{"id":109622,"date":"2014-08-31T10:19:31","date_gmt":"2014-08-31T10:19:31","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/wlc-article\/migrating-takdir-sebuah-lotre-ilahi\/"},"modified":"2025-08-21T13:53:55","modified_gmt":"2025-08-21T13:53:55","slug":"takdir-sebuah-lotre-ilahi","status":"publish","type":"wlc-article","link":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/articles\/makna-doktrin\/takdir-sebuah-lotre-ilahi\/","title":{"rendered":"Takdir: Sebuah Lotre Ilahi?"},"content":{"rendered":"<h2 align=\"center\"><em><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Predestination\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/predestination-divine-lottery-q1-bahasa.jpg\" height=\"405\" width=\"700\"><\/em><\/h2>\n<h2 align=\"center\"><em><br \/>\nApakah anda sudah memegang<br \/>\ntiket kemenangan?<\/em><\/h2>\n<p>\nKebanyakan orang Kristen telah diajarkan dari kecil<br \/>\nbahwa berjudi adalah salah. Orang-orang tua dan guru-guru sekolah minggu<br \/>\nmengajarkan bahwa surga telah mencurahkan hadiah-hadiah berharga bagi umat<br \/>\nmanusia dan adalah sebuah tugas dan kewajiban suci untuk menjadi pelayan-pelayan<br \/>\nyang bijaksana. Oleh karena itu, membahayakan atau memboroskan hadiah-hadiah<br \/>\nini dengan cara berjudi pada hal-hal itu adalah dosa. Namun, jutaan orang<br \/>\nKristen percaya dan mengajarkan bahwa <a href=\"\/biblical-christian-beliefs\/rahasia-keselamatan.html\">keselamatan<\/a> itu sendiri adalah semacam<br \/>\nlotre.<\/p>\n<p>Doktrin takdir, pertama kali diperkenalkan oleh reformator<br \/>\nProtestan John Calvin pada abad keenam belas, mengurangi nilai injil<br \/>\nkeselamatan menjadi tidak lebih dari sebuah putaran dadu kosmik, sebuah permainan<br \/>\npeluang dari pihak ilahi. Jika [Eloah] memilih anda untuk menjadi salah satu<br \/>\ndari orang-orang pilihan, anda beruntung! Tapi jika tidak, sangat buruk; sungguh<br \/>\nmalang. Kamu kalah. <em>Dan tidak ada yang<br \/>\ndapat anda lakukan yang dapat mengubah nasib anda<\/em>.<\/p>\n<p>Walaupun orang-orang yang percaya pada takdir tidak<br \/>\ndiragukan lagi tulus dalam keyakinan mereka, namun doktrin ini berbahaya karena<br \/>\nsalah mengartikan dan memutarbalikkan <a href=\"\/practical-godliness\/kasih-kekal-bagian-1-kasih-yahuwah-bagi-manusia.html\">karakter Yahuwah yang penuh<br \/>\nkasih<\/a>.<br \/>\nArtikel ini akan membahas berbagai komponen doktrin takdir dan menjelaskan<br \/>\nbagaimana keyakinan ini bertentangan dengan apa yang diungkapkan oleh firman<br \/>\nYahuwah, yang kemudian keyakinan ini menafsirkan-salah karakter Yahuwah<br \/>\nsebagaimana yang terungkap di dalam Kitab Suci.<\/p>\n<p>Takdir didirikan di atas lima pilar dasar. Kelima<br \/>\nkeyakinan ini adalah:<\/p>\n<p class=\"indenttext-left\">1.<strong> Sepenuhnya bejat\/tidak berdaya<\/strong> \u2013 Manusia sepenuhnya jahat dan tidak sanggup melakukan<br \/>\napapun yang &#8220;baik&#8221;.<br \/>\n2.<strong> Pemilihan tanpa syarat<\/strong> \u2013 Keselamatan manusia sepenuhnya tergantung pada takdir<br \/>\nyang Yahuwah tentukan pada manusia untuk diselamatkan karena manusia<br \/>\nbenar-benar dan sungguh-sungguh jahat.<br \/>\n3.<strong> Penebusan Terbatas<\/strong> \u2013 Yahushua mati hanya bagi mereka yang telah ditakdirkan oleh Yahuwah<br \/>\nuntuk diselamatkan. Yahushua tidak mati sia-sia bagi setiap orang yang akan tidak<br \/>\nselamat (atau setiap orang yang Yahuwah takdirkan untuk tidak selamat).<br \/>\n4.<strong> Anugerah yang Tidak bisa Ditolak<\/strong> \u2013 Semua orang yang telah ditakdirkan oleh Yahuwah untuk<br \/>\ndiselamatkan tidak akan bisa terhilang karena mereka benar-benar tidak akan mampu<br \/>\nmenolak anugerah ilahi.<br \/>\n5.<strong> Ketabahan Orang-orang Kudus<\/strong> \u2013 Juga dikenal sebagai &#8220;jaminan kekal&#8221;.<\/p>\n<p>Sekilas pandang, kebanyakan atau jika tidak semua<br \/>\norang Kristen akan setuju dengan setidaknya beberapa dari poin ini. Namun, jika<br \/>\ndibandingkan dengan seksama pada ayat-ayat Alkitab, pernyataan-pernyataan yang nampaknya<br \/>\nwajar dan bahkan konsisten dengan Alkitab didapati, pada kenyataannya,<br \/>\nbertentangan dengan itu. Mari kita lihat kembali masing-masing dari kelima poin<br \/>\nini, dan membandingkannya masing-masing dengan Firman Yahuwah yang jelas.<\/p>\n<h3 align=\"center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"total evil\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 30px; margin-left: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/total-depravity-3.jpg\" align=\"right\" height=\"525\" width=\"350\"><\/h3>\n<h3 align=\"center\"><strong>Sepenuhnya<br \/>\nbejat\/tidak berdaya<\/strong><\/h3>\n<h4 align=\"center\"><em><br \/>\nManusia<br \/>\nsepenuhnya jahat dan tidak sanggup melakukan apapun yang &#8220;baik&#8221;.<\/em><\/h4>\n<p>Memang benar bahwa setiap orang yang pernah lahir<br \/>\ntelah mewarisi sebuah sifat dosa dari Adam. &#8220;Tidak ada yang benar,<br \/>\nseorangpun tidak. . . . Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah<br \/>\nkehilangan kemuliaan Yahuwah&#8221;. (Roma 3:10 dan 23). Tanpa ragu pada level<br \/>\ndimana dosa telah menurunkan umat manusia, Yesaya menyatakan: &#8220;Kami semua adalah<br \/>\nseperti seorang yang najis, dan segala kesalehan kami seperti kain kotor&#8221;.<br \/>\n(Yesaya 64:6).<\/p>\n<p>Namun, seperti yang digunakan untuk mendukung takdir,<br \/>\nkesalahan adalah salah satu bentuk yang ekstrim. Jika manusia benar-benar dan sungguh-sungguh<br \/>\njahat, maka tidak akan ada kemungkinan bagi manusia untuk menuruti panggilan berulang-ulang<br \/>\nuntuk <em>bertobat dan berbalik dari<br \/>\nkejahatan<\/em>:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Yahuwah,<br \/>\nAku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada<br \/>\npertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. <em>Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang<br \/>\njahat itu! Mengapakah kamu akan mati<\/em>, hai kaum Israel?&#8221; (Yehezkiel<br \/>\n33:11)<\/p>\n<p>Selain itu, jika manusia benar-benar tidak sanggup<br \/>\nmelakukan kebaikan, maka dia tidak dapat bertanggung jawab atas dosa-dosanya.<br \/>\nUntuk melakukannya akan menjadi sesuatu yang kejam dan tidak adil.<\/p>\n<h3 align=\"center\"><strong>Pemilihan<br \/>\ntanpa syarat<\/strong><\/h3>\n<h4 align=\"center\"><em><br \/>\nKeselamatan<br \/>\nmanusia sepenuhnya tergantung pada takdir yang Yahuwah tentukan pada manusia<br \/>\nuntuk diselamatkan karena manusia benar-benar dan sungguh-sungguh jahat.<\/em><\/h4>\n<p>Walaupun ini <em>terdengar<\/em><br \/>\nAlkitabiah karena manusia tanpa diragukan lagi telah mewarisi sifat dosa, namun<br \/>\nhal ini masih tetap salah. Untuk mendasarkan keselamatan seseorang sepenuhnya<br \/>\npada ketidak adanya kesempatan yang Yahuwah takdirkan bagi dia untuk diselamatkan<br \/>\nadalah menghapus pelaksanaan persamaan kehendak bebas. Takdir mengajarkan bahwa<br \/>\nYahuwah pada mulanya telah memutuskan siapa yang akan diselamatkan. Calvinis<br \/>\ntradisional mengajarkan &#8220;takdir ganda&#8221; di mana mereka percaya bahwa<br \/>\nYahuwah juga mentakdirkan beberapa jiwa yang akan tidak selamat.<\/p>\n<p>Masalah dengan keyakinan seperti ini ada dua, yaitu:<\/p>\n<p>Pertama, keyakinan ini merusak tanggung jawab<br \/>\npribadi. Pembunuhan Habel yang dilakukan oleh Kain dapat langsung dimaafkan<br \/>\ndengan menyatakan bahwa Kain telah &#8220;ditakdirkan&#8221; untuk tidak selamat,<br \/>\nkarena itu dia &#8220;ditakdirkan&#8221; untuk membunuh saudaranya. Keyakinan ini<br \/>\nmembebaskan seseorang dari konsekuensi tindakan salah mereka. Menghilangkan<br \/>\ntanggung jawab pribadi pada dampak yang dialami seseorang oleh karena perbuatan<br \/>\norang lain yang salah. Pada faktanya, itulah tepatnya apa yang Kain coba<br \/>\nlakukan.<\/p>\n<p>Alkitab mencatat percakapan antara Yahuwah dan Kain<br \/>\nsetelah pembunuhan itu terjadi:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Dan terjadilah, ketika mereka ada di padang,<br \/>\ntiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia. <\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Dan Yahuwah berfirman kepada Kain: &#8220;Di mana<br \/>\nHabel, adikmu itu?&#8221; Jawabnya: &#8220;Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga<br \/>\nadikku?&#8221; (Kejadian 4:8-9).<\/p>\n<p>Kesalahan keyakinan ini langsung terlihat ketika<br \/>\nYahuwah menolak alasan Kain, dengan berfirman:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu<br \/>\nitu berteriak kepada-Ku dari tanah.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh<br \/>\ndari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari<br \/>\ntanganmu.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah<br \/>\nitu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi<br \/>\nseorang pelarian dan pengembara di bumi&#8221;.  (Kejadian 4:10-12).<\/p>\n<p>Masalah kedua dari arti Pemilihan Tanpa syarat ini<br \/>\nadalah hal ini menyiratkan bahwa Yahuwah telah mentakdirkan dosa. Tidak semua<br \/>\nCalvinis memegang keyakinan takdir sejauh ini, tapi beberapa orang melakukannya,<br \/>\ndan itu adalah sebuah masalah. <em>Jika<\/em><br \/>\nYahuwah mentakdirkan semuanya, maka Dia juga mentakdirkan dosa pada saat Dia<br \/>\nmemilih jiwa-jiwa tertentu yang akan tidak selamat. Hal ini bertentangan dengan<br \/>\nAlkitab yang dengan jelas menyatakan: &#8220;Apabila seorang dicobai, janganlah<br \/>\nia berkata: &#8220;Pencobaan ini datang dari Yahuwah!&#8221; Sebab Yahuwah tidak<br \/>\ndapat dicobai oleh yang jahat, dan Dia sendiri tidak mencobai siapapun&#8221;.<br \/>\n(Yakobus 1:13).<\/p>\n<h3 align=\"center\"><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"lost sheep\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-left: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/lost-sheep-3.jpg\" align=\"right\" height=\"502\" width=\"399\"><\/strong><\/h3>\n<h3 align=\"center\"><strong>Penebusan<br \/>\nTerbatas<\/strong><\/h3>\n<h4 align=\"center\"><em><br \/>\nYahushua mati<br \/>\nhanya bagi mereka yang telah ditakdirkan oleh Yahuwah untuk diselamatkan. Dia<br \/>\ntidak mati bagi mereka yang akan tidak selamat.<\/em><\/h4>\n<p>Pilihan <a href=\"\/biblical-christian-beliefs\/yahushua-hidupnya-milikku.html\">penebusan<\/a> seperti ini, walaupun konsisten<br \/>\ndengan takdir, namun ini tidak konsisten dengan Alkitab, yang berulang kali<br \/>\nmenegaskan bahwa Yahushua mati untuk <em>semua<br \/>\norang<\/em>. Dalam nubuat luhur Yesaya tentang karya Sang Mesias, dia menulis:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing<br \/>\nkita mengambil jalannya sendiri, tetapi <em>Yahuwah<br \/>\ntelah menimpakan kepada-Nya kejahatan kita sekalian<\/em>.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Sesudah kesusahan jiwa-Nya Dia akan melihat terang<br \/>\ndan menjadi puas; dan <em>sebagai Orang yang<br \/>\nBenar, Dia akan membenarkan banyak orang oleh hikmat-Nya, dan kejahatan mereka Dia<br \/>\npikul.<\/em><\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Sebab itu Aku akan membagikan kepada-Nya orang-orang<br \/>\nbesar sebagai rampasan, dan Dia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai<br \/>\njarahan, yaitu sebagai ganti karena Dia telah menyerahkan nyawa-Nya ke dalam<br \/>\nmaut dan karena Dia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun <em>Dia menanggung dosa banyak orang dan berdoa<br \/>\nuntuk pemberontak-pemberontak<\/em>. (Yesaya 53:6, 11-12)<\/p>\n<p>Salah satu bagian Alkitab yang paling indah dan paling<br \/>\nbanyak dikutip lebih lanjut menggarisbawahi dengan menyatakan bahwa Yahushua<br \/>\nmati untuk seluruh dunia, bukan hanya kepada sekelompok orang terpilih, yang<br \/>\nberuntung.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Karena begitu besar kasih Yahuwah akan <em>dunia ini<\/em>, sehingga Dia telah<br \/>\nmengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, <em>supaya<br \/>\nsetiap orang yang percaya kepada-Nya<\/em> tidak binasa, melainkan beroleh hidup<br \/>\nyang kekal. <\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Sebab Yahuwah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan<br \/>\nuntuk menghakimi dunia, <em>melainkan supaya<br \/>\ndunia melalui Dia dapat diselamatkan<\/em>. (Yohanes 3:16-17)<\/p>\n<h3 align=\"center\"><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"irresistible grace\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-right: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/irresistible-grace-3.jpg\" align=\"left\" height=\"524\" width=\"350\"><\/strong><\/h3>\n<h3 align=\"center\"><strong>Anugerah yang<br \/>\nTidak bisa Ditolak<\/strong><\/h3>\n<h4 align=\"center\"><em><br \/>\nSemua orang<br \/>\nyang telah ditakdirkan untuk diselamatkan tidak akan bisa terhilang karena<br \/>\nmereka benar-benar tidak akan mampu menolak anugerah ilahi.<\/em><\/h4>\n<p>Keyakinan ini menolak dasar utama di mana <a href=\"\/biblical-christian-beliefs\/injildari-dosa-menuju-keselamatan.html\">rencana keselamatan<\/a> terletak! Dengan kata lain,<br \/>\nkeyakinan ini mengajarkan bahwa tidak ada yang memiliki kebebasan untuk memilih.<br \/>\nSetiap putra dan putri Adam mewarisi sifat dosa. Yahuwah, &#8220;menghendaki<br \/>\nsupaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan<br \/>\nbertobat&#8221; (2 Petrus 3:9) sehingga Dia mengorbankan Anak-Nya untuk<br \/>\nmemungkinkan semua orang memperoleh kesempatan kedua untuk memilih bagi dirinya<br \/>\nsendiri. Jika pilihan ini dihapus dengan beberapa keputusan ilahi yang memilih<br \/>\nbeberapa orang untuk diselamatkan dan menolak yang lain yang akan terhilang, maka<br \/>\nalasan utama dari <a href=\"\/winds-of-doctrine\/kematian-yahushua-membatalkan-hukum.html\">kematian Yahushua<\/a> juga disisihkan.<\/p>\n<p>Keyakinan ini menyatakan bahwa tidak ada seorangpun,<br \/>\ntidak peduli seberapa keras kepalanya dia memberontak atau seberapa dalamnya<br \/>\ndia melekat pada dosa-dosa favorit yang dia hargai, dapat terhilang jika<br \/>\nYahuwah telah memutuskan sebaliknya. Sebaliknya, tidak ada seorangpun, terlepas<br \/>\ndari begitu rindunya dia untuk menjadi sama dengan gambar Yahuwah, akan diselamatkan<br \/>\njika dia telah dipilih sebelumnya untuk tidak selamat. Keyakinan yang merusak ini<br \/>\ntidak didukung oleh pernyataan yang jelas dari Kitab Suci yang menempatkan<br \/>\nkeputusan ada pada setiap individu. &#8220;Banyak orang, banyak orang di lembah<br \/>\npenentuan! Ya, sudah dekat hari Yahuwah di lembah penentuan!&#8221;. (Yoel 3:14).<\/p>\n<h3 align=\"center\"> <\/h3>\n<h3 align=\"center\"><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"once saved, always saved\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-left: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/once-saved-always-saved-3.jpg\" align=\"right\" height=\"299\" width=\"450\"><\/strong><\/h3>\n<h3 align=\"center\"><strong>Ketabahan<br \/>\nOrang-orang Kudus<\/strong><\/h3>\n<h4 align=\"center\"><a href=\"\/winds-of-doctrine\/sekali-selamat-tetap-selamat.html\"><em><br \/>\nSekali selamat, tetap selamat.<\/em><\/a><\/h4>\n<p>Sama seperti doktrin &#8220;anugerah yang tidak bisa<br \/>\nditolak&#8221;, yaitu keyakinan bahwa sekali seseorang telah diselamatkan, tidak<br \/>\nada sesuatu yang dapat dia lakukan yang akan membuat dia tidak selamat, keyakinan<br \/>\nini sekali lagi memperbudak kehendak manusia. Tidak ada seorangpun yang menjadi<br \/>\n&#8220;agen moral yang bebas&#8221;. Kebebasan memilih dari seseorang tidak dihilangkan<br \/>\nsesaat setelah dia menerima karunia keselamatan. Rasul Paulus sendiri menyebut ada<br \/>\nkemungkinan untuk tidak selamat &#8211; bahkan setelah semua yang dia telah dilakukan<br \/>\nuntuk membawa keselamatan bagi orang-orang lain!<\/p>\n<p>&#8220;Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya<br \/>\nseluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku<br \/>\nsendiri ditolak&#8221;. (1 Korintus 9:27)<\/p>\n<p>Doktrin takdir bertentangan dengan prinsip-prinsip<br \/>\nlain yang ditemukan di dalam Alkitab. Di antara kata-kata terakhir yang<br \/>\ndiucapkan oleh sang Juruselamat yang dicatat di dalam Alkitab terdapat perintah:<br \/>\n&#8221; Karena<br \/>\nitu pergilah, <em>ajarlah semua bangsa<\/em>,<br \/>\ndan baptislah mereka . . . . dan <em>ajarlah<br \/>\nmereka melakukan segala sesuatu<\/em> yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan<br \/>\nketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman&#8221;.<br \/>\n(Matius 28:19-20). Jika Yahuwah sudah menentukan orang-orang yang akan<br \/>\ndiselamatkan, maka penginjilan tidak akan memiliki tujuan apa-apa lagi karena mereka<br \/>\npasti akan diselamatkan juga.<\/p>\n<p>Selain itu, jika Yahuwah sudah mentakdirkan beberapa<br \/>\norang untuk diselamatkan, maka tidak ada untungnya lagi untuk berdoa bagi<br \/>\nkeluarga dan teman-teman karena mereka akan diselamatkan atau terhilang<br \/>\ntergantung pada pilihan Yahuwah dan tidak ada sesuatu yang dapat dilakukan oleh<br \/>\nsiapapun yang dapat mengubah pikiran-Nya. Keyakinan seperti ini adalah sebuah<br \/>\nbentuk penolakan pada prinsip-prinsip Alkitabiah untuk <a href=\"\/practical-godliness\/berdoa-bagi-orang-lain.html\">berdoa bagi orang lain<\/a> yang dengan tepat telah dirangkum<br \/>\noleh Nabi Samuel. Ketika bangsa Israel bersikeras agar memiliki seorang raja<br \/>\nuntuk memerintah atas mereka, mereka secara efektif menolak Yahuwah sebagai penguasa<br \/>\nmereka. Pada saat itu, dengan hati yang hancur, Samuel mengatakan kata-kata<br \/>\nyang bergema sampai hari ini:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa<br \/>\nkepada Yahuwah dengan berhenti mendoakan kamu; aku akan mengajarkan kepadamu<br \/>\njalan yang baik dan lurus.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Hanya takutlah akan Yahuwah dan setialah beribadah<br \/>\nkepada-Nya dengan segenap hatimu, sebab ketahuilah, betapa besarnya hal-hal yang<br \/>\ndilakukan-Nya di antara kamu.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Tetapi jika kamu terus berbuat jahat, maka kamu akan<br \/>\ndilenyapkan, baik kamu maupun rajamu itu. (1 Samuel 12:23-25)<\/p>\n<p>Di sini tidak ada yang sudah ditakdirkan sebelumnya.<br \/>\nSamuel menujukkan ke depan konsekuensi yang akan mereka terima jika mereka<br \/>\nterus memberontak terhadap Pencipta mereka. Sesaat sebelum kematian Musa, dia<br \/>\nmemberi sebuah seruan keras kepada seluruh bangsa Israel untuk menggunakan<br \/>\nkebebasan memilih yang diberikan oleh Yahuwah dan menggunakannya untuk <em>memilih<\/em> kebenaran:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap<br \/>\nkamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan<br \/>\nkutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">dengan mengasihi Yahuwah, Eloahmu, mendengarkan<br \/>\nsuara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab Dialah hidupmu dan yang menentukan<br \/>\npanjang umurmu. (Ulangan 30:19-20)<\/p>\n<p>Musa, sahabat Yang Mahatinggi, hamba yang rendah<br \/>\nhati yang kepadanya Yahuwah berbicara &#8220;muka dengan muka, sama seperti<br \/>\nseseorang berbicara dengan sahabatnya&#8221;, (Keluaran 33:11), dengan tegas<br \/>\nmenolak tanda-tanda takdir, dan dengan jelas menyatakan bahwa itu adalah <em>pilihan<\/em> setiap <em>individu<\/em>.<\/p>\n<p>Namun, yang paling buruk dari semuanya, adalah apa<br \/>\nyang takdir ajarkan mengenai karakter Yahuwah. Takdir itu tidak adil karena orang-orang<br \/>\nyang tidak terpilih yang ditakdirkan untuk tidak selamat bukan karena kesalahan<br \/>\nyang mereka buat sendiri! Memang benar bahwa hati dari seorang manusia yang<br \/>\ntelah jatuh telah dirusak dengan dosa. &#8220;Betapa liciknya hati, lebih licik<br \/>\ndari pada segala sesuatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?&#8221;. (Yeremia<br \/>\n17: 9). Adalah juga benar bahwa keselamatan adalah hadiah gratis dari Yahuwah:<br \/>\n&#8220;Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil<br \/>\nusahamu, itu adalah karunia Yahuwah&#8221;. (Efesus 2:8). Kesalahan masuk ketika<br \/>\npilihan manusia dihilangkan.<\/p>\n<p>Alkitab menyatakan bahwa &#8220;Yahuwah adalah kasih&#8221;.<br \/>\n(1 Yohanes 4:8). Eloah yang pengasih tidak akan menghilangkan kebebasan memilih<br \/>\ndari anak-anak-Nya yang berharga, dan memainkan semacam lotre ilahi, memilih<br \/>\nbeberapa orang untuk diselamatkan, dan banyak yang akan tidak selamat.<\/p>\n<p>Tidak ada tindakan seperti itu yang merupakan<br \/>\ntindakan yang adil. Alkitab mengungkapkan karakter Sang Pencipta:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Beginilah firman Yahuwah: &#8220;Janganlah orang<br \/>\nbijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah<br \/>\nkarena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya,<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah<br \/>\nkarena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah Yahuwah<br \/>\nyang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya<br \/>\nitu Kusukai, demikianlah firman Yahuwah. (Yeremia 9: 23-24)<\/p>\n<p>Doktrin takdir adalah sebuah keyakinan yang sangat<br \/>\nmerusak. Doktrin ini menyatakan Sang Pencipta yang penuh kasih sebagai pribadi<br \/>\nyang kejam, tak berperasaan dan sewenang-wenang. Hal ini bertentangan dengan<br \/>\nKitab Suci, yang menyatakan Dia sebagai Bapa yang penuh kasih yang tidak menginginkan<em>satupun<\/em> manusia binasa. Hasilnya<br \/>\nadalah penolakan hati manusia pada bentuk ketidakadilan yang dingin tersebut.<br \/>\nMereka berpaling, dan tidak memahami bahwa atribut karakter ini bukanlah milik<br \/>\nYahuwah, tetapi telah dipalsukan dan dikaitkan dengan-Nya oleh musuh Yahuwah<br \/>\ndan manusia, yaitu Setan.<\/p>\n<p>Keyakinan-keyakinan yang salah tentang karakter Sang<br \/>\nPenebus menjadi tembok pemisah di antara jiwa dan Penciptanya. Yahuwah meminta<br \/>\nsemua orang untuk menanggalkan semua keyakinan yang tidak didasarkan pada<br \/>\nAlkitab. Terimalah kasih yang Dia miliki untuk anda. Anda akan melihat<br \/>\nkedalaman keindahan dalam karakter ilahi yang akan menarik anda kepada-Nya<br \/>\ndengan ikatan kasih yang tak terbatas. Dia tidak duduk menjauh dan terpisah<br \/>\ndari ciptaan-Nya, dan dengan sewenang-wenang memilih beberapa orang untuk<br \/>\ndiselamatkan dan memilih yang lain untuk tidak diselamatkan. Sebaliknya, Ia<br \/>\naktif terlibat dalam menarik <em>semua orang<\/em><br \/>\ndatang kepada diri-Nya karena Dia merindukan agar <em>semua<\/em> orang dapat diselamatkan.<\/p>\n<p align=\"center\"><img decoding=\"async\" alt=\"saving the lost\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/saving-the-lost-3.jpg\"> <\/p>\n<p>&#8220;Dari jauh Yahuwah menampakkan diri<br \/>\nkepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan<br \/>\nkasih setia-Ku kepadamu&#8221;. (Yeremia 31:3).<\/p>\n","protected":false},"featured_media":223417,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":[],"class_list":["post-109622","wlc-article","type-wlc-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","wlc-article-category-makna-doktrin","wlc-content-directory-salvation"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Takdir: Sebuah Lotre Ilahi? - Worlds Last Chance<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/predestination-a-divine-lottery\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Takdir: Sebuah Lotre Ilahi? - Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apakah anda sudah memegang tiket kemenangan? Kebanyakan orang Kristen telah diajarkan dari kecil bahwa berjudi adalah salah. Orang-orang tua dan guru-guru sekolah minggu mengajarkan bahwa surga telah mencurahkan hadiah-hadiah berharga bagi umat manusia dan adalah sebuah tugas dan kewajiban suci untuk menjadi pelayan-pelayan yang bijaksana. Oleh karena itu, membahayakan atau memboroskan hadiah-hadiah ini dengan cara [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/predestination-a-divine-lottery\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-21T13:53:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/predestination-divine-lottery-bahasa.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"250\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"169\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/predestination-a-divine-lottery\/\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/predestination-a-divine-lottery\/\",\"name\":\"Takdir: Sebuah Lotre Ilahi? - Worlds Last Chance\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/predestination-a-divine-lottery\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/predestination-a-divine-lottery\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/predestination-divine-lottery-bahasa.jpg\",\"datePublished\":\"2014-08-31T10:19:31+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-21T13:53:55+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/predestination-a-divine-lottery\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/predestination-a-divine-lottery\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/predestination-a-divine-lottery\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/predestination-divine-lottery-bahasa.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/predestination-divine-lottery-bahasa.jpg\",\"width\":250,\"height\":169},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/predestination-a-divine-lottery\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Articles\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Takdir: Sebuah Lotre Ilahi?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/\",\"name\":\"Worlds Last Chance\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Takdir: Sebuah Lotre Ilahi? - Worlds Last Chance","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/predestination-a-divine-lottery\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Takdir: Sebuah Lotre Ilahi? - Worlds Last Chance","og_description":"Apakah anda sudah memegang tiket kemenangan? Kebanyakan orang Kristen telah diajarkan dari kecil bahwa berjudi adalah salah. Orang-orang tua dan guru-guru sekolah minggu mengajarkan bahwa surga telah mencurahkan hadiah-hadiah berharga bagi umat manusia dan adalah sebuah tugas dan kewajiban suci untuk menjadi pelayan-pelayan yang bijaksana. Oleh karena itu, membahayakan atau memboroskan hadiah-hadiah ini dengan cara [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/predestination-a-divine-lottery\/","og_site_name":"Worlds Last Chance","article_modified_time":"2025-08-21T13:53:55+00:00","og_image":[{"width":250,"height":169,"url":"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/predestination-divine-lottery-bahasa.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/predestination-a-divine-lottery\/","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/predestination-a-divine-lottery\/","name":"Takdir: Sebuah Lotre Ilahi? - Worlds Last Chance","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/predestination-a-divine-lottery\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/predestination-a-divine-lottery\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/predestination-divine-lottery-bahasa.jpg","datePublished":"2014-08-31T10:19:31+00:00","dateModified":"2025-08-21T13:53:55+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/predestination-a-divine-lottery\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/predestination-a-divine-lottery\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/predestination-a-divine-lottery\/#primaryimage","url":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/predestination-divine-lottery-bahasa.jpg","contentUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/predestination-divine-lottery-bahasa.jpg","width":250,"height":169},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/predestination-a-divine-lottery\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Articles","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Takdir: Sebuah Lotre Ilahi?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/","name":"Worlds Last Chance","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article\/109622","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/wlc-article"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109622"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/223417"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109622"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}