{"id":109042,"date":"2012-09-21T11:54:32","date_gmt":"2012-09-21T11:54:32","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/wlc-article\/migrating-sekolah-rumah-mendidik-untuk-surga\/"},"modified":"2025-08-21T04:26:29","modified_gmt":"2025-08-21T04:26:29","slug":"sekolah-rumah-mendidik-untuk-surga","status":"publish","type":"wlc-article","link":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/articles\/kesalehan-praktis\/sekolah-rumah-mendidik-untuk-surga\/","title":{"rendered":"Sekolah Rumah: Mendidik Untuk Surga"},"content":{"rendered":"<p>Pentingnya pendidikan anak usia dini tidak dapat diberikan penekanan<br \/>\nyang terlalu berlebihan. Melahirkan anak ke<br \/>\ndunia adalah sebuah tanggung jawab yang serius. Mereka yang<br \/>\nmemilih melakukan hal itu memiliki  sebuah<br \/>\ntugas yang serius di hadapan Yahuwah untuk melatih anak tersebut, membentuk<br \/>\nkarakternya, untuk menjadi seorang warga yang sesuai untuk Kerajaan Surga.<\/p>\n<table align=\"right\" border=\"0\" cellspacing=\"15\" height=\"336\" width=\"342\">\n<tbody>\n<tr>\n<td valign=\"top\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" title=\"\" style=\"margin-left: 0px\" alt=\"anak mempelajari Alkitab dengan orang tua mereka\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/family-of-4-2.jpg\" border=\"0\" height=\"301\" width=\"435\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr align=\"center\">\n<td style=\"text-align: center; font-size: 11px\"><strong><font color=\"#6699cc\"><\/p>\n<p>Pada anak usia dinilah dasar yang diletakkan<br \/>\nakan diikuti sepanjang sisa hidup yang akan dijalani.<\/p>\n<p><\/font><\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Para orang tua<br \/>\nterlalu sering mengabaikan tahun-tahun awal, dengan menganggap bahwa anak<br \/>\nterlalu muda untuk dibentuk karakternya. Namun, pada anak usia dini bahwa dasar<br \/>\nyang diletakkan akan diikuti disepanjang sisa hidup.  \u201cperiode dari lahir hingga umur delapan tahun<br \/>\nadalah budaya, definisi internasional dari anak usia dini.  . . . ini adalah tahun-tahun dimana<br \/>\nkeyakinan-keyakinan masa depan dan sikap-sikap manusia dibentuk melalui<br \/>\npengalaman.\u201d  (Tricia David, \u201cWhat is<br \/>\nearly childhood for?\u201d <a title=\"\" target=\"_blank\" href=\"http:\/\/www.mcgraw-hill.co.uk\">http:\/\/www.mcgraw-hill.co.uk<\/a>.)<\/p>\n<p>Katholik Roma<br \/>\nmemahami dengan baik pentingnya pembentukan pikiran dan karakter anak di usia<br \/>\nmuda.  Francis Xavier, salah satu dari<br \/>\npara pendiri <a href=\"\/end-time-prophecy\/10-fakta-yang-harus-anda-ketahui-mengenai-yesuit.html\">Serikat Yesuit<\/a>,<br \/>\nsering mengatakan: \u201cberikan saya seorang anak sampai usia tujuh tahun dan saya<br \/>\nakan menunjukkan kepada anda orang itu.\u201d <br \/>\nKebiasaan-kebiasaan perilaku, sikap-sikap dan keyakinan-keyakinan itulah<br \/>\nyang dibentuk dalam kebiasaan di usia dini orang dewasa. Banyak kejahatan yang<br \/>\njika ditelusuri akar-akar kekerasan, perilaku anti-sosial mereka berasal dari<br \/>\nkekerasan dan pengabaian yang mereka terima di usia dini. Hanya dengan<br \/>\ntantangan yang besar, ketekunan dan anugerah Yahuwah  pelatihan usia dini yang tidak tepat tersebut<br \/>\ndapat diatasi.<\/p>\n<p>Sangat<br \/>\npentingnya pelatihan anak usia dini juga harus memperhatikan faktor berapa<br \/>\nbanyak anak yang diputuskan oleh sebuah pasangan untuk mereka miliki. Banyak<br \/>\nkeluarga memiliki banyak anak tetapi kemudian tidak mampu melatih mereka dengan<br \/>\ntepat. Sang ayah terlalu sibuk bekerja untuk menunjang keluarga; sang ibu<br \/>\nterlalu lelah dengan banyaknya tanggung jawab untuk melihat bahwa setiap anak<br \/>\nmembutuhkan  perhatian dan pelatihan.<br \/>\nAnak-anak malang ini, yang terlalu sering dibiarkan sendiri untuk meningkatkan<br \/>\ndiri mereka, hanya memperbanyak jumlah anggota kerajaan Setan.<\/p>\n<p>Di saat begitu<br \/>\nbanyak orang tua masih lupa akan pentingnya pelatihan dan pendidikan diberikan<br \/>\npada usia dini, pemerintah duniawi sangat sadar akan pengaruh pelatihan<br \/>\ntersebut. Seperti yang Yahushua sendiri katakan, \u201cAnak-anak dunia ini lebih<br \/>\ncerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.\u201d (Lukas 16:8, KJV) Pemerintah-pemerintah<br \/>\nseringkali mendoktrin remaja untuk mengembangkan agenda-agenda politik mereka<br \/>\nsendiri. Orang-orang muda yang telah dilatih di rumah untuk menyatakan<br \/>\nkebenaran, untuk tidak takut menjadi berbeda, untuk menjadi pemikir yang<br \/>\nberpikir independen adalah ancaman bagi kuasa-kuasa pemerintah jahat.<\/p>\n<table align=\"left\" border=\"0\" cellspacing=\"15\" height=\"278\" width=\"379\">\n<tbody>\n<tr>\n<td valign=\"top\"><img decoding=\"async\" style=\"margin-left: 0px\" alt=\"mahasiswa ekspresi duduk di kelas\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/students-2.jpg\" border=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center; font-size: 11px\"><strong><font color=\"#6699cc\"><\/p>\n<p>Sekolah-sekolah adalah alat utama pemerintah<br \/>\nuntuk pelatihan secara ideologi generasi berikutnya dan memberantas kemandirian<br \/>\ndan perbedaan pendapat.<\/p>\n<p><\/font><\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Saat ini, bersekolah di rumah adalah ilegal di Jerman. Itu<br \/>\npertama kali dilarang pada waktu pemerintahan Adolf Hitler yang menginginkan<br \/>\nseluruh pemuda bangsa untuk dicuci otaknya di sekolah untuk menerima agenda<br \/>\npolitiknya. Para orang tua yang berusaha menyekolahkan anak-anak mereka di<br \/>\nrumah, anak-anak mereka akan dibawa dan ditempatkan di rumah sakit jiwa untuk<br \/>\ndiuji.<\/p>\n<p>Pada tahun 2003,<br \/>\nFritz dan Marianna Konrad<br \/>\nmengajukan banding ke Pengadilan HAM Eropa untuk hak menyekolahkan anak-anak<br \/>\nmereka di rumah karena pendidikan seksual yang jelas di sistem sekolah negeri<br \/>\nbertentangan dengan nilai-nilai Kekristenan mereka. Fritz dan Marianna Konrad<br \/>\nmengajukan banding dengan pernyataan:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Tak ada seorang<br \/>\npun yang harus ditolak haknya untuk mendapatkan pendidikan. Di dalam<br \/>\npelaksanaan fungsi-fungsi yang bertanggung jawab dalam kaitannya dengan<br \/>\npendidikan dan pengajaran, negara harus menghormati hak orang tua untuk<br \/>\nmenjamin pendidikan dan pengajaran tersebut adalah sesuai dengan<br \/>\nkeyakinan-keyakinan agama dan filosofi mereka sendiri.<\/p>\n<p>Tiga tahun<br \/>\nkemudian, pengadilan berpihak pada pemerintah Jerman.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Sebuah putusan<br \/>\nbaru dari Pengadilan HAM telah menyatakan larangan bersekolah di rumah pada era Nazi bangsa<br \/>\nJerman, dengan kesimpulan bahwa masyarakat memiliki kepentingan yang signifikan<br \/>\ndalam <em>mencegah perkembangan perbedaan<br \/>\npendapat melalui \u201ckeyakinan-keyakinan filosofi yang terpisah<\/em>.\u201d  . . .<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Pengadilan<br \/>\nJerman telah memutuskan bahwa \u201charapan\u201d orang tua untuk mengawasi anak-anak<br \/>\nmereka bertumbuh di dalam rumah tanpa pengaruh-pengaruh tersebut \u201ctidak dapat<br \/>\ndiprioritaskan di atas kewajiban hadir di sekolah.\u201d Keputusan tersebut juga<br \/>\nmengatakan bahwa para orang tua tidak memiliki hak \u201cistimewa\u201d untuk menuntun<br \/>\npendidikan anak-anak mereka. (World Net Daily, <a title=\"\" target=\"_blank\" href=\"http:\/\/www.wnd.com\/2006\/09\/38145\/\">http:\/\/www.wnd.com\/2006\/09\/38145\/<\/a>.)<\/p>\n<p>Sebagai akibat<br \/>\ndari keputusan pengadilan tinggi, Swedia juga mengeluarkan undang-undang yang<br \/>\nmembuat sekolah di rumah menjadi tidak memungkinkan untuk dilakukan. Akibatnya,<br \/>\nbanyak warga Swedia melarikan diri ke negara-negara lain dimana  sekolah<br \/>\nrumahan masih legal.<\/p>\n<table align=\"right\" border=\"0\" cellspacing=\"15\" height=\"177\" width=\"377\">\n<tbody>\n<tr>\n<td valign=\"top\"><img decoding=\"async\" style=\"margin-left: 0px\" alt=\"sekolah rumah - ayah membaca Alkitab kepada anak-anaknya\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/kids-and-dad-2.jpg\" border=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center; font-size: 11px\"><strong><font color=\"#6699cc\"><\/p>\n<p>Sudah menjadi tugas orang tua untuk mengajar<br \/>\nseorang anak untuk menyatakan kebenaran bahkan jika seluruh dunia bersatu<br \/>\nmelawan kebenaran itu.<\/p>\n<p><\/font><\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Sekolah-sekolah<br \/>\nadalah alat utama pemerintah untuk pelatihan secara ideologi generasi<br \/>\nberikutnya dan pemberantasan kemandirian dan perbedaan pendapat. Hal ini adalah<br \/>\nsecara otomatis menjadi masalah bagi orang Kristen karena orang Kristen sejati<br \/>\nakan <em>selalu<\/em> berada dalam posisi<br \/>\nminoritas.  Oleh karena itu, sudah<br \/>\nmenjadi tugas orang tua  mengajarkan anak<br \/>\nuntuk menyatakan kebenaran bahkan jika seluruh dunia bersatu melawan itu. Jika<br \/>\nseorang pemuda memiliki keberanian untuk menyatakan kebenaran , ia harus dilatih dari saat usia dini untuk memiliki sebuah pikiran yang<br \/>\nmandiri, untuk tidak takut menjadi berbeda, untuk tidak peduli akan apa yang<br \/>\norang lain pikirkan selama ia benar bersama Yahuwah.<\/p>\n<p>Hal ini<br \/>\nberlawanan dengan apa yang diajarkan di sekolah. Di sekolah, seorang anak yang<br \/>\nmudah terpengaruh diajarkan bahwa:<\/p>\n<ol>\n<li>Kebenaran berasal<br \/>\ndari otoritas.<\/li>\n<li>Kecerdasan adalah<br \/>\nkemampuan untuk mengingat dan mengulang.<\/li>\n<li>Ingatan dan<br \/>\npengulangan yang akurat dihargai.<\/li>\n<li>Ketidakpatuhan<br \/>\nharus dihukum.<\/li>\n<li>Menyesuaikan<br \/>\ndiri: secara intelektual dan sosial.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Pelatihan<br \/>\nsemacam itu menyiapkan remaja untuk menerima \u201cfigur-figur pemegang otoritas\u201d<br \/>\ndemi kebenaran, bukannnya kembali ke Alkitab untuk diri mereka sendiri. Hal itu<br \/>\nmengajarkan remaja untuk menyesuaikan diri dengan standar-standar duniawi dan<br \/>\nmematuhi tekanan yang dari luar bukan untuk berpikir dan berdiri sendiri demi<br \/>\nkebenaran.<\/p>\n<p>Sistem sekolah<br \/>\nmasa kini berdasar pada sistem pendidikan Yunani. Sistem itu menciptakan<br \/>\nlingkungan yang tidak sehat dalam berbagai cara.  Yahuwah memiliki tujuan untuk anak-anak agar<br \/>\ndididik dengan pengawasan orang tua mereka yang dapat ditunjang dengan<br \/>\npelajaran-pelajaran rohani dalam segala hal yang diajarkan, tetapi sistem<br \/>\nsekolah masa kini tidak menghadirkan orang tua (serta di setiap pendidikan<br \/>\nrohani) dari lingkungan pelatihan. Pengaruh dan otoritas guru menjadi yang<br \/>\ntertinggi.<\/p>\n<p>Seringkali para<br \/>\norang tua, kelelahan dari hari kerja yang panjang, menyerahkan semua pelatihan<br \/>\nanak-anak kepada guru di sekolah. Namun, seorang guru hanya diperlengkapi untuk<br \/>\nmengajarkan kurikulum yang disetujui pemerintah \u2013 dan itu cenderung untuk<br \/>\nmendukung ideologi pemerintah tersebut. Seorang guru sekolah tidak<br \/>\ndiperlengkapi untuk melatih karakter untuk <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Sekolah Rumah: Mendidik Untuk Surga image\" style=\"margin-top: 10px; margin-bottom: 10px; margin-right: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/home-school-q1-bahasa.png\" align=\"left\" height=\"320\" width=\"436\">Sorga. Itu bukan pekerjaannya dan,<br \/>\ndengan sebuah ruangan yang dipenuhi anak-anak, ia juga tidak memiliki<br \/>\nkesempatan untuk melakukannya. Setiap pembentukan karakter yang terjadi adalah<br \/>\nkesesuaian terhadap sebuah pembentukan duniawi.<\/p>\n<p>Bahkan yang<br \/>\nlebih bermasalah dapat menjadi berpengaruh<br \/>\nterhadap siswa-siswa lain. Bagaimanapun baiknya guru tersebut, godaan untuk<br \/>\nmenyesuaikan diri terhadap teman-teman sebaya dapat sangat luar biasa. Di dalam<br \/>\nsebuah lingkungan rumah, seorang anak dikelilingi oleh orang-orang dewasa dan<br \/>\nanak-anak, baik yang lebih tua maupun yang lebih muda dari dirinya sendiri. Di<br \/>\nsekolah, seorang anak dikelilingi  usia<br \/>\nyang terlalu muda dengan jumlah sekitar 20-40 anak yang seumuran<br \/>\ndengannya.  Hal ini menciptakan sebuah<br \/>\nlingkungan yang tidak sehat dimana pendapat anak yang lain memberi pengaruh<br \/>\nyang sangat banyak.<\/p>\n<p>Banyak orang tua<br \/>\nyang dengan hati-hati melatih anak-anak mereka untuk menjadi sopan dan peduli<br \/>\nakan orang lain yang telah ditemui, dan penyesalan besar mereka adalah bahwa<br \/>\npengaruh teman sekelas anak mereka telah hampir menggagalkan semua pelatihan<br \/>\nmereka. Ketika anda memasukkan anak-anak anda ke sekolah, mereka dikelilingi<br \/>\noleh anak-anak lain dari berbagai macam latar belakang. Hal itu sangat<br \/>\nmemungkinkan untuk perkataan yang buruk atau contoh-contoh yang buruk<br \/>\nmempengaruhi anak hanya dalam beberapa menit pada jam istirahat dimana<br \/>\nbanyaknya waktu  pelatihan  pada bagian orang tua tidak dapat<br \/>\nmembatalkannya.<\/p>\n<p>Umat Yahuwah<br \/>\ntelah dipanggil untuk<a href=\"\/practical-godliness\/gereja-dari-umat-yang-terpanggil-keluar.html\">berdiri<br \/>\nsendiri dan terpisah<\/a>. Pendidikan diterima<br \/>\nuntuk memisahkan pahlawan-pahlawan kebenaran ini untuk tugas mereka yang belum<br \/>\npernah ditemukan di dalam sistem pemerintahan atau sistem-sistem sekolah<br \/>\nterakreditasi. Musa, sebagai anak angkat putri Firaun, dididik dalam segala<br \/>\nhikmat bangsa Mesir. Sebagian besar dari hikmat itu berguna saat ia dipanggil<br \/>\nuntuk menuntun umat Yahuwah keluar dari Mesir. Sebagian besar, namun, sifat<br \/>\ntersebut membatalkan Musa untuk tugas dari Yahuwah yang dimaksudkan untuk ia<br \/>\nlakukan. Karena alasan ini, Yahuwah memindahkan Musa dari istana duniawi ke kehidupan<br \/>\nyang sederhana sebagai seorang penggembala. Di sana, di dalam kesunyian,<br \/>\nsendiri dengan dombanya, Musa menerima pendidikannya yang lebih tinggi di<br \/>\nsekolah Surga.<\/p>\n<p>Kehidupan Musa<br \/>\nmengajarkan bahwa hal itu penting bagi<br \/>\nsemua orang untuk harus terdidik<br \/>\ndengan baik demi<br \/>\nkehidupan mereka di masa depan. Perbaikan dan budaya tidak dapat dihindari<br \/>\nseperti dunia akan tetapi,<br \/>\npada kenyataannya, hal itu diperlukan <em>selama<br \/>\nmereka masih sesuai dengan standar-standar Sorgawi.<\/em><\/p>\n<p>Beberapa orang<br \/>\nberanggapan bahwa Yahushua tidak berpendidikan karena sebuah pernyataan yang<br \/>\ndibuat-Nya ketika Ia mengajar di bait suci: \u201cmaka heranlah orang-orang Yahudi<br \/>\ndan berkata : \u201cbagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan demikian tanpa<br \/>\nbelajar?  (Yohanes 7:15, KJV)<\/p>\n<p>Pernyataan ini<br \/>\ntidak berarti bahwa Sang Juruselamat buta huruf sebab ada pasal selanjutnya,<br \/>\nYohanes mencatat bahwa Yahushua \u201cmembungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di<br \/>\ntanah.\u201d  (Lihat Yohanes 8: 6 dan 8.)  Sebaliknya, pertanyaan, \u201cBagaimanakah orang<br \/>\nini mengenal huruf-huruf tanpa belajar?\u201d merujuk pada fakta bahwa Yahushua<br \/>\ntidak menghadiri sekolah di zaman-Nya. Dia telah menerima pendidikan-Nya di<br \/>\nrumah, di lutut ibu-Nya. Sekolah-sekolah para rabi, dengan penekanan mereka<br \/>\npada tradisi dan bukan pada hukum Yahuwah, akan tidak pantas untuk tugas<br \/>\nbesar-Nya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"ayah dan anak membaca Alkitab bersama-sama\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-left: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/father-son-2.jpg\" align=\"right\" height=\"457\" width=\"325\">Hal yang sama<br \/>\nberlaku bagi semua yang mau berdiri sendiri untuk kebenaran pada saat ini.<br \/>\nPendidikan yang diperoleh dari institusi-institusi duniawi mengajarkan evolusi,<br \/>\nsering juga imoralitas seksual dan bahkan<br \/>\nagenda-agenda politik pemerintah. Lebih dari itu, bagaimana pun,<br \/>\nsekolah-sekolah mendukung kesesuaian, yang memberantas kemandirian dan<br \/>\npikiran-pikiran kepribadian.  Ini<br \/>\nmenyesatkan karakter sehingga menjadi diterima oleh orang lain lebih penting<br \/>\ndari pada diterima oleh Yahuwah.  Jika<br \/>\nseorang anak bertumbuh untuk menyesuaikan diri, bagaimana ia dapat diharapkan<br \/>\nuntuk berdiri sendiri secara independen demi kebenaran saat keadaan membutuhkan<br \/>\nhal itu?<\/p>\n<p>Mereka yang<br \/>\nmenerima kewajiban dan hak istimewa beribadah pada <a href=\"\/yahuwahs-calendar\/sabat-lunar.html\">Sabat hari ketujuh Sang Pencipta<\/a><br \/>\nakan menemukan bahwa hal itu akan sangat sulit bagi anak mereka untuk<br \/>\nmenghadiri sekolah biasa karena <a href=\"\/yahuwahs-calendar\/siklus-mingguan-tidak-terputus-terbukti-salah.html\">siklus<br \/>\nmingguan kalendar pemerintah masa kini<\/a><br \/>\ntidak sesuai dengan kalendar luni solar. Mereka yang berada dalam<br \/>\nsituasi-situasi dimana mereka tidak dapat sekolah di rumah harus menyerahkan<br \/>\npergumulan mereka di hadapan Takhta Yahuwah,<br \/>\nSumber Hikmat. Sebuah jalan yang aman untuk diikuti akan dibukakan kepada anda.<\/p>\n<p>Ketika anak-anak<br \/>\nkecil dibawa kepada Yahushua untuk diberkati, murid-murid menegur para orang<br \/>\ntua karena \u201cmengganggu\u201d Juruselamat. <br \/>\nYahushua, berbalik, menegur murid-murid, kata-Nya, \u201cBiarkanlah anak-anak<br \/>\nitu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang<br \/>\nseperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.\u201d (Matius 19:14, KJV)<\/p>\n<p>Kata<br \/>\n\u201cbiarkanlah\u201d berasal  dari aphi?mi dan berarti membiarkan dan tidak<br \/>\nmenghalangi atau menghentikan.  Anak-anak<br \/>\ndan remaja adalah idealistik.  Mereka<br \/>\nperlu nilai-nilai yang tinggi. Mereka akan datang kepada Yahuwah jika mereka<br \/>\ntidak dihalangi.<\/p>\n<p>Pendidikan dan pelatihan<br \/>\nanak adalah sebuah panggilan yang besar dan sebuah tanggung jawab yang berat.<br \/>\nBerkomitmenlah untuk melatih anak-anak anda untuk Yahuwah. Semua sumber daya<br \/>\nkemahakuasaan akan diberikan kepada anda. Para malaikat akan bekerja sama<br \/>\ndengan anda di dalam melatih jiwa-jiwa berharga ini.<\/p>\n","protected":false},"featured_media":219869,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":[],"class_list":["post-109042","wlc-article","type-wlc-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","wlc-article-category-kesalehan-praktis","wlc-content-directory-christian-living"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sekolah Rumah: Mendidik Untuk Surga - Worlds Last Chance<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/home-school-educating-for-heaven\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sekolah Rumah: Mendidik Untuk Surga - Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pentingnya pendidikan anak usia dini tidak dapat diberikan penekanan yang terlalu berlebihan. Melahirkan anak ke dunia adalah sebuah tanggung jawab yang serius. Mereka yang memilih melakukan hal itu memiliki sebuah tugas yang serius di hadapan Yahuwah untuk melatih anak tersebut, membentuk karakternya, untuk menjadi seorang warga yang sesuai untuk Kerajaan Surga. Pada anak usia dinilah [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/home-school-educating-for-heaven\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-21T04:26:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/home-school-poster-bahasa.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"250\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"159\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"9 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/home-school-educating-for-heaven\/\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/home-school-educating-for-heaven\/\",\"name\":\"Sekolah Rumah: Mendidik Untuk Surga - Worlds Last Chance\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/home-school-educating-for-heaven\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/home-school-educating-for-heaven\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/home-school-poster-bahasa.jpg\",\"datePublished\":\"2012-09-21T11:54:32+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-21T04:26:29+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/home-school-educating-for-heaven\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/home-school-educating-for-heaven\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/home-school-educating-for-heaven\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/home-school-poster-bahasa.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/home-school-poster-bahasa.jpg\",\"width\":250,\"height\":159},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/home-school-educating-for-heaven\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Articles\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Sekolah Rumah: Mendidik Untuk Surga\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/\",\"name\":\"Worlds Last Chance\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sekolah Rumah: Mendidik Untuk Surga - Worlds Last Chance","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/home-school-educating-for-heaven\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Sekolah Rumah: Mendidik Untuk Surga - Worlds Last Chance","og_description":"Pentingnya pendidikan anak usia dini tidak dapat diberikan penekanan yang terlalu berlebihan. Melahirkan anak ke dunia adalah sebuah tanggung jawab yang serius. Mereka yang memilih melakukan hal itu memiliki sebuah tugas yang serius di hadapan Yahuwah untuk melatih anak tersebut, membentuk karakternya, untuk menjadi seorang warga yang sesuai untuk Kerajaan Surga. Pada anak usia dinilah [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/home-school-educating-for-heaven\/","og_site_name":"Worlds Last Chance","article_modified_time":"2025-08-21T04:26:29+00:00","og_image":[{"width":250,"height":159,"url":"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/home-school-poster-bahasa.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"9 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/home-school-educating-for-heaven\/","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/home-school-educating-for-heaven\/","name":"Sekolah Rumah: Mendidik Untuk Surga - Worlds Last Chance","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/home-school-educating-for-heaven\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/home-school-educating-for-heaven\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/home-school-poster-bahasa.jpg","datePublished":"2012-09-21T11:54:32+00:00","dateModified":"2025-08-21T04:26:29+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/home-school-educating-for-heaven\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/home-school-educating-for-heaven\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/home-school-educating-for-heaven\/#primaryimage","url":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/home-school-poster-bahasa.jpg","contentUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/home-school-poster-bahasa.jpg","width":250,"height":159},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/home-school-educating-for-heaven\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Articles","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Sekolah Rumah: Mendidik Untuk Surga"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/","name":"Worlds Last Chance","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article\/109042","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/wlc-article"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109042"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/219869"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109042"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}