{"id":108622,"date":"2012-02-14T02:04:19","date_gmt":"2012-02-14T02:04:19","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/wlc-article\/migrating-hari-sabat-lunar-%e2%94%82-dalam-pembelaannya-bagian-2\/"},"modified":"2025-08-20T21:40:35","modified_gmt":"2025-08-20T21:40:35","slug":"hari-sabat-lunar-%e2%94%82-dalam-pembelaannya-bagian-2","status":"publish","type":"wlc-article","link":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/articles\/kalender-yahs\/hari-sabat-lunar-%e2%94%82-dalam-pembelaannya-bagian-2\/","title":{"rendered":"Hari Sabat Lunar \u2502 Dalam Pembelaannya Bagian 2"},"content":{"rendered":"<p>Kebenaran<br \/>\ntidak perna bertentangan dengan dirinya sendiri. Ketika semua hal disekitar<br \/>\nmembingungkan dan kacau, Kebenaran berdiri sendiri dan tak tergoyahkan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Alkitab terbuka\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-left: 15px\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/dNoeNQME-open-bible-4.jpg\" align=\"right\" width=\"300\" height=\"198\">Dalam<br \/>\nkekacauan yang membingungkan dari banyaknya pendapat-pendapat yang berlawanan, pengakuan-pengakuan<br \/>\nberbeda melawan hari Sabat lunar yang Alkitabiah telah dibuat. Kebanyakan<br \/>\npenyebabnya disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan pengertian akan<br \/>\nkebenaran.<\/p>\n<p>Setiap<br \/>\norang yang telah menghidupi kesalahan dan tradisi,  itu diwarisinya dari kekafiran Kekristenan. Namun,<br \/>\nKitab Suci mengungkap rahasia-rahasia itu kepada setiap Pencari Kebenaran. Supaya<br \/>\ntidak perlu lagi tinggal dalam kebingungan dan kesalahan.<\/p>\n<h3 align=\"center\">Berikut<br \/>\nini adalah 7 <font color=\"#0000cc\">bantahan<\/font> umum yang muncul menentang hari Sabat Lunar Alkitabiah dan<br \/>\nmasing-masing <font color=\"#006600\">Jawabannya<\/font>.<\/h3>\n<p><font color=\"#0000cc\"><strong><br \/>\nBANTAHAN<br \/>\n#1:<\/strong><\/font> &#8220;Para Pemelihara Sabat Lunar tidak menghitung beberapa hari dalam<br \/>\nsetiap minggu. Kalender mereka penuh hari-kosong!&#8221;<\/p>\n<p><font color=\"#006600\"><strong>JAWAB:<\/strong><\/font><br \/>\nTidak ada hal yang disebut sebagai &#8220;hari kosong&#8221;. Semua waktu harus<br \/>\ndiperhitungkan dan kalender luni-solar Alkitab tidak meninggalkan waktu<br \/>\nsedikitpun. Kalender Solar [matahari] dan kalender luni-solar [bulan-matahari]<br \/>\nkeduanya menggunakan pergerakan matahari untuk menghitung tahun. Karena<br \/>\nsatu tahun matahari adalah 365,25 hari panjangnya, waktu tambahan<br \/>\ndiperhitungkan pada kalender Gregorian atau kalender masehi dengan menambahkan<br \/>\nkedalamnya satu hari kabisat. &#8220;hari kabisat&#8221; itu adalah hari ke 29<br \/>\npada bulan Februari dan terjadi setiap empat tahun.<\/p>\n<p>Pada<br \/>\nkalender matahari, panjangnya bulan-bulan berlangsung terus dan tidak terhubung<br \/>\ndengan apapun di alam. Tetapi kalender luni-solar yang Alkitabiah, dipihak<br \/>\nlain, menggantungkan bulanannya pada siklus bulan dilangit. Sebuah bulanan,<br \/>\nseperti tahun matahari, tidak terdiri dari angka bulat dan berisi 29,5 hari. Karena<br \/>\nitu, beberapa bulan memiliki 29 hari dan bulan lain memiliki 30 hari.<\/p>\n<p>Bulanan<br \/>\nyang terdiri dari 30 hari, hari ke 30-nya adalah sebuah hari<br \/>\n&#8220;translasi&#8221;. Ini adalah istilah astronomi dan mengacu pada sebuah<br \/>\nperiode waktu. Ketika bulan di langit tidak dapat dilihat, sebelum siklus<br \/>\nbulanan yang baru dimulai. Hari translasi itu muncul diantara hari Sabat<br \/>\nterakhir diakhir bulan dan hari bulan baru pada bulan berikutnya. Ini bukanlah<br \/>\nbagian dari sebuah minggu tetapi ini juga BUKAN sebuah hari &#8220;kosong&#8221;.<br \/>\nIni adalah sebuah tanggal dalam siklus bulanan.<\/p>\n<p><font color=\"#0000cc\"><strong>BANTAHAN<br \/>\n#2:<\/strong><\/font> &#8220;Pada kalender lunar, Hari Sabat mengambang pada setiap bulan. Hari<br \/>\nSabat mingguan jatuh pada hari-hari yang berbeda setiap minggu. Kadang-kadang<br \/>\nitu ada di hari Senin, dan pada bulan depan berubah ke hari Rabu dan setelah<br \/>\nitu ke hari Kamis. Tidak perna konsisten.&#8221;<\/p>\n<p><font color=\"#006600\"><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Hari Sabat Lunar \u2502 Dalam Pembelaannya Bagian 2 image\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-right: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/luni-solar-calendar-bahasa-1.png\" align=\"left\" width=\"450\" height=\"347\">JAWAB:<\/strong><\/font> Perbedaan paling mencolok antara kalender Gregorian dan kalender Alkitabiah<br \/>\nterletak pada siklus mingguannya kalender Gregorian sama seperti pendahulunya<br \/>\nkalender Julian memiliki siklus minggu yang bersambung terus menerus. Tetapi<br \/>\nkalender Alkitabiah sama seperti kalender-kalender kuno yang lain tidak seperti<br \/>\nitu.<\/p>\n<p>Hanya<br \/>\nperbedaan dalam siklus mingguan ini yang membuat hari Sabat lunar nampak<br \/>\nmengambang dari bulan ke bulan dalam kalender Gregorian.<\/p>\n<p>Kalender<br \/>\nAlkitabiah sangat stabil. Karena siklus mingguan dari kalender Alkitabiah<br \/>\ndimulai baru setiap bulan baru, tanggal-tanggal dalam setiap bulan selalu<br \/>\njatuh pada hari yang sama setiap minggunya.<\/p>\n<p>Ini<br \/>\ntidak terjadi dalam kalender matahari Gregorian. Sabat-hari ketujuh mengambang<br \/>\ndari tanggal ke tanggal pada setiap bulannya sepanjang tahun.<\/p>\n<p>Bukannya<br \/>\nmengambang, Hari Sabat sejati yang alkitabiah sangat konsisten dan selalu jatuh<br \/>\npada tanggal 8, 15, 22, dan 29 dalam bulanan bulan.<\/p>\n<p><font color=\"#0000cc\"><strong>BANTAHAN<br \/>\n#3:<\/strong><\/font> &#8220;Hari Bulan Baru bukanlah merupakan hari Sabat karena Alkitab<br \/>\nmemberikan beberapa contoh dari orang-orang yang melakukan perjalanan atau<br \/>\npekerjaan pada Hari Bulan Baru!&#8221;<\/p>\n<p><font color=\"#006600\"><strong>JAWAB:<\/strong><\/font> Adalah benar bahwa Alkitab memberikan contoh-contoh dari  orang-orang yang melakukan perjalanan atau<br \/>\npembangunan bait suci pada hari Bulan Baru. Hal ini karena hari Bulan Baru<br \/>\nbukanlah Sabat-hari ketujuh. Beberapa jenis pelarangan untuk tidak melakukan<br \/>\nperjalanan dan memasak pada Sabath-hari ketujuh tidak berlaku di hari Bulan<br \/>\nBaru.<\/p>\n<p>Namun,<br \/>\nhari Bulan Baru adalah hari beribadah. Itu adalah waktu perkumpulan keluarga. Waktu<br \/>\nuntuk bergembira dan mengucap syukur untuk semua berkat-berkat pada bulan yang<br \/>\nlalu dan membaharui komitmen ketaatan untuk bulan yang akan datang. Hari Bulan<br \/>\nbaru dengan sendirinya masuk kedalam kelompok hari beribadah.<\/p>\n<p>Hal<br \/>\nini ditunjukkan dalam catatan jumlah korban bakaran yang dibutuhkan yang<br \/>\nterdaftar dalam Ulangan pasal 28 dan 29.<\/p>\n<p>Hari-hari<br \/>\nyang jumlah korban bakarannya paling sedikit adalah hari kerja biasa. Sabat-hari<br \/>\nketujuh membutuhkan lebih banyak korban bakaran melebihi hari kerja biasa. Hari<br \/>\nBulan Baru memiliki kebutuhan korban bakaran yang jauh lebih banyak lagi dari Sabat-hari<br \/>\nketujuh. Hanya hari raya tahunan yang membutuhkan lebih banyak korban bakaran<br \/>\ndari pada hari Bulan Baru.<\/p>\n<p>Kitab<br \/>\nSuci menyatakan hari Bulan Baru sebagai hari beribadah di masa depan dalam<br \/>\nkekekalan:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Dan<br \/>\nakan datang waktunya, dari satu hari Bulan Baru ke hari Bulan Baru berikutnya,<br \/>\ndan dari satu hari Sabat ke hari Sabat berikutnya, semua mahkluk akan datang<br \/>\nmenyembah-Ku, firman Yahuwah. (Lihat Yesaya 66:23)<\/p>\n<p>Semua<br \/>\norang yang rindu untuk beribadah kepada Sang Pencipta akan melakukannya pada<br \/>\nwaktu-waktu yang sudah Dia tetapkan: waktu mingguan, bulanan dan tahunan yang<br \/>\ntelah dirancang untuk peribadatan.<\/p>\n<p><font color=\"#0000cc\"><strong>BANTAHAN<br \/>\n#4:<\/strong><\/font> &#8220;Ide hari Sabat lunar ini bertentangan dengan dirinya sendiri! Jika<br \/>\nteori ini benar, itu berarti bahwa Keluaran akan terjadi dalam hari Sabat<br \/>\nlunar, ini melanggar Sabat.&#8221;<\/p>\n<p><font color=\"#006600\"><strong>JAWAB:<\/strong><\/font> Adalah benar bahwa orang-orang Israel meninggalkan Mesir pada tanggal 15 bulan<br \/>\nyang pertama. Namun mereka tidak melanggar Sabat, karena jam-jam kudus telah<br \/>\nselesai ketika mereka pergi.<\/p>\n<p>Alkitab<br \/>\nmenyediakan dua catatan penting yang menunjukkan waktu Keluaran.<\/p>\n<p>Bilangan<br \/>\n33:3 menyediakan tanggal waktu Keluaran:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Mereka<br \/>\nberangkat dari Rameses pada bulan yang pertama, pada hari yang kelima belas<br \/>\nbulan yang pertama itu, pada hari sesudah Paskah berjalanlah orang Israel keluar,<br \/>\noleh tangan yang dinaikkan, di depan mata semua orang Mesir.&#8221; (Bilangan<br \/>\n33:3, NKJV)<\/p>\n<p>Ulangan<br \/>\n16:1 mengungkap bahwa itu terjadi pada malam hari:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Ingatlah<br \/>\nakan bulan Abib dan rayakanlah Paskah bagi Yahuwah Elohimmu, sebab dalam bulan<br \/>\nAbib itulah Yahuwah Elohimmu membawa engkau keluar dari Mesir pada waktu malam.<br \/>\n(Lihat Ulangan 16:1)<\/p>\n<p>Tanggal<br \/>\nwaktu Keluaran adalah tanggal 15 bulan Abib, bulan yang pertama, pada hari<br \/>\nsesudah Paskah. Dalam bulanan bulan, tanggal 15 adalah selalu merupakan<br \/>\nSabat-hari ketujuh. Namun, orang-orang Israel pergi pada waktu malam, setelah<br \/>\njam-jam kudus hari Sabat telah berlalu.<\/p>\n<p>Harus<br \/>\ndiingat bahwa Yahuwah adalah pemberi-Hukum. Karena kebenaran tidak perna<br \/>\nbertentangan dengan dirinya sendiri, Yahuwah yang adalah kebenaran itu sendiri,<br \/>\ntidak akan melanggar hukum-Nya sendiri.<\/p>\n<p><font color=\"#0000cc\"><strong>BANTAHAN<br \/>\n#5:<\/strong><\/font> &#8220;Hari Sabtu selalu menjadi Sabat-hari ketujuh. Pada faktanya, banyak<br \/>\nkata \u2018Sabat&#8217; telah dibakukan dalam banyak bahasa dan itu selalu menunjuk pada<br \/>\nSabtu-hari ketujuh.&#8221;<\/p>\n<p><font color=\"#006600\"><strong>JAWAB:<\/strong><\/font> Fakta bahwa kata &#8220;Sabat&#8221; muncul dalam banyak bahasa tidak membuktikan<br \/>\nbahwa hari Sabtu adalah hari Sabat yang Alkitabiah. Semua ini membuktikan<br \/>\ntersebar luasnya kekafiran Kekristenan. Hari &#8220;sabtu&#8221;, seperti siklus<br \/>\nmingguan yang tidak perna berhenti, adalah tambahan yang masih baru di dalam<br \/>\nkalender.<\/p>\n<p>Ketika<br \/>\nJulius Cesar membuang kalender luni-solar dari Republik Roma dan mengadopsi<br \/>\nkalender ketat matahari, kalender Julian, memiliki minggu yang terdiri dari<br \/>\ndelapan hari, dirancang dari A sampai H.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img decoding=\"async\" alt=\"republik kalender Romawi\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/image002.jpg\" border=\"0\"><br \/>\n<span style=\"font-size: 11px\">Rekonstruksi Fasti Antiates, satu-satunya kalender Republik Romawi yang masih ada.<br \/>\n<span class=\"hasTip\" title=\" :: Palazzo Massimo Alle Terme, ed. Adriano La Regina, 1998. \">(Palazzo Massimo Alle Terme, ed. Adriano La Regina, 1998.)<\/span><\/span><\/p>\n<p>Setelah<br \/>\nsekte Mithraisme dari Persia bertambah populer di Roma, minggu planetari kafir<br \/>\ndiadopsi. Ini adalah minggu yang memiliki tujuh hari yang diawali oleh dies<br \/>\nSaturni, atau hari Saturnus. Hari kedua dalam sebuah minggu adalah dies Solis,<br \/>\natau hari Matahari. Hari ketiga dalam sebuah minggu adalah dies Lunae, atau<br \/>\nhari bulan. Sebuah minggu berakhir di dies Veneris, atau hari Venus yang<br \/>\nmenjadi hari Jumat moderen.<\/p>\n<p>Pengadopsian<br \/>\nRoma dari Mitraisme menjadi penyebab utama ditinggalkannya minggu-delapan hari<br \/>\nJulian, dan mengadopsi minggu-tujuh hari planetari.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Tidak<br \/>\ndiragukan lagi bahwa penyebaran Orang-orang Iran [Persia] mengambil bagian<br \/>\nsecara umum dalam adopsi ini, orang-orang kafir,  dari mingguan yang hari Minggunya dijadikan<br \/>\nhari yang suci. Nama hari yang kita sebut ini, tanpa sadar, pada enam hari yang<br \/>\nlain, digunakan pada waktu yang sama dimana sekte Mithraisme mendapatkan banyak<br \/>\npengikut di wilayah-wilayah Barat, dan pelan-pelan membangun hubungan dalam<br \/>\nkemenangan dan kebersamaan menjadi sebuah fenomena.&#8221; (Robert L. Odom, Sunday<br \/>\nin Roman Paganism, hal. 157)<\/p>\n<table align=\"left\" border=\"0\" cellspacing=\"10\" width=\"225\" height=\"307\">\n<tbody>\n<tr align=\"center\">\n<td valign=\"top\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"margin-top: 0px; margin-left: 0px\" alt=\"mithra statue\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/mithra-statue-4.jpg\" border=\"0\" width=\"200\" height=\"274\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr align=\"center\">\n<td style=\"text-align: center; font-size: 11px\"><strong>Patung Mithra Romawi<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Mithraisme<br \/>\nadalah sekte penyembah matahari. Akibatnya, Hari Matahari menjadi hari yang<br \/>\npenting dan semakin penting.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Pengutamaan<br \/>\ndies Solis [hari matahari] memberikan pengaruh langsung pada penerimaan secara<br \/>\numum hari Minggu sebagai hari raya. Hal ini berhubungan dengan fakta yang lebih<br \/>\npenting lagi, ketika seluruh negara-negara Eropa mengadopsi model minggu<br \/>\nini.&#8221; (Franz Cumont, Astrology and Religion Among the Greeks and Romans,<br \/>\nhal. 163).<\/p>\n<p>The<br \/>\nseven day planetary week was named after the planetary gods.<\/p>\n<p>Tujuh<br \/>\nhari minggu planetari diberi nama berdasarkan nama-nama dewa planet.<\/p>\n<p>Dan<br \/>\nminggu model ini tersebar ke seluruh Eropa, nama-nama harinya dalam setiap<br \/>\nminggu juga tersebar bersamanya.<\/p>\n<p>Banyak<br \/>\nbahasa sekarang yang menunjukkan Pengaruh katholik Roma dengan memberi nama<br \/>\nhari pertama dalam sebuah minggu, hari Minggu, &#8220;hari Tuhan&#8221; dan hari<br \/>\nSabtu, hari ketujuh suatu minggu, hari &#8220;Sabat&#8221;. Namun, nama-nama itu<br \/>\nBUKAN nama asli dari hari-hari dalam setiap minggu.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Pengaruh<br \/>\nilmu perbintangan  bahkan lebih jelas<br \/>\ndisampaikan disekitar pinggiran kekaisaran Roma, di mana orang-orang Kristen<br \/>\ndatang beberapa saat kemudian.  Inggris,<br \/>\nBelanda, Breton, Welsh, dan Cornish, menjadi wilayah berbahasa eropa<br \/>\nsatu-satunya yang mematenkan sampai hari ini nama asli dari planet-planet<br \/>\nmenjadi nama dari ketujuh hari dalam setiap minggu, semua yang dibicarakan ini<br \/>\nterlepas dari pengaruh orang-orang Kristen selama abad pertama dari zaman kita,<br \/>\nketika minggu ilmu perbintangan telah tersebar diseluruh kekaisaran.&#8221;<br \/>\n(Eviatar Zerubabel, The Seven Day Circle: The History and Meaning of the Week,<br \/>\nhal. 24).<\/p>\n<p>Hari<br \/>\nSabtu, sama seperti kalender Julian diadopsi pada abad pertama masehi, adalah<br \/>\nsepenuhnya kafir. Ini bukanlah Sabat-hari ketujuh yang sejati menurut Alkitab,<br \/>\nmemberinya nama hari &#8220;Sabat&#8221; tidak berarti dapat merubah itu menjadi<br \/>\nhari Sabat Alkitabiah yang sebenarnya.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Nama-nama<br \/>\nkafir dari minggu planetari telah dipatenkan di dalam kalender dan digunakan<br \/>\ndiantara negara-negara yang disebut Kristen. Setiap kali kita melihat kepada<br \/>\nkalender yang sudah kita punya sebelumnya, itu menjadi pengingat yang tetap<br \/>\npada penggabungan kekafiran dan kekristenan yang terjadi karena kemurtadan<br \/>\nagama yang besar &#8211; yang &#8220;murtad&#8221; seperti kata rasul Paulus, yang<br \/>\nmuncul pada abad-abad pertama gereja Kristen dan membuat pertentangan aliran<br \/>\ndan kepercayaan Babel moderen yang mengaku berada di dalam Kristus.&#8221;<br \/>\n(Robert L. Odom, Sunday in Roman Paganism, hal. 202).<\/p>\n<p><font color=\"#0000cc\"><strong>BANTAHAN<br \/>\n#6:<\/strong><\/font> &#8220;Siklus bulanan membuat seseorang memutuskan Sabat-hari ketujuh yang<br \/>\ntidak perna terputus yang telah berlangsung dalam perjalanan sejak dari minggu<br \/>\nPenciptaan.&#8221;<\/p>\n<p><font color=\"#006600\"><strong>JAWAB:<\/strong><\/font> Ini adalah sebuah asumsi yang didasarkan pada tradisi yang sudah lama<br \/>\ndilakukan, bahwa mingguan memiliki siklus mingguan yang tidak perna dihentikan<br \/>\nsejak dari Penciptaan. Namun, minggu-minggu moderen bersumber langsung dari<br \/>\nkekafiran. Dari nama-nama hari dalam sebuah minggu, sampai kepada siklus<br \/>\nmingguan yang berlangusng terus-menerus, kekafiran asli dari minggu moderen<br \/>\ndapat dilacak. (Kesalahan dari siklus mingguan terus menerus lebih lanjut<br \/>\nditunjukkan oleh International Date Line buatan manusia.)<\/p>\n<p>Satu-satunya<br \/>\nkemiripan dengan minggu Alkitab adalah jumlah harinya dalam satu minggu. Minggu<br \/>\nmoderen dan minggu masa penciptaan adalah keduanya terdiri dari tujuh hari. Namun,<br \/>\nminggu moderen adalah penipuan setan yang secara khusus dirancang untuk<br \/>\nmemalsukan minggu Alkitabiah.<\/p>\n<p>Minggu<br \/>\nplanetari telah dibakukan kedalam format moderen, diawali dari hari Minggu dan<br \/>\ndiakhiri dengan hari Sabtu, pada konsili Nicea di pertengahan abad ke-empat<br \/>\nmasehi.<\/p>\n<p class=\"indenttext\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Konstantin\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 5px; margin-left: 15px\" title=\"Emperor Constantine the Great of Rome\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/emperor-constantine-the-great-rev-4.jpg\" align=\"right\" width=\"300\" height=\"199\">&#8220;Pada<br \/>\ntahun 321 Masehi, Konstantin, kaisar Roma . . . melalui undang-undang sipil<br \/>\nmembuat &#8220;pengudusan hari Matahari&#8221;, dan sebagai hari &#8220;yang telah<br \/>\ndikuduskan&#8221;, menjadi hari istirahat mingguan dari kekasairan. . .<br \/>\npenerapan pemeliharaan hari Minggu mendapat pengakuan resmi sebagai hari<br \/>\nketujuh dalam sebuah minggu dan diperkenalkan serta dimasukkan ke dalam<br \/>\nkalender resmi Roma. Orang-orang Roma meneruskan kalender ini kepada kita<br \/>\nsemua,oleh karena itu kita tetap memiliki gelar-gelar planetari kuno pada<br \/>\nhari-hari dalam setiap minggu.&#8221; (Robert L. Odom, Sunday in Roman Paganism,<br \/>\nhal. 244).<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Peribadatan<br \/>\npalsu memerlukan sebuah kalender palsu dan Konsili Nicea mewujudkan itu.<br \/>\nKalender yang Alkitabiah telah digantikan dengan kalender matahari kafir, dan<br \/>\nmingguan planetari menggantikan mingguan Alkitabiah yang berdasarkan pada<br \/>\nbulan&#8221;. (eLaine Vornholt &amp; L.L Vornholt-Jones, Calender Fraud, hal.<br \/>\n53)<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Mingguan<br \/>\nplanetari ini adalah mingguan palsu, mingguan Alkitabiah yang benar telah<br \/>\nditetapkan oleh Sang Pencipta pada permulaan sejarah bumi. Di dalam mingguan<br \/>\npalsu ini kekafiran kuno membuat &#8220;pengudusan hari matahari&#8221;,<br \/>\norang-orang kafir memisahkannya dari enam hari yang lain karena berhubungan<br \/>\ndengan kesucian dari Matahari, penguasa dari semua planet-planet yang ada . . .<br \/>\nsama seperti hari Sabat yang sejati yang terhubung dengan mingguan alkitabiah,<br \/>\nbegitupun Sabat palsu (hari Sabtu) yang aslinya adalah kafir juga membutuhkan<br \/>\nsiklus mingguan. Hal ini kita temukan dalam mingguan planetari, yaitu saudara<br \/>\nkembar matahari, dan kedua aturan palsu ini terhubung bersama . . . .   &#8221; (Robert L. Odom, Sunday in Roman<br \/>\nPaganism, hal. 243-244).<\/p>\n<p><font color=\"#0000cc\"><strong>BANTAHAN<br \/>\n#7:<\/strong><\/font> &#8220;Pertentangan antara pemelihari hari Minggu dan pemelihara hari Sabat<br \/>\nadalah selalu pada hari yang secara umum dikenal sebagai hari<br \/>\n&#8220;Sabtu&#8221;. Tidak ada catatan mengenai pertentangan antara hari Minggu<br \/>\ndan pengambangan Sabat, tidak perna ada catatan dari orang-orang Kristen yang<br \/>\nperna menggunakan kalender yang berbeda.\u201d<\/p>\n<p><font color=\"#006600\"><strong>JAWAB:<\/strong><\/font> Hal ini tidak benar dan catatan sejarah membuktikan itu. Perpindahan dari<br \/>\nberibadah dengan kalender Alkitabiah kepada penerimaan secara penuh kalender<br \/>\nkafir adalah bukan kejadian yang muncul dalam satu malam atau bahkan dalam<br \/>\nsepanjang hidup seseorang. Ini adalah proses penyebaran kompromi selama ribuan<br \/>\ntahun. Sejak beberapa orang Kristen mulai murtad, dengan memeluk beberapa<br \/>\nbagian dari kekafiran, orang-orang Kristen yang lain tetap kokoh berdiri di<br \/>\natas kebenaran, dan tidak tergoyahkan dalam situasi yang sulit.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Dalam<br \/>\nsetiap langkah menuju kemurtadan, perlahan bentuk penerimaan penyembahan<br \/>\nmatahari, yang berlawanan dengan penerimaan pemeliharaan hari Minggu itu<br \/>\nsendiri, telah ada protes yang terus menerus dari orang-orang Kristen yang<br \/>\nbenar. Mereka yang tetap taat kepada Kristus [Sang Juruselamat] dan pada<br \/>\nkebenaran firman yang murni dari [Yahuwah] tetap memelihara hari Sabat<br \/>\nberdasarkan taurat, berdasarkan firman [Elohim] yang telah menetapkan perintah<br \/>\nke-empat hari Sabat sebagai materai-Nya, Sang Pencipta langit dan bumi, yang<br \/>\nmembedakan-Nya dari semua allah-allah lain. Ini adalah dasar dari protes<br \/>\nmelawan setiap bentuk penyembahan terhadap matahari. Tetapi orang-orang lain<br \/>\ntetap berkompromi, khususnya yang tinggal di Timur, mereka menguduskan keduanya<br \/>\nsekaligus; hari Sabat dan hari Minggu. Tetapi di Barat, dibawah pengaruh<br \/>\nRoma  dan dibawah kepemimpinan gereja dan<br \/>\nkeuskupan Roma, hanya hari Minggu yang diadopsi dan dikuduskan.&#8221; (A. T. Jones,<br \/>\nThe Two Republics, hal. 320-321).<\/p>\n<p>Kompromi<br \/>\nyang menyebar diantara orang-orang Kristen yang sebagian beribadah di dua hari<br \/>\nsekaligus yaitu di hari Sabat lunar dan di hari Minggu, yang lain di hari Sabtu<br \/>\ndan di hari Minggu, dan beberapa yang hanya di hari Minggu saja, menyebabkan<br \/>\nkebingungan besar diantara orang-orang Mithraist yang kafir.<\/p>\n<p>Tertullian,<br \/>\nseorang penulis Kristen mula-mula, mengakui fakta ini. Dia dengan jelas<br \/>\nmenyatakan bahwa orang-orang Kristen yang beribadah di hari Sabtu sebagai hari<br \/>\nketujuh pada suatu minggu adalah mereka yang menyimpang dari kebiasaan orang-orang<br \/>\nIsrael yang mereka telah tolak.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Kita<br \/>\ntelah ditaklukkan kepada orang-orang Persia [Mithraist], mungkin . . . karena<br \/>\nalasan ini, saya mengira, karena kita dikenal beribadah menghadap ke timur  . . . Juga, jika kita menguduskan hari Minggu<br \/>\nuntuk sebuah perayaan (dengan alasan bukan untuk menyembah Matahari), kita<br \/>\nmenjadi sama dengan mereka yang menguduskan hari Sabtu, mereka juga telah<br \/>\nmenyimpang dari cara dan kebiasaan orang-orang Yahudi yang mereka telah<br \/>\ntolak.&#8221; (Tertullian, Apologia)<\/p>\n<table align=\"left\" border=\"0\" cellspacing=\"10\" width=\"225\" height=\"307\">\n<tbody>\n<tr align=\"center\">\n<td valign=\"top\"><img decoding=\"async\" style=\"margin-top: 0px; margin-left: 0px\" alt=\"mithra statue\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/0lJ9UK0Z-image004-1.png\" border=\"0\" width=\"\" height=\"\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr align=\"center\">\n<td style=\"text-align: center; font-size: 11px\"><strong>Sebuah kalender menempel yang ditemukan di Permandian Titus menggambarkan hari Sabtu (atau dies Saturni &#8211; hari Saturnus) sebagai hari pertama mingguan planetari kafir (dibangun thn 79-81 M)<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Kebiasaan<br \/>\nberibadah pada hari Sabtu, hari ketujuh pada suatu minggu yang telah diubah<br \/>\ndari hari pertama menjadi hari terakhir pada suatu minggu, didasarkan pada<br \/>\nkebiasaan orang-orang Israel yang beribadah pada Sabat-hari ketujuh. Namun,<br \/>\nhari Sabtu itu sendiri bukanlah hari Sabat Ibrani karena siklus mingguannya<br \/>\nberbeda.<\/p>\n<p>Bukti<br \/>\ntambahan orang-orang Kristen menggunakan kalender Alkitabiah dan kalender kafir<br \/>\nJulian sekaligus dapat ditemukan di berbagai prasasti kuburan awal. Salah satu<br \/>\nprasasti suram tertua berasal dari AD 269. Ini menyatakan:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Dalam<br \/>\nkonsul Claudius dan Paternus, pada Nones November, pada hari Venus, dan pada tanggal<br \/>\n24 bulan lunar, Leuces menempatkan [peringatan ini] untuk Severa putri yang<br \/>\nsangat disayanginya, dan untuk Roh Kudus-Nya. Dia meninggal [di usia] 55 tahun,<br \/>\ndan 11 bulan [dan] 10 hari. (E. Diehl, Inscriptiones Latin\u00e6 Christian\u00e6<br \/>\nVerteres, hal. 193.)<\/p>\n<p>Ini<br \/>\nadalah konfirmasi menakjubkan orang-orang Kristen menggunakan bulan lunar. The<br \/>\n&#8220;Nones&#8221; November adalah tanggal 5 November, yang pada tahun itu, jatuh<br \/>\npada hari Venus, atau hari Jumat. Namun, tanggal 24 pada bulan lunar jatuh pada<br \/>\nhari kedua dalam setiap minggu!<\/p>\n<p>Fakta<br \/>\nsejarah mengungkap bahwa hari Sabtu tidak lebih dari sebuah hari dari mingguan<br \/>\nplanetari kafir, yang memuliakan dewa planetari haus darah, Saturnus.<\/p>\n<p>Penerimaan<br \/>\nyang meluas dari tradisi ini telah memimpin banyak orang berasumsi bahwa<br \/>\nkeyakinan mereka adalah berdasarkan pada Kitab Suci, ketika pada faktanya, banyak<br \/>\nkeyakinan adalah hanyalah kebiasaan kuno yang diturunkan oleh orang-orang<br \/>\nkafir.<\/p>\n<p>Semua<br \/>\norang punya tanggung jawab yang serius untuk mempelajari setiap keyakinan bagi<br \/>\ndiri mereka sendiri. Janganlah ada orang yang berdiri menentang kebenaran<br \/>\nkalender Alkitabiah sebelum pembelajaran pada bagian ini dilakukan. Kitab Suci<br \/>\nmemperingati dan menentang siapa saja yang terburu-buru mengambil sikap sebelum<br \/>\nmencari tahu kebenaran.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Jikalau<br \/>\nseseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan<br \/>\nkecelaannya.&#8221; (Amsal 18:13)<\/p>\n<p>Hari<br \/>\nSabat, adalah sebuah tanda kesetiaan kepada Sang Pencipta, ini adalah sangat<br \/>\npenting bagi siapapun yang hidup di bumi. Oleh karena itu:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Usahakanlah<br \/>\nsupaya engkau layak di hadapan Elohim, sebagai seorang pekerja yang tidak usah<br \/>\nmalu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu. (Lihat 2 Timotius<br \/>\n2:15).<\/p>\n<p>Apakah<br \/>\nanda mau menerima tantangan Sorga untuk belajar bagi diri anda sendiri?<\/p>\n<p>Apakah<br \/>\nanda mau menyelidiki dan menemukan Sabat &#8211; hari ketujuh yang sebenarnya?<\/p>\n<hr style=\"width: 33%\" align=\"left\">\n<p><font size=\"3\" face=\"Georgia\">Klik di <a href=\"\/view-video\/1484\/hari-sabat-lunar-dalam-pembelaannya-bagian-2.html\" title=\"\">sini<\/a><br \/>\nuntuk menonton videonya!<\/font><\/p>\n","protected":false},"featured_media":217410,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":[],"class_list":["post-108622","wlc-article","type-wlc-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","wlc-article-category-kalender-yahs","wlc-content-directory-answering-objections-to-the-lunar-sabbath"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Hari Sabat Lunar \u2502 Dalam Pembelaannya Bagian 2 - Worlds Last Chance<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath-the-defense-part-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hari Sabat Lunar \u2502 Dalam Pembelaannya Bagian 2 - Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kebenaran tidak perna bertentangan dengan dirinya sendiri. Ketika semua hal disekitar membingungkan dan kacau, Kebenaran berdiri sendiri dan tak tergoyahkan. Dalam kekacauan yang membingungkan dari banyaknya pendapat-pendapat yang berlawanan, pengakuan-pengakuan berbeda melawan hari Sabat lunar yang Alkitabiah telah dibuat. Kebanyakan penyebabnya disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan pengertian akan kebenaran. Setiap orang yang telah menghidupi kesalahan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath-the-defense-part-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-20T21:40:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/lunar-sabbath-in-defense-part-2-bahasa.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"250\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"159\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"13 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath-the-defense-part-2\/\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath-the-defense-part-2\/\",\"name\":\"Hari Sabat Lunar \u2502 Dalam Pembelaannya Bagian 2 - Worlds Last Chance\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath-the-defense-part-2\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath-the-defense-part-2\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/lunar-sabbath-in-defense-part-2-bahasa.jpg\",\"datePublished\":\"2012-02-14T02:04:19+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-20T21:40:35+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath-the-defense-part-2\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath-the-defense-part-2\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath-the-defense-part-2\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/lunar-sabbath-in-defense-part-2-bahasa.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/lunar-sabbath-in-defense-part-2-bahasa.jpg\",\"width\":250,\"height\":159},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath-the-defense-part-2\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Articles\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Hari Sabat Lunar \u2502 Dalam Pembelaannya Bagian 2\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/\",\"name\":\"Worlds Last Chance\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hari Sabat Lunar \u2502 Dalam Pembelaannya Bagian 2 - Worlds Last Chance","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath-the-defense-part-2\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Hari Sabat Lunar \u2502 Dalam Pembelaannya Bagian 2 - Worlds Last Chance","og_description":"Kebenaran tidak perna bertentangan dengan dirinya sendiri. Ketika semua hal disekitar membingungkan dan kacau, Kebenaran berdiri sendiri dan tak tergoyahkan. Dalam kekacauan yang membingungkan dari banyaknya pendapat-pendapat yang berlawanan, pengakuan-pengakuan berbeda melawan hari Sabat lunar yang Alkitabiah telah dibuat. Kebanyakan penyebabnya disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan pengertian akan kebenaran. Setiap orang yang telah menghidupi kesalahan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath-the-defense-part-2\/","og_site_name":"Worlds Last Chance","article_modified_time":"2025-08-20T21:40:35+00:00","og_image":[{"width":250,"height":159,"url":"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/lunar-sabbath-in-defense-part-2-bahasa.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"13 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath-the-defense-part-2\/","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath-the-defense-part-2\/","name":"Hari Sabat Lunar \u2502 Dalam Pembelaannya Bagian 2 - Worlds Last Chance","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath-the-defense-part-2\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath-the-defense-part-2\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/lunar-sabbath-in-defense-part-2-bahasa.jpg","datePublished":"2012-02-14T02:04:19+00:00","dateModified":"2025-08-20T21:40:35+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath-the-defense-part-2\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath-the-defense-part-2\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath-the-defense-part-2\/#primaryimage","url":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/lunar-sabbath-in-defense-part-2-bahasa.jpg","contentUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/lunar-sabbath-in-defense-part-2-bahasa.jpg","width":250,"height":159},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath-the-defense-part-2\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Articles","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Hari Sabat Lunar \u2502 Dalam Pembelaannya Bagian 2"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/","name":"Worlds Last Chance","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article\/108622","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/wlc-article"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108622"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/217410"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108622"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}