{"id":110054,"date":"2015-12-28T01:09:12","date_gmt":"2015-12-28T01:09:12","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/wlc-article\/migrating-bumi-datar-kebenaran-alkitab-dalam-dunia-yang-tidak-stabil\/"},"modified":"2025-08-21T18:00:33","modified_gmt":"2025-08-21T18:00:33","slug":"bumi-datar-kebenaran-alkitab-dalam-dunia-yang-tidak-stabil","status":"publish","type":"wlc-article","link":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/articles\/kepercayaan-alkitabiah\/bumi-datar-kebenaran-alkitab-dalam-dunia-yang-tidak-stabil\/","title":{"rendered":"Bumi Datar: Kebenaran Alkitab dalam Dunia yang Tidak Stabil"},"content":{"rendered":"<p class=\"indenttext\">&#8220;Orang yang paling bijaksana adalah dia yang<br \/>\nmengetahui dengan baik Alkitabnya, dan hidup sesuai dengan ajaran-ajaran kitabnya<br \/>\nitu. Ada lebih banyak ilmu pengetahuan nyata yang akan ditemukan di dalam<br \/>\nAlkitab, khususnya dalam kitab Kejadian, Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah,<br \/>\nYesaya, dan Yehezkiel, melebihi yang dapat diperoleh dari semua Universitas dan<br \/>\nObservatorium yang ada di dunia ini. Bulir-bulir Besar dari pengetahuan sejati<br \/>\ntertanam di sana, tetapi hal itu perlu dicari dengan semangat penghormatan, karena<br \/>\n&#8220;[Yahuwah] menentang orang yang<br \/>\ncongkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati&#8221; \u2013 Yakobus 4:6. [Guru]<br \/>\nkita berkata- &#8220;Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, [Tuan] langit dan bumi, karena<br \/>\nsemuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi<br \/>\nEngkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu&#8221;-<br \/>\nMatius 11:25, 26.&#8221; (<em>Terra Firma: Earth Not a Planet, Proved from<br \/>\nScripture, Reason, and Fact<\/em>, David Wardlaw Scott, hal.166)<\/p>\n<p>Di bawah ini, kita akan memperhatikan beberapa poin<br \/>\nyang telah menyebabkan WLC meyakini &#8220;Bumi Datar&#8221;. Hal ini sama sekali<br \/>\ntidak dimaksudkan untuk dijadikan sebagai sebuah daftar bukti yang lengkap. Namun,<br \/>\nhal ini telah cukup membuktikan untuk mendorong semua orang memulai<br \/>\npenyelidikan yang jujur pada perihal yang sangat menarik dan penting ini.<\/p>\n<p>Adalah tidak mudah untuk melepaskan pengontrolan seumur<br \/>\nhidup yang dilakukan terus menerus dan propaganda yang menipu, tapi karena kasih<br \/>\nkarunia Bapa, hal itu dapat dicapai. Kami berdoa supaya anda  mau meletakkan prasangka dan praduga-praduga<br \/>\ndi pintu penyelidikan dan mengambil waktu untuk mempelajari hal ini dengan<br \/>\npikiran terbuka dan hati yang jujur.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Kebenaran tidak pernah takut pada penyelidikan<br \/>\nmenyeluruh&#8221;. (David Wardlaw Scott)<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse\" bgcolor=\"#ffffff\" border=\"1\" cellpadding=\"3\" cellspacing=\"0\">\n<tbody>\n<tr valign=\"top\">\n<td width=\"100%\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Bumi Datar: Kebenaran Alkitab dalam Dunia yang Tidak Stabil image\" style=\"margin: 5px 10px 10px 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/crazy-1-2.jpg\" align=\"right\" height=\"116\" width=\"150\"><\/p>\n<p class=\"indenttext\">Bersamaan dengan itu, kami mendapatkannya: Pendapat bahwa Bumi adalah<br \/>\ndatar terdengar gila. Ini adalah apa yang kami pikirkan ketika untuk pertama<br \/>\nkali kami diperkenalkan pada perihal ini. Namun karena tidak ingin menolak apa<br \/>\npun, tanpa penyelidikan yang menyeluruh, kami mulai sambil berdoa mempelajari<br \/>\nmasalah ini, berjanji bahwa kami akan setia kepada bukti, dan mengikutinya<br \/>\nkemanapun itu menuntun. Setelah berminggu-minggu dan berbulan-bulan mencari<br \/>\ntahu dengan sungguh-sungguh dan belajar dengan rajin, sekarang kami yakin<br \/>\ndengan sangat bahwa model &#8220;bulat&#8221; dunia inilah yang gila.  <\/p>\n<p align=\"center\"><font size=\"2\"><em>&#8220;<\/em><em>Jikalau<br \/>\nseseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya<\/em><em>&#8220;.<\/em> (Amsal 18:13)<\/font><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2><font color=\"#0000cc\"><strong><br \/>\nBukti Alkitab yang<br \/>\nmendukung Bumi Datar yang statis:<\/strong><\/font><\/h2>\n<h3><font color=\"#006600\"><strong><br \/>\nBumi ini<br \/>\nadalah statis:<\/strong><\/font><\/h3>\n<ul>\n<li>Gemetarlah di hadapan-Nya<br \/>\nhai segenap bumi; <u>sungguh stabil dunia, tidak bergeser dari tempatnya<\/u>.<br \/>\n(1 Tawarikh 16:30, KJV)<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Yahuwah adalah Raja, Ia<br \/>\nberpakaian kemegahan, Yahuwah berpakaian, berikat pinggang kekuatan. <u>Sungguh,<br \/>\nstabil dunia, tidak bergeser dari tempatnya<\/u>. (Lihat Mazmur 93:1).<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Katakanlah di antara<br \/>\nbangsa-bangsa: &#8220;Yahuwah itu Raja! <u>Sungguh stabil dunia, tidak bergeser<br \/>\ndari tempatnya<\/u>. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam<br \/>\nkebenaran. (Lihat Mazmur 96:10).<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Pujilah Yahuwah, hai jiwaku!<br \/>\nYahuwah, Elohimku, Engkau sangat besar! Engkau yang berpakaian keagungan dan<br \/>\nsemarak. . . . <u>Yang telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya, sehingga<br \/>\ntakkan goyang untuk seterusnya dan selamanya<\/u>. (Lihat Mazmur 104:1, 5).<\/li>\n<\/ul>\n<h3><font color=\"#006600\"><strong>Bumi dan<br \/>\nbenda-benda langit tertutup oleh cakrawala:<\/strong><\/font><\/h3>\n<p class=\"indenttext\">Berfirmanlah Elohim: &#8220;<u>Jadilah cakrawala di<br \/>\ntengah segala air<\/u> untuk memisahkan air dari air.&#8221; Maka Elohim<br \/>\nmenjadikan cakrawala dan <u>Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu<br \/>\ndari air yang ada di atasnya<\/u>. Dan jadilah demikian. <u>Lalu Elohim menamai<br \/>\ncakrawala itu langit<\/u>. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua. (Lihat<br \/>\nKejadian 1:6-8).<\/p>\n<p>Di sini, kita menemukan bahwa Yahuwah menciptakan<br \/>\nhamparan langit dengan memisahkan &#8220;air yang ada di bawah cakrawala itu<br \/>\ndari air yang ada di atasnya&#8221;. Ini sudah sangat jelas; ada air di<em> bawah<\/em> cakrawala dan juga ada di<em> atas<\/em> cakrawala.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Pujilah Dia, hai langit yang mengatasi segala<br \/>\nlangit, hai air yang di atas langit! (Mazmur 148:4, KJV)<\/p>\n<p align=\"center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Flat Earth Firmament - Waters above and Waters below\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/flat-earth-firmament-1e-2.png\" height=\"403\" width=\"550\"> <\/p>\n<p align=\"center\"><font color=\"#3366cc\"><span><font color=\"#3366cc\">Berdasarkan Kejadian 1:6-8, ada air di bawah cakrawala dan juga ada di atas cakrawala.<\/font><\/span><\/font>\n<\/p>\n<p>Kata yang diterjemahkan sebagai<br \/>\n&#8220;cakrawala&#8221; di sini adalah H7549:<\/p>\n<p class=\"indenttext-left\"><u>H7549 &#8211; ra\u0302q\u0131\u0302ya\u201b<\/u><br \/>\nDefinisi kamus BDB:<br \/>\n1) permukaan yang dikembangkan (padat), hamparan,<br \/>\ncakrawala<br \/>\n1a) hamparan (datar sebagai dasar, penyokong)<br \/>\n1b) cakrawala (kubah langit yang menyokong air yang<br \/>\nada di atas)<br \/>\n1b1) diyakini oleh orang Ibrani sebagai sesuatu yang<br \/>\npadat dan menyokong &#8216;air&#8217; yang ada di atas<\/p>\n<p>Perhatikan pengakuan BDB bahwa cakrawala mengacu<br \/>\npada <em>&#8220;kubah langit yang menyokong air<br \/>\nyang ada di atas,&#8221;<\/em> dan menambahkan bahwa itu <em>&#8220;diyakini oleh orang Ibrani sebagai sesuatu yang padat dan<br \/>\nmenyokong &#8216;air&#8217; yang ada di atas&#8221;<\/em>.<\/p>\n<p>Akar dari H7549 (<em>ra\u0302q\u0131\u0302ya\u201b<\/em>) adalah H7554 (<em>ra\u0302qa\u201b<\/em>), yang didefinisikan oleh <em>konkordansi Strong<\/em> sebagai:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Sebuah akar kuno; melantak bumi (sebagai tanda<br \/>\nsemangat); dengan analogi untuk memperluas (dengan melantak); dengan membuatnya<br \/>\nberlapis (dengan lembaran tipis dari logam): -mendetak, memperluas, menyebarluaskan<br \/>\n(kedepan, keatas, keluar, kedalam lempengan), menghentak, membentang&#8221; \u2013<em>Konkordansi Strong<\/em><\/p>\n<p>Cakrawala yang menyokong air yang ada di atasnya<br \/>\nmuncul dari akar kata <em>padat<\/em>, seperti<br \/>\ndilantak seperti lembaran logam.<\/p>\n<p>Alkitab melanjutkan dengan menyatakan bahwa<br \/>\nbenda-benda langit ditempatkan di <em>dalam<\/em><br \/>\ncakrawala ini.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Berfirmanlah Elohim: &#8220;<u>Jadilah benda-benda<br \/>\npenerang pada cakrawala<\/u> untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah<br \/>\nbenda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap<br \/>\ndan hari-hari dan tahun-tahun, dan sebagai <u>penerang pada cakrawala<\/u><br \/>\nbiarlah benda-benda itu menerangi bumi.&#8221; Dan jadilah demikian. Maka Elohim<br \/>\nmenjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk<br \/>\nmenguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga<br \/>\nbintang-bintang. Elohim <u>menaruh semuanya itu di cakrawala<\/u> untuk<br \/>\nmenerangi bumi, dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan<br \/>\nterang dari gelap. Elohim melihat bahwa semuanya itu baik. (Lihat Kejadian 1:14-18).<\/p>\n<h3 align=\"center\"><font color=\"#006600\"><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Flat Earth Firmament - Sun, Moon, &amp; Stars\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/flat-earth-firmament-2c-2.png\" height=\"403\" width=\"550\"><\/strong><\/font><\/h3>\n<p align=\"center\"><font color=\"#3366cc\"><span><u><strong>Kitab Suci mengatakan dengan bahasa yang jelas bahwa:<br \/>\n<\/strong><\/u>(1) Ada air di bawah cakrawala dan juga ada di atas cakrawala. (Lihat Kejadian 1:6-8).<br \/>\n(2) Benda-benda langit ditempatkan di dalam cakrawala. (Lihat Kejadian 1:14-18).<u><strong><br \/>\n<\/strong><\/u><\/span><\/font><\/p>\n<h3><font color=\"#006600\"><strong>Cakrawala adalah<br \/>\nsifatnya padat:<\/strong><\/font><\/h3>\n<p>Pada ayat berikut ini, Elihu dalam percakapannya<br \/>\ndengan Ayub menegaskan apa yang telah kita pelajari dari kisah Penciptaan dalam<br \/>\nkitab Kejadian, yaitu bahwa cakrawala yang memisahkan air dan menjadi tempat benda-benda<br \/>\nlangit adalah padat. Perhatikan bahwa Elihu menggunakan H7554 (<em>ra\u0302qa\u201b<\/em>), akar kata dari <em>cakrawala<\/em>, yang berarti &#8220;dengan<br \/>\nanalogi untuk memperluas (dengan melantak); dengan membuatnya berlapis (dengan<br \/>\nlembaran tipis dari logam): -mendetak, memperluas, menyebarluaskan (kedepan,<br \/>\nkeatas, keluar, kedalam lempengan), menghentak, membentang&#8221;.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Dapatkah engkau seperti Dia <u>membentangkan [H7554<br \/>\n&#8211; <em>ra\u0302qa\u201b<\/em>]<\/u> cakrawala, <u>yang<br \/>\nkeras seperti cermin tuangan?<\/u> (Ayub 37:18, KJV)<\/p>\n<p>Sekarang, mari kita mengkaji sebuah ayat kunci yang<br \/>\nsering dikutip oleh mereka yang mendukung model bulat:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Dia yang bertakhta di atas <u>lingkaran [H2329 &#8211; <em>chu\u0302g<\/em>]<\/u> bumi yang penduduknya seperti<br \/>\nbelalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti<br \/>\nkemah kediaman. (Yesaya 40:22, KJV)<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Earth is not a globe (ball)\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-left: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/globe-ball-6-2.png\" align=\"right\" height=\"202\" width=\"200\">Kata yang digunakan di sini untuk menunjukkan &#8220;lingkaran&#8221;<br \/>\nadalah H2329 (<em>chu\u0302g<\/em>). Ini secara<br \/>\nharfiah berarti lingkaran, keliling, atau kompas, dan jika diperluas dapat<br \/>\nmerujuk pada <em>kubah langit<\/em>. Kata ini <u>tidak<\/u><br \/>\nberarti &#8220;bola&#8221; atau &#8220;bulatan&#8221;.<\/p>\n<p class=\"indenttext-left\"><u>H2329 &#8211; chu\u0302g<\/u><br \/>\nDefinisi BDB:<br \/>\n1) lingkaran, keliling, kompas<br \/>\n2) (BDB) kubah (dari langit)<\/p>\n<p>H2329 (<em>chu\u0302g<\/em>)<br \/>\nsama sekali tidak menunjuk pada sebuah bola atau bulatan. Yesaya, di bawah<br \/>\nilham ilahi, telah dengan sengaja menggunakan pilihan kata ini; dia tidak<br \/>\nkekurangan kata untuk &#8220;bola&#8221;, seperti yang jelas dapat dilihat dalam ayat<br \/>\nberikut:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Dia pasti menggulung engkau keras-keras dan<br \/>\nmenggulingkan engkau seperti sebuah bola [H1754 &#8211; <em>du\u0302r<\/em>] ke tanah yang luas. . . (Yesaya 22:18, KJV)<\/p>\n<p>Yesaya, ketika mengacu pada sebuah bola menulis<br \/>\nH1754 (<em>du\u0302r<\/em>) bukan H2329 (<em>chu\u0302g<\/em>). Keduanya adalah pernyataan yang bersifat<br \/>\nkhusus.<\/p>\n<p>Adalah penting untuk dicatat di sini bahwa H2329 (<em>chu\u0302g<\/em>) dapat merujuk pada &#8220;kubah<br \/>\nlangit&#8221; yang, dalam konteks, tampaknya paling cocok digunakan dalam penggunaannya<br \/>\ndalam ayat ini. Mari kita lihat kembali:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Dia yang bertakhta di atas <u>lingkaran [H2329 &#8211; <em>chu\u0302g<\/em>]<\/u> bumi yang penduduknya seperti<br \/>\nbelalang; Dia yang membentangkan langit [H8064 &#8211;<em> sha\u0302mayim<\/em>] seperti<br \/>\nkain dan memasangnya seperti kemah kediaman. (Yesaya 40:22, KJV)<\/p>\n<p>Ayat ini mengatakan bahwa Yahuwah bertakhta di atas<br \/>\nkubah langit di atas Bumi<sup>1<\/sup> dan bahwa dari sudut pandang-Nya,<br \/>\npenghuni bumi nampak seperti belalang. Yahuwah, tentu saja, adalah Pribadi yang<br \/>\nMahahadir dan tidak perlu membelalakkan mata-Nya untuk melihat para penduduk<br \/>\nbumi, tapi gambaran yang Yesaya lukiskan sudah sangat jelas.<\/p>\n<p>Ayat ini juga memberitahu kita bahwa Yahuwah<br \/>\nmembentangkan langit [H8064 &#8211;<em> sha\u0302mayim<\/em>] seperti sebuah &#8220;kain<br \/>\ntirai&#8221; dan mengembangkannya seperti sebuah &#8220;tenda&#8221;. Kata yang<br \/>\ndigunakan di sini untuk menunjukkan &#8220;langit&#8221; adalah kata yang sama yang<br \/>\ndigunakan dalam kitab Kejadian untuk mengidentifikasi <em>cakrawala<\/em>:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Lalu Elohim menamai cakrawala [H7549 &#8211; <em>ra\u0302q\u0131\u0302ya\u201b<\/em>] itu langit [H8064 &#8211; <em>sha\u0302mayim<\/em>]. Jadilah petang dan jadilah<br \/>\npagi, itulah hari kedua.. (Lihat Kejadian 1:8).<\/p>\n<p>Apa yang Yesaya sampaikan kemudian adalah bahwa Bapa<br \/>\nYahuwah bertakhta di atas (atau berada di atas) cakrawala yang membentang di<br \/>\natas bumi seperti sebuah tenda. (Kitab Suci secara berkesinambungan mengatakan<br \/>\nbahwa Yahuwah <em>membentangkan<\/em> langit,<br \/>\natau <em>sha\u0302mayim<\/em>: Mazmur 104:2, Ayub 9:8,<br \/>\nYes. 40:22; 42:5; 44:24; 45:12; 51:13, Yer. 10:12; 51:15, Zak. 12:1).<\/p>\n<h3 align=\"center\"><font color=\"#006600\"><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Flat Earth Firmament - Like a Tent\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/flat-earth-firmament-3b-2.png\" height=\"642\" width=\"550\"><\/strong><\/font><\/h3>\n<p align=\"center\"> <font color=\"#3366cc\"><span> Yesaya memberitahukan kepada kita bahwa Bapa Yahuwah bertakhta di atas (atau berada di atas) cakrawala yang Dia bentangkan di atas Bumi seperti \u201csebuah tirai\u201d atau \u201csebuah tenda\u201d. (Lihat Yesaya 40:22). Analogi ini tidak akan masuk akal di dalam konteks bumi yang bulat.<\/span><\/font><\/p>\n<p>Elifas, dalam kitab Ayub, setuju dengan penafsiran<br \/>\nini, karena ia mengatakan bahwa Yahuwah berjalan pada <em>chu\u0302g<\/em> (H2329),<br \/>\nkata yang sama yang digunakan oleh Yesaya untuk menunjukkan kubah langit:<\/p>\n<table align=\"right\" border=\"0\" cellspacing=\"15\" height=\"158\" width=\"332\">\n<tbody>\n<tr>\n<td valign=\"top\"><img decoding=\"async\" title=\"\" style=\"margin-left: 0px\" alt=\"J.P. Green's literal rendering of Job 22:14\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/jp-green-the-vault-of-jthe-heavens-2.jpg\" border=\"0\" height=\"NaN\" width=\"400\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center; font-size: 11px\"><strong><font color=\"#6699cc\"><\/p>\n<p>Terjemahan langsung J.P. Green dari Ayub 22:14 \u2013 \u201cdan di kubah [H2329] \u2013 langit [H8064] \u2013 Dia berjalan-jalan\u201d<\/p>\n<p><\/font><\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p class=\"indenttext\">Awan meliputi Dia, sehingga Ia tidak dapat melihat;<br \/>\nIa berjalan-jalan sepanjang <u>lingkaran [H2329 &#8211; <em>chu\u0302g<\/em>]<\/u> <u>langit<br \/>\n[H8064 &#8211;<em> sha\u0302mayim<\/em>]<\/u>. (Ayub 22:14, KJV)<\/p>\n<p>Elifas jelas percaya bahwa Yahuwah berdiam [tinggal]<br \/>\ndi puncak cakrawala.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Bukankah Elohim bersemayam di <u>langit [H8064 &#8211;<em> sha\u0302mayim<\/em>]<\/u><br \/>\nyang tinggi? Lihatlah bintang-bintang yang tertinggi, betapa tingginya! (Lihat Ayub<br \/>\n22:12.)<\/p>\n<p>Salomo, dalam komentarnya pada kisah Penciptaan,<br \/>\nmemperkuat apa yang telah kita pelajari sejauh ini dari pena Musa, Yesaya, dan<br \/>\npenulis kitab Ayub:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Ketika Ia mempersiapkan <u>langit [H8064 &#8211;<em> sha\u0302mayim<\/em>]<\/u>,<br \/>\naku di sana, ketika <u>Ia menggaris kaki langit [H2329 &#8211; <em>chu\u0302g<\/em>]<br \/>\npada permukaan air samudera raya<\/u>, ketika Ia menetapkan awan-awan di atas,<br \/>\ndan mata air samudera raya meluap dengan deras, ketika Ia menentukan batas<br \/>\nkepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika Ia menetapkan<br \/>\ndasar-dasar bumi. (Amsal 8:27-29, KJV)<\/p>\n<p>Di sini, sekali lagi, kita menemukan kata yang sama yang<br \/>\ndigunakan untuk mengidentifikasi cakrawala, atau langit: <em>chu\u0302g<\/em> (H2329)<\/p>\n<p>&#8220;Pujilah Dia, hai matahari dan<br \/>\nbulan, pujilah Dia, hai segala bintang terang! Pujilah Dia, hai langit yang<br \/>\nmengatasi segala langit, hai air yang di atas langit! . . . sebab hanya<br \/>\nnama-Nya saja yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit&#8221;.<br \/>\n(Mazmur 148:3-4, 13).<\/p>\n<p>Salomo, pada ayat di atas, menyampaikan ulang apa yang<br \/>\nYahuwah lakukan selama minggu Penciptaan (Lihat Kejadian 1: 2). Secara konteks,<br \/>\ntampak bahwa Salomo sedang berbicara secara khusus tentang di mana cakrawala secara<br \/>\nfisik bersandar pada permukaan air samudera raya, karena ia mengatakan dengan<br \/>\njelas setelah membicarakan tentang persiapan langit [H8064 &#8211;<em> sha\u0302mayim<\/em>]<br \/>\nketika <em>chu\u0302g<\/em> (H2329) ditetapkan &#8220;pada permukaan air samudera raya&#8221;.<br \/>\nPenafsiran lain yang sangat wajar adalah bahwa Salomo, di sini, mengacu pada<br \/>\nlingkaran luar es yang dibentuk oleh Yahuwah mengandung lautan, karena ia<br \/>\nmelanjutkan dengan mengatakan bahwa:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Dia menentukan batas kepada laut, supaya air jangan<br \/>\nmelanggar titah-Nya, dan ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi. (Amsal 8:29,<br \/>\nKJV)<\/p>\n<p>Terlepas dari penafsiran mana dari salah satu ini<br \/>\nyang dipegang oleh seseorang, satu hal yang pasti: tidak ada satupun bagian yang<br \/>\nmengisyaratkan bahwa bumi adalah sesuatu yang bulat. Semua referensi Alkitab yang<br \/>\ndikaji sejauh ini dengan tidak terbantahkan menggambarkan sebuah bumi datar yang<br \/>\ntertutup oleh cakrawala di langit.<\/p>\n<p>Mari kita mengkaji penglihatan yang paling luar<br \/>\nbiasa yang dicatat oleh Nabi Yehezkiel:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Pada tahun ketiga puluh, dalam bulan yang keempat,<br \/>\npada tanggal lima bulan itu, ketika aku bersama-sama dengan para buangan berada<br \/>\ndi tepi sungai Kebar, <u>terbukalah langit<\/u> <u>[H8064 &#8211;<em> sha\u0302mayim<\/em>]<\/u>dan aku melihat penglihatan-penglihatan tentang Elohim . . . . Lalu aku<br \/>\nmelihat, sungguh, angin badai bertiup dari utara, dan membawa segumpal awan<br \/>\nyang besar dengan api yang berkilat-kilat dan awan itu dikelilingi oleh sinar;<br \/>\ndi dalam, di tengah-tengah api itu kelihatan seperti suasa mengkilat. Dan di<br \/>\ntengah-tengah itu juga ada yang menyerupai empat makhluk hidup . . . . <u>Di<br \/>\natas kepala makhluk-makhluk hidup itu ada yang menyerupai cakrawala [H7549<br \/>\n&#8211; <em>ra\u0302q\u0131\u0302ya\u201b<\/em>], yang kelihatan seperti kristal es yang mendahsyatkan,<br \/>\nterbentang di atas kepala mereka<\/u>. Dan di bawah <u>cakrawala [H7549 &#8211; <em>ra\u0302q\u0131\u0302ya\u201b<\/em>]<\/u><br \/>\nitu sayap mereka dikembangkan lurus, yang satu menyinggung yang lain; dan<br \/>\nmasing-masing mempunyai sepasang sayap yang menutupi badan mereka. Kalau mereka<br \/>\nberjalan, aku mendengar suara sayapnya seperti suara air terjun yang menderu,<br \/>\nseperti suara Yang Mahakuasa, seperti keributan laskar yang besar; kalau mereka<br \/>\nberhenti, sayapnya dibiarkan terkulai. Maka kedengaranlah suara dari atas <u>cakrawala<br \/>\n[H7549 &#8211; <em>ra\u0302q\u0131\u0302ya\u201b<\/em>] yang ada di atas kepala mereka<\/u>; kalau<br \/>\nmereka berhenti, sayapnya dibiarkan terkulai. <u>Di atas cakrawala [H7549<br \/>\n&#8211; <em>ra\u0302q\u0131\u0302ya\u201b<\/em>] yang ada di atas kepala mereka ada menyerupai takhta<br \/>\nyang kelihatannya seperti permata lazurit; dan di atas yang menyerupai takhta<br \/>\nitu ada yang kelihatan seperti rupa manusia<\/u>. Dari yang menyerupai<br \/>\npinggangnya sampai ke atas aku lihat seperti suasa mengkilat dan seperti api<br \/>\nyang ditudungi sekelilingnya; dan dari yang menyerupai pinggangnya sampai ke<br \/>\nbawah aku lihat seperti api yang dikelilingi sinar. Seperti busur pelangi, yang<br \/>\nterlihat pada musim hujan di awan-awan, demikianlah kelihatan sinar yang<br \/>\nmengelilinginya. <u>Begitulah kelihatan gambar kemuliaan Yahuwah<\/u>. Tatkala<br \/>\naku melihatnya aku sembah sujud, lalu kudengar suara Dia yang berfirman. (Lihat<br \/>\nYehezkiel 1:1,4,5,22-28).<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Bumi Datar: Kebenaran Alkitab dalam Dunia yang Tidak Stabil image\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-left: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/ezekiel-book-1-2.jpg\" align=\"right\" height=\"221\" width=\"450\">Di sini, Yehezkiel memberitahu kita:<\/p>\n<p class=\"indenttext-left\">1.<em> <\/em>Langit [H8064 &#8211;<em> sha\u0302mayim<\/em>]<br \/>\ndibuka. (Lihat Yehezkiel 1:1).<\/p>\n<p class=\"indenttext-left\">\n<p class=\"indenttext-left\">2. Angin badai, awan besar, dengan<br \/>\napi yang berkilat-kilat di dalamnya datang dari arah utara. (Lihat Yehezkiel 1:4).<br \/>\nKata &#8220;utara&#8221;, secara konteks di sini, tampaknya untuk menunjuk pada<br \/>\npuncak langit, yang dibuka untuk dia. Ayub selaras dengan pemahaman ini: &#8220;Dia<br \/>\nmembentangkan utara di atas kekosongan&#8230;&#8221; (Lihat Ayub 26:7)<\/p>\n<p class=\"indenttext-left\">\n<p class=\"indenttext-left\">3. Dari dalam angin badai<br \/>\nberapi ini keluar empat makhluk hidup. (Lihat Yehezkiel 1:5).<\/p>\n<p class=\"indenttext-left\">\n<p class=\"indenttext-left\">4. Setelah makhluk-makhluk itu<br \/>\ntampil, Yehezkiel melihat cakrawala [H7549 &#8211; <em>ra\u0302q\u0131\u0302ya\u201b<\/em>] &#8220;terbentang<br \/>\ndi atas kepala mereka&#8221;. Yehezkiel menyamakan cakrawala dengan<br \/>\n&#8220;kristal es yang mengerikan&#8221;. (Lihat Yehezkiel 1:22). Kata yang<br \/>\nditerjemahkan sebagai &#8220;kristal es&#8221; di sini adalah H7140 (<em>qerach<\/em>) yang berarti &#8220;embun beku,<br \/>\nes, kristal es&#8221;. Hal ini menunjukkan bahwa air di atas cakrawala membeku<br \/>\n(atau setidaknya nampak seperti es). Sepertinya hal ini juga yang dilihat oleh<br \/>\nRasul Yohanes dalam penglihatannya: &#8220;Di hadapan takhta itu ada lautan kaca<br \/>\nbagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat<br \/>\nmakhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang&#8221;.<br \/>\n(Wahyu 4:6). Kata Yunani yang diterjemahkan sebagai &#8220;kristal es&#8221; di<br \/>\nsini adalah <em>krustallos<\/em> (G2930), kata yang<br \/>\n&#8220;digunakan dalam bahasa Yunani kuno untuk es&#8221;. (<em>Vincent\u2019s Word Studies<\/em>). Banyak lagi yang bisa dikatakan tentang<br \/>\nhal ini, tetapi bukan dalam lingkup penelitian ini untuk menggali lebih jauh ke<br \/>\ndalam tambang emas khusus ini.<\/p>\n<p class=\"indenttext-left\">\n<p class=\"indenttext-left\">5. Sebuah suara berbicara dari<br \/>\ncakrawala [H7549 &#8211; <em>ra\u0302q\u0131\u0302ya\u201b<\/em>] yang ada di atas mereka kepada<br \/>\nmakhluk-makhluk itu. (Lihat Yehezkiel 1:25).<\/p>\n<p class=\"indenttext-left\">\n<p class=\"indenttext-left\">6. Yehezkiel memandang Yahuwah<br \/>\ndi atas takhta-Nya di atas cakrawala [H7549 &#8211; <em>ra\u0302q\u0131\u0302ya\u201b<\/em>]. (Lihat<br \/>\nYehezkiel 1:26-28).<\/p>\n<p>Yehezkiel, di sini, telah melukiskan gambaran yang<br \/>\nsangat jelas tentang Yahuwah yang bertakhta dalam kemuliaan di atas takhta-Nya<br \/>\ndi atas cakrawala, yang tampak baginya seperti kristal es.<\/p>\n<p>Nabi menegaskan gambaran ini lagi dalam penglihatan<br \/>\nyang lain:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Lalu aku melihat, sungguh, <u>di atas cakrawala<br \/>\n[H7549 &#8211; <em>ra\u0302q\u0131\u0302ya\u201b<\/em>] yang di atas<br \/>\nkepala kerub<\/u> tampak di atas mereka sesuatu yang <u>menyerupai takhta<\/u>,<br \/>\nyang seperti permata lazurit kelihatannya. (Yehezkiel 10:1)<\/p>\n<p>Yesaya, Elifas, Elihu, dan Yehezkiel semua setuju<br \/>\nbahwa Yahuwah bertakhta di atas cakrawala yang padat. Tampaknya bahwa Bumi ini dalam<br \/>\narti yang sebenarnya adalah tumpuan kaki Yahuwah:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Beginilah firman Yahuwah: Langit [H8064 &#8211; <em>sha\u0302mayim<\/em>]<br \/>\nadalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku; rumah apakah yang akan kamu<br \/>\ndirikan bagi-Ku, dan tempat apakah yang akan menjadi perhentian-Ku? (Lihat<br \/>\nYesaya 66:1).<\/p>\n<h3><font color=\"#006600\"><strong>Bumi itu<br \/>\ndatar:<\/strong><\/font><\/h3>\n<p>Dalam kitab Ayub, kita menemukan monolog yang sangat<br \/>\nmenarik dan penuh wawasan. Dalam pasal 38, Yahuwah menampakkan diri kepada Ayub<br \/>\ndan mulai bertanya kepadanya. Salah satu dari pertanyaan ini secara khusus<br \/>\nberkaitan dengan penelitian ini:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Apakah engkau mengerti luasnya [H7338 &#8211; <em>rachab<\/em>]<br \/>\nbumi? Nyatakanlah, kalau engkau tahu semuanya itu. (Ayub 38:18, KJV)<\/p>\n<p>Kata, <em>luasnya<\/em>,<br \/>\ndi sini adalah <em>rachab<\/em> (H7338), yang<br \/>\nberarti &#8220;luas, hamparan luas atau lebar.&#8221; (<em>Kamus BDB<\/em>). Ini tampaknya seperti sebuah pertanyaan sah yang<br \/>\nsempurna pada Bumi yang datar. Namun, tidak masuk akal sama sekali, dalam<br \/>\nkonteks bumi yang bulat.<\/p>\n<p>Dalam Kitab Daniel, rincian dari mimpi nubuatan<br \/>\nNebukadnezar menunjukkan bahwa bumi itu datar:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Adapun penglihatan yang kudapat di tempat tidurku<br \/>\nitu, demikian: di tengah-tengah bumi ada sebatang pohon yang sangat tinggi; <u>pohon<br \/>\nitu bertambah besar dan kuat, tingginya sampai ke langit, dan dapat dilihat<br \/>\nsampai ke ujung seluruh bumi<\/u>. (Daniel 4:10-11, KJV)<\/p>\n<p>Nebukadnezar mengatakan bahwa ia memimpikan sebuah<br \/>\npohon yang tumbuh begitu tinggi sehingga pohon itu dapat &#8220;dilihat sampai<br \/>\nke ujung seluruh bumi&#8221;. Walaupun ini hanyalah sebuah mimpi, namun masih<br \/>\ntetap menjadi indikasi dari bumi yang datar, karena hanya pada bentuk bumi yang<br \/>\ndatar hal ini akan menjadi mungkin. Konsep ini akan menjadi sebuah ucapan yang mustahil<br \/>\npada model yang bulat.<\/p>\n<h3 align=\"center\"><font color=\"#006600\"><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Flat Earth compared to Globe (Daniel 4 - Nebuchadnezzar's Dream)\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/flat-earth-firmament-globe-comparison-a-2.png\" height=\"294\" width=\"700\"><\/strong><\/font><\/h3>\n<p>Sekarang, mari kita melihat pada beberapa penjabaran<br \/>\nmulia mengenai kembalinya Sang Juruselamat kita yang penuh kasih:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka<br \/>\nmeterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan<br \/>\nmatahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah<br \/>\nseluruhnya bagaikan darah. <u>Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas<br \/>\nbumi<\/u> bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia<br \/>\ndigoncang angin yang kencang. <u>Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan<br \/>\nkitab yang digulung<\/u> dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari<br \/>\ntempatnya. Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira,<br \/>\ndan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang<br \/>\nmerdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung. Dan<br \/>\nmereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu:<br \/>\n&#8220;Runtuhlah menimpa kami dan <u>sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang<br \/>\nduduk di atas takhta<\/u> dan terhadap murka Anak Domba itu&#8221;. Sebab sudah<br \/>\ntiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan? (Wahyu 6:12-17,<br \/>\nKJV)<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata<br \/>\nakan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi<br \/>\nakan meratapi Dia. Ya, amin. (Wahyu 1:7, KJV)<\/p>\n<p>Menurut Yohanes sang Pewahyu:<\/p>\n<p class=\"indenttext-left\">1.<strong> Bintang-bintang akan berjatuhan ke Bumi. (Lihat Wahyu 6:13).<\/strong> Yohanes, seperti nabi-nabi<br \/>\nlain yang menjelaskan tentang topik ini, jelas tidak percaya bahwa<br \/>\nbintang-bintang memiliki ukuran raksasa (<em>lebih<br \/>\nbesar dari bumi<\/em>) yang berada jutaan mil jauhnya. Jika ini terjadi, sebagaimana<br \/>\nyang astronomi moderen maksudkan, dampak dari satu bintang akan cukup untuk<br \/>\nmemusnahkan seluruh bumi. Perhatikan juga bahwa Yohanes mengatakan<br \/>\nbintang-bintang &#8220;jatuh&#8221; ke bumi; dia tidak mengatakan bahwa<br \/>\nbintang-bintang meluncur ke arah Bumi.<\/p>\n<p class=\"indenttext-left\">\n<p class=\"indenttext-left\">2.<strong> Langit kemudian akan digulung seperti gulungan kitab. (Lihat Wahyu 6:14).<\/strong> Hal ini sesuai dengan<br \/>\npenggambaran di semua kitab mengenai langit yang terbentang seperti kain tirai<br \/>\natau tenda. Penjabaran ini akan menjadi sangat tidak masuk akal jika bumi itu<br \/>\nbulat.<\/p>\n<p class=\"indenttext-left\">\n<p class=\"indenttext-left\">3.<strong> Semua orang di Bumi akan melihat Yahushua datang dalam kemuliaan.<br \/>\n(Lihat Wahyu 1:7).<\/strong> Ini masuk akal pada bumi datar, tapi tidak mungkin jika bumi itu<br \/>\nbulat.<\/p>\n<p class=\"indenttext-left\">\n<p class=\"indenttext-left\">4.<strong> Orang-orang jahat yang tidak bertobat akan berusaha untuk<br \/>\nmenyembunyikan diri dari &#8220;murka Anak Domba&#8221; dan &#8220;dari hadapan<br \/>\nDia yang duduk di atas takhta itu&#8221;. (Lihat Wahyu 6:15-16).<\/strong> Ketika langit digulung kembali<br \/>\n&#8220;seperti gulungan kitab&#8221;, orang fasik akan memandang wajah-Nya yang<br \/>\nduduk di atas takhta (di atas kubah langit, atau &#8220;<u>lingkaran [H2329<em> <\/em>&#8211; <em>chu\u0302g<\/em>]<\/u><br \/>\nbumi&#8221; Yes. 40:33), dan akan berusaha untuk menyembunyikan diri.<\/p>\n<h3 align=\"center\"><font color=\"#006600\"><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Flat Earth Firmament - Rolled back like a scroll so that every eye will see Yahuwah on His throne\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/flat-earth-firmament-scroll-rolled-back-a-2.png\" height=\"429\" width=\"700\"><\/strong><\/font><\/h3>\n<p align=\"center\"><font color=\"#3366cc\"><span><\/span><\/font><\/p>\n<p align=\"center\"><font color=\"#3366cc\">Kitab Suci mengatakan<br \/>\nbahwa, pada <a href=\"\/biblical-christian-beliefs\/kedatangan-kedua-bagian-1-reuni-kemenangan.html\">Kedatangan Kedua<\/a> Yahushua, langit akan digulung<br \/>\n\u201cseperti gulungan kitab yang digulung\u201d, dan bahwa \u201csemua mata akan melihat<br \/>\nDia\u201d. (Lihat Wahyu 1:7; 6:12-17). Hal itu harus membutuhkan sebuah persetujuan<br \/>\nasumsi yang besar dan manipulasi untuk membuat ayat-ayat ini selaras dengan<br \/>\nmodel bumi yang bulat. Ketika langit digulung, orang-orang fasik akan melihat<br \/>\nYahuwah di atas takhta-Nya, dan mereka akan berusaha untuk menyembunyikan diri<br \/>\ndari kemuliaan kehadiran-Nya.<\/font><\/p>\n<h3><font color=\"#006600\"><strong>Benda-benda<br \/>\nlangitlah yang bergerak, bukan Bumi.<\/strong><\/font><\/h3>\n<p class=\"indenttext\">Lalu Yosua berbicara kepada Yahuwah pada hari Yahuwah<br \/>\nmenyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang<br \/>\nIsrael: &#8220;<u>Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di<br \/>\natas lembah Ayalon!<\/u>&#8221; <\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Maka <u>berhentilah matahari<\/u> dan bulanpun tidak<br \/>\nbergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal<br \/>\nitu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? <u>Matahari tidak bergerak di<br \/>\ntengah langit<\/u> dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh. (Lihat<br \/>\nYosua 10:12-13).<\/p>\n<p>Ayat ini sudah sangat jelas: &#8220;matahari tidak<br \/>\nbergerak ditengah  langit&#8221;. Yosua<br \/>\nmemerintahkan matahari dan bulan untuk berhenti di langit. Dia tidak<br \/>\nmemerintahkan bumi untuk berhenti berputar. Sebagai para pelajar Alkitab yang<br \/>\njujur, kita harus mengakui kejelasan ayat ini. Yahuwah mengharamkan kita<br \/>\nmemutarbalik Kitab Suci dengan menyetujui teori pseudo-ilmiah manusia milik Copernicus<br \/>\n(berpusat di matahari), yang bertentangan dengan Kitab Suci mulai dari kitab<br \/>\nKejadian. Ilmu Pasti (yang dapat diuji dan diamati) membenarkan fakta dari Bumi<br \/>\nyang statis: <a href=\"\/videos\/non-wlc-videos#play1924\">Percobaan-percobaan<\/a>, dan <a href=\"\/videos\/non-wlc-videos#play1926\">Dugaan Efek Koriolis<\/a>.<\/p>\n<p>Dalam kitab Yesaya, kita memiliki catatan terilhami<br \/>\nmengenai bagaimana Yahuwah menyebabkan matahari mundur di langit, menyebabkan<br \/>\nbayangan matahari bergerak mundur:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Sesungguhnya, bayang-bayang pada penunjuk matahari<br \/>\nbuatan Ahas akan Kubuat mundur ke belakang sepuluh derajat yang telah<br \/>\ndijalaninya. Maka pada penunjuk matahari itu <u>mataharipun mundurlah ke<br \/>\nbelakang sepuluh derajat dari jarak yang telah dijalaninya<\/u>. (Yesaya 38:8,<br \/>\nKJV)<\/p>\n<p>Yesaya mengatakan dalam bahasa yang jelas bahwa<br \/>\n&#8220;matahari mundur sepuluh derajat&#8221;. Tidak ada pertanyaan tentang hal<br \/>\nitu; Yesaya percaya bahwa mataharilah yang bergerak, bukan Bumi.<\/p>\n<p>Yahuwah mengharamkan kita untuk membuat<br \/>\nkesaksian para nabi tunduk kepada teori manusia penipu yang sesat.<\/p>\n<p>Raja Daud juga percaya bahwa mataharilah yang<br \/>\nbergerak:<\/p>\n<table style=\"margin-left: 10px\" align=\"right\" border=\"0\" cellpadding=\"15\" cellspacing=\"15\" height=\"120\" width=\"270\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: justify; padding: 7px\">\n<p align=\"center\"><font size=\"3\"><font color=\"#3366cc\"><strong><span>Yahuwah mengharamkan kita untuk membuat kesaksian para nabi tunduk kepada teori manusia penipu yang sesat.<\/span><\/strong><\/font><span style=\"font-family: Georgia\"><span style=\"font-weight: bold\"><\/span><\/span><\/font><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p class=\"indenttext\">Langit menceritakan kemuliaan Elohim, dan cakrawala<br \/>\nmemberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan<br \/>\nmalam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada<br \/>\nkata, suara mereka tidak terdengar; tetapi gema mereka terpencar ke seluruh<br \/>\ndunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit<br \/>\nuntuk <u>matahari, yang keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari<br \/>\nkamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya. Dari<br \/>\nujung langit ia terbit, dan ia beredar sampai ke ujung yang lain<\/u>; tidak ada<br \/>\nyang terlindung dari panas sinarnya. (Lihat Mazmur 19:1-6).<\/p>\n<p>Yahuwah mengharamkan kita untuk membuat kesaksian<br \/>\npara nabi tunduk kepada teori manusia penipu yang sesat.<\/p>\n<h2><font color=\"#0000cc\"><strong>Bukti Empiris mendukung<br \/>\nBumi datar:<\/strong><\/font><\/h2>\n<p>Di bawah ini, kita <em>secara singkat<\/em> akan bersentuhan dengan beberapa bukti empiris yang<br \/>\nmendukung Bumi Datar. Bukti-bukti ini tidak dimaksudkan untuk menjadi sebuah daftar<br \/>\nyang lengkap. Adalah bukan tujuan kami di sini untuk menghadirkan rincian besar<br \/>\nmengenai perihal ini, karena sudah ada sejumlah besar informasi yang tersedia<br \/>\nsecara online bagi mereka yang jujur \u200b\u200bmencari kebenaran.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Jelas tidak ada kelengkungan:<\/strong> Jika Bumi adalah sebuah bola yang memiliki<br \/>\nlingkaran 25.000 mil seperti yang diklaim oleh NASA, maka permukaan air seharusnya<br \/>\nmelengkung ke bawah 8 inci per mil dikalikan dengan kuadrat jaraknya. Ini<br \/>\nberbanding lurus dengan penurunan jarak pandang pada tingkat ketinggian obyek<br \/>\nyang jauh. Eksperimen yang tak terhitung jumlahnya telah dilakukan untuk<br \/>\nmenguji hal ini, tapi semua telah gagal untuk menunjukkan adanya kelengkungan.<br \/>\nAir selalu selevel dengan sempurna. Tidak melengkung. (<a href=\"\/videos\/non-wlc-videos#play1908\">Beberapa contoh<\/a>)<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Fakta bahwa para surveyor, teknisi,<br \/>\narsitek, perwira angkatan laut, dll. tidak mempertimbangkan kelengkungan bumi<br \/>\nketika merancang\/merencanakan proyek-proyek mereka (Walaupun beberapa orang<br \/>\nmengklaim bahwa jembatan tertentu dibangun dengan kelengkungan dalam pikiran,<br \/>\nkesalahan dari pendapat ini menjadi jelas ketika seseorang menyadari bahwa air yang<br \/>\nada di bawah jembatan tidak mengikuti kelengkungan jembatan itu. Air selalu<br \/>\nmenemukan levelnya sendiri; dan itu tidak pernah melengkung).<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Fakta bahwa pilot pesawat<br \/>\ntidak perlu terus-menerus mencondongkan hidung pesawat mereka ke bawah untuk<br \/>\nmenjaga mereka tetap berada di ketinggian yang sama dan mencegah mereka terbang<br \/>\nke luar angkasa (yang akan benar-benar diperlukan jika mereka terbang ratusan<br \/>\nmil per jam pada sebuah benda bulat).<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Fakta bahwa sungai-sungai<br \/>\nmengalir melalui jalur yang memiliki rintangan paling kecil, tetapi ditemukan<br \/>\ndi banyak tempat di dunia sungai mengalir ke atas dan naik melewati bermil-mil<br \/>\nketinggian (Contoh: Sungai Mississippi harus naik 11 mil sebelum mencapai Teluk<br \/>\nMeksiko).<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Walaupun pernah ada pikiran<br \/>\nbahwa kelengkungan Bumi (atau air) yang menyebabkan lambung kapal menghilang<br \/>\nsaat mereka melakukan perjalanan menjauh dari yang melihatnya, kita sekarang<br \/>\ntahu bahwa ini hanya karena &#8220;hukum cara pandang&#8221;. Seluruh kapal yang<br \/>\ntelah lama menghilang dari pandangan mata telanjang dapat dengan mudah didekatkan<br \/>\nkembali dalam pandangan dengan bantuan teleskop atau alat pembesar yang serupa.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Gravitasi belum pernah dibuktikan;<br \/>\ngravitasi harus diterima dengan iman demi mendukung model bumi bulat. Gravitasi<br \/>\nadalah sesuatu yang telah kita terima begitu saja sebagai kebenaran ketika kita<br \/>\nmasih anak-anak (karena kita telah didoktrin\/dicuci otaknya oleh sistem &#8220;pendidikan&#8221;),<br \/>\nnamun pada kenyataannya, teori ini sangat tidak masuk akal. Apakah kita<br \/>\nbenar-benar percaya bahwa ada kekuatan magis yang disebut &#8220;gravitasi&#8221;<br \/>\nyang begitu kuat melampaui fikiran sehingga dapat memaku seluruh lautan ke<br \/>\nBumi, namun tidak dapat mengatasi awan asap yang paling kecil atau bahkan<br \/>\nserangga bersayap terkecil? Apakah kita benar-benar percaya bahwa kekuatan khayalan<br \/>\nyang disebut &#8220;gravitasi&#8221; ini bisa membuat hujan terbalik atau<br \/>\nmenyebabkan tanaman tumbuh menyamping? &#8230;semuanya tanpa kita menyadarinya?<br \/>\n(Kebetulan, mereka yang mempromosikan teori gravitasi juga mengatakan bahwa<br \/>\nbumi menggelinding 1.000 mil per jam, saat mengitari matahari dengan kecepatan<br \/>\n67.000 mil per jam, dan melaju melalui alam semesta pada kecepatan 420.000 mil per<br \/>\njam. Namun, anda tidak merasakan bahkan sedikit pun gerakan saat anda duduk di<br \/>\ndepan komputer anda membaca artikel ini. Ini tidak masuk akal). Pseudo-ilmiah<br \/>\nmoderen pada dasarnya mengatakan &#8220;Abaikan Alkitab anda, indra anda, pemikiran<br \/>\nanda, dan semua data yang teruji, teramati dan telah berulang kali diambil&#8230;<br \/>\ndan percayalah dengan membabi buta pada apa yang diberitahukan oleh buku cetak<br \/>\nanda&#8221;. Mereka yang memiliki kewenangan duniawi mengetahui dengan baik<br \/>\nbahwa, &#8220;Jika anda mengatakan kebohongan yang cukup besar dan<br \/>\nmenceritakannya cukup sering, maka itu akan dipercaya&#8221;. (Adolf Hitler)<br \/>\nJangan salah; Musuh memiliki sebuah agenda. (Sebuah video singkat: <a href=\"\/videos\/non-wlc-videos#play1922\">Gravitasi atau Berat Jenis?<\/a>)<\/li>\n<\/ul>\n<p align=\"center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"cartoon globe illustrating the absurdity of gravity\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/cartoon-globe-a-2.png\" height=\"450\" width=\"450\"><\/p>\n<ul>\n<li>Ufuk atau kaki langit selalu<br \/>\nmuncul di depan mata pengamat (bahkan ketika naik terbang dengan menggunakan<br \/>\npesawat pada ketinggian 30.000 kaki di atas bumi). Tidak pernah ada titik di<br \/>\nmana pengamat harus melihat ke bawah untuk menemukan ufuk dari lengkungan<br \/>\nbulatan.<\/li>\n<\/ul>\n<table align=\"right\" border=\"0\" cellspacing=\"15\" height=\"183\" width=\"176\">\n<tbody>\n<tr>\n<td valign=\"top\"><img decoding=\"async\" title=\"NASA Logo\" style=\"margin-left: 0px\" alt=\"NASA Logo\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/nasa-logo-2-2.png\" border=\"0\" height=\"NaN\" width=\"200\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center; font-size: 11px\"><strong><font color=\"#6699cc\"><\/p>\n<p>Perhatikan lidah ular yang bercabang dua yang ada pada logo NASA.<\/p>\n<p><\/font><\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<ul>\n<li>Ufuk atau kaki langit akan selalu<br \/>\nterlihat datar secara sempurna.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Kesulitan yang dituliskan<br \/>\noleh para kapten kapal yang mencoba untuk melayari \u201cbelahan bumi selatan\u201d<br \/>\nketika berasumsi bahwa Bumi adalah sebuah bola bulat (Jika Bumi ini bulat,<br \/>\ngaris bujur akan semakin menyempit karena anda pindah dari khatulistiwa menuju tempat<br \/>\nyang diduga &#8220;kutub selatan&#8221;. Namun, pada Bumi datar, garis bujur akan<br \/>\nterus melebar mulai dari bagian luar Kutub Utara, yang berarti bahwa garis ini semakin<br \/>\nmelebar saat anda bergerak ke selatan).<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Laporan oleh para penjelajah<br \/>\npada tahun 1700-an dan 1800-an memperkirakan bahwa mereka telah melintasi lebih<br \/>\ndari 50.000 mil ketika mencoba untuk mengelilingi Antartika, yang sebenarnya<br \/>\nadalah merupakan cincin es terluar di Bumi yang Datar (misalnya: James Cook,<br \/>\nJames Clark Ross, ekspedisi &#8220;Penantang&#8221; Inggris). Ingatlah bahwa,<br \/>\nmenurut NASA, bola dunia ini hanya memiliki lingkaran sejauh 25.000 mil.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Pola penerbangan yang tidak masuk<br \/>\nakal dari pesawat komersial (Sebuah video singkat: <a href=\"\/videos\/non-wlc-videos#play1911\">Down South<\/a>)<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Fakta bahwa benda-benda yang<br \/>\njauh, bahkan ketika pandangan dengan mata telanjang membuat benda itu nampak<br \/>\nberada di atas ufuk, tidak tampak menjauh dengan condong di mata para pengamat<br \/>\n(yang harus terjadi jika benda itu melewati dugaan titik kelengkungan pada Bumi<br \/>\nbulat). Pada sebuah bola Bumi di bawah kekuatan &#8220;gravitasi&#8221;, balon<br \/>\nudara panas akan nampak condong ke belakang karena balon itu terbang ke atas langit<br \/>\nmenjauh dari pengamat, membuat bagian bawah dari keranjangnya semakin terlihat.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Laporan bahwa Polaris<br \/>\n(Bintang Utara) telah terlihat di arah selatan sejauh 20 derajat Lintang<br \/>\nSelatan, namun yang diduga bintang Kutub Selatan (Sigma Octantis) tidak<br \/>\nkonsisten terlihat dari setiap garis bujur bahkan di khatulistiwa (dan anomali-anomali<br \/>\nrasi bintang lainnya yang dapat dilihat)<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Pola cuaca dan arus laut lebih<br \/>\nmasuk akal di Bumi datar: <a href=\"http:\/\/earth.nullschool.net\/#current\/wind\/surface\/level\/overlay=temp\/azimuthal_equidistant\">Peta Kesamaan Jarak Azimut<\/a> (Klik pada &#8220;bumi&#8221;<br \/>\ndi pojok kiri bawah dari peta yang ditampilkan di link ini untuk mendapatkan<br \/>\nlebih banyak pilihan pandangan). Kebetulan, ini adalah peta yang sama yang digunakan<br \/>\noleh PBB dalam <a href=\"https:\/\/commons.wikimedia.org\/wiki\/File:Logo_of_the_United_Nations_(B%26W).svg\">logo mereka<\/a>.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Fakta bahwa NASA (sebuah serikat<br \/>\nmiliter rahasia) tidak pernah menghasilkan sebuah foto Bumi yang sebenarnya,<br \/>\ndan terus-menerus bekerja untuk menipu&#8230;<\/li>\n<\/ul>\n<table align=\"right\" border=\"0\" cellspacing=\"15\" height=\"299\" width=\"260\">\n<tbody>\n<tr>\n<td valign=\"top\"><img decoding=\"async\" style=\"margin-left: 0px\" alt=\"Robert Simmon in front of the Blue Marble\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/nasa-simmon-1-2.jpg\" align=\"\" border=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center; font-size: 11px\"><strong><font color=\"#6699cc\"><\/p>\n<p>Foto dari Robert Simmon di depan \u201cPualam Biru\u201d.<br \/>\nKredit: NASA\/W. Hrybyk <\/p>\n<p><\/font><\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>NASA secara terbuka mengakui bahwa gambar-gambar<br \/>\nmereka diciptakan dengan data komputer; gambar-gambar itu bukan foto. Ketika<br \/>\nRobert Simmon, sang visualisi dan perancang dari NASA ditanya, &#8220;Apa hal<br \/>\npaling keren yang pernah anda lakukan sebagai bagian dari pekerjaan anda di<br \/>\nGoddard?&#8221; dia menjawab:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;<u>Terakhir kali ada orang yang mengambil foto<br \/>\ndari atas orbit Bumi rendah yang menunjukkan seluruh belahan (satu sisi dari<br \/>\nsebuah bola) adalah pada tahun 1972 selama Apollo 17<\/u>. Satelit-satelit pada<br \/>\nSistem Observasi Bumi milik NASA (EOS) telah dirancang untuk memberikan laporan<br \/>\nkondisi kesehatan Bumi. Pada tahun 2002, kami akhirnya memiliki data yang cukup<br \/>\nuntuk membuat sebuah foto dari keseluruhan bumi. Jadi kami yang membuatnya. <u>Bagian<br \/>\nyang sulit adalah menciptakan sebuah peta datar dari permukaan bumi dengan menggunakan<br \/>\ndata satelit dalam kurun waktu empat bulan<\/u>. Reto Stockli, sekarang bertugas<br \/>\ndi Kantor Meteorologi dan Klimatologi Swiss, melakukan banyak pekerjaan ini. <u>Kemudian<br \/>\nkami membungkuskan peta datar itu di sekeliling sebuah bola. Bagian saya adalah<br \/>\nmembentuk permukaan, awan, dan lautan untuk memenuhi harapan orang banyak<br \/>\ntentang bagaimana Bumi terlihat dari luar angkasa<\/u>. Bola itu menjadi Bola<br \/>\nPualam Biru yang terkenal. Saya sangat senang dengan itu tetapi tidak tahu<br \/>\nseberapa luas itu akan tersebar. Kami tidak pernah berpikir itu akan menjadi<br \/>\nsebuah model. Saya pasti tidak pernah berpikir bahwa saya akan menjadi &#8220;Tn.<br \/>\nPualam Biru&#8221;. Dari saat itu kami memperbarui peta dasar dengan<br \/>\nmeningkatkan resolusi dan, pada tahun 2004, kami membuat serangkaian peta bulanan&#8221;.<br \/>\n(<a title=\"\" target=\"_blank\" href=\"http:\/\/www.nasa.gov\/centers\/Elohimdard\/about\/people\/RSimmon.html\">http:\/\/www.nasa.gov\/centers\/Elohimdard\/about\/people\/RSimmon.html<\/a>)<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse\" bgcolor=\"#ffffff\" border=\"1\" cellpadding=\"3\" cellspacing=\"0\">\n<tbody>\n<tr valign=\"top\">\n<td width=\"100%\">\n<p class=\"indenttext\"><strong>Bagaimana gambar &#8220;pualam<br \/>\nbiru&#8221; dari Bumi diciptakan?<\/strong> Menurut NASA, sebuah &#8220;peta datar&#8221;<br \/>\ndiciptakan dari data yang dianggap data satelit dan kemudian dibungkuskan<br \/>\n&#8220;di sekeliling sebuah bola&#8221;.  Gambar itu kemudian dipoles hingga<br \/>\n&#8220;sesuai dengan harapan masyarakat tentang bagaimana bumi terlihat dari<br \/>\nruang angkasa&#8221;.<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Celakalah orang yang menyembunyikan dalam-dalam<br \/>\nrancangannya terhadap Yahuwah, yang pekerjaan-pekerjaannya terjadi dalam gelap<br \/>\nsambil berkata: &#8220;Siapakah yang melihat kita dan siapakah yang mengenal<br \/>\nkita?&#8221; Betapa kamu memutarbalikkan segala sesuatu! Apakah tanah liat dapat<br \/>\ndianggap sama seperti tukang periuk, sehingga apa yang dibuat dapat berkata<br \/>\ntentang yang membuatnya: &#8220;Bukan dia yang membuat aku&#8221;; dan apa yang<br \/>\ndibentuk berkata tentang yang membentuknya: &#8220;Ia tidak tahu apa-apa&#8221;? (Lihat<br \/>\nYesaya 29:15-16).<\/p>\n<h3 align=\"center\">Siapa yang <em>anda<\/em><br \/>\npercaya? Nabi-nabi Yahuwah <em>atau<\/em> serikat<br \/>\nmiliter rahasia di NASA?<\/h3>\n<p class=\"indenttext\">Beginilah firman Yahuwah: &#8220;<strong>Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia<\/strong>, yang mengandalkan<br \/>\nkekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada Yahuwah! Ia akan<br \/>\nseperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya<br \/>\nkeadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang<br \/>\nasin yang tidak berpenduduk.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\"><strong>Diberkatilah<br \/>\norang yang mengandalkan Yahuwah, <\/strong>yang menaruh harapannya pada Yahuwah! Ia akan<br \/>\nseperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi<br \/>\nbatang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap<br \/>\nhijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti<br \/>\nmenghasilkan buah. (Lihat Yeremia 17:5-8).<\/p>\n<p align=\"center\"><span><img decoding=\"async\" alt=\"man letting the air out of globe\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/flat-earth-ball-2.jpg\"><\/span><\/p>\n<hr style=\"width: 33%\" align=\"left\">\n<p><span><\/span><font size=\"3\" face=\"Georgia\">Konten<br \/>\nTerkait:<\/font><\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"\/end-time-prophecy\/yesuit-bumi-yang-bulat-induk-dari-segala-konspirasi.html\">Yesuit &amp; Bumi yang Bulat: Induk dari Segala<br \/>\nKonspirasi<\/a><\/li>\n<li><a href=\"\/biblical-christian-beliefs\/bumi-datar-singkirkan-yang-bulat.html\">Bumi Datar: Singkirkan yang Bulat!<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<hr style=\"width: 100%\">\n<p><sup>1<\/sup> Walaupun ini adalah sebuah penafsiran yang dipegang<br \/>\noleh banyak penafsir Alkitab, adalah mungkin pendapat yang wajar bahwa \u201clingkaran<br \/>\nbumi\u201d yang disebutkan oleh Yesaya (Yes. 40:22) adalah sebenarnya sebuah rujukan<br \/>\npada bentuk lingkaran Bumi. Hal ini sangat masuk akal. Namun nabi dengan jelas<br \/>\ntidak mengatakan bahwa Bumi adalah bulat.<\/p>\n","protected":false},"featured_media":225046,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":[],"class_list":["post-110054","wlc-article","type-wlc-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","wlc-article-category-kepercayaan-alkitabiah","wlc-content-directory-flat-earth"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bumi Datar: Kebenaran Alkitab dalam Dunia yang Tidak Stabil - Worlds Last Chance<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/flat-earth-bible-truth-in-an-unstable-world\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bumi Datar: Kebenaran Alkitab dalam Dunia yang Tidak Stabil - Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"&#8220;Orang yang paling bijaksana adalah dia yang mengetahui dengan baik Alkitabnya, dan hidup sesuai dengan ajaran-ajaran kitabnya itu. Ada lebih banyak ilmu pengetahuan nyata yang akan ditemukan di dalam Alkitab, khususnya dalam kitab Kejadian, Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, Yesaya, dan Yehezkiel, melebihi yang dapat diperoleh dari semua Universitas dan Observatorium yang ada di dunia ini. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/flat-earth-bible-truth-in-an-unstable-world\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-21T18:00:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/flat-earth-bible-truth-in-an-unstable-world-poster-bahasa.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"250\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"159\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"25 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/flat-earth-bible-truth-in-an-unstable-world\/\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/flat-earth-bible-truth-in-an-unstable-world\/\",\"name\":\"Bumi Datar: Kebenaran Alkitab dalam Dunia yang Tidak Stabil - Worlds Last Chance\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/flat-earth-bible-truth-in-an-unstable-world\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/flat-earth-bible-truth-in-an-unstable-world\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/flat-earth-bible-truth-in-an-unstable-world-poster-bahasa.jpg\",\"datePublished\":\"2015-12-28T01:09:12+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-21T18:00:33+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/flat-earth-bible-truth-in-an-unstable-world\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/flat-earth-bible-truth-in-an-unstable-world\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/flat-earth-bible-truth-in-an-unstable-world\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/flat-earth-bible-truth-in-an-unstable-world-poster-bahasa.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/flat-earth-bible-truth-in-an-unstable-world-poster-bahasa.jpg\",\"width\":250,\"height\":159},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/flat-earth-bible-truth-in-an-unstable-world\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Articles\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Bumi Datar: Kebenaran Alkitab dalam Dunia yang Tidak Stabil\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/\",\"name\":\"Worlds Last Chance\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bumi Datar: Kebenaran Alkitab dalam Dunia yang Tidak Stabil - Worlds Last Chance","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/flat-earth-bible-truth-in-an-unstable-world\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bumi Datar: Kebenaran Alkitab dalam Dunia yang Tidak Stabil - Worlds Last Chance","og_description":"&#8220;Orang yang paling bijaksana adalah dia yang mengetahui dengan baik Alkitabnya, dan hidup sesuai dengan ajaran-ajaran kitabnya itu. Ada lebih banyak ilmu pengetahuan nyata yang akan ditemukan di dalam Alkitab, khususnya dalam kitab Kejadian, Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, Yesaya, dan Yehezkiel, melebihi yang dapat diperoleh dari semua Universitas dan Observatorium yang ada di dunia ini. [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/flat-earth-bible-truth-in-an-unstable-world\/","og_site_name":"Worlds Last Chance","article_modified_time":"2025-08-21T18:00:33+00:00","og_image":[{"width":250,"height":159,"url":"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/flat-earth-bible-truth-in-an-unstable-world-poster-bahasa.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"25 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/flat-earth-bible-truth-in-an-unstable-world\/","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/flat-earth-bible-truth-in-an-unstable-world\/","name":"Bumi Datar: Kebenaran Alkitab dalam Dunia yang Tidak Stabil - Worlds Last Chance","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/flat-earth-bible-truth-in-an-unstable-world\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/flat-earth-bible-truth-in-an-unstable-world\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/flat-earth-bible-truth-in-an-unstable-world-poster-bahasa.jpg","datePublished":"2015-12-28T01:09:12+00:00","dateModified":"2025-08-21T18:00:33+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/flat-earth-bible-truth-in-an-unstable-world\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/flat-earth-bible-truth-in-an-unstable-world\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/flat-earth-bible-truth-in-an-unstable-world\/#primaryimage","url":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/flat-earth-bible-truth-in-an-unstable-world-poster-bahasa.jpg","contentUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/flat-earth-bible-truth-in-an-unstable-world-poster-bahasa.jpg","width":250,"height":159},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/flat-earth-bible-truth-in-an-unstable-world\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Articles","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Bumi Datar: Kebenaran Alkitab dalam Dunia yang Tidak Stabil"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/","name":"Worlds Last Chance","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article\/110054","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/wlc-article"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=110054"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/225046"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=110054"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}