{"id":108685,"date":"2012-02-16T12:37:20","date_gmt":"2012-02-16T12:37:20","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/wlc-article\/migrating-natal-asal-mula-sejarah-tradisi-tradisi\/"},"modified":"2025-08-20T22:46:44","modified_gmt":"2025-08-20T22:46:44","slug":"natal-asal-mula-sejarah-tradisi-tradisi","status":"publish","type":"wlc-article","link":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/articles\/kalender-yahs\/natal-asal-mula-sejarah-tradisi-tradisi\/","title":{"rendered":"Natal: Asal mula, Sejarah, &#038; Tradisi-tradisi"},"content":{"rendered":"<p>\u201cHari Raya\u201d. Bagi kebanyakan orang kata tersebut<br \/>\ndigunakan secara khusus untuk satu perayaan . . . Natal!. <\/p>\n<p>Definisi dari kata \u201chari raya\u201d mengungkapkan sebuah<br \/>\nunsur keagamaan yang tidak disadari banyak orang.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Hari Raya : \u201csebuah perayaan keagamaan; [sebuah]<br \/>\nhari suci.\u201d (Kamus Webster\u2019s New Universal Unebridged)<\/p>\n<p>Natal adalah sebuah hari raya keagamaan. Meskipun<br \/>\ndipenuhi oleh semua yang bersifat komersial dari perayaan moderen, natal tetap<br \/>\ndalam hati, sebagai sebuah perayaan keagamaan. Natal adalah perayaan di mana<br \/>\nseorang tokoh ilahi diperingati dan dimuliakan. <\/p>\n<p>Orang Kristen merayakan kelahiran Yesus saat natal.<br \/>\nMereka saling tukar hadiah sebagai tanda hormat pada \u201chadiah terbesar yang<br \/>\nperna diberikan\u201d. Mereka berkata \u201cYesus adalah alasan untuk waktu ini\u201d dan<br \/>\nberbicara untuk kembali menempatkan Kristus di dalam natal. <\/p>\n<p>Masalahnya adalah Yahushua Sang Juruselamat tidak<br \/>\nperna ada \u201cdi dalam\u201d permulaan hari natal! Saat Alkitab tidak memberikan<br \/>\ntanggal kelahiran Juruselamat, kebanyakan sarjana Alkitab sepakat bahwa Dia<br \/>\nlahir di musim gugur, bukan tanggal 25 Desember! <\/p>\n<p>Untuk memahami dewa yang dimuliakan saat perayaan<br \/>\nnatal, adalah perlu untuk melacak sumber kekafirannya. Perayaan pada tanggal 25<br \/>\ndesember dimulai segera sesudah air bah dengan lahirnya Tammuz sebagai<br \/>\nreinkarnasi dari Nimrod. Tradisi natal saat ini bersumber langsung dari Babilon<br \/>\nkuno, dan kekafiran Romawi. <\/p>\n<table align=\"left\" border=\"0\" cellspacing=\"10\" height=\"412\" width=\"145\">\n<tbody>\n<tr align=\"center\">\n<td valign=\"top\"><img decoding=\"async\" style=\"margin-top: 0px; margin-right: 10px\" alt=\"Saturnus, dengan anak yang jadi korbannya\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/saturn-statue-10.png\" border=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr align=\"center\">\n<td style=\"text-align: center; font-size: 11px\"><strong><font size=\"1\"><\/p>\n<p>Saturnus, dengan anak yang jadi korbannya<\/p>\n<p><\/font><\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Orang Romawi kafir menyembah dewa Saturnus, dengan<br \/>\nperayaan seminggu lamanya pada bulan Desember yang disebut Saturnalia. Saturnus<br \/>\nadalah dewa waktu dan panen orang Romawi, sehingga dia biasanya dilukiskan<br \/>\nmemegang sebuah sabit besar. Dia adalah dewa yang terkejam dan paling jahat<br \/>\ndari semua dewa kafir. Dia meminta pengorbanan anak. <\/p>\n<p>Orang Romawi tidaklah sendirian menyembah dewa jahat<br \/>\nini. Penyembahan terhadap Saturnus adalah lazim pada zaman dulu. Bahkan bangsa<br \/>\nIsrael menyembah Saturnus ketika memberontak melawan Sorga. Dewa yang paling<br \/>\nbanyak disembah bangsa Israel dalam masa kemurtadtan adalah dewa Saturnus,<br \/>\n(ditulis dalam Alkitab sebagai Kewan, Molok, atau Rempan). Bahkan bangsa Israel<br \/>\nmempersembahkan anak-anak mereka untuk dikorbankan kepada dewa keji dan dan<br \/>\nhaus darah ini. <\/p>\n<p>Saturnus telah menjadi pemenang atas kekafiran pada<br \/>\norang Afrika [juga]. . . sungguh sebagai Baal-Hammon dalam Phoenician Carthage,<br \/>\ndia merupakan obyek atas pengorbanan anak . . . walaupun sebagai seorang dewa<br \/>\nkesuburan, Baal-Saturnus . . . bagaimanapun adalah bengis terhadap pengorbanan<br \/>\nyang dia paksakan.\u201d (Quodvultdeus of Carthage, komentar dan terjemahan, Thomas<br \/>\nMacy Finn, hal. 14 dan 115).<\/p>\n<p>Walapun orang Romawi berhenti memberikan pengorbanan<br \/>\nmanusia jauh sebelumnya, darah masih ditumpahkan oleh para gladiator selama<br \/>\nperayaan Saturnalia di bulan Desember. Saturnalia adalah sebuah perayaan<br \/>\nkeagamaan dan semua memahami bahwa pertumpahan darah dari para gladiator<br \/>\nmerupakan sebuah pengorbanan persembahan bagi Saturnus.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\u201cPertunjukan gladiator adalah keramat [untuk<br \/>\nSaturnus].\u201d (Johann D. Fuss, Roman Antiquities, hal.359)<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">\u201cGelanggang terbuka menuntut para gladiatornya<br \/>\nsendiri, ketika pada akhir bulan Desember mereka memuliakan anak sorgawi yang<br \/>\nmemegang sabit [Saturnus] dengan darah mereka\u201d. (Ausonius, Eclog, i, hal. 156)<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">\u201cPara gladiator bertanding pada perayaan saturnalia<br \/>\ndan. . . . mereka melakukannya dengan maksud untuk menyenangkan dan memuliahkan<br \/>\nSaturnus.\u201d (Justus Lipsius, tom, ii. Saturnalia Sermonum Libri Duo, Qui De<br \/>\nGladiatoribus, lib, i, cap. 5)<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\u201cPrinsip yang ditunjukkan [oleh gladiator] disini<br \/>\ntelah dilakukan untuk . . . [bahwa] mereka dirayakan sebagai korban pendamaian<br \/>\n. . . ketika orang banyak \u201cdibantai untuk membuat hari raya Romawi\u201d. Ketika<br \/>\nmemperingati Saturnus sendiri dipotong-potong, mudah untuk melihat bagaimana<br \/>\nide akan muncul dari pemberian upacara selamat datang kepadanya dengan mengatur<br \/>\nseorang manusia memotong-memotong sesamanya pada hari ulang tahunnya, ini<br \/>\nadalah pendamaian yang menyenangkannya.\u201d (Alexander Hislop, The Two Babylons,<br \/>\nhal. 153).<\/p>\n<p>Meskipun penuh kekerasan dan pertumpahan darah,<br \/>\nSaturnalia merupakan masa berpesta pora dan bergembira. Berbagai perayaan kuno<br \/>\nuntuk menghormati dewa paling haus darah ini telah diwariskan sampai hari ini<br \/>\nsebagai tradisi natal yang sangat dicintai dan dirayakan diseluruh dunia. <\/p>\n<p>Tradisi-tradisi ini meliputi:<\/p>\n<ul>\n<li>Natal dua belas hari<\/li>\n<li>Sesuatu yang menyenangkan<br \/>\nditinggalkan di malam hari<\/li>\n<li>Pohon natal dihias dengan<br \/>\nlampu-lampu (lampu-lampu ini adalah awalnya adalah lilin-lilin yang dibuat dari<br \/>\nlemak mayat anak yang dijadikan persembahan korban bakaran.<\/li>\n<li>Pohon natal yang digantungi<br \/>\nbola-bola (dulunya adalah kepala-kepala yang dipenggal dari para korban<br \/>\npersembahan)<\/li>\n<li>Berpesta dengan membuat<br \/>\nsuara yang ribut<\/li>\n<li>Bertukar hadiah<\/li>\n<li>Berciuman dibawah daun<br \/>\nmisletoe<\/li>\n<li>Berry Suci (makanan para<br \/>\ndewa)<\/li>\n<li>Dahan evergreen<\/li>\n<li>Bernyanyi dari rumah ke<br \/>\nrumah (awalnya dilakukan oleh penyanyi telanjang yang berperilaku tidak<br \/>\nsenonoh)<\/li>\n<li>Lilin-lilin \u201ckedatangan\u201d<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Santa Claus dan menangis anak\" style=\"margin-bottom: 5px; margin-left: 15px\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/santa-crying-baby-10.png\" align=\"right\" height=\"278\" width=\"250\"><\/li>\n<li>Kartu-kartu natal<\/li>\n<li>. . . . dan masih banyak lagi.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Bahkan perumpamaan dari Bapak Natal, atau<br \/>\nSinterklas, memiliki kemiripan yang luar biasa dengan Saturnus: seorang yang<br \/>\nsudah tua, dengan janggut panjang, dikelilingi oleh anak-anak.<\/p>\n<p>Saturnus, si orang tua jahat yang meminta<br \/>\npengorbanan anak, muncul di jaman moderen dalam dua bentuk penyamaran lain.<br \/>\nSetiap Desember, Saturnus, dewa waktu, muncul lagi sebagai \u201cBapak Waktu Tua\u201d.<br \/>\nBayi tahun baru adalah lambang dari korban anak.<\/p>\n<p>Gambaran yang lebih mengerikan dari Bapak Waktu dan<br \/>\nBayi Tahun Baru dapat ditemukan dalam ilustrasi dari abad ke-19 (dibawah).<br \/>\nBapak Waktu, (Saturnus, sebagai dewa waktu), berdiri didepan jam besar memegang<br \/>\nsabit besarnya. Tahun-tahun yang silam berlalu bagai  mayat orang dewasa yang dibungkus dengan kain<br \/>\nkafan. Tahun yang baru datang dalam bentuk seperti seorang anak kecil. Walaupun<br \/>\ngambarnya agak gelap, cahaya dari api menerangi seorang anak laki-laki<br \/>\nsementara di kedua sisinya terdapat pusaran asap. Tahun-tahun baru yang masih<br \/>\nakan datang digambarkan sebagai anak-anak yang siap dikorban. Korban dari<br \/>\npersembahan anak selalu dipakaikan kerudung tebal agar orang tua mereka tidak<br \/>\nmengenali anak mereka saat dibakar. Semua unsur aneh dari dewa menyeramkan ini<br \/>\nterkandung dalam gambar ini.<\/p>\n<p align=\"center\"><img decoding=\"async\" alt=\"Sang Waktu (Saturnus) dan Tahun Baru Bayi\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/father-time-2-10.jpg\"> <\/p>\n<p>Saturnus juga muncul dalam masyarakat moderen<br \/>\nsebagai malaikat maut, yang mengumpulkan jiwa-jiwa dalam tuaian suramnya.<br \/>\nSangat sedikit orang dalam masyarakat moderen yang menyadari bahwa Bapak Natal,<br \/>\nMalaikat Maut, dan Bapa Waktu Tua, tidak lain adalah dewa yang paling<br \/>\nmenjijikkan dari antara semua dewa. Namun, orang zaman dulu akan segera<br \/>\nmengenali mereka semua sebagai sosok yang tidak lain adalah Saturnus. Lambang-lambang<br \/>\nyang mencirikan Saturnus adalah sama dengan yang mencirikan Bapak Waktu Tua dan<br \/>\nMalaikat Maut: sabit besar dan sesuatu untuk menandai perjalanan waktu.<\/p>\n<p>Begitu banyak alasan diberikan oleh orang-orang yang<br \/>\npolos hari ini untuk mempertahankan hari raya kafir yang memuliakan Saturnus:<\/p>\n<ul>\n<li>Natal mmerupakan waktu yang<br \/>\nsangat bagus untuk berkumpul bersama keluarga. Kita terlalu sibuk sepanjang<br \/>\ntahun dan hanya inilah kesempatan kita berkumpul bersama.<\/li>\n<li>Natal adalah waktu yang<br \/>\nsangat baik untuk bersaksi! Orang-orang menjadi lebih terbuka pada waktu<br \/>\nseperti ini jadi saya menggunakan kesempatan ini untuk berbagi.<\/li>\n<li>Natal adalah satu-satunya<br \/>\nhari raya yang benar-benar fokus pada Yesus!<\/li>\n<li>Saya tahu bahwa Yesus tidak<br \/>\nbenar-benar lahir pada saat itu. Saya tidak tertipu. Lagi pula saya tidak<br \/>\nsedang menyembah dewa kafir manapun, jadi tidak mengapa bagi saya!<\/li>\n<\/ul>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Saturnus pada terbang kereta yang ditarik oleh dua ular bersayap\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-right: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/saturncronus-1-10.png\" align=\"left\" height=\"225\" width=\"300\">Orang kafir telah menolak Yahuwah Sang Pencipta.<br \/>\nMereka menyembah dewa-dewa iblis karena mereka tidak punya pengetahuan yang<br \/>\nlebih baik. Hal yang sama tidak dapat dikatakan oleh orang-orang Kristen hari<br \/>\nini.<\/p>\n<p>Alkitab mengajarkan:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\u201cYahuwah tidak memandang pada masa kebodohan ini,<br \/>\ntetapi sekarang Dia memerintahkan semua orang untuk bertobat\u201d (Kisah rasul<br \/>\n17:30, KJV).<\/p>\n<p>Dengan mengetahui bahwa natal adalah hari raya<br \/>\nkafir, dengan mengetahui bahwa upacara-upacara moderen identik dengan upacaya<br \/>\nkafir kuno untuk mempermuliahkan Saturnus, namun tetap menyatakan bebas dari<br \/>\ndosa karena seseorang mengerti, sangatlah tidak konsisten.<\/p>\n<p>Natal benar-benar adalah sebuah hari raya, sebuah<br \/>\nperayaan keagamaan. Dengan memuliahkan dewa iblis Saturnus, aib diberikan<br \/>\nkepada Yahuwah, Pencipta Langit Bumi.<\/p>\n<p>Sang Juruselamat sendiri menyatakan sebuah prinsip<br \/>\nkeilahian ketika Dia berkata: <\/p>\n<p class=\"indenttext\">Tak seorangpun dapat<br \/>\nmengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang<br \/>\ndan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak<br \/>\nmengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Yahuwah dan kepada<br \/>\nMamon.&#8221; (Matius 6:24)<\/p>\n<p>Saturnus, lebih dari dewa palsu<br \/>\nmanapun, memiliki sifat-sifat yang paling mirip dengan setan. Natal adalah<br \/>\nperayaan keagamaan milik setan. Turut serta dalam perayaan natal memberikan<br \/>\npenghormatan kepada tokoh iblis jahat ini.<\/p>\n<p>Firman dari Bapa pengasih<br \/>\nkepada bangsa Israel yang murtad dikumandangkan kembali dengan penekanan bagi<br \/>\numat Kristen hari ini:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\u201cSesungguhnya, seperti<br \/>\nseorang isteri tidak setia terhadap suaminya, demikianlah kamu tidak setia<br \/>\nterhadap Aku, hai kaum Israel, demikianlah firman Yahuwah.  . . . sebab mereka telah memilih jalan yang<br \/>\nsesat, dan telah melupakan Yahuwah, Penjaga Perjanjian mereka. Kembalilah, hai<br \/>\nanak-anak yang murtad! Aku akan menyembuhkan engkau dari murtadmu.&#8221;<br \/>\n(Yeremiah 3:20-22, KJV)<\/p>\n<p>Turut serta dalam kebiasaan<br \/>\nkafir mempermalukan Sang Pencipta. Kembalilah kepada Sang Penebus Yang<br \/>\nMengasihimu.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\u201cKarena persamaan apakah<br \/>\nyang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang<br \/>\npercaya dengan orang-orang tak percaya? Apakah hubungan bait Yahuwah dengan<br \/>\nberhala? Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka,<br \/>\nfirman Yahuwah, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima<br \/>\nkamu. (2 Korintus 6:15-17)<\/p>\n<p>Keluarlah kamu dari antara<br \/>\nmereka! Janganlah menjamah apa yang najis!!<\/p>\n<p>Apakah kamu mau keluar?<\/p>\n<p><font size=\"3\" face=\"Georgia\">Klik di <a href=\"https:\/\/www.worldslastchance.com\/view-video\/550\/natal-asal-mula-sejarah-tradisi-tradisi.html\" title=\"\"><u>sini<\/u><\/a><br \/>\nuntuk menonton videonya!<\/font><\/p>\n<hr style=\"width: 33%\" align=\"left\">\n<p><font size=\"3\" face=\"Georgia\">Artikel Terkait:<\/font>\n<\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/www.worldslastchance.com\/yahuwahs-calendar\/mengapa-kami-tidak-merayakan-natal.html\" title=\"\">Mengapa kami tidak merayakan Natal?<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"featured_media":217805,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":[],"class_list":["post-108685","wlc-article","type-wlc-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","wlc-article-category-kalender-yahs","wlc-content-directory-feast-days-vs-beast-days"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Natal: Asal mula, Sejarah, &amp; Tradisi-tradisi - Worlds Last Chance<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/christmas-origin-history-traditions\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Natal: Asal mula, Sejarah, &amp; Tradisi-tradisi - Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u201cHari Raya\u201d. Bagi kebanyakan orang kata tersebut digunakan secara khusus untuk satu perayaan . . . Natal!. Definisi dari kata \u201chari raya\u201d mengungkapkan sebuah unsur keagamaan yang tidak disadari banyak orang. Hari Raya : \u201csebuah perayaan keagamaan; [sebuah] hari suci.\u201d (Kamus Webster\u2019s New Universal Unebridged) Natal adalah sebuah hari raya keagamaan. Meskipun dipenuhi oleh semua [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/christmas-origin-history-traditions\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-20T22:46:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/christmas-bahasa.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"250\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"159\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/christmas-origin-history-traditions\/\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/christmas-origin-history-traditions\/\",\"name\":\"Natal: Asal mula, Sejarah, & Tradisi-tradisi - Worlds Last Chance\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/christmas-origin-history-traditions\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/christmas-origin-history-traditions\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/christmas-bahasa.jpg\",\"datePublished\":\"2012-02-16T12:37:20+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-20T22:46:44+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/christmas-origin-history-traditions\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/christmas-origin-history-traditions\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/christmas-origin-history-traditions\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/christmas-bahasa.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/christmas-bahasa.jpg\",\"width\":250,\"height\":159},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/christmas-origin-history-traditions\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Articles\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Natal: Asal mula, Sejarah, &#038; Tradisi-tradisi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/\",\"name\":\"Worlds Last Chance\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Natal: Asal mula, Sejarah, & Tradisi-tradisi - Worlds Last Chance","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/christmas-origin-history-traditions\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Natal: Asal mula, Sejarah, & Tradisi-tradisi - Worlds Last Chance","og_description":"\u201cHari Raya\u201d. Bagi kebanyakan orang kata tersebut digunakan secara khusus untuk satu perayaan . . . Natal!. Definisi dari kata \u201chari raya\u201d mengungkapkan sebuah unsur keagamaan yang tidak disadari banyak orang. Hari Raya : \u201csebuah perayaan keagamaan; [sebuah] hari suci.\u201d (Kamus Webster\u2019s New Universal Unebridged) Natal adalah sebuah hari raya keagamaan. Meskipun dipenuhi oleh semua [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/christmas-origin-history-traditions\/","og_site_name":"Worlds Last Chance","article_modified_time":"2025-08-20T22:46:44+00:00","og_image":[{"width":250,"height":159,"url":"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/christmas-bahasa.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/christmas-origin-history-traditions\/","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/christmas-origin-history-traditions\/","name":"Natal: Asal mula, Sejarah, & Tradisi-tradisi - Worlds Last Chance","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/christmas-origin-history-traditions\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/christmas-origin-history-traditions\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/christmas-bahasa.jpg","datePublished":"2012-02-16T12:37:20+00:00","dateModified":"2025-08-20T22:46:44+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/christmas-origin-history-traditions\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/christmas-origin-history-traditions\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/christmas-origin-history-traditions\/#primaryimage","url":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/christmas-bahasa.jpg","contentUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/christmas-bahasa.jpg","width":250,"height":159},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/christmas-origin-history-traditions\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Articles","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Natal: Asal mula, Sejarah, &#038; Tradisi-tradisi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/","name":"Worlds Last Chance","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article\/108685","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/wlc-article"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108685"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/217805"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108685"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}