{"id":109824,"date":"2012-12-03T12:06:00","date_gmt":"2012-12-03T12:06:00","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/wlc-article\/migrating-konstantin-i-hillel-ii-dua-orang-yang-telah-menipu-seluruh-dunia\/"},"modified":"2025-08-21T16:19:14","modified_gmt":"2025-08-21T16:19:14","slug":"konstantin-i-hillel-ii-dua-orang-yang-telah-menipu-seluruh-dunia","status":"publish","type":"wlc-article","link":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/articles\/kalender-yahs\/konstantin-i-hillel-ii-dua-orang-yang-telah-menipu-seluruh-dunia\/","title":{"rendered":"Konstantin I &#038; Hillel II: Dua Orang Yang Telah Menipu Seluruh Dunia"},"content":{"rendered":"<h3 align=\"center\">\n2 Orang [Konstantin +<br \/>\nHillel] \u00f7 2 Agenda = 1 Penipuan yang sangat Besar<\/p>\n<\/h3>\n<p><strong><\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"3\" bordercolor=\"#000000\" bgcolor=\"#aad4e9\" border=\"1\">\n<tbody>\n<tr valign=\"top\">\n<td width=\"100%\">\n<p align=\"center\"><font size=\"2\"><strong><\/strong><\/font><\/p>\n<p align=\"center\"><strong>Pada abad ke-empat Masehi, hari Sabat kuno telah<br \/>\ndigantikan dengan hari Sabtu melalui sebuah perubahan kalender.<\/strong><strong><br \/>\nSabat yang sejati dari Kitab Suci telah hilang.<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Salah satu penipuan terbesar dalam sejarah dunia ini<br \/>\ntelah dilakukan hampir 1.700 tahun yang lalu melalui aksi dua orang. Kaisar<br \/>\nRomawi, Konstantin, melakukan perbuatan yang luar biasa: dia menyatukan<br \/>\nkerajaannya dengan memperkenalkan hari Minggu sebagai hari kebangkitan Yahushua<br \/>\ndan melarang penggunaan kalender Alkitabiah untuk menetapkan hari Paskah<br \/>\nPassover. Satu bagian pergerakan ini dilakukan melalui serangkaian tindakan.<br \/>\nPemimpin Yahudi, Hillel II, menanggapi penganiayaan yang ditimbulkan oleh<br \/>\nperaturan sang kaisar dengan merubah kalender Alkitab. Tindakan ini<br \/>\nmenggantikan hari Sabat yang sejati dengan hari Sabtu kafir. Itu adalah sebuah<br \/>\nmata rantai aksi dan reaksi dari tindakan heroik. Dampaknya berlangsung sampai<br \/>\nhari ini yang membuat semua orang Kristen dan umat Yahudi beribadah dengan<br \/>\nmenggunakan kalender Gregorian [kalender Masehi].<\/p>\n<p><font size=\"3\"><strong>AKSI<\/strong><\/font><\/p>\n<p><strong>Konstantin<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Konstantin I &amp;#038; Hillel II: Dua Orang Yang Telah Menipu Seluruh Dunia image\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-right: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/constantine-statue-face-1-2.jpg\" align=\"left\" height=\"452\" width=\"300\"><\/p>\n<p>Abad keempat adalah abad perubahan yang besar dalam<br \/>\narus lautan sejarah yang penuh gejolak. Kekristenan mendapatkan perhatian<br \/>\nterbesar yang pernah ada dari Kekaisaran Romawi, walaupun agama berhala melalui<br \/>\npengaruhnya tetap mendominasi. Waktunya tiba bagi seseorang yang memiliki<br \/>\nkekuatan dan inisiatif untuk memanfaatkan sebuah waktu yang unik dalam sejarah.<\/p>\n<p>Santo Konstantin Agung (272 &#8211; 337 M) secara luas<br \/>\ndipandang sebagai kaisar &#8220;Kristen&#8221; pertama dari Kekaisaran Romawi. Pada<br \/>\nkenyataannya dia, pertama-tama dan terutama, beragama kafir. Dia baru<br \/>\nmengijinkan dirinya dibaptis sesaat sebelum kematiannya, tetapi dia<br \/>\nmempertahankan posisinya sebagai pemimpin agama negara dan menjabat gelarnya<br \/>\nsebagai, <em>Pontifex Maximus<\/em>, sampai hari<br \/>\nkematiannya.<sup>[1]<\/sup> Bahkan Agama Katolik mengakui bahwa Konstantin<br \/>\nmempertahankan kantor <em>pontifex maximus<\/em><br \/>\nsetelah hari &#8220;pertobatannya.&#8221;<sup>[2]<\/sup><\/p>\n<p>Konstantin juga adalah seorang ahli strategi yang<br \/>\npintar dengan sebuah agenda politik. Dia ingin menyatukan dua kubu yang paling<br \/>\nberpengaruh dalam kerajaannya: penganut agama berhala dan orang-orang Kristen. Orang-orang<br \/>\nYahudi adalah sebuah kelompok minoritas yang dibenci dan yang pengaruhnya harus<br \/>\ndikontrol dan dipinggirkan. Dengan demikian, upaya Konstantin untuk menyatukan<br \/>\nkerajaannya berfokus pada menemukan landasan bersama untuk menyatukan<br \/>\norang-orang kafir di wilayah timur dan orang-orang Kristen yang sudah<br \/>\ndikafirkan di wilayah barat. Dan landasan bersama itu dia temukan di dalam hari<br \/>\nMinggu pada mingguan planetari kafir.<\/p>\n<p><a href=\"\/yahuwahs-calendar\/8-hari-per-minggu-sejarah-kalender-julian.html\">Kalender Julian mula-mula<\/a>, sama seperti kalender<br \/>\nRepublik Romawi sebelumnya, memiliki sebuah mingguan yang berisi delapan hari.<br \/>\nHuruf A sampai H mewakili hari-hari dalam setiap minggu. Pada saat itu,<br \/>\nnegara-negara yang berbeda menggunakan beberapa bentuk sistem penghitung waktu<br \/>\ndan dalam Kekaisaran Romawi itu sendiri, ada perbedaan wilayah dalam kalender<br \/>\nJulian. Mingguan kafir dengan tujuh hari masuk ke Roma pada abad pertama SM.<sup>[3]<\/sup><\/p>\n<p>Meskipun pada munculnya mingguan planetari, kalender<br \/>\nJulian mula-mula masih terus menggunakan bentuk mingguan yang berisi delapan<br \/>\nhari untuk beberapa waktu kemudian. &#8220;Siklus Nundinal [delapan-hari pasar]<br \/>\npada akhirnya digantikan oleh mingguan tujuh hari moderen, yang pertama-tama<br \/>\nmulai digunakan di Italia selama periode kekaisaran awal,<sup>[4]<\/sup> <em>setelah<\/em> kalender Julian berlaku pada<br \/>\ntahun 45 SM. <em>Sistem huruf nundinal (hari<br \/>\npasar) juga disesuaikan ke dalam mingguan [tujuh-hari]&#8230;. Untuk sementara,<br \/>\nmingguan itu dan siklus nundinal berjalan berdampingan, <strong>tetapi pada waktu mingguan itu secara resmi telah diadopsi oleh<br \/>\nKonstantin pada tahun 321 M<\/strong>, siklus nundinal tidak pernah digunakan lagi<\/em>.&#8221;<sup>[5]<\/sup><br \/>\nWalaupun mingguan planetari kafir yang berisi tujuh hari sudah dikenal oleh bangsa<br \/>\nRomawi dan digunakan secara regional, namun kalender Julian yang digunakan<br \/>\nselama dan segera setelah masa hidup Yahushua, masih menggunakan mingguan yang<br \/>\nberisi delapan hari.<\/p>\n<p>Fakta ini didukung oleh bukti-bukti arkeologi: Fasti<br \/>\nkalender Julian yang masih ada sampai saat ini menunjukkan mingguan yang berisi<br \/>\ndelapan hari maupun daftar dari keduanya baik mingguan yang berisi delapan hari<br \/>\ndan tujuh hari pada kalender yang sama.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Penurunan penggunaan mingguan yang berisi delapan<br \/>\nhari bertepatan dengan perluasan kerajaan Roma. . . . Mingguan astrologi<br \/>\n[planetari] dan mingguan Kristen yang berisi tujuh hari yang baru saja<br \/>\ndiperkenalkan ke Roma juga menjadi semakin populer. Ada bukti yang menunjukkan<br \/>\nbahwa mingguan bangsa Romawi yang berisi delapan hari dan dua siklus mingguan tujuh<br \/>\nhari itu digunakan secara bersamaan selama beberapa waktu. Namun, kebersamaan<br \/>\ndari dua irama mingguan ini sepenuhnya telah keluar dari fase satu sama lain sehingga<br \/>\ntidak mungkin dipertahankan untuk waktu yang lama. Salah satu dari dua bentuk<br \/>\nmingguan ini jelas harus ditinggalkan. Seperti yang kita semua tahu, mingguan<br \/>\nyang berisi delapan harilah yang segera menghilang dari halaman sejarah untuk selamanya.<sup>[6]<\/sup><\/p>\n<p>Ini bukanlah sebuah perubahan yang langsung. Seiring<br \/>\ndengan semakin populernya mingguan planetari yang berisi tujuh hari, penggunaan<br \/>\nhuruf (A sampai G) untuk menandai jenis-jenis hari dikesampingkan dan hari-hari<br \/>\ndalam setiap minggu diberi nama sesuai dengan nama-nama dewa planet.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Tidak diragukan lagi bahwa perbauran orang-orang<br \/>\nIran [Persia] telah memiliki peran yang cukup besar dalam pengadopsian secara umum<br \/>\nmingguan yang menjadikan hari Minggu sebagai hari suci, oleh orang-orang kafir.<em>Nama-nama yang kita gunakan, tanpa sadar,<br \/>\npada enam hari yang lain, mulai dipakai pada saat yang sama ketika agama<br \/>\nMithrais mendapatkan pengikut-pengikut di provinsi-provinsi di wilayah Barat,<br \/>\ndan dengan perlahan membangun sebuah hubungan kebetulan antara kemenangan itu<br \/>\ndan fenomena kebersamaan<\/em>.<sup>[7]<\/sup><\/p>\n<p>Bukti arkeologi menunjukkan bahwa orang-orang Kristen<br \/>\nmenulisi nisan-nisan pada makam mereka dengan tanggal ganda, yaitu tanggal<br \/>\nmenurut kalender matahari Julian dan tanggal menurut kalender luni-solar<br \/>\nAlkitab. Salah satu dari nisan yang seperti ini, bertanggal, Jumat, 5 November,<br \/>\ntahun 269 M menyatakan: &#8220;Berdasarkan konsul Claudius dan Paternus, pada<br \/>\nNones November, pada hari Venus, dan pada tanggal 24 bulan lunar, Leuces menempatkan<br \/>\n[nisan ini] untuk anak perempuannya yang sangat disayanginya, Severa, dan kepada<a href=\"\/biblical-christian-beliefs\/roh-kudus-hadirat-yahuwah.html\">Roh Kudus<\/a>. Dia meninggal [di usia] 55<br \/>\ntahun, 11 bulan, [dan] 10 hari.&#8221;<sup>[8]<\/sup><\/p>\n<table cellspacing=\"10\" align=\"left\" height=\"370\" border=\"0\" width=\"351\">\n<tbody>\n<tr>\n<td valign=\"top\" align=\"justify\"><strong><font color=\"#6699cc\"><img decoding=\"async\" style=\"margin-left: 0px\" alt=\"Roman Stick Calendar from the Baths of Titus\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/roman-stick-calendar-2.png\" align=\"\" border=\"0\"><\/font><font color=\"#6699cc\">Kalender tempel ini berasal dari Kolam Permandian Titus, yang dibangun pada tahun 79-81 M, menunjukkan dewa Saturnus, memegang sabitnya, sebagai dewa dari hari pertama pada setiap minggu (hari Sabtu). Dewa matahari setelahnya (hari Minggu), diikuti oleh dewi bulan (hari senin) pada hari ketiga dalam setiap minggu.<\/font><\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Situasi seperti <em>inilah<\/em><br \/>\nyang dimanfaatkan oleh Konstantin untuk melanjutkan agenda politiknya. Itu<br \/>\nadalah tindakan penyeimbangan halus yang lebih disukai oleh kubu penganut agama<br \/>\nberhala melebihi orang-orang Kristen. Pertama, dia memberlakukan serangkaian peraturan<br \/>\nyang memuliakan hari dewa Matahari, <em>Dies<br \/>\nSolis<\/em>, atau hari Minggu. Pada mingguan planetari asli, hari Sabtu<br \/>\nsebenarnya adalah hari pertama dalam mingguan itu. Hari Minggu adalah hari<br \/>\nkedua dalam mingguan itu dan hari Jumat adalah hari ketujuh.<\/p>\n<p>Namun, Matahari, adalah simbol pribadi dari Konstantin.<br \/>\nDia mempunyai ukiran Sol Invictus (Matahari Yang Tak Terkalahkan) pada koin-koinnya<br \/>\ndan itu tetap menjadi slogan pribadinya di sepanjang hidupnya. Memuliakan hari<br \/>\nMinggu diterima oleh para penganut agama berhala dan menjadi sesuatu yang telah<br \/>\ndikompromikan oleh beberapa orang Kristen. Pada abad kedua, beberapa orang<br \/>\nKristen (terutama yang tinggal di wilayah barat) sudah menghadiri penghormatan<br \/>\nhari Minggu sebagai hari kebangkitan Sang Juruselamat. Ini adalah awal yang<br \/>\ndibutuhkan oleh Konstantin untuk menyatukan agama berhala dan agama Kristen.<\/p>\n<p class=\"indenttext\"><em>Hukum hari<br \/>\nMinggu Konstantin seharusnya tidak dinilai berlebihan<\/em>. Dia memerintahkan<br \/>\npemeliharaan, atau lebih tepatnya melarang penodaan umum terhadap hari Minggu, bukan<br \/>\ndemi <em>Sabbatum<\/em> [hari Sabat] atau <em>Dies Domini<\/em> [hari Tuhan], tetapi demi<br \/>\ngelar astrologi dan kafir lamanya, <em>Dies<br \/>\nSolis<\/em> [hari Minggu], yang akrab bagi semua golongan yang ditujunya,<br \/>\nsehingga hukum ini diberlakukan untuk para penyembah Hercules, Apollo, dan<br \/>\nMithras, sama seperti untuk orang-orang Kristen. <em>Tidak ada referensi apapun dalam hukumnya yang terkait baik dengan<br \/>\nperintah keempat atau dengan kebangkitan Kristus<\/em>.<sup>[9]<\/sup><\/p>\n<p>Konstantin dipandang sebagai seorang Kristen karena<br \/>\nhukum hari Minggunya, tapi &#8220;hukum hari Minggunya&#8221; dibuat ambigu. Dia<br \/>\ningin agar hukum itu diterima baik oleh penganut agama berhala maupun oleh<br \/>\norang-orang Kristen!<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Bagaimana hukum yang seperti itu dapat memajukan rancangan<br \/>\nKonstantin tidak sulit untuk ditemukan. Ini akan memberi kehormatan khusus pada<br \/>\nperayaan dari gereja orang-orang Kristen,<sup>[10]<\/sup> dan itu akan<br \/>\nmemberikan keuntungan yang tidak sedikit untuk para penganut agama berhala itu<br \/>\nsendiri. <em>Bahkan tidak ada bagian dalam<br \/>\nkeputusan ini yang mungkin tidak ditulis oleh para penganut agama berhala<\/em>.<br \/>\nHukum itu memberikan penghormatan kepada dewa berhala yang telah diadopsi oleh<br \/>\nKonstantin sebagai dewa pelindung khususnya, Apollo atau dewa Matahari. <em>Nama hari itu sendiri sesungguhnya sudah<br \/>\nmembuat ambigu<\/em>. Istilah hari Minggu (<em>dies<br \/>\nSolis<\/em>) telah digunakan di kalangan orang-orang Kristen sama seperti di<br \/>\nkalangan para penganut agama berhala.<sup>[11]<\/sup><\/p>\n<p>Mingguan planetari yang berisi tujuh hari adalah<br \/>\nkendaraan untuk melakukan perubahan. Baik mingguan delapan hari milik Julian maupun<br \/>\nmingguan tujuh hari Alkitab dikesampingkan demi mingguan planetari agama Mithrais.<br \/>\nMingguan ini berasal dari agama berhala, <em>bukan<\/em><br \/>\ndari Alkitab sebagaimana yang disangkakan oleh orang-orang Kristen zaman<br \/>\nsekarang. &#8220;Waktunya sudah matang untuk menyatukan negara dan gereja, yang<br \/>\nmasing-masing sudah saling membutuhkan. Karena kepintaran Konstantin dalam<br \/>\nmenyadari hal ini dan bertindak atasnya. Dia menawarkan perdamaian kepada<br \/>\ngereja, asalkan gereja mau mengakui negara dan mendukung kekuasaan<br \/>\nkekaisaran.&#8221;<sup>[12]<\/sup><\/p>\n<p>Hukum hari Minggu Konstantin sudah menyatukan para<br \/>\npenganut agama berhala dengan kebanyakan orang-orang Kristen. Namun, hukum ini juga<br \/>\ndigunakan untuk memunculkan pertikaian yang telah berlangsung selama lebih dari<br \/>\n100 tahun: kapan waktu untuk merayakan pengorbanan Sang Juruselamat. Sampai masa<br \/>\nini, banyak orang Kristen, terutama yang tinggal di wilayah timur, masih beribadah<br \/>\npada <a href=\"\/yahuwahs-calendar\/sabat-hari-ketujuh-memperbaiki-tembok-yang-tembus.html\">Sabat hari ketujuh<\/a> serta memelihara perayaan<br \/>\ntahunan Yahuwah yang ditentukan dengan menggunakan <a href=\"\/yahuwahs-calendar\/kalender-sang-pencipta.html\">kalender luni-solar Alkitab<\/a>. Bahkan banyak orang yang menganut<br \/>\nperibadatan pada hari Minggu masih menggunakan kalender yang Alkitabiah untuk<br \/>\nmenetapkan hari Paskah.<\/p>\n<table cellspacing=\"15\" align=\"right\" height=\"198\" border=\"0\" width=\"247\">\n<tbody>\n<tr>\n<td valign=\"top\" align=\"center\"><a href=\"\/yahuwahs-calendar\/paskah-easter-paskah-kafir.html\" title=\"\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" title=\"\" style=\"margin-left: 0px\" alt=\"Paskah Easter | Paskah Kafir\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/easter-pagan-passover-poster-bahasa.jpg\" height=\"159\" border=\"0\" width=\"250\"><\/a><strong><font color=\"#6699cc\"><a href=\"\/yahuwahs-calendar\/paskah-easter-paskah-kafir.html\" title=\"\"><\/p>\n<p>Paskah Easter | Paskah Kafir<br \/>\n<\/a><\/font><\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Itu adalah sebuah perdebatan lama yang melibatkan<br \/>\ndua kalender yang berbeda.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Sejak abad kedua Masehi telah terjadi sebuah perbedaan<br \/>\npendapat mengenai tanggal untuk merayakan hari Paskah (Paskah Easter) peringatan<br \/>\nhari kasih Tuhan (kematian, penguburan, dan kebangkitan-Nya). Pelaksanaan yang <em>paling kuno<\/em> tampaknya telah merayakannya<br \/>\npada tanggal keempat belas (tanggal Paskah Passover), kelima belas, dan hari<br \/>\nkeenam belas bulan lunar <em>terlepas dari<br \/>\nhari dalam mingguan [Julian] dimana tanggalnya mungkin jatuh dari tahun ke<br \/>\ntahun<\/em>. Para uskup Roma, yang berkeinginan untuk meningkatkan pemeliharaan<br \/>\nhari Minggu sebagai hari perayaan bagi gereja, memutuskan bahwa perayaan<br \/>\ntahunan harus selalu diadakan pada hari Jumat, hari Sabtu, dan hari Minggu<br \/>\nsetelah hari yang keempat belas dari bulan lunar. Di Roma, hari Jumat dan hari Sabtu<br \/>\nPaskah Easter adalah hari berpuasa, dan pada hari Minggu puasa disudahi dengan<br \/>\nmenikmati perjamuan. <em>Pertikaian ini telah<br \/>\nberlangsung hampir dua abad, sampai Konstantin campur tangan atas nama para<br \/>\nuskup Roma dan melarang praktek kelompok yang lain<\/em>.<sup>[13]<\/sup><\/p>\n<p>Sebuah pernyataan yang diungkapkan oleh Eusebius<br \/>\ndari Kaisarea mengatakan bahwa gereja-gereja di Asia telah lama melakukan<br \/>\nperayaan hari Paskah Passover pada tanggal 14 Abib, sedangkan gereja-gereja yang<br \/>\nada di wilayah barat telah dialihkan untuk merayakan <a href=\"\/yahuwahs-calendar\/paskah-easter-paskah-kafir.html\">Paskah Easter hari Minggu<br \/>\nkafir<\/a>:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Sebuah pertanyaan dengan kepentingan yang tidak<br \/>\nkecil telah muncul pada waktu itu [akhir abad kedua] kepada paroki dari seluruh<br \/>\nAsia, seperti dari tradisi yang lebih tua, menyatakan bahwa pada <em>hari keempat belas bulan, hari di mana<br \/>\norang-orang Yahudi diperintahkan untuk mengorbankan anak domba<\/em>, harus peringati<br \/>\nsebagai hari raya Paskah Passover bagi sang Juruselamat. Oleh karena mereka<br \/>\nharus menghentikan puasanya pada waktu itu, <em>tanpa<br \/>\nmemandang hari itu jatuh pada hari apapun di dalam mingguan [Julian]<\/em>. Tapi<br \/>\nitu bukanlah kebiasaan dari semua gereja-gereja di seluruh dunia untuk<br \/>\nmengakhirinya pada masa ini &#8230;. <sup>[14]<\/sup><\/p>\n<p><a href=\"\/yahuwahs-calendar\/siklus-mingguan-tidak-terputus-terbukti-salah.html\">Siklus mingguan yang tidak<br \/>\nterputus dari kalender Julian<\/a> berarti bahwa Paskah Passover yang Alkitabiah pada tanggal<br \/>\n14 Abib bisa jatuh pada hari apapun dalam mingguan Julian. Akibatnya, tanggal<br \/>\n16 Abib, yaitu hari kebangkitan, tidak akan selalu jatuh pada hari Minggu.<br \/>\nMereka memaksakan perayaan Paskah Easter menurut kalender Julian dengan menyusun<br \/>\nsebuah keputusan, yang menyatakan bahwa semua orang Kristen harus merayakan<br \/>\nhari kebangkitan pada hari Minggu Paskah Easter, dan bukan pada hari Paskah<br \/>\nPassover pada tanggal 14 Abib. Dengan demikian, peringatan hari suci kafir ini<br \/>\nyang seolah-olah menghormati kebangkitan Yesus ini menggantikan Hari Raya Yahuwah<br \/>\nuntuk memperingati kematian Yahushua.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Sinode dan pertemuan para uskup diadakan untuk<br \/>\nperihal ini, dan semuanya, dengan satu persetujuan, melalui korespondensi satu<br \/>\nsama lain menyusun sebuah keputusan gerejawi, bahwa perihal kebangkitan Tuhan<br \/>\nharus dirayakan bukan pada hari yang lain melainkan pada hari Tuhan [hari Minggu],<br \/>\ndan bahwa kita harus melakukan penutupan puasa Paskah hanya pada hari ini saja.<sup>[15]<\/sup><\/p>\n<table cellspacing=\"15\" align=\"left\" height=\"198\" border=\"0\" width=\"247\">\n<tbody>\n<tr>\n<td valign=\"top\" align=\"center\"><a href=\"\/yahuwahs-calendar\/kebangkitan-paskah-easter-atau-buah-pertama.html\" title=\"\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" title=\"Kebangkitan: Paskah Easter? atau Buah Pertama?\" style=\"margin-left: 0px\" alt=\"Kebangkitan: Paskah Easter? atau Buah Pertama?\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/the-resurrection-easter-or-first-fruits-bahasa-1.jpg\" height=\"159\" border=\"0\" width=\"250\"><\/a><strong><font color=\"#6699cc\"><a href=\"\/yahuwahs-calendar\/kebangkitan-paskah-easter-atau-buah-pertama.html\" title=\"\"><\/p>\n<p>Kebangkitan: Paskah Easter? atau Buah Pertama?<br \/>\n<\/a><\/font><\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Mereka yang menganut penanggalan yang Alkitabiah<br \/>\nsegera memprotes keputusan para uskup di wilayah Barat. Dalam surat yang<br \/>\ndikirim kepada Victor, Uskup Roma, Polycrates menyatakan keyakinannya untuk<br \/>\nterus menggunakan kalender Alkitabiah untuk memperingati hari Paskah Passover.<br \/>\nSuratnya sangat penting terutama untuk orang-orang Kristen pada zaman sekarang<br \/>\nini karena surat itu menyebutkan rasul Yohanes yang Dikasihi dan Rasul Filipus<br \/>\nsebagai para pemelihara Paskah Passover! Eusebius mengatakan:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Tapi para uskup dari wilayah Asia, yang dipimpin<br \/>\noleh Polycrates, <em>memutuskan untuk<br \/>\nberpegang pada kebiasaan lama yang telah diturunkan kepada mereka<\/em>. Dia<br \/>\nsendiri, dalam surat yang dia tujukan kepada Victor dan gereja Roma, menjelaskan<br \/>\ndalam kata-kata berikut kebiasaan yang telah diturunkan kepadanya:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Kami memperingati hari yang benar; bukan menambahkan,<br \/>\njuga bukan menghilangkan. Karena di Asia juga terang yang besar telah tertidur,<br \/>\nyang akan muncul kembali pada hari kedatangan Tuhan, ketika Dia akan datang<br \/>\ndengan kemuliaan-Nya dari surga, dan untuk mendapatkan semua orang kudus. Di<br \/>\nantaranya adalah Filipus, salah satu dari keduabelas rasul. . . dan, apalagi, Yohanes,<br \/>\nyang adalah sekaligus sebagai saksi dan seorang guru, yang bersandar pada<br \/>\npangkuan Tuhan, dan. . . tertidur di Efesus. Dan Polikarpus di Smyrna, yang<br \/>\nadalah seorang uskup dan telah menjadi martir. . . <em>Mereka semua ini memperingati hari keempat belas Paskah Passover<br \/>\nberdasarkan Injil, bukan untuk menyimpang dengan tidak hormat, tapi mengikuti<br \/>\naturan iman<\/em>.<sup>[16]<\/sup><\/p>\n<p>Jika orang-orang percaya yang tinggal di Asia<br \/>\nmenolak untuk meninggalkan kalender Alkitabiah untuk menetapkan hari Paskah<br \/>\nPassover, besar kemungkinan bahwa mereka juga telah menolak untuk meninggalkan <a href=\"\/yahuwahs-calendar\/sabat-lunar.html\">Sabat yang sejati<\/a> yang ditentukan dengan menggunakan<br \/>\nkalender yang sama. Uskup Roma &#8220;segera berusaha untuk menyingkirkan paroki<br \/>\ndari seluruh Asia dari persekutuan umum, dengan gereja-gereja yang setuju<br \/>\ndengan mereka dan menganggapnya sebagai orang-orang yang menyimpang; dan dia<br \/>\nmenulis surat dan menyatakan semua saudara yang ada di sana telah sepenuhnya<br \/>\ndikucilkan.&#8221;<sup>[17]<\/sup><\/p>\n<p>Adalah penting untuk dicatat bahwa tidak pernah ada perdebatan<br \/>\nmengenai kapan waktu kebangkitan benar-benar terjadi. Kedua kubu mengakui bahwa<br \/>\nkebangkitan terjadi pada tanggal 16 Abib berdasarkan kalender luni-solar.<br \/>\nPerselisihan, seperti yang tercantum dalam kutipan di atas, adalah lebih kepada<br \/>\nkapan waktu untuk <em>merayakannya<\/em>.<br \/>\nTanggal-tanggal ditetapkan oleh kalender, sehingga pada akhirnya, itu adalah perdebatan<br \/>\nmengenai kalender yang mana yang akan digunakan untuk menentukan waktu perayaan.<br \/>\nDalam rangka untuk benar-benar menyatukan orang-orang Kristen dan orang-orang<br \/>\nkafir menjadi sama, peringatan hari penyaliban dan hari kebangkitan harus dipindahkan<br \/>\ndari kalender luni-solar Alkitab ke kalender matahari Julian kafir. Empat tahun<br \/>\nsetelah keputusan untuk menghormati hari Minggu dikeluarkan pada tahun 321 M, Konstantin<br \/>\nmengadakan Konsili Nicea pada tahun 325 untuk menyelesaikan perdebatan ini.<\/p>\n<p>Peringatan hari pengorbanan Sang Juruselamat tidak<br \/>\nlagi dapat dirayakan pada hari ke-14, 15 dan 16 dari bulan Abib berdasarkan<br \/>\nkalender luni-solar. Di masa berikutnya, peringatan tersebut telah dipindahkan<br \/>\nke hari Jumat, hari Sabtu dan pada Paskah Easter hari Minggu berdasarkan<br \/>\nkalender Julian, yang dapat mengambang dari tanggal 20-22 di bulan Maret sampai<br \/>\npada tanggal 22-25 di bulan April. Uskup Roma sendiri, yang menginginkan kekuasaan<br \/>\ndan pengaruh yang lebih besar, sangat memberikan pengaruhnya dengan Konstantin.<br \/>\n&#8220;Pada masa pemerintahan Konstantin, kemurtadan di dalam gereja sudah siap<br \/>\nuntuk didukung oleh penguasa sipil yang ramah untuk memberikan kekuatan<br \/>\npemaksaan.&#8221;<sup>[18]<\/sup><\/p>\n<p>Konstantin dengan tegas menginginkan agar<br \/>\npenanggalan kaum Yahudi seharusnya tidak lagi digunakan untuk menetapkan tanggal-tanggal<br \/>\ntersebut.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Pada Konsili Nice [Nicea], penghubung terakhir yang<br \/>\nmenghubungkan Kekristenan dengan induknya telah diputuskan. Perayaan Paskah<br \/>\nEaster yang sampai hari ini dirayakan oleh sebagian besar orang bersamaan<br \/>\ndengan Paskah Passover Yahudi, dan bahkan pada hari-hari yang telah dihitung<br \/>\ndan ditetapkan oleh Sanhedrin di Yudea untuk dirayakan; <em>namun di masa depan perayaan hari-hari tersebut telah sepenuhnya<br \/>\nterbebas dari kalender Yahudi<\/em>. Sebab adalah merupakan tindakan diluar<br \/>\nkepantasan jika pada perayaan-perayaan Paskah Easter yang paling kudus ini kita<br \/>\nharus mengikuti kebiasaan-kebiasaan orang-orang Yahudi.  Untuk selanjutnya, jangan sampai kita<br \/>\nmemiliki kesamaan dengan orang-orang najis ini; Juruselamat kita telah<br \/>\nmenunjukkan kepada kita jalan yang lain. Hal ini memang akan terlihat konyol<br \/>\njika orang-orang Yahudi dapat menyombongkan diri bahwa kita tidak dapat<br \/>\nmerayakan Paskah tanpa bantuan dari aturan-aturan mereka<br \/>\n(perhitungan-perhitungan)&#8221;. Pernyataan ini dikaitkan dengan Kaisar<br \/>\nKonstantin. . . [Dan menjadi] prinsip Gereja sekarang untuk menentukan nasib<br \/>\norang-orang Yahudi.<sup>[19]<\/sup><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"3\" bordercolor=\"#000000\" bgcolor=\"#ffffff\" border=\"1\">\n<tbody>\n<tr valign=\"top\">\n<td width=\"100%\">\n<p class=\"indenttext\"><strong>Konstantin telah mencapai tiga hal ini, sebuah efek<br \/>\nbergelombang yang bergema sampai pada hari ini:<\/strong><\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">1. Membuat standar<br \/>\nmingguan tujuh hari planetari yang membuat <em>dies<br \/>\nSolis<\/em> (hari Minggu) menjadi hari pertama dalam setiap minggu, dan <em>dies saturni<\/em> (hari Sabtu) menjadi hari<br \/>\nterakhir setiap minggu.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">2. Meninggikan<br \/>\nPaskah  Easter dan menjamin bahwa Paskah<br \/>\nPassover yang sejati dan Paskah Easter kafir tidak akan pernah jatuh pada hari<br \/>\nyang sama.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">3. Meninggikan<em>dies Solis<\/em> sebagai hari ibadah bagi<br \/>\norang-orang kafir dan orang-orang Kristen sekaligus.<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>\nEfek jangka panjang yang timbul membuat &#8220;Paskah<br \/>\nEaster hari Minggu&#8221; masuk ke dalam pandangan orang-orang Kristen dan<br \/>\ndianggap sebagai <a href=\"\/yahuwahs-calendar\/kebangkitan-paskah-easter-atau-buah-pertama.html\">Hari kebangkitan Kristus<\/a>. <em>Akibat yang wajar dari penataan ulang perhitungan waktu ini adalah lahirnya<br \/>\nanggapan bahwa hari sebelum Paskah Easter hari Minggu, yaitu hari Sabtu, adalah<br \/>\nhari Sabat sejati yang kekal dari Alkitab. Ini adalah makna sebenarnya dari<br \/>\n&#8220;hukum hari Minggu&#8221; Konstantin<\/em> dan hal itu telah meletakkan dasar<br \/>\nuntuk asumsi moderen bahwa siklus mingguan tidak terputuslah yang selama ini<br \/>\nada.<sup>[20]<\/sup><\/p>\n<p>Hasil dari aksi Konstantin ini sebenarnya disukai kubu<br \/>\npenganut agama berhala dalam kekaisaran. Namun, para uskup Roma yang korup<br \/>\nmampu menyajikan tindakan ini sebagai aksi yang menguntungkan bagi orang-orang<br \/>\nKristen. &#8220;Pada masa pemerintahan Konstantin, kemurtadan di dalam gereja<br \/>\nsudah siap untuk didukung oleh penguasa sipil yang ramah untuk memberikan<br \/>\nkekuatan pemaksaan.&#8221;<sup>[21]<\/sup> Kalender luni-solar yang sejati, yang diturunkan<br \/>\ndari masa Penciptaan dan pada zaman Musa, telah hilang.<\/p>\n<p><font size=\"3\"><strong>Hasil<\/strong><\/font><\/p>\n<p>Hasil dari paham ekumene Konstantin dengan cepat<br \/>\nterasa. Semua orang yang menolak untuk meninggalkan penggunaan kalender<br \/>\nAlkitabiah untuk menetapkan hari Paskah Passover, merasakan tangan penindasan<br \/>\nberat yang menimpa mereka. Anak Konstantin, Konstantius, membawa tindakan<br \/>\nayahnya satu langkah lebih jauh dengan melarang orang-orang Yahudi juga untuk<br \/>\nmenggunakan kalender Alkitab. Sejarawan David Sidersky menemukan bahwa: &#8220;Adalah<br \/>\nsudah lebih tidak mungkin lagi di bawah pemerintahan Konstantius untuk<br \/>\nmenerapkan kalender yang lama&#8221;.<sup>[22]<\/sup><\/p>\n<p class=\"indenttext\">Dalam tahun-tahun berikutnya, orang-orang Yahudi berjalan<br \/>\nmelalui &#8220;besi dan api&#8221;. Kaisar Kristen melarang perhitungan kalender<br \/>\nYahudi, dan tidak mengijinkan pengumuman <a href=\"\/yahuwahs-calendar\/harihari-raya-sorgawi.html\">hari-hari raya<\/a>. Graetz mengatakan,<br \/>\n&#8220;Masyarakat Yahudi yang tersisa telah dibiarkan berada dalam keraguan mengenai<br \/>\nkeputusan keagamaan yang paling penting: contohnya yang berkaitan dengan perayaan-perayaan<br \/>\nagama mereka&#8221;. Dampaknya kemudian adalah pembuatan sebuah kalender dan perhitungan<br \/>\nIbrani yang tetap oleh Hillel II.<sup>[23]<\/sup><\/p>\n<table cellspacing=\"15\" align=\"left\" height=\"198\" border=\"0\" width=\"247\">\n<tbody>\n<tr>\n<td valign=\"top\" align=\"center\"><a href=\"\/yahuwahs-calendar\/perubahan-kekristenan-menjadi-kafir.html\" title=\"\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" title=\"Perubahan: Kekristenan Menjadi Kafir\" style=\"margin-left: 0px\" alt=\"Perubahan: Kekristenan Menjadi Kafir\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/changeling-poster-bahasa.jpg\" height=\"167\" border=\"0\" width=\"250\"><\/a><strong><font color=\"#6699cc\"><a href=\"\/yahuwahs-calendar\/perubahan-kekristenan-menjadi-kafir.html\" title=\"\"><\/p>\n<p>Perubahan: Kekristenan Menjadi Kafir<br \/>\n<\/a><\/font><\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Tindakan Konstantius juga berdampak pada orang-orang<br \/>\nKristen kerasulan. Walaupun Tertullian<sup>[24]<\/sup> mengungkapkan Kekristenan<br \/>\nyang sudah dikafirkan sudah memindahkan hari ibadah mereka ke &#8220;hari dewa Matahari&#8221;<br \/>\npada awal abad kedua, namun orang-orang yang lain tetap memelihara hari Sabat<br \/>\nyang sejati selama lebih dari 1.000 tahun. Hampir 40 tahun setelah Konsili<br \/>\nNicea, Dewan Laodikia (363-364 M) merilis sebuah pernyataan yang menuntut agar<br \/>\norang-orang Kristen bekerja pada hari Sabat dan menjauhkan diri dari setiap<br \/>\npekerjaan pada hari Tuhan [hari Minggu]. Keputusan ini, yang diterjemahkan ke<br \/>\ndalam bahasa Indonesia, menyatakan:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Orang-orang Kristen tidak boleh menjadi sama dengan<br \/>\norang-orang Yahudi dan menganggur pada hari Sabtu, tetapi harus bekerja pada hari<br \/>\nitu; tapi hari Tuhan mereka harus hormati secara khusus, dan, sebagai orang<br \/>\nKristen, harus, jika mungkin, tidak melakukan pekerjaan pada hari itu. Namun<br \/>\njika, mereka ditemukan menjadi sama seperti orang-orang Yahudi, mereka akan dibuang<br \/>\ndari Kristus.<\/p>\n<p>Menurut seorang sarjana dan uskup Katolik Roma, Karl<br \/>\nJosef von Hefele (1809-1893), penggunaan kata &#8220;hari Sabtu&#8221; dalam<br \/>\nkutipan di atas tidak benar. Dalam bahasa aslinya, kata yang digunakan adalah <em>hari Sabat<\/em> atau <em>Sabbato<\/em> bukan <em>dies saturni<\/em><br \/>\natau hari Sabtu.<\/p>\n<p class=\"indenttext\"><em>Quod non oportet Christianos Judaizere et otiare<br \/>\nin <u>Sabbato<\/u>, sed operari in eodem die. Preferentes autem in<br \/>\nveneratione Dominicum diem si vacre voluerint, ut Christiani hoc faciat; quod<br \/>\nsi reperti fuerint Judaizere Anathema sint a Christo.<\/em><\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Orang-orang Kristen pada saat perubahan kalender terjadi<br \/>\ntidak bingung mengenai hari Sabtu yang berubah menjadi hari Sabat. Semua orang<br \/>\ntahu bahwa dies saturni baru saja dipindahkan dari hari pertama pada mingguan<br \/>\nplanetari kafir ke hari terakhir. . . sementara Sabbato adalah hari ketujuh berdasarkan<br \/>\nkalender luni-solar Yahudi dengan tidak ada yang dalam kekuasaannya ingin<br \/>\ndikaitkan. Sekali lagi, ini adalah dua hari yang berbeda pada dua sistem<br \/>\nkalender yang berbeda.<sup>[25]<\/sup><\/p>\n<p>Kekuatan politik Roma memberikan dukungan kepada<br \/>\nkeputusan keagamaan Konstantin dan Konstantius. Sementara beberapa sarjana<br \/>\ntelah keliru menganggap bahwa konflik itu mengenai hari Sabtu melawan hari<br \/>\nMinggu, fakta sejarah menunjukkan bahwa orang-orang saat itu menyadari<br \/>\nkeberadaan kalender luni-solar Alkitab dan bagaimana menggunakannya. Banyak<br \/>\norang-orang percaya yang tinggal di wilayah timur atau di luar jangkauan<br \/>\nKekaisaran Romawi tidak suka meninggalkan pengatur-waktu Alkitab.<br \/>\n&#8220;Orang-orang Kristen ini yang sedang mencari jalan keluar dari kesulitan<br \/>\nmereka memelihara hari Sabat berpindah menjadi lebih menghormati hari pertama dari<br \/>\nmingguan [Julian]. Tetapi orang-orang lain di pinggiran Kekaisaran, di mana<br \/>\nanti-paham Yahudi tidak ada, mereka tetap melanjutkan penghormatan mereka pada<br \/>\nSabat hari ketujuh.&#8221;<sup>[26]<\/sup><\/p>\n<p><font size=\"3\"><strong>REAKSI<\/strong><\/font><\/p>\n<p><strong>Hillel II<\/strong><\/p>\n<p>Sama seperti Konstantin yang menjadi kekuatan di<br \/>\nbalik tindakan yang akhirnya menyebabkan kehancuran kalender Alkitabiah untuk<br \/>\ndigunakan oleh orang-orang Kristen, pria lain, seorang Yahudi, bertanggung<br \/>\njawab untuk reaksi yang memiliki dampak yang berpengaruh sangat jauh.<\/p>\n<table style=\"margin-left: 10px\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"5\" align=\"right\" height=\"167\" border=\"1\" width=\"257\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: justify; padding: 7px; background-color: #aad4e9\">\n<p><em><\/em><\/p>\n<p>&#8220;Menyatakan<br \/>\nbulan baru melalui pengamatan bulan baru, dan tahun baru melalui datangnya<br \/>\nmusim semi, hanya dapat dilakukan oleh Sanhedrin. Pada masa Hillel II, Presiden<br \/>\nterakhir dari Sanhedrin, orang Romawi melarang praktik ini. Oleh karena itu<br \/>\nHillel II terpaksa menetapkan kalender tetapnya, sehingga menjadi dasar pemberian<br \/>\npersetujuan dari Sanhedrin terhadap semua kalender pada tahun-tahun<br \/>\nmendatang.&#8221;<em><\/em><\/p>\n<p>&#8220;The Jewish Calendar and Holidays (incl.<br \/>\nSabbath): The Jewish Calendar: Changing the Calendar,&#8221; <a title=\"\" target=\"_blank\" href=\"http:\/\/www.torah.org\">http:\/\/www.torah.org<\/a>. <\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Sebelum masa hancurnya kota Yerusalem, Imam Besar<br \/>\nsudah memiliki tugas yang terkait dengan kalender. &#8220;Walaupun Sanhedrin<br \/>\n(Mahkamah Agung Kerabian) memimpin di Yerusalem, tidak ada kalender yang tetap.<br \/>\nMereka akan mengevaluasinya setiap tahun untuk menentukan apakah itu harus<br \/>\ndinyatakan sebagai tahun kabisat.&#8221;<sup>[27]<\/sup> Tugas ini menjadi<br \/>\ntanggung jawab presiden Sanhedrin ketika imam tidak bisa lagi. &#8220;Di bawah<br \/>\npemerintahan Konstantius (337-362 M) penganiayaan terhadap orang-orang Yahudi<br \/>\nmencapai puncak yang sedemikian itu. . . <em>perhitungan<br \/>\nkalender itu [telah] dilarang di bawah tekanan penderitaan dan penghukuman yang<br \/>\nberat<\/em>.&#8221;<sup>[28]<\/sup> Dan sebagai reaksi terhadap situasi inilah yang<br \/>\nmembuat Hillel II, Presiden Sanhedrin, mengambil langkah luar biasa pada tahun 359<br \/>\nM dengan memodifikasi kalender Alkitab kuno agar dapat memungkinkan orang-orang<br \/>\nYahudi untuk lebih mudah hidup berdampingan dengan orang-orang Kristen.<\/p>\n<p><strong>Setelah Zaman Hillel<br \/>\nII<\/strong><\/p>\n<p>Jemaat-jemaat yang jauh tidak lagi harus menunggu<br \/>\nutusan dari Presiden Sanhedrin untuk menjangkau mereka dan memberi tahu kapan<br \/>\nbulan baru akan dimulai. Setiap komunitas selanjutnya akan dapat menentukan<br \/>\nsendiri waktu bulan baru dimulai dan kapan sebuah bulan ke-13 akan ditambahkan.<\/p>\n<p><strong>Kalender<br \/>\n&#8220;Tetap&#8221;<\/strong><\/p>\n<p>Ketika Hillel II membuat sebuah kalender &#8220;tetap&#8221;,<br \/>\ndia menggabungkan tahun kabisat secara permanen.<sup>[29]<\/sup> Hal ini<br \/>\nmungkin, tetapi tidak dapat dibuktikan, bahwa siklus tertentu dari tahun<br \/>\nkabisat telah digunakan dan dipahami sebelum zaman Hillel dengan mengikuti siklus<br \/>\nmetonik 19 tahun. Hillel mendasarkan kalendernya &#8220;pada perhitungan matematika<br \/>\ndan astronomi [dan bukannya pada pengamatan]. Kalender ini, masih terus digunakan,<br \/>\ndengan membuat standar panjangnya bulan dan penambahan bulan selama siklus 19<br \/>\ntahun, sehingga kalender lunar terkait dengan tahun matahari.&#8221;<sup>[30]<\/sup><br \/>\nDia menyatakan bulan ketiga belas untuk diselingi pada setiap tahun ke-3, 6, 8,<br \/>\n11, 14, 17, dan tahun ke-19 dalam siklus 19-tahun.<\/p>\n<p>Tapi Hillel melakukan lebih dari sekedar<br \/>\nmemperkenalkan sisipan dalam siklus 19-tahunan, yang kemungkinan besar, telah digunakan<br \/>\nselama itu. Dia juga mengalihkan pemeliharaan Sabat kuno dari hari ke-8, 15, 22<br \/>\ndan 29 dari bulan lunar, ke setiap hari Sabtu dari bulanan kalender Julian.<br \/>\nPerubahan ini masih mengharuskan aturan lain: aturan penundaan. Mengubah hari Sabat<br \/>\nmingguan dari kalender luni-solar ke hari Sabtu jelas membuat aturan penundaan<br \/>\ndibutuhkan, sebelum zaman Hillel &#8220;memperbaiki&#8221; kalender, aturan itu tidak<br \/>\ndiperluhkan. Menurut <em>Universal Jewish Encyclopedia<\/em>, &#8220;Bulan Baru itu<br \/>\nmasih tetap, dan hari Sabat awalnya adalah, tergantung pada siklus bulan.&#8221;<sup>[31]<\/sup>Ketika hari Sabat dan hari-hari raya tahunan dihitung dengan menggunakan kalender<br \/>\nluni-solar, aturan pembatalan itu tidak diperlukan. Hanya ketika perayaan<br \/>\ntahunan akan dihitung dengan satu kalender, dan hari Sabat mingguan dihitung<br \/>\ndengan kalender yang lain lagi, maka akan ada konflik yang membutuhkan aturan<br \/>\npenundaan.<\/p>\n<table style=\"margin-right: 10px\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"5\" align=\"left\" height=\"167\" border=\"1\" width=\"257\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: justify; padding: 7px; background-color: #aad4e9\">\n<p><em><\/em><\/p>\n<p align=\"center\"><strong>Aturan Penundaan<\/strong><\/p>\n<p>1. Tahun Baru<br \/>\nYahudi, Hari Raya Terompet, tidak boleh jatuh pada hari Minggu, Rabu atau<br \/>\nJumat.<\/p>\n<p>2. Jika Bulan<br \/>\nBaru (Molad) untuk bulan ketujuh jatuh pada hari Minggu, Rabu atau Jumat, maka<br \/>\nBulan Baru akan ditunda sampai hari berikutnya.<\/p>\n<p>3. Jika Molad<br \/>\ndari bulan ketujuh dalam satu tahun yang sama terjadi pada hari Selasa pukul 3:<br \/>\n204\/1080 subuh atau lebih lambat, maka Bulan Baru ditunda sampai hari Kamis.<\/p>\n<p>4. Pada tahun<br \/>\nyang sama setelah tahun kabisat, jika Molad dari bulan ketujuh terjadi setelah jam<br \/>\n9 pagi dan 589\/1080 bagian pada Senin pagi, Bulan Baru ditunda sampai hari Selasa.<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Tanpa aturan penundaan, perayaan tahunan akan<br \/>\nbermasalah dengan hari Sabtu. Misalnya, jika Hari Raya Terompet (Bulan Baru pada<br \/>\nbulan ketujuh) jatuh pada hari Minggu, maka hari terakhir dari Hari Raya Bait<br \/>\nSuci akan jatuh pada hari Sabtu, itu akan bertentangan dengan tradisi<br \/>\npemeliharaan di hari terakhir perayaan itu. Maka di sini dibutuhkan aturan pertama<br \/>\ndan kedua dari aturan penundaan itu. Aturan penundaan yang ketiga menjamin<br \/>\nbahwa tahun umum yang bersangkutan tidak akan lebih lama dari 355 hari. Aturan<br \/>\npenundaan yang keempat menjamin bahwa tahun umum yang mengikuti tahun kabisat<br \/>\ntidak lebih pendek dari 383 hari.<sup>[32]<\/sup><\/p>\n<p>Kalender &#8220;tetap&#8221; ini sangat ketat.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Tepatnya ada empat belas pola yang berbeda yang<br \/>\ndapat terjadi pada kalender Ibrani, yang dibedakan oleh panjangnya tahun dan<br \/>\nhari minggu di mana Rosh Hashanah jatuh. Karena aturan yang kompleks, pola<br \/>\ndapat terulang beberapa kali dalam perjalanan beberapa tahun, dan kemudian<br \/>\ntidak terulang lagi untuk waktu yang lama. Tapi kalender Yahudi dikenal sangat<br \/>\nakurat. Kalender itu tidak &#8220;kehilangan&#8221; atau &#8220;mendapatkan&#8221;<br \/>\nbeberapa waktu seperti yang terjadi pada kalender lain.<sup>[33]<\/sup><\/p>\n<p>Tindakan Hillel II ini adalah sebuah tindakan untuk<br \/>\nbertahan hidup. Itu dibuat sebagai tanggapan terhadap penganiayaan brutal dari anak<br \/>\nKonstantin, yaitu Konstantius.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Dengan tangannya sendiri Pemimpin itu menghancurkan<br \/>\nikatan terakhir yang menyatukan masyarakat yang tersebar di seluruh kerajaan<br \/>\nRoma dan Persia melalui Kepemimpinan. Dia lebih peduli pada kepastian<br \/>\nkelanjutan agama Yahudi daripada martabat rumahnya sendiri, dan karena itu dia<br \/>\nmeninggalkan aturan-aturan yang karenanya nenek moyangnya. . . telah begitu dicemburui<br \/>\ndan dicemaskan. Para anggota Synhedrion menyukai inovasi ini.<sup>[34]<\/sup><\/p>\n<p>Ketika Hillel II membuat kalender yang &#8220;tetap&#8221;,<br \/>\ndia, dalam posisinya sebagai Presiden Sanhedrin, secara efektif memberi izin<br \/>\nuntuk orang-orang Yahudi untuk beribadah pada hari Sabtu pada seluruh waktu di<br \/>\nmasa datang.<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"3\" bordercolor=\"#000000\" bgcolor=\"#ffffff\" border=\"1\">\n<tbody>\n<tr valign=\"top\">\n<td width=\"100%\">\n<p align=\"center\"><font size=\"3\"><strong>Hasil<\/strong><\/font><\/p>\n<p class=\"indenttext\"><strong>Hari ini, hampir 1.700 tahun kemudian, aksi<br \/>\nKonstantin yng menghasilkan reaksi dari Hillel II, masih berdampak pada ratusan<br \/>\njuta orang di seluruh dunia.<\/strong><\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">\u2022 Umat Katolik<br \/>\nberibadah pada hari Minggu untuk menghormati hari kebangkitan. Hal ini sesuai<br \/>\ndengan tindakan Konstantin yang merubah peringatan hari Paskah Passover yang<br \/>\nsemula ditentukan dengan kalender luni-solar menjadi peringatan hari Paskah<br \/>\nEaster yang ditentukan dengan menggunakan kalender matahari kafir.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">\u2022 Umat Yahudi<br \/>\nberibadah pada hari Sabtu karena hukum Talmud membenarkan tindakan memelihara<br \/>\nsatu hari dalam tujuh hari ketika seseorang tidak tahu kapan hari Sabat yang<br \/>\nsebenarnya tiba.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">\u2022 Kebanyakan umat<br \/>\nProtestan bergabung dengan umat Katolik untuk beribadah pada hari Minggu, hari<br \/>\npertama dalam mingguan Gregorian [masehi] moderen, dengan asumsi bahwa itu<br \/>\nadalah hari kebangkitan.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">\u2022 Para<br \/>\npemelihara hari Sabat-Sabtu yang beraliran Protestan beribadah pada hari Sabtu<br \/>\nkarena itulah hari ketujuh dalam mingguan moderen dan mereka menganggap bahwa<br \/>\nkarena orang-orang Yahudi beribadah pada hari Sabtu, maka hari itu sudah pasti<br \/>\nadalah hari Sabat yang Alkitabiah.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">\u2022 Umat Muslim,<br \/>\njuga, menghormati metode penanggalan kepausan Gregorian\/kafir dengan cara pergi<br \/>\nke masjid untuk shalat pada hari Jumat.<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>\nAdalah tidak mungkin untuk menemukan Sabat hari<br \/>\nketujuh yang sejati dengan menggunakan kalender Gregorian moderen [kalender<br \/>\nmasehi]. Kalender matahari ini tidak lebih dari sebuah metode perhitungan waktu<br \/>\npara penganut agama berhala. Kalender Julian mula-mula di buat oleh para<br \/>\npenganut agama berhala, untuk para penganut agama berhala. Secara resmi<br \/>\ndiadopsi untuk digunakan oleh gereja pada Konsili Nicea. Kalender ini kemudian diperbaiki<br \/>\noleh seorang ahli astronom  <a href=\"\/end-time-prophecy\/siapakah-yesuit.html\">Yesuit<\/a>, Christopher Clavius, atas<br \/>\nperintah Paus Gregorius XIII \u2013 sehingga nama kalender ini diberi nama, kalender<br \/>\nGregorian. Clavius \u200b\u200bmenegaskan bahwa kalender Julian (dan dengan demikian<br \/>\nmenjadi kalender Gregorian setelah itu) dibuat oleh agama berhala dan tidak<br \/>\nmemiliki hubungan apapun dengan kalender yang Alkitabiah.<\/p>\n<p>Dalam penjelasannya mengenai kalender Gregorian,<br \/>\nClavius \u200b\u200bmengakui bahwa ketika kalender Julian diterima sebagai kalender<br \/>\ngerejawi Gereja, kalender Alkitabiah telah ditolak: &#8220;<a href=\"\/end-time-prophecy\/binatang-dari-dalam-laut-gereja-katholik-roma-dalam-nubuatan.html\">Gereja Katolik<\/a> tidak pernah menggunakan<br \/>\ncara-cara peribadatan [Yahudi] dalam merayakan Paskah Passover, tapi selalu di<br \/>\ndalam perayaan itu mengamati gerak bulan<sup>[35]<\/sup> dan matahari, dan<br \/>\ndengan demikian bukan hanya telah disucikan oleh Paus yang paling tua dan<br \/>\npaling suci Roma, tetapi juga telah dikonfirmasi oleh Dewan Nicea<br \/>\npertama.&#8221;<sup>[36]<\/sup> \u201cPaus paling tua dan yang paling suci\u201d Roma yang di<br \/>\nsini dibicarakan mengacu pada lembaga Kepausan kafir, dimana Konstantin,<br \/>\nsebagai <em>Pontifex Maximus<\/em>, menjadi<br \/>\npemimpinnya.<\/p>\n<p>Konstantin menginginkan kesatuan. Dia mencapai<br \/>\ntujuan ini melalui paham ekumene dan melarang penggunaan<br \/>\nkalender Alkitabiah untuk memperingati <a href=\"\/winds-of-doctrine\/kematian-yahushua-membatalkan-hukum.html\">kematian Yahushua<\/a>. Hillel II menginginkan<br \/>\nkelangsungan hidup agama Yahudi secara fisik. Dia mencapai tujuannya dengan<br \/>\nberkompromi dengan agama berhala dan <em>merubah<\/em><br \/>\nkalender Alkitab. Hasil dari tindakan ini dan yang disertai dengan reaksinya<br \/>\nadalah telah munculnya asumsi pada orang banyak orang bahwa hari Sabtu adalah<br \/>\nhari Sabat Alkitab dan hari Minggu adalah hari di mana Sang Juruselamat<br \/>\ndibangkitkan. Dengan demikian, orang-orang Kristen dan umat Yahudi telah menentukan<br \/>\nhari-hari ibadah mereka dengan menggunakan penanggalan matahari kafir, dan mengabaikan<br \/>\nSabat yang sejati dari Yahuwah.<\/p>\n<p>Tidak ada orang yang tetap ingin menyembah Sang Pencipta<br \/>\npada hari Sabat-Nya yang kudus yang akan menentukan hari-hari ibadah mereka<br \/>\ndengan <a href=\"\/end-time-prophecy\/pembinasa-keji.html\">pembinasa keji<\/a> yang tidak menghormati<br \/>\nYahuwah dan membinasakan jiwa ini. Hanya kalender luni-solar Penciptaan yang dapat<br \/>\nmenentukan kapan Sabat yang sejati terjadi. Singkirkan tradisi manusia. Terima hanya<br \/>\nfirman Yahuwah saja dan beribadahlah kepada-Nya menurut metode<br \/>\npenghitung-waktu-Nya yang telah Dia tetapkan.<\/p>\n<hr style=\"width: 100%\">\n<p><sup>[1]<\/sup> Gelar ini, yang sekarang diklaim oleh paus, berasal<br \/>\ndari Roma kuno.  <em>Pontifex Maximus<\/em> adalah imam besar dari<br \/>\nlembaga Kepausan dari agama berhala Roma. <br \/>\nLembaga ini sekaligus sebagai lembaga agama dan kantor politik.<\/p>\n<p><sup>[2]<\/sup> <em>New Catholic Encyclopedia, <\/em>Vol. 4,<br \/>\npp. 179-181.  Berbagai jenis ukiran sebagaimana yang tercantum di dalam <em>Corpus<br \/>\nInseriptionum Latinarum<\/em>, 1863 ed., Vol. 2, hal. 58, #481; \u201cKonstantin<br \/>\nI\u201d, <em>New Standard Encyclopedia,<\/em> Vol. 5.  Lihat juga<br \/>\nChristopher B. Coleman, <em>Konstantin the Great and Christianity<\/em>, hal.<br \/>\n46.<\/p>\n<p><sup>[3]<\/sup> Lihat Robert L. Odom<em>, Sunday in Roman<br \/>\nPaganism, <\/em>\u201cThe Planetary Week in the First Century B.C.\u201d<\/p>\n<p><sup>[4]<\/sup> P. Brind&#8217;Amour, <em>Le Calendrier romain:<br \/>\nRecherches chronologiques<\/em>, 256\u2013275.<\/p>\n<p><sup>[5]<\/sup> <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Roman_calendar#Nundinal_cycle\" target=\"_blank\">https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Roman_calendar#Nundinal_cycle<\/a><\/p>\n<p><sup>[6]<\/sup> Eviatar Zerubavel, <em>The Seven-day<br \/>\nCircle, <\/em>p. 46, penekanan diberikan.<\/p>\n<p><sup>[7]<\/sup> Franz Cumont, <em>Textes et Monumnets<br \/>\nFigures Relatifs aux Mysteres de Mithra,<\/em> Vol. I, hal. 112, penekanan<br \/>\ndiberikan.<\/p>\n<p><sup>[8]<\/sup> E. Diehl, <em>Inscriptiones Latinae<br \/>\nChristianae Veteres<\/em>, Vol. 2, hal. 193, No. 3391.  Lihat juga J. B. de<br \/>\nRossi, <em>Inscriptiones Christianac Urbis Romae<\/em>, Vol. 1, part 1, hal.<br \/>\n18, No. 11. <\/p>\n<p>J. B. de Rossi, <\/p>\n<p><sup>[9]<\/sup> Philip Schaff, <em>History of the<br \/>\nChristian Church<\/em>, Vol. III, p. 380, penekanan diberikan.<\/p>\n<p><sup>[10]<\/sup> Sejak masa ini, orang-orang Kristen yang sudah<br \/>\ndikafirkan di wilayah Barat sepangjang waktu memuliakan hari Minggu sebagai<br \/>\nhari kebangkitan Yahushua.<\/p>\n<p><sup>[11]<\/sup> J. Westbury-Jones, <em>Roman and Christian<br \/>\nImperialism<\/em>, p. 210, penekanan diberikan.<\/p>\n<p><sup>[12]<\/sup> Michael I. Rostovtzeff, <em>The Social and<br \/>\nEconomic History of the Roman Empire<\/em>, hal. 456.<\/p>\n<p><sup>[13]<\/sup> Odom, <em>op. cit., <\/em>hal. 188, penekanan<br \/>\ndiberikan.<\/p>\n<p><sup>[14]<\/sup> Eusebius, <em>Church History, <\/em>Book<br \/>\nV, Chapter 23, v. 1, penekanan diberikan.<\/p>\n<p><sup>[15]<\/sup> <em>S.d.a., <\/em>v. 2.<\/p>\n<p><sup>[16]<\/sup> <em>S.d.a., <\/em>Chapter 24, v. 1-4, 6, penekanan<br \/>\ndiberikan.<\/p>\n<p><sup>[17]<\/sup> <em>S.d.a., <\/em>v. 9.<\/p>\n<p><sup>[18]<\/sup> Michael I. Rostovtzeff, <em>The Social and<br \/>\nEconomic History of the Roman Empire<\/em>, hal. 456.<\/p>\n<p><sup>[19]<\/sup> Heinrich Graetz, <em>History of the Jews<\/em>,<br \/>\n(Philadelphia: The Jewish Publication Society of America, 1893), Vol. II, hal.<br \/>\n563-564, penekanan diberikan.<\/p>\n<p><sup>[20]<\/sup> eLaine Vornholt &amp; Laura Lee<br \/>\nVornholt-Jones, <em>Calendar Fraud, <\/em>\u201cBiblical Calendar Outlawed,\u201d penekanan<br \/>\ndiberikan.<\/p>\n<p><sup>[21]<\/sup> Rostovtzeff, <em>s.d.a.,<\/em> hal.<br \/>\n456.<\/p>\n<p><sup>[22]<\/sup> David Sidersky, <em>Astronomical Origin of<br \/>\nJewish Chronology,<\/em> p. 651, penekanan diberikan.<\/p>\n<p><sup>[23]<\/sup> Grace Amadon, \u201cReport of Committee on<br \/>\nHistorical Basis, Involvement, and Validity of the October 22, 1844, Position\u201d,<br \/>\nPart V, Sec. B, hal. 17-18, Box 7, Folder 1, Grace Amadon Collection,<br \/>\n(Collection 154), Center for Adventist Research, Andrews University, Berrien<br \/>\nSprings, Michigan.<\/p>\n<p><sup>[24]<\/sup> Tertullian,<em>Apologia<\/em>, chap. 16, in J.<br \/>\nP. <em>Migne, Patrologi\u00e6 Latin\u00e6<\/em>, Vol. 1, cols. 369-372; standard<br \/>\nEnglish translation in <em>Ante-Nicene Fathers<\/em>, Vol. 3, hal. 31.<\/p>\n<p><sup>[25]<\/sup> Vornholt, <em>op. cit.<\/em>, \u201cChanging the<br \/>\nCalendar: Papal Sign of Authority.\u201d<\/p>\n<p><sup>[26]<\/sup> Leslie Hardinge, Ph.D., <em>The Celtic<br \/>\nChurch in Britain<\/em>, hal. 76.  Orang-orang Kristen di Skotlandia terus<br \/>\nmelanjutkan untuk menentukan Paskah Passover dengan menggunakan kalender<br \/>\nAlkitabiah sampai mereka dipimpin oleh seorang ratu penganut Katolik Roma pada<br \/>\nabad ke sebelas. <\/p>\n<p><sup>[27]<\/sup> <a href=\"http:\/\/www.chabad.org\/library\/article_cdo\/aid\/526875\/jewish\/The-Jewish-Year.htm\" target=\"_blank\">http:\/\/www.chabad.org\/library\/article_cdo\/aid\/526875\/jewish\/The-Jewish-Year.htm<\/a><\/p>\n<p><sup>[28]<\/sup> Dikutip dari  <em>The Jewish Encyclopedia<\/em>,<br \/>\n\u201cCalendar, History of,\u201d <a href=\"http:\/\/jewishencyclopedia.com\/articles\/3920-calendar-history-of\" target=\"_blank\">http:\/\/jewishencyclopedia.com\/articles\/3920-calendar-history-of<\/a>, penekanan diberikan.<\/p>\n<p><sup>[29]<\/sup> Untuk mendapatkan penjelasan bagaimana<br \/>\nkalender kerabian buatan Hillel II dihitung, silahkan lihat <a href=\"http:\/\/www.jewfaq.org\/calendr2.htm\" target=\"_blank\">http:\/\/www.jewfaq.org\/calendr2.htm<\/a>.<\/p>\n<p><sup>[30]<\/sup> Judaism 101, &#8220;Jewish<br \/>\nCalendar,&#8221; <a href=\"http:\/\/www.jewfaq.org\/\" target=\"_blank\">www.jewfaq.org<\/a><\/p>\n<p><sup>[31]<\/sup> <em>Universal Jewish Encyclopedia<\/em>,<br \/>\n&#8220;Holidays,&#8221; hal. 410.<\/p>\n<p><sup>[32]<\/sup> <a href=\"http:\/\/www.ironsharpeningiron.com\/postponements2.htm\" target=\"_blank\">http:\/\/www.ironsharpeningiron.com\/postponements2.htm<\/a><\/p>\n<p><sup>[33]<\/sup> <a href=\"http:\/\/www.chabad.org\/library\/article_cdo\/aid\/526875\/jewish\/The-Jewish-Year.htm\" target=\"_blank\">http:\/\/www.chabad.org\/library\/article_cdo\/aid\/526875\/jewish\/The-Jewish-Year.htm<\/a><\/p>\n<p><sup>[34]<\/sup> Graetz, <em>op. cit., <\/em>Vol. II,<br \/>\nhal. 573.<\/p>\n<p><sup>[35]<\/sup> \u201cPaskah Easter adalah sebuah perayaan yang<br \/>\nbisa dipindah-pindah, artinya perayaannya tidak selalu jatuh pada tanggal yang<br \/>\nsama setiap tahun. Bagaimana tanggal Paskah Easter ditentukan? Konsili Nicea (thn.<br \/>\n325 M) telah mengatur tanggal untuk Paskah Easter pada hari Minggu setelah<br \/>\nbulan purnama paskah, yaitu bulan purnama yang terjadi setelah titik balik<br \/>\nmusim semi.\u201d  (<a href=\"http:\/\/catholicism.about.com\/od\/holydaysandholidays\/f\/Calculate_Date.htm\" target=\"_blank\">http:\/\/catholicism.about.com\/od\/holydaysandholidays\/f\/Calculate_Date.htm<\/a>)<\/p>\n<p><sup>[36]<\/sup> Christopher Clavius, <em>Romani Calendarii A<br \/>\nGregorio XIII P.M. Restituti Explicato<\/em>, hal. 54.<\/p>\n","protected":false},"featured_media":224362,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":[],"class_list":["post-109824","wlc-article","type-wlc-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","wlc-article-category-kalender-yahs","wlc-content-directory-sabbath"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Konstantin I &amp; Hillel II: Dua Orang Yang Telah Menipu Seluruh Dunia - Worlds Last Chance<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/constantine-i-hillel-ii-two-men-who-deceived-the-whole-world\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Konstantin I &amp; Hillel II: Dua Orang Yang Telah Menipu Seluruh Dunia - Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"2 Orang [Konstantin + Hillel] \u00f7 2 Agenda = 1 Penipuan yang sangat Besar Pada abad ke-empat Masehi, hari Sabat kuno telah digantikan dengan hari Sabtu melalui sebuah perubahan kalender. Sabat yang sejati dari Kitab Suci telah hilang. Salah satu penipuan terbesar dalam sejarah dunia ini telah dilakukan hampir 1.700 tahun yang lalu melalui aksi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/constantine-i-hillel-ii-two-men-who-deceived-the-whole-world\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-21T16:19:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/constantine-hillel-poster-bahasa-new.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"250\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"159\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"26 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/constantine-i-hillel-ii-two-men-who-deceived-the-whole-world\/\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/constantine-i-hillel-ii-two-men-who-deceived-the-whole-world\/\",\"name\":\"Konstantin I & Hillel II: Dua Orang Yang Telah Menipu Seluruh Dunia - Worlds Last Chance\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/constantine-i-hillel-ii-two-men-who-deceived-the-whole-world\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/constantine-i-hillel-ii-two-men-who-deceived-the-whole-world\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/constantine-hillel-poster-bahasa-new.jpg\",\"datePublished\":\"2012-12-03T12:06:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-21T16:19:14+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/constantine-i-hillel-ii-two-men-who-deceived-the-whole-world\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/constantine-i-hillel-ii-two-men-who-deceived-the-whole-world\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/constantine-i-hillel-ii-two-men-who-deceived-the-whole-world\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/constantine-hillel-poster-bahasa-new.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/constantine-hillel-poster-bahasa-new.jpg\",\"width\":250,\"height\":159},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/constantine-i-hillel-ii-two-men-who-deceived-the-whole-world\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Articles\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Konstantin I &#038; Hillel II: Dua Orang Yang Telah Menipu Seluruh Dunia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/\",\"name\":\"Worlds Last Chance\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Konstantin I & Hillel II: Dua Orang Yang Telah Menipu Seluruh Dunia - Worlds Last Chance","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/constantine-i-hillel-ii-two-men-who-deceived-the-whole-world\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Konstantin I & Hillel II: Dua Orang Yang Telah Menipu Seluruh Dunia - Worlds Last Chance","og_description":"2 Orang [Konstantin + Hillel] \u00f7 2 Agenda = 1 Penipuan yang sangat Besar Pada abad ke-empat Masehi, hari Sabat kuno telah digantikan dengan hari Sabtu melalui sebuah perubahan kalender. Sabat yang sejati dari Kitab Suci telah hilang. Salah satu penipuan terbesar dalam sejarah dunia ini telah dilakukan hampir 1.700 tahun yang lalu melalui aksi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/constantine-i-hillel-ii-two-men-who-deceived-the-whole-world\/","og_site_name":"Worlds Last Chance","article_modified_time":"2025-08-21T16:19:14+00:00","og_image":[{"width":250,"height":159,"url":"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/constantine-hillel-poster-bahasa-new.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"26 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/constantine-i-hillel-ii-two-men-who-deceived-the-whole-world\/","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/constantine-i-hillel-ii-two-men-who-deceived-the-whole-world\/","name":"Konstantin I & Hillel II: Dua Orang Yang Telah Menipu Seluruh Dunia - Worlds Last Chance","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/constantine-i-hillel-ii-two-men-who-deceived-the-whole-world\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/constantine-i-hillel-ii-two-men-who-deceived-the-whole-world\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/constantine-hillel-poster-bahasa-new.jpg","datePublished":"2012-12-03T12:06:00+00:00","dateModified":"2025-08-21T16:19:14+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/constantine-i-hillel-ii-two-men-who-deceived-the-whole-world\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/constantine-i-hillel-ii-two-men-who-deceived-the-whole-world\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/constantine-i-hillel-ii-two-men-who-deceived-the-whole-world\/#primaryimage","url":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/constantine-hillel-poster-bahasa-new.jpg","contentUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/constantine-hillel-poster-bahasa-new.jpg","width":250,"height":159},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/constantine-i-hillel-ii-two-men-who-deceived-the-whole-world\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Articles","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Konstantin I &#038; Hillel II: Dua Orang Yang Telah Menipu Seluruh Dunia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/","name":"Worlds Last Chance","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article\/109824","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/wlc-article"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109824"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/224362"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109824"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}