{"id":109524,"date":"2013-11-18T09:05:29","date_gmt":"2013-11-18T09:05:29","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/wlc-article\/migrating-benarkah-gereja-katholik-roma-yang-memberikan-kita-alkitab\/"},"modified":"2025-08-21T12:37:46","modified_gmt":"2025-08-21T12:37:46","slug":"benarkah-gereja-katholik-roma-yang-memberikan-kita-alkitab","status":"publish","type":"wlc-article","link":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/articles\/makna-doktrin\/benarkah-gereja-katholik-roma-yang-memberikan-kita-alkitab\/","title":{"rendered":"Benarkah Gereja Katholik Roma yang Memberikan Kita Alkitab?"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Konsili Nicea\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-right: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/council-of-nicea-4.jpg\" align=\"left\" height=\"519\" width=\"400\">Semakin banyak pencari kebenaran yang berhati-tulus<br \/>\nyang menemukan sebuah dugaan yang mengejutkan: pernyataan bahwa Gereja Katholik<br \/>\nRoma bertanggung jawab memberikan kepada dunia Alkitab seperti yang kita kenal<br \/>\nsekarang. Pernyataan ini menyatakan bahwa Gereja Katholik Roma, pada<br \/>\nkonsili Nicea, memilih tulisan-tulisan apa saja yang dapat dimasukkan ke dalam<br \/>\nAlkitab, dan menetapkan kitab-kitab apa saja yang diilhami oleh Roh Kudus dan<br \/>\nmenolak yang lain dengan menganggapnya bukan sebagai ilham dari Surga. <\/p>\n<p>Jika pernyataan ini benar, masalah tersebut dengan<br \/>\nsegera akan menjadi jelas: dengan mempertimbangkan betapa banyaknya kepercayaan<br \/>\nyang tidak Alkitabiah yang diajarkan dan dipraktekkan oleh Gereja Katholik<br \/>\nRoma, bagaimana kita bisa yakin bahwa Alkitab moderen adalah firman Yahuwah?<br \/>\nBagaimana jika Gereja Katholik Roma menolak beberapa kitab yang <em>seharusnya <\/em>disertakan? Jika Katholik<br \/>\nbertanggung jawab atas Alkitab moderen kita, <em>bagaimana kita bisa yakin Alkitab itu benar?<\/em><\/p>\n<p>Pendapat bahwa Gereja Katholik Roma adalah yang<br \/>\nbertangung jawab menyediakan Alkitab, tidak mengejutkan bagi Katholik Roma<br \/>\nsendiri. <em>The Faith of Millions: The<br \/>\nCredentials of the Catholic Religion<\/em> dengan jelas merinci alasan yang<br \/>\ndigunakan untuk pernyataan yang luar biasa ini:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Gereja Katholiklah yang mengumpulkan semua<br \/>\nkitab-kitab ini [Perjanjian Baru], membuatnya ke dalam satu jilid, dan kemudian<br \/>\ndiberikan kepada dunia apa yang sekarang dikenal sebagai Alkitab&#8230;<\/p>\n<ol>\n<li> Perjanjian Baru ditulis secara keseluruhan oleh Katholik.<\/li>\n<li>Santo Petrus, paus pertama dari Gereja Katholik, adalah penulis dari<br \/>\ndua suratnya.<\/li>\n<li>Gereja Katholik menentukan kanon atau daftar kitab-kitab untuk menyusun<br \/>\nPerjanjian Baru.<\/li>\n<li>Gereja Katholik menyatakan bahwa kitab-kitab dari Perjanjian Baru<br \/>\nsemuanya diilhamkan oleh Tuhan, yang merupakan otoritas <em>tunggal<\/em> keyakinan universal di dalam karakter orang Katholik maupun<br \/>\norang Protestan yang telah diilhami.<\/li>\n<li>Gereja Katholik ada sebelum Perjanjian Baru.<\/li>\n<li>Gereja Katholik adalah ibu dari Perjanjian Baru<\/li>\n<\/ol>\n<p class=\"indenttext\">Jika gereja Katholik tidak meneliti dengan cermat<br \/>\ntulisan-tulisan dari anak-anaknya, tidak menolak beberapa tulisan-tulisan itu<br \/>\ndan menjadikan yang lain layak dimasukkan ke dalam kanon Perjanjian Baru, maka<br \/>\ntidak akan ada Perjanjian Baru hari ini.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Jika gereja Katholik tidak menyatakan penyusunan kitab-kitab<br \/>\nPerjanjian Baru diilhami dari firman Tuhan, kita tidak akan tahu hal itu.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Satu-satunya otoritas yang dimiliki oleh orang-orang<br \/>\nyang bukan-Katholik untuk pengilhaman dari Alkitab adalah otoritas Gereja<br \/>\nKatholik.  Jika para orang suci ditolak,<br \/>\ntidak ada dasar yang tersisa untuk mempertahankan prinsip utama terhadap semua<br \/>\numat Protestan  \u2013 karakter yang<br \/>\ndiilhamkan Alkitab.<sup>1<\/sup><\/p>\n<p>Penulis dari pernyataan yang luar biasa ini dengan<br \/>\nsengaja menyesatkan. Dia dengan sengaja memutar kata-kata dengan lihai, secara<br \/>\nlicik. Dengan menggunakan istilah \u201cGereja Katholik\u201d secara keseluruhan,<br \/>\nseseorang dituntun untuk menganggap bahwa gereja yang dimaksud adalah Gereja<br \/>\nKatholik <em>Roma<\/em>. Namun, hal ini adalah<br \/>\ntipuan. Fakta sejarah membuktikan bahwa Gereja Katholik Roma belum ada sampai<br \/>\nbeberapa ratus tahun <em>setelah<\/em><br \/>\nPerjanjian Baru ditulis. Oleh karena itu, Gereja Katholik Roma <em>tidak mungkin<\/em> menjadi \u201cibu dari<br \/>\nPerjanjian Baru\u201d juga tidak mungkin \u201cada <em>sebelum<\/em><br \/>\nPerjanjian Baru.\u201d Dengan demikan, para penulis Perjanjian Baru <em>bukanlah<\/em> Katholik Roma!<\/p>\n<p>Dan disinilah penipuan yang disengaja itu<br \/>\nmasuk.  Pernyataan yang dibuat tentang<br \/>\n\u201cGereja Katholik\u201d bukanlah \u201cGereja Katholik Roma\u201d seperti yang dianggap oleh<br \/>\nsebagian besar pembaca.  Kata \u201ckatholik\u201d<br \/>\nsecara sederhana berarti \u201cuniversal.\u201d <br \/>\nJadi dalam hal ini, dapat dikatakan bahwa para penulis Perjanjian Baru<br \/>\nberasal dari orang-orang percaya di dalam tubuh yang \u201cuniversal\u201d, yang pada<br \/>\nkenyataannya telah ada sebelum zaman Perjanjian Baru. Namun, implikasinya bahwa<br \/>\nhanya gereja Katholik <em>Roma<\/em> yang<br \/>\nmenyatakan \u201cbahwa kitab-kitab dari Perjanjian Baru semuanya diilhamkan oleh<br \/>\nTuhan, yang merupakan otoritas <em>tunggal<\/em><br \/>\nkeyakinan universal di dalam karakter orang Katholik maupun orang Protestan<br \/>\nyang telah diilhami\u201d adalah tidak benar dan merupakan penghinaan. <\/p>\n<p align=\"center\"><img decoding=\"async\" alt=\"katholik definisi\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/catholic-definition-bahasa.jpg\"><\/p>\n<p>Pernyataan seperti ini melemahkan otoritas Alkitab<br \/>\ndan menempatkan Gereja Katholik Roma dalam posisi yang lebih unggul dalam<br \/>\nperihal Alkitab. Apabila Firman YAH adalah kudus karena paus menyatakan<br \/>\ndemikian, itu berarti menempatkan paus di posisi yang lebih penting  dari Sang Penulis ilahi, Yahuwah Sendiri.<\/p>\n<p>Bila dilihat dari sudut pandang fakta-fakta dokumen<br \/>\nsejarah, pernyataan tegas tersebut ternyata tidak lebih dari pembualan nekad<br \/>\nyang menipu.<\/p>\n<p>Konsili Nicea ( tahun 322-325 Masehi) yang<br \/>\ndiselenggarakan oleh Konstantin I hanya untuk tujuan ekumenikal saja. Dia ingin<br \/>\nmenyatukan Kekristenan untuk dirinya sendiri, untuk tujuan-tujuan duniawi. Dari<br \/>\nKonsili inilah kita mendapatkan Pengakuan Iman Nicea.  Tidak ada catatan-catatan diskusi apapun pada<br \/>\nwaktu itu berkaitan dengan kitab-kitab mana yang harus dimasukkan dalam kanon<br \/>\nsuci dan mana yang harus ditinggalkan.<\/p>\n<p>Perjanjian Baru seperti yang ada saat ini, telah<br \/>\nberedar dan diakui sebagai firman yang diilhami jauh sebelum Konsili Nicea<br \/>\ndilakukan. Semua kitab-kitab yang menyusun Perjanjian Baru ditulis pada<br \/>\ntahun  95 Masehi. Bahkan selama Paulus<br \/>\nmasih hidup, surat-suratnya telah beredar di tengah orang-orang yang baru<br \/>\npercaya.  Paulus memerintahkan para<br \/>\nanggota di Kolose: \u201cDan bilamana surat ini telah dibacakan di antara kamu,<br \/>\nusahakanlah, supaya dibacakan juga di jemaat Laodikia, dan supaya surat yang<br \/>\nuntuk Jemaat Laodikia dibacakan juga kepadamu.\u201d <br \/>\n(Kolose 4:16, NKJV.  Lihat juga, 1<br \/>\nTesalonika 5:27.)<\/p>\n<table align=\"right\" height=\"\" width=\"\" border=\"0\">\n<tbody>\n<tr align=\"center\">\n<td valign=\"top\"><img decoding=\"async\" title=\"\" style=\"margin-top: 0px; margin-left: 15px\" alt=\"Justin Martyr oleh Theophanes orang Kreta\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/justin-marytr-4.jpg\" border=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr align=\"center\">\n<td style=\"text-align: left; font-size: 11px\">\n<div><font size=\"2\" color=\"#6699cc\"><\/p>\n<p align=\"center\"><em><\/em><\/p>\n<p><\/font><\/p>\n<div align=\"center\"><font size=\"2\" color=\"#6699cc\"><\/p>\n<p><em>Justin Martyr oleh<br \/>\nTheophanes orang Kreta.<\/em><\/p>\n<p><\/font><\/div>\n<p><font size=\"2\" color=\"#6699cc\"><\/font><\/div>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Pada pertengahan abad kedua, keempat injil beredar<br \/>\nbersamaan.  Justin Martyr (tahun 100-160<br \/>\nMasehi) tidak menyebut dengan nama apapun tulisan Perjanjian Baru, tetapi<br \/>\nmenyebutnya sebagai \u201cItu tercatat\u201d atau sebagai \u201criwayat hidup para rasul.\u201d Dia<br \/>\njuga merujuk bentuk jamak pada injil: \u201csebab para rasul, selama hidupnya telah<br \/>\nmenyusun tulisan-tulisan itu <em>yang disebut<br \/>\nInjil<\/em>, dengan demikian telah disampaikan kepada kita seperti yang<br \/>\ndiperintahkan kepada mereka; seperti waktu Yesus mengambil roti, dan kemudian<br \/>\nIa mengucap syukur, dan berkata, &#8220;Perbuatlah ini menjadi peringatan akan<br \/>\nAku . . . .&#8221;<sup>2<\/sup>  <\/p>\n<p class=\"indenttext\">Sekitar tahun 170-175 Masehi, Tatian, salah seorang<br \/>\nmurid Justin, menciptakan sebauh harmoni dari empat injil ortodoks yang dikenal<br \/>\nsebagai <em>Diatessaron<\/em>. Tulisan ini<br \/>\nditerima di beberapa kalangan, bahkan perna menggantikan keempat injil itu, tetapi<br \/>\nkeberhasilan ini tidak berlangsung lama. Namun, apa yang terungkap dari harmoni<br \/>\nini, adalah bahwa gereja <em>sejak awal hanya<br \/>\nmengakui empat injil<\/em>.<sup>3<\/sup><\/p>\n<p>Ini merupakan poin yang penting karena itu dengan<br \/>\njelas menolak semua injil-injil Gnostik, yang ditulis antara abad kedua dan<br \/>\nkeempat Masehi.  Irenaeus, Klemen dari<br \/>\nAlexandria dan Tertullian semua kutipannya, penyebutannya, nama yang<br \/>\ndisebutkannya berasal dari semua kitab dari Perjanjian Baru dengan pengecualian<br \/>\npada kitab Filemon, Yudas, Yakobus, 2 Petrus, 2 dan 3 Yohanes.  Bertahun-tahun <em>sebelum<\/em> Konsili Nicea, Origen (tahun 185-254 Masehi) menyebut semua<br \/>\nkitab baik perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru!  Eusebius, yang disebut \u201cBapa dari Sejarah<br \/>\nGerejawi,\u201d memberikan penjelasan tentang penganiayaan yang terjadi di bawah<br \/>\npemerintahan  Kaisar Diocletian. Dia<br \/>\nmencatat semua kitab-kitab Perjanjian Baru. Athanasius, uskup di Alexandria,<br \/>\njuga mencatat semua kitab-kitab Perjanjian Baru. Mereka semua adalah para<br \/>\npenulis yang hidup sebelum Katholik Roma ada, tetapi mereka semua di dalam<br \/>\nbeberapa cara merujuk pada kitab-kitab yang menyusun kanon Perjanjian Baru.<\/p>\n<p>Kanon Muratori masih menyediakan bukti yang lebih<br \/>\nmeyakinkan dan unik bahwa Perjanjian Baru disusun sebelumnya dan terpisah dari<br \/>\ntindakan Gereja Katholik Roma. Dokumen ini adalah naskah penggalan yang<br \/>\nberisikan daftar tertua yang dikenal dari kitab-kitab Perjanjian Baru. Sebagian<br \/>\nbesar para sarjana meyakini bahwa itu ditulis kira-kira antara tahun 170 dan<br \/>\ntahun 200 Masehi. Kitab-kitab  yang<br \/>\nhilang dari daftar hanya Ibrani, 1 dan 2 Petrus dan 3 Yohanes. Itu bukan<br \/>\ndokumen Katholik Roma.<\/p>\n<p>Gereja Katholik Roma belum ada selama tiga abad<br \/>\npertama Masehi. Gereja tersebut menjadi terkenal setelah upaya ekumenikal<br \/>\nKonstantin I mengesahkan Kekristenan. Dan bahkan kemudian, itu merupakan suatu<br \/>\nproses yang terbentang selama beberapa abad. <\/p>\n<p>Referensi <br \/>\nsejarah yang paling pertama dari 27 kitab yang membentuk Perjanjian Baru<br \/>\nyang ada sekarang tidak muncul sampai Konsili Nicea<br \/>\nberlalu. Di dalam surat yang dibentangkan oleh Athanasius, \u201cSurat Paskah<br \/>\nEaster\u201d pada tahun 367 Masehi, 27 kitab semuanya telah terdaftar.  Sinode Hippo (tahun 393 Masehi) tampaknya<br \/>\nmengacu pada sebuah <em>daftar tulisan<\/em><br \/>\nyang mungkin dibaca di gereja. Tidak satu pun dari sinode ini yang masih ada<br \/>\nhari ini. Sinode tersebut dikenal hanya karena dirujuk dalam Sinode Kartago<br \/>\n(Tahun 397 Masehi).  \u201cBahkan referensi<br \/>\nbersejarah dari Kartago ini, kanon 24, tidak \u2018mendaftar\u2019 setiap dokumen satu<br \/>\nper satu. Misalnya, ada terbaca, \u2018injil-injil itu, empat kitab\u2026\u2019. Satu-satunya<br \/>\nalasan dari daftar ini adalah untuk memastikan mana tulisan-tulisan yang \u2018suci\u2019<br \/>\ndan yang harus dibaca dalam pelayanan gereja. Tidak ada komentar seputar<br \/>\nmengapa dan bagaimana daftar ini disepakati.\u201d<sup>4<\/sup><\/p>\n<p class=\"indenttext\">Dalam penjelasan yang disebutkan sebelumnya,<br \/>\npernyataaan sesumbar Gereja Katholik Roma yang telah menjadi satu-satunya<br \/>\npenjaga dan pemelihara Kitab Suci hingga sekarang, adalah murni kebohongan.<br \/>\nAlkitab bukanlah sebuah kitab Katholik. Katholik tidak menulis Alkitab,<br \/>\nKatholik juga tidak menulis doktrin-doktrin Alkitab dan penjelasan dari<br \/>\ndoktrin-doktrin yang dijumpai gereja  dan<br \/>\nyang dikatakan oleh gereja. Perjanjian Baru sudah lengkap sebelum akhir abad<br \/>\npertama Masehi. Hal-hal yang di dalamnya tidak sesuai dengan Gereja Katholik<br \/>\nRoma yang ratusan tahun setelah kematian para rasul perlahan-lahan berkembang<br \/>\nmenjadi seperti sekarang. Gereja Katholik [Roma] bukanlah gereja yang asli dan<br \/>\nbenar, tetapi sebuah &#8220;gereja&#8221; yang lahir dari banyak kebiasaan dan<br \/>\nkebobrokan dari gereja Perjanjian Baru.<sup>5<\/sup><\/p>\n<p>Empat kriteria yang secara umum digunakan untuk<br \/>\nmenentukan apakah tulisan-tulisan diilhami oleh Roh YAH dan harus dimasukkan di<br \/>\ndalam kanon suci adalah:<\/p>\n<ol>\n<li>Penulis adalah salah seorang rasul, berhubungan dekat dengan rasul,<br \/>\natau saksi pertama untuk peristiwa-peristiwa yang diuraikan.<\/li>\n<li>Kitab tersebut diterima secara luas oleh orang percaya sebagai kebenaran.<\/li>\n<li>Doktrin-doktrin yang diajarkan adalah konsisten dengan yang diajarkan<br \/>\ndalam karya-karya terilhami lainnya.<\/li>\n<li>Tulisan tersebut disertai dengan bukti keunggulan moral dan nilai-nilai<br \/>\nspiritual sebagaimana yang ditunjukkan oleh Roh Kudus dalam hati sebagai respon<br \/>\ndari apa yang diajarkan di dalam kitab itu.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Penting untuk dipahami bahwa bukan gereja dan bukan<br \/>\ntindakan manusia yang bertanggung jawab terhadap Alkitab. Bukan konsili yang<br \/>\nentah bagaimana membuat sebuah kitab \u201cdiilhami.\u201d  Berbagai pernyataaan dari para anggota<br \/>\nkonsili hanya mengakui apa yang orang-orang percaya telah tetapkan sebagai  tulisan yang diilhami.  Michael J. Kruger, penulis <em>The Question of Canon<\/em>, mengamati:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Ketika orang-orang menemukan bahwa [Konsili] Nicea<br \/>\ntidak memutuskan kanon, pertanyaan selanjutnya biasanya adalah, \u201ckonsili mana<br \/>\nyang memutuskan kanon?\u201d tentunya kita tidak dapat memiliki kanon tanpa<br \/>\notoritas, tindakan resmi dari gereja yang memutuskan. Dan tentunya kita<br \/>\nmemiliki sebuah kanon karena beberapa kelompok manusia di suatu tempat<br \/>\nmenyetujuinya. Benar?<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Semua jalur penalaran ini mengungkapkan asumsi yang<br \/>\nmendasar tentang kanon Perjanjian Baru yang perlu dibenarkan, yakni bahwa itu<br \/>\n(atau harus) diputuskan oleh konsili gereja. Fakta dari masalah ini adalah<br \/>\nketika kita melihat sejarah gereja mula-mula, mereka tidak memiliki konsili.<br \/>\nTentu, ada konsili-konsili gereja lokal yang membuat pernyataan-pernyataan<br \/>\ntentang kanon (Laodikia, Hippo, Cartago). Tetapi konsili lokal tidak hanya<br \/>\n\u201cmemilih\u201d kitab-kitab yang kebetulan mereka sukai, tetapi menegaskan<br \/>\nkitab-kitab yang mereka percaya telah <em>berfungsi<br \/>\nsebagai dokumen-dokumen yang fundamental bagi iman Kristen<\/em>. Dengan kata<br \/>\nlain, konsili-konsili ini menyatakan cara yang telah ada, bukan cara yang<br \/>\nmereka inginkan.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Dengan demikian, konsili-konsili tersebut tidak<br \/>\nmenciptakan, berwenang, atau menentukan kanon. Mereka hanyalah merupakan bagian<br \/>\ndari proses pengakuan sebuah kanon yang telah ada.<sup>6<\/sup><\/p>\n<p>Yahuwah sendiri yang bertanggung jawab untuk<br \/>\nmenyediakan tulisan-tulisan yang diilhamkan kepada dunia, tulisan-tulisan yang<br \/>\nDia sendiri sebagai penciptanya. \u201cSegala tulisan yang diilhamkan Yahuwah,<br \/>\nmemang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki<br \/>\nkelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran: dengan demikian tiap-tiap<br \/>\nmanusia kepunyaan Yahuwah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.\u201d  (2 Timotius 3: 16 dan 17)<\/p>\n<p align=\"center\"><img decoding=\"async\" alt=\"Yahuwah di Alkitab\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/holy-scriptures-4.jpg\"> <\/p>\n<p>Pelajari Kitab suci. Percayakan pikiran anda kepada<br \/>\nPencipta anda. Dia telah berjanji menuntun anda kepada seluruh kebenaran.<br \/>\n\u201cTetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia<br \/>\nmemintakannya kepada Yahuwah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah<br \/>\nhati dan dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan<br \/>\nkepadanya. Hendaklah dia memintanya di dalam iman, dan sama sekali jangan<br \/>\nbimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang<br \/>\ndiombang-ambingkan kian kemari oleh angin.\u201d <br \/>\n(Yakobus 1: 5 dan 6)<\/p>\n<p>Terima dengan iman bahwa Alkitab adalah Firman dari<br \/>\nYang Mahakuasa kepada anda, secara pribadi. Kebijaksanaan dan pemahaman akan<br \/>\ndiberikan kepada semua orang yang menyerahkan dirinya untuk mengenal Yahuwah<br \/>\nmelalui Firman-Nya.<\/p>\n<hr style=\"width: 33%\" align=\"left\">\n<p><font size=\"3\" face=\"Georgia\">Kontent Terkait:<\/font><\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"\/biblical-christian-beliefs\/alkitab-dan-hanya-alkitab-pengatur-iman-dan-kewajiban.html\">Alkitab dan Hanya Alkitab<\/a><\/li>\n<li><a href=\"\/end-time-prophecy\/siapakah-binatang-dalam-kitab-wahyu-a.html\">Siapakah Binatang dalam<br \/>\nKitab Wahyu<\/a><\/li>\n<li><a href=\"\/end-time-prophecy\/10-fakta-yang-harus-anda-ketahui-mengenai-yesuit.html\">10 Fakta Yang Harus Anda<br \/>\nKetahui Mengenai Yesuit<\/a><\/li>\n<li><a href=\"\/end-time-prophecy\/rahasia-katholik-rahasia-serikat-jesuit-yang-tercelah-terungkap.html\">Rahasia Katholik | Rahasia<br \/>\nSerikat Yesuit Yang Tercelah Terungkap<\/a><\/li>\n<li><a href=\"\/end-time-prophecy\/pernyataan-kepausan-yang-mengerikan-langsung-dari-mulut-sang-pelacur.html\">Pernyataan Kepausan yang<br \/>\nMengerikan | Langsung dari Mulut sang Pelacur<\/p>\n<p><\/a><\/li>\n<\/ul>\n<hr style=\"width: 100%\">\n<p><sup>1<\/sup> Jhon Anthony O\u2019Brian, <em>The Faith of Millions<\/em>, hal. 127, penekanan asli.<\/p>\n<p><sup>2<\/sup> Justin Martyr, <em>First<br \/>\nApology 66<\/em>, penekanan ditambahkan.<\/p>\n<p><sup>3<\/sup> \u201c<em>How the New<br \/>\nTestament Canon was Formed<\/em>,\u201d <a title=\"\" target=\"_blank\" href=\"http:\/\/www.churchhistory101.com\/new-testament-canon.php\">http:\/\/www.churchhistory101.com\/new-testament-canon.php<\/a>. <em>Diatessaron<\/em> berasal dari bahasa Yunani <strong>\u03b4\u03b9\u1f70 \u03c4\u03b5\u03c3\u03c3\u03ac\u03c1\u03c9\u03bd<\/strong> (dia tessar\u014dn) artinya \u201cdiluar dari empat\u201d<\/p>\n<p><sup>4<\/sup> <em>s.d.a<\/em><\/p>\n<p><sup>5<\/sup> \u201c<em>Did the<br \/>\nCatholic Church Give Us the Bible?<\/em>\u201d <a title=\"\" target=\"_blank\" href=\"http:\/\/www.bible.ca\/cath-bible-origin.htm\">http:\/\/www.bible.ca\/cath-bible-origin.htm<\/a>. <\/p>\n<p><sup>6<\/sup> Michael J. Kruger, \u201c<em>The NT Canon Was Not Decided At Nicea \u2013 Nor Any Other Council<\/em>\u201d.<\/p>\n","protected":false},"featured_media":222915,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":[],"class_list":["post-109524","wlc-article","type-wlc-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","wlc-article-category-makna-doktrin","wlc-content-directory-bible"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Benarkah Gereja Katholik Roma yang Memberikan Kita Alkitab? - Worlds Last Chance<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/did-the-roman-catholic-church-really-give-us-the-bible\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Benarkah Gereja Katholik Roma yang Memberikan Kita Alkitab? - Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Semakin banyak pencari kebenaran yang berhati-tulus yang menemukan sebuah dugaan yang mengejutkan: pernyataan bahwa Gereja Katholik Roma bertanggung jawab memberikan kepada dunia Alkitab seperti yang kita kenal sekarang. Pernyataan ini menyatakan bahwa Gereja Katholik Roma, pada konsili Nicea, memilih tulisan-tulisan apa saja yang dapat dimasukkan ke dalam Alkitab, dan menetapkan kitab-kitab apa saja yang diilhami [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/did-the-roman-catholic-church-really-give-us-the-bible\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-21T12:37:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/did-roman-catholic-church-give-us-the-bible-bahasa.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"250\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"159\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"10 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/did-the-roman-catholic-church-really-give-us-the-bible\/\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/did-the-roman-catholic-church-really-give-us-the-bible\/\",\"name\":\"Benarkah Gereja Katholik Roma yang Memberikan Kita Alkitab? - Worlds Last Chance\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/did-the-roman-catholic-church-really-give-us-the-bible\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/did-the-roman-catholic-church-really-give-us-the-bible\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/did-roman-catholic-church-give-us-the-bible-bahasa.jpg\",\"datePublished\":\"2013-11-18T09:05:29+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-21T12:37:46+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/did-the-roman-catholic-church-really-give-us-the-bible\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/did-the-roman-catholic-church-really-give-us-the-bible\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/did-the-roman-catholic-church-really-give-us-the-bible\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/did-roman-catholic-church-give-us-the-bible-bahasa.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/did-roman-catholic-church-give-us-the-bible-bahasa.jpg\",\"width\":250,\"height\":159},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/did-the-roman-catholic-church-really-give-us-the-bible\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Articles\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Benarkah Gereja Katholik Roma yang Memberikan Kita Alkitab?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/\",\"name\":\"Worlds Last Chance\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Benarkah Gereja Katholik Roma yang Memberikan Kita Alkitab? - Worlds Last Chance","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/did-the-roman-catholic-church-really-give-us-the-bible\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Benarkah Gereja Katholik Roma yang Memberikan Kita Alkitab? - Worlds Last Chance","og_description":"Semakin banyak pencari kebenaran yang berhati-tulus yang menemukan sebuah dugaan yang mengejutkan: pernyataan bahwa Gereja Katholik Roma bertanggung jawab memberikan kepada dunia Alkitab seperti yang kita kenal sekarang. Pernyataan ini menyatakan bahwa Gereja Katholik Roma, pada konsili Nicea, memilih tulisan-tulisan apa saja yang dapat dimasukkan ke dalam Alkitab, dan menetapkan kitab-kitab apa saja yang diilhami [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/did-the-roman-catholic-church-really-give-us-the-bible\/","og_site_name":"Worlds Last Chance","article_modified_time":"2025-08-21T12:37:46+00:00","og_image":[{"width":250,"height":159,"url":"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/did-roman-catholic-church-give-us-the-bible-bahasa.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"10 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/did-the-roman-catholic-church-really-give-us-the-bible\/","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/did-the-roman-catholic-church-really-give-us-the-bible\/","name":"Benarkah Gereja Katholik Roma yang Memberikan Kita Alkitab? - Worlds Last Chance","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/did-the-roman-catholic-church-really-give-us-the-bible\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/did-the-roman-catholic-church-really-give-us-the-bible\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/did-roman-catholic-church-give-us-the-bible-bahasa.jpg","datePublished":"2013-11-18T09:05:29+00:00","dateModified":"2025-08-21T12:37:46+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/did-the-roman-catholic-church-really-give-us-the-bible\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/did-the-roman-catholic-church-really-give-us-the-bible\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/did-the-roman-catholic-church-really-give-us-the-bible\/#primaryimage","url":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/did-roman-catholic-church-give-us-the-bible-bahasa.jpg","contentUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/did-roman-catholic-church-give-us-the-bible-bahasa.jpg","width":250,"height":159},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/did-the-roman-catholic-church-really-give-us-the-bible\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Articles","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Benarkah Gereja Katholik Roma yang Memberikan Kita Alkitab?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/","name":"Worlds Last Chance","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article\/109524","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/wlc-article"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109524"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/222915"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109524"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}