{"id":109005,"date":"2012-08-31T02:34:16","date_gmt":"2012-08-31T02:34:16","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/wlc-article\/migrating-kompetisi-roh-peperangan\/"},"modified":"2025-08-21T03:51:16","modified_gmt":"2025-08-21T03:51:16","slug":"kompetisi-roh-peperangan","status":"publish","type":"wlc-article","link":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/articles\/kesalehan-praktis\/kompetisi-roh-peperangan\/","title":{"rendered":"Kompetisi: Roh Peperangan"},"content":{"rendered":"<p>Selama dekade tahun 1980-an, sebuah slogan<br \/>\nterkenal tampak pada baju kaos dan stiker-stiker besar menyatakan: \u201cSiapa yang<br \/>\nmati dengan mainan terbanyak, dialah yang menang!\u201d  sebuah tindakan konsumtif terang-terangan<br \/>\nyang merugikan tersebut di tahun 1990 dibantah dengan: \u201cSiapa pun yang mati<br \/>\ndengan mainan terbanyak,<em> tetaplah<br \/>\nmati<\/em>.\u201d <br \/>\nKesimpulannya, hanya satu hal yang benar-benar penting. Bukan pekerjaan<br \/>\nanda, pendidikan anda, kemampuan olahraga anda, rumah atau mobil atau \u201cmainan\u201d<br \/>\nanda \u2013 bahkan bukan reputasi anda. Hanya satu hal yang penting <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Pria bersandar mobil mahal saat berbicara di ponsel\" style=\"margin-top: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/materialism-3.jpg\" align=\"right\" height=\"397\" width=\"400\">yaitu <em>karakter<\/em>, pikiran-pikiran dan<br \/>\nperasaan-perasaan yang anda telah kembangkan disepanjang waktu anda di bumi.<\/p>\n<p>Karakter anda adalah satu-satunya hal yang anda<br \/>\nbawa ke Surga. Masa pencobaan telah diberikan kepada setiap orang di bumi untuk<br \/>\nmembentuk karakter-karakter yang selaras dengan hukum ilahi. Mereka yang telah<br \/>\nmenyerahkan keinginan-keinginan mereka kepada Yahuwah dan membiarkan Dia untuk<br \/>\nmembentuk pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan mereka akan memiliki<br \/>\nkarakter-karakter yang diterima di Surga. Mereka akan tinggal di Surga karena<br \/>\nSurga yang telah dibentuk ada di dalam hati mereka. <\/p>\n<p>Di sisi lain, mereka yang memberontak dengan<br \/>\nberpegang pada pikiran-pikiran sendiri dan perasaan-perasaan yang memendam<br \/>\nkepahitan atau keunggulan diri sendiri akan menemukan tempat mereka bersama<br \/>\nSetan di Lautan Api. Dengan menolak untuk menyerahkan pikiran-pikiran dan<br \/>\nperasaan-perasaan mereka kepada pengendalian Yahuwah, mereka telah memilih,<br \/>\ndengan sengaja, untuk membiarkan Setan membentuk karakter mereka.<\/p>\n<p>Setan tahu bahwa pertarungan yang sebenarnya<br \/>\nadalah di dalam pikiran, dalam jiwa yang sesungguhnya dari setiap individu di<br \/>\nbumi. Dia menyerang tubuh-tubuh orang banyak, melalui alkohol, rokok, pola<br \/>\nmakan yang tidak sehat dan sejumlah perilaku kecanduan lainnya, setan tahu<br \/>\nbahwa kecanduan-kecanduan semacam ini menggelapkan pikiran dan melemahkan<br \/>\nkeinginan. Banyak orang yang mengaku sebagai orang Kristen yang memandang hina<br \/>\npemabuk atau pecandu, dan tidak menyadari bahwa mereka juga dapat menjadi<br \/>\nmainan Setan yang sama dengan itu melalui area tersamar yang lain.<\/p>\n<p>Setan menyediakan godaan yang lebih licik bagi<br \/>\nmereka yang mengetahui dengan lebih baik keterlibatan dalam dosa-dosa yang<br \/>\nlebih jelas. Satu wilayah yang telah digunakan Setan dengan sangat sukses untuk<br \/>\nmenjerat banyak orang yang kurang waspada adalah olahraga. Kebanyakan orang<br \/>\nakan dengan marah menolak bahwa olahraga dapat menjadi jerat iblis. Di atas<br \/>\nsemua itu, untuk menjadi olahragawan yang baik, dibutuhkan komitmen, dedikasi<br \/>\ndan hidup yang sehat \u2013 semuanya itu adalah hal-hal yang sangat baik dan yang<br \/>\ndiharapkan. Para orang tua sering menyuruh anak-anak mereka terlibat dengan<br \/>\nolahraga untuk mengajarkan bagaimana menjadi \u201colahragawan yang baik\u201d atau,<br \/>\ndengan kata lain, mengajarkan bagaimana menjadi orang kalah yang baik dan<br \/>\nseorang pemenang yang ramah. <\/p>\n<p>Fakta sesungguhnya bahwa olahraga itu<br \/>\nmengharuskan seseorang belajar menjadi &#8220;olahragawan yang baik&#8221;<br \/>\nmengungkapkan ikatan tersembunyi dengan daya tarik yang menggiurkan. Di dalam<br \/>\nsebuah olahraga mengharuskan ada yang menang, dan ada juga yang kalah. Para<br \/>\norang tua dan pelatih terkadang akan memberitahu anak-anak bahwa tidak masalah<br \/>\njika mereka menang atau kalah: intinya adalah untuk bersenang-senang. Namun,<br \/>\nkarena hanya ada satu pihak yang akan menjadi pemenang, maka jelas bahwa di<br \/>\ndalam setiap olahraga akan ada persaingan, ada usaha untuk memperoleh<br \/>\nkemenangan terlepas dari apakah hal-hal itu dapat dikatakan secara politik<br \/>\nadalah benar.<\/p>\n<p>Upaya ini, untuk menjadi yang terbaik, untuk<br \/>\nmenjadi yang no. 1, untuk menjadi pemenang, adalah roh kompetisi dan roh<br \/>\nkompetisi adalah roh peperangan. Kompetisi didefinisikan sebagai:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Tindakan mencari, atau berusaha keras untuk<br \/>\nmemperoleh, apa yang juga sedang diusahakan diperoleh oleh orang lain pada<br \/>\nwaktu yang sama; persaingan; bertikai satu sama lain untuk mencapai tujuan yang<br \/>\nsama; juga, bertikai untuk meraih kemenangan . . . .  (Noah Webster, <em>American Dictionary of the English Language<\/em>,1828.)<\/p>\n<p>Kompetisi berasal dari dalam hati Lusifer<br \/>\nsendiri ketika ia mendambakan posisi Yahushua dalam Bait Sorgawi. Alkitab<br \/>\nmencatat kesombongan Lusifer, cita-cita persaingan dalam peringatan<br \/>\nsesungguhnya yang menjadi kejatuhan utamanya:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai<br \/>\nBintang Timur, putera Fajar! Engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai<br \/>\nyang mengalahkan bangsa-bangsa! Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: \u201cAku<br \/>\nhendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang<br \/>\n[El]; dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku<br \/>\nhendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang<br \/>\nMahatinggi.\u201d  (Yesaya 14:12-14, NKJV)<\/p>\n<table align=\"left\" height=\"381\" width=\"222\" border=\"0\" cellspacing=\"15\">\n<tbody>\n<tr>\n<td valign=\"top\"><img decoding=\"async\" title=\"\" style=\"margin-left: 0px\" alt=\"Kecewa anak muda di sebuah pertandingan sepak bola\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/disappointment-3.jpg\" height=\"NaN\" width=\"350\" border=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center; font-size: 11px\"><strong><font color=\"#6699cc\"><\/p>\n<p>Hati yang difokuskan pada keunggulan, tidak<br \/>\npeduli akan pupusnya harapan-harapan dan mimpi-mimpi orang lain asalkan diri<br \/>\nsendiri dapat menjadi pemenang.<\/p>\n<p><\/font><\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Ketamakan untuk memiliki kekuasaan tertinggi<br \/>\nseperti ini ada di dalam hati, yang mementingkan diri sendiri.  Tidak peduli akan pupusnya harapan-harapan<br \/>\ndan mimpi-mimpi orang lain yang penting diri sendiri dapat menjadi pemenang.<br \/>\nRoh dalam kompetisi ini, yang bersumber dari dalam hati Lusifer, adalah roh<br \/>\npeperangan.<\/p>\n<p>Dalam zaman perang, seperti pada acara-acara<br \/>\nolahraga kebanyakan, doa-doa dipanjatkan dari bibir-bibir yang tak terhitung<br \/>\nbanyaknya, \u201cBerilah kami kemenangan, Oh Tuhan!\u201d Doa seperti ini terdengar indah<br \/>\ndi dalam telinga tuan Lusifer tetapi aneh dalam pandangan Sang Mahamelihat,<br \/>\nPribadi yang Mahakasih. Ringkasan dalam doa pendek seseorang seperti itu adalah<br \/>\njuga sebuah permohonan untuk <em>menghasilkan<\/em> kemenangan. Seperti sebuah permohonan doa ini:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Oh Tuhan Bapa kami, para pahlawan muda<br \/>\nkami, pujaan hati kami, pergi untuk berperang \u2013 Engkau sertailah mereka!<br \/>\nSertailah mereka \u2013 di dalam roh &#8211; kami juga meninggalkan damai sejahtera yang<br \/>\nindah dari perapian kami yang menyenangkan untuk memukul kalah musuh. Oh Tuhan<br \/>\nBapa kami, bantulah kami untuk merobek tentara-tentara mereka hingga menjadi<br \/>\nserpihan-serpihan berdarah dengan geranat-geranat kami; bantulah kami menutupi<br \/>\nsenyuman lebar mereka menjadi kepucatan dari para pahlawan mereka yang tewas;<br \/>\nbantulah kami untuk meredam gemuruh senjata-senjata mereka dengan teriakan-teriakan<br \/>\nmereka yang terluka, yang menggeliat dalam kesakitan; bantulah kami untuk<br \/>\nmeratakan rumah-rumah sederhana mereka dengan badai api; bantulah kami untuk<br \/>\nmemeras hati para janda mereka yang tak bersalah dengan kesedihan yang sia-sia;<br \/>\nbantulah kami untuk mengubah mereka menjadi tunawisma dengan anak-anak kecil<br \/>\nuntuk berkelana mengais sampah-sampah dari negeri mereka yang terpencil tanpa<br \/>\nteman dengan pakaian compang-camping dan kelaparan dan kehausan, tinggal dalam<br \/>\napi di musim panas dan angin dingin di musim dingin, dengan semangat yang<br \/>\npatah, dipakai bersama penderitaan, yang memohon kepada-Mu untuk melindungi<br \/>\nmereka dari kematian dan tolaklah itu \u2013 demi kami yang menyembah-Mu, Tuhan,<br \/>\nledakkanlah harapan-harapan mereka, binasakan nyawa mereka, perpanjang<br \/>\nkepahitan mereka, buatlah langkah-langkah mereka menjadi berat, banjirilah<br \/>\njalan mereka dengan air mata mereka, nodailah salju yang putih dengan darah<br \/>\ndari kaki mereka yang terluka! Kami memintanya, di dalam roh kasih, dari Dia<br \/>\nyang adalah Sumber Kasih, dan Yang adalah tempat perlindungan yang setia dan<br \/>\nsahabat dari semua yang ditimpa sakit dan yang mencari  pertolongan-Nya dengan rendah hati dan hati<br \/>\nyang hancur.&#8221;  (Mark Twain, <em>The War Prayer<\/em>.)<\/p>\n<p>Tindakan membunuh di dalam peperangan,<br \/>\nperjuangan untuk mendapatkan kekuasaan di dalam bidang ekonomi,  satu orang pribadi atau satu pemerintahan<br \/>\nyang menguasai pribadi atau pemerintahan yang lain, adalah juga diberlakukan<br \/>\ndalam olahraga yang tak terhitung banyaknya, baik yang dimainkan di lapangan<br \/>\natau di arena es. Bahkan jika seseorang tidak \u201cmendoakan\u201d kemenangan, dari<br \/>\nkeikutsertaannya, atau bahkan sebagai penonton, dan setiap kegiatan lain yang<br \/>\nmembawa keluar roh persaingan adalah suatu serangan yang serius pada pikiran<br \/>\nsemua orang yang ingin memperoleh kehidupan kekal. Kompetisi mencondongkan dan<br \/>\nmembengkokkan karakter pada seseorang yang ingin menguasai orang lain. Emosi<br \/>\nditingkatkan sampai puncak panasnya dan tujuannya adalah hanya untuk menang, <em>menang<\/em>, MENANG!  Tidak peduli apa pun harganya.<\/p>\n<p>Alkitab memperingatkan bahwa \u201ckecongkakan<br \/>\nmendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan. Lebih baik<br \/>\nmerendahkan diri dengan orang yang rendah hati dari pada membagi rampasan<br \/>\ndengan orang congkak.\u201d (Amsal 16:18 dan 19, KJV) Kompetisi dalam bentuk apapun<br \/>\nharus dihindari dengan segala cara karena kompetisi membangkitkan emosi-emosi<br \/>\nyang mengurangi perhargaan terhadap orang lain di dalam pikiran. Sensasi<br \/>\nkekuasaan dan kemenangan dapat menjadi candu sama seperti nikotin bagi para<br \/>\nperokok atau alkohol bagi para pemabuk.<\/p>\n<p>Dampak yang sangat serius pada karakter,<br \/>\npikiran dan perasaan, adalah pengembangan sebuah keegoisan yang mengabaikan<br \/>\nemosi-emosi, harapan-harapan dan hasrat-hasrat orang lain. Jika kepentingan<br \/>\ndiri sendiri yang no. 1, maka tidak ada ruang untuk peduli pada kekecewaan<br \/>\norang lain. Dan setelah itu semua, ini semua adalah <em>euforia yang baik<\/em>, hanya sekedar memainkan permainan, bukan?<\/p>\n<p>Hal ini bukan berarti bahwa seseorang tidak<br \/>\ndapat menikmati renang, bermain ski, bermain seluncur, menunggang kuda atau<br \/>\napapun yang lain untuk memberikan latihan dan mendorong peningkatan<br \/>\nketerampilan. Latihan adalah kebutuhan untuk kesehatan. Kesehatan yang baik<br \/>\nharuslah diupayakan oleh semua orang yang menginginkan pikiran yang bersih<br \/>\nuntuk mendengar suara Roh.  Oleh karena<br \/>\nitu, satu-satunya kompetisi yang diterima adalah yang melawan <em>rekor diri sendiri atau waktu diri sendiri<\/em>, bukan melawan orang lain. Keikutsertaan atau melakukan pengamatan<br \/>\nterhadap kompetisi yang dilakukan oleh orang lain tidak memiliki tempat di dalam<br \/>\nkehidupan dari mereka yang ingin menjadikan Surga sebagai rumah kekal mereka.<\/p>\n<p>Pahlawan-pahlawan olahraga profesional adalah<br \/>\naspek lain di mana Setan mengalihkan pikiran-pikiran dan mendorong keegoisan.<br \/>\n\u201cBintang-bintang\u201d dari pertandingan ini telah menjadi berhala-<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"penggemar bersemangat di acara olahraga\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-left: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/sports-fans-3.jpg\" align=\"right\" height=\"524\" width=\"350\">berhala tidak<br \/>\nterlihat bagi para penggemarnya yang banyak yang memuja di tempat suci mereka.<br \/>\n\u201cMemuja\u201d bisa saja bukan sekedar melakukan penghormatan. Sebuah<br \/>\n&#8220;berhala&#8221; bisa apa saja selain Sang Pencipta. Karena itu, waktu, uang<br \/>\ndan pikiran yang dipakai dalam mengikuti karir singkat dari seorang atlet<br \/>\nbintang adalah penyembahan yang diberikan kepada tuhan yang lain. Di dalam<br \/>\ndunia di mana kemiskinan dan kelaparan menjadi fakta-fakta dari keberadaan  jutaan manusia, adalah nampak tidak pantas<br \/>\ndan secara moral salah untuk menghabiskan miliaran dolar pada kegiatan-kegiatan<br \/>\nolahraga dan untuk gaji para pemain olahraga. Hasrat untuk menjadi dominan,<br \/>\nuntuk memenangkan permainan, adalah sebuah cara yang sangat mahal untuk<br \/>\nmengembangkan pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan sama seperti Setan.<\/p>\n<p>Para atlet olimpiade diakui sebagai atlet yang<br \/>\nterbaik dari yang terbaik. Para atlet dari berbagai bangsa yang berbeda<br \/>\nberkumpul untuk bersaing di dalam permainan \u201cpersahabatan\u201d. Dalam kenyataannya,<br \/>\nOlimpiade hanyalah olahraga yang murni untuk mempopulerkan penyembahan berhala.<br \/>\nBanyak atlet mengabdikan seluruh hidupnya, seluruh waktu dan tenaga, untuk<br \/>\nmenjadi yang terbaik dalam bidang tertentu untuk bersaing setiap empat tahun<br \/>\nsekali. Karena berasal dari penyembahan berhala Yunani, Olimpiade moderen<br \/>\ndibanjiri dengan simbol-simbol gaib, mulai dari piramida, simbol mata satu,<br \/>\nbilangan dan masih banyak lagi. Satu-satunya \u201ctuhan\u201d yang dihormati di acara<br \/>\ntersebut adalah dewa kekuatan: Setan.<\/p>\n<p>Alasan-alasan yang diberikan untuk<br \/>\nkeikutsertaan dalam olahraga kompetitif dan menyaksikan permainan profesional<br \/>\nadalah sebanyak jenis olahraga itu sendiri. Namun fakta menunjukkan,<br \/>\nkeikutsertaan semacam itu mendorong dan mengembangkan suatu roh yang tidak<br \/>\nsesuai dengan persahabatan di tengah-tengah para malaikat terang.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Menjauhi kejahatan itulah jalan orang jujur:<br \/>\nsiapa menjaga jalannya, memelihara nyawanya. <br \/>\n(Amsal 16:17, KJV)<\/p>\n<p>Tujuan hidup haruslah untuk mengembangkan<br \/>\nkarakter, pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan seperti Yahushua. Jika anda<br \/>\nmenemukan diri anda kekurangan kasih dan penghargaan kepada orang lain, ingin<br \/>\nmembuktikan bahwa anda lebih baik dari orang lain, berdoalah agar pikiran<br \/>\nYahushua dianugerahkan pada anda. Janji yang mulia adalah bahwa Dia akan<br \/>\nmenjauhkan hati kita yang keras dari ketidakpercayaan dan keegoisan dan menulis<br \/>\nhukum kasih-Nya di dalam pikiran kita.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh<br \/>\nyang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras<br \/>\ndan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam<br \/>\nbatinmu dan Aku akan membuat kamu  hidup<br \/>\nmenurut  segala ketetapan-Ku dan tetap<br \/>\nberpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.  (Yehezkiel 36: 26, 27, NKJV)<\/p>\n<p>Adalah mustahil untuk mengisi diri kita dengan<br \/>\nkasih yang cukup, kebenaran yang cukup, agar layak bagi Surga. Kehidupan kekal<br \/>\ndan kemurnian pikiran adalah sebuah anugerah, yang sebenarnya tidak layak kita<br \/>\nterima.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Karena begitu besar kasih [Yahuwah] akan dunia<br \/>\nini, sehinga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang<br \/>\nyang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab<br \/>\n[Yahuwah] mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia,<br \/>\nmelainkan untuk menyelamatkan-Nya oleh Dia. <br \/>\n(Yohanes 3: 16, 17, NKJV)<\/p>\n<p>Terimalah anugerah itu dan berubalah menjadi<br \/>\nsegambar dengan Yahuwah hari ini.<\/p>\n","protected":false},"featured_media":219678,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":[],"class_list":["post-109005","wlc-article","type-wlc-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","wlc-article-category-kesalehan-praktis","wlc-content-directory-entertainment"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kompetisi: Roh Peperangan - Worlds Last Chance<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/competition-the-spirit-of-war\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kompetisi: Roh Peperangan - Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Selama dekade tahun 1980-an, sebuah slogan terkenal tampak pada baju kaos dan stiker-stiker besar menyatakan: \u201cSiapa yang mati dengan mainan terbanyak, dialah yang menang!\u201d sebuah tindakan konsumtif terang-terangan yang merugikan tersebut di tahun 1990 dibantah dengan: \u201cSiapa pun yang mati dengan mainan terbanyak, tetaplah mati.\u201d Kesimpulannya, hanya satu hal yang benar-benar penting. Bukan pekerjaan anda, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/competition-the-spirit-of-war\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-21T03:51:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/competition-the-spirit-of-war-poster-bahasa.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"250\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"159\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"9 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/competition-the-spirit-of-war\/\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/competition-the-spirit-of-war\/\",\"name\":\"Kompetisi: Roh Peperangan - Worlds Last Chance\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/competition-the-spirit-of-war\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/competition-the-spirit-of-war\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/competition-the-spirit-of-war-poster-bahasa.jpg\",\"datePublished\":\"2012-08-31T02:34:16+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-21T03:51:16+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/competition-the-spirit-of-war\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/competition-the-spirit-of-war\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/competition-the-spirit-of-war\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/competition-the-spirit-of-war-poster-bahasa.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/competition-the-spirit-of-war-poster-bahasa.jpg\",\"width\":250,\"height\":159},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/competition-the-spirit-of-war\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Articles\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Kompetisi: Roh Peperangan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/\",\"name\":\"Worlds Last Chance\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kompetisi: Roh Peperangan - Worlds Last Chance","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/competition-the-spirit-of-war\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kompetisi: Roh Peperangan - Worlds Last Chance","og_description":"Selama dekade tahun 1980-an, sebuah slogan terkenal tampak pada baju kaos dan stiker-stiker besar menyatakan: \u201cSiapa yang mati dengan mainan terbanyak, dialah yang menang!\u201d sebuah tindakan konsumtif terang-terangan yang merugikan tersebut di tahun 1990 dibantah dengan: \u201cSiapa pun yang mati dengan mainan terbanyak, tetaplah mati.\u201d Kesimpulannya, hanya satu hal yang benar-benar penting. Bukan pekerjaan anda, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/competition-the-spirit-of-war\/","og_site_name":"Worlds Last Chance","article_modified_time":"2025-08-21T03:51:16+00:00","og_image":[{"width":250,"height":159,"url":"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/competition-the-spirit-of-war-poster-bahasa.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"9 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/competition-the-spirit-of-war\/","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/competition-the-spirit-of-war\/","name":"Kompetisi: Roh Peperangan - Worlds Last Chance","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/competition-the-spirit-of-war\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/competition-the-spirit-of-war\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/competition-the-spirit-of-war-poster-bahasa.jpg","datePublished":"2012-08-31T02:34:16+00:00","dateModified":"2025-08-21T03:51:16+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/competition-the-spirit-of-war\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/competition-the-spirit-of-war\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/competition-the-spirit-of-war\/#primaryimage","url":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/competition-the-spirit-of-war-poster-bahasa.jpg","contentUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/competition-the-spirit-of-war-poster-bahasa.jpg","width":250,"height":159},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/competition-the-spirit-of-war\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Articles","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Kompetisi: Roh Peperangan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/","name":"Worlds Last Chance","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article\/109005","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/wlc-article"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109005"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/219678"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109005"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}