{"id":109102,"date":"2012-09-28T01:39:49","date_gmt":"2012-09-28T01:39:49","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/wlc-article\/migrating-nafsu-makan-kunci-untuk-kesuksesan-atau-kegagalan\/"},"modified":"2025-08-21T05:20:16","modified_gmt":"2025-08-21T05:20:16","slug":"nafsu-makan-kunci-untuk-kesuksesan-atau-kegagalan","status":"publish","type":"wlc-article","link":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/articles\/kesalehan-praktis\/nafsu-makan-kunci-untuk-kesuksesan-atau-kegagalan\/","title":{"rendered":"Nafsu Makan: Kunci untuk Kesuksesan atau Kegagalan"},"content":{"rendered":"<p>Tradisi Kristen yang telah lama terdaftar<br \/>\nsebagai tujuh \u201cdosa mematikan.\u201d Daftar itu mencakup:<\/p>\n<p class=\"indenttext-left\">\u2713  Nafsu Birahi<br \/>\n\u2713  Ketamakan<br \/>\n\u2713  Kemalasan<br \/>\n\u2713  Kemarahan<br \/>\n\u2713  Irih Hati<br \/>\n\u2713  Kesombongan<br \/>\n\u2713  Kerakusan<\/p>\n<p>Meskipun Alkitab sendiri tidak berisi sebuah<br \/>\ndaftar spesifik seperti itu, prinsip-prinsip Alkitab menyingkapkan bahwa tujuh<br \/>\nsifat buruk ini adalah jalan yang dipakai Setan dalam usahanya untuk<br \/>\nmengendalikan jiwa-jiwa. Urutan satu sampai enam berhubungan  dengan emosi dan motivasi. Namun, kerakusan,<br \/>\nitu berbeda sebab kerakusan berkaitan dengan tindakan-tindakan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Gadis memegang hamburger besar\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-right: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/girl-with-burger-4.jpg\" align=\"right\" height=\"299\" width=\"450\">Sebagian besar orang mendefinisikan kerakusan<br \/>\nhanya sebagai kegiatan makan yang terlalu banyak.  Mereka yang langsing sering merasa unggul<br \/>\ndibanding mereka yang kelebihan berat badan, dengan anggapan bahwa orang yang<br \/>\nberatnya lebih, pasti makannya banyak. Akan tetapi, kerakusan, mencakup lebih<br \/>\ndari sekedar memakan satu tambahan hidangan penutup.<\/p>\n<p>Satu-satunya cara Yahuwah berkomunikasi dengan<br \/>\njiwa adalah melalui pikiran. Dengan demikian, apapun yang menggelapkan pikiran<br \/>\natau mematikan indera harus dihindari <br \/>\ndengan segala cara. Terlalu banyak makan dapat membuat pikiran kabur,<br \/>\ntetapi dapat juga disebabkan oleh kafein, tembakau, obat-obatan, alkohol, makanan<br \/>\nyang terlalu berlimpah serta makanan yang terlalu banyak bumbu.<\/p>\n<p>Makanan terbaik untuk mendorong pertumbuhan<br \/>\nrohani adalah makanan yang diberikan kepada Adam dan Hawa di Taman Eden:<br \/>\nbuah-buahan, kacang-kacangan dan biji-bijian. <br \/>\nSetelah jatuh ke dalam dosa, sayur-sayuran, yang sebenarnya adalah<br \/>\nmakanan untuk hewan, ditambahkan ke makanan mereka. Setelah air bah, ketika<br \/>\nbumi terendam air dan anak-anak Nuh belum memiliki kesempatan untuk berkebun,<br \/>\nmemang daging yang \u201cbersih\u201d dibolehkan. <br \/>\nMeskipun Yahuwah memperbolehkan manusia memakan daging, itu bukanlah<br \/>\nmakanan terbaik untuk tubuh manusia. Faktanya, setelah menambahkan daging<br \/>\nsebagai makanan, umur umat manusia sangat cepat berkurang dibanding Sem yang<br \/>\nhidup lebih lama selama tujuh generasi dari keturunannya \u2013 termasuk Abraham!<\/p>\n<p>Semua yang mencari kebenaran akan menemukan<br \/>\nbahwa kembali ke pola makan yang sederhana, bebas dari bumbu-bumbu yang keras,<br \/>\ngula, lemak, zat aditif dan pengawet akan menjadi berkat yang luar biasa dalam<br \/>\npeperangan mengatasi dosa. Prinsip penting ini secara jelas dimengerti oleh<br \/>\nibu-ibu Daniel, Hananya, Misael and Azarya. Perempuan-perempuan saleh ini hidup<br \/>\ndi zaman yang sangat berbahaya dalam sejarah Israel. Mereka percaya nubuatan<br \/>\nYeremia bahwa Yerusalem akan jatuh kepada tentara-tentara Babel dan orang-orang<br \/>\nakan ditawan. Dengan iman, mereka membesarkan anak-anak mereka untuk bertahan<br \/>\ndi atas prinsip tidak peduli apa pun harganya.<\/p>\n<p>Ketika Daniel dan ketiga temannya ditawan ke<br \/>\nBabel, pelatihan yang mereka telah terima <br \/>\ndi dalam rumah masa kecil mereka tak terlupakan. <\/p>\n<p class=\"indenttext\">Dan raja menetapkan bagi mereka pelabur setiap<br \/>\nhari dari santapan raja dan dari anggur yang biasa diminumnya. Mereka harus<br \/>\ndididik selama tiga tahun, dan sesudah itu mereka harus bekerja pada raja. <\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan<br \/>\ndirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja:<br \/>\ndimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan<br \/>\ndirinya.  (Daniel 1:5, 8, KJV)<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"produk organik\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-right: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/organic-produce-3.jpg\" align=\"left\" height=\"562\" width=\"375\">Seperti kebanyakan orang saat ini, pemimpin pegawai<br \/>\nistana percaya bahwa makanan berat yang ditawarkan oleh raja lebih unggul<br \/>\ndibanding makanan sederhana yang diminta oleh Daniel dan teman-temannya. Dia<br \/>\nmenjawab:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Aku takut kalau-kalau tuanku raja, yang telah<br \/>\nmenetapkan makanan dan minumanmu, berpendapat bahwa kamu kelihatan kurang sehat<br \/>\ndari pada orang-orang muda lain yang sebaya dengan kamu, sehingga  karena kamu aku dianggap bersalah oleh<br \/>\nraja.  (Daniel 1:10, KJV)<\/p>\n<p>Daniel tahu bahwa banyak tahanan Yahudi lainnya<br \/>\nmenikmati makanan berlimpah, hidangan yang eksotis dan anggur lembut yang<br \/>\nditawarkan oleh raja. Mereka memakan daging yang tidak bersih yang dimakan oleh<br \/>\npara penyembah berhala, mengabaikan hukum Yahuwah. Dia dengan bijak meminta<br \/>\nMelzar, pegawai istana yang secara langsung bertanggung jawab atasnya, selama<br \/>\nmasa pencobaan. Karena dibutuhkan wakyu yang cukup lama untuk melihat<br \/>\ndampak-dampak dari memakan dua jenis makanan tersebut.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Sehingga Daniel berkata kepada penjenang yang<br \/>\ntelah diangkat oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya,<br \/>\nMisael, and Azarya:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\u201cAdakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini<br \/>\nselama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air<br \/>\nuntuk diminum.  Setelah itu bandingkanlah<br \/>\nperawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja,<br \/>\nkemudian perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu.\u201d<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Didengarkannyalah permintaan mereka itu, lalu<br \/>\ndiadakanlah percobaan dengan mereka selama sepuluh hari. Setelah lewat sepuluh<br \/>\nhari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk<br \/>\ndari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja. Kemudian<br \/>\npenjenang itu selalu mengambil makanan mereka dan anggur yang harus mereka<br \/>\nminum, lalu memberikan sayur kepada mereka. <br \/>\n(Daniel 1:11-16, NKJV)<\/p>\n<p>Perlu diperhatikan kata-kata berikut ini:<br \/>\n\u201cDaniel berketetapan.\u201d Tidak peduli seberapa baiknya perlakuan raja Babel, dia<br \/>\nmasih seorang tawanan perang. Ini bukan sebuah kesepakatan satu kali makan,<br \/>\ntetapi akan menjadi makanannya selamanya. Menolak memakan apa yang ditawarkan<br \/>\nsebagai sebuah kebaikan dan pujian mungkin dipandang sebagai penghinaan.  Daniel mempertaruhkan hidupnya untuk bertahan<br \/>\nterhadap apa yang dia tahu benar tentang pola makan. Baik dia diizinkan memakan<br \/>\nmakanan sederhana atau tidak, dia tidak akan memakan santapan raja \u2013 bahkan<br \/>\njika nyawanya adalah taruhannya.<\/p>\n<p>Yahuwah memberkati kesetiaan Daniel dan<br \/>\nteman-temannya:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Kepada keempat orang muda itu [Yahuwah]<br \/>\nmemberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan<br \/>\nhikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai<br \/>\npenglihatan dan mimpi.  Setelah lewat<br \/>\nwaktu yang ditetapkan raja, bahwa mereka sekalian harus dibawa mengahadap . . .<br \/>\nRaja bercakap-cakap dengan mereka; dan diantara mereka sekalian itu  tidak didapati yang setara dengan Daniel,<br \/>\nHananya, Misael, dan Azarya; maka bekerjalah mereka itu pada raja. Dalam<br \/>\ntiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan<br \/>\nraja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada<br \/>\nsemua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.  (Daniel 1:17-20, NKJV)<\/p>\n<p>Yahuwah berjanji: \u201csiapa yang menghormati Aku,<br \/>\nakan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah.\u201d  (1 Samuel 2:30, KJV)  Yahuwah memegang janji-Nya untuk Daniel dan<br \/>\nteman-temannya. Dia akan melakukan hal yang sama untuk semua yang berketetapan,<br \/>\nseperti yang dilakukan  Daniel, untuk<br \/>\ntidak melakukan apapun yang dapat menghina Pencipta mereka. <\/p>\n<p>Nafsu makan telah menjadi salah satu cara Setan<br \/>\nuntuk mengendalikan manusia sejak Adam pertama kali jatuh ke dalam dosa dengan<br \/>\nmemakan buah terlarang. Juruselamat juga diuji dalam hal nafsu makan waktu di<br \/>\npadang gurun. Dibagian mana manusia pertama kali berdosa, disitu yang Yahushua<br \/>\nharus menangkan pertama. Inilah yang Dia lakukan dan akan memberikan kemenangan<br \/>\nbagi semua orang yang sungguh-sungguh mencarinya.<\/p>\n<p>Saat ini, lebih dari waktu manapun dalam<br \/>\nsejarah, nafsu makan adalah sebuah alat yang ampuh yang digunakan oleh Setan.<br \/>\nPenambah rasa, zat aditif dan pengawet ditambahkan untuk makanan hari-hari ini<br \/>\nyang sebenarnya merangsang nafsu makan, membuat orang-orang selalu merasa<br \/>\nlapar.  Makanan-makanan yang direkayasa<br \/>\nsecara genetik telah  terbukti mengubah<br \/>\nsusunan genetik konsumen. Dr. Stanley Ewen, seorang konsultan histopatologi<br \/>\nbersama Aberdeen Royal Infirmary telah mengungkapkan bahwa virus kembang kol<br \/>\nyang digunakan dalam makanan-makanan yang direkayasa secara genetik<br \/>\nmeningkatkan resiko seseorang terhadap kanker. Dia bahkan dipanggil untuk<br \/>\nmenguji air tanah dekat perkebunan yang menghasilkan makanan-makanan yang<br \/>\ndirekayasa secara genetik.<\/p>\n<table align=\"right\" height=\"230\" width=\"300\" border=\"0\" cellspacing=\"15\">\n<tbody>\n<tr>\n<td valign=\"top\"><img decoding=\"async\" style=\"margin-left: 0px\" alt=\"tikus dengan tumor besar yang disebabkan oleh pemerintah yang dimodifikasi jagung\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/rat-tumor-study-1-3.jpg\" border=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center; font-size: 11px\"><strong><font color=\"#6699cc\"><\/p>\n<p>Penelitian terbaru membuktikan secara meyakinkan bahwa jagung yang direkayasa secara genetik menyebabkan tumor pada tikus.<\/p>\n<p><\/font><\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Pada September tahun 2012, Universitas Caern di<br \/>\nPrancis merillis penelitian jangka panjang pertama tentang tikus-tikus yang<br \/>\ndiberikan jagung yang direkayasa secara genetik, salah satu makanan yang paling<br \/>\nbanyak dikonsumsi dari makanan-makanan yang direkayasa secara genetik. Hasilnya<br \/>\ndengan meyakinkan terbukti bahwa jagung yang direkayasa secara genetik<br \/>\nmenyebabkan tumor-tumor dalam tubuh tikus-tikus.<\/p>\n<p>Ayam-ayam, sapi perah dan hewan-hewan yang<br \/>\ndipelihara untuk kebutuhan akan daging secara rutin diberikan hormon<br \/>\npertumbuhan dan berbagai antibiotik, semuanya demi mencetak uang yang lebih<br \/>\nbanyak dengan menghasilkan lebih banyak telur, susu dan daging.  Ini semua datang melalui telur, susu dan<br \/>\nproduk-produk daging yang dihasilkan dan memiliki dampak pada orang yang<br \/>\nmemakannya.<\/p>\n<p>Bisphenal A, atau BPA, adalah produk lain yang<br \/>\nmenyerang tubuh manusia. Itu adalah sebuah zat aditif plastik yang digunakan<br \/>\nuntuk botol-botol dan kaleng-kaleng timah untuk <br \/>\nmenjaga kesegaran rasa. Masalahnya adalah produk tersebut melepaskan<br \/>\nhormon estrogen ke dalam makanan-makanan atau minuman-minuman yang dikemas di<br \/>\ndalamnya. Penelitian baru-baru ini \u201cmenemukan bukti yang \u2018menarik\u2019 bahwa zat<br \/>\naditif plastik tersebut . . . secara negatif mempengaruhi sistem reproduksi<br \/>\nwanita dan menyebabkan kerusakan kromosom, cacat lahir dan keguguran.\u201d (Lihat <a href=\"http:\/\/www.foxnews.com\/health\/2012\/09\/25\/study-links-bpa-to-birth-defects-miscarriage\/\">http:\/\/www.foxnews.com\/health\/2012\/09\/25\/study-links-bpa-to-birth-defects-miscarriage\/<\/a>.)<\/p>\n<p>Semua zat aditif  \u201cmoderen\u201d ini yang ada pada makanan-makanan<br \/>\nyang kita makan memiliki dampak, tidak hanya pada tubuh kita, tetapi juga pada<br \/>\npikiran kita. Tubuh yang sakit atau lelah tidak dapat memiliki pikiran yang<br \/>\njernih seperti yang dimiliki tubuh yang sehat. \u201cSuara lembut\u201d Yahuwah menjadi<br \/>\nsangat sulit untuk dipahami ketika pikiran berada dalam kabut karena apa yang<br \/>\ntelah dimasukkan ke dalam tubuh. Dengan demikian, mengendalikan nafsu makan<br \/>\nmenjadi tugas dan kewajiban yang serius.<\/p>\n<p>Pola makan yang dirancang oleh Sang Pencipta<br \/>\nuntuk Adam dan Hawa di dalam kondisi tak berdosa mereka, adalah masih menjadi<br \/>\ndiet yang terbaik bagi mereka yang mau mengatasi dosa. Diet vegan atau diet<br \/>\nberbasis nabati, bukan saja diet yang paling sehat, tetapi juga paling aman,<br \/>\nkarena bebas dari hormon-hormon pertumbuhan, bahan kimia dan penyakit-penyakit<br \/>\nyang begitu merajarela yang ada di dalam diet berbasis hewani pada umumnya.<\/p>\n<p>Memang benar bahwa Alkitab mencatat Yahushua<br \/>\nmemakan ikan. Sangat beralasan untuk menyimpulkan bahwa Dia juga memakan daging<br \/>\nbersih lainnya, termasuk domba Paskah. Alkitab mencatat bahwa ketika Yahuwah<br \/>\nmengunjungi Abraham di perjalanan-Nya ke Sodom dan Gomora pada hari sebelum<br \/>\nkehancurannya, Abraham menghidangkan kepada Dia dan dua malaikat yang<br \/>\nmenyertai-Nya sebuah hidangan.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Lalu berlarilah Abraham kepada lembu sapinya,<br \/>\nia mengambil seekor anak lembu yang empuk dan baik dagingnya dan memberikannya<br \/>\nkepada seorang bujangnya, lalu orang ini segera mengolahnya. Kemudian<br \/>\ndiambilnyalah dadih dan susu serta anak lembu yang telah diolah itu, lalu<br \/>\ndihidangkannya di depan orang-orang itu; dan ia berdiri dekat mereka di bawah<br \/>\npohon itu, sedang mereka makan. <br \/>\n(Kejadian 18:7, 8, NKJV)<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"padi-padian\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-right: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/grains-3.jpg\" align=\"left\" height=\"524\" width=\"350\">Beberapa orang percaya dan mengajarkan bahwa<br \/>\ndaging seharusnya tidak dimakan, meskipun mengorbankan satu kehidupan. Yang<br \/>\nlain telah menyebabkan pelanggaran dan menyakiti perasaan, menjauhkan orang<br \/>\ndari kebenaran, dengan menolak daging yang disajikan oleh tuan rumah yang bukan<br \/>\npemakan sayur-sayuran. Kisah-kisah dalam Alkitab tentang Yahuwah dan Yahushua<br \/>\nyang memakan daging memberikan parameter yang seimbang dimana umat Yahuwah<br \/>\ndapat memahami semua prinsip pembaharuan pola makan. <\/p>\n<p>Yahushua terlahir sebagai orang Israel. Dia<br \/>\nhidup selayaknya orang Israel dan memakan makanan yang tersedia pada masa itu<br \/>\nketika tidak ada cara untuk mempertahankan atau mendinginkan makanan segar.<br \/>\nNamun, daging pada zaman-Nya tidak mengandung penyakit dan hormon-hormon yang<br \/>\nmencemari daging seperti zaman sekarang. Bagi mereka yang menolak untuk memakan<br \/>\ndaging, bahkan jika daging adalah satu-satunya yang tersedia untuk mempertahankan<br \/>\nhidup, teladan Yahushua mengajarkan bahwa pemeliharaan kehidupan adalah sebuah<br \/>\nprinsip yang lebih baik yang seharusnya tidak diabaikan. Kehidupan adalah<br \/>\nanugerah yang berharga dan ketika orang harus selalu berdiri teguh pada<br \/>\nprinsip, pemeliharaan kehidupan itu sendiri adalah juga sebuah prinsip. Sebagai<br \/>\naturan, pemeliharaan kehidupan yang terbaik adalah dengan menghindari<br \/>\nproduk-produk hewan yang membawa penyakit dan menggelapkan pikiran. Namun, jika<br \/>\nkelaparan adalah satu-satunya alternatif lain, makanlah daging yang bersih,<br \/>\nyang benar-benar telah bersih dari darah, itu dapat diterima, meskipun tidak<br \/>\ndiharapkan.<\/p>\n<p>Penerimaan Yahuwah terhadap keramahan Abraham<br \/>\nmengajarkan kebaikan dan keagungan bagi mereka yang tidak tahu mana yang lebih<br \/>\nbaik atau yang dalam upaya memberikan keramahan. Yang tidak memiliki sesuatu<br \/>\nyang lebih baik untuk ditawarkan. Yang terbaik adalah selalu memilih yang baik.<br \/>\nIni bukan berarti bahwa mereka yang tahu yang lebih baik atau selalu mengakses<br \/>\nmakanan-makanan yang lebih sehat dapat memakan apa pun yang mereka suka.<br \/>\nSebaliknya, itu berarti bahwa ketika anda berada dalam keadaan yang seperti<br \/>\nitu, biarlah kebaikan dan perhatian orang lain yang menentukan tindakan anda.<\/p>\n<p>Menang atas nafsu makan adalah salah satu<br \/>\npeperangan yang paling penting dan sulit yang harus dimenangkan. Sebagaimana<br \/>\nSetan yang mencari banyak cara untuk merusak tubuh dan pikiran manusia, pola<br \/>\nmakan yang sederhana dan sehat yang dipersiapkan dengan cara yang sealami<br \/>\nmungkin akan sangat membantu di dalam memperoleh kemenangan atas sifat manusia<br \/>\nyang menjatuhkan. Mereka yang memperoleh kemenangan atas nafsu makan, seperti<br \/>\nyang Daniel dan teman-temannya lakukan dan bahkan Yahushua sendiri, akan<br \/>\nmenemukan bahwa setiap kemenangan akan diikuti kemenangan lainnya. <\/p>\n<p>Seperti halnya dengan dosa-dosa lain, Yahushua<br \/>\nadalah jawaban untuk setiap godaan dan ketergantungan.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar<br \/>\nAgung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yahushua, Anak Yahuwah, baiklah<br \/>\nkita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita<br \/>\npunya, bukanlah imam besar yang tidak dapat merasakan kelemahan-kelemahan kita,<br \/>\nsebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab<br \/>\nitu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri tahta kasih karunia,<br \/>\nsupaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat<br \/>\npertolongan kita pada waktunya.  (Lihat<br \/>\nIbrani 4:14-16.)<\/p>\n<p>Serahkan hidup anda, keinginan anda, tubuh anda<br \/>\nkepada Yahushua. Dia menunggu untuk memberikan anda kemenangan atas setiap dosa<br \/>\nyang senantiasa membuntuti. Masuklah ke dalam sukacita hidup yang berkemenangan<br \/>\nmelalui Dia.<\/p>\n<p align=\"center\"><img decoding=\"async\" alt=\"Gadis menunjuk ke kotak produk\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/the-vegan-choice-2-3.jpg\"><\/p>\n<hr style=\"width: 33%\" align=\"left\">\n<p><font size=\"3\" face=\"Georgia\">Artikel Terkait:<\/font><\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"\/practical-godliness\/kesembuhan-sorgawi-pengobatan-alami.html\">Kesembuhan Sorgawi | Pengobatan Alami<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"featured_media":220203,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":[],"class_list":["post-109102","wlc-article","type-wlc-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","wlc-article-category-kesalehan-praktis","wlc-content-directory-health"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Nafsu Makan: Kunci untuk Kesuksesan atau Kegagalan - Worlds Last Chance<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/appetite-key-to-success-or-failure\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Nafsu Makan: Kunci untuk Kesuksesan atau Kegagalan - Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tradisi Kristen yang telah lama terdaftar sebagai tujuh \u201cdosa mematikan.\u201d Daftar itu mencakup: \u2713 Nafsu Birahi \u2713 Ketamakan \u2713 Kemalasan \u2713 Kemarahan \u2713 Irih Hati \u2713 Kesombongan \u2713 Kerakusan Meskipun Alkitab sendiri tidak berisi sebuah daftar spesifik seperti itu, prinsip-prinsip Alkitab menyingkapkan bahwa tujuh sifat buruk ini adalah jalan yang dipakai Setan dalam usahanya untuk [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/appetite-key-to-success-or-failure\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-21T05:20:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/appetite-key-to-success-or-failure-poster-bahasa-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"250\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"159\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"10 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/appetite-key-to-success-or-failure\/\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/appetite-key-to-success-or-failure\/\",\"name\":\"Nafsu Makan: Kunci untuk Kesuksesan atau Kegagalan - Worlds Last Chance\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/appetite-key-to-success-or-failure\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/appetite-key-to-success-or-failure\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/appetite-key-to-success-or-failure-poster-bahasa-1.jpg\",\"datePublished\":\"2012-09-28T01:39:49+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-21T05:20:16+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/appetite-key-to-success-or-failure\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/appetite-key-to-success-or-failure\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/appetite-key-to-success-or-failure\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/appetite-key-to-success-or-failure-poster-bahasa-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/appetite-key-to-success-or-failure-poster-bahasa-1.jpg\",\"width\":250,\"height\":159},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/appetite-key-to-success-or-failure\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Articles\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Nafsu Makan: Kunci untuk Kesuksesan atau Kegagalan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/\",\"name\":\"Worlds Last Chance\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Nafsu Makan: Kunci untuk Kesuksesan atau Kegagalan - Worlds Last Chance","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/appetite-key-to-success-or-failure\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Nafsu Makan: Kunci untuk Kesuksesan atau Kegagalan - Worlds Last Chance","og_description":"Tradisi Kristen yang telah lama terdaftar sebagai tujuh \u201cdosa mematikan.\u201d Daftar itu mencakup: \u2713 Nafsu Birahi \u2713 Ketamakan \u2713 Kemalasan \u2713 Kemarahan \u2713 Irih Hati \u2713 Kesombongan \u2713 Kerakusan Meskipun Alkitab sendiri tidak berisi sebuah daftar spesifik seperti itu, prinsip-prinsip Alkitab menyingkapkan bahwa tujuh sifat buruk ini adalah jalan yang dipakai Setan dalam usahanya untuk [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/appetite-key-to-success-or-failure\/","og_site_name":"Worlds Last Chance","article_modified_time":"2025-08-21T05:20:16+00:00","og_image":[{"width":250,"height":159,"url":"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/appetite-key-to-success-or-failure-poster-bahasa-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"10 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/appetite-key-to-success-or-failure\/","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/appetite-key-to-success-or-failure\/","name":"Nafsu Makan: Kunci untuk Kesuksesan atau Kegagalan - Worlds Last Chance","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/appetite-key-to-success-or-failure\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/appetite-key-to-success-or-failure\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/appetite-key-to-success-or-failure-poster-bahasa-1.jpg","datePublished":"2012-09-28T01:39:49+00:00","dateModified":"2025-08-21T05:20:16+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/appetite-key-to-success-or-failure\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/appetite-key-to-success-or-failure\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/appetite-key-to-success-or-failure\/#primaryimage","url":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/appetite-key-to-success-or-failure-poster-bahasa-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/appetite-key-to-success-or-failure-poster-bahasa-1.jpg","width":250,"height":159},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/appetite-key-to-success-or-failure\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Articles","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Nafsu Makan: Kunci untuk Kesuksesan atau Kegagalan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/","name":"Worlds Last Chance","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article\/109102","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/wlc-article"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109102"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/220203"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109102"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}