{"id":109634,"date":"2014-09-04T05:10:12","date_gmt":"2014-09-04T05:10:12","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/wlc-article\/migrating-sekali-selamat-tetap-selamat\/"},"modified":"2025-08-21T14:07:01","modified_gmt":"2025-08-21T14:07:01","slug":"sekali-selamat-tetap-selamat","status":"publish","type":"wlc-article","link":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/articles\/makna-doktrin\/sekali-selamat-tetap-selamat\/","title":{"rendered":"Sekali Selamat, Tetap Selamat?"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"diplomatic immunity\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-left: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/diplomatic-immunity-3.jpg\" align=\"right\" height=\"230\" width=\"307\">Saat itu tahun<br \/>\n1979. Duta besar Burma untuk Sri Lanka sangat yakin bahwa istrinya<br \/>\nberselingkuh. Dengan memutuskan untuk menangani sendiri masalah tersebut, ia<br \/>\nmenembak istrinya di suatu malam saat istrinya pulang terlambat. Para tetangga<br \/>\nmelapor ke polisi bahwa tumpukan kayu untuk pembakaran jenazah sedang dibuat di<br \/>\nhalaman belakang kediaman tersebut. Ketika polisi Sri Lanka tiba, mereka dapat<br \/>\nmelihat duta besar itu meletakkan jasad istrinya di tumpukan kayu itu, tetapi<br \/>\nduta besar tersebut menolak untuk membiarkan mereka menginjakkan kaki di lokasi<br \/>\nitu. <\/p>\n<p>Menurut Gerald<br \/>\nHensley, perwakilan komisaris besar New Zealand: \u201cItu cukup menimbulkan bau.  Duta besar itu mengatakan bahwa itu adalah<br \/>\nwilayah Burma dan mereka tidak dapat masuk.\u201d<sup>1<\/sup><\/p>\n<p class=\"indenttext\">Meskipun itu<br \/>\nadalah kejahatan yang serius, Pemerintah Sri Lanka tidak dapat melanjutkan<br \/>\nkasus duta tersebut yang pada akhirnya, namun tidak segera, ditarik kembali ke<br \/>\nnegaranya.<sup>2<\/sup><\/p>\n<p>Seorang pembunuh<br \/>\nhidup bebas . . . karena ia memiliki <em>kekebalan<br \/>\ndiplomatik.<\/em><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"get out of jail free card\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-right: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/get-out-of-jail-free-bahasa.jpg\" align=\"left\" height=\"264\" width=\"450\">Penyalahgunaan<br \/>\nkekebalan diplomatik telah menyebabkan banyak orang mempertanyakan keadilannya.<br \/>\nAdalah tidak adil atau wajar memberikan kebebasan kepada setiap orang untuk<br \/>\nmencemooh hukum-hukum hanya karena status diplomatik mereka.<\/p>\n<p>Namun&#8230;<\/p>\n<p>Jutaan umat<br \/>\nKristen mengajarkan doktrin yang, <em>pada<br \/>\ndasarnya<\/em>, adalah tidak adil dan tidak wajar apabila seorang pembunuh hidup<br \/>\nbebas hanya karena ia adalah seorang diplomat. Itulah yang disebut \u201csekali<br \/>\nselamat, tetap selamat.\u201d<br \/>\nDengan<br \/>\nkata lain, sekali anda diselamatkan, anda tetap selamat. Doktrin ini, populer<br \/>\ndisebut sebagai \u201cjaminan kekal,\u201d terdengar baik namun sebuah penelitian yang<br \/>\ncermat tentang kepercayaan ini mengungkapkan bahwa itu secara mendalam tidak<br \/>\nalkitabiah.<\/p>\n<p>Para pendukung<br \/>\njaminan kekal mendasarkan kepercayaan ini pada beberapa ayat yang berbicara<br \/>\ntentang jaminan orang percaya telah ada di dalam Juruselamat:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Domba-domba-Ku<br \/>\nmendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku. Dan Aku<br \/>\nmemberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa<br \/>\nsampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.<br \/>\nBapa-Ku yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan<br \/>\nseorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. (Yohanes 10:27-29)<\/p>\n<p>(Lihat juga 1<br \/>\nPetrus 1:5; Yohanes 6:39; dan Yudas 24.)<\/p>\n<p>Dalam pasal<br \/>\ntersebut, orang-orang percaya disebut sebagai \u201cdomba\u201d yang mendengar suara<br \/>\nGembala dan mengikuti-Nya. Bukannya mengajarkan \u201csekali selamat, tetap selamat\u201d<br \/>\n, ayat-ayat ini hanya menjanjikan bahwa kerugian rohani tidak akan menimpa<br \/>\norang yang, tunduk kepada Yahuwah, <em>yang<br \/>\nhidup tunduk kepada kehendak ilahi<\/em>. <\/p>\n<p>Akan tetapi,<br \/>\ndomba yang jahat akan tersesat.  \u201cKita<br \/>\nsekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri.\u201d (Yesaya 53:6). Apabila seseorang<br \/>\ntidak lagi menyerahkan kehendak itu kepada Yahuwah dan mulai berdosa<br \/>\ndengan sadarnya, ia akan tersesat \u2013 <em>bahkan<\/em><em>walaupun<\/em> dia<br \/>\nsebelumnya telah menerima <a href=\"\/biblical-christian-beliefs\/rahasia-keselamatan.html\">anugerah<br \/>\nkeselamatan<\/a>.<\/p>\n<p>Yahuwah tidak<br \/>\nakan pernah memaksa kehendak manusia. Inilah alasannya maka Alkitab dipenuhi<br \/>\ndengan peringatan tentang apa yang akan terjadi kepada orang-orang yang, telah<br \/>\nmenerima keselamatan, namun kemudian<br \/>\ntersesat. Perumpamaan<br \/>\ntentang domba yang hilang mengungkapkan belas kasih Bapa dan Juruselamat bagi<br \/>\njiwa-jiwa yang hilang<br \/>\ndan sesat.  Namun meski demikian, satu<br \/>\njiwa tidak akan pernah dipaksa untuk kembali. Kebebasan beragama yang penuh<br \/>\ndiberikan kepada semua orang. Jika hati sangat melekat kepada dosa, nantinya<br \/>\npemberian belas kasih akan ditarik kembali, dan tidak pernah kembali.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"pruning branches\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-left: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/pruning-the-vineyard-3.jpg\" align=\"right\" height=\"300\" width=\"450\">Dengan<br \/>\nmenggunakan analogi tentang pohon anggur dan ranting-rantingnya, Yahushua<br \/>\nmenjelaskan nasib semua orang yang tidak tetap tinggal di dalam-Nya:  \u201cBarangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia<br \/>\ndibuang keluar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang<br \/>\ndan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.\u201d (Yohanes 15:6)<\/p>\n<p>Ranting-ranting<br \/>\nbukanlah ilalang yang <em>tidak pernah<\/em><br \/>\nterhubung pada pohon anggur. Sebuah ranting hanya dapat tumbuh dan ada jika ranting<br \/>\nitu terhubung. Ranting-ranting di dalam perumpamaan Juruselamat mengacu kepada<br \/>\norang-orang yang, pada suatu saat, erat terhubung kepada-Nya, dan menerima<br \/>\npemeliharaan rohani untuk <em>bertumbuh<\/em>!<br \/>\nNamun, dengan menggunakan kebebasan memilih pemberian ilahi mereka, mereka<br \/>\nmenarik diri dari sumber kehidupan mereka. Mereka menjadi tidak berbuah dan<br \/>\npada akhirnya disingkirkan.<\/p>\n<p>Jauh dari<br \/>\npengajaran \u201cjaminan kekal,\u201d Alkitab mengajarkan kebalikannya: bahwa adalah<br \/>\nmungkin untuk menerima keselamatan dan, di kemudian hari, orang menggunakan<br \/>\nkehendak bebasnya, kembali ke kehidupan pemberontakkan melawan Yahuwah.<br \/>\nDengan menggunakan ilustrasi tentang sebuah pertandingan, rasul Paulus<br \/>\nmenekankan pengorbanan-pengorbanan dan persiapan-persiapan cermat yang para<br \/>\natlet bersedia lakukan untuk memenangkan hadiah.  Ia mengakhiri ilustrasinya dengan mengakui<br \/>\nbahwa <em>bahkan ia sendiri masih dapat<br \/>\nterhilang<\/em>:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Tidak tahukah<br \/>\nkamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi<br \/>\nbahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? karena itu larilah begitu<br \/>\nrupa, sehingga kamu memperolehnya. Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian<br \/>\ndalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian<br \/>\nuntuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu<br \/>\nmahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan<br \/>\npetinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan<br \/>\nmenguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, <em>jangan aku sendiri ditolak<\/em>.  (1 Korintus 9:24-27).<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"running in the way\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-right: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/run-in-a-race-3.jpg\" align=\"left\" height=\"549\" width=\"367\">Paulus<br \/>\nmengetahui bahwa, meskipun ia berada dalam suatu hubungan yang aman bersama<br \/>\nPenebusnya, hal ini tidak merampas kebebasan pribadinya untuk memilih. Ia <em>masih<\/em> dapat, dengan pilihan-pilihan yang<br \/>\nia buat, kehilangan hidup yang kekal. Kematian Juruselamat di kayu salib<br \/>\nmemberikan \u201ckekebalan diplomatik\u201d untuk dosa-dosa di masa lalu. Itu tidak<br \/>\nmenghapus pertanggungjawaban atas dosa-dosa saat ini, yang dengan sengaja<br \/>\ndilakukan.  Dengan demikian, Paulus<br \/>\nmenyadari bahwa, bahkan setelah menuntun orang lain kepada keselamatan, pilihan-pilihannya<br \/>\nsendiri masih dapat menyebabkan dia \u201cditolak.\u201d Kata ini, diterjemahkan \u201cterbuang\u201d<br \/>\ndi dalam King James Version, berasal dari <em>Adokimos<\/em><br \/>\n(#96), yang berarti: \u201c<em>tidak disetujui<\/em>,<br \/>\nyakni <em>ditolak<\/em>; secara implisit <em>tidak berharga<\/em> . . . terbuang, ditolak, terkutuk.\u201d<\/p>\n<p>Kata \u201cterkutuk\u201d adalah<br \/>\nsebuah pilihan kata yang menarik. Itu tidak banyak digunakan lagi, tetapi itu<br \/>\nmengandung banyak arti. Kata tersebut, ketika digunakan sebagai kata benda, mengacu<br \/>\nkepada \u201cSeseorang yang terabaikan karena dosa; seseorang yang terhilang demi<br \/>\nkebaikan dan agama.\u201d<sup>3<\/sup>  Ada sejumlah<br \/>\nayat di dalam Alkitab yang menggunakan kata ini.  Ayat-ayat ini memberikan contoh-contoh<br \/>\nkontekstual yang jelas tentang apa arti menjadi seorang yang terkutuk atau<br \/>\nmemiliki hati yang terkutuk. (Lihat Titus 1:10-16; 2 Timotius 3:8; 1 Korintus<br \/>\n13:5-7; dan lain-lain.)<\/p>\n<p>Mungkin<br \/>\npenggunaan paling jelas dari kata tersebut, dan pasal yang sebagian besar<br \/>\nlangsung membantah \u201csekali selamat, tetap selamat,\u201d ditemukan di dalam kitab<br \/>\nRoma 1:18-32. Di sini Paulus secara khusus menyatakan bahwa, meskipun<br \/>\norang-orang terkutuk ini \u201cmengenal\u201d Yahuwah (ayat 21) mereka tetap bersikeras<br \/>\nmelekat pada dosa. Itu tidak dapat dikatakan bahwa orang-orang tersebut adalah<br \/>\norang-orang kafir yang tidak mengenal Sang Pencipta.  Namun, bahkan mengenal-Nya, ayat 28 menyatakan<br \/>\nbahwa mereka tidak ingin mengakui Dia: \u201cDan karena mereka tidak merasa perlu<br \/>\nuntuk mengakui Eloah, maka Eloah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang<br \/>\nterkutuk.\u201d<\/p>\n<p>Perhatikan bahwa<br \/>\nYahuwah \u201c<em>menyerahkan mereka<\/em> kepada<br \/>\npikiran-pikiran terkutuk.\u201d Di sinilah disampaikannya kebenaran keselamatan yang<br \/>\nditawarkan oleh Yahuwah. Ia \u201csabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya<br \/>\njangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.\u201d (2<br \/>\nPetrus 3:9).<br \/>\nNamun, selama Ia ingin membawa semua orang kepada pertobatan agar semua orang<br \/>\ndapat selamat, Ia tidak akan pernah menghapus hak manusia untuk memilih bagi<br \/>\ndirinya sendiri. Ia akan melepaskan orang-orang yang tidak ingin mempertahankan<br \/>\nhubungan bersama-Nya, membiarkan mereka mengikuti hasrat-hasrat mereka sendiri.<\/p>\n<p>Rasul Petrus<br \/>\njuga mengajarkan hal yang sama: <\/p>\n<p class=\"indenttext\">Sebab jika<br \/>\nmereka, oleh pengenalan mereka akan Tuan dan Juruselamat kita, <a href=\"\/biblical-christian-beliefs\/mengapa-hanya-yahuwah-dan-yahushua.html\">Yahushua<\/a><br \/>\nYang Diurapi, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi<br \/>\nterlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada<br \/>\nyang semula.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Karena itu bagi<br \/>\nmereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran<br \/>\ndari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang<br \/>\ndisampaikan kepada mereka.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Bagi mereka<br \/>\ncocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: \u201cAnjing kembali lagi ke<br \/>\nmuntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya.\u201d (2 Petrus 2:20-22).<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"a dog returns to its own vomit\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-left: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/a-dog-returning-3.jpg\" align=\"right\" height=\"301\" width=\"450\">Prinsip<br \/>\nAlkitabiah menyatakan bahwa \u201cBaru dengan keterangan dua atau tiga orang saksi<br \/>\nsuatu perkara sah.\u201d <\/p>\n<p>(2 Korintus<br \/>\n13:1) Karenanya, baik Paulus, rasul bagi orang-orang bukan Yahudi, dan Petrus, rasul<br \/>\nbagi orang-orang Yahudi, sepakat bahwa bahkan setelah seseorang sudah menerima<br \/>\nanugerah keselamatan, dengan kebebasan melakukan kehendaknya, ia masih dapat<br \/>\nterhilang.<\/p>\n<p>Bahaya dari mempercayai doktrin salah<br \/>\n\u201cjaminan kekal\u201d adalah bahwa, seperti halnya kekebalan diplomatik, itu dapat<br \/>\ndigunakan untuk merasionalkan atau dengan cara lain berkompromi dengan dosa<br \/>\nsehingga hati yang keras tidak ingin berserah. Keselamatan adalah anugerah yang<br \/>\ngratis, tetapi itu tidak menghapus tanggung jawab pribadi untuk memilih <a href=\"\/practical-godliness\/hari-ini-bersama-yahuwah.html\">berserah<br \/>\nkepada Yahuwah setiap hari<\/a>.  \u201cSekali selamat, tetap selamat\u201d adalah<br \/>\nkesalahan yang populer karena itu, pada dasarnya, membebaskan seseorang dari<br \/>\nakibat semua tindakan dan keputusan di masa depan, terlepas dari seberapa<br \/>\nmenyedihkannya, atau seringnya, hukum Taurat dilanggar. Itu adalah semacam \u201ckekebalan<br \/>\ndiplomatik\u201d ilahi yang, mereka kira, mencakup apapun yang mereka lakukan karena<br \/>\nmereka sekarang selamat.<\/p>\n<p>Ini adalah<br \/>\nanggapan yang sangat berbahaya untuk dilakukan. Tugas <a href=\"\/biblical-christian-beliefs\/roh-kudus-hadirat-yahuwah.html\">Roh<br \/>\nKudus<\/a> adalah untuk \u201cmenginsafkan dunia akan<br \/>\ndosa, kebenaran dan penghakiman.\u201d (Yohanes 16:8). Roh Kudus dapat menginsafkan hati untuk<br \/>\nmenanggalkan dosa tertentu, tetapi apabila seseorang percaya di dalam \u201csekali<br \/>\nselamat, tetap selamat,\u201d penginsafan tersebut diabaikan sebagai suatu \u201ckeraguan.\u201d<br \/>\nIni sangat berbahaya karena penolakan Roh Kudus adalah satu-satunya dosa yang tak<br \/>\nterampuni. Ketika pendekatan Roh Kudus secara konsisten dan terus-menerus<br \/>\nditolak, tidak ada lagi yang Sorga dapat lakukan.<\/p>\n<p>Alkitab<br \/>\nmenjelaskan tentang nasib semua orang yang berbalik dari mengikut Juruselamat:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Sebab mereka<br \/>\nyang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang<br \/>\npernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap firman yang baik dari<br \/>\nYahuwah dan karunia-karunia<br \/>\ndunia yang akan datang, namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali<br \/>\nlagi sedemikian, sehingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Yahuwah bagi diri mereka dan<br \/>\nmenghina-Nya di muka umum.  (Ibrani<br \/>\n6:4-6).<\/p>\n<p>Beberapa orang<br \/>\nberpendapat bahwa, jika seseorang jatuh, mereka dari awalnya tidak pernah<br \/>\ndiselamatkan, tetapi ini tidak sesuai dengan ayat Alkitab yang diberikan.  Paulus dengan jelas menyatakan bahwa mereka \u201c<em>pernah diterangi hatinya<\/em>.\u201d  Jika seseorang berbalik dari kasih karunia<br \/>\nilahi, Kasih ilahi tidak akan pernah memaksanya untuk tetap melawan kehendaknya.  \u201csebab jika kita sengaja berbuat dosa,<br \/>\nsesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban<br \/>\nuntuk menghapus dosa itu.\u201d (Ibrani 10:26).<\/p>\n<p>Mungkin hal<br \/>\nterburuk tentang doktrin \u201csekali selamat, tetap selamat,\u201d adalah apa yang<br \/>\ndoktrin itu ajarkan tentang karakter Yahuwah. <br \/>\n\u201cKarena begitu besar kasih Yahuwah<br \/>\nakan <em>dunia ini<\/em>,<br \/>\nsehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang<br \/>\npercaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Yahuwah mengutus Anak-Nya yang<br \/>\ntunggal ke dalam dunia bukan<br \/>\nuntuk menghakimi dunia, <em>melainkan untuk<br \/>\nmenyelamatkannya oleh Dia<\/em>.\u201d (Yohanes 3:16-17). Pewarisan sifat penuh dosa, diambil<br \/>\ndari setiap putra dan putri Adam, dengan kemampuan untuk memilih sendiri siapa<br \/>\nyang mereka akan sembah: Yahuwah atau Setan. Pengorbanan Yahushua tidak<br \/>\nmenjamin bahwa semua orang akan selamat. Itu hanya mengembalikan hak mereka<br \/>\nuntuk memilih <em>bagi diri mereka sendiri<\/em>,<br \/>\ndan tidak kehilangan hidup yang<br \/>\nkekal karena pilihan <em>Adam<\/em>.<\/p>\n<p>Yahuwah, yang<br \/>\ntelah berkorban banyak untuk menjamin kebebasan memilih, tidak akan pernah<br \/>\nmenghilangkan hak untuk memilih itu <br \/>\nsetelah orang tersebut berada dalam hubungan yang aman bersama<br \/>\nJuruselamat. Dosa membelenggu keinginan; penebusan memulihkannya demi kesesuaian bersama<br \/>\nYahuwah.  Namun tak seorang pun pada saat<br \/>\nitu menjadi budak pikiran yang tak dikehendaki. Semua orang masih memiliki<br \/>\nkuasa memilih dan Yahuwah tidak akan pernah menghapusnya, dan memaksakan<br \/>\nkehendak-Nya pada makhluk-makhluk ciptaan-Nya.<\/p>\n<p>Alkitab<br \/>\nmengajarkan bahwa orang-orang percaya akan aman <em>ketika mereka tetap setia kepada Yahuwah.<\/em> Namun apabila seseorang<br \/>\nmemilih untuk melepaskan diri dari tangan Yahushua, tidak akan ada jaminan yang<br \/>\nseperti itu lagi.  \u201cUpah dosa ialah maut\u201d<br \/>\n(Roma 6:23) bahkan bagi mereka yang, pada suatu waktu, telah menerima<br \/>\nkeselamatan.<\/p>\n<p>Semua kesalahan terpisah<br \/>\ndari sumber segala kehidupan dan kasih.  Fakta<br \/>\nbahwa Yahuwah telah mengorbankan Anak-Nya sendiri untuk menjamin kebebasan<br \/>\nmemilih dan bahwa Ia terus membiarkan semua orang untuk mempertahankan<br \/>\nkebebasan memilih itu, membuktikan kasih yang begitu dalam, sehingga pikiran<br \/>\nterjauh manusia tidak dapat memahami itu secara keseluruhan. Tanggalkanlah<br \/>\nkesalahan \u201csekali selamat, tetap selamat.\u201d <br \/>\nMendekatlah kepada pribadi yang mampu membuat anda selamat dari segala<br \/>\nbahaya. Ia tidak akan pernah mengganggu kepribadian anda, kepentingan anda, kebebasan<br \/>\nmemilih anda, tetapi ketika anda memilih untuk menyerahkan kehendak anda kepada<br \/>\nDia, maka Dia <em>akan<\/em> menjaga anda.<\/p>\n<p align=\"center\"><img decoding=\"async\" alt=\"He will keep you\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/he-will-keep-you-2.jpg\"> <\/p>\n","protected":false},"featured_media":223497,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":[],"class_list":["post-109634","wlc-article","type-wlc-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","wlc-article-category-makna-doktrin","wlc-content-directory-salvation"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sekali Selamat, Tetap Selamat? - Worlds Last Chance<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/once-saved-always-saved\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sekali Selamat, Tetap Selamat? - Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Saat itu tahun 1979. Duta besar Burma untuk Sri Lanka sangat yakin bahwa istrinya berselingkuh. Dengan memutuskan untuk menangani sendiri masalah tersebut, ia menembak istrinya di suatu malam saat istrinya pulang terlambat. Para tetangga melapor ke polisi bahwa tumpukan kayu untuk pembakaran jenazah sedang dibuat di halaman belakang kediaman tersebut. Ketika polisi Sri Lanka tiba, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/once-saved-always-saved\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-21T14:07:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/once-saved-always-saved-poster-bahasa.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"250\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"169\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"9 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/once-saved-always-saved\/\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/once-saved-always-saved\/\",\"name\":\"Sekali Selamat, Tetap Selamat? - Worlds Last Chance\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/once-saved-always-saved\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/once-saved-always-saved\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/once-saved-always-saved-poster-bahasa.jpg\",\"datePublished\":\"2014-09-04T05:10:12+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-21T14:07:01+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/once-saved-always-saved\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/once-saved-always-saved\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/once-saved-always-saved\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/once-saved-always-saved-poster-bahasa.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/once-saved-always-saved-poster-bahasa.jpg\",\"width\":250,\"height\":169},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/once-saved-always-saved\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Articles\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Sekali Selamat, Tetap Selamat?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/\",\"name\":\"Worlds Last Chance\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sekali Selamat, Tetap Selamat? - Worlds Last Chance","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/once-saved-always-saved\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Sekali Selamat, Tetap Selamat? - Worlds Last Chance","og_description":"Saat itu tahun 1979. Duta besar Burma untuk Sri Lanka sangat yakin bahwa istrinya berselingkuh. Dengan memutuskan untuk menangani sendiri masalah tersebut, ia menembak istrinya di suatu malam saat istrinya pulang terlambat. Para tetangga melapor ke polisi bahwa tumpukan kayu untuk pembakaran jenazah sedang dibuat di halaman belakang kediaman tersebut. Ketika polisi Sri Lanka tiba, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/once-saved-always-saved\/","og_site_name":"Worlds Last Chance","article_modified_time":"2025-08-21T14:07:01+00:00","og_image":[{"width":250,"height":169,"url":"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/once-saved-always-saved-poster-bahasa.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"9 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/once-saved-always-saved\/","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/once-saved-always-saved\/","name":"Sekali Selamat, Tetap Selamat? - Worlds Last Chance","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/once-saved-always-saved\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/once-saved-always-saved\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/once-saved-always-saved-poster-bahasa.jpg","datePublished":"2014-09-04T05:10:12+00:00","dateModified":"2025-08-21T14:07:01+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/once-saved-always-saved\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/once-saved-always-saved\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/once-saved-always-saved\/#primaryimage","url":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/once-saved-always-saved-poster-bahasa.jpg","contentUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/once-saved-always-saved-poster-bahasa.jpg","width":250,"height":169},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/once-saved-always-saved\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Articles","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Sekali Selamat, Tetap Selamat?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/","name":"Worlds Last Chance","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article\/109634","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/wlc-article"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109634"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/223497"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109634"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}