{"id":108565,"date":"2012-01-12T12:16:24","date_gmt":"2012-01-12T12:16:24","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/wlc-article\/migrating-upacara-pernikahan-bagi-mereka-yang-terpanggil-keluar\/"},"modified":"2025-08-20T20:34:04","modified_gmt":"2025-08-20T20:34:04","slug":"upacara-pernikahan-bagi-mereka-yang-terpanggil-keluar","status":"publish","type":"wlc-article","link":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/articles\/kesalehan-praktis\/upacara-pernikahan-bagi-mereka-yang-terpanggil-keluar\/","title":{"rendered":"Upacara Pernikahan bagi Mereka yang Terpanggil Keluar"},"content":{"rendered":"<p>Kekuatan tradisi<br \/>\nditemukan di dalam <em>perasaan-perasaan<\/em><br \/>\nmanusia yang melekat pada berbagai tindakan-tindakan, simbol-simbol<br \/>\natau praktek-praktek<br \/>\nkehidupan.<br \/>\nTradisi-tradisi yang telah diturunkan dari generasi ke generasi<br \/>\nmembawa sebuah rasa yang berkelanjutan. Tradisi-tradisi ini membawa kepada emosi-emosi pikiran dari<br \/>\npengalaman masa lalu dan  memberikan<br \/>\nsebuah ikatan emosional yang kuat di sepanjang waktu dan jarak. Di dalam<br \/>\nmasa-masa berkabung, tradisi-tradisi bahkan dapat memberikan sebuah rasa nyaman.<br \/>\nBudaya-budaya, dan bahkan masing-masing keluarga, telah menghargai<br \/>\ntradisi-tradisi yang dinilai penting bagi mereka.<\/p>\n<p>Tradisi-tradisi<br \/>\nmembawa keindahan dan arti bagi banyak sendi-sendi kehidupan. Disaat keyakinan<br \/>\nagama yang seharusnya didasari Alkitab ketimbang tradisi, ada banyak area-area<br \/>\nlain di mana tradisi dapat sangat mempengaruhi<br \/>\nkehidupan mereka yang terlibat. Pernikahan adalah salah satu ritual yang<br \/>\nmemiliki banyak tradisi. <\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"buket pengantin\" style=\"margin-top: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/bridal-boquet-2.png\" align=\"right\" height=\"466\" width=\"300\">Bagi pasangan<br \/>\nyang ingin mengokohkan pernikahan mereka di atas Alkitab dan<br \/>\nhanya Alkitab, yang ingin menanggalkan segala hal<br \/>\nyang berhubungan dengan \u201cBabel\u201d, sejumlah<br \/>\npertanyaan-pertanyaan muncul. <em>Bagaimanakah upacara pernikahan yang<br \/>\nAlkitabiah?  Haruskah pernikahan<br \/>\nberlangsung di dalam gereja?  Dapatkah<br \/>\nitu berlangsung di pengadilan? Apakah salah jika mendapatkan surat izin menikah<br \/>\nyang \u201cresmi\u201d, atau haruskah orang hanya mengucapkan janji di depan teman-teman<br \/>\ndan keluarga? Apakah Alkitab menetapkan waktu untuk melangsungkan pernikahan?<\/em><em> <\/em><em>Bagaimana dengan pakaian pernikahan yang<br \/>\n\u201ctradisional\u201d?  apakah umat Yahuwah<br \/>\nmemakai cincin pernikahan?<\/em><\/p>\n<p>Ini semua adalah<br \/>\npertanyaan-pertanyaan yang<br \/>\nwajar. Alkitab tidak memberikan petunjuk-petunjuk yang spesifik tentang bagaimana<br \/>\npernikahan tersebut dilangsungkan. Namun, prinsip-prinsip Alkitab memberikan sebuah dasar<br \/>\nuntuk menjawab setiap pertanyaan ini.<\/p>\n<p>Berbagai budaya<br \/>\nmemiliki definisi yang berbeda tentang apa yang dimaksud dengan pernikahan.  Karena Alkitab tidak  menyebutkan tentang cara melangsungkan sebuah<br \/>\nupacara pernikahan, sehingga sangat bisa diterima untuk menyertakan  berbagai tradisi budaya anda masing-masing<br \/>\nyang memiliki arti dan keindahan ke dalam sebuah pernikahan.<\/p>\n<p>Yang<br \/>\nmenyatukan dua pribadi bersama-sama ke dalam satu kesatuan pernikahan bukanlah<br \/>\ntempatnya; bukan bunga-bunga, atau pakaian, kue atau cincin pernikahan. Tetapi<br \/>\njanji yang mereka ucapkan di hadapan Yahuwah dan tamu pernikahan yang menjadi<br \/>\nsaksi manusia pada upacara itu.<\/p>\n<p>Penyatuan<br \/>\nlaki-laki dan perempuan di dalam pernikahan <br \/>\nsering disebut sebagai \u201cpemberkatan nikah\u201d.  Ini adalah<br \/>\nhubungan suci yang berbeda dari setiap hubungan persahabatan atau kerjasama<br \/>\nlain yang mungkin dimiliki manusia. Pada masa<br \/>\nPenciptaan, Yahuwah menciptakan <em>dua<\/em><br \/>\njenis kelamin. Di dalam penyatuan laki-laki dan perempuan, karakter Yahuwah dinyatakan<br \/>\nkepada semua makhluk:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Berfirmanlah  [Elohim] : \u201c<em>Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita<\/em>,<br \/>\nsupaya <em>mereka<\/em> berkuasa . . . atas<br \/>\nseluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.  Maka . . . [Elohim] menciptakan manusia itu<br \/>\nmenurut gambar-Nya, menurut gambar . . . [Elohim] diciptakan-Nya dia; laki-laki<em>dan<\/em> perempuan diciptakan-Nya <em>mereka<\/em>. <br \/>\n(Kejadian 1:26, 27, KJV, penekanan<br \/>\ndiberikan.)<\/p>\n<p>Oleh karena itu<br \/>\npernikahan jauh melebih sebuah kontrak hukum antara dua<br \/>\npihak. Itu adalah <em>perjanjian<\/em> yang<br \/>\ndisaksikan dan diberkati oleh Sang Pencipta.<\/p>\n<p>Di dalam sistem<br \/>\nhukum manusia, pernikahan dipandang sebagai sebuah <em>kontrak hukum<\/em>. Dengan demikian, tidak setiap orang diizinkan<br \/>\nmelakukan upacara pernikahan. Hanya mereka yang diberi wewenang yang sah oleh<br \/>\nnegara yang diizinkan melangsungkan sebuah upacara pernikahan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"pernikahan outdoor\" style=\"margin-top: 10px; margin-bottom: 10px; margin-right: 10px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/outdoor-wedding-2.png\" align=\"left\" height=\"266\" width=\"400\">Bagi orang-orang<br \/>\npercaya, pernikahan adalah jauh lebih dari sekedar kontrak hukum. Pernikahan<br \/>\nadalah sebuah <em>perjanjian<\/em> \u2013 sebuah<br \/>\nkesepakatan yang mengikat berdasarkan hukum-hukum Kerajaan Surga,<br \/>\ndisaksikan dan disetujui oleh Sang Pemberi Hukum yang besar. Sebuah <em>kontrak<\/em> mengikat di dalam pengadilan<br \/>\nhukum manusia, tetapi sebuah <em>perjanjian<\/em>,<br \/>\nyang dilakukan dengan janji dan disaksikan<br \/>\noleh Penguasa alam semesta itu Sendiri, adalah<br \/>\njauh lebih mengikat. Dengan demikian, hukum-hukum pengadilan manusia dapat<br \/>\nmemutuskan \u201ckontrak hukum\u201d pernikahan, namun perjanjian tersebut akan tetap<br \/>\nmengikat berdasarkan hukum-hukum pengadilan Sorgawi.<\/p>\n<p>Kesadaran bahwa<br \/>\njanji-janji yang diucapkan di hadapan Yahuwah yang<br \/>\nmembuat setiap upacara pernikahan menjadi khidmat telah menyebabkan banyak pertanyaan apakah perlu<br \/>\natau bahkan dianjurkan untuk menjadikan pernikahan \u201csah\u201d dengan sebuah surat<br \/>\nizin menikah di dalam sebuah upacara yang dilakukan oleh seorang pejabat yang<br \/>\ndiberi wewenang oleh negara untuk melangsungkan pernikahan. Ketika pemerintah<br \/>\nmengeluarkan sebuah \u201cizin\u201d yang tersirat di dalam tindakan tersebut adalah<br \/>\npengakuan tentang apakah pemerintah dapat memberikan izin untuk melakukannya, termasuk<br \/>\njuga dapat membatalkan atau menolak hak anda untuk menikah. Biasanya, pemerintah  melakukan beberapa pembatasan tertentu pada<br \/>\npernikahan. Sebagian besar pemerintah menolak untuk mengizinkan pernikahan<br \/>\ndikarenakan hal-hal sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Di<br \/>\nantara kedua pihak memiliki hubungan yang terlalu dekat, entah itu saudara, hubungan<br \/>\norang tua\/anak atau, kadang, sepupu<\/li>\n<li>Kedua<br \/>\npihak memiliki jenis kelamin yang sama<\/li>\n<li>Antara<br \/>\nmanusia dan hewan atau yang tidak berwujud manusia lainnya<\/li>\n<li>Jika<br \/>\nsalah satu atau keduanya masih di bawah umur, untuk melindungi anak-anak dari<br \/>\nperkosaan<\/li>\n<li>Jika<br \/>\nsalah satu atau kedua pihak telah menikah<\/li>\n<\/ul>\n<p>Memang benar<br \/>\nsurat nikah tidak membuat anda menikah di mata Sorga. Namun, itu bukan berarti<br \/>\nbahwa pasangan yang menyatukan hidup mereka bersama-sama di dalam pernikahan<br \/>\nharus menolak mengikuti persyaratan-persyaratan hukum untuk pernikahan yang<br \/>\nmengaturnya di negara di mana<br \/>\nmereka tinggal.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Tiap-tiap orang<br \/>\nharus takluk kepada pemerintah yang di atasnya. Sebab tidak ada pemerintah,<br \/>\nyang tidak berasal dari . . . [Yahuwah], dan pemerintah-pemerintah yang ada<br \/>\nditetapkan oleh . . . [Yahuwah]. Sebab itu siapa yang melawan pemerintah, ia<br \/>\nmelawan ketetapan . . . [Yahuwah], dan siapa yang melakukannya, akan<br \/>\nmendatangkan hukuman atas dirinya.  (Roma<br \/>\n13:1, 2, NKJV) <\/p>\n<p>Berabad-abad<br \/>\nyang lalu di negara Inggris, pernikahan-pernikahan dilakukan dengan cara<br \/>\ntradisional, dengan sebuah pertukaran pita di pergelangan tangan dan <em>tanpa kehadiran seorang <\/em><em>pendeta<\/em>, <em><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"pengantin memegang tangan\" style=\"margin-top: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 15px\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/holding-hands-2.png\" align=\"right\" height=\"266\" width=\"400\"><\/em>yang<br \/>\ndisebut pernikahan \u201chukum adat\u201d. Hal ini di anggap <em>secara hukum mengikat pernikahan<\/em> dan  membuat sebuah  skandal yang tersebar luas ketika salah satu<br \/>\nraja Saxon mula-mula menyingkirkan istrinya demi sebuah<br \/>\npenyatuan baru dengan wanita yang berbeda, diberkati oleh seorang pendeta.<br \/>\nSemua negara memiliki beberapa bentuk pernikahan semacam ini. <\/p>\n<p>Dengan<br \/>\ntersebarnya Gereja Katholik Roma di seluruh Eropa, pernikahan hukum adat<br \/>\nmenjadi tidak disetujui. Hanya pernikahan-pernikahan yang \u201cdiberkati\u201d oleh<br \/>\nseorang pendeta yang dianggap mengikat secara moral.  Akhirnya, pada tahun 1753, Inggris melarang<br \/>\npernikahan-pernikahan hukum adat berdasarkan Undang-Undang Pernikahan. Sejak<br \/>\nsaat itu, pernikahan harus dilakukan oleh seorang pendeta<br \/>\nGereja Inggris, kecuali orang-orang Yahudi atau kaum Quaker. <\/p>\n<p>Bahkan saat ini,<br \/>\nbanyak negara mengizinkan pernikahan-pernikahan \u201chukum adat\u201d karena mereka<br \/>\nmengakui bahwa hak untuk menikah telah ada sebelum pemerintahan dibentuk, sehingga<br \/>\ninstitusi pernikahan ada sebelum hukum ditetapkan. Konon,<br \/>\nbahkan pemerintahan yang mengakui <em>keabsahan<\/em><br \/>\npernikahan hukum adat sebagai hak, tidak selalu <em>mengakui<\/em> pasangan yang telah menikah yang tidak memiliki surat<br \/>\nnikah yang dikeluarkan oleh negara.  Hal<br \/>\nini menjadi perhatian karena sangat mempengaruhi masalah-masalah hukum lainnya.<\/p>\n<p>Sebuah hubungan<br \/>\npernikahan mempengaruhi kepemilikan harta benda, hak-hak bertahan hidup, tunjangan-tunjangan<br \/>\nsuami-istri dan banyak fasilitas pernikahan lainnya, termasuk, diantaranya  persentasi pajak. Mendaftarkan pernikahan<br \/>\ndengan otoritas hukum yang tepat  sangat<br \/>\npenting untuk melindungi pribadi-pribadi yang terlibat. Selain itu, jika<br \/>\npasangan tersebut yang akan memiliki anak-anak, itu juga merupakan sebuah<br \/>\nperlindungan hukum untuk anak-anak yang seharusnya tidak ditolak hanya karena<br \/>\npemerintahan manusia yang mengeluarkan dokumen hukum. <\/p>\n<p>Sebuah surat<br \/>\nnikah memberi tingkat perlindungan tertentu di dalam peristiwa kematian<br \/>\npasangan atau perceraian.  Pemerintahan<br \/>\nyang mengakui pernikahan-pernikahan hukum adat biasanya menuntut beberapa<br \/>\nbentuk bukti dari pernikahan hukum adat jika ditentang di pengadilan atau jika<br \/>\nbukti pernikahan tersebut diperlukan untuk menyelesaikan persoalan harta<br \/>\nbenda pasangan yang telah meninggal.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Hukum adat tidak<br \/>\nbegitu banyak &#8220;mengendalikan&#8221; tindakan untuk menikah, atau &#8220;mengokohkan&#8221;<br \/>\nsebuah pernikahan, karena hukum tersebut menetapkan penanda-penanda yang dapat<br \/>\ndigunakan untuk menentukan apakah laki-laki dan perempuan pada kenyataannya<br \/>\ntelah menikah, atau apakah mereka hanya menggunakan kata &#8220;menikah&#8221; tanpa<br \/>\nadanya elemen-elemen yang mendasar yang masyarakat pahami untuk mendampingi<br \/>\nsebuah pernikahan yang sebenarnya. Singkatnya, <em>hukum adat tidak berfungsi pada sebuah pernikahan kecuali atau sampai<br \/>\nkeabsahan sebuah pernikahan di<\/em><em>gugat<\/em><em> di pengadilan<\/em>. Pada<br \/>\nsaat itu, pengadilan akan menggunakan standar-standar hukum adat yang telah<br \/>\nditingkatkan untuk memutuskan apakah dugaan pernikahan benar-benar terjadi.<sup>1<\/sup><\/p>\n<p>Meskipun<br \/>\npernikahan-pernikahan \u201chukum adat\u201d adalah sah di beberapa negara, ada prinsip<br \/>\nyang lebih luas terlibat yang harus dipertimbangkan. Yaitu pentingnya<br \/>\nmenghindari menjadi batu <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"surat nikah\" style=\"margin-top: 10px; margin-bottom: 10px; margin-right: 10px\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/marriage-certificate-2.png\" align=\"left\" height=\"266\" width=\"400\">sandungan. Dengan adanya penurunan akhlak pernikahan<br \/>\ndi seluruh masyarakat moderen, semakin<br \/>\nbanyak orang yang \u201ckumpul kebo\u201d \u2013 tinggal bersama tanpa adanya pernikahan. Ketika<br \/>\nsebuah pasangan tinggal bersama tanpa memiliki dokumen yang diperlukan oleh<br \/>\npemerintah mereka masing-masing untuk memiliki sebuah pernikahan yang diakui<br \/>\nsecara hukum, itu dilihat orang lain sebagai \u201chidup di dalam dosa\u201d.  Sementara jika hanya kerabat dan keluarga<br \/>\nyang telah menyaksikan janji-janji yang telah diucapkan dihadapan Yahuwah, dilihat<br \/>\norang lain sebagai pasangan yang tidak berkomitmen tetapi hanya sebagai \u201cteman<br \/>\ntidur\u201d untuk alasan yang jelas.<\/p>\n<p>Yahushua mengakui<br \/>\npentingnya menghindari menjadi batu sandungan. Pada masalah-masalah yang tidak<br \/>\nmelanggar hukum Yahuwah tetapi dapat menjadi batu sandungan jika ketentuan<br \/>\ndiabaikan, teladan Yahushua mengajarkan bahwa ketentuan manusia harus diikuti.<\/p>\n<p>Suatu hari, pemungut<br \/>\nbea Bait Suci \u201cdatang kepada Petrus dan berkata, \u2018Apakah gurumu tidak membayar<br \/>\nbea dua dirham itu?\u2019\u201d (Matius 17:24, NKJV).<\/p>\n<p>Petrus merasakan<br \/>\nsebuah kritik yang tersirat terhadap Gurunya yang<br \/>\nterkasih<br \/>\ndan dengan cepat segera membela-Nya. <a href=\"\/biblical-christian-beliefs\/mengapa-hanya-yahuwah-dan-yahushua.html\">Yahushua<\/a> bukanlah<br \/>\nseorang pelanggar hukum! Sehingga ia menjawab, \u201cmemang membayar!\u201d<\/p>\n<p>Petrus tidak<br \/>\nmenyadarinya, tetapi untuk kepuasan musuh-musuh Juruselamat, bahwa dia sebenarnya telah menyatakan bahwa Yahushua<br \/>\nbukanlah Mesias [Pribadi yang Diurapi]! Dalam sistem<br \/>\nkehidupan orang Ibrani, \u201corang-orang yang diurapi\u201d menjadi raja, pangeran,<br \/>\nimam atau rabi, tidak diharuskan membayar bea bait suci. Sebagai Mesias dan<br \/>\nseorang rabi yang dihormati, Yahushua tidak perlu membayar pajak.<\/p>\n<p>Yahushua tidak<br \/>\nmemarahi Petrus. Dia tahu bahwa Petrus telah melakukan kesalahan hanya untuk<br \/>\nmembela Dia. Dengan sabar, Yahushua menjelaskan kepada Petrus mengapa pemungut<br \/>\npajak tersebut bertanya kepada dia dan mengapa Juruselamat secara hukum tidak<br \/>\ndiharuskan untuk membayar pajak. Perkataan-Nya yang selanjutnya berisi perintah<br \/>\nuntuk semua orang yang mempertanyakan hak hukum yang dihaaruskan oleh pemerintah duniawi, tetapi yang<br \/>\ntidak diharuskan oleh pemerintahan<br \/>\nilahi:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\u201cTetapi supaya<br \/>\njangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau.<br \/>\nDan ikan pertama yang kau pancing<br \/>\n, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau<br \/>\nakan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah<br \/>\nkepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga\u201d. (Matius<br \/>\n17:27)<\/p>\n<p>\u201cJangan kita<br \/>\nmenjadi batu sandungan bagi mereka\u201d.  Yahushua, sebagai Mesias, tidak perlu membayar<br \/>\npajak. Namun, untuk menghindari memberi batu sandungan, Yahushua memerintahkan<br \/>\nPetrus untuk membayar pajak \u2013 <em>dan<\/em> Dia<br \/>\nmelakukan mujizat di dalam menyediakan uang untuk pajak tersebut yang<br \/>\nmenegaskan kembali jabatan-Nya yang bebas dari pajak!<\/p>\n<p>Ini adalah sikap<br \/>\nyang harus dipegang oleh semua orang yang ingin<br \/>\nmenghormati Yahuwah.  Pemerintahan<br \/>\nSorgawi tidak  memerlukan sebuah surat<br \/>\nnikah negara; namun, \u201cjangan kita menjadi <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"pengantin di pernikahan outdoor\" style=\"margin-top: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/bride-and-groom-outside-1-2.png\" align=\"right\" height=\"524\" width=\"350\">batu sandungan\u201d setiap tindakan<br \/>\npencegahan harus dilakukan untuk menghindari munculnya kejahatan. Jika surat<br \/>\nnikah yang sederhana mencegah kita menjadi batu sandungan, tak seorang pun<br \/>\nharus menolak untuk mendapatkannya.<\/p>\n<p>Pertanyaan<br \/>\nberikutnya yang muncul adalah dimana seharusnya pernikahan tersebut<br \/>\ndilaksanakan dan siapa yang harus memimpin? <br \/>\nApakah harus melangsungkan pernikahan di dalam gereja untuk mendapatkan<br \/>\nberkat Yahuwah?  Ini adalah masalah yang paling utama bagi mereka yang telah keluar dari denominasi<br \/>\nterorganisir. <\/p>\n<p>Di sini, adat<br \/>\nistiadat dan hukum-hukum sedikit mempengaruhi jawaban tersebut. Di Amerika<br \/>\nUtara, para pendeta diberi wewenang layak oleh negara untuk melakukan upacara<br \/>\npernikahan. Jika pasangan tersebut memiliki kerabat seorang pendeta dan itu<br \/>\nakan menjadi sangat bermakna bagi mereka yang memiliki<br \/>\nkerabat untuk melangsungkan pernikahan, tidak ada yang salah dengan menikah<br \/>\ndengan cara itu. Namun, setelah seseorang memahami keadaan<br \/>\ngereja-gereja yang telah jatuh, adalah tidak pantas bagi seseorang<br \/>\ntersebut untuk menikah di dalam sebuah gereja.<br \/>\nTidak ada bangsa Israel yang mau menikah di dalam Kuil Venus, si dewi cinta, hanya<br \/>\nkarena itu merupakan sebuah tempat yang indah untuk menikah. Demikian juga, umat<br \/>\nYahuwah yang mengindahkan panggilan untuk meninggalkan Babel tidak akan memilih<br \/>\nuntuk menikah di dalam gereja. <\/p>\n<p>Beberapa<br \/>\npernikahan yang paling indah terjadi di luar gedung. Pernikahan Adam dan Hawa<br \/>\nterjadi di dalam sebuah taman. Tempat-tempat lain yang cocok untuk pernikahan<br \/>\nadalah rumah-rumah keluarga atau, jika rumah pribadi terlalu kecil untuk sebuah<br \/>\npernikahan, sebuah  aula yang di sewa<br \/>\natau ruang pertemuan hotel dapat juga menjadi tempat pernikahan.<\/p>\n<p>Banyak negara<br \/>\nyang tidak memberikan kewenangan hukum kepada para pendeta untuk melakukan<br \/>\nupacara pernikahan. Di negara-negara tersebut, mereka yang  menginginkan upacara keagamaan, memiliki dua<br \/>\npilihan: mereka menikah dengan otoritas hukum yang sesuai di gedung pengadilan<br \/>\ndan kemudian penyatuan mereka diberkati dalam sebuah upacara keagamaan di<br \/>\ntempat lain. Tidak ada yang salah dengan menikah di sebuah gedung pengadilan<br \/>\ndengan seorang jaksa atau pejabat lainnya. Yang terpenting ialah bahwa dimana<br \/>\npun pernikahan berlangsung, terlepas dari apakah seorang pendeta atau pejabat<br \/>\npengadilan yang melakukan upacara tersebut, itu diakui sebagai sebuah upacara<br \/>\nyang khidmat, peristiwa suci di mana<br \/>\nsebuah perjanjian disahkan. Kehadiran teman-teman dan keluarga sebagai saksi-saksi<br \/>\npendukung biasanya menjaddi bagian yang penting dari acara tersebut.<\/p>\n<p>Ada<br \/>\nfaktor-faktor lain yang seharusnya tidak diabaikan hanya karena bukan merupakan<br \/>\n\u201cperintah-perintah\u201d yang Alkitabiah. Setiap <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Pasangan pengantin Cina\" style=\"margin-top: 10px; margin-bottom: 10px; margin-right: 10px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/chinese-bridal-couple-2.png\" align=\"left\" height=\"266\" width=\"400\">budaya memiliki tradisinya<br \/>\nmasing-masing yang memiliki arti dan keindahan untuk upacara pernikahan. Mempelai<br \/>\npria Israel menulis sebuah perjanjian pernikahan yang ia sampaikan kepada<br \/>\nmempelai wanitanya. Perjanjian ini, disebut <em>ketubah<\/em>,<br \/>\nyang disampaikan kepada mempelai wanita di perjamuan makan khusus yang<br \/>\ndipersiapkan oleh keluarga mempelai wanita. <\/p>\n<p>Di dalam<br \/>\nperjanjian itu, mempelai laki-laki mengungkapkan cintanya untuk mempelai<br \/>\nwanitanya dan menyampaikan janji-janjinya kepada mempelai wanita dan<br \/>\nkeluarganya. Mempelai pria tersebut menguraikan bagaimana ia berencana untuk<br \/>\nmelindungi dan mengurus mempelai wanita dan anak-anak yang akan mereka miliki, dan<br \/>\nbagaimana ia ingin rumah tangga mereka berjalan dan anak-anak bertumbuh.<\/p>\n<p>Setelah<br \/>\nmenyampaikan janji pernikahan tersebut kepada<br \/>\nmempelai wanita, ia akan menuangkan segelas anggur, dengan kualitas terbaik<br \/>\nyang ia mampu beli, dan meneguknya.  Kemudian<br \/>\nmempelai wanita akan mengambil <em>ketubah<\/em><br \/>\ntersebut dan mempelajarinya. Ia akan dengan hati-hati mempertimbangkan setiap<br \/>\npoin dan apakah ia bersedia menerima dan mengikuti perjanjian tersebut. Itu<br \/>\nmungkin memerlukan waktu baginya untuk mempertimbangkannya. Tidak perlu buru-buru. Saat, setelah selesai melakukan pertimbangan yang matang, ia akan<br \/>\nmemutuskan untuk menerima ketubah tersebut, ia juga akan meneguk anggur dan<br \/>\ndari situ mereka dinyatakan bertunangan. <\/p>\n<p>Berbagai tradisi<br \/>\npernikahan dari budaya yang berbeda-beda membantu memberi kontribusi untuk<br \/>\nkekhidmatan perjanjian ini yang mana keduanya merupakan sebuah perjanjian yang<br \/>\nsah serta sebuah perjanjian yang disaksikan secara ilahi. Pada masa penganiayaan hebat oleh Gereja Katholik<br \/>\nRoma, kaum Huguenot dan kaum Waldens dilarang melakukan pelayanan-pelayanan<br \/>\nkeagamaan apapun. Mereka hanya dapat melakukan pelayanan pernikahan dan<br \/>\npemakaman. Dalam situasi seperti itu, pernikahan-pernikahan menjadi upacara<br \/>\nyang sangat rohani dan sakral, karena itu merupakan salah satu kesempatan<br \/>\nketika orang yang setia dapat dengan aman saling bertemu. Kekhidmatan suci<br \/>\ntersebut dibawa ke upacara pernikahan yang sangat pantas dan tentu saja lebih<br \/>\ndiberkati Sorga dari pada upacara yang tidak formal, yang sering dipenuhi<br \/>\ndengan candaan di zaman sekarang.<\/p>\n<p>Budaya-budaya<br \/>\nyang berbeda memiliki waktu upacara pernikahan yang berbeda-beda.  Pernikahan-pernikahan orang Ibrani<br \/>\ndilangsungkan pada malam hari. Langit berbintang yang terlihat di atas kepala<br \/>\nadalah sebuah pengingat pada semua janji Yahuwah kepada Abraham bahwa<br \/>\nketurunannya akan seperti pasir di laut dan bintang di langit yang tak<br \/>\nterhitung banyaknya. Sekali lagi, meskipun, ini bukanlah mandat Alkitab. Ini<br \/>\nhanya sebuah tradisi yang menambahkan keindahan dan makna pada<br \/>\npernikahan-pernikahan orang Ibrani.<\/p>\n<p>Di Inggris, pernikahan<br \/>\nbiasanya dilangsungkan pada pagi hari. Bahkan, upacara pernikahan menjadi tidak<br \/>\nsah jika di langsungkan pada siang hari. Di Amerika Utara, sebaliknya, pernikahan<br \/>\nbiasanya dilangsungkan pada sore hari, dengan pernikahan yang paling formal<br \/>\nyang terjadi di malam hari. Tak ada pelaksanaan yang benar, dengan menganggap<br \/>\nsemua yang lain salah. Pasangan tersebut seharusnya menikah pada waktu yang<br \/>\npaling nyaman dan bermakna bagi mereka.<\/p>\n<p>Seseorang tidak perlu merasa harus<br \/>\nmenghabiskan lebih banyak uang melebihi<br \/>\nkemampuan mereka. Namun, penyelenggaraannya harus tetap diperhatikan agar saat<br \/>\nmemasuki pernikahan masing-masing pihak dapat saling menghargai. Dalam banyak<br \/>\nbudaya, warna merah adalah warna tradisional yang dikenakan untuk merayakan<br \/>\nsebuah pernikahan dan warna putih dikenakan <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Nepal pengantin\" style=\"margin-top: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/nepalese-bride-2.png\" align=\"right\" height=\"266\" width=\"400\">untuk berkabung. Dalam masyarakat<br \/>\nBarat, di mana warna hitam dikenakan untuk<br \/>\nberkabung, warna putih dikenakan sebagai simbol kesucian. Meskipun menghabiskan<br \/>\nbanyak uang pada pakaian pernikahan tidak diperlukan, mengenakan pakaian<br \/>\nistimewa adalah salah satu cara mempelai pria menghormati mempelai wanitanya, dan<br \/>\nmempelai wanita menghormati mempelai prianya.<\/p>\n<p>Cincin<br \/>\npernikahan berasal dari agama berhala dan tidak diperlukan untuk<br \/>\npernikahan. Lingkaran emas adalah sebuah simbol matahari. Ditempatkan pada \u201cjari<br \/>\nmanis\u201d tangan kiri karena diyakini bahwa pembuluh darah vena yang ada pada jari tersebut terhubung langsung ke jantung, tempat<br \/>\nkasih sayang berada. <\/p>\n<p>Simbol seperti ini, yang bersumber dari agama<br \/>\nberhala,<br \/>\ntidak pantas bagi Mereka yang Terpanggil<br \/>\nKeluar yang mau meninggalkan Babel. Dalam banyak budaya, tidak adanya cincin<br \/>\ndapat menyebabkan timbulnya prasangka bahwa pasangan<br \/>\ntersebut tinggal bersama tanpa terikat pernikahan. Jika pasangan yang baru<br \/>\nmenikah menghadapi situasi seperti itu, sebuah cincin yang sederhana, dikenakan<br \/>\noleh wanita selama beberapa minggu sampai statusnya sebagai wanita yang telah<br \/>\nmenikah ditetapkan, adalah cukup untuk memberitahukan statusnya dan agar tidak<br \/>\nmenjadi batu sandungan. Setelah hal itu tercapai, cincin pernikahan dapat<br \/>\ndilepaskan sebagai perhiasan yang tidak diperlukan.<\/p>\n<p>Setiap upaya<br \/>\nharus dibuat untuk membawa makna yang penting pada acara istimewa ini.  Gadis-gadis kecil bertumbuh dengan memimpikan<br \/>\nhari ketika mereka menjadi mempelai wanita dan seorang mempelai pria yang ia<br \/>\nkasihi yang terpilih akan melakukan segala daya untuk mendukung  dan memeliharany sehingga<br \/>\nia berubah menjadi istri idaman mempelai pria tersebut.<\/p>\n<p>Sementara<br \/>\nkebanyakan pasangan muda berharap pada upacara<br \/>\npernikahan sebagai awal kehidupan pernikahan mereka, pasangan yang lebih tua<br \/>\nyang telah menikah lebih menyadari, di dalam <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Ukraina pernikahan pasangan\" style=\"margin-top: 10px; margin-bottom: 10px; margin-right: 10px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/ukranian-wedding-couple-2.png\" align=\"left\" height=\"265\" width=\"400\">meninjau ulang, bahwa kehidupan<br \/>\npernikahan yang sebenarnya dimulai selama beberapa hari kehidupan pernikahan.  Bulan madu adalah permulaan yang sesungguhnya<br \/>\ndari kehidupan mereka sebagai suami dan istri. Bulan madu yang panjang dan<br \/>\nmahal adalah keharusan yang tidak bijak dan tidak harus berhutang demi bulan<br \/>\nmadu. Namun, segala upaya harus dilakukan, untuk yang terbaik dari kemampuan<br \/>\nseseorang, untuk memiliki hak waktu pribadi bersama-sama  pada awal pernikahan.<\/p>\n<p>Kebiasaan seumur<br \/>\nhidup dapat dibentuk selama bulan madu yang akan menjadi sebuah berkat bagi<br \/>\nmasing-masing dalam melalui sisa hidup mereka. Mengadakan \u201cibadah keluarga\u201d pada<br \/>\npagi hari dan malam hari yang dimulai dari awal, meluangkan waktu untuk berdoa<br \/>\nbersama, saling bertemu dan mendengarkan, akan memperkuat<br \/>\nikatan pernikahan dan menuai banyak berkat di tahun-tahun yang akan datang.<\/p>\n<p>Yahuwah mengakui<br \/>\npentingnya penguatan hubungan baru di awal. Dia memerintahkan bahwa tidak<br \/>\nseorang pun boleh di utus untuk berperang di tahun awal<br \/>\npernikahan. Sebaliknya, ia harus tetap di rumah untuk membuat istrinya bahagia.<br \/>\nJelas, hal ini bukan berarti bahwa ia malas dan tidak bekerja. Namun, bahwa di<br \/>\ntahun pertama adalah waktu yang khusus, seperti yang dinyatakan di dalam<br \/>\nAlkitab, keduanya menjadi \u201csatu daging.\u201d Sebab hanya dengan berbagi pengalaman<br \/>\nhidup ikatan semacam itu dibentuk dan setiap pasangan yang baru menikah<br \/>\nharus berusaha memperkuat hubungan mereka di dalam takut akan Yahuwah.<\/p>\n<p>Hubungan suami<br \/>\nistri dikokohkan oleh Yahuwah. Dengan Sang Pencipta<br \/>\nsebagai kepala rumah, pernikahan benar-benar dapat menjadi berkat. Sebab baik<br \/>\nlaki-laki dan perempuan menampilkan \u201crupa Yahuwah\u201d<br \/>\nsehingga penyatuan laki-laki dan perempuan dapat menyatakan kebenaran-kebenaran<br \/>\nyang berharga tentang Bapa Sorgawi. Pasangan yang berkomitmen<br \/>\nkepada Yahuwah dapat menjadi terang yang bersinar di dalam kegelapan dosa<br \/>\ndunia. Sebuah pengaruh yang luar biasa untuk kebaikan<br \/>\ndapat diberikan dengan menjadi teladan pernikahan yang ilahi dan Yahushua<br \/>\nmenjadi pusat di tengah-tengah keluarga.<\/p>\n<p>Berkat-berkat terbaik<br \/>\nSorga akan diberikan kepada mereka yang, bersama-sama, menjalani hidup mereka<br \/>\ndi dalam melayani Sang Pencipta.<\/p>\n<hr style=\"width: 33%\" align=\"left\">\n<p><sup>1<\/sup> <a title=\"\" target=\"_blank\" href=\"http:\/\/www.originalintent.org\/edu\/marriage.php\">http:\/\/www.originalintent.org\/edu\/marriage.php<\/a>, penekanan diberikan.<\/p>\n","protected":false},"featured_media":216993,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":[],"class_list":["post-108565","wlc-article","type-wlc-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","wlc-article-category-kesalehan-praktis","wlc-content-directory-marriage-divorce-re-marriage"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Upacara Pernikahan bagi Mereka yang Terpanggil Keluar - Worlds Last Chance<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/marriage-ceremonies-for-called-out-ones\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Upacara Pernikahan bagi Mereka yang Terpanggil Keluar - Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kekuatan tradisi ditemukan di dalam perasaan-perasaan manusia yang melekat pada berbagai tindakan-tindakan, simbol-simbol atau praktek-praktek kehidupan. Tradisi-tradisi yang telah diturunkan dari generasi ke generasi membawa sebuah rasa yang berkelanjutan. Tradisi-tradisi ini membawa kepada emosi-emosi pikiran dari pengalaman masa lalu dan memberikan sebuah ikatan emosional yang kuat di sepanjang waktu dan jarak. Di dalam masa-masa berkabung, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/marriage-ceremonies-for-called-out-ones\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-20T20:34:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/wedding-ceremonies-for-called-out-ones-bahasa.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"250\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"166\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"15 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/marriage-ceremonies-for-called-out-ones\/\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/marriage-ceremonies-for-called-out-ones\/\",\"name\":\"Upacara Pernikahan bagi Mereka yang Terpanggil Keluar - Worlds Last Chance\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/marriage-ceremonies-for-called-out-ones\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/marriage-ceremonies-for-called-out-ones\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/wedding-ceremonies-for-called-out-ones-bahasa.jpg\",\"datePublished\":\"2012-01-12T12:16:24+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-20T20:34:04+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/marriage-ceremonies-for-called-out-ones\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/marriage-ceremonies-for-called-out-ones\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/marriage-ceremonies-for-called-out-ones\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/wedding-ceremonies-for-called-out-ones-bahasa.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/wedding-ceremonies-for-called-out-ones-bahasa.jpg\",\"width\":250,\"height\":166},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/marriage-ceremonies-for-called-out-ones\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Articles\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Upacara Pernikahan bagi Mereka yang Terpanggil Keluar\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/\",\"name\":\"Worlds Last Chance\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Upacara Pernikahan bagi Mereka yang Terpanggil Keluar - Worlds Last Chance","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/marriage-ceremonies-for-called-out-ones\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Upacara Pernikahan bagi Mereka yang Terpanggil Keluar - Worlds Last Chance","og_description":"Kekuatan tradisi ditemukan di dalam perasaan-perasaan manusia yang melekat pada berbagai tindakan-tindakan, simbol-simbol atau praktek-praktek kehidupan. Tradisi-tradisi yang telah diturunkan dari generasi ke generasi membawa sebuah rasa yang berkelanjutan. Tradisi-tradisi ini membawa kepada emosi-emosi pikiran dari pengalaman masa lalu dan memberikan sebuah ikatan emosional yang kuat di sepanjang waktu dan jarak. Di dalam masa-masa berkabung, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/marriage-ceremonies-for-called-out-ones\/","og_site_name":"Worlds Last Chance","article_modified_time":"2025-08-20T20:34:04+00:00","og_image":[{"width":250,"height":166,"url":"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/wedding-ceremonies-for-called-out-ones-bahasa.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"15 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/marriage-ceremonies-for-called-out-ones\/","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/marriage-ceremonies-for-called-out-ones\/","name":"Upacara Pernikahan bagi Mereka yang Terpanggil Keluar - Worlds Last Chance","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/marriage-ceremonies-for-called-out-ones\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/marriage-ceremonies-for-called-out-ones\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/wedding-ceremonies-for-called-out-ones-bahasa.jpg","datePublished":"2012-01-12T12:16:24+00:00","dateModified":"2025-08-20T20:34:04+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/marriage-ceremonies-for-called-out-ones\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/marriage-ceremonies-for-called-out-ones\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/marriage-ceremonies-for-called-out-ones\/#primaryimage","url":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/wedding-ceremonies-for-called-out-ones-bahasa.jpg","contentUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/wedding-ceremonies-for-called-out-ones-bahasa.jpg","width":250,"height":166},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/marriage-ceremonies-for-called-out-ones\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Articles","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Upacara Pernikahan bagi Mereka yang Terpanggil Keluar"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/","name":"Worlds Last Chance","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article\/108565","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/wlc-article"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108565"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/216993"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108565"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}