{"id":109170,"date":"2012-12-03T12:04:00","date_gmt":"2012-12-03T12:04:00","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/wlc-article\/migrating-hari-bulan-baru-fajar-setelah-konjungsi\/"},"modified":"2025-08-21T06:32:17","modified_gmt":"2025-08-21T06:32:17","slug":"hari-bulan-baru-fajar-setelah-konjungsi","status":"publish","type":"wlc-article","link":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/articles\/kalender-yahs\/hari-bulan-baru-fajar-setelah-konjungsi\/","title":{"rendered":"Hari Bulan Baru: Fajar Setelah Konjungsi"},"content":{"rendered":"<p>Saudara-saudari yang terkasih,<\/p>\n<p>World\u2019s Last Chance sangat gembira untuk berbagi apa<br \/>\nyang sungguh-sungguh kami yakini akan menjadi terang yang benderang pada<br \/>\nkalender Sang Pencipta kita. Dalam rahmat dan panjang sabar-Nya yang besar,<br \/>\nYahuwah telah bersabar begitu lama dengan kami karena kami telah menganut apa<br \/>\nyang sekarang kami sadari sebagai sebuah kesalahan. Terpujilah Nama-Nya! Sejak<br \/>\nkami pertama kali menerima terang yang mulia kalender luni-solar Yahuwah dan tugas<br \/>\nilahi dalam menentukan semua Hari-hari Raya, termasuk Sabat hari ketujuh, dalam<br \/>\nketidaktahuan kami, kami telah menyatakan bahwa Hari Bulan Baru ditentukan oleh<br \/>\nbulan sabit pertama yang terlihat. Sekarang kami, setelah melalui banyak doa<br \/>\ndan pembelajaran, bertobat dari kesalahan ini dan dengan rendah hati hendak berbagi<br \/>\napa yang kami yakini bahwa Hari Bulan Baru yang  akan diamati, berawal pada saat fajar, pada<br \/>\nhari setelah konjungsi bulan dengan matahari terjadi (yang bertolak belakang<br \/>\ndengan hari setelah bulan sabit pertama yang dapat dilihat).<\/p>\n<p>Kami juga mengakui bahwa kami lambat dalam melihat<br \/>\nkesalahan dari penentuan tanggal 1 Abib (Tahun Baru Alkitab) yang berdasarkan kematangan<br \/>\ngandum. Beberapa mantan anggota WLC kami telah melihat kesalahan ini sejak awal<br \/>\ndan telah menunjukkan itu kepada kami dalam kata-kata tanpa keraguan. Walaupun<br \/>\ndulu kami tidak bisa melihat kesalahan itu tapi, sekarang kami berharap kami<br \/>\ntelah menjadi lebih tanggap, dan Terpujilah Nama-Nya kami telah melihat<br \/>\nkesalahan itu sekarang. Bagi para anggota yang tersinggung karena kami telah<br \/>\nmelakukan kesalahan dalam perihal gandum dan kesalahan yang terkait lainnya,<br \/>\nkami sungguh-sungguh dengan tulus dan rendah hati mengajukan permintaan maaf dan<br \/>\nmeminta pengampunan dari Dia dan dari anda.<\/p>\n<p>World\u2019s Last Chance berkomitmen untuk mengikuti Anak<br \/>\nDomba ke mana saja Dia pergi, apapun harganya. Kami berkomitmen untuk mengejar<br \/>\ndan merangkul terang Kebenaran yang tidak berubah pada setiap kesempatan, dan kami<br \/>\nberdoa agar anda juga akan berkomitmen pada diri sendiri untuk berpegang pada<br \/>\nbukti yang paling kuat. Semoga Bapa kita yang pengasih menuntun kita ke dalam<br \/>\nseluruh kebenaran hanya bagi kemuliaan-Nya! Di bawah ini, anda akan menemukan<br \/>\napa yang kami yakini sebagai bukti yang cukup untuk membuang cara penentuan<br \/>\ndengan bulan sabit pertama yang dapat terlihat dan mendukung metodologi fajar<br \/>\nsetelah konjungsi. Semoga Yahuwah memberkati anda dan membimbing anda sebagaimana<br \/>\nanda mempercayakan seluruh hidup anda di dalam pemeliharaan-Nya.<\/p>\n<p>Dalam pelayanan &amp; pemeliharaan Yahushua,<\/p>\n<p>Team WLC<\/p>\n<h2><strong>Hari Bulan<br \/>\nBaru Dimulai pada saat Fajar Setelah Konjungsi.<\/strong><\/h2>\n<p>Sayangnya, kita tidak menemukan dalam Alkitab<br \/>\npenjelasan tentang bagaimana cara melakukan perhitungkan Hari Bulan Baru. Dengan<br \/>\nmenyadari kenyataan ini, kita harus banyak berdoa dan berhati-hati dalam<br \/>\nmemilah-milah setiap bagian dari bukti yang tersedia sebelum menarik sebuah kesimpulan.<br \/>\nBahkan dengan tidak adanya bukti yang dianggap luar biasa, kita harus setia<br \/>\ndengan apa yang kita miliki di depan kita; kita harus bersedia untuk selalu<br \/>\nmengikuti bukti-bukti yang paling kuat ke mana pun bukti-bukti itu menuntun.<\/p>\n<h3><font color=\"#0000cc\"><strong>Penjelasan dibalik Metode ini<\/strong><\/font><\/h3>\n<p>Bulan mulai menyinari <em>segera<\/em><br \/>\nsetelah konjungsi terjadi. Walaupun, kita tidak dapat melihatnya, sampai<br \/>\nmatahari terbenam karena bulan tersamarkan oleh sinar matahari yang lebih<br \/>\nterang. Namun, fakta bahwa kita tidak dapat melihat bulan segera setelah<br \/>\nkonjungsi terjadi, tidak menghilangkan fakta bahwa sebuah revolusi baru telah<br \/>\ndimulai dengan adanya penyinaran yang baru itu. Sering terjadi, bulan sabit<br \/>\npertama yang dapat terlihat akan terlihat pada sore hari di Hari Bulan Baru,<br \/>\nmemperlihatkan sinarnya yang baru pada pengamatnya.<\/p>\n<table align=\"center\" height=\"300\" border=\"0\" cellspacing=\"5\" width=\"670\">\n<tbody>\n<tr align=\"center\">\n<td valign=\"top\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" title=\"\" style=\"margin-left: 10px\" alt=\"Fase bulan; Hari demi Konjungsi = Bulan Hari Baru\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/understanding-conjunction-new-5.jpg\" height=\"325\" border=\"0\" width=\"700\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center; font-size: 11px\"><strong><font color=\"#6699cc\"><\/p>\n<p>Bulan mulai menyinari kembali segera setelah melewati konjungsi dengan matahari.<\/p>\n<p><\/font><\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Alasan untuk menjadikan hari <em>setelah<\/em> konjungsi sebagai Hari Bulan Baru, yang bertentangan dengan<br \/>\nhari aktual dimana konjungsi terjadi, adalah karena suatu hari tidak bisa<br \/>\nsecara bersamaan menjadi bagian dari bulan yang lama dan menjadi bagian dari<br \/>\nbulan baru juga. Oleh karena itu, fajar pertama <em>setelah<\/em> konjungsi terjadi adalah awal bulan baru. Ada dua pendapat<br \/>\nutama, yang telah memaksa kita untuk membuat pergeseran dari Bulan Sabit<br \/>\nPertama yang Terlihat ke Fajar Pertama Setelah Konjungsi:<\/p>\n<h2><strong>(I) Pendapat Alkitab<\/strong><\/h2>\n<h3><font color=\"#0000cc\"><strong><br \/>\nPerlunya<br \/>\nMemelihara Hari Suci Yahuwah pada waktunya yang tetap (Im 23: 4).<\/strong><\/font><\/h3>\n<p class=\"indenttext\">Inilah hari-hari raya yang ditetapkan Yahuwah,<br \/>\nhari-hari pertemuan kudus, yang harus kamu maklumkan masing-masing pada waktunya<br \/>\nyang tetap [pada waktunya yang telah ditentukan]. (Lihat Imamat 23: 4).<\/p>\n<p>Perintah ilahi untuk memelihara hari suci Yahuwah pada<br \/>\nwaktunya yang telah ditentukan tidak bisa benar-benar dipenuhi dan dipatuhi<br \/>\nkecuali melalui metode Fajar Pertama Setelah Konjungsi. Kami sangat percaya<br \/>\nbahwa ada satu hari Sabat yang harus dikuduskan oleh seluruh dunia, dan bahwa<br \/>\nseluruh dunia akan memelihara hari raya Yahuwah pada satu hari tertentu, dan bukan<br \/>\npada beberapa hari yang berbeda. Metode Fajar Pertama Setelah Konjungsi secara unik<br \/>\ndan ajaib <strong>menyatukan seluruh planet pada<br \/>\nsatu revolusi matahari<\/strong>. Berikut adalah cara kerjanya:<\/p>\n<p>Ketika perhitungan dari fajar setelah konjungsi<br \/>\nsebagai awal dari Hari Bulan Baru, maka seluruh dunia akan bersatu dalam<br \/>\nmengamati hari yang sama. Walaupun itu mungkin tampak seperti ada dua hari yang<br \/>\nberbeda sedang diamati ketika menghubungkan tanggal pada kalender Gregorian,<br \/>\npada kenyataannya semua orang di dunia ini akan mengamati Bulan Baru, hari-hari<br \/>\nSabat, dan Hari-hari Raya dalam revolusi matahari yang sama, mereka masing-masing<br \/>\nmemulai hari dalam waktu satu periode 24 jam yang sama. Dengan kata lain, semua<br \/>\nnegara di dunia akan mengalami kedatangan hari Sabat-Nya dan Hari-hari Raya<br \/>\ndalam satu revolusi matahari dalam waktu satu periode 24 jam. Dengan demikian,<br \/>\nseluruh dunia benar-benar bersatu dalam memulai hari Kudus-Nya dalam satu<br \/>\nperiode 24 jam. Dengan menggunakan metode ini, batas Penanggalan Global yang<br \/>\nditentukan secara ilahi dibentuk setiap bulan oleh Sang Pencipta.<\/p>\n<p>Namun, metode bulan sabit pertama yang dapat terlihat untuk menentukan<br \/>\nHari Bulan Baru, tidak dapat secara konsisten menyatukan dunia dalam mengawali<br \/>\nhari-hari raya dalam 24 jam revolusi yang sama. Kitab suci memerintahkan kita<br \/>\nuntuk merayakan Sabat, bukan <em>sebuah<\/em><br \/>\nSabat. Apakah masuk akal bahwa akan ada banyak Sabat dalam minggu yang sama?<br \/>\nApakah masuk akal jika orang-orang yang ada ditempat yang berbeda merayakan<br \/>\nSabat dengan jarak waktu lebih dari 48 jam? Hanya dengan menentukan hari<br \/>\nsetelah konjungsi sebagai Hari Bulan Baru yang akan secara konsisten dapat<br \/>\nmembuat semua orang di bumi merayakan <em>satu<\/em><br \/>\nhari Sabat.<\/p>\n<p align=\"center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Bulan Hari Baru - Ilustrasi 1\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/new-moon-day-creators-dateline-1-bahasa-new.jpg\" height=\"560\" width=\"700\"><\/p>\n<p align=\"center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Bulan Hari Baru - Ilustrasi 2\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/new-moon-day-creators-dateline-2-bahasa-new.jpg\" height=\"560\" width=\"700\"><\/p>\n<p align=\"center\"><font size=\"3\"><strong>Metode ini memungkinkan seluruh dunia memulai Bulan Baru, hari-hari Sabat, dan Hari-hari Raya mereka dalam waktu 24 jam Revolusi Matahari yang sama.<\/strong><\/font>\n<\/p>\n<p><font size=\"3\"><strong><br \/>\n<font face=\"Georgia\">Batas<br \/>\nPenanggalan Internasional&#8230;<\/font><\/strong><\/font><\/p>\n<p><a href=\"\/yahuwahs-calendar\/batas-penanggalan-internasional-berubah-hari-sabat-tidak-berubah.html\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Batas Penanggalan Internasional\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-right: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/international-date-line-5.jpg\" align=\"left\" height=\"735\" width=\"300\">Batas Penanggalan Internasional<\/a> (BPI) hanyalah sebuah garis<br \/>\nimajiner yang dibuat oleh Konferensi Meridian Internasional di Washington, DC<br \/>\npada bulan Oktober tahun 1884. Konferensi ini terdiri dari astronom dan<br \/>\nperwakilan dari 25 negara.<sup>1<\/sup> Peserta menciptakan BPI pertama dengan<br \/>\nsedikit atau tanpa memperhatikan negara-negara pulau yang terbagi. Saat ini, BPI<br \/>\ndisekitar jalur zig-zags yang melalui Samudera Pasifik sekitar garis bujur 180\u00b0,<br \/>\npada dasarnya membagi dunia menjadi dua tanggal kalender Gregorian. Tidak ada<br \/>\nfenomena alam yang terjadi di sana; dengan kata lain, itu benar-benar dibuat<br \/>\nseenaknya. Lokasi BPI dipilih karena terletak persis berlawanan dengan Meridian<br \/>\nutama (sungguh memperlihatkan tindakan yang seenaknya, konstruksi buatan<br \/>\nmanusia) dan titik koordinat waktu universal &#8211; Coordinated Universal Time (UTC)<br \/>\natau Greenwich Mean Time (GMT). Hal ini juga karena didominasi oleh lautan.<br \/>\nWaktu dan tanggal di pasang bersama sepanjang itu nampak seperti teratur dan<br \/>\ndapat diprediksi, benar-benar terlepas dari penanda di alam, sama seperti mesin<br \/>\nyang telah rusak dan dibiarkan. Seperti yang anda lihat pada gambar di sebelah<br \/>\nkiri, BPI dan zona waktu yang ada sangat rumit.<sup>2<\/sup> Batas penanggalan<br \/>\ndan zona waktu ini relatif baru dirancang oleh manusia dan lokasinya sepenuhnya<br \/>\ndalam posisi teracak. Apakah ini cara yang dirancang oleh Sang Pencipta kita<br \/>\nyang penuh kasih untuk menyusun waktu-Nya? Apa yang Alkitab katakan tentang penanggalan?<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Dan<br \/>\nElohim berfirman: jadilah benda-benda<br \/>\npenerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda<br \/>\npenerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari<br \/>\ndan tahun-tahun&#8230;<br \/>\n(Kejadian 1:14)<\/p>\n<p>Dengan menggunakan Kalender Sang Pencipta dan penerang<br \/>\nilahi-Nya di langit, maka tidak akan ada batas penanggalan dan waktu yang<br \/>\ndibuat seenaknya dan tidak signifikan. Fase-fase bulan, terbit dan terbenamnya<br \/>\nmatahari, dan bahkan posisi bintang-bintang adalah semuanya relevan.<sup>3<\/sup><br \/>\nKetika menggunakan Kalender Sang Pencipta, fajar pertama setelah Konjungsi bulan\/matahari<br \/>\nakan menandai awal dari garis batas penanggalan. Sinar fajar kemudian bergerak<br \/>\nmaju dari titik itu untuk menyajikan Hari Bulan Baru kepada dunia. Metode ini<br \/>\npada akhirnya akan menyatukan seluruh dunia di dalam satu periode 24 jam<br \/>\nrevolusi matahari yang tidak mungkin terjadi pada metode perhitungan Bulan Baru<br \/>\nyang lain. Metode ini membuat matahari dan bulan kembali menjadi pengatur musim-musim,<br \/>\natau m\u00f4&#8217;\u0113d &lt;Strong H#4150&gt;, bulan, hari-hari Sabat, dan Hari-hari Raya.<br \/>\nJika Metode &#8220;Fajar Setelah Konjungsi&#8221; telah dipelihara selama<br \/>\nberabad-abad sejak masa penciptaan, maka tidak akan ada alasan untuk memandang<br \/>\nBPI buatan manusia. Meskipun batas penanggalan Yahuwah, yang juga bisa disebut<br \/>\n&#8220;garis fajar-Nya&#8221;, berubah secara geografis dari satu bulan ke bulan<br \/>\nberikutnya, Fajar setelah Konjungsi adalah salah satu metode lunar yang secara ajaib<br \/>\nmenyatukan seluruh dunia pada satu revolusi matahari dalam periode 24 jam. (Ini<br \/>\nakan dibahas kemudian mengapa Bulan Purnama tidak dapat dijadikan sebagai Bulan<br \/>\nBaru. Lihat bagian yang berjudul &#8220;Masalah dengan Menggunakan Hari setelah<br \/>\nBulan Purnama&#8221;.)<\/p>\n<p>Metode ini tidak hanya menyatukan dunia dalam merayakan<br \/>\nHari-hari Raya dalam satu periode 24-jam Revolusi Matahari, tetapi juga tidak<br \/>\nakan ada orang yang akan memulai Hari Bulan Baru lebih dari 24 jam setelah<br \/>\nkonjungsi yang sebenarnya terjadi. Hebatnya, hanya ada 24 jam dari waktu Konjungsi<br \/>\nsampai fajar Hari Bulan Baru di wilayah geografis terakhir yang akan menerima hari.<br \/>\nIni adalah kesaksian luar biasa dari keunikan dan konsistensi garis batas<br \/>\npenanggalan global Yahuwah.<\/p>\n<hr style=\"width: 33%\" align=\"left\">\n<p><font size=\"1\"><sup>1<\/sup>  <a title=\"\" target=\"_blank\" href=\"http:\/\/www.staff.science.uu.nl\/~gent0113\/idl\/idl_imc1884.htm\">http:\/\/www.staff.science.uu.nl\/~gent0113\/idl\/idl_imc1884.htm<\/a><\/font> <\/p>\n<p><font size=\"1\"><sup>2<\/sup>  <a title=\"\" target=\"_blank\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/File:International_Date_Line.png\">http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/File:International_Date_Line.png<\/a><\/font> <\/p>\n<p><font size=\"1\"><sup>3<\/sup> Posisi bintang dalam kaitannya dengan matahari dan<br \/>\nbulan dalam penanggalan Alkitab adalah perihal yang masih terus dipelajari oleh<br \/>\nTim WLC.<\/font><\/p>\n<h3><font color=\"#0000cc\"><strong><br \/>\nKekonsistenan: Mengawali Hari di saat Fajar (bukan pada saat matahari terbit)<\/strong><\/font><\/h3>\n<p>Hari yang Alkitabiah berawal di kala fajar, <em>pada saat terang paling pertama mulai muncul<\/em>, dan berakhir pada<br \/>\nsaat senja, pada saat terang sudah benar-benar telah hilang. Dalam sebuah pola<br \/>\nyang konsisten, bulanan dimulai pada fajar pertama setelah bulan dilangit mulai<br \/>\nmenyinari dan berakhir pada saat bulan dilangit sudah benar-benar tanpa cahaya<br \/>\npada saat konjungsi. (ketidakmampuan kita melihat bulan mulai bersinar tidak<br \/>\nmerubah fakta bahwa hal itu telah terjadi. Sinar pada bulan sabit pertama yang<br \/>\nterlihat hanyalah bukti pada apa yang telah mulai terjadi segera setelah bulan<br \/>\nberkonjungsi dengan matahari).<\/p>\n<h3><font color=\"#0000cc\"><strong><br \/>\nBulan<br \/>\nBaru: Chodesh (H#2320)<\/strong><\/font><\/h3>\n<p>Kata Ibrani untuk &#8220;Bulan Baru&#8221; adalah <em>Chodesh<\/em> (H#2320), yang juga<br \/>\nditerjemahkan sebagai &#8220;bulan.&#8221; <em>Chodesh<\/em><br \/>\nmuncul dalam Alkitab lebih dari 270 kali, namun tidak digunakan walaupun hanya<br \/>\nsekali untuk menunjukkan sesuatu yang terlihat (yaitu bulan yang terlihat,<br \/>\nbulan sabit, dll). Sebaliknya, kata Ibrani yang menandakan secara fisik, bulan yang<br \/>\nterlihat adalah <em>yerach<\/em> (H#3391, H#3393,<br \/>\n&amp; H#3394). <em>Yerach<\/em> diterjemahkan<br \/>\n28 kali sebagai &#8220;bulan [dilangit]&#8221; dan 13 kali sebagai &#8220;bulan<br \/>\n[kalender]&#8221;, tapi tidak pernah digunakan untuk menandai Bulan Baru.<\/p>\n<p><strong>Catatan:<\/strong> Ada kata Ibrani untuk<br \/>\n&#8220;bulan sabit&#8221; &#8211; <em>\u015bahar\u014dn\u00eem<\/em><br \/>\n(H7720). Namun, digunakan secara eksklusif dalam kaitannya untuk berhala-berhala<br \/>\n(Hakim 8:21 &amp; 26; Yesaya 3:18), dan tidak pernah berhubungan dengan &#8220;Bulan<br \/>\nBaru&#8221; atau bahkan &#8220;bulan.&#8221; Lebih lanjut tentang hal ini. Lihat<br \/>\nbagian bawah, yang berjudul &#8220;Masalah dengan Menggunakan Bulan Sabit<br \/>\nPertama yang Terlihat.&#8221;<\/p>\n<h3><font color=\"#0000cc\"><strong><br \/>\nMazmur<br \/>\n81: 3<\/strong><\/font><\/h3>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Tiuplah<br \/>\nsangkakala pada bulan baru, pada waktu yang telah ditetapkan[<font color=\"#6600ff\">H#3677<\/font>], pada hari raya kita[<font color=\"#009900\">H#2282<\/font>].&#8221;<br \/>\n(Mazmur 81: 3, KJV)<\/p>\n<p><font color=\"#6600ff\">H#3677<\/font> (keh&#8217;-seh) &#8211; Berasal dari H#3680; penuh betul<br \/>\natau bulan purnama, yaitu perayaan yang: &#8211; (waktu) telah ditentukan. (<em>Strong Greek &amp; Hebrew Dictionary<\/em>)<sup>1<\/sup><\/p>\n<p><font color=\"#009900\">H#2282<\/font> (khag) &#8211; kata ini mengacu terutama untuk<br \/>\n&#8220;perayaan para peziarah.&#8221; (<em>The New Strong&#8217;s Expanded Dictionary of<br \/>\nBible Words<\/em>)<\/p>\n<p>Mazmur 81: 3, kemudian, memberitahu kita dua hal:<\/p>\n<ol>\n<li>Sebuah sangkakala (shofar)<br \/>\nharus ditiup pada Hari Bulan Baru.<\/li>\n<li>Sebuah sangkakala (shofar)<br \/>\nharus ditiup pada bulan purnama, pada saat perayaan para peziarah.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Dalam konteksnya, Mazmur pasal 81 berbicara tentang keluarnya<br \/>\nbangsa Israel dari tanah Mesir. Tampaknya masuk akal untuk menyimpulkan<br \/>\nkemudian bahwa perayaan para peziarah yang disebut di sini adalah hari raya<br \/>\nRoti Tidak Beragi, yang dimulai pada tanggal 15 bulan lunar (pada hari yang<br \/>\nsama ketika bangsa Israel dipimpin keluar dari Mesir). Beberapa orang berpendapat<br \/>\nbahwa Mazmur 81: 3 mengacu pada Hari Raya Terompet (Hari Bulan Baru) dan Hari<br \/>\nRaya Pondok Daun (yang dimulai pada tanggal 15) di bulan ketujuh. Hal ini<br \/>\ntampaknya tidak mungkin mengingat konteks seluruh pasal. Namun, bahkan<br \/>\npenafsiran ini menempatkan bulan purnama pada akhir minggu kedua pada tanggal<br \/>\n15 bulan itu. Tidak ada cara untuk secara jujur menyesuaikan ayat ini dengan<br \/>\nmetodologi bulan sabit pertama yang terlihat untuk perhitungan Hari Bulan Baru,<br \/>\nkarena metode perhitungan dari bulan sabit pertama yang terlihat umumnya<br \/>\nmenempatkan bulan purnama pada tanggal 13\/14 setiap bulan. Namun, perhitungan Hari<br \/>\nBulan Baru setelah konjungsi, menempatkan bulan purnama pada tanggal 14\/15 setiap<br \/>\nbulan, yang selaras dengan Mazmur 81: 3. (Hal ini juga selaras dengan <em>Tulisan-tulisan dari Philo<\/em>. Lihat &#8220;Pendapat<br \/>\nSejarah&#8221; di bawah ini.)<\/p>\n<p align=\"center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"perbandingan bulan lunar (bulan sabit pertama terlihat vs hubungannya)\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/new-moon-day-fvc-vs-conjunction-bahasa.jpg\" height=\"297\" width=\"700\"> <\/p>\n<p><font color=\"#666666\"><u><strong>Harap Dicatat:<\/strong><\/u> Ini adalah representasi<br \/>\nideal dari Bulan Lunar saat metode perhitungan bulan sabit pertama yang terlihat<br \/>\ndan Fajar setelah Konjungsi digunakan. Karena Bulan dapat mencapai perempat, bulan<br \/>\npurnama, dan fase Konjungsi secara sempurna setiap saat selama periode 24-jam,<br \/>\ndan karena sebagian besar (jika tidak semua) program\/kalender menggunakan<br \/>\nperhitungan tanggal dari tengah malam hingga tengah malam, anda kadang-kadang<br \/>\nakan melihat fase sempurna muncul sehari sebelumnya atau sehari kemudian,<br \/>\nmembuat fase ini tidak selalu berbaris tepat. Ketika menggunakan perhitungan bulan<br \/>\nsabit pertama yang terlihat, sebenarnya ada jenis yang lebih banyak (dari bulan<br \/>\nke bulan) dari apa yang ditunjukkan dalam gambaran di atas karena ada beberapa<br \/>\nvariabel yang terlibat dalam menentukan visibilitas awal bulan. Metode Fajar<br \/>\nsetelah Konjungsi menetapkan pola yang jauh lebih konsisten dari fase bulan.<\/font><\/p>\n<hr style=\"width: 33%\" align=\"left\">\n<p><font size=\"1\"><sup>1<\/sup> Beberapa orang telah menyarankan bahwa keh&#8217;seh,<br \/>\nberdasarkan dari akar kata (H#3680; Kasah), harus diterjemahkan sebagai<br \/>\n&#8220;bulan tersembunyi&#8221; sebagai lawan dari &#8220;bulan purnama,&#8221;<br \/>\nyang berarti bahwa sangkakala harus ditiup saat bulan gelap (yaitu saat<br \/>\nkonjungsi) sebagai penanda Hari Bulan Baru. Bahkan penafsiran ini selaras<br \/>\ndengan metode perhitungan fajar setelah konjungsi.<\/font><\/p>\n<h3><font color=\"#0000cc\"><strong><br \/>\nKejadian<br \/>\n1<\/strong><\/font><\/h3>\n<p>Kegelapan (bagian dari waktu yang sebenarnya) mendahului<br \/>\nhari pertama pada minggu Penciptaan. Dapat dikatakan bahwa hari paling pertama dari<br \/>\nbulan yang paling pertama dalam sejarah bumi adalah kegelapan; kegelapan mendahului<br \/>\nhari ini. Mengapa kita harus mengharapkan bulan-bulan berikutnya akan ada yang<br \/>\nberbeda?<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Pada mulanya Elohim menciptakan langit dan<br \/>\nbumi. Bumi belum berbentuk dan kosong;&#8230; Dan gelap gulita menutupi samudera<br \/>\nraya, dan Roh Elohim melayang-layang di atas permukaan air &#8212; Dan Elohim berfirman;<br \/>\nJadilah terang: Lalu terang itu &#8220;. (Kejadian 1: 1-3, RNKJV)<\/p>\n<h3><font color=\"#0000cc\"><strong><br \/>\nYehezkiel<br \/>\n46: 1 &amp; Kesaksian Alam<\/strong><\/font><\/h3>\n<p>Yehezkiel 46: 1 menetapkan bahwa ada tiga jenis<br \/>\nhari: (1) Hari Bulan Baru; (2) Hari Kerja; (3) Hari Sabat<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Beginilah firman Yahuwah: Pintu gerbang pelataran<br \/>\ndalam yang menghadap ke sebelah timur haruslah tertutup selama enam hari kerja,<br \/>\ntetapi pada hari Sabat supaya dibuka; pada hari bulan baru juga supaya dibuka.&#8221;<br \/>\n(Lihat Yehezkiel 46: 1).<\/p>\n<p>Ayat ini berdiri sebagai alasan bahwa hari dengan kelas<br \/>\nyang berbeda akan digambarkan di alam (pada masa Penciptaan). Ketika<br \/>\nperhitungan fajar setelah konjungsi sebagai awal dari Hari Bulan Baru, kami<br \/>\nmenemukan bahwa setiap jenis hari umumnya ditandai dengan fase bulan tertentu:<br \/>\n(1) Hari Bulan Baru didahului oleh kegelapan (konjungsi); (2) hari kerja didahului<br \/>\noleh fase ketika sudah diterangi (tidak termasuk fase kuartal).<sup>1<\/sup> (3)<br \/>\nHari Sabat diawali dengan fase kuartal. Dengan demikian, metode ini membuat pengidentifikaisan<br \/>\nhari Sabat menjadi konsisten oleh penampakan bulan dan jauh lebih mudah dan<br \/>\nlebih praktis. Nampak bahwa masa Penciptaan itu sendiri menjadi saksi dari<br \/>\nmetode perhitungan ini.<\/p>\n<hr style=\"width: 33%\" align=\"left\">\n<p><font size=\"1\"><sup>1<\/sup> Bulan sabit akan sering terlihat dengan mata<br \/>\ntelanjang di Hari Bulan Baru (pada malam sebelum hari kerja yang pertama), tapi<br \/>\nini tidak akan selalu terjadi.<\/p>\n<p><\/font><\/p>\n<h2><strong>(II) Argumen<br \/>\nSejarah<\/strong><\/h2>\n<h3><font color=\"#0000cc\"><strong><br \/>\nPrasasti<br \/>\nBatu Nisan (269 AD)<\/strong><\/font><\/h3>\n<p>Sebuah catatan peralihan penanggalan kafir Kristen<br \/>\ntelah diabadikan dalam berbagai prasasti batu nisan. Salah satu tanggal tertua<br \/>\ndari prasasti batu nisan orang Kristen ditemukan di Roma yang mengacu pada dies<br \/>\nVeneris (hari Venus). Yang membuat prasasti ini menjadi berbeda adalah bahwa prasasti<br \/>\nbatu ini menuliskan dua tanggal, baik tanggal dalam kalender Julian maupun tanggal<br \/>\ndalam kalender luni-solar. Ditulisi pada Tahun 269 Masehi, tulisan pada batu<br \/>\nnisan ini menyatakan:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Dalam konsul Claudius dan Paternus, pada Nones<br \/>\nNovember, pada hari Venus, dan pada tanggal 24 bulan lunar, Leuces menempatkan [peringatan<br \/>\nini] untuk Severa putri yang sangat disayanginya, dan untuk Roh Kudus-Nya. Dia<br \/>\nmeninggal [di usia] 55 tahun, dan 11 bulan [dan] 10 hari. (E. Dichl, <em>Inscriptiones Latin\u00e6 Christian\u00e6 Veteres<\/em>,<br \/>\nVol. 2, hal. 193, # 3391. Lihat juga, JB de Rossi, <em>Inscriptiones Christian\u00e6 Urbis Romae<\/em>, Vol. 1, bagian 1, hal. 18, #<br \/>\n11.)<\/p>\n<p>&#8220;Nones&#8221; November adalah tanggal 5 yang<br \/>\njatuh pada tahun itu di hari Venus, hari Jumat. Dalam bulanan itu, tanggal ini<br \/>\nsama dengan tanggal 24 bulan lunar, atau &#8220;Hari Kedua&#8221; pada minggu Alkitab.<br \/>\nDengan meneliti tanggal yang ada ini dengan software astronomi, kita dapat menemukan<br \/>\nbahwa Hari Bulan Baru (hari pertama bulan lunar) dihitung dari hari setelah konjungsi.<\/p>\n<p align=\"left\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Bulan Fase Roma, Italia (269 AD)\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/new-moon-day-rome-nones-of-november-bahasa.jpg\" height=\"339\" width=\"700\"> <\/p>\n<p>*<strong>Harap<br \/>\nDicatat<\/strong>: Konjungsi telah terjadi di Roma pada jam 02:05 am (13 Oktober),<br \/>\njauh sebelum fajar. Inilah sebabnya mengapa hari Konjungsi menjadi hari 1 dan bukan<br \/>\nhari 29 atau 30 pada bulan (bulanan) sebelumnya.<\/p>\n<h3><font color=\"#0000cc\"><strong><br \/>\nTulisan<br \/>\nPhilo (20 S.M. &#8211; 50 M.)<\/strong><\/font><\/h3>\n<p>Philo<br \/>\n(seorang Filsuf Yahudi dari Alexandria yang beraliran Helenistik) hidup<br \/>\nsebelum, selama, dan setelah masa pelayanan Sang Juruselamat kita di bumi ini. <br \/>\nDiakui, kemudian, bahwa dia memiliki sebuah prinsip pemahaman yang benar<br \/>\nmengenai penanggalan Alkitab.<\/p>\n<table align=\"left\" height=\"444\" border=\"0\" cellspacing=\"5\" width=\"318\">\n<tbody>\n<tr>\n<td valign=\"top\"><img decoding=\"async\" title=\"Philo of Alexandria\" style=\"margin-right: 15px; margin-left: 0px\" alt=\"Philo dari Alexandria\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/philo-2-o-5.jpg\" border=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center; font-size: 11px\"><strong><font color=\"#6699cc\"><\/p>\n<p>Philo dari Alexandria (20 SM &#8211; 50 M) <br \/>\nArtis: Andr\u00e9 Thevet (1502-1509)<\/p>\n<p><\/font><\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Di<br \/>\ndalam kutipan di bawah ini, Philo mengatakan bahwa perayaan Bulan Baru terjadi<br \/>\nketika bulan <em>mulai <\/em>menyinari kembali. <br \/>\nSebagaimana yang dinyatakan sebelumnya, bulan menyinari kembali segera setelah<br \/>\nkonjungsi terjadi.  Walaupun, kita tidak dapat melihatnya, sampai matahari<br \/>\nterbenam karena bulan tersamarkan oleh sinar matahari yang lebih terang. Namun,<br \/>\nfakta bahwa kita tidak dapat melihat bulan segera setelah konjungsi terjadi,<br \/>\ntidak menghilangkan fakta bahwa sebuah revolusi baru telah dimulai dan mulai<br \/>\nmenyinari kembali lagi.  Sering<br \/>\nterjadi, bulan sabit pertama yang dapat terlihat akan terlihat pada sore hari<br \/>\ndi Hari Bulan Baru, memperlihatkan sinarnya yang baru pada pengamatnya.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Mengikuti urutan yang kami telah adopsi, kami<br \/>\nlanjutkan untuk membicarakan tentang <u>perayaan ketiga, yaitu bulan baru<\/u>.<br \/>\nPertama-tama, karena itu adalah awal bulan, dan dimuliakan diawal, baik dari hitungan<br \/>\nmaupun waktu. Kedua, karena saat ini seluruh langit memiliki sangat sedikit<br \/>\ncahaya. Ketiga, karena pada masa itu orang-orang yang lebih kuat dan penting<br \/>\nmemberikan sebagian bantuan yang diperlukan kepada orang-orang yang kurang<br \/>\npenting dan lemah; karena, <u>pada waktu bulan baru, matahari <em>mulai<\/em> menerangi bulan dengan cahaya yang<br \/>\nterlihat oleh indera luar, dan <em>kemudian<\/em><br \/>\nbulan itu menampilkan kecantikannya sendiri untuk orang yang melihatnya<\/u> &#8230;&#8221;<br \/>\n(Philo, <em>Special Laws II, <\/em>Section XXVI (140-142))<\/p>\n<p>Dalam kutipan berikut, Philo dengan jelas menyatakan<br \/>\nbahwa Hari Bulan Baru mengikuti konjungsi dan bahwa bulan dihitung dari konjungsi<br \/>\nsampai konjungsi.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Perayaan ketiga datang <u>setelah konjungsi<\/u>,<br \/>\nyang terjadi pada hari bulan baru dalam setiap bulan.&#8221; (Philo, <em>Special<br \/>\nLaws II, <\/em>Section XI (41))<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Ini adalah Bulan Baru, atau awal dari bulan<br \/>\nlunar, <u>yaitu periode antara satu konjungsi dan konjungsi berikutnya<\/u>,<br \/>\npanjangnya telah dihitung secara akurat di sekolah-sekolah astronomi.&#8221; (Philo,<em> Special<br \/>\nLaws II, <\/em>Section XXVI (140)). Catatan: Hendrickson Publishers Edisi<br \/>\n(1993) dari 1.854 terjemahan CD Jonge tidak memiliki informasi yang sama dengan<br \/>\nterjemahan yang diberikan oleh Colson. Indikasinya bahwa konjungsi yang menjadi<br \/>\nfaktor yang menentukan dalam menentukan bulan pertama.<\/p>\n<p>Pernyataan Philo di bawah ini menunjukkan bahwa<br \/>\nbulan menyelesaikan konfigurasinya yang sempurna (yaitu bulan setengah terbit,<br \/>\nbulan purnama, bulan setengah memudar, konjungsi) pada akhir setiap minggu. Hal<br \/>\nini adalah yang paling sering terjadi ketika metode perhitungan fajar setelah konjungsi<br \/>\nsebagai permulaan dari Hari Bulan Baru digunakan.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Sekali lagi, perubahan bulan secara berkala,<br \/>\nberlangsung sesuai dengan nomor tujuh, karena bintang memiliki simpati yang besar<br \/>\npada hal-hal yang ada di bumi. Dan perubahan yang bulan lakukan di langit, <u>terutama<br \/>\nmenyempurnakan dalam kesesuaiannya dengan konfigurasinya sendiri setiap tujuh<br \/>\nhari<\/u>. Pada semua kejadian, segala sesuatu yang fana, seperti yang telah<br \/>\nsaya katakan sebelumnya, mendekatkan hal-hal yang bersifat ilahi dari langit,<br \/>\ndipindahkan dengan suatu cara yang merawat kelestariannya sesuai dengan nomor<br \/>\ntujuh. &#8230; <u>Dengan demikian, pada hari yang ketujuh, Elohim beristirahat dari<br \/>\nsegala pekerjaan yang telah dibuat-Nya<\/u>.&#8221; (Philo, <em>Allegorical<br \/>\nInterpretation<\/em>, 1, Section IV (8-9), Section VI (16))<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;&#8230; Ada satu prinsip yang menjadi alasan bulan<br \/>\nsetengah terbit dan bulan setengah memudar berada dalam interval yang sama,<br \/>\nbaik karena akan meningkatkan dan mengurangi pencahayaan; tujuh ekor domba<br \/>\nkarena <u>bulan itu menerima bentuknya yang sempurna dalam periode tujuh hari -setengah-bulan<br \/>\npada periode tujuh hari pertama setelah konjungsi dengan matahari, bulan<br \/>\npurnama di kedua; dan ketika bulan itu akan kembali lagi, yang pertama sampai<br \/>\nsetengah bulan, dan berakhir pada saat konjungsi dengan matahari<\/u>.&#8221; (Philo, <em>Special<br \/>\nLaws I, <\/em>(178))<\/p>\n<p><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Sebuah 29-hari bulan lunar dan 30 hari bulan lunar berdampingan\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/new-moon-day-29-30-day-months-bahasa.jpg\" height=\"294\" width=\"700\"><\/strong><\/p>\n<p><font color=\"#666666\"><u><strong>Harap Dicatat:<\/strong><\/u> Ini adalah representasi<br \/>\nideal dari Bulan Lunar saat metode perhitungan bulan sabit pertama yang<br \/>\nterlihat dan Fajar setelah Konjungsi digunakan. Karena Bulan dapat mencapai<br \/>\nperempat, bulan purnama, dan fase Konjungsi secara sempurna setiap saat selama<br \/>\nperiode 24-jam, dan karena sebagian besar (jika tidak semua) program\/kalender<br \/>\nmenggunakan perhitungan tanggal dari tengah malam hingga tengah malam, anda<br \/>\nkadang-kadang akan melihat fase sempurna muncul sehari sebelumnya atau sehari<br \/>\nkemudian, membuat fase ini tidak selalu berbaris tepat. Anda perlu memeriksa waktu<br \/>\nKonjungsi untuk daerah tertentu.<\/font><\/p>\n<p>Di bawah ini adalah konfirmasi dari penafsiran kita pada<br \/>\nlaporan Philo sebelumnya. Di sini, Philo menyatakan bahwa bulan harus penuh<br \/>\npada akhir minggu kedua (yaitu tanggal 15 bulan lunar). Catatan: Ketika menggunakan<br \/>\nmetode perhitungan hari setelah konjungsi sebagai Hari Bulan Baru, maka bulan<br \/>\nakan penuh pada tanggal 14 atau 15 setiap bulan.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Sebab, demikianlah yang disampaikan oleh Kitab<br \/>\nSuci: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak<br \/>\ndomba menurut kaum keluarga; harus dari tanggal kesepuluh, agar dapat<br \/>\nditahbiskan sampai pada tanggal kesepuluh, bagi [Elohim], pengorbanan itu telah<br \/>\ndiabadikan di dalam jiwa, yang diterangi dalam dua per tiga bagian, sampai<br \/>\nsepenuhnya berubah dalam setiap bagian, dan menjadi secemerlang surgawi <u>seperti<br \/>\nbulan purnama, yang mengalami puncaknya pada akhir minggu kedua<\/u>. . .&#8221; (<em>On<br \/>\nMating with the Preliminary Studies<\/em>, Section XIX, (106))<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Dan perayaan ini dimulai <u>pada hari kelima<br \/>\nbelas bulan itu, pada pertengahan bulan, pada hari di mana Bulan Purnama cahaya<\/u>,<br \/>\nkarena pemeliharaan yang dilakukan Elohim sehingga tidak akan ada kegelapan<br \/>\npada hari itu.&#8221; (Philo, <em>Special Laws II, The Fifth Festival, <\/em>Section<br \/>\nXXVIII<em> <\/em>(155))<\/p>\n<p>Hal ini selaras dengan Mazmur 81: 3. (Lihat &#8220;Pendapat<br \/>\nAlkitab&#8221; di atas.)<\/p>\n<p><font face=\"Georgia\" size=\"3\"> <\/font><\/p>\n<div id=\"article_accordion\" class=\"Problems with Other Methods\">\n<div style=\"margin: 10px 0pt\" class=\"width100 toggler\"><font color=\"#006600\"><span style=\"font-size: 16px; cursor: pointer; font-weight: bold\" class=\"span-accordion\"><em>\u2022 Masalah dengan Menggunakan Metode Konjungsi Lain (Klik untuk Melihat.)<\/em><\/span><\/font><\/p>\n<div style=\"border: #000000 1px solid; padding: 10px; height: 100%\" class=\"accordion\">\n<h3><font color=\"#0000cc\"><strong><br \/>\nPada Hari yang Sama saat Konjungsi<\/strong><\/font><\/h3>\n<p>Beberapa<br \/>\norang pemelihara Sabat lunar menyarankan perayaan Hari Bulan Baru pada hari<br \/>\nyang sama di mana konjungsi terjadi, yang berbeda dengan metode hari pertama<br \/>\nsetelah konjungsi. Masalah yang muncul dengan metode ini adalah bahwa bulanan<br \/>\nyang baru dimulai ketika bulanan yang lama belum selesai. Bulanan (bulan) belum<br \/>\nbenar-benar selesai sampai bulan di langit berkonjungsi dengan matahari,<br \/>\nbarulah setelah itu bulan kembali mulai menyinari sekaligus memulai sebuah<br \/>\nrevolusi baru. Alasan digunakannya hari <em>setelah<\/em><br \/>\nkonjungsi terjadi sebagai Hari Bulan Baru, yang berlawanan dengan hari pada<br \/>\nsaat konjungsi terjadi, adalah karena sebuah hari tidak bisa secara bersamaan<br \/>\nmenjadi bagian dari sebuah bulan yang lama dan menjadi bagian dari bulan yang<br \/>\nbaru. Oleh karena itu, fajar pertama <em>setelah<\/em><br \/>\nkonjungsi terjadi adalah awal dari bulan baru.<\/p>\n<p><strong> <\/strong><\/p>\n<h3><font color=\"#0000cc\"><strong>Hari Setelah Konjungsi \u2013 Ketika Bulan Sabit Pertama Yang Terlihat Nampak Pada Malam Itu<\/strong><\/font><\/h3>\n<p>Beberapa pemelihara Sabat lunar mengajarkan bahwa Hari<br \/>\nBulan Baru adalah hari setelah Konjungsi, asalkan bulan sabit pertama yang<br \/>\nterlihat nampak pada malam itu. Ini, kata mereka, adalah karena bulan sabit pertama<br \/>\nyang terlihat adalah sinyal untuk memulai minggu kerja. Metode ini mensyaratkan<br \/>\nbahwa hari sesudah sabat terakhir pada tanggal 29 selalu diamati sebagai Hari Bulan<br \/>\nBaru. Jika bulan sabit pertama yang terlihat nampak pada malam itu, maka hari<br \/>\nitu adalah Hari Bulan Baru. Jika bulan sabit pertama yang terlihat tidak nampak,<br \/>\nmaka hari itu adalah tanggal 30 dan hari berikutnya akan menjadi Hari Bulan<br \/>\nBaru. Ada dua masalah yang tidak bisa diatasi dengan menggunakan metode ini:<\/p>\n<ol>\n<li>Dengan menggunakan metode ini, adalah mustahil untuk secara konsisten menyatukan dunia dalam mengawali Hari-hari Raya dalam periode waktu 24 jam yang sama. Hanya dengan menentukan hari setelah konjungsi sebagai Hari Bulan Baru yang dapat membuat semua orang di Bumi ini disatukan untuk merayakan Bulan-bulan Baru, Hari-hari Sabat, dan Hari-hari Raya tahunan.\n<\/li>\n<li>Mereka yang mengikuti metode ini tidak dapat<br \/>\nmengetahui apakah Hari Bulan Baru ini sudah pasti sebelum hari itu hampir<br \/>\nberakhir karena mereka harus menunggu untuk melihat apakah bulan sabit akan<br \/>\nterlihat malam itu setelah matahari terbenam. Ini jelas menjadi masalah,<br \/>\nterutama ketika mempertimbangkan Hari Raya Terompet (yang bertepatan dengan Hari<br \/>\nBulan Baru di Bulan Ketujuh), dan pada luar biasa pentingnya mempersembahkan<br \/>\nkorban yang telah ditentukan pada Hari Bulan Baru, pada awal setiap bulan<br \/>\n(Bilangan 28 : 11-15). Para imam pasti tahu kapan Hari Bulan Baru akan datang.<br \/>\nMereka tidak harus menunggu sampai hari itu hampir berakhir untuk mengetahui<br \/>\napakah mereka telah mempersembahkan korban pada hari yang benar. Sebuah penanda<br \/>\nyang berlaku pasang surut bukan penanda yang sesungguhnya.\n<\/li>\n<\/ol>\n<p> <\/p>\n<h3><font color=\"#0000cc\"><strong>Hari Setelah Bulan Sabit Yang Memudar Tidak Lagi Bisa Dilihat<\/strong><\/font><\/h3>\n<p>Beberapa orang berpendapat bahwa Hari Bulan Baru adalah<br \/>\nhari setelah bulan sabit yang memudar tidak lagi dapat dilihat saat sebelum<br \/>\nmatahari terbit. Karena seharusnya bahwa hilangnya bulan menunjukkan bahwa konjungsi<br \/>\nakan berlangsung pada hari itu, sehingga hari berikutnya akan menjadi Hari<br \/>\nBulan Baru.<\/p>\n<p><strong>Metode yang<br \/>\ndiusulkan:<\/strong><br \/>\n&#8220;Sebagaimana bulan menjadi tua (memudar), setiap pagi bulan sabit kecil akan<br \/>\nterlihat lebih kecil dan lebih dekat dan semakin dekat ke ufuk timur. Hari<br \/>\nKonjungsi adalah hari ketika matahari terbit tanpa ada bulan yang terlihat<br \/>\nmendahuluinya. Kemudian, hari berikutnya akan.. menjadi Hari Bulan Baru, karena<br \/>\nakan menjadi hari baru pertama setelah Konjungsi. Jika memudarnya bulan sabit<br \/>\ndapat dilihat pada hari Sabat pagi terakhir (hari ke-29 bulan lunar), maka bulan<br \/>\nitu akan menjadi bulan dengan 30 hari. Jika memudarnya bulan sabit tidak dapat<br \/>\ndilihat pada hari Sabat pagi terakhir, maka bulan itu akan menjadi bulan dengan<br \/>\n29 hari.&#8221;<\/p>\n<p>Walaupun metode ini bertujuan untuk mengidentifikasi<br \/>\nHari Bulan Baru yang benar (yaitu Fajar setelah Konjungsi), namun tidak dapat<br \/>\ndiandalkan dan tidak dapat digunakan menjadi cara yang konsisten dan akurat untuk<br \/>\nmengidentifikasi hari terjadinya Konjungsi. Akibatnya, metode ini tidak dapat<br \/>\ndigunakan untuk menentukan Hari Bulan Baru.<\/p>\n<p>Sebagai contoh: Di New Delhi, India, pada pagi<br \/>\nhari tanggal 13 November 2012, memudarnya bulan sabit masih bisa dilihat di<br \/>\nlangit timur. (Tanggal 13 November adalah hari Sabat terakhir, hari ke-29 bulan<br \/>\nlunar.)<\/p>\n<p align=\"center\"><img decoding=\"async\" alt=\"New Delhi, India \u2013 13 November, 2012, sesaat sebelum matahari terbit.\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/11-13-12-india-1-5.jpg\"> <\/p>\n<p align=\"center\"><strong>New Delhi, India \u2013 13 November, 2012, sesaat sebelum matahari terbit.<\/strong><\/p>\n<p>Dengan menggunakan metode pada diskusi ini, akan<br \/>\nkemudian diasumsikan bahwa tanggal 14 November akan menjadi hari ke-30 di bulan<br \/>\nitu, dan bahwa tanggal 15 November akan menjadi Hari Bulan Baru. Namun, karena<br \/>\nKonjungsi terjadi sebelum fajar pada tanggal 14 November, maka tanggal 14<br \/>\nNovember sebenarnya adalah Hari Bulan Baru.<sup>1<\/sup> Dengan menggunakan<br \/>\nmetode yang diusulkan di sini, Hari Bulan Baru akan diumumkan satu hari lebih lambat.<br \/>\nWalaupun tujuannya adalah baik, metode ini tidak baik.<\/p>\n<p>Beberapa orang pemelihara Sabat lunar mengajarkan<br \/>\nbahwa Hari Bulan Baru mengikuti hari di mana sinar redup bulan sabit tidak<br \/>\ndapat lagi dilihat setelah matahari terbit \u2013 terlepas dari kapanpun konjungsi<br \/>\nyang sebenarnya terjadi. Namun, metode ini, membagi dunia dengan cara yang sama<br \/>\nyang dilakukan oleh metode bulan sabit pertama yang terlihat. Karena<br \/>\npenglihatan mengenai bulan sabit terakhir yang dapat terlihat bergantung pada<br \/>\nlokasi geografik seseorang, dunia tidak akan disatukan dalam memulai Hari-hari<br \/>\nSabat, dan Hari-hari Raya dalam 24 jam revolusi matahari<br \/>\nyang sama.<\/p>\n<hr align=\"left\" size=\"1\" width=\"33%\"><font size=\"1\"><sup>1<\/sup> New<br \/>\nDelhi, India: Konjungsi terjadi pukul 03:38 pada tanggal 14 November. Fajar<br \/>\n(senja astronomi) terjadi pukul 05:20 pada tanggal 14 November.<\/font><\/p>\n<p><strong> <\/strong><\/p>\n<h3><font color=\"#0000cc\"><strong>Matahari Terbenam Pertama Setelah Konjungsi<\/strong><\/font><\/h3>\n<p>Beberapa pemelihara Sabat lunar mengajarkan bahwa Hari<br \/>\nBulan Baru dimulai pada saat matahari terbenam pertama kali setelah Konjungsi.<br \/>\nIni, tentu saja, tidak bisa seperti itu. Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa<br \/>\nhari dimulai pada saat FAJAR, bukan pada saat matahari terbenam. Praktek<br \/>\ntradisional yang mengamati semua hari dari matahari terbenam ke matahari<br \/>\nterbenam (malam ke malam) adalah kebiasaan Babel yang diadopsi oleh orang-orang<br \/>\nYahudi setelah abad pertama.<\/p>\n<p>Sebuah Hari Alkitab dimulai saat fajar dan berakhir<br \/>\npada saat senja<sup>1<\/sup>:<\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"\/yahuwahs-calendar\/menyibak-kegelapan-kapan-sebuah-hari-dimulai.html\">Menyibak Kegelapan: Kapan<br \/>\nSebuah Hari Dimulai?<\/a>(Artikel)<\/li>\n<li><a href=\"\/view-video\/530\/kapan-sebuah-hari-mulai.html\">Kapan Sebuah Hari Dimulai<\/a>(Video)<\/li>\n<\/ul>\n<p>___________________________________________________________<\/p>\n<p><font size=\"1\"><sup>1<\/sup> Adalah<br \/>\nsangat mudah untuk membuat prasangka kita membentuk cara kita menafsirkan Kitab<br \/>\nSuci. Banyak pribadi dan badan pelayanan yang tulus yang mendukung metode malam<br \/>\nke malam telah melakukan hal ini. Kami dengan rendah hati mendesak semua orang yang<br \/>\ntenggelam dalam doktrin yang salah bahwa hari dimulai saat matahari terbenam<br \/>\nuntuk meletakkan semua prasangka di pintu penyelidikan, dan dengan jujur dan berdoa<br \/>\nmempelajari semua bagian yang berkaitan dengan topik yang sangat penting ini.<br \/>\n&#8220;Sebab perintah harus berada di atas perintah, pengajaran di atas<br \/>\npengajaran, baris di atas baris, ayat di atas ayat, di sini sebagian, dan di<br \/>\nsana sebagian.&#8221; (Yesaya 28:10, KJV)<\/font><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p><font size=\"null\"><\/p>\n<p><font face=\"Georgia\" size=\"3\"> <\/font><\/p>\n<div id=\"article_accordion\" class=\"Problems with FVC\">\n<div style=\"margin: 10px 0pt\" class=\"width100 toggler\"><font color=\"#006600\"><span style=\"font-size: 16px; cursor: pointer; font-weight: bold\" class=\"span-accordion\"><em>\u2022 Masalah dengan Menggunakan Bulan Sabit Pertama Yang Terlihat (Klik untuk Melihat.)<\/em><\/span><\/font><\/p>\n<div style=\"border: #000000 1px solid; padding: 10px; height: 100%\" class=\"accordion\">\n<ul><\/ul>\n<p><font size=\"null\"><\/font><\/p>\n<ul>\n<li>Dengan menggunakan metode bulan sabit pertama yang terlihat, akan menjadi mustahil bagi dunia untuk secara konsisten mengawali Hari-hari Raya pada periode 24 jam yang sama.<\/li>\n<li>Tidak konsisten dengan<br \/>\nprinsip-prinsip yang mengatur parameter hari Alkitab.<\/li>\n<li><em>Chodesh<\/em>, kata Ibrani untuk &#8220;Bulan Baru,&#8221; digunakan dalam Alkitab<br \/>\nlebih dari 270 kali, namun tidak digunakan walaupun hanya satu kali untuk<br \/>\nmenunjukkan sesuatu yang terlihat (yaitu bulan yang terlihat, bulan sabit,<br \/>\n&#8230;). Kata Ibrani untuk &#8220;bulan sabit,&#8221; adalah <em>\u015bahar\u014dn\u00eem<\/em>, digunakan secara eksklusif pada perihal yang berkaitan<br \/>\ndengan penyembahan berhala.<\/li>\n<li>Tidak selaras dengan Mazmur<br \/>\n81: 3.<\/li>\n<li>Tidak selaras dengan<br \/>\nKejadian pasal 1.<\/li>\n<li>Tidak selaras dengan<br \/>\nkesaksian (Penciptan) Alam<\/li>\n<li>Tidak selaras dengan Tulisan<br \/>\nPhilo, orang yang sezaman dengan Juruselamat kita (tahun 20 SM \u2013 tahun 50 M)<\/li>\n<\/ul>\n<p><font size=\"null\"><\/font><\/p>\n<h3><strong><font color=\"#0000cc\"><br \/>\nInformasi tambahan untuk Dipertimbangkan<\/font><\/strong><\/h3>\n<h4><strong><strong><br \/>\nTerkait dengan Babel<\/strong><\/strong><\/h4>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">&#8220;<u>Bulanan [Babel] dimulai pada Bulan Baru<br \/>\npertama yang dapat dilihat<\/u>, dan pada abad ke-8 SM astronom istana masih<br \/>\nmelaporkan pengamatan yang penting ini kepada raja Asyur. . . . Nama-nama bulan<br \/>\nBabel adalah Nisanu, Ayaru, Simanu, Du&#8217;uzu, Abu, Ululu, Tashritu, Arakhsamna,<br \/>\nKislimu, Tebetu, Shabatu, Adaru. Bulan Adaru II diselingi enam kali dalam<br \/>\nsiklus 19-tahun tetapi tidak pernah pada tahun yang ke-17 dari siklus itu, saat<br \/>\nUlulu II yang dimasukkan. Dengan demikian, kalender Babel sampai akhir<br \/>\nmengabadikan sebuah bekas pembagian asli dari tahun alami menjadi dua musim, <u>sama<br \/>\nseperti bulan-bulan Babel sampai akhir tetap merupakan bulan lunar dan dimulai<br \/>\nketika Bulan Baru pertama kali dapat terlihat di malam hari. Hari itu dimulai<br \/>\nsaat matahari terbenam<\/u>.&#8221; (<a title=\"\" target=\"_blank\" href=\"Http:\/\/www.webexhibits.org\/calendars\/calendar-ancient.html\">Http:\/\/www.webexhibits.org\/calendars\/calendar-ancient.html<\/a>)<\/p>\n<p>Harus diakui bahwa hanya karena itu adalah kebiasaan<br \/>\ndi Babel tidak berarti bahwa itu salah. Namun, hal ini tentunya perlu dicatat<br \/>\nbahwa kebiasaan Babel memperhitungkan bulan baru berkisar pada penampakan bulan<br \/>\nsabit pertama yang terlihat. Hal ini bukan tidak sama dengan semua orang-orang<br \/>\nYahudi, beberapa waktu setelah abad pertama, mengadopsi metode ini menggantikan<br \/>\nperhitungan Alkitab, sama seperti saat mereka mengadopsi praktik Babel yang<br \/>\ntidak Alkitabiah dengan memulai hari saat matahari terbenam serta sama seperti<br \/>\nketika mereka mengadopsi nama-nama bulan Babel.<\/p>\n<p>Di bawah ini adalah pasal yang dengan jelas mengutuk<br \/>\npenghormatan bulan sabit, yang merupakan kebiasaan di antara bangsa-bangsa<br \/>\nkafir. Agar adil, ini tidak mengugurkan dari awal metodologi bulan sabit<br \/>\npertama yang terlihat untuk memperhitungkan Hari Bulan Baru, tetapi harus<br \/>\ndipertimbangkan dengan jujur pada bukti yang paling kuat.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p>Lalu kata Zebah dan Salmuna: &#8220;Bangunlah<br \/>\nengkau sendiri dan paranglah kami, sebab seperti orangnya, demikian pula<br \/>\nkekuatannya.&#8221; Maka bangunlah Gideon, dibunuhnya Zebah dan Salmuna,<br \/>\nkemudian diambilnya <strong>anting bulan sabit<\/strong><br \/>\nyang ada pada leher unta mereka. Kemudian berkatalah orang Israel kepada<br \/>\nGideon: &#8220;Biarlah engkau memerintah kami, baik engkau baik anakmu maupun<br \/>\ncucumu, sebab engkaulah yang telah menyelamatkan kami dari tangan orang<br \/>\nMidian.&#8221; Jawab Gideon kepada mereka: &#8220;Aku tidak akan memerintah kamu<br \/>\ndan juga anakku tidak akan memerintah kamu tetapi \u05d9\u05d4\u05d5\u05d4 yang memerintah<br \/>\nkamu.&#8221; Selanjutnya kata Gideon kepada mereka: &#8220;Satu hal saja yang<br \/>\nkuminta kepadamu: Baiklah kamu masing-masing memberikan anting-anting dari<br \/>\njarahannya.&#8221; &#8211;Karena musuh itu beranting-anting mas, sebab mereka orang<br \/>\nIsmael. Jawab mereka: &#8220;Kami mau memberikannya dengan suka hati.&#8221; Dan<br \/>\nsetelah dihamparkan sehelai kain, maka masing-masing melemparkan anting-anting<br \/>\ndari jarahannya ke atas kain itu. Adapun berat anting-anting emas yang<br \/>\ndimintanya itu ada seribu tujuh ratus syikal emas, belum terhitung <strong>anting bulan sabit<\/strong>, dan pakaian kain<br \/>\nungu muda yang dipakai oleh raja-raja Midian, dan belum terhitung kalung rantai<br \/>\nyang ada pada leher unta mereka. (Hakim-hakim 8: 21-26, ISR)<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<table align=\"left\" height=\"279\" border=\"0\" cellspacing=\"5\" width=\"421\">\n<tbody>\n<tr>\n<td valign=\"top\"><img decoding=\"async\" title=\"\" style=\"margin-right: 15px; margin-left: 0px\" alt='Anting-anting Bulan Sabit, tahun 2500\u20132400 S.M;  Digali di \"Great Death Pit,\" Ur, Mesopotamia' src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/crescent-earring-mesopotamia-o-5.jpg\" border=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center; font-size: 11px\"><strong><font color=\"#6699cc\"><\/p>\n<p>Anting-anting Bulan Sabit, tahun 2500\u20132400 S.M; <br \/>\nDigali di &#8220;Great Death Pit,&#8221; Ur, Mesopotamia<\/p>\n<p><\/font><\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Bukti arkeologi menunjukkan penggunaan umum perhiasan<br \/>\ndalam bentuk lingkaran matahari atau bulan sabit terbalik, simbol dewi<br \/>\nIshtar-Astarte, dikenakan oleh wanita atau hewan untuk meningkatkan kesuburan<br \/>\nmereka (Hak. 8:21).&#8221;(<em>New Bible Dictionary<\/em>, Article<br \/>\n&#8220;Amulets,&#8221; hal.34)<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Pada waktu itu \u05d9\u05d4\u05d5\u05d4 akan menjauhkan segala perhiasan<br \/>\nmereka: gelang-gelang kaki, jamang-jamang dan <strong>bulan sabit<\/strong>; perhiasan-perhiasan telinga, pontoh-pontoh dan<br \/>\nkerudung-kerudung; perhiasan-perhiasan kepala, gelang-gelang rantai kaki,<br \/>\ntali-tali pinggang, tempat-tempat wewangian dan jimat-jimat; cincin meterai dan<br \/>\nanting-anting hidung; pakaian-pakaian pesta, jubah-jubah, selendang-selendang<br \/>\ndan pundi-pundi; cermin-cermin, baju-baju dalam dari kain lenan, ikat-ikat<br \/>\nkepala dan baju-baju luar. (Yesaya 3: 18-23, ISR)<\/p>\n<p>Kata Ibrani (H#7720 &#8211; \u015bahar\u014dn\u00eem), di sini<br \/>\nditerjemahkan sebagai &#8220;bulan sabit,&#8221; hanya ditemukan tiga kali dalam<br \/>\nKitab Suci dan hanya digunakan dalam kaitannya dengan penyembahan-penyembahan<br \/>\nberhala (Hakim-hakim 8: 21 &amp; 26; Yesaya 3: 18). Kata ini tidak pernah<br \/>\ndikaitkan dengan &#8220;Bulan Baru&#8221; atau bahkan &#8220;bulan.&#8221; Tidak ada<br \/>\nsatupun penulis Kitab Suci yang diilhami yang menggunakan \u015bahar\u014dn\u00eem ketika<br \/>\nmenulis tentang hari-hari raya yang ditunjuk atau bulan.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Bulat Sabit adalah jimat favorit di antara<br \/>\nbanyak orang dari Asia Barat, dan itu bagi mereka adalah perlambang kekuatan<br \/>\ndan perlindungan dari sinar bulan dan bukan dari memudarnya bulan.&#8221; (<em>Amulets<br \/>\nand Superstitions<\/em>, E. A. Wallis Budge, hal.213)<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Sebelum Yakub pergi ke Betel untuk menghadapkan<br \/>\ndirinya di hadapan Yahweh ia meminta kepada semua orang yang bersama-sama<br \/>\ndengan dia untuk menyerahkan kepada dia semua dewa-dewa asing dan anting-anting<br \/>\nmereka (yaitu jimat yang berbentuk bulan sabit), dan dia menguburkannya di<br \/>\nbawah pohon yang di Sikhem [Kejadian 35: 4]&#8221;. (<em>s.d.a<\/em>, hal. 214)<\/p>\n<p>Perlu dicatat bahwa <em>Sin<\/em>, salah satu dewa utama Babel, dilambangkan dengan sebuah bulan sabit.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Pada materai silinder, dia [Sin] digambarkan<br \/>\nsebagai sosok orang tua dengan janggut terurai dan simbol bulan sabit&#8230;. Sekte<br \/>\npenyembah dewa-bulan tersebar ke kota-kota lain, sehingga kuilnya ditemukan tersebar<br \/>\ndi semua kota-kota besar yang ada di Babel dan di Asyur.&#8221; (<a title=\"\" target=\"_blank\" href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Sin_(mythology)\">http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Sin_(mythology)<\/a>)<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"Sin, dewa bulan Babel\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/sin-moon-god-o-5.jpg\"> <\/p>\n<p><em><\/em><\/p>\n<p>Penyembahan dewa <em>Sin<\/em><br \/>\njuga dilakukan di tanah Arab pada zaman Muhammad. Dampaknya, Islam memuliakan<br \/>\nbulan sabit sampai hari ini. Banyak agama yang bersumber dari Babel memuliakan<br \/>\nbulan sabit (yaitu Katolik Roma, Hindu, Buddha, dll).<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Crescent Moon Idols dari berbagai agama\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/crescent-idols-o-5.jpg\" height=\"341\" width=\"700\"><\/p>\n<p>Praktek-praktek penyembahan berhala agama kafir, bersumber<br \/>\ndari Babel, dan berdiri kokoh berlawanan dengan peringatan Yahuwah bagi<br \/>\numat-Nya.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Dan menjadi peringatan supaya jangan engkau<br \/>\nmengarahkan matamu ke langit, sehingga apabila engkau melihat matahari, bulan<br \/>\ndan bintang, segenap tentara langit, engkau disesatkan untuk sujud menyembah<br \/>\ndan beribadah kepada sekaliannya itu, yang justru diberikan Yahuwah, Eloahmu,<br \/>\nkepada segala bangsa di seluruh kolong langit sebagai bagian mereka. (Lihat<br \/>\nUlangan 4:19.)<\/p>\n<p>Sekitar 600 tahun sebelum kelahiran Juruselamat kita,<br \/>\nYahuwah menegur penduduk Yehuda melalui Nabi Yeremia karena kebiasan berhala<br \/>\nmereka, termasuk membuat kue berbentuk bulan sabit sebagai persembahan kepada<br \/>\n&#8220;ratu surga.&#8221; Sayangnya, orang Yehuda tidak mengindahkan peringatan<br \/>\nYeremia, karena mereka percaya bahwa tindakan mereka menyembah berhala adalah<br \/>\nsumber kemakmuran mereka.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Tetapi sejak kami berhenti membakar korban dan<br \/>\nmempersembahkan korban curahan kepada ratu sorga, maka kami kekurangan<br \/>\nsegala-galanya dan kami dihabiskan oleh pedang dan kelaparan.&#8221; Lalu<br \/>\nperempuan-perempuan itu menambahkan: &#8220;Apabila kami membakar korban dan<br \/>\nmempersembahkan korban curahan kepada ratu sorga, adakah di luar pengetahuan<br \/>\nsuami kami bahwa kami membuat penganan persembahan serupa dengan patungnya dan<br \/>\nmempersembahkan korban curahan kepadanya?&#8221; (Yeremia 44: 18-19, KJV)<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Menyembah dia &#8211; juga, menggambarkan patungnya.<br \/>\nKue dibuat dalam bentuk bulan sabit untuk menggambarkan bulan..&#8221; (<em>Barnes Commentary<\/em>)<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Kue berbentuk sabit telah dipersembahkan kepada<br \/>\nbulan.&#8221; (<em>Jamieson-Fausset-Brown Commentary<\/em>)<\/p>\n<p>Dalam seluruh Alkitab, penghormatan bulan sabit disebutkan<br \/>\nsecara eksklusif dalam kaitannya dengan penyembahan berhala dan penerimaan<br \/>\nbangsa Israel pada praktek-praktek kafir.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p><font size=\"null\"><\/p>\n<p><font face=\"Georgia\" size=\"3\"> <\/font><\/p>\n<p><\/font><font size=\"null\"><\/p>\n<div id=\"article_accordion\" class=\"Full Moon\">\n<div style=\"margin: 10px 0pt\" class=\"width100 toggler\"><font color=\"#006600\"><span style=\"font-size: 16px; cursor: pointer; font-weight: bold\" class=\"span-accordion\"><em>\u2022 Masalah dengan Menggunakan Hari setelah Bulan Purnama (Klik untuk Melihat.)<\/em><\/span><\/font><\/p>\n<div style=\"border: #000000 1px solid; padding: 10px; height: 100%\" class=\"accordion\">\n<h3><font color=\"#0000cc\"><strong><br \/>\nHari Setelah Bulan Purnama<\/strong><\/font><\/h3>\n<p>Tidak ada satu bukti secuilpun yang mendukung<br \/>\nanggapan bahwa Bulan Purnama adalah penanda untuk menentukan Hari Bulan Baru.<br \/>\nMereka yang mengajarkan bahwa Bulan Purnama adalah Bulan Baru melakukannya<br \/>\nterutama didasarkan pada empat asumsi\/pandangan. Sekarang kita akan melihat<br \/>\nsekilas masing-masing dari pandangan ini.<\/p>\n<p><strong>Menurut mereka<br \/>\nyang mendukung perhitungan Hari Bulan Baru dengan Bulan Purnama&#8230;<\/strong><\/p>\n<p><font color=\"#ff0000\"><u>(1) Klaim<\/u>:<\/font> &#8220;Sebuah gerhana<br \/>\nmatahari total terjadi pada siang hari (dan berlangsung selama tiga jam &#8211; Mat. 27:<br \/>\n45). Pada hari penyaliban Yahushua (pada hari ke-14 bulan lunar). Sebuah<br \/>\ngerhana matahari hanya dapat berlangsung selama konjungsi. Oleh karena itu,<br \/>\nbulan harus dimulai dengan bulan purnama.&#8221;<\/p>\n<p><font color=\"#0000cc\"><u>Masalah\/Asumsi<\/u>:<\/font> Meskipun benar bahwa<br \/>\ngerhana matahari hanya dapat terjadi saat bulan dalam posisi konjungsi (secara<br \/>\nlangsung antara bumi dan matahari), masalah yang sangat jelas dengan pernyataan<br \/>\nini ditemukan dalam kenyataan bahwa tidak ada gerhana matahari total di<br \/>\nYerusalem pada musim semi tahun 31 M.<sup>1<\/sup> (<a href=\"http:\/\/eclipse.gsfc.nasa.gov\/phase\/phases0001.html\">http:\/\/eclipse.gsfc.nasa.gov\/phase\/phases0001.html<\/a>)<sup>2<\/sup> Bahkan,<br \/>\nYerusalem tidak berada di jalur gerhana total di waktu manapun selama abad<br \/>\npertama . Pukulan telak pada anggapan ini adalah bahwa gerhana matahari umumnya<br \/>\nhanya bertahan sekitar 7-8 menit, bukan 3 jam. &#8220;Gerhana matahari total<br \/>\nterpanjang selama periode 8.000 tahun dari tahun 3000 SM sampai tahun 5000 M<br \/>\nakan terjadi pada 16 Juli 2186, ketika gerhana total akan berlangsung selama 7<br \/>\nmenit 29 detik.&#8221; (<a href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Solar_eclipse\">http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Solar_eclipse<\/a>) Kegelapan yang terjadi<br \/>\natas wilayah Penyaliban adalah sebuah keajaiban, dan tidak dapat dijelaskan<br \/>\ndengan fenomena yang terjadi secara alami. Mengklaim bahwa ada gerhana matahari<br \/>\ntotal, yang berlangsung tiga jam, pada saat penyaliban Yahushua adalah<br \/>\nketerlaluan dan tidak dapat dibuktikan oleh bahkan satu bukti terkecil<br \/>\nsekalipun.<\/p>\n<hr style=\"width: 33%\" align=\"left\">\n<p><font size=\"1\"><sup>1 <\/sup>70 Minggu Nubuatan (Daniel 9) menguatkan dengan<br \/>\npasti tahun Penyaliban Yahushua.<\/font><\/p>\n<p><font size=\"1\"><\/font><\/p>\n<p><font size=\"1\"><sup>2<\/sup> Agar lebih spesifik, metode yang diusulkan untuk<br \/>\nperhitungan Tahun Baru ini dikaji di dalam poin #2 (di bawah) yang menuntut<br \/>\nbahwa gerhana matahari total harus terjadi pada siang hari di Yerusalem pada<br \/>\ntanggal 10 April, 31 M. Tidak ada kejadian seperti itu. Klaim ini tidak dapat<br \/>\ndibuktikan oleh bahkan satu bukti terkecil sekalipun.<\/font><\/p>\n<p><font color=\"#ff0000\"><u><br \/>\n(2) Klaim<\/u>:<\/font> &#8220;Pembelajaran yang<br \/>\nmendalam pada kata Yunani yang diterjemahkan sebagai &#8216;gelap&#8217; dalam catatan<br \/>\nLukas tentang Penyaliban mengungkapkan bahwa matahari terhalang oleh bulan,<br \/>\nyang hanya bisa terjadi pada saat konjungsi.&#8221;<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Dan matahari menjadi <u>gelap<\/u>, dan tabir<br \/>\nBait Suci terbelah dua.&#8221; (Lukas 23:45, KJV)<\/p>\n<p>Beberapa orang yang menganjurkan penggunaan Bulan<br \/>\nPurnama, telah mengakui bahwa kata yang diterjemahkan sebagai &#8220;gelap&#8221;<br \/>\ndalam bagian ini adalah kata Yunani <em>ekleip\u014d<\/em><br \/>\n[Strong G#1587], akar kata dari &#8220;gerhana&#8221; moderen kita. Mereka<br \/>\nmengatakan bahwa ini adalah bukti telah terjadinya gerhana matahari yang gelap di<br \/>\nwilayah Penyaliban. Sebagaimana dibahas pada poin sebelumnya (#1), ini adalah<br \/>\nsebuah kemustahilan mutlak. Kegelapan yang melanda wilayah Penyaliban merupakan<br \/>\nmanifestasi supranatural, kesaksian Yahuwah. Namun demikian, mari kita<br \/>\nmemeriksa masalah ini dengan pernyataan itu.<\/p>\n<p><font size=\"null\"><font size=\"null\"><font color=\"#0000cc\"><u>Masalah\/Asumsi<\/u>:<\/font><\/font><\/font> Kata yang diterjemahkan<br \/>\ndalam bagian ini sebagai &#8220;gelap&#8221; adalah <em>skotiz\u014d <\/em>[Strong G#4654], bukan <em>ekleip\u014d<\/em><br \/>\n[Strong G#1587].<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Dan [G#2532] matahari [G#2246] menjadi <strong><u>gelap [G#4654]<\/u><\/strong>, dan [G#2532] tabir<br \/>\n[G#2665] bait suci [G#3485] terbelah [G#4977] dua [G#3319].&#8221; (Lukas 23: 45,<br \/>\nKJV)<\/p>\n<p><em>Skotiz\u014d<\/em> berarti &#8220;menutupi<br \/>\ndengan kegelapan, gelap, yang akan ditutupi dengan kegelapan,&#8230;&#8221; Hal ini<br \/>\ndapat merujuk pada kegelapan metaforis atau kegelapan literal (misalnya Ef<br \/>\n4:18.) (Misalnya benda-benda langit; Wahyu 8:12). Sementara itu, e<em>kleip\u014d<\/em>, adalah akar kata untuk<br \/>\n&#8220;gerhana&#8221; moderen kita dan dapat merujuk pada gerhana matahari, secara<br \/>\numum berarti &#8220;gagal, pergi keluar, mengabaikan, melewati,&#8230;&#8221; Tidak<br \/>\nsatupun dari kata ini yang secara khusus berhubungan dengan matahari atau<br \/>\nbenda-benda langit.<\/p>\n<p><em>Ekleip\u014d<\/em> ditemukan hanya dalam tiga<br \/>\nbagian Alkitab, tidak ada dari tiga bagian ni yang khusus berkaitan dengan gerak<br \/>\nrelatif bulan terhadap matahari:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan<br \/>\ndengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika kamu <strong><u>gagal [G#1587 &#8211; <em>ekleip\u014d<\/em>]<\/u><\/strong>, kamu diterima di dalam kemah abadi.&#8221; (Lukas<br \/>\n16: 9, KJV)<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">&#8220;tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu<br \/>\njangan <strong><u>gugur <\/u><\/strong><strong><u>[G#1587 &#8211; <em>ekleip\u014d<\/em>]<\/u><\/strong>. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah<br \/>\nsaudara-saudaramu.&#8221; (Lukas 22: 32, KJV)<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">&#8220;seperti jubah akan Engkau gulungkan mereka, dan<br \/>\nseperti persalinan mereka akan diubah, tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu<strong><u>akan <\/u><\/strong><strong><u>[G#1587 &#8211; <em>ekleip\u014d<\/em>]<\/u><\/strong> tidak <strong><u>berkesudahan<\/u><\/strong><strong><u>[G#1587 &#8211; <em>ekleip\u014d<\/em>]<\/u><\/strong>.&#8221; (Ibrani 1: 12, KJV)<\/p>\n<p>Bahkan dalam terang penggunaan\/pengartian umum dari<br \/>\nkata ini (<em>ekleip\u014d<\/em>), tak terbantahkan mematahkan<br \/>\nklaim yang telah dikaji, hal ini membawa pengulangan bahwa kata ini bahkan<br \/>\ntidak ditemukan dalam teks dari bukti yang ditawarkan untuk menopang<br \/>\nperhitungan Bulan Purnama sebagai Hari Bulan Baru, yang telah dituduhkan oleh<br \/>\nbeberapa orang.<\/p>\n<p><font color=\"#ff0000\"><u>(3) Klaim<\/u>:<\/font> &#8220;Perempuan dalam<br \/>\nWahyu pasal 12, berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya, dan<br \/>\nbintang-bintang di atas kepalanya adalah pengumuman Hari Tahun Baru. Pada suatu<br \/>\nhari setiap musim semi, rasi bintang Virgo akan terlihat terbit di ufuk timur<br \/>\ndengan bulan purnama di bawah kakinya. Dia juga &#8220;berpakaian dengan<br \/>\nmatahari&#8221; dalam arti bahwa hal itu tidak benar-benar gelap di luar ketika<br \/>\nfenomena ini terjadi. dia memiliki 12 bintang di kepalanya, yang berarti bahwa dia<br \/>\nadalah kepala tahun. Oleh karena itu, bulan purnama di bawah kaki Virgo adalah penanda<br \/>\nuntuk menentukan Hari Bulan Baru, dan awal tahun.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang<br \/>\nperempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah<br \/>\nmahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.&#8221; (Wahyu 12: 1, KJV)<\/p>\n<p><font size=\"null\"><font size=\"null\"><font color=\"#0000cc\"><u>Masalah\/Asumsi<\/u>:<\/font><\/font><\/font> Tidak ada ditemukan di dalam<br \/>\nteks itu sesuatu walaupun hanya tersirat bahwa fenomena ini adalah pertanda untuk<br \/>\nmenentukan Hari Bulan Baru, atau awal tahun. Juga ayat ini tidak mengatakan<br \/>\nbahwa perempuan itu berdiri di atas &#8220;bulan purnama.&#8221; Jika kita mau<br \/>\njujur mengevaluasi setiap detail dari deskripsi perempuan itu, maka kita harus<br \/>\nmengakui bahwa selain berdiri di bulan, dia berselubungkan matahari. Jadi lebih<br \/>\nbaik penafsiran bebas &#8220;berpakaian dengan matahari&#8221; berarti bahwa itu<br \/>\nbelum benar-benar gelap ketika fenomena ini terjadi, mungkin kita harus mencari<br \/>\nsaat Virgo (&#8220;sang perawan&#8221;) secara harfiah berselubungkan matahari<br \/>\n(dengan matahari melalui pertengahan rasi bintang) sementara bulan berada di<br \/>\nbawah kakinya. Apakah ada fenomena seperti itu? Ya, itu terjadi setiap musim<br \/>\ngugur, sering (tetapi tidak selalu) bertepatan dengan awal bulan Ketujuh.<\/p>\n<p align=\"center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Virgo\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/virgo-fall-small-1-5.jpg\" height=\"350\" width=\"687\">\n<\/p>\n<p><strong><font color=\"#6699cc\"><span>Virgo: Fenomena ini terjadi pada satu bulan setiap musim gugur. Namun, tidak ada sesuatu dalam teks ini, yang menunjukkan adanya hubungan dengan Hari Bulan Baru atau Tahun Baru. Mereka yang membela metode Bulan Purnama melakukan perhitungan berdasarkan pemenuhan penjelasan parsial ini (Wahyu 12: 1) pada musim semi yang dibangun secara eksklusif pada dugaan dan asumsi tak berdasar<\/span><\/font><\/strong><font color=\"#6699cc\"><strong>  <\/strong><\/font><strong><font color=\"#6699cc\"><span> <br \/>\n<\/span><\/font><\/strong><\/p>\n<p>Walaupun Wahyu 12: 1 adalah konfirmasi ilahi bahwa gereja<br \/>\nyang sejati sepanjang sejarah telah bergantung pada Matahari, Bulan, dan<br \/>\nBintang-bintang untuk menentukan hari Sabat dan Hari-hari Suci, tidak ada<br \/>\nsedikitpun di dalam teks itu walaupun hanya tersirat yang mengungkapkan bahwa<br \/>\ngambaran perempuan ini berkaitan dengan Hari Bulan Baru atau awal tahun.<sup>1<\/sup><br \/>\nMereka yang mencoba untuk menggunakan Wahyu pasal 12 sebagai bukti untuk<br \/>\nmenggunakan metode perhitungan Bulan Purnama, sekalipun mungkin mereka memiliki<br \/>\nniat yang baik, telah menambahi ayat itu dan mendasarkan pengertian mereka melalui<br \/>\nspekulasi yang eksklusif.<\/p>\n<hr style=\"width: 33%\" align=\"left\">\n<p><font size=\"1\"><sup>1<\/sup> Masalah lain dengan menganggap bahwa Bulan Purnama<br \/>\ndi bawah kaki Virgo merupakan penanda untuk memulai tahun adalah garis aksial.<br \/>\nKarena titik balik matahari bergerak ke arah barat sepanjang jalur relatif matahari<br \/>\nterhadap bintang yang tetap, waktu fenomena ini (bulan purnama di bawah kaki<br \/>\nVirgo) secara perlahan melayang. Zaman sekarang, fenomena ini umumnya terjadi<br \/>\npada akhir April atau awal Mei. Namun  2.000 tahun yang lalu, kejadian yang sama ini<br \/>\nberlangsung beberapa minggu sebelumnya, pada akhir Maret atau awal April. Dan jika<br \/>\nkita maju cepat 2.000 tahun ke depan dengan menggunakan tingkat ketepatan yang<br \/>\nsekarang maka fenomena ini tidak akan terjadi sampai akhir Mei atau awal Juni.<\/p>\n<p><\/font><\/p>\n<p><font color=\"#ff0000\"><u>(4) Klaim<\/u>:<\/font> &#8220;Mazmur 81: 3<br \/>\nmengatakan bahwa Sangkakala itu akan ditiup pada Bulan Purnama karena itu<br \/>\nadalah Bulan Baru.&#8221;<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Tiuplah<br \/>\nsangkakala pada bulan baru, pada waktu yang telah ditetapkan[<font color=\"#6600ff\">H#3677<\/font>], pada hari raya kita[<font color=\"#009900\">H#2282<\/font>].&#8221;<br \/>\n(Mazmur 81: 3, KJV)<\/p>\n<p><u><font color=\"#6600ff\">H#3677<\/font><\/u> (keh&#8217;-seh) &#8211; Berasal dari H#3680; penuh betul<br \/>\natau bulan purnama, yaitu perayaan yang: &#8211; (waktu) telah ditentukan. (<em>Strong Greek &amp; Hebrew Dictionary<\/em>)<sup>1<\/sup><\/p>\n<p><u><font color=\"#009900\">H#2282<\/font><\/u> (khag) &#8211; kata ini mengacu terutama untuk<br \/>\n&#8220;perayaan para peziarah.&#8221; (<em>The New Strong&#8217;s Expanded Dictionary of<br \/>\nBible Words<\/em>)<\/p>\n<p><font color=\"#0000cc\"><u>Masalah\/Asumsi<\/u>:<\/font> Tidak sekalipun Hari Bulan<br \/>\nBaru disebut <em>khag<\/em> di dalam Alkitab.<br \/>\nBeberapa orang yang mendukung metode ini akan berpendapat bahwa adalah tidak<br \/>\nbenar untuk merujuk pada Hosea 2:11 dan Yehezkiel 45:17, tetapi &#8220;bulan<br \/>\nbaru&#8221; dalam ayat-ayat ini menyebutkan bagian dari Sabat dan <em>khag(s)<\/em>. Bahkan jika Hari Bulan Baru<br \/>\ndisebut sebagai <em>khag(s)<\/em>, ada kendala<br \/>\nkedua di bagian ini yang tidak dapat diselesaikan oleh mereka yang mengajarkan<br \/>\nbahwa Mazmur 81: 3 membuktikan bahwa sangkakala itu akan terdengar di Bulan<br \/>\nPurnama karena itu adalah Bulan Baru: dalam konteksnya, Mazmur pasal 81<br \/>\nberbicara tentang Keluarnya bangsa Israel dari Mesir. Penafsiran yang paling<br \/>\nmasuk akal dari ayat 3 adalah bahwa hal itu mengacu pada bulan purnama yang<br \/>\nbertepatan dengan Paskah dan Hari Raya Roti Tidak Beragi. (Bangsa Israel<br \/>\ndipimpin keluar dari Mesir pada waktu malam (Ulangan16: 1) pada hari pertama<br \/>\nRoti Tidak Beragi (Bilangan 33:. 3) &#8211; pada tanggal 15)<\/p>\n<p>Sebuah bukti kuat menentang metode Bulan Purnama<br \/>\nmenjadi penanda untuk Hari Bulan Baru telah dicatat saat mempelajari waktu<br \/>\nhari-hari raya. Dua perayaan penting para peziarah berlangsung pada tanggal 15<br \/>\nbulan itu. Itu adalah Hari Raya Roti Tidak Beragi dan Hari Raya Pondok Daun.<br \/>\nDalam pemeliharaan ilahi-Nya, Yahuwah telah menetapkan bahwa waktu dua<br \/>\nperayaan-perayaan ini bertepatan dengan Bulan Purnama, untuk meringankan beban<br \/>\nperjalanan umat-Nya. Bapa kita yang penuh kasih adalah Eloah yang terperinci,<br \/>\ndan tidak ada yang luput dari perhatian-Nya. Ketika Dia menuntut para peziarah,<br \/>\nDia telah mengatur waktu yang paling nyaman bagi umat-Nya.<sup>2<\/sup> Ini juga<br \/>\nkita lihat pada kenyataan bahwa tidak ada ziarah yang diharuskan  pada  musim<br \/>\ndingin. Dengan demikian, jika Dia berhati-hati untuk menghindari perintah<br \/>\nziarah di musim dingin, Dia juga akan dengan penuh kasih berhati-hati untuk<br \/>\nmenghindari penetapan perayaan para peziarah saat bulan hampir benar-benar<br \/>\ngelap.<\/p>\n<hr style=\"width: 33%\" align=\"left\">\n<p><font size=\"1\"><sup>1<\/sup> Beberapa orang berpendapat bahwa keh&#8217;seh,<br \/>\nberdasarkan akar katanya (H#3680; Kasah), harus diterjemahkan sebagai<br \/>\n&#8220;bulan tersembunyi&#8221; sebagai lawan dari &#8220;bulan purnama,&#8221;<br \/>\nyang berarti bahwa sangkakala harus ditiup saat bulan gelap (yaitu saat<br \/>\nkonjungsi) sebagai penanda Hari Bulan Baru. Penafsiran ini justru selaras<br \/>\ndengan metode perhitungan fajar setelah konjungsi.<\/font><\/p>\n<p><font size=\"1\"><sup>2<\/sup> Menggunakan metode perhitungan Bulan Purnama, akan<br \/>\nmembuat hari Sabat kedua setiap bulan, termasuk Sabat Besar pada Hari Raya Roti<br \/>\nTidak Beragi dan hari raya Pondok Daun, berlangsung dalam kegelapan total.<\/font><\/p>\n<p><strong><br \/>\n<font size=\"3\">Bulan Baru:<br \/>\nChodesh (H#2320)<\/font><\/strong><\/p>\n<p>Kata Ibrani yang diterjemahkan dalam Alkitab sebagai<br \/>\n&#8220;bulan baru&#8221; adalah <em>Chodesh<\/em><br \/>\n[H#2320]. Akar kata dari <em>Chodesh<\/em><br \/>\nadalah <em>chadash<\/em> [H2318], yang berarti<br \/>\n&#8220;menjadi baru, memperbaharui, perbaikan.&#8221;<\/p>\n<p>Sebuah masalah yang sangat jelas ditampilkan saat metode<br \/>\nperhitungan Hari Bulan Baru dengan Bulan Purnama digunakan adalah pada saat itu<br \/>\nbulan dari hari pertama sedang memudar (kehilangan cahaya), bukan <em>diperbaharui<\/em>. Segera setelah Bulan<br \/>\nPurnama, cahaya bulan akan mulai memudar. Ini berarti bahwa antara malam Bulan<br \/>\nBaru itu dinyatakan dan esoknya yang dinyatakan sebagai &#8220;Hari Bulan Baru,&#8221;<br \/>\nbulan itu sudah telah memudar, dan akan terus memudar sampai pertengahan bulan,<br \/>\nsetelah itu barulah akan dibaharui kembali. Metode perhitungan Bulan Purnama<br \/>\nmenentang semua logika dan tidak benar dalam pengertian dari kata- <em>Chodesh\/chadash<\/em>.<\/p>\n<p><font size=\"3\"><strong>Membedakan<br \/>\nHari Melalui Penampakan Bulan<\/strong><\/font><\/p>\n<p>Hal lain yang perlu dicatat di sini adalah bahwa<br \/>\nkarena akan ada satu atau dua hari yang gelap di tengah bulan bila menggunakan metode<br \/>\nperhitungan Bulan Purnama, maka fase seperempat bulan akan tidak teratur menyatakan<br \/>\nhari Sabat. Ketika metode perhitungan Hari Bulan Baru dengan Bulan Purnama<sup>1<\/sup><br \/>\ndigunakan, fase berikutnya dari bulan menjadi tidak konsisten dan tak terduga, akan<br \/>\nmerampas peran ilahi bulan sebagai pendanda, dan membuat identifikasi hari yang<br \/>\ndapat diandalkan melalui penampakan bulan menjadi sangat sulit, bahkan mustahil.<\/p>\n<hr style=\"width: 33%\" align=\"left\">\n<p><font size=\"1\"><sup>1<\/sup> Perlu dicatat bahwa bulan dapat <em>muncul<\/em> penuh selama lebih dari satu hari<br \/>\nsetiap bulan. Hal ini akan membuat pengamat sangat sulit melakukan perhitungan yang<br \/>\nkonsisten.<\/font><\/p>\n<p>\nWalaupun ada pasal-pasal sekunder lainnya yang<br \/>\ndikutip oleh mereka yang menganjurkan metode perhitungan Bulan Purnama, namun<br \/>\npasal-pasal itu tidak perlu dijawab, karena semua itu (tanpa kecuali) tidak<br \/>\nlebih dari upaya penjelasan untuk memaksakan anggapan mereka ke dalam teks itu,<br \/>\nupaya menyesatkan untuk membuat Alkitab setuju dengan pendapat mereka. Tidak<br \/>\nada satu bukti sekecil apapun yang dapat mendukung metode perhitungan Hari<br \/>\nBulan Baru dengan Bulan Purnama.<\/p>\n<p><font size=\"null\"><span><\/span><font size=\"1\"> <\/font><\/font><\/p>\n<p><font size=\"null\"> <\/font><font size=\"null\"> <\/font><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p><\/font><\/font><\/p>\n<p><font size=\"null\"><font size=\"null\"><font size=\"null\"><font face=\"Georgia\" size=\"3\">  <\/font><br \/>\n<\/font><\/font><\/font><\/p>\n<p><font size=\"null\"><font size=\"null\"><font size=\"null\"><\/p>\n<div id=\"article_accordion\" class=\"Problems with FVC\">\n<div style=\"margin: 10px 0pt\" class=\"width100 toggler\"><font color=\"#006600\"><span style=\"font-size: 16px; cursor: pointer; font-weight: bold\" class=\"span-accordion\"><em>\u2022 Bulan Sabit Pertama Yang Terlihat: Mengkaji Dugaan Bukti Sejarah (Klik untuk Melihat.)<\/em><\/span><\/font><\/p>\n<div style=\"border: #000000 1px solid; padding: 10px; height: 100%\" class=\"accordion\">\n<p>Satu hal yang pasti; Metode perhitungan Hari Bulan<br \/>\nBaru yang digunakan di zamanYahushua adalah yang benar. Tidak ada indikasi<br \/>\ndalam Perjanjian Baru bahwa pernah ada sengketa kapan hari Sabat dan Hari-hari<br \/>\nRaya terjadi. Jadi jelas, bahwa metode yang sedang digunakan adalah benar, dan didukung<br \/>\noleh Yahushua.<\/p>\n<p>Banyak pemelihara Sabat lunar tulus yang sering<br \/>\nmengutip tradisi lisan Yahudi (yaitu Talmud Babel) sebagai bukti bahwa bulan<br \/>\nsabit pertama yang terlihat sedang digunakan pada zaman Yahushua untuk menentukan<br \/>\nHari Bulan Baru. Tapi apakah Talmud bisa dipercaya? Dapatkah kita, dengan restu<br \/>\nSurga, mengabaikan semua bukti yang bertentangan demi mendukung tradisi lisan<br \/>\nyang telah didasarkan oleh orang-orang yang melacak sumber mereka dari<br \/>\norang-orang Farisi?<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Babylonian Talmud\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-right: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/talmud-5.jpg\" align=\"left\" height=\"300\" width=\"199\"><\/p>\n<p>Isi dari Talmud pada dasarnya terdiri dari dua<br \/>\nbagian: (1) Mishna: Pernyataan utama pertama dari tradisi lisan orang Yahudi, tahun<br \/>\n220 M; (2) Gemara: hasil analisa dan komentar para rabi mengenai Mishnah, tahun<br \/>\n500 M. Dalam Mishnah, kita menemukan banyak aturan, peraturan, dan referensi<br \/>\nyang berkaitan dengan peran pengadilan rabbi dalam pemeriksaan saksi-saksi<br \/>\nuntuk memastikan apakah bulan baru [hilal] sudah terlihat. Sebagai contoh:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Orang-orang berikut ini dianggap tidak<br \/>\nkompeten untuk menjadi saksi. Penjudi dengan dadu, rentenir, peternak merpati,<br \/>\norang-orang yang berurusan dengan hasil tahun Sabat, dan budak. Peraturannya adalah:<br \/>\nSemua bukti tidak dapat diterima dari seorang wanita juga tidak dapat diterima dari<br \/>\nsalah satu jenis orang yang disebut di atas&#8230;. setiap kali (saksi-saksi) harus<br \/>\nberada di jalan satu hari dan satu malam, adalah sah untuk melanggar Sabat saat<br \/>\nmelakukan perjalanan ini, untuk memberikan bukti penampakan bulan kepada mereka.&#8221;<br \/>\n(<em>Babylonian Talmud<\/em>, Section Moed, Rosh Hashana, Chapter I, <a href=\"http:\/\/www.jewishvirtuallibrary.org\/jsource\/Talmud\/rh1.html\" target=\"_blank\">http:\/\/www.jewishvirtuallibrary.org\/jsource\/Talmud\/rh1.html<\/a>)<\/p>\n<p><strong>Catatan<\/strong>: Kutipan di atas<br \/>\nbenar-benar tidak masuk akal dalam konteks kalender luni-solar Alkitab. <em>Awal<\/em> bulan bisa terlihat dengan<br \/>\nmenggunakan metode bulan sabit pertama yang terlihat sesaat setelah matahari<br \/>\nterbenam pada hari Sabat terakhir (tanggal 29). Maka menjadi tidak masuk akal,<br \/>\nuntuk membiarkan seseorang melakukan perjalanan pada hari Sabat untuk membuktikan<br \/>\nbahwa mereka telah melihat bulan bahkan sebelum penampakan bulan dapat terlihat.<br \/>\nJadi Talmud tidak mendukung kalender yang Alkitabiah. Sebaliknya, Talmud<br \/>\nmemperkenalkan prinsip-prinsip kalender Babel (misalnya metode penentuan hari<br \/>\ndari matahari terbenam sampai matahari terbenam) dan penanggalan kafir<br \/>\n(misalnya hari Sabat Sabtu).<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Ada pengadilan besar di Yerusalem disebut Beth<br \/>\nYa&#8217;azeq, tempat semua saksi-saksi bertemu, dan menjadi tempat mereka diperiksa<br \/>\noleh Beth Din. Perayaan besar dibuat di sana untuk (para saksi) untuk mendorong<br \/>\nmereka lebih sering datang . . .. Bagaimana para saksi dikaji? Pasangan pertama<br \/>\ndiperiksa pertama. Para Tua-tua akan diperkenalkan pertama, dan mereka akan berkata<br \/>\nkepadanya: Beritahu kami dalam bentuk apa bulan yang engkau lihat? Apakah itu<br \/>\nsebelum atau sesudah matahari? Apakah itu di bagian utara atau bagian selatan<br \/>\n(matahari)? Elevasi apa yang ada di cakrawala? Kecenderungannya mengarah ke<br \/>\nsisi yang mana? Berapa lebar lingkarannya? Jika dia menjawab sebelum matahari,<br \/>\nkesaksiannya tidak berharga. Setelah ini mereka akan memperkenalkan (saksi)<br \/>\nyang lebih muda dan dia diperiksa, jika kesaksian mereka ditemukan sama, kesaksian<br \/>\nitu akan dianggap sah, pasangan (saksi) yang tersisa akan menerima<br \/>\npertanyaan-pertanyaan umum, bukan karena kesaksian mereka itu perlu, tetapi<br \/>\nhanya untuk mencegah mereka pulang dengan kecewa&#8230;&#8221; (<em>Babylonian Talmud<\/em>,<br \/>\nSection Moed, Rosh Hashana, Chapter II, <a href=\"http:\/\/www.jewishvirtuallibrary.org\/jsource\/Talmud\/rh2.html\" target=\"_blank\">http:\/\/www.jewishvirtuallibrary.org\/jsource\/Talmud\/rh2.html<\/a>)<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p>&#8220;R. Gamaliel memiliki gambaran dari<br \/>\nberbagai tahapan bulan di dalam lempengannya dan pada dinding kamar atasnya, yang<br \/>\ndia gunakan untuk menunjukkan kepada orang-orang awam, sambil berkata: &#8220;Apakah<br \/>\nanda melihat penampakan bulan seperti ini atau seperti itu? &#8220;&#8221; (<em>s.d.a<\/em>.)<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p><font size=\"3\"><strong><\/strong><\/font><\/p>\n<p><strong>Talmud juga,<br \/>\nmembenarkan banyak doktrin yang tidak Alkitabiah. Sebagai contoh:<\/strong><\/p>\n<p><strong>Empat permulaan<br \/>\ntahun<\/strong> &#8211;<br \/>\n&#8220;Ada empat hari Tahun Baru, yaitu: hari pertama dari bulan Nissan adalah<br \/>\nTahun Baru untuk (pengangkatan) Raja dan untuk (rotasi) perayaan biasa, hari<br \/>\npertama dari bulan Elul adalah Tahun Baru untuk persepuluhan-ternak, tetapi<br \/>\nmenurut R. Eliezer dan R. Simeon, itu adalah pada hari pertama bulan Tishri.<br \/>\nHari pertama dari bulan Tishri adalah hari tahun baru, bagi tahun-tahun biasa,<br \/>\ndan untuk tahun-tahun Sabat dan tahun-tahun yobel, dan juga untuk penanaman<br \/>\npohon dan tumbuh-tumbuhan. Pada hari pertama di bulan Shebhat adalah Tahun Baru<br \/>\nuntuk pohon, sesuai dengan sekolah Shammai, tetapi sekolah Hillel mengatakan<br \/>\nitu pada tanggal lima belas bulan yang sama&#8221;. [Catatan: Nama bulannya<br \/>\nadalah nama-nama Babel] (<a title=\"\" target=\"_blank\" href=\"http:\/\/www.jewishvirtuallibrary.org\/jsource\/Talmud\/rh1.html\">http:\/\/www.jewishvirtuallibrary.org\/jsource\/Talmud\/rh1.html<\/a>)<\/p>\n<p><strong><\/strong><\/p>\n<p><strong>Hari Sabat Sabtu<br \/>\n(dengan perhitungan dari matahari terbenam sampai matahari terbenam)<\/strong> &#8211; &#8220;Para rabi<br \/>\nmengajarkan: Seseorang tidak boleh mengirim surat melalui salah seorang dari<br \/>\nbangsa-bangsa lain pada <u>hari Jumat<\/u> sebelum dia menetapkan sejumlah waktu<br \/>\ntertentu untuk pengiriman. Jika ketentuan tersebut tidak dibuat, Beth Shamai<br \/>\nmengatakan itu tidak boleh disampaikan, kecuali jika pengirim itu memiliki<br \/>\nwaktu untuk mencapai rumah yang dia tuju (sebelum matahari terbenam); Namun, Beth<br \/>\nHillel, mempertahankan: Dia mungkin melakukannya jika pengirim itu memiliki<br \/>\nwaktu untuk mencapai rumah terdekat dalam tembok kota di mana surat itu harus<br \/>\ndisampaikan.&#8221; (<em>Babylonian Talmud<\/em>, Section Moed, Shabbat, Chapter<br \/>\nII, <a href=\"http:\/\/www.jewishvirtuallibrary.org\/jsource\/Talmud\/shabbat1.html\" target=\"_blank\">http:\/\/www.jewishvirtuallibrary.org\/jsource\/Talmud\/shabbat1.html<\/a>)<\/p>\n<p>Apakah Hari Sabat Sabtu (dari Jumat malam sampai<br \/>\nSabtu malam) yang diamati oleh umat Yahuwah yang setia selama pelayanan<br \/>\nYahushua di bumi? <em>Bukan, benar-benar bukan<\/em>.<br \/>\nAlkitab dengan jelas mengungkapkan bahwa kalender Yahuwah adalah kalender luni-solar,<br \/>\ndan hari Alkitab dimulai saat fajar, bukan saat matahari terbenam.<\/p>\n<table style=\"margin-left: 10px\" align=\"right\" height=\"167\" border=\"1\" cellpadding=\"5\" cellspacing=\"0\" width=\"257\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: justify; padding: 7px; background-color: #ffffcc\">\n<p><em><\/em><\/p>\n<p><em>Talmud Babel<\/em>, menurut para rabi yang menulis<br \/>\nitu, lebih harus ditaati dari pada Alkitab!<\/p>\n<p>&#8220;Ada tertulis [Pengkhotbah xii. 12]:<br \/>\nArtinya: &#8220;Anakku, sungguh-sunguhlah dalam ketaatan kepada<br \/>\nperintah-perintah rabbi (bahkan lebih dari pada Alkitab), walaupun<br \/>\nperintah-perintah Alkitab sebagian besar positif dan negatif&#8230; perintah rabbi,<br \/>\njika dilanggar, akan menyebabkan hukuman mati.&#8221; (<em>The Babylonian Talmud<\/em>,<br \/>\nSection Moed, Erubin 21b, Chapter II, <a href=\"http:\/\/www.jewishvirtuallibrary.org\/jsource\/Talmud\/eruvin2.html\" target=\"_blank\">http:\/\/www.jewishvirtuallibrary.org\/jsource\/Talmud\/eruvin2.html<\/a>)<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Juga di dalam Talmud terdapat daftar yang sangat<br \/>\nluas hampir dalam setiap tindakan yang dapat  dibayangkan mengenai apa yang diizinkan atau yang<br \/>\ndilarang pada hari Sabat &#8211; <em>menurut para<br \/>\nrabi<\/em>. Talmud pada dasarnya adalah gabungan dari pemaksaan tradisi yang<br \/>\nditetapkan oleh orang-orang Farisi. Seberapa besar penghargaan yang akan kita berikan<br \/>\npada sebuah buku yang mendasarkan dan menetapkan semua tradisi lisan dari<br \/>\norang-orang yang menolak Anak Domba Yahuwah dan menjauhi Terang dunia?<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli<br \/>\nTaurat dari Yerusalem kepada Yahushua dan berkata: &#8220;Mengapa murid-murid-Mu<br \/>\nmelanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum<br \/>\nmakan.&#8221; Tetapi jawab Yahushua kepada mereka: &#8220;Mengapa kamupun<br \/>\nmelanggar perintah Yahuwah demi adat istiadat nenek moyangmu?&#8221; (Matius 15: 1-3,<br \/>\nRNKJV)<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p>Kita tidak pernah harus memberikan penghargaan yang<br \/>\nlebih pada tradisi dari yang seharusnya. Walaupun <em>semua<\/em> informasi yang tersedia harus dipertimbangkan ketika<br \/>\nmelakukan investigasi yang jujur, namun kita harus selalu mempertimbangkan<br \/>\nsumbernya dan memegang teguh janji untuk mengikuti bukti yang paling kuat,<br \/>\nbahkan jika kesimpulan akhir itu tidak sesuai dengan pendapat awal kita.<\/p>\n<p>Walaupun banyak sejarawan, ensiklopedi, dan kamus<br \/>\nAlkitab memberikan kesaksian bahwa bulan Alkitab dimulai dengan bulan sabit<br \/>\npertama yang terlihat, namun tidak satupun yang memberikan bukti nyata untuk<br \/>\nmendukung pengakuan mereka. Sepertinya mereka sebagian besar bersandar pada <em>tradisi<\/em>, sebagaimana yang diakui oleh penulis<br \/>\nUniversal Jewish Encyclopedia.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;<strong>Sedikit<br \/>\nyang diketahui tentang prosedur penentuan kalender sampai dengan abad ke-2 SM<\/strong>,<br \/>\nketika penjelasan diberikan <strong>dari praktek<br \/>\ntradisi<\/strong>, berlangsung sebagai berikut: Pada hari ketiga puluh bulan, dewan<br \/>\nakan bertemu untuk menerima kesaksian dari para saksi bahwa mereka telah<br \/>\nmelihat bulan baru. Jika dua saksi yang dapat dipercaya telah membuat keputusan<br \/>\npada apa yang terdampak pada hari itu, maka dewan akan menyatakan bahwa bulan<br \/>\nbaru akan dimulai pada hari itu &#8230; Namun, jika tidak ada saksi yang muncul,<br \/>\nbulan baru akan dianggap dimulai pada hari setelah tanggal tigapuluh.&#8221; (<em>Universal Jewish Encyclopedia<\/em>, hal.632)<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p><font size=\"null\"><font size=\"null\"><font size=\"null\"><\/font><\/font><\/font><\/p>\n<p>Intinya, di sini, hanya ini. Sebagai pelajar Alkitab<br \/>\nyang bertanggung jawab, kita tidak bisa, secara eksklusif membangun di atas<br \/>\ndasar tradisi lisan dari orang-orang Yahudi, sambil mengabaikan semua bukti<br \/>\nlain di bawah hamparan firman. Kita harus sepenuhnya berdoa dan selalu berkomitmen<br \/>\nuntuk mengikuti bukti yang paling <em>berbobot<\/em>,<br \/>\nke mana pun arahnya.<\/p>\n<hr style=\"width: 33%\" align=\"left\"><font size=\"1\"><sup>1<\/sup> Beberapa orang berpendapat bahwa praktek Babel merayakan<br \/>\nhari Sabat Sabtu dan mengawali hari dari saat matahari terbenam telah dipelajari<br \/>\noleh orang-orang Yahudi selama penawanan mereka di Babel. Hal ini tentunya adalah<br \/>\nsebuah kemungkinan. Namun, kita dapat yakin bahwa Yahushua tidak akan mendukung<br \/>\nhal ini atau praktek-praktek yang tidak alkitabiah lainnya. Intinya di sini<br \/>\nadalah hanya bahwa doktrin yang didukung oleh Talmud bukan refleksi sistem<br \/>\nYahudi yang secara umum dipercaya selama pelayanan Yahushua di bumi. Hal ini<br \/>\nsudah ditetapkan, kita tidak bertanggung jawab untuk menggunakan Talmud dalam<br \/>\nmembenarkan penggunaan metode bulan sabit pertama yang terlihat.<\/font><font size=\"null\"> <\/font><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p> <\/p>\n<p align=\"center\"><font face=\"Georgia\" size=\"3\"><\/font><\/p>\n<p><\/font><\/font><\/font><\/p>\n<div><\/div>\n<p align=\"center\"><font face=\"Georgia\" size=\"3\">Akhirnya saudara-saudara,<br \/>\n&#8220;Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.&#8221;<br \/>\n(1 Tesalonika 5: 21, KJV)<\/font><\/p>\n<div><\/div>\n<hr style=\"width: 33%\" align=\"left\">\n<p><font face=\"Georgia\" size=\"3\">Kontent<br \/>\nTerkait:<\/font><\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"\/yahuwahs-calendar\/penanggalan-alkitabiah-perhitungan-tahun-baru.html\">Penanggalan Alkitab:<br \/>\nPerhitungan Tahun Baru<\/a><\/li>\n<li><a href=\"\/yahuwahs-calendar\/menghitung-konjungsi-tanpa-komputer-tidak-masalah-a.html\">Menghitung Konjungsi: Tanpa<br \/>\nKomputer? Tidak Masalah!<\/a> (Artikel)<\/li>\n<li><a href=\"\/view-video\/1537\/menghitung-konjungsi-tanpa-komputer-tidak-masalah.html\">Menghitung Konjungsi: Tanpa<br \/>\nKomputer? Tidak Masalah!<\/a> (Video)<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"featured_media":220663,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":[],"class_list":["post-109170","wlc-article","type-wlc-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","wlc-article-category-kalender-yahs","wlc-content-directory-new-moon-day"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Hari Bulan Baru: Fajar Setelah Konjungsi - Worlds Last Chance<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/new-moon-day-the-dawn-after-conjunction\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hari Bulan Baru: Fajar Setelah Konjungsi - Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Saudara-saudari yang terkasih, World\u2019s Last Chance sangat gembira untuk berbagi apa yang sungguh-sungguh kami yakini akan menjadi terang yang benderang pada kalender Sang Pencipta kita. Dalam rahmat dan panjang sabar-Nya yang besar, Yahuwah telah bersabar begitu lama dengan kami karena kami telah menganut apa yang sekarang kami sadari sebagai sebuah kesalahan. Terpujilah Nama-Nya! Sejak kami [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/new-moon-day-the-dawn-after-conjunction\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-21T06:32:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/new-moon-day-dawn-after-conjunction-poster-bahasa.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"250\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"159\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"44 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/new-moon-day-the-dawn-after-conjunction\/\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/new-moon-day-the-dawn-after-conjunction\/\",\"name\":\"Hari Bulan Baru: Fajar Setelah Konjungsi - Worlds Last Chance\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/new-moon-day-the-dawn-after-conjunction\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/new-moon-day-the-dawn-after-conjunction\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/new-moon-day-dawn-after-conjunction-poster-bahasa.jpg\",\"datePublished\":\"2012-12-03T12:04:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-21T06:32:17+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/new-moon-day-the-dawn-after-conjunction\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/new-moon-day-the-dawn-after-conjunction\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/new-moon-day-the-dawn-after-conjunction\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/new-moon-day-dawn-after-conjunction-poster-bahasa.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/new-moon-day-dawn-after-conjunction-poster-bahasa.jpg\",\"width\":250,\"height\":159},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/new-moon-day-the-dawn-after-conjunction\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Articles\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Hari Bulan Baru: Fajar Setelah Konjungsi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/\",\"name\":\"Worlds Last Chance\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hari Bulan Baru: Fajar Setelah Konjungsi - Worlds Last Chance","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/new-moon-day-the-dawn-after-conjunction\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Hari Bulan Baru: Fajar Setelah Konjungsi - Worlds Last Chance","og_description":"Saudara-saudari yang terkasih, World\u2019s Last Chance sangat gembira untuk berbagi apa yang sungguh-sungguh kami yakini akan menjadi terang yang benderang pada kalender Sang Pencipta kita. Dalam rahmat dan panjang sabar-Nya yang besar, Yahuwah telah bersabar begitu lama dengan kami karena kami telah menganut apa yang sekarang kami sadari sebagai sebuah kesalahan. Terpujilah Nama-Nya! Sejak kami [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/new-moon-day-the-dawn-after-conjunction\/","og_site_name":"Worlds Last Chance","article_modified_time":"2025-08-21T06:32:17+00:00","og_image":[{"width":250,"height":159,"url":"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/new-moon-day-dawn-after-conjunction-poster-bahasa.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"44 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/new-moon-day-the-dawn-after-conjunction\/","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/new-moon-day-the-dawn-after-conjunction\/","name":"Hari Bulan Baru: Fajar Setelah Konjungsi - Worlds Last Chance","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/new-moon-day-the-dawn-after-conjunction\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/new-moon-day-the-dawn-after-conjunction\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/new-moon-day-dawn-after-conjunction-poster-bahasa.jpg","datePublished":"2012-12-03T12:04:00+00:00","dateModified":"2025-08-21T06:32:17+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/new-moon-day-the-dawn-after-conjunction\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/new-moon-day-the-dawn-after-conjunction\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/new-moon-day-the-dawn-after-conjunction\/#primaryimage","url":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/new-moon-day-dawn-after-conjunction-poster-bahasa.jpg","contentUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/new-moon-day-dawn-after-conjunction-poster-bahasa.jpg","width":250,"height":159},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/new-moon-day-the-dawn-after-conjunction\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Articles","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Hari Bulan Baru: Fajar Setelah Konjungsi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/","name":"Worlds Last Chance","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article\/109170","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/wlc-article"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109170"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/220663"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109170"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}