahwa <em>metode yang <\/em><em>digunakan untuk menghitungnya<\/em> selalu<br \/>\nberlanjut juga. Mingguan<br \/>\npada kalender moderen<br \/>\nmelakukan siklus terus menerus. Tapi, hal ini tidak selalu seperti itu dan kita tidak perlu pergi kembali ke kalender bulan<br \/>\nPaleolitik untuk memastikan<br \/>\nfakta ini.<\/p>\n<h3><strong>Mingguan Planet<\/strong><\/h3>\n<p>\nPara ilmuwan merujuk pada mingguan<br \/>\nmoderen yang digunakan<br \/>\nsaat ini sebagai &#8220;mingguan<br \/>\nplanet&#8221;. Hal ini disebabkan fakta bahwa hari-hari dalam setiap minggu dinamai sesuai dengan berbagai<br \/>\nnama planet atau, lebih<br \/>\ntepatnya, dewa-dewa planet. Dalam bahasa Inggris, nama untuk hari Selasa, Rabu,<br \/>\nKamis, dan Jumat, berasal dari dewa-dewa Norwegia: Tiw, Woden, Thor, dan dewi<br \/>\nFrigg, istri Woden.<sup>2<\/sup>\n<\/p>\n<p align=\"center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/daysoftheplanetaryweek-bahasa.jpg\" title=\"nama hari dari mingguan planetari\" alt=\"nama hari dari mingguan planetari\" width=\"700\" height=\"285\"><\/p>\n<p>Bergantung pada bahasa, ini adalah konsep yang sulit untuk diseberangi, karena sekali berkuasa,<br \/>\nGereja Katolik Roma ingin menyembunyikan asal usul berhala dari mingguan planet dan menipu orang agar percaya<br \/>\nbahwa itu hanyalah perpanjangan dari<br \/>\nmingguan<br \/>\nAlkitab. (Keberhasilan mereka dapat dilihat dalam fakta bahwa banyak orang saat ini masih<br \/>\nmenganggap hari Sabtu moderen<br \/>\nadalah hari Sabat Alkitab). Upaya bersama dilakukan untuk mengubah<br \/>\nnama-nama hari kafir<br \/>\nmenjadi nama hari Alkitab. Dengan kata lain: &#8220;Hari Pertama,&#8221;<br \/>\n&#8220;Hari Kedua,&#8221; &#8220;Hari Ketiga,&#8221; dll.<\/p>\n<p>Dalam usaha ini, Gereja Katolik hanya berhasil sebagian. Dalam beberapa bahasa<br \/>\nhari ini, &#8220;hari Sabtu&#8221;<br \/>\nasli (atau hari dewa Saturnus)<br \/>\ndigantikan oleh kata &#8220;Sabat&#8221; sedangkan &#8220;hari Minggu&#8221; asli<br \/>\n(hari dewa Matahari)<br \/>\ndisebut sebagai &#8220;Hari Tuhan.&#8221;<\/p>\n<table style=\"margin-left: 10px\" width=\"257\" height=\"43\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"5\" border=\"1\" align=\"right\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: justify; padding: 7px; background-color: #ffffff\">\n<p><strong><\/strong><\/p>\n<p><strong>Menggelapkan:<\/strong> &#8220;Membingungkan atau memburamkan sehingga sulit untuk dilihat atau dimengerti.<br \/>\nMembuat tidak jelas atau redup; menghitamkan.&#8221;<\/p>\n<p><em><\/em><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Jangan sampai terjadi kesalahan. Tujuannya adalah untuk menipu dan<br \/>\nmenyembunyikan Sabat Alkitab yang benar. Eviatar Zerubavel, seorang profesor<br \/>\nsosiologi Israel di Universitas<br \/>\nRutgers, menulis sebuah buku menarik berjudul <em>The Seven Day Circle: The History and Meaning of the Week<\/em>. Di<br \/>\ndalamnya, dia dengan jelas mendokumentasikan asal-usul berhala dari mingguan moderen dan juga upaya Katolik Roma untuk<br \/>\nmengaburkan asal-usul itu. Dia menulis:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\nTerlepas dari usaha yang jelas untuk membuat mingguan<br \/>\nini memiliki ciri<br \/>\nKristen yang khas, Gereja tetap memilih untuk melestarikan bentuk irama dari mingguan tujuh<br \/>\nhari Yahudi. <em>Ini tidak boleh dianggap<br \/>\nterlalu ringan; <\/em><em>Karena bias saja dipilih untuk berkumpul<br \/>\nsecara teratur sesuai dengan siklus mingguan delapan hari Romawi tradisional. .<br \/>\n. <\/em><em>Namun, dalam membatalkan hari Sabat, Gereja juga menghancurkan<br \/>\nraison d&#8217;etre (alasan keberadaan) dari minggu<\/em><em>an tujuh hari<br \/>\nYahudi.<\/em><\/p>\n<p class=\"indenttext\">\nPelestarian irama tujuh hari itu, sebagian, merupakan hasil<br \/>\nnyata dari keterikatan mendalam dan jernih Gereja terhadap paham Yahudi, dan juga sebuah upaya pragmatis untuk<br \/>\nmenghindari pengasingan<br \/>\nkomponen Yahudi yang cukup penting dari keanggotaannya secara tidak perlu. <em>Namun, sekilas nama hari dalam minggu<\/em><em>an di kebanyakan bahasa di Eropa seharusnya mengingatkan kita<br \/>\nbahwa minggu<\/em><em>an Yahudi bukanlah satu-satunya konteks<br \/>\ndi mana evolusi siklus tujuh hari gerejawi seharusnya dilihat<\/em>. Seperti yang<br \/>\nakan kita lihat, <em>pertemuan minggu<\/em><em>an Yahudi dan<br \/>\nastrologi <\/em><em>di sekitar waktu Kekristenan<br \/>\ndiperkenalkan ke dalam Kekaisaran Romawi yang menghasilkan siklus tujuh hari<br \/>\nyang sejak saat itu menyebar ke sebagian besar <\/em><em>peradaban dunia<\/em>.<sup>3<\/sup><\/p>\n<p>\nDengan kata lain, Zerubavel mengatakan, penyusunan mingguan<br \/>\nmoderen adalah pilihan<br \/>\nyang disengaja, bukan perpanjangan otomatis dari bagaimana waktu telah dihitung sebelumnya. Panjang mingguan lain dengan sengaja<br \/>\nditolak dan mingguan<br \/>\ntujuh hari sengaja dipilih untuk meniru mingguan tujuh hari Yahudi tersebut.<\/p>\n<p>Ketika orang-orang diperhadapkan<br \/>\npada fakta sejarah: bahwa hari Sabtu moderen <em>bukanlah<\/em><br \/>\nSabat Suci, maka banyak<br \/>\norang menunjukkan fakta bahwa banyak bahasa mengacu pada hari ketujuh dalam sebuah minggu sebagai<br \/>\n&#8220;Sabat&#8221; ketimbang<br \/>\nmenggunakan penunjukan planet asli dari Hari dewa Saturnus.<br \/>\nZerubavel menjelaskan hal ini juga. Dia berkata:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\nKetika <a title=\"\" href=\"\/end-time-prophecy\/binatang-dari-dalam-laut-gereja-katholik-roma-dalam-nubuatan.html\">Gereja Katolik<\/a><br \/>\nRoma secara resmi berpegang teguh pada nomenklatur tradisional Yahudi [sistem<br \/>\npenamaan] pada hari-hari dalam mingguan ini, <em>rancangan planetari dari nama-nama hari<br \/>\nini muncul pada awal abad ke-2 dalam tulisan-tulisan para <\/em><em>bapak gereja<\/em>, dan populer digunakan oleh orang-orang Kristen.<br \/>\nSetidaknya sejak tahun 269 M. (Satu-satunya upaya terorganisir Kekristenan yang signifikan untuk mengembalikan<br \/>\ntata nama Ibrani asli pada hari-hari dalam mingguan ini tampaknya merupakan penghilangan<br \/>\nresmi &#8220;nama-nama berhala&#8221;<br \/>\noleh Majelis Umum Pertama Pennsylvania, yang jelas mewakili semangat dari <em>Serikat Sahabat<\/em>,<br \/>\nantara tahun 1682 dan 1706. Kebetulan, sampai hari ini, Quaker masih menyebut sekolah hari Minggu<br \/>\nmereka sebagai &#8220;Sekolah<br \/>\nHari Pertama&#8221;).<br \/>\nSeperti yang dapat kita ketahui dari fakta yang aneh secara etimologis bahwa<br \/>\ntidak ada rancangan nama-nama<br \/>\nhari planet dari sebuah mingguan yang dapat ditemukan dalam<br \/>\nbahasa Yunani atau bahasa Slavia, <em>hanya<br \/>\nGereja Timur yang tampaknya telah berhasil menekan pengaruh yang cukup besar <\/em><em>dari ilmu perbintangan. Roma jelas kurang berhasil, karena nama<\/em><em>-nama planet paling sedikit beberapa hari dalam seminggu di<br \/>\nInggris, Jerman, Belanda, Denmark, Norwegia, Islandia, Swedia, Finlandia, Lapp,<br \/>\nHungaria, Albania, Rumanian, Italia, Prancis, Katalan, Spanyol, Breton, Gaelik,<br \/>\nWelsh, dan Cornish nampaknya menunjukkan<\/em>.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">\nJelas dari bukti etimologis [sejarah bahasa] bahwa ilmu perbintangan telah menyebar ke<br \/>\nseluruh Kekaisaran Romawi sebelumnya, dan mungkin jauh lebih cepat, daripada<br \/>\nkekristenan. <em>Jadi, pada awal abad<br \/>\nkeempat, ketika Gereja akhirnya menguasai Kekaisaran, ternyata usaha gerejawi<br \/>\nyang serius untuk sepenuhnya menghilangkan <\/em><em>kaitan ilmu<br \/>\nperbintangan dengan mingguan tujuh hari ini<\/em>. . . . Bahkan di jantung<br \/>\nKekaisaran Romawi, di mana bahasa-bahasa yang berasal dari bahasa Latin<br \/>\nberlaku, hanya dihargai dua<br \/>\nhari &#8220;kunci&#8221; dari mingguan Yahudi-Kristen, yaitu hari Sabtu (Sabat) dan Minggu (Hari<br \/>\nTuhan ), bahwa Gereja<br \/>\ntelah berhasil menggantikan astrologi. <em>Pengaruh<br \/>\nastrologi jelas semakin terasa di sekitar pinggiran Kekaisaran Romawi, di mana<br \/>\nkekristenan tiba beberapa saat kemudian. Inggris, Belanda, Breton, Welsh, dan<br \/>\nCornish, yang merupakan satu-satunya bahasa Eropa yang sampai hari ini <\/em><em>mempertahankan nama<\/em><em>-nama planet asli dari <\/em><em>semua hari dalam mingguan tujuh hari ini, semuanya diucapkan di<br \/>\ndaerah yang bebas dari pengaruh Kristen selama Abad pertama<\/em><em> di era kita, saat minggu<\/em><em>an astrologi menyebar ke<br \/>\nseluruh Kekaisaran<\/em>. Tidak ada bahasa-bahasa ini yang berasal dari bahasa<br \/>\nYunani atau Latin, bahasa-bahasa yang paling dekat hubungannya dengan Gereja. Dan kebetulan, juga berlaku<br \/>\nuntuk semua bahasa lain yang mempertahankan urutan nama-nama planet setidaknya satu dari<br \/>\ndua hari &#8220;kunci&#8221; dari<br \/>\nmingguan Yahudi-Kristen<br \/>\n &#8211;Jerman,<br \/>\nGaelik, Denmark, Norwegia, Islandia, Swedia, Finlandia, Hungaria, dan Albania.<sup>4<\/sup><\/p>\n<p>\nInilah sebabnya mengapa banyak bahasa menggantikan &#8220;hari Sabtu&#8221; lama<br \/>\ndengan &#8220;Sabat&#8221; dan &#8220;hari Minggu&#8221; yang asli dengan<br \/>\n&#8220;Hari Tuhan&#8221;.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\nSebuah survei mengungkapkan bahwa setidaknya dalam enam puluh lima bahasa,<br \/>\nhari-hari dalam mingguan<br \/>\ndinamai sesuai dengan tujuh dewa planet berhala kuno &#8211;Matahari, Bulan, Mars, Merkurius, Jupiter, Venus, dan Saturnus. <em>Dan <\/em><em>kebiasaan <\/em><em>menyebut nama-nama hari<\/em><em> berdasarkan nama dewa-dewa <\/em><em>berhala itu sekarang paling umum <\/em><em>dilakukan di <\/em><em>daerah-daerah di mana agama Kristen itu dominan.<\/em><\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<table style=\"margin-left: 10px\" width=\"257\" height=\"62\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"5\" border=\"1\" align=\"right\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: justify; padding: 7px; background-color: #ffffff\">\n<p><strong><\/strong><\/p>\n<p><strong><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Berdoa kepada planet-planet pada hari-hari mereka masing-masing adalah bagian dari pemujaan terhadap benda-benda langit.&#8221;<\/p>\n<p>Robert L. Odom, <em>Sunday in Roman Paganism<\/em>, hal. 158.<\/p>\n<p><em><\/em><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p class=\"indenttext\"><em>Namun, akan menjadi tidak masuk akal<br \/>\njika menganggap <\/em><em>penghormatan hari-hari dalam minggu<\/em><em>an <\/em><em>berdasarkan pada<br \/>\nbenda-benda langit adalah berasal dari bahasa Ibrani atau Kristen. <\/em><em>Alkitab mengungkapkan bahwa orang-orang Yahudi kuno dan<br \/>\norang-orang Kristen mula-mula yang menentukan <\/em><em>penamaan hari-hari<br \/>\ndengan nomor, <\/em><em>dimana hari yang keenam dan<br \/>\nyang ketujuh disebut juga<\/em><em> masing-masing sebagai &#8220;<\/em><em>hari Persiapan&#8221; dan &#8220;<\/em><em>hari Sabat&#8221;.<\/em><\/p>\n<p class=\"indenttext\"><em><\/em><\/p>\n<p class=\"indenttext\"><em><br \/>\nKamus, ensiklopedi, dan sumber informasi umum lainnya praktis <\/em><em>menyebut nama-nama hari dalam kalender bersumber dari berhala<\/em>.<sup>5<\/sup><\/p>\n<p>\nSekali lagi, seperti yang sebelumnya: mingguan planet tidak diambil dari mingguan Alkitab. Itu berasal dari agama berhala. Gereja<br \/>\nberusaha menyembunyikan fakta<br \/>\nini dengan mengubah nama-nama hari dalam mingguan ini dan dalam hal ini, mereka hanya berhasil sedikit.<\/p>\n<h3><strong>Asal Usul Mingguan Planet<\/strong><\/h3>\n<p>\nMingguan moderen sama panjangnya dengan<br \/>\nmingguan Alkitab. Tapi,<br \/>\nseperti yang sudah dicatat,<br \/>\nnama-nama hari dalam mingguan<br \/>\nini, dan <em>juga bagaimana siklus minggu<\/em><em>an itu<\/em><em> berjalan<\/em>, tidak berasal dari Alkitab. Seperti yang<br \/>\nZerubavel katakan sebelumnya, &#8220;Gereja tetap memilih untuk melestarikan<br \/>\nbentuk irama dari mingguan<br \/>\ntujuh hari Yahudi. <em>Ini tidak boleh<br \/>\ndianggap terlalu ringan; <\/em><em>Karena bias saja dipilih<br \/>\nuntuk berkumpul secara teratur sesuai dengan siklus mingguan delapan hari<br \/>\nRomawi tradisional.<\/em>&#8221; Banyak<br \/>\nlagi yang akan dikatakan<br \/>\nmengenai hal ini nanti,<br \/>\ntapi untuk saat ini cukuplah untuk bisa memahami bahwa mingguan moderen<br \/>\nini bukanlah sebuah perpanjangan<br \/>\nalami dari mingguan Alkitab. Sebaliknya, mingguan ini berasal<br \/>\ndari agama berhala dan dipilih dengan sengaja untuk meniru panjang mingguan<br \/>\nAlkitab.<\/p>\n<table width=\"246\" height=\"258\" cellspacing=\"15\" border=\"0\" align=\"left\">\n<tbody>\n<tr>\n<td valign=\"top\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"margin-left: 0px\" alt=\"Kalender tempel ditemukan di Permandian Titus di Roma.\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/image007.jpg\" title=\"\" width=\"304\" height=\"240\" border=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center; font-size: 11px\"><strong><font color=\"#6699cc\"><\/p>\n<p><span><\/span><\/p>\n<p><\/font><\/strong><\/p>\n<p align=\"center\"><font color=\"#6699cc\"><strong>Kalender tempel ditemukan di Permandian Titus di Roma.<br \/>\n<\/strong><\/font><\/p>\n<p><font color=\"#999999\"><\/font><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Mingguan planet<br \/>\nmemiliki semua sejarahnya sendiri, terlepas dari Kitab Suci.<br \/>\nSaat mingguan planet<br \/>\npertama kali ditemui dan mulai diterima dalam kalender Julian, mingguan tujuh hari yang baru<br \/>\ndimulai pada hari Sabtu! Lihatlah, kalender &#8220;tempel&#8221; yang ditemukan di Permandian Titus, yang dibangun<br \/>\ndi Roma pada tahun 81 Masehi.<br \/>\nDi bagian atas adalah tujuh dewa planet, sesuai dengan hari-hari dalam<br \/>\nseminggu. Dewa pertama yang terlihat<br \/>\nadalah dewa Saturnus.<br \/>\nDia memegang sabit karena dia diakui<br \/>\nsebagai &#8220;dewa<br \/>\npanen.&#8221;<\/p>\n<p>Dewa berikutnya dalam urutan,<br \/>\npada hari kedua dalam minggu ini, adalah Sol, atau dewa matahari, dimahkotai<br \/>\ndengan sinar terang. Hari ketiga adalah milik dewi bulan, Luna, dinobatkan oleh bulan sabit.<br \/>\nDewa-dewa lainnya mengikuti: Mars, dewa perang, memakai helm; Merkurius,<br \/>\nmemakai helm bersayap dan memegang<br \/>\nsebuah tongkat ular; Jupiter, mencengkeram buntelan petirnya; dan akhirnya, hari terakhir<br \/>\ndalam mingguan  dimiliki dewi cinta, Venus.<\/p>\n<p>Ini jelas-jelas menetapkan<br \/>\nbahwa mingguan<br \/>\nmoderen tidak mungkin ditarik dari Kitab<br \/>\nSuci karena, pada saat itu mulai digunakan dalam kalender Julian, mingguan itu <em>dimulai<\/em> pada Hari Saturnus dan berakhir<br \/>\npada Hari Venus, yaitu hari Jumat.<br \/>\nBarulah dikemudian hari<br \/>\nmingguan ini dimulai pada hari Minggu dan berakhir pada hari Sabtu.<\/p>\n<h3><strong><br \/>\nMingguan Julian Mula-mula<\/strong><\/h3>\n<p>\nKalender Julian adalah sebuah penemuan<br \/>\nyang cukup baru pada saat<br \/>\nSang Juruselamat berjalan di bumi. Orang<br \/>\nRomawi aslinya menggunakan kalender<br \/>\nRepublik Romawi, yang sama seperti<br \/>\nkalender Ibrani, yaitu<br \/>\nkalender luni-solar.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\nKalender Republik Romawi didasarkan<br \/>\npada fase bulan. Imam<br \/>\nagama berhala Romawi, yang disebut <em>paus<\/em>,<br \/>\nbertanggung jawab atas pengaturan<br \/>\nkalender. . . .<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">\nPada zaman Julius<br \/>\nC\u00e6sar, bulan benar-benar tidak sesuai dengan musimnya. Julius C\u00e6sar menjalankan<br \/>\nhaknya sebagai <em>pontifex maximus<\/em> (imam<br \/>\nbesar) dan mereformasi apa yang menjadi kalender yang tidak praktis dan tidak<br \/>\nakurat.<sup>6<\/sup><\/p>\n<p>\nJulius C\u00e6sar kemudian<br \/>\nmengundang Sosigenes, seorang astronom Aleksandria untuk menemukan cara<br \/>\nbaru untuk menghitung waktu.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\nSosigenes memutuskan bahwa satu-satunya langkah praktis adalah dengan meninggalkan<br \/>\nkalender lunar sama sekali. Bulan harus diatur berdasarkan musim, dan sebuah<br \/>\ntahun tropis (matahari) digunakan, seperti pada kalender Mesir. . . . Kesulitan besar yang dihadapi setiap<br \/>\npengubah [kalender] adalah bahwa tampaknya tidak ada cara untuk membuat perubahan<br \/>\nkalender yang masih akan memungkinkan bulanan bulan tetap sejalan dengan fase<br \/>\nBulan [dilangit] dan tahun tetap sejalan dengan musim. <em>Sehingga dipandang perlu untuk membatalkan dasar perhitungan<br \/>\ntradisional<\/em> untuk menyusun kalender musiman yang efisein.<sup>7<\/sup><\/p>\n<table width=\"289\" height=\"405\" cellspacing=\"15\" border=\"0\" align=\"right\">\n<tbody>\n<tr>\n<td valign=\"top\"><font color=\"#6699cc\"><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/julius-caesar-bust-1.jpg\" title=\"\" style=\"margin-left: 0px\" alt=\"Julius C\u00e6sar Statue\" width=\"350\" height=\"405\" border=\"0\"><\/strong><\/font><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center; font-size: 11px\"><strong><font color=\"#6699cc\"><\/p>\n<p><span><\/span><\/p>\n<p><\/font><\/strong><\/p>\n<p align=\"center\"><font color=\"#6699cc\"><strong>Kalender Julian adalah kalender berhala yang diberi nama sesuai dengan nama dia yang bertanggung jawab menyingkirkan kalender Republik Roma yang berdasarkan pada bulan di langit. <br \/>\n<\/strong><\/font><\/p>\n<p><font color=\"#999999\"><\/font><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Kalender baru disebut kalender &#8220;Julian&#8221; sesuai nama Julius C\u00e6sar.<br \/>\nPada tahun 45 SM, 90<br \/>\nhari penuh ditambahkan pada<br \/>\nkalender untuk membawa bulan kembali tepat selaras dengan musim-musim. Tapi di sinilah terdapat fakta penting yang<br \/>\nkebanyakan orang tidak tahu. Kalender Julian yang baru memiliki siklus mingguan<br \/>\nyang berlangsung terus-menerus.<br \/>\n. <em>. <\/em><em>tapi minggu<\/em><em>an itu <\/em><em>panjangnya delapan hari!<\/em><br \/>\n&#8220;Kalender Julian awal tidak dibangun seperti kalender moderen, namun tanggalnya<br \/>\ntercantum dalam kolom, dengan hari-hari dalam minggu yang ditentukan oleh huruf<br \/>\nA sampai H.&#8221;<sup>8<\/sup><\/p>\n<p>Ini adalah <em>fakta<\/em> yang mudah ditemukan<br \/>\ndalam sejarah dan<br \/>\narkeologi. Bahkan, semua kalender<br \/>\nJulian awal, yang disebut <em>fasti<\/em>, yang masih ada sampai sekarang menunjukkan<br \/>\nmingguan dengan panjang<br \/>\ndelapan hari. Selanjutnya, kalender<br \/>\nini berasal dari periode Kaisar<br \/>\nAgustus sampai Kaisar Tiberius,<br \/>\natau dari tahun 32 SM<br \/>\nsmapai tahun 37 M. Ini lebih dari sekedar mencakup<br \/>\nkehidupan Yahushua di bumi. Mingguan delapan hari dari<br \/>\nkalender Julian digunakan oleh orang-orang Romawi selama kehidupan Yahushua. Inilah yang ditempatkan<br \/>\ntentara Romawi di Palestina. Yang membawa kita pada sebuah hal yang menarik: Ada dua jenis kalender yang<br \/>\ndiketahui oleh orang-orang Yahudi pada zaman Yahushua:<\/p>\n<ol>\n<li>Kalender matahari milik orang Romawi yang menjajah mereka dengan siklus<br \/>\nmingguan tidak terputus dengan<br \/>\npanjang delapan hari; atau,<\/li>\n<li>Kalender luni-solar masa Penciptaan, yang ditegaskan kembali dalam peristiwa Keluaran, dengan siklus mingguan yang dimulai<br \/>\nulang setiap <a title=\"\" href=\"\/yahuwahs-calendar\/hari-bulan-baru-fajar-setelah-konjungsi.html\">Hari Bulan<br \/>\nBaru<\/a> dengan panjang tujuh hari.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Kalender manakah yang menurut <em>anda<\/em> akan digunakan oleh orang-orang Yahudi? Menarik untuk<br \/>\ndicatat bahwa sebagian besar gulungan Laut Mati mengandung sedikit lebih banyak<br \/>\nupaya untuk mengkorelasikan dua metode penentuan waktu yang berbeda. Hal ini saja sudah mengungkapkan bahwa setidaknya ada dua<br \/>\nkalender berbeda yang dikenal di tanah Palestina pada saat itu. Ini juga memberikan bukti tidak<br \/>\nlangsung bahwa orang-orang Yahudi menggunakan kalender yang berbeda daripada<br \/>\nyang digunakan oleh orang-orang<br \/>\nRomawi yang menguasai mereka.<\/p>\n<p align=\"center\"><img decoding=\"async\" alt=\"BERITA BOHONG! &amp;#8221;Hari Sabtu adalah hari Sabat&amp;#8221; image\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/1eTxfdU4-image003-1.png\" title=\"\"><\/p>\n<p align=\"center\"><font color=\"#6699cc\">Fragmen batu dari kalender Julian awal ini menunjukkan bulan Agustus sampai Desember. Huruf A sampai H menjadi penentu hari dalam seminggu. Hal ini dapat dilihat dengan jelas pada fragmen-fragmen batu, yang membuktikan kalender Julian awal memiliki mingguan dengan panjang delapan hari.<\/font><\/p>\n<p>\nKalender Julian adalah<br \/>\nkalender matahari dan juga sekaligus adalah merupakan kalender berhala.<br \/>\nKalender Masehi yang<br \/>\ndigunakan saat ini, juga, adalah<br \/>\nkalender matahari dan juga merupakan kalender berhala. Hal ini hampir<br \/>\nidentik dengan kalender berhala,<br \/>\nkalender matahari Julian,<br \/>\ndan sama sekali tidak memiliki<br \/>\nkeserupaan dengan kalender luni-solar Alkitab milik Yahuwah.<\/p>\n<h3><strong><br \/>\nTulisan<br \/>\npada Batu Nisan<\/strong><\/h3>\n<p>\nNisan yang diukir oleh<br \/>\norang-orang Kristen pada pekuburan memberikan<br \/>\nbukti arkeologis tambahan bahwa orang-orang Kristen paling awal memiliki<br \/>\npengetahuan tentang kalender Julian dan kalender Alkitab, dan perbedaan dalam<br \/>\ndua siklus mingguan kalender tersebut. Jadi, adalah tidak terbantahkan untuk menyimpulkan bahwa mereka memilih<br \/>\nuntuk beribadah dengan<br \/>\nkalender Alkitab bahkan pada saat<br \/>\nmereka bekerja dengan menggunakan kalender Julian sekuler. Dalam <em>Prasasti Latin\u00e6 Christian\u00e6 Veteres<\/em>,<br \/>\nErnst Diehl mencatat tulisan<br \/>\npada nisan berikut ini dari<br \/>\ntahun 269 M:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\nDalam konsulsi Claudius dan Paternus, pada Nones November, pada hari Venus, dan<br \/>\npada tanggal 24 bulan lunar, Leuces menempatkan [peringatan ini] untuk putri tercintanya<br \/>\nSevera, dan Roh Kudus-Mu. Dia meninggal [pada usia] 55 tahun, dan 11 bulan<br \/>\n[dan] 10 hari.<sup>9<\/sup><\/p>\n<p>\nIni adalah salah satu batu<br \/>\nnisan Kristen tertua yang bisa ditemukan di Roma dan sangat menarik<br \/>\nkarena memberi dua tanggal yang berbeda! &#8220;Nones&#8221; November mengacu<br \/>\npada tanggal 5<br \/>\nNovember. Pada tahun<br \/>\nitu, tanggal ini jatuh<br \/>\npada &#8220;hari Venus&#8221; atau hari Jumat. Dalam penanggalan<br \/>\nbulan dilangit waktu itu jatuh pada hari ke 24 yang akan menjadi<br \/>\n&#8220;Hari Kedua&#8221; pada mingguan Alkitab.<\/p>\n<p>Ini sangat penting karena jika &#8220;Hari Kedua&#8221; dalam prosesi tersebut<br \/>\njatuh pada hari Jumat, maka hari<br \/>\nketujuh \u2013dan hari<br \/>\nSabat- bertepatan dengan hari hari Rabu atau &#8220;hari dewa Merkurius&#8221; pada kalender berhala!<\/p>\n<h3><strong>Pengakuan<br \/>\npara Sarjana Yahudi<\/strong><\/h3>\n<p>\nSudah terlalu lama, fakta bahwa orang-orang Yahudi beribadah pada hari Sabtu sebagai hari Sabat telah digunakan untuk<br \/>\n&#8220;membuktikan&#8221; bahwa hari Sabtu adalah hari Sabat Alkitab. Tapi itu tidak lebih<br \/>\ndari sebuah penalaran<br \/>\nmelingkar belaka:<br \/>\nOrang-orang Yahudi beribadah pada hari Sabat. Oleh karena itu, hari Sabtu adalah hari Sabat<br \/>\nkarena pada hari itulah<br \/>\norang-orang Yahudi<br \/>\nberibadah.<\/p>\n<p>Faktanya adalah, para ilmuwan Yahudi sangat sadar bahwa hari Sabtu adalah bukan hari Sabat asli dari Kitab Suci.<br \/>\nBerikut ini adalah kutipan dari para ilmuwan Yahudi, semua penekanan diberikan.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\nDalam sebuah surat kepada Dr. LE Froom, tertanggal 20 Februari 1939, [Rabbi<br \/>\nLouis] Finklestein [dari Seminari Teologi Yahudi Amerika] dengan santai mengakui,<br \/>\n&#8220;Kalender Yahudi saat ini ditetapkan pada abad keempat.&#8221; Maimonides<br \/>\ndan sebagian besar Kronolog Yahudi lainnya setuju bahwa kalender Yahudi moderen didasarkan pada<br \/>\n&#8220;gerakan rata-rata matahari dan bulan, kalender [yang sebenarnya] telah<br \/>\ndisingkirkan.&#8221;<sup>10,11<\/sup><\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">\n<table width=\"246\" height=\"500\" cellspacing=\"15\" border=\"0\" align=\"right\">\n<tbody>\n<tr>\n<td valign=\"top\"><font color=\"#6699cc\"><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/maimonides-1.png\" title=\"\" style=\"margin-left: 0px\" alt=\"Maimonides (1135-1204), rabbi, philosopher and physician\" width=\"315\" height=\"520\" border=\"0\"><\/strong><\/font><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center; font-size: 11px\"><strong><font color=\"#6699cc\"><\/p>\n<p><span><\/span><\/p>\n<p><\/font><\/strong><\/p>\n<p align=\"center\"><font color=\"#6699cc\"><strong>Maimonides (1135-1204), rabbi, filsuf dan dokter.<br \/>\n<\/strong><\/font><\/p>\n<p><font color=\"#999999\"><\/font><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p class=\"indenttext\"><em>Bulan Baru masih <\/em><em>tetap ada, dan<br \/>\nhari Sabat awalnya, <\/em><em>bergantung pada siklus bulan. . .<br \/>\nAwalnya, <\/em><em>Bulan Baru dirayakan dengan cara yang<br \/>\nsama seperti hari Sabat<\/em>; Lambat laun menjadi kurang penting sementara hari<br \/>\nSabat menjadi semakin hari semakin menjadi hari agamawi<br \/>\ndan kemanusiaan, untuk<br \/>\nmelakukan meditasi dan pengajaran rohani, untuk perdamaian<br \/>\ndan menyenangkan jiwa.<sup>12<\/sup><\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">\nDengan berkembangnya makna<br \/>\nhari Sabat sebagai hari pengudusan dan penekanan yang diberikan pada angka tujuh dalam jumlah yang<br \/>\nsignifikan, <em>minggu<\/em><em>-minggu menjadi semakin banyak <\/em><em>terpisah dari <\/em><em>ikatannya dengan bulan di langit<\/em>. . . .<sup>13<\/sup><\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\"><em>Bulan-bulan dalam se<\/em><em>tiap tahun adalah <\/em><em>berdasarkan bulan<\/em><em> di langit, dan dimulai dengan bulan baru<\/em> (hodesh, yang<br \/>\nberarti &#8220;bulan&#8221;).<br \/>\nSelama zaman para Raja, bulan baru dirayakan dengan perayaan dua hari. (1<br \/>\nSamuel 20:24-47).<sup>14<\/sup><\/p>\n<p>\nPerhatikan dalam kutipan di atas bahwa Rabbi Finklestein secara terbuka<br \/>\nmengakui bahwa kalender Yahudi sekarang berbeda dari yang digunakan sebelum<br \/>\nabad keempat dan Maimonides melangkah lebih jauh dengan mengatakan bahwa kalender yang asli<br \/>\ntelah &#8220;dikesampingkan&#8221;.<\/p>\n<p>Hal itu disebabkan oleh karena<br \/>\npenganiayaan ekstrim<br \/>\nyang dilakukan oleh gereja Kristen awal (Katolik Roma) setelah memperoleh<br \/>\nkekuasaan pada abad keempat Masehi.<br \/>\nSekali lagi, orang-orang Yahudi sangat terbuka tentang fakta sejarah ini, mereka dengan santai mengakui bahwa mereka<br \/>\nmengubah kalender di bawah tekanan penganiayaan yang ekstrem.<\/p>\n<p>&#8220;Di bawah pemerintahan Konstantius (tahun 337 M &#8211; 362 M) penganiayaan orang-orang Yahudi mencapai puncaknya. . . <em>Perhitungan kalender dilarang <\/em><em>dan diancam dengan hukuman<br \/>\nberat<\/em>&#8220;.<sup>15<\/sup>\n<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\nMenyatakan bulan baru melalui pengamatan bulan<br \/>\nbaru, dan tahun baru pada saat<br \/>\nmusim semi, hanya bisa dilakukan oleh Sanhedrin. Pada masa Hillel II,  Presiden Sanhedrin terakhir, [abad ke-4 M.], orang Romawi <em>melarang praktik ini<\/em>. Oleh karena itu Hillel II dipaksa untuk<br \/>\nmembuat kalender <em>tetapnya<\/em>, hal ini kemudian, membuat Sanhendrin<br \/>\nmemberikan pra-persetujuan pada semua tahun-tahun kalender di masa datang.<sup>16<\/sup><\/p>\n<p>\n(Untuk informasi lebih lanjut, baca &#8220;<a title=\"\" href=\"\/yahuwahs-calendar\/konstantin-i-hillel-ii-dua-orang-yang-telah-menipu-seluruh-dunia.html\">Konstantin I &amp; Hillel II: Dua Orang yang telah Menipu Seluruh Dunia<\/a>&#8220;).<\/p>\n<h3><strong>Pengakuan para Sarjana<br \/>\nKatolik<\/strong><br \/>\n<\/h3>\n<table width=\"405\" height=\"332\" cellspacing=\"15\" border=\"0\" align=\"right\">\n<tbody>\n<tr>\n<td valign=\"top\"><font color=\"#6699cc\"><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/council-of-nicaea-1-1.jpg\" title=\"Council of Nic\u00e6a\" style=\"margin-left: 0px\" alt=\"Council of Nic\u00e6a\" width=\"450\" height=\"300\" border=\"0\"><\/strong><\/font><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center; font-size: 11px\"><strong><font color=\"#6699cc\"><\/p>\n<p><span><\/span><\/p>\n<p><\/font><\/strong><\/p>\n<p align=\"center\"><font color=\"#6699cc\"><strong>Konsili Nic\u00e6a masih dianggap sebagai salah satu dewan gereja paling berpengaruh yang pernah ada.<br \/>\n<\/strong><\/font><\/p>\n<p><font color=\"#999999\"><\/font><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Yang cukup menarik, para<br \/>\nsarjana Katolik Roma juga sangat tumpul mengenai fakta bahwa mereka<br \/>\nbertanggung jawab atas perubahan kalender yang mempengaruhi hari ibadah orang<br \/>\nKristen. Hal ini terjadi pada konsili Nicea dan telah dengan baik dirangkum oleh<\/p>\n<p>Heinrich Graetz dalam karyanya<br \/>\nyang monumental, <em>History of the Jews<\/em>, yang diterbitkan oleh <em>Jewish Publication Society of America<\/em><br \/>\npada tahun 1893!<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\nKemudian dunia menyaksikan tontonan yang sampai sekarang tak terbayangkan dari<br \/>\npertemuan umum pertama Nice [Nic\u00e6a], yang terdiri dari beberapa ratus uskup dan<br \/>\nimam, dengan kaisar sebagai<br \/>\nkepala mereka. <em>Kekristenan berpikir untuk<br \/>\nmerayakan kemenangannya, namun hanya berhasil me<\/em><em>mperlihatkan<br \/>\nkelemahan dan <\/em><em>perpecahan internal<\/em><em>nya<\/em>. Karena pada kesempatan ini, pada penampilan resmi pertamanya, dalam<br \/>\nkemegahan kekuatan rohani<br \/>\ndan fananya, <em>tidak ada jejak karakter aslinya<\/em>. . . <em>Pada Konsili Nice, penghubung terakhir yang<br \/>\nmenghubungkan Kekristenan dengan induknya telah diputuskan. Perayaan Paskah<br \/>\nEaster yang sampai hari ini dirayakan oleh sebagian besar orang bersamaan<br \/>\ndengan Paskah Passover Yahudi, dan bahkan pada hari-hari yang telah dihitung<br \/>\ndan ditetapkan oleh Sanhedrin di Yudea untuk dirayakan; namun di masa depan<br \/>\nperayaan hari-hari tersebut telah sepenuhnya terbebas dari kalender Yahudi.<\/em><br \/>\nSebab adalah merupakan tindakan diluar kepantasan jika pada perayaan-perayaan<br \/>\nPaskah Easter yang paling kudus ini kita harus mengikuti kebiasaan-kebiasaan<br \/>\norang-orang Yahudi.  Untuk selanjutnya,<br \/>\njangan sampai kita memiliki kesamaan dengan orang-orang najis ini; Juruselamat<br \/>\nkita telah menunjukkan kepada kita jalan yang lain. Hal ini memang akan terlihat<br \/>\nkonyol jika orang-orang Yahudi dapat menyombongkan diri bahwa kita tidak dapat<br \/>\nmerayakan Paskah tanpa bantuan dari aturan-aturan mereka (<em>perhitungan-perhitungan<\/em><em>nya<\/em>)&#8221;. Pernyataan<br \/>\nini dikaitkan dengan Kaisar Konstantin .<br \/>\n. . [dan menjadi]<br \/>\nprinsip Gereja sekarang untuk menentukan nasib orang-orang Yahudi.<sup>17<\/sup><\/p>\n<p>Tidak diragukan lagi bahwa karena tindakan para uskup Katolik Roma<br \/>\ndi Konsili Vatikan inilah yang<br \/>\nsecara langsung bertanggung jawab atas perubahan gerejawi perihal kalender yang digunakan oleh<br \/>\norang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen kerasulan untuk beribadah. Sebagai ahli kronologi, David Sidersky<br \/>\nmenjelaskan, &#8221; Adalah sudah lebih tidak mungkin lagi di bawah pemerintahan<br \/>\nKonstantius untuk <em>menerapkan kalender<br \/>\nyang lama<\/em>.&#8221;<sup>18<\/sup>\n<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\nDalam tahun-tahun berikutnya, orang-orang Yahudi berjalan melalui &#8220;besi<br \/>\ndan api&#8221;. Kaisar Kristen [kepausan<br \/>\nRoma] <em>melarang perhitungan<br \/>\nkalender Yahudi<\/em>, dan tidak mengijinkan pengumuman hari-hari raya. Graetz<br \/>\nmengatakan, &#8220;Masyarakat Yahudi yang tersisa telah dibiarkan berada dalam<br \/>\nkeraguan mengenai keputusan keagamaan yang paling penting: contohnya yang<br \/>\nberkaitan dengan perayaan-perayaan agama mereka&#8221;. Dampaknya kemudian<br \/>\nadalah pembuatan sebuah kalender dan perhitungan Ibrani yang tetap oleh Hillel<br \/>\nII.<sup>19<\/sup><\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">\nDekrit dari Nicea,<br \/>\n&#8220;menghancurkan Hukum Bait Suci di Yudea,&#8221; sebagaimana adanya, dan peraturan kuno<br \/>\nMusa untuk menyelaraskan jalannya bulan dengan matahari pada akhirnya<br \/>\ndigantikan oleh perhitungan yang melibatkan titik balik matahari musim semi, kemudian melihat bulan purnama terdekat untuk dipilih sebagai bulan<br \/>\npaskah. Dari titik balik<br \/>\nmatahari ini, gereja [Katolik] membangun kalender gerejawi dan perayaan<br \/>\nPaskahnya. <em>Sangat mudah untuk mengabaikan<br \/>\npentingnya Konsili Nic\u00e6a dan pengaruhnya terhadap sistem waktu Yahudi, karena<br \/>\nwalaupun gereja tersebut ingin meninggalkan perhitungan Yahudi, dan untuk<br \/>\nmengadopsi hari-hari raya yang dapat dige<\/em><em>ser, namun pada<br \/>\nakhirnya, ternyata <\/em><em>bahwa baik <\/em><em>hari-hari raya Yahudi<br \/>\nmaupun Katolik Roma dihitung dari titik waktu yang sama- . . . Titik Balik Matahari Musim Semi<\/em>.<sup>20<\/sup><\/p>\n<table style=\"margin-right: 10px\" width=\"257\" height=\"156\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"5\" border=\"1\" align=\"left\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: justify; padding: 7px; background-color: #ffffff\">\n<p>&#8220;Untuk mendamaikan para penyembah berhala dengan Kekristenan yang sedikit, Roma, mengusahakan kebijakan umum, mengambil tindakan-tindakan untuk menggabungkan perayaan penyembah berhala dan perayaan Kristen, <em>dan melalui penyesuaian kalender yang sulit namun terampil<\/em>, tidak lagi ditemukan masalah, secara umum, untuk mengabungkan penyembahan berhala dengan Kekristenan \u2013 sekarang sudah jauh tenggelam dalam penyembahan berhala . . . untuk bekerja sama.&#8221;<\/p>\n<p>Alexander Hyslop, <em>The Two Babylons<\/em>, hal. 105, penekanan diberikan.<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Para ilmuwan Katolik mengetahui hal ini. Inilah sebabnya<em>, American<\/em><em> Catholic Quarterly Review dapat<br \/>\nmenerbitkan sebuah pernyataan sepert<\/em><em>i ini<\/em>: &#8220;Hari Minggu<br \/>\n&#8230; adalah murni ciptaan Gereja Katolik.&#8221;<sup>21<\/sup> Atau, seperti yang<br \/>\nditerbitkan dalam <em>Ecclesiastical Review<\/em>:<\/p>\n<p>&#8220;Mereka [umat Protestan] menganggap kewajiban mereka untuk menjaga<br \/>\nkekudusan hari Minggu. Mengapa? Karena Gereja Katolik memberitahu mereka untuk<br \/>\nmelakukannya. Mereka tidak memiliki alasan lain. . . pengudusan hari Minggu<br \/>\nmenjadi sebuah aturan gerejawi yang sama sekali berbeda dengan hukum Sabat<br \/>\nIlahi. . . Pembuat hukum hari Minggu. . . adalah Gereja Katolik&#8221;<sup>22<\/sup><\/p>\n<p>Ini penting karena hal itu membuktikan<br \/>\nbahwa hari Minggu bukanlah hari kebangkitan Yahushua. Sementara para pemelihara Sabat hari Sabtu<br \/>\ntelah lama berkeras bahwa perintah keempat masih mengikat dan adalah hal penting bagi Yahuwah mengenai pada hari mana seseorang<br \/>\nberibadah, kebanyakan pemelihara hari Minggu menolak klaim semacam itu<br \/>\ndengan bersikeras, bahwa &#8220;saya beribadah pada semua hari&#8221;.<\/p>\n<p>Ini adalah sebuah pendapat<br \/>\nyang dibuat karena ketidaktahuan. Pertama, perintah keempat tidak hanya<br \/>\nmengatakan untuk beribadah pada hari ketujuh. Tapi perintah itu juga melarang orang bekerja<br \/>\npada hari ketujuh, pekerjaan <em>harus<\/em><br \/>\ndilakukan pada enam hari lainnya dalam sebuah minggu. Selanjutnya, alasan yang diberikan secara tradisi <em>untuk<\/em> ibadah pada hari Minggu didasarkan<br \/>\npada argumen bahwa hari Minggu adalah hari kebangkitan Yahushua. Namun, seperti<br \/>\nyang telah kita lihat, hari Minggu tidak ada pada mingguan delapan hari dari kalender Julian awal. Karena itu, Sang Juruselamat tidak bisa<br \/>\nbangkit pada hari itu. Hari Minggu<br \/>\ntidak memiliki dasar untuk<br \/>\ndijadikan hari beribadah karena ini adalah tradisi Gereja Katolik Roma, <em>seperti yang selalu mereka klaim<\/em>.<\/p>\n<table width=\"383\" height=\"437\" cellspacing=\"15\" border=\"0\" align=\"right\">\n<tbody>\n<tr>\n<td valign=\"top\"><font color=\"#6699cc\"><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/patrick-madrid-1-1.jpg\" title=\"\" style=\"margin-left: 0px\" alt=\"Catholic author and radio host, Patrick Madrid\" width=\"425\" height=\"427\" border=\"0\"><\/strong><\/font><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center; font-size: 11px\"><strong><font color=\"#6699cc\"><\/p>\n<p><span><\/span><\/p>\n<p><\/font><\/strong><\/p>\n<p align=\"center\"><font color=\"#6699cc\"><strong>Patrick Madrid, Penulis biografi dan pembawa acara radio beragama Katholik. <br \/>\n<\/strong><\/font><\/p>\n<p><font color=\"#999999\"><\/font><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Bahkan parngetahui fakta ini. Patrick Madrid<br \/>\nadalah seorang warga<br \/>\nAmerika yang bekerja sebagai penulis, apologis, dan pembawa acara radio, yang beragama Katholik.<br \/>\nPada tanggal 5 Januari 2006, Madrid berada di EWTN, Jaringan Radio Global Katholik. Pada sesi tanya jawab melalui telepon,<br \/>\nseorang pendengar menelepon<br \/>\ndengan sebuah pertanyaan. Saudara ipar pendengar mengatakan bahwa Gereja<br \/>\nKatolik telah mengubah hari Sabat dari hari Sabtu ke hari Minggu. Tanggapan Madrid, sambil<br \/>\nmemberi sebuah &#8220;puntiran&#8221; Katolik untuk<br \/>\nmembenarkan posisi mereka yang<br \/>\ntidak lagi beribadah pada Sabat Suci, mengungkapkan bahwa dia sangat menyadari<br \/>\nfakta sejarah dan Kitab Suci. Dia berkata:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\nApa yang saudara iparmu mungkin tidak mengerti adalah bahwa Gereja Katholik<br \/>\ntidak mengubah perintah [Sabat]<br \/>\nitu. Gereja Katholik menaati perintah untuk menguduskan hari hari Sabat, tetapi dilakukan<br \/>\ndi Hari <em>Tuhan<\/em> , dan umat Kristen<br \/>\nmula-mula mengubah ketaatan mereka terhadap perintah itu dari hari Sabtu<br \/>\nmenjadi hari Minggu.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Terutama, karena adanya pemisahan yang kontras antara<br \/>\ntuntutan-tuntutan Perjanjian Lama: ritual-ritual dan tuntutan-tuntutan perjanjian<br \/>\nMusa berhadapan dengan ibadah Hari Sabat dan pengorbanan binatang, dan hal<br \/>\nsemacamnya. Dan mereka ingin menunjukkan Kekristenan yang berbeda dari agama<br \/>\nYahudi. Itu <em>berasal<\/em> dari agama<br \/>\nYahudi, tetapi itu berbeda dari agama Yahudi. . . . merayakan kematian dan kebangkitan<br \/>\nTuhan pada hari di mana Dia bangkit dari kematian tampaknya paling tepat.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\"><em>Hal lain yang harus<br \/>\nkita ingat juga adalah bahwa kalendar yang kita ikuti, termasuk yang diikuti<br \/>\noleh Gereja Advent Hari Ketujuh, bukan hanya sebuah kalendar yang dirancang<br \/>\noleh Gereja Katholik, tetapi juga itu adalah kalendar yang berdasarkan tahun <\/em><em>matahari, bukan tahun lunar. Dan kalendar Yahudi yang dipakai<br \/>\npada zaman Kristus, mengikuti kalendar lunar yang beberapa hari lebih pendek<br \/>\ndari kalendar <\/em><em>matahari.<\/em><\/p>\n<p class=\"indenttext\"><em>Sehingga ironi<br \/>\nbesarnya adalah bahwa bahkan Gereja Advent Hari Ketujuh sendiri tidak beribadah<br \/>\npada hari Sabat yang sama seperti Sabat Yahudi pada zaman Kristus, karena<br \/>\nbeberapa hari libur zaman sekarang<\/em><em>, telah diubah dan tidak lagi<br \/>\nmengikuti kalendar lunar<\/em>.<sup>23<\/sup><\/p>\n<p>\nSeluruh perihal ini<br \/>\njauh lebih besar daripada hanya<br \/>\nhari Sabtu lawan hari<br \/>\nMinggu. Ini berkaitan dengan keseluruhan sistem penyembahan palsu: penyembahan<br \/>\nberhala\/kepausan melawan<br \/>\npenyembahan Alkitabiah<br \/>\nyang murni dari Yang Mahakuasa.<\/p>\n<p>Ketika saya mengemukakan fakta sejarah kalender mula-mula kepada teman pendeta Advent Hari Ketujuh saya,<br \/>\ndia terdiam beberapa saat. Akhirnya, dia berkata, &#8220;Anda benar. Tapi yang<br \/>\nTuhan inginkan adalah agar kita tetap kudus pada<br \/>\nhari ketujuh dari kalender manapun<br \/>\nyang dipakai masyarakat.&#8221;<\/p>\n<p>Aku tercengang. Pernyataan seperti itu dengan jelas bertentangan dengan setiap<br \/>\npernyataan yang pernah dia buat bahwa Bapa mengharapkan kita untuk beribadah<br \/>\npada <em>sebuah hari yang tepat dan spesifik.<\/em><\/p>\n<h2 align=\"center\"><strong>Hilang dalam Alkitab<\/strong><\/h2>\n<p>\nAda satu kesalahan yang hampir semua orang lakukan saat membaca Alkitab. Ini<br \/>\nsangat umum dan sangat bisa dimengerti. Artinya, ketika orang membaca Alkitab,<br \/>\nmereka melakukannya dengan memakai &#8220;kacamata&#8221; ideologis. Kacamata ini<br \/>\ndibuat oleh latar belakang budaya dan pendidikan masing-masing dan membentuk<br \/>\nbagaimana mereka menafsirkan apa yang mereka baca.<\/p>\n<table width=\"441\" height=\"389\" cellspacing=\"15\" border=\"0\" align=\"left\">\n<tbody>\n<tr>\n<td valign=\"top\"><font color=\"#6699cc\"><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/preacher-congregation-1-1.jpg\" title=\"\" style=\"margin-left: 0px\" alt=\"preacher in front of congregation\" width=\"450\" height=\"338\" border=\"0\"><\/strong><\/font><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center; font-size: 11px\"><strong><font color=\"#6699cc\"><\/p>\n<p><span><\/span><\/p>\n<p><\/font><\/strong><\/p>\n<p align=\"center\"><font color=\"#6699cc\"><strong>Orang-orang Kristen beribadah pada hari Sabtu atau hari Minggu karena mereka menganggap mingguan seperti sekarang ini telah bersiklus terus menerus dan tanpa henti sejak zaman Yahushua.<br \/>\n<\/strong><\/font><\/p>\n<p><font color=\"#999999\"><\/font><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Tidak ada tempat  lain di mana hal ini terlihat lebih<br \/>\njelas selain dari perihal<br \/>\nhari Sabat. Seluruh dunia telah bersatu dalam menggunakan kalender Masehi kepausan sejak tahun<br \/>\n1940-an. Oleh karena<br \/>\nitu, wajar bila orang membaca tentang Sabat di dalam Kitab Suci, mereka<br \/>\nmenganggap ini mengacu pada hari ketujuh dalam mingguan moderen: hari Sabtu. Namun,<br \/>\nasumsi ini, adalah salah.<\/p>\n<p>Perbedaan terbesar antara kalender Alkitab dan kalender moderen ditemukan dalam siklus mingguan dari setiap metode penentu waktu ini. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya,<br \/>\nkalender moderen<br \/>\nmemiliki siklus mingguan tidak<br \/>\nterputus. Ini berarti<br \/>\nbahwa setiap bulan dimulai pada sebuah hari dalam<br \/>\nsebuah minggu yang berbeda. Tidak demikian halnya dengan kalender<br \/>\nAlkitab. Siklus mingguan kalender Yahuwah dimulai ulang<br \/>\npada setiap bulan baru. Tapi lebih dari itu, kalender moderen, yang disusun<br \/>\nberdasarkan matahari, dan<br \/>\ntidak memiliki hubungan antara mingguan dan apapun di alam. Sebaliknya, siklus mingguan kalender<br \/>\nYahuwah sudah pasti<br \/>\nterikat pada fase bulan.<\/p>\n<p>Tidak ada satupun teks dalam Alkitab yang menjelaskan bagaimana penanggalan<br \/>\nAlkitab bekerja dengan satu alasan yang sangat sederhana: <em>itu sudah menjadi<br \/>\npengetahuan<\/em><em> umum<\/em>. Semua orang menggunakan<br \/>\nkalender itu. Tidak perlu menguraikan bagaimana kalender itu bekerja. Sama seperti kalender Masehi pada hari ini,<br \/>\nadalah tidak perlu untuk menjelaskan bagaimana kalender Masehi bekerja karena semua<br \/>\norang sudah tahu.<\/p>\n<p>Namun, ada petunjuk yang<br \/>\ntersedia dan tersebar bebas<br \/>\ndi seluruh Alkitab. Jika<br \/>\nasas ajaran Alkitab: \u201caturan<br \/>\ndi atas aturan, ayat di atas ayat, sedikit di sini, dan sedikit di sana\u201d diterapkan, maka perbedaannya akan menjadi sangat jelas.<\/p>\n<h3><strong><br \/>\nHari-hari<br \/>\nBulan Baru<\/strong><\/h3>\n<p>\nAlkitab berisi banyak referensi mengenai kategori hari tertentu yang tidak ada<br \/>\ndalam kalender moderen:<br \/>\nBulan Baru. Jelas, sebuah cara<br \/>\nmenghitung waktu yang berbeda digunakan. Penghitung waktu ini pertama kali ditemukan pada minggu<br \/>\npenciptaan pada hari keempat: &#8220;Kemudian Elohim berkata, &#8220;Jadilah benda-benda<br \/>\npenerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda<br \/>\npenerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari<br \/>\ndan tahun-tahun . . . dan jadilah demikian&#8221;. (Kejadian 1:14, 15, NKJV)<\/p>\n<p>Kata yang diterjemahkan &#8220;tanda&#8221; berasal dari kata Ibrani <em>owth<\/em>, yang<br \/>\nartinya: sebuah tanda, monumen, suar, penanda atau tanda. Yang lebih penting lagi adalah kata yang<br \/>\nditerjemahkan &#8220;musim&#8221;. Ini berasal dari kata Ibrani <em>mo&#8217;ed<\/em> yang berarti waktu atau musim yang<br \/>\ntetap, khususnya hari-hari raya. Ini digunakan<br \/>\ndi seluruh kitab Imamat<br \/>\npasal 23, mengacu pada<br \/>\nhari raya Yahuwah: &#8220;Yahuwah berfirman kepada Musa:&#8221;Berbicaralah<br \/>\nkepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Hari-hari raya yang ditetapkan<br \/>\nYahuwah yang harus kamu maklumkan sebagai waktu pertemuan kudus, waktu perayaan<br \/>\nyang Kutetapkan, adalah yang berikut&#8221;. (Imamat 23: 1-2, KJV). Hari raya pertama yang terdaftar adalah hari raya mingguan yaitu Sabat hari ketujuh. Dan kemudia diberikan hari-hari raya<br \/>\ntahunan.<\/p>\n<p>&#8220;Karena hari-hari<br \/>\nraya Yahudi terjadi pada interval yang teratur, kata ini menjadi sangat dekat dengan mereka. . . Mo&#8217;ed<br \/>\ndigunakan dalam arti luas untuk semua acara agama. Itu terkait erat dengan<br \/>\nKemah Suci itu sendiri. . . [Yahuwah] bertemu orang Israel di sana pada waktu<br \/>\ntertentu untuk mengungkapkan kehendak-Nya. <em>Ini<br \/>\nadalah istilah umum untuk waktu perkumpulan ibadah umat [Yahuwah]<\/em>.&#8221;<sup>24<\/sup><\/p>\n<p>Dasar kalender yang ditetapkan oleh Yahuwah pada masa Penciptaan adalah pergerakan bulan. Hanya dengan pergerakan, waktu dapat diukur. <em>Tujuan<\/em> pelacakan gerakan bulan adalah<br \/>\nuntuk menetapkan<br \/>\nhari-hari suci! &#8220;Dia telah<br \/>\nmenetapkan bulan menjadi penentu waktu.&#8221; (Mazmur 104: 19, KJV). Di sini, sekali lagi, kata yang diterjemahkan<br \/>\n&#8220;waktu&#8221; adalah <em>mo&#8217;ed<\/em>, atau, &#8221; waktu perkumpulan<br \/>\nibadah umat [Yahuwah]&#8221;.<\/p>\n<p>Hari-hari Bulan Baru adalah hari-hari yang terpenting, dari keseluruhan metode tata cara pengukuran waktu luni-solar Alkitabiah karena hari-hari ini adalah<br \/>\nhari-hari yang mengatur awal bulan dan juga awal dari siklus mingguan. Hanya<br \/>\nkarena fakta-fakta ini tidak diketahui kebanyakan orang Kristen, tidak berarti<br \/>\nbahwa para sarjana<br \/>\nKristen juga tidak<br \/>\nmengetahuinya:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\nBulan kalender itu<br \/>\nadalah satuan waktu yang terkait<br \/>\nerat dengan bulan di<br \/>\nlangit. Kata Ibrani untuk &#8220;bulan [kalender]&#8221; juga berarti &#8220;bulan [di langit]&#8221;. . . <em>Alasan <\/em><em>dari adanya hubungan<br \/>\nantara bulan<\/em><em> [kalender] dan bulan <\/em><em>[di langit] adalah<\/em><em> karena awal bulan<\/em><em> [kalender] ditandai oleh <\/em><em>sebuah bulan baru<\/em><em> [di langit]. Bulan <\/em><em>[di langit] diamati dengan<br \/>\ncermat oleh orang-orang <\/em><em>pada zaman Alkitab. Saat itu<br \/>\nmuncul sebagai bulan sabit yang tipis, itu menandai awal bulan baru.<\/em><\/p>\n<p class=\"indenttext\"><em><\/em><\/p>\n<p class=\"indenttext\">\nBulan lunar sekitar 29 hari<br \/>\npanjangnya. Oleh karena itu, bulan sabit pertama pada bulan baru akan muncul 29 atau 30<br \/>\nhari setelah bulan baru sebelumnya. Terkadang bulan sabit tidak terlihat karena<br \/>\nawan. Tapi ada aturan yang<br \/>\nmengatur bahwa bulan baru tidak akan pernah diperhitungkan lebih dari 30<br \/>\nhari setelah bulan baru yang lalu. Hal ini untuk mencegah terlalu banyak variasi dalam kalender.<sup>25<\/sup><\/p>\n<h3><strong>Siklus Mingguan<\/strong><\/h3>\n<p>\nPerbedaan dalam siklus mingguan biasanya merupakan hal tersulit bagi<br \/>\norang-orang yang mempelajari kalender luni-solar, itu menutupi otak mereka pada awalnya.<sup>26<\/sup> Namun,<br \/>\nsekali lagi, para sarjana<br \/>\ncukup mengenal fakta-fakta ini, bahkan jika mereka tidak pernah berkhotbah<br \/>\ntentang tentang hal itu.<br \/>\nEmil G. Hisrch, dalam sebuah artikel berjudul, &#8220;<em>Week: Connection with Lunar Phases<\/em>&#8221; dalam Ensiklopedi Yahudi<br \/>\nmenyatakan:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\nMingguan tujuh hari itu<br \/>\nterhubung dengan bulan lunar, yang kira-kira, seperempatnya. Empat bagian dari bulan ini terbukti<br \/>\ndigunakan di antara orang Ibrani dan orang-orang kuno lainnya; Tapi tidak jelas<br \/>\napakah itu berasal dari yang pertama. Oleh karena itu, tidak perlu diasumsikan<br \/>\nbahwa itu berasal dari bangsa Babilonia, karena sama mungkinnya pengamatan<br \/>\nempat fase bulan menyebabkan orang-orang nomaden Ibrani secara spontan dan<br \/>\nindependen merancang sistem untuk membagi interval antara bulan baru<br \/>\nberturut-turut. Menjadi masing-masing empat kelompok tujuh hari. . . . <em>Penekanan yang diberikan pada persyaratan<br \/>\n[Imamat 23:15] bahwa minggu Pentakosta seharusnya &#8220;lengkap&#8221;<br \/>\n(&#8220;temimot&#8221;) menunjukkan bahwa minggu<\/em><em>an dapat <\/em><em>saja diperhitungkan sedemikian rupa sehingga melanggar perintah<br \/>\nini.<\/em><\/p>\n<p><em><\/em>Kutipan ini menarik karena, pertama, dengan benar menghubungkan siklus mingguan<br \/>\nkuno dengan fase lunar; Dan, kedua, ini menunjukkan bahwa penghitungan sampai<br \/>\nPentakosta yang membutuhkan minggu &#8220;lengkap&#8221; tampaknya menyimpulkan<br \/>\nbahwa siklus mingguan yang digunakan tidak akan secara otomatis menyediakan<br \/>\nminggu-minggu yang lengkap.<\/p>\n<h3><strong>Bukti Tanggal<\/strong><\/h3>\n<p>\nKarena hari pertama setiap bulan (hari Bulan Baru) selalu memulai kembali<br \/>\nsiklus mingguan, maka hari Sabat<br \/>\nselalu jatuh pada <em>tanggal<\/em> yang sama<br \/>\nsetiap bulan lunar. Hari Bulan Baru ada di sebuah kelas dengan sendirinya, tapi hari itu adalah hari ibadah. Jadi, hari yang kedua setiap bulan<br \/>\njuga merupakan hari pertama dari<br \/>\nsetiap pekan kerja. Bahkan di kalender Masehi, terkadang kita memiliki tampilan bulan seperti ini.<br \/>\nMisalnya, pada bulan April<br \/>\n2017 memiliki bentuk yang sama<br \/>\nseperti itu seperti itu:<\/p>\n<p align=\"center\"><img decoding=\"async\" alt=\"bulan April tahun 2017\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/april-2017-1.jpg\" title=\"\"><\/p>\n<p>Satu-satunya perbedaan antara tata letak bulan April 2017<br \/>\ndalam kalender masehi dengan bulan luni-solar adalah bahwa ini adalah<br \/>\ntata letak bulanan\/mingguan untuk <em>setiap <\/em>bulan<br \/>\npada kalender luni-solar.<br \/>\nKarena hari yang<br \/>\npertama setiap bulan adalah hari ibadah Bulan Baru, maka Sabat hari ketujuh selalu jatuh pada hari ke 8, 15, 22 dan<br \/>\n29 dari sebuah bulan<br \/>\nlunar. Hal ini didukung oleh fakta bahwa setiap kali tanggal Sabat hari ketujuh<br \/>\ndiberikan dalam Kitab Suci, itu<br \/>\nselalu jatuh pada tanggal-tanggal ini. Selain itu, setiap kali sebuah tanggal untuk Sabat hari<br \/>\nketujuh dapat dibentuk dari<br \/>\nayat-ayat di sekitarnya, itu<br \/>\njuga jatuh pada tanggal yang sama ini. Hal ini tidak mungkin terjadi pada siklus mingguan yang berlangsung terus-menerus.<sup>27<br \/>\n<\/sup><\/p>\n<h3><strong><br \/>\nSabat yang hilang<\/strong><\/h3>\n<table style=\"margin-left: 10px\" width=\"257\" height=\"112\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"5\" border=\"1\" align=\"right\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: justify; padding: 7px; background-color: #ffffff\">\n<p><strong><\/strong><\/p>\n<p><strong><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Setiap tempat di dalam Alkitab di mana hari Sabat dan Bulan Baru diindikasikan, hari ke 2 bulan [di langit] atau bulan [kalender] akan selalu merupakan hari kerja pertama, dan hari ke 8, 15, 22 dan 29 dari setiap bulan adalah hari Sabat <em>tanpa kecuali!<\/em>&#8220;<\/p>\n<p>John D. Keyser, &#8220;<em>Biblical Proof for the <a title=\"\" href=\"\/yahuwahs-calendar\/sabat-lunar.html\">Lunar Sabbath<\/a><\/em>.&#8221;<\/p>\n<p><em><\/em><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Yang cukup menarik, orang-orang yang paling sulit menerima fakta bahwa hari Sabtu bukanlah Sabat yang sejati adalah mereka yang<br \/>\npaling memahami betapa<br \/>\npentingnya hari Sabat itu: yaitu mereka yang sudah<br \/>\nberibadah pada hari Sabtu. Mereka akan memprotes, &#8220;Tuhan tidak akan<br \/>\nmembiarkan hari Sabat dilupakan! Tidak mungkin! Karena itu, hari Sabtu <em>harus<\/em> menjadi hari Sabat.&#8221;<\/p>\n<p>Pendapat seperti ini adalah<br \/>\nsebuah fikiran yang salah. Bukan saja karena hari Sabtu telah<br \/>\nterbukti bukan<br \/>\nmenjadi hari Sabat yang sejati,<br \/>\nnamun juga karena di<br \/>\ndalam Kitab Suci, Yahuwah sendiri menyatakan bahwa hari Sabat akan dilupakan<br \/>\ndan bahwa <em>Dialah yang menjamin bahwa itu <\/em><em>akan dilupakan!<br \/>\n<\/em><br \/>\nNabi Yeremia, meratapi apa yang telah menimpa Yerusalem saat jatuh ke tangan<br \/>\norang-orang Babel.<br \/>\nTetapi karena &#8220;Babel&#8221; juga merupakan simbol bagi keseluruhan<br \/>\ninfrastruktur penyembahan palsu, ratapan Yeremia juga memiliki aplikasi nubuatan sekunder yang mengarah ke suatu<br \/>\nmasa ketika pengetahuan tentang hari Sabat kuno yang asli benar-benar hilang.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\nYahuwah menjadi seperti seorang seteru; Ia menghancurkan Israel, meremukkan<br \/>\nsegala purinya, mempuingkan benteng-bentengnya, memperbanyak susah dan kesah<br \/>\npada puteri Yehuda.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Ia melanda kemah-Nya seperti kebun, menghancurkan tempat<br \/>\npertemuan-Nya. <em>Di Sion Yahuwah menjadikan<br \/>\norang lupa akan perayaan dan sabat<\/em>, dan menolak dalam kegeraman murka-Nya<br \/>\nraja dan imam. (Ratapan 2: 5-6, KJV)<\/p>\n<p>\nBagian Alkitab ini bukan<br \/>\nsatu-satunya tempat di Alkitab dimana Yahuwah menyatakan bahwa Dia akan<br \/>\nmenyebabkan hari Sabat dilupakan. Kitab Hosea mengilustrasikan ketidaksetiaan<br \/>\numat Yahuwah dengan<br \/>\nmempersamakannya dengan istri yang tidak setia yang pergi melacur pada kekasih<br \/>\nlain. Yahuwah adalah suami ilahi bagi orang percaya. &#8220;Sebab yang menjadi<br \/>\nsuamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, Yahuwah semesta alam nama-Nya; yang<br \/>\nmenjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus dari Israel, Ia disebut Elohim seluruh<br \/>\nbumi.&#8221; (Yesaya 54: 5)<\/p>\n<p>Dengan berpaling pada peribadatan<br \/>\npalsu, &#8220;pengantin&#8221; Yahuwah (orang percaya) telah tidak setia<br \/>\nkepada-Nya.<\/p>\n<p>Ada banyak janji indah yang tercatat di dalam kitab Hosea<br \/>\npasal dua. Kita<br \/>\nsuka membaca janji-janji itu; Kita<br \/>\ningin mengklaim janji-janji<br \/>\nitu. Tetapi janji-janji<br \/>\nitu harus dibaca dalam konteks, dan konteksnya adalah bahwa pertama-tama<br \/>\ndinyatakan sebuah<br \/>\npernyataan mengenai<br \/>\nketidaksetiaan rohani.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\nAdukanlah ibumu, adukanlah, sebab dia bukan isteri-Ku, dan Aku ini bukan<br \/>\nsuaminya; biarlah dijauhkannya sundalnya dari mukanya, dan zinahnya dari antara<br \/>\nbuah dadanya,<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Supaya<br \/>\njangan Aku menanggalkan pakaiannya sampai dia telanjang, dan membiarkan dia<br \/>\nseperti pada hari dia dilahirkan, membuat dia seperti padang gurun, dan membuat<br \/>\ndia seperti tanah kering, lalu membiarkan dia mati kehausan.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\nSebab ibu mereka telah menjadi sundal; dia yang mengandung<br \/>\nmereka telah berlaku tidak senonoh. Sebab dia berkata: Aku mau mengikuti para<br \/>\nkekasihku. (Hosea 2: 2, 3, 5, KJV)<\/p>\n<p>\nApa hukuman untuk<br \/>\nperzinahan rohani? Hari Sabat<br \/>\nyang diberikan diambil kembali:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\nDan sekarang, Aku akan menyingkapkan kemaluannya, di depan mata para<br \/>\nkekasihnya, dan seorangpun tidak akan melepaskan dia dari tangan-Ku.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Aku akan menghentikan segala kegirangannya, hari rayanya,<br \/>\nbulan barunya dan hari Sabatnya dan segala perayaannya. (Hosea 2: 10-11, KJV)<\/p>\n<p>\n&#8220;Bulan Baru&#8221; adalah sebuah<br \/>\nreferensi yang jelas untuk kalender dimana hari Sabat dan &#8220;hari-hari raya penting&#8221;<br \/>\n(<em>mo&#8217;edim<\/em>) dihitung. &#8220;Karena kompromi dengan agama berhala, maka gereja Kristen mula-mula<br \/>\nkehilangan kemurnian kerasulannya.<br \/>\nIni membuka gerbang masuknya banjir<br \/>\ntipuan dari Setan.<br \/>\nDengan tidak menghargai dan memelihara<br \/>\nkebenaran, umat [Yahuwah] kehilangan kebenaran itu. Bila<br \/>\nkebenaran surga tidak dihargai sebagaimana mestinya, [Yahuwah] akan menghilangkannya; <em>Dia<\/em><br \/>\nmenyebabkannya dilupakan.&#8221;<sup>28<\/sup> Dan justru itulah yang terjadi.<\/p>\n<p>Pengadopsian mingguan kafir oleh<br \/>\notoritas gerejawi yang menyatukan kekuasaan mereka dengan otoritas sekuler pada<br \/>\nabad keempat menyebabkan penganiayaan terhadap semua orang yang ingin tunduk<br \/>\npada penanggalan<br \/>\nAlkitab. Seperti yang diamati oleh Robert Odom dalam karyanya, <em>Sunday in Roman Paganism<\/em>: &#8220;Ini nampaknya seperti jika<br \/>\nbeberapa orang yang pandai dalam hal rohani memegang kontrol atas dunia kafir<br \/>\nyang meminta agar mingguan planetari yang sesat diperkenalkan, dan ini menjadi waktu yang<br \/>\ntepat bagi sebuah kelompok penyembah matahari yang paling terkenal, untuk<br \/>\nmuncul dan meninggikan hari Matahari sebagai hari yang paling tinggi dan lebih<br \/>\nsuci dari pada yang lain. Sungguh ini bukanlah kecelakaan.&#8221;<sup>29<\/sup>\n<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\nPerubahan lambat dari<br \/>\nkekristenan kerasulan<br \/>\nmurni menjadi kekristenan yang terkait dengan prinsip-prinsip kalender berhala sebagian besar<br \/>\nbertanggung jawab atas kurangnya pengetahuan yang ada saat ini mengenai<br \/>\nkalender sejati dari Sang Pencipta.<br \/>\nSiklus mingguan kafir<br \/>\nbersiklus terus menerus tanpa henti, diasumsikan bahwa siklus mingguan<br \/>\nterus-menerus itu<br \/>\nselalu ada. Fakta sejarah kalender Julian telah dilupakan dan penalaran<br \/>\nmelingkar telah digunakan untuk &#8220;membuktikan&#8221; bahwa hari Sabtu adalah Sabat Alkitab: yaitu,<br \/>\nmingguan kalender<br \/>\nmasehi moderen<br \/>\ntelah terus bersiklus selama<br \/>\ntujuh hari dalam satu minggu, karena itu mingguan selalu bersiklus tanpa henti.<br \/>\nHari Sabtu, kemudian, <em>harus<\/em> menjadi &#8220;hari Sabat<br \/>\nketujuh&#8221; dari perintah keempat.<sup>30<\/sup><\/p>\n<h3><strong>Kalender Surga<\/strong><\/h3>\n<p>\nDisepanjang Kitab Suci,<br \/>\nhari Sabat itu penting. Dari kitab<br \/>\nKejadian sampai kitab Wahyu,<br \/>\nini adalah <a title=\"\" href=\"\/yahuwahs-calendar\/waktu-beribadah-peperangan-bagi-jiwa-anda.html\">benang emas<\/a>, yang merajut<br \/>\njanji-janji Yahuwah. Namun adalah tidak masuk akal bahwa Sang Pencipta, Penguasa langit dan bumi,<br \/>\ntidak akan menentukan metode penghitungan waktu dimana setiap orang, di semua tempat dan waktu,<br \/>\ndapat mengetahui kapan hari Sabat tiba. Poin ini digambarkan dengan baik oleh<br \/>\npengalaman seorang pelayan<br \/>\npemelihara sabat hari sabtu yang ditangkap oleh KGB dan dimasukkan ke<br \/>\ndalam penjara selama era Soviet. Awalnya, dia ditahan di sel isolasi. Kemudian,<br \/>\ndia dikirim ke penjara Rusia.<br \/>\nDengan sangat hati-hati dia terus melacak <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/gulag-1.jpg\" title=\"\" style=\"margin-top: 10px; margin-right: 15px\" alt=\"kamp kerja paksa\" width=\"500\" height=\"319\" align=\"left\">hari setiap hari sehingga dia bisa mengetahui kapan hari Sabat datang. <\/p>\n<p>Akhirnya, dia kehilangan jejak. Entah dia kehilangan<br \/>\nkesadaran untuk beberapa waktu karena perlakuan buruk terhadapnya, atau sesuatu<br \/>\nyang lain, pada akhirnya tidak masalah. Apapun penyebabnya, dia akhirnya<br \/>\nkehilangan jejak, sehingga dia<br \/>\ntidak mengetahui lagi jenis hari pada minggu itu..<\/p>\n<p>Oh, dia dipermainkan oleh para<br \/>\npenjaga! Mereka menyiksanya tanpa ampun. Dan dia benar-benar menderita<br \/>\npenderitaan mental. Dia mengasihi<br \/>\nYahuwah dan ingin menghormati Dia. Dia dipenjara justru karena dia menolak<br \/>\nberkompromi perihal<br \/>\nkeyakinannya. Dan sekarang, dia tidak tahu kapan hari Sabat datang dan juga tidak tahu apakah dia telah<br \/>\nbekerja atau tidak pada hari itu.<\/p>\n<p><em>Ini<\/em> adalah hasil dari ketidaktahuan<br \/>\nakan sabat sejati dan kalender sejati Yahuwah yang ditetapkan pada masa Penciptaan. Dia tidak menghendaki orang-orang tetap berada<br \/>\ndalam ketidaktahuan. Dia juga tidak memberikan kepada Adam dan Hawa selembar kertas untuk diikat di pohon agar mereka dapat<br \/>\ntetap menghitung. Sesuatu yang begitu penting tidak akan pernah<br \/>\ndipercayakan pada sesuatu yang mudah dihancurkan atau dengan mudah diubah!<\/p>\n<p>Ingat, Yahuwah, adalah <em>Sang Pencipta Se<\/em><em>gala Sesuatu<\/em>. Dia tidak<br \/>\nperlu memberi Adam dan Hawa sebuah kalender yang tercetak di selembar kertas.<br \/>\nDia menanamkan sistem penghitung<br \/>\nwaktu-Nya ke dalam struktur penciptaan dan menanamnya di langit agar semua<br \/>\norang dapat melihatnya di manapun<br \/>\nposisi mereka di bumi.<\/p>\n<p>Fungsi bulan sebagai kalender secara eksplisit dijabarkan dalam <a target=\"_blank\" title=\"\" href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/verse.php?book=mazmur&amp;chapter=104&amp;verse=19\">Mazmur 104:19<\/a><br \/>\ndan <a target=\"_blank\" title=\"\" href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/passage.php?passage=kejadian%201:14-15\">Kejadian 1:14-15<\/a>. Sifat fungsi bulan yang tidak berubah bahkan<br \/>\ndireferensikan dalam mazmur lain: &#8220;seperti bulan yang ada selama-lamanya,<br \/>\nsuatu saksi yang setia di awan-awan&#8221;. (Mazmur 89:37, KJV).<\/p>\n<p>Sama seperti tidak masuk akal untuk<br \/>\nmenganggap bahwa Yahuwah akan mempercayakan pengetahuan tentang sistem<br \/>\npenghitung waktu-Nya pada selembar kertas atau<br \/>\nbahkan sebuah balok<br \/>\nbatu, adalah di luar<br \/>\nsemua logika untuk berasumsi bahwa Dia akan mempercayakan penghitungan<br \/>\nSabat-Nya yang Kudus ke dalam perawatan<br \/>\nmusuh-Nya, Lusifer.<br \/>\nNamun, justru sebaliknya jika, dalam menghadapi semua bukti yang mengatakan sebaliknya, seseorang<br \/>\nberkeras bahwa hari Sabtu adalah Sabat hari ketujuh dari Alkitab.<\/p>\n<p>Kalender matahari &#8220;Masehi&#8221;<br \/>\nmoderen adalah penemuan<br \/>\npaus. Bahkan diberi nama berdasarkan<br \/>\nnama Paus Gregorius XIII,<br \/>\nkalender Masehi dalam bahasa Inggris bernama kalender Gregorian! Ketika<br \/>\npertama kali diperkenalkan, hanya tiga negara yang menerimanya dan semua itu<br \/>\nadalah negara-negara Katolik. Negara-negara lain menolaknya karena itu milik Katolik.<\/p>\n<p>Namun, kalender Julian juga tidak<br \/>\nlebih baik karena itu juga merupakan<br \/>\nkalender matahari kafir.<br \/>\nHanya kalender pada masa penciptaan<br \/>\nyaitu kalender luni-solar yang memiliki kemampuan<br \/>\nuntuk menentukan <em>mo&#8217;edim<\/em> sejati milik Yahuwah, waktu yang ditentukan oleh Surga<br \/>\nuntuk beribadah.<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"3\" bordercolor=\"#000000\" border=\"1\" bgcolor=\"#ffffff\">\n<tbody>\n<tr valign=\"top\">\n<td width=\"100%\">\n<p align=\"center\"><font size=\"2\"><strong><\/strong><\/font><\/p>\n<p align=\"center\"><strong><\/strong><\/p>\n<p class=\"indenttext\"><font size=\"2\"><\/font><\/p>\n<p class=\"indenttext\">Semua waktu didasarkan pada pergerakan. Oleh karena itu, hanya ada empat jenis kalender. Semua alat penentu waktu adalah seperti salah satu dari yang ada di bawah ini:<\/p>\n<p><strong>Sidereal [Bintang]:<\/strong> Kalender sidereal melacak waktu berdasarkan pergerakan relatif bintang-bintang yang diamati. Kalender Hindu menggunakan kombinasi penentu waktu sidereal dan matahari.<\/p>\n<p><strong>Solar [Matahari]:<\/strong> Pada kalender matahari, tahun didasarkan pada waktu yang dibutuhkan matahari untuk kembali ke posisi yang sama dalam siklus musim, atau 365 hari. Kalender Julian dan kalender Masehi adalah contoh penentu waktu matahari. Pada sebuah kalender matahari, tidak ada kaitan antara siklus mingguan dengan benda apapun di alam.<\/p>\n<p><strong>Lunar [Bulan]:<\/strong> Kalender lunar hanya didasarkan pada fase bulan. Karena tahun lunar adalah 354 hari lebih pendek dari tahun solar yang panjangnya 365 hari, maka bulanan kalender melayang sepanjang musim. Kalender yang digunakan oleh umat Islam adalah kalender lunar, itulah sebabnya Ramadan melayang mundur sepanjang tahun, dari satu tahun ke tahun berikutnya.<\/p>\n<p><strong>Luni-Solar [Bulan-Matahari]:<\/strong> Kalender Luni-Solat adalah yang paling elegan dan akurat dari semua kalender yang digunakan. Siklus mingguan dan bulan didasarkan pada pergerakan bulan, sementara tahun berlabuh ke matahari. Jadi, tidak ada musim yang melayang seperti kalender lunar yang ketat. Kalender Alkitab adalah luni-solar.<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2 align=\"center\"><strong><br \/>\nTercatat di Surga<\/strong><\/h2>\n<p>\nKebenaran telah begitu berhamburan<br \/>\ndan terkubur di bawah kesalahan dan asumsi selama berabad-abad, dibutuhkan kesabaran dan perhatian mendalam<br \/>\nterhadap detail untuk mengumpulkan berbagai &#8220;potongan teka-teki&#8221; yang hilang dari<br \/>\nkebenaran. Namun, masih ada<br \/>\ndua bukti lagi yang tercatat di langit berbintang yang membantu menetapkan tanpa keraguan<br \/>\nbahwa hari Sabtu<br \/>\nbukanlah Sabat Alkitab. Itu<br \/>\nadalah tanggal penyaliban dan Garis Tanggal Internasional.<\/p>\n<h3><strong>Tanggal Penyaliban<\/strong><\/h3>\n<p>Singkirkan<br \/>\nspekulasi fiksi-ilmiah<br \/>\nyang menyenangkan tentang perpecahan dalam &#8220;ruang-waktu kontinum,&#8221;<br \/>\nwaktu itu sendiri, tentu saja, berlangsung<br \/>\nterus-menerus. Itulah sebabnya kebanyakan masyarakat moderen mengalami kesulitan yang membungkus otak mereka di sekitar<br \/>\nsistem perhitungan waktu di mana siklus mingguan tidak berlanjut. Orang-orang menganggap siklus<br \/>\nmingguan moderen selalu<br \/>\nada. Oleh karena itu, mereka cenderung berpikir dalam ruang kalender moderen bahkan pada saat sedang mengingat kejadian sejarah.<\/p>\n<p>Sebagai contoh,<br \/>\nPertempuran Marathon. Tanggal yang diterima secara umum adalah tanggal 12 September 490 SM. Apakah anda dapat melihat ada sebuah masalah di sini?<br \/>\nSebenarnya, ada beberapa masalah (agak lucu) dengan tanggal itu. Pertama,<br \/>\nkalender Masehi tidak<br \/>\nada pada tahun 490 SM. Lebih jauh lagi, meskipun kalender Julian memiliki satu<br \/>\nbulan yang disebut bulan September, tanggalnya juga hampir 450 tahun s<em>ebelum<\/em> kalender Julian muncul!<\/p>\n<p>Kesimpulannya, bulan &#8220;September&#8221;<br \/>\ntidak ada dalam kalender Yunani pada<br \/>\ntahun 490 SM. Kalender Yunani, seperti kalender Israel saat itu, adalah kalender luni-solar dengan<br \/>\nbeberapa variasi yang berbeda antar<br \/>\nnegara-kota di Yunani. Nama-nama bulan di Athena<br \/>\ndisebut:<\/p>\n<table style=\"border-collapse: collapse\" width=\"233\" height=\"171\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"3\" bordercolor=\"#000000\" border=\"0\">\n<tbody>\n<tr valign=\"top\">\n<td width=\"50%\" align=\"center\">\n<p>Hekatombion<\/p>\n<\/td>\n<td width=\"50%\" align=\"center\">\n<p>Metageitnion<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr valign=\"top\">\n<td align=\"center\">\n<p>Boedromion<\/p>\n<\/td>\n<td align=\"center\">\n<p>Pyanepsion<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr valign=\"top\">\n<td align=\"center\">\n<p>Maimakterion<\/p>\n<\/td>\n<td align=\"center\">\n<p>Poseidon<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr valign=\"top\">\n<td align=\"center\">\n<p>Gamelion<\/p>\n<\/td>\n<td align=\"center\">\n<p>Anthesterion<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr valign=\"top\">\n<td align=\"center\">\n<p>Elaphebolion<\/p>\n<\/td>\n<td align=\"center\">\n<p> Munychion<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr valign=\"top\">\n<td align=\"center\">\n<p>Thargelion<\/p>\n<\/td>\n<td align=\"center\">\n<p>Skirophorion<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<table width=\"434\" height=\"549\" cellspacing=\"15\" border=\"0\" align=\"right\">\n<tbody>\n<tr>\n<td valign=\"top\"><font color=\"#6699cc\"><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/ancient-greek-calendar-1.jpg\" title=\"Sebuah Kalender Yunani kuno dari tahun 1600 SM\" style=\"margin-left: 0px\" alt=\"Sebuah Kalender Yunani kuno dari tahun 1600 SM\" width=\"400\" height=\"452\" border=\"0\"><\/strong><\/font><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center; font-size: 11px\"><strong><font color=\"#6699cc\"><\/p>\n<p><span><\/span><\/p>\n<p><\/font><\/strong><\/p>\n<p align=\"center\"><font color=\"#6699cc\"><strong>Sebuah Kalender Yunani kuno dari tahun 1600 SM.<br \/>\n<\/strong><\/font><\/p>\n<p><font color=\"#999999\"><\/font><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Perhatikan tidak satupun bulan<br \/>\n&#8220;September&#8221; di antara nama-nama<br \/>\nbulan itu! Jadi apa artinya Pertempuran Marathon berlangsung pada 12<br \/>\nSeptember?<\/p>\n<p>Menggunakan tanggalan kalender<br \/>\nmoderen sebelum<br \/>\nkalender itu benar-benar muncul sebenarnya menjadi sebuah alat yang berguna. Ini<br \/>\nmemungkinkan orang dewasa untuk mengerti, relatif terhadap sistem penentu waktu yang moderen, saat sebuah peristiwa terjadi. Menghitung mundur menggunakan<br \/>\nkalender moderen adalah sebuah tindakan yang disebut <em>menggunakan<\/em> <em>kalender proleptic<\/em>. Kalender proleptik<br \/>\nhanyalah sebuah kalender yang memperluas sistem penanggalannya ke belakang<br \/>\nsebelum pengenalan sebenarnya. Namun, meski berguna, penting untuk mengetahui<br \/>\nkapan hal ini terjadi. Orang-orang yang percaya saat ini telah mencoba untuk menghitung mundur sampai ke masa Yahushua,<br \/>\nuntuk &#8220;membuktikan&#8221; bahwa Dia disalibkan pada hari Jumat. Orang-orang  lain juga telah melakukan hal yang sama, mencoba untuk<br \/>\n&#8220;membuktikan&#8221; bahwa Yahushua<br \/>\nsebenarnya disalibkan pada hari Rabu.<\/p>\n<p>Seperti yang telah ditetapkan, dua hal ini adalah tidak mungkin karena alasan<br \/>\nlain selain fakta bahwa &#8220;hari<br \/>\nJumat&#8221; maupun &#8220;hari<br \/>\nRabu&#8221; belum diperkenalkan ke dalam kalender Julian. Selama hidup<br \/>\nYahushua di bumi, kalender Julian masih menggunakan mingguan dengan panjang delapan hari. Oleh karena<br \/>\nitu, setiap klaim bahwa Sang Juruselamat<br \/>\nmengorbankan nyawa-Nya pada hari Jumat atau hari Rabu didasarkan pada tanggal proleptic, tidak lebih.<\/p>\n<p>Memang benar, bahwa Yahushua disalibkan pada hari keenam dalam sebuah minggu. Kitab Imamat pasal 23 memberikan tanggal<br \/>\nuntuk Paskah: &#8220;Dalam bulan yang pertama, pada tanggal empat belas bulan<br \/>\nitu, pada waktu senja, ada Paskah bagi Yahuwah.&#8221; (Imamat 23: 5, KJV). Pada kalender Luni-solar, hari ke 14 setiap<br \/>\nbulan selalu jatuh pada hari keenam dalam sebuah minggu. Jadi, tanpa diragukan lagi, Yahushua wafat pada hari sebelum Sabat<br \/>\nhari ketujuh.<\/p>\n<p>Karena alasan inilah, para pemimpin Yahudi meminta Pilatus untuk mematahkan kaki ketiga orang yang disalibkan itu, sehingga mereka yang saat itu masih bernafas dapat mati<br \/>\ndengan cepat dan dapat dikuburkan: &#8220;Karena hari itu hari persiapan dan<br \/>\nsupaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib<br \/>\n \u2014  sebab Sabat itu adalah hari yang besar  \u2014  maka<br \/>\ndatanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki<br \/>\norang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.&#8221; (Yohanes 19:31, KJV).<\/p>\n<p>Hari setelah Paskah bukan hanya Sabat hari ketujuh, hari itu juga merupakan hari pertama dari Hari Raya Roti Tidak<br \/>\nBeragi. &#8220;Dan pada hari yang kelima belas bulan itu ada hari raya Roti<br \/>\nTidak Beragi bagi Yahuwah; tujuh hari lamanya kamu harus makan roti yang tidak<br \/>\nberagi.&#8221; (Imamat 23: 6, KJV). Dengan kata lain, hari itu adalah &#8220;Sabat&#8221; yang besar.<\/p>\n<p>Banyak dari para ilmuwan<br \/>\nsaling beragumen<br \/>\ntentang tahun berapa penyaliban<br \/>\nterjadi karena, berulang-ulang, mereka mencari satu tahun di mana hari ke<br \/>\n14 bulan lunar (Paskah pada tanggal<br \/>\n14 bulan Abib) bertepatan dengan hari Jumat jika menggunakan penghitungan kalender secara<br \/>\nproleptik. Dengan menggunakan perhitungan dari Departemen Aplikasi<br \/>\nAstronomi Observatorium Angkatan Laut Amerika Serikat, adalah mungkin untuk<br \/>\nmembuktikan bahwa hari ke 14 bulan lunar tidak dapat bertepatan dengan sebuah<br \/>\nhari Jumat pada tahun<br \/>\nyang paling mungkin menjadi tahun penyaliban Sang Juruselamat: yaitu tahun 31 M.<sup>31<\/sup> Ini adalah<br \/>\nFakta astronomi, terpelihara di langit, mudah dihitung karena sangat mudah<br \/>\nditebak.<\/p>\n<p>Yahuwah tidak akan membiarkan<br \/>\ngenerasi akhir tetap berada<br \/>\ndalam ketidaktahuan akan hal-hal penting semacam itu. Dia menetapkan<br \/>\nprinsip-prinsip astronomi yang memungkinkan kita untuk mengetahui dengan sangat<br \/>\nakurat pergerakan bulan 2.000 tahun yang lalu! Dan dengan gerakan yang sama ini, ketika diaplikasikan<br \/>\npada sebuah kalender<br \/>\nluni-solar dan<br \/>\ndibandingkan dengan mingguan<br \/>\nmoderen yang<br \/>\nmembuktikan tanpa keraguan bahwa<br \/>\nYahushua, saat disalibkan pada hari keenam mingguan lunar, tidak disalibkan pada hari<br \/>\nJumat.<\/p>\n<p>Ini penting karena hal ini meneguhkan dua fakta tambahan:<\/p>\n<ol>\n<li>Sabat kuno yang masih dikuduskan pada saat penyaliban Sang Juruselamat <em>bukan<\/em> hari Sabtu;<\/li>\n<li>Hari kebangkitan Yahushua &#8211; alasan yang<br \/>\ndiberikan untuk beribadah pada hari Minggu &#8211; <em>bukanlah<\/em> hari Minggu.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Kedua fakta ini saja sudah dengan<br \/>\njelas mengungkap kesalahan perhitungan hari ibadah seseorang jika menggunakan kalender<br \/>\nmatahari moderen. Hari Sabtu <em>bukanlah<\/em> hari Sabat yang benar, bukan hari Sabat kuno dari Alkitab, dan<br \/>\nhari Minggu <em>bukanlah<\/em> hari kebangkitan<br \/>\nYahushua dan oleh karena itu, bukan hari dimana seseorang harus beribadah secara khusus untuk<br \/>\nmenghormati kebangkitan.<\/p>\n<h3><strong>Garis Tanggal Internasional<\/strong><\/h3>\n<p>\nGaris Tanggal Internasional adalah salah satu bukti yang paling jelas dan paling lucu,<br \/>\nbahwa kalender moderen<br \/>\ntidak dapat digunakan untuk menetapkan hari Sabat Suci. Ini adalah penemuan buatan manusia. Ini murni<br \/>\nsewenang-wenang <em>dan<\/em> telah berubah<br \/>\nbeberapa kali tanpa alasan lain selain kenyamanan.<\/p>\n<p>Badan Administrasi<br \/>\nKelautan dan Atmosfer Nasional dari Departemen Perdagangan Amerika Serikat<br \/>\nmengakui sifat Garis Tanggal<br \/>\nInternasional yang murni sewenang-wenang, dengan menyatakan:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\nGaris Tanggal Internasional,<br \/>\nditetapka pada tahun<br \/>\n1884, melalui pertengahan<br \/>\nSamudra Pasifik dan secara kasar mengikuti 180 derajat garis bujur utara-selatan di Bumi. Terletak di<br \/>\ntengah dunia dari meridian utama &#8211; bujur nol derajat yang ditetapkan di Greenwich, Inggris, pada<br \/>\ntahun 1852.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\nGaris Penanggalan Internasional berfungsi sebagai &#8220;garis demarkasi&#8221;<br \/>\nyang memisahkan dua tanggal kalender yang berturutan. Saat anda melewati garis<br \/>\ntanggal, anda menjadi penjelajah waktu! Dengan menyeberang ke barat anda telah<br \/>\nberada satu hari di depan; dengan menyeberang ke timur anda telah &#8220;kembali<br \/>\nke masa lalu.&#8221;<\/p>\n<p class=\"indenttext\"><em>Terlepas dari namanya, <\/em><em>Garis Tanggal Internasional<br \/>\ntidak memiliki status internasional yang sah dan negara bebas untuk memilih<br \/>\ntanggal yang mereka amati<\/em>. Sementara garis tanggal umumnya membentang dari<br \/>\nutara ke selatan dari kutub hingga kutub, garis itu berbentuk zigzag di sekitar<br \/>\nperbatasan politik seperti di Rusia<br \/>\ntimur dan di Kepulauan<br \/>\nAleutia di Alaska.<sup>32<\/sup><\/p>\n<p>\nBagian paling timur Rusia sebenarnya lebih jauh ke timur daripada bagian paling<br \/>\nbarat Alaska! Pada peta di<br \/>\nbawah ini kita dapat sekilas melihat betapa sewenang-wenangnya garis itu.<\/p>\n<p align=\"center\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/idl-time-zone-world-map-1.jpg\" title=\"\" alt=\"Sebuah peta dunia yang menunjukkan jalur Garis Tanggal Internasional, bergaris zig-zag melintasi Samudera Pasifik.\" width=\"700\" height=\"NaN\"><\/p>\n<p align=\"center\"><font color=\"#6699cc\">Sebuah peta dunia yang menunjukkan jalur Garis Tanggal Internasional, bergaris zig-zag melintasi Samudera Pasifik.<\/font><\/p>\n<p>Yang paling baru, Garis Tanggal Internasional ini<br \/>\ndiubah pada tahun 2012. Hal ini menciptakan sebuah masalah pada orang-orang Kristen pemelihara hari Sabat-Sabtu di Samoa. Apakah mereka akan beribadah pada Sabat<br \/>\nhari ketujuh yang baru? Atau, apakah mereka tetap akan berpegangan pada yang lama, yang berarti bahwa, dengan tanggal baru, mereka<br \/>\nsekarang akan beribadah<br \/>\npada hari Minggu?<\/p>\n<div align=\"center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/bGpPXeZp-idl-bbc-1.gif\" title=\"\" alt=\"Perubahan Garis Tanggal Internasional 2011-2012\" width=\"464\" height=\"480\"><\/div>\n<p>Garis Tanggal Internasional bersifat imajiner dan benar-benar sewenang-wenang. Sangat<br \/>\nmenggelikan untuk menganggap bahwa Yahuwah mengizinkan sesuatu yang sama<br \/>\npentingnya dengan Sabat-Nya bergantung pada sesuatu yang sangat mudah berubah seperti<br \/>\nkalender moderen yang,<br \/>\ndengan permintaan sederhana,<br \/>\ndapat diubah. <\/p>\n<p>Garis Tanggal Internasional buatan manusia diperlukan hanya jika anda mau menghitung hari Sabat dengan menggunakan kalender Masehi milik kepausan. Namun, jika anda menggunakan bulan di langit untuk menetapkan<br \/>\nawal bulan kalender,<br \/>\ndan selanjutnya hari Sabat, maka<br \/>\nperangkat buatan semacam itu tidak diperlukan. <em>Bulan <\/em><em>di langit<\/em> diciptakan untuk menetapkan musim (<em>mo&#8217;edim<\/em>). Hal ini akurat bagi semua orang, di mana pun mereka<br \/>\ntinggal.<\/p>\n<h2 align=\"center\"><strong><br \/>\nHanya Satu Sabat yang Benar<\/strong><\/h2>\n<p>\nAgama-semu ibarat sains-semu. Ini palsu, sebuah<br \/>\npenipuan menyamar sebagai kebenaran. Dalam sains-semu dan agama-semu,<br \/>\nsebuah hipotesis didasarkan pada sebuah asumsi dan kemudian usaha dikeluarkan<br \/>\nuntuk membuktikan <em>hipotesis<\/em>, bukan<br \/>\nuntuk sampai pada <em>kebenaran<\/em>. Namun,<br \/>\njika anggapan itu salah, tidak ada &#8220;bukti&#8221; yang akan mengubah<br \/>\nkesalahan menjadi kebenaran.<\/p>\n<p>Demikian juga, sebuah tradisi<br \/>\npanjang yang menyebut hari<br \/>\nSabtu sebagai hari<br \/>\n&#8220;Sabat&#8221; tidak membuatnya menjadi seperti demikian. Fakta bahwa orang-orang Yahudi moderen sekarang beribadah pada<br \/>\nhari Sabtu tidak membuktikan<br \/>\napapun selain dari apa<br \/>\nyang telah diakui oleh ilmuwan mereka sendiri: mereka tidak lagi beribadah dengan menggunakan kalender Alkitab.<\/p>\n<p>Fakta arkeologi, Alkitab, dan astronomi menunjukkan kebenaran: Sabat asli<br \/>\nAlkitab ditentukan dengan<br \/>\nkalender Luni-solar, berdasarkan pada<br \/>\npergerakan bulan di langit.<br \/>\nIni berarti bahwa hari Sabtu bukan &#8220;hari Sabat Yahuwah Eloahmu.&#8221; (Keluaran 20:10,<br \/>\nKJV). Ini juga berarti<br \/>\nbahwa hari Minggu bukanlah hari kebangkitan Yahushua. Keduanya adalah hari<br \/>\npemujaan palsu, yang ditetapkan<br \/>\noleh Setan untuk merebut penyembahan<br \/>\nyang hanya layak di berikan kepada Yahuwah sendiri.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/mlkj-1.jpg\" title=\"\" style=\"margin-left: 15px\" alt=\"Dr. Martin Luther King, Jr.\" width=\"368\" height=\"480\" align=\"right\"><br \/>\nNamun, fakta ini tetap tidak akan pernah meyakinkan siapa saja yang tidak mau<br \/>\nmengakui kebenaran karena<br \/>\nkebenaran ini adalah kebenaran yang tidak enak. Abraham Lincoln pernah berkata: &#8220;Ketika<br \/>\nseseorang yang benar-benar keliru mendengar kebenaran, dia akan berhenti melakukan kesalahan atau<br \/>\nberhenti bersikap jujur.&#8221; WLC menghimbau anda untuk mengesampingkan setiap asumsi<br \/>\ndan prasangka yang selama ini<br \/>\nsudah dihargai. Dahulukanlah<br \/>\nkebenaran di tempat<br \/>\nyang pertama dan ikuti Anak Domba itu kemanapun Dia memimpin.<\/p>\n<p>Keputusan sekarang ada di tangan Anda. Dengan<br \/>\nadanya fakta yang terbuka di hadapan Anda, apa<br \/>\nyang akan Anda putuskan? Sebagai penutup, kata-kata Dr. Martin Luther King, Jr berikut ini adalah sangat<br \/>\nsesuai: &#8220;Yang pengecut<br \/>\nbertanya: apakah aman? Yang<br \/>\nbijak bertanya: apakah itu politis? Yang sombong bertanya: apakah itu populer? Yang berhati nurani bertanya: apakah itu benar? Dan ada saatnya<br \/>\nseseorang harus mengambil posisi yang tidak aman, tidak politis, atau tidak populer; tapi kita harus mengambilnya<br \/>\nkarena itu benar.&#8221;<\/p>\n<div><br clear=\"all\"><\/p>\n<hr width=\"33%\" size=\"1\" align=\"left\">\n<div id=\"edn1\">\n<p><sup>1<\/sup> <a href=\"http:\/\/www.bbc.co.uk\/history\/british\/empire_seapower\/trafalgar_01.shtml\" target=\"_blank\" title=\"\">http:\/\/www.bbc.co.uk\/history\/british\/empire_seapower\/trafalgar_01.shtml<\/a><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"edn2\">\n<p><sup>2<\/sup> \u201cBeberapa ilmuwan mengatakan namanya Frigg; Yang lain mengatakan namanya adalah Freya; Sarjana lain mengatakan Frigg dan Freya adalah dua dewi yang berbeda. Apapun namanya, dia sering dikaitkan dengan Venus, sang dewi cinta, kecantikan dan kesuburan Romawi. &#8216;Hari Jumat&#8217; berasal dari Bahasa Inggris Kuno \u2019Fr\u012bged\u00e6g.\u2019\u201d (<a href=\"https:\/\/www.livescience.com\/45432-days-of-the-week.html\" target=\"_blank\" title=\"\">https:\/\/www.livescience.com\/45432-days-of-the-week.html<\/a>)<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"edn3\">\n<p><sup>3<\/sup> Eviatar Zerubavel, <em>The Seven Day Circle, <\/em>p.<br \/>\n23, penekanan diberikan.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"edn4\">\n<p><sup>4<\/sup> <em>S.d.a., <\/em>halpp. 23-24, penekanan diberikan.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"edn5\">\n<p><sup>5<\/sup> Robert L. Odom, <em>Sunday in Roman Paganism,<\/em>\u201cThe Pagan Planetary Week,\u201d <a href=\"http:\/\/4angelspublications.com\/Books\/SiRP\/CHAPTER%201.pdf\" target=\"_blank\" title=\"\">http:\/\/4angelspublications.com\/Books\/SiRP\/CHAPTER%201.pdf<\/a>, penekanan diberikan.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"edn6\">\n<p><sup>6<\/sup> eLaine Vornholt &amp; Laura Lee Vornholt-Jones, <em>Calendar Fraud, <\/em>\u201cTime\u2019s Greatest Conspiracy Theory: The Continuous<br \/>\nWeekly Cycle.\u201d<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"edn7\">\n<p><sup>7<\/sup> \u201cThe Julian Calendar,\u201d <em>Encyclop\u00e6dia Britannica, <\/em>penekanan diberikan.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"edn8\">\n<p><sup>8<\/sup><em> Calendar Fraud, op cit., <\/em>hal.  31.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"edn9\">\n<p><sup>9<\/sup> <em>Inscriptiones<br \/>\nLatin\u00e6 Christian\u00e6 Veteres, <\/em>Vol.<br \/>\n2, hal. 118, #3033.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"edn10\">\n<p><sup>10<\/sup> <em>Calendar Fraud, op cit.<\/em><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"edn11\">\n<p><sup>11<\/sup> Maimonides, <em>Kiddusch Ha-hodesch, <\/em>Tr. Mahler, Wein, 1889.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"edn12\">\n<p><sup>12<\/sup> \u201cHolidays,\u201d <em>Universal Jewish Encyclopedia,<\/em> hal. 410.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"edn13\">\n<p><sup>13<\/sup> <em>The<br \/>\nUniversal Jewish Encyclopedia, <\/em>Isaak<br \/>\nLandman (ed.), Vol. X, \u201cWeek,\u201d (1943 ed.), hal. 482.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"edn14\">\n<p><sup>14<\/sup> <em>The<br \/>\nUniversal Jewish Encyclopedia, <\/em>\u201cCalendar,\u201d hal. 631.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"edn15\">\n<p><sup>15<\/sup> \u201cCalendar,\u201d <em>The Jewish Encyclopedia<\/em>, penekanan diberikan<em>.<\/em><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"edn16\">\n<p><sup>16<\/sup> \u201cThe Jewish Calendar and Holidays (incl.<br \/>\nSabbath)\u201d: The Jewish Calendar; Changing the Calendar, www.torah.org, penekanan diberikan.  <\/p>\n<\/div>\n<div id=\"edn17\">\n<p><sup>17<\/sup> Heinrich Graetz, <em>History of the<br \/>\nJews<\/em>, Vol. II, hal. 563-564, penekanan diberikan.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"edn18\">\n<p><sup>18<\/sup> David Sidersky, <em>Astronomical Origin of Jewish Chronology, <\/em>Paris, 1913, hal. 651, penekanan diberikan<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"edn19\">\n<p><sup>19<\/sup> Grace Amadon, \u201cReport of Committee on Historical Basis, Involvement,<br \/>\nand Validity of the October 22, 1844, Position\u201d, Bagian V, Sec. B, hal. 17-18, penekanan diberikan; Box 7, Folder 1, Grace Amadon Collection, Center for<br \/>\nAdventist Research, Andrews University, Berrien Springs, Michigan.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"edn20\">\n<p><sup>20<\/sup> <em>S.d.a.<\/em><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"edn21\">\n<p><sup>21<\/sup> January, 1883<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"edn22\">\n<p><sup>22<\/sup> February, 1914<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"edn23\">\n<p><sup>23<\/sup> Untuk mendengar pembicaraanya. klik <a href=\"http:\/\/4angelspublications.com\/articles\/catholic_scholar.php\" target=\"_blank\" title=\"\">disini<\/a>. <\/p>\n<\/div>\n<div id=\"edn24\">\n<p><sup>24<\/sup><em> Mo\u2019ed <\/em>(#4150), <em>The Key Word Study Bible, <\/em>King James Version, \u201cLexical Aids to the<br \/>\nOld Testament.\u201d<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"edn25\">\n<p><sup>25<\/sup>  <em>Nelson\u2019s<br \/>\nIllustrated Bible Dictionary<\/em>, Thomas Nelson Publishers, 1986, penekanan diberikan.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"edn26\">\n<p><sup>26<\/sup> Adalah bukan skop dari artikel ini untuk menjelaskan secara rinci bagaimana sebuah kalender Alkitab bekerja. Untuk informasi lebih lanjut, klik disini dan disini. <\/p>\n<\/div>\n<div id=\"edn27\">\n<p><sup>27<\/sup> For a detailed and in-depth study of this subject, see <a href=\"http:\/\/www.ministersnewcovenant.org\/uploads\/9\/1\/6\/1\/9161032\/ls_book_2013_1.0.pdf\" target=\"_blank\" title=\"\"><em>Weekly Sabbath Days Are Determined By The<br \/>\nMoon<\/em><\/a> by Arnold Bowen and Matthew Janzen.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"edn28\">\n<p><sup>28<\/sup> eLaine Vornholt &amp; Laura Lee Vornholt-Jones, <em>The Great Calendar Controversy, <\/em>p. 87, emphasis in original.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"edn29\">\n<p><sup>29<\/sup> Odom, <em>op cit., <\/em>p. 157.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"edn30\">\n<p><sup>30<\/sup> <em>Calendar Fraud, op cit. <\/em>p. 44.<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"edn31\">\n<p><sup>31<\/sup> For a detailed explanation on why 31 C.E. is the only year possible for the crucifixion date, read: \u201c<a href=\"http:\/\/4angelspublications.com\/Books\/GCC\/Chapter%205.pdf\" target=\"_blank\" title=\"\">When Was Christ<em> Really <\/em>Crucified?<\/a>\u201d<\/p>\n<\/div>\n<div id=\"edn32\">\n<p><sup>32<\/sup> <a href=\"http:\/\/oceanservice.noaa.gov\/facts\/international-date-line.html\" target=\"_blank\" title=\"\">http:\/\/oceanservice.noaa.gov\/facts\/international-date-line.html<\/a><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"featured_media":227223,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":[],"class_list":["post-110561","wlc-article","type-wlc-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","wlc-article-category-kalender-yahs","wlc-content-directory-sabbath"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>BERITA BOHONG! &#039;&#039;Hari Sabtu adalah hari Sabat&#039;&#039; - Worlds Last Chance<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/fake-news-saturday-is-the-sabbath\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"BERITA BOHONG! &#039;&#039;Hari Sabtu adalah hari Sabat&#039;&#039; - Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sebuah pembelajaran yang seksama pada sejarah, Alkitab, dan ilmu astronomi mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa hari Sabtu bukanlah Sabat hari ketujuh dari Alkitab, dan juga hari Minggu bukanlah hari kebangkitan Sang Juruselamat! Arthur S. Maxwell menceritakan kisah tentang sebuah asumsi yang dibuat pada saat perang yang mengubah hasil sejarah. Menurut Maxwell, Armada Spanyol mengejar kapal-kapal Inggris [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/fake-news-saturday-is-the-sabbath\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-21T23:39:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/fake-news-saturday-is-the-sabbath-bahasa.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"250\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"159\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"47 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/fake-news-saturday-is-the-sabbath\/\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/fake-news-saturday-is-the-sabbath\/\",\"name\":\"BERITA BOHONG! ''Hari Sabtu adalah hari Sabat'' - Worlds Last Chance\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/fake-news-saturday-is-the-sabbath\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/fake-news-saturday-is-the-sabbath\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/fake-news-saturday-is-the-sabbath-bahasa.jpg\",\"datePublished\":\"2017-07-04T09:02:41+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-21T23:39:58+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/fake-news-saturday-is-the-sabbath\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/fake-news-saturday-is-the-sabbath\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/fake-news-saturday-is-the-sabbath\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/fake-news-saturday-is-the-sabbath-bahasa.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/fake-news-saturday-is-the-sabbath-bahasa.jpg\",\"width\":250,\"height\":159},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/fake-news-saturday-is-the-sabbath\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Articles\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"BERITA BOHONG! &#8221;Hari Sabtu adalah hari Sabat&#8221;\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/\",\"name\":\"Worlds Last Chance\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"BERITA BOHONG! ''Hari Sabtu adalah hari Sabat'' - Worlds Last Chance","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/fake-news-saturday-is-the-sabbath\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"BERITA BOHONG! ''Hari Sabtu adalah hari Sabat'' - Worlds Last Chance","og_description":"Sebuah pembelajaran yang seksama pada sejarah, Alkitab, dan ilmu astronomi mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa hari Sabtu bukanlah Sabat hari ketujuh dari Alkitab, dan juga hari Minggu bukanlah hari kebangkitan Sang Juruselamat! Arthur S. Maxwell menceritakan kisah tentang sebuah asumsi yang dibuat pada saat perang yang mengubah hasil sejarah. Menurut Maxwell, Armada Spanyol mengejar kapal-kapal Inggris [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/fake-news-saturday-is-the-sabbath\/","og_site_name":"Worlds Last Chance","article_modified_time":"2025-08-21T23:39:58+00:00","og_image":[{"width":250,"height":159,"url":"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/fake-news-saturday-is-the-sabbath-bahasa.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"47 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/fake-news-saturday-is-the-sabbath\/","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/fake-news-saturday-is-the-sabbath\/","name":"BERITA BOHONG! ''Hari Sabtu adalah hari Sabat'' - Worlds Last Chance","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/fake-news-saturday-is-the-sabbath\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/fake-news-saturday-is-the-sabbath\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/fake-news-saturday-is-the-sabbath-bahasa.jpg","datePublished":"2017-07-04T09:02:41+00:00","dateModified":"2025-08-21T23:39:58+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/fake-news-saturday-is-the-sabbath\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/fake-news-saturday-is-the-sabbath\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/fake-news-saturday-is-the-sabbath\/#primaryimage","url":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/fake-news-saturday-is-the-sabbath-bahasa.jpg","contentUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/fake-news-saturday-is-the-sabbath-bahasa.jpg","width":250,"height":159},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/fake-news-saturday-is-the-sabbath\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Articles","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"BERITA BOHONG! &#8221;Hari Sabtu adalah hari Sabat&#8221;"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/","name":"Worlds Last Chance","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article\/110561","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/wlc-article"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=110561"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/227223"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=110561"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}