{"id":108531,"date":"2011-09-23T22:15:45","date_gmt":"2011-09-23T22:15:45","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/wlc-article\/migrating-kasih-kekal-bagian-3-respon-manusia\/"},"modified":"2025-08-20T19:55:40","modified_gmt":"2025-08-20T19:55:40","slug":"kasih-kekal-bagian-3-respon-manusia","status":"publish","type":"wlc-article","link":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/articles\/kesalehan-praktis\/kasih-kekal-bagian-3-respon-manusia\/","title":{"rendered":"Kasih Kekal | Bagian 3: Respon Manusia"},"content":{"rendered":"<p align=\"center\"><img decoding=\"async\" alt=\"Yohanes 3: 16-17\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/eternal-love-part-3-q1-bahasa.png\" height=\"NaN\" width=\"500\"><\/p>\n<p>Yahuwah adalah kasih. Ketika pertikaian antara<br \/>\nkebaikan dan kejahatan mencapai akhirnya, Yahuwah akan menang karena Kasih<br \/>\nadalah kekuatan terkuat di alam semesta. &#8220;Air yang banyak tak dapat<br \/>\nmemadamkan kasih, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang<br \/>\nmemberi segala harta benda rumahnya untuk kasih, namun ia pasti akan<br \/>\ndihina.&#8221; (Kidung Agung 8: 7, KJV)<\/p>\n<p>Pertikaian yang telah lama berlangsung antara<br \/>\nKerajaan Kasih dan kerajaan jahat telah mengungkapkan dua jenis prinsip yang<br \/>\nberbeda. Yahuwah telah melakukan kampanye-Nya untuk memenangkan loyalitas jiwa<br \/>\nberdasarkan prinsip kasih, kebaikan, pengampunan dan keadilan. Setan telah<br \/>\nmenggunakan prinsip kekuatan, kekejaman dan penipuan untuk memimpin banyak<br \/>\norang menuju kehancuran. Kadang-kadang, hal itu telah tampak seperti<br \/>\npertarungan yang tidak seimbang karena Yahuwah hanya dapat menggunakan<br \/>\ncara-cara yang sesuai dengan standar Kasih-Nya.<\/p>\n<p>Namun, pada akhirnya, Yahuwah menang karena KASIH<br \/>\nadalah kekuatan yang paling kuat dari semuanya. &#8220;Kasih membangkitkan kasih.<br \/>\nSeseorang mengasihi karena seseorang itu dikasihi.&#8221;<sup>1<\/sup> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Manusia mencari di kejauhan\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 5px; margin-left: 15px\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/Man20looking.png\" align=\"right\" height=\"271\" width=\"400\">Berikut<br \/>\nadalah rahasia kekuatan Kasih yang besar. Kasih dapat mengubahkan &#8211; kekuatan<br \/>\ntidak dapat. Bahkan hati yang paling keras dapat menanggapi kebaikan kasih,<br \/>\nsedangkan kekuatan hanya menampilkan kekerasan yang lebih besar dari hati.<\/p>\n<p>Kekuatan dapat memaksa tubuh, tetapi tidak dapat<br \/>\nmengubah pikiran. &#8220;Seorang manusia yang tunduk pada keinginannya sendiri<br \/>\ntetap berasal dari pendapatnya.&#8221;<sup>2<\/sup> Hanya Kasih yang memiliki<br \/>\nkekuatan untuk mengubah perasaan dan keyakinan, dapat mengubah musuh menjadi sahabat.<\/p>\n<p>Luasnya kasih manusia diringkas dalam Alkitab dengan<br \/>\nmenyatakan: &#8220;Tidak ada kasih yang<br \/>\nlebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk<br \/>\nsahabat-sahabatnya.&#8221; (Yohanes 15:13, KJV)<\/p>\n<p>Pertunjukan Kasih ilahi, ketika Yahuwah mengorbankan<br \/>\nAnakNya yang tunggal, mengungkapkan Kasih yang jauh melampaui semua kasih<br \/>\nlainnya: Yahuwah mengorbankan Anak-Nya untuk menyelamatkan <em>musuh-musuh-Nya<\/em>!<\/p>\n<p>&#8220;Yahuwah begitu mengasihi dunia sehingga Ia<br \/>\ntelah memberikan&#8221;. . . <em>segalanya<\/em>.<br \/>\nKetika dosa masuk, Yahuwah mengungkapkan kedalaman kasih yang belum pernah<br \/>\nterlihat sebelumnya. Dia mengungkapkan sebuah kasih yang bisa mengampuni dosa<br \/>\ndan menyelamatkan orang berdosa. Dia mengasihi dunia sehingga &#8220;Dia<br \/>\nmemberikan Anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya<br \/>\ntidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.&#8221; (Yohanes 3:16)<\/p>\n<p>Alkitab memberikan alasan mengapa Yahuwah rela<br \/>\nmengorbankan Anak-Nya sendiri: &#8220;Sebab Yahuwah mengutus Anak-Nya ke dalam<br \/>\ndunia bukan untuk <em>menghakimi<\/em> dunia,<br \/>\nmelainkan untuk <em>menyelamatkannya<\/em> oleh<br \/>\nDia!&#8221; (Yohanes 3:17)<\/p>\n<p>Ketika fakta ini direnungkan, ketika realitas Kasih semacam<br \/>\nini mulai terbenam di dalam pikiran dan pemahaman, perubahan terjadi. Hal ini<br \/>\ntidak dapat dibantu. Ucapan syukur terbangun di dalam hati ketika seseorang<br \/>\nmenyadari bahwa Yahuwah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan, bukan untuk<br \/>\nmengutuk!<\/p>\n<p>Bersyukur adalah bagian yang sangat penting dari<br \/>\nperasaan dikasihi. Pemberian terbesar dapat diberikan, tetapi jika pemberian<br \/>\nitu tidak diakui sebagaimana adanya, pertunjukan kasih itu tidak akan membangkitkan<br \/>\nrasa syukur dan tidak ada balas kasih.<\/p>\n<p>Anak-anak suka memberi. Hati kecil mereka mencari<br \/>\ncara untuk menunjukkan kasih mereka, apakah itu dengan memberikan gambar<br \/>\nberwarna, atau segenggam bunga rumput.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Gadis muda memegang bunga\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 5px; margin-right: 10px\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/Dandlion20Gift.png\" align=\"left\" height=\"482\" width=\"325\">Cucu termuda saya suka mengambilkan saya bunga.<br \/>\nTidak peduli apakah itu bunga rumput atau mawar. Jika dia melihat bunga, dia<br \/>\ningin mengambilnya dan memberikannya kepada seseorang yang dia kasihi. Baginya,<br \/>\nrumput liar yang menjalar tidak berbahaya, dia<br \/>\nmengambil-semua-yang-ada-disepanjang-jalannya yang bagi orang dewasa adalah<br \/>\nrumput liar. Tapi bagi dia, itu adalah bunga bintang lavender cantik dan dia<br \/>\ningin mengambilnya dan memberikannya sebagai tanda kasihnya.<\/p>\n<p>Sering kali saya membukakan dia pintu saat dia<br \/>\ndatang mengetuk, dan melihat wajahnya yang cerah dan bersinar dengan tangannya<br \/>\ndisembunyikan di balik punggungnya. Dia tersenyum ceria, &#8220;Aku punya<br \/>\nkejutan untukmu!&#8221; Lalu dia memberikan persembahan kasihnya yang berharga.<\/p>\n<p>Pada suatu kesempatan, saya membawanya ke kota<br \/>\ndengan saya. Ketika dia melihat pajangan bunga warna-warni yang besar, dia<br \/>\nberpaling kepada saya dengan mata memohon: &#8220;Tolong, bolehkah saya meminta<br \/>\nuang? Saya butuh uang! Boleh?&#8221;<\/p>\n<p>Karena sudah mengetahui dengan pasti apa yang dia<br \/>\nlihat yang mendorong keinginan mendadaknya memiliki uang, saya memikirkan semua<br \/>\nhal lain yang saya butuhkan dan berhati-hati membelanjakan uang. Namun, wajahnya<br \/>\nyang bersemangat, pujian tanpa malu di matanya membuat saya terdiam pada kekhawatiran<br \/>\ndan kebutuhan saya sebagai orang dewasa.<\/p>\n<p>Sambil memberikan dia uang, dengan bersemangat dia<br \/>\nberkata, &#8220;Sekarang jangan melihat! Ini adalah kejutan!&#8221;<\/p>\n<p>Dalam beberapa menit dia datang dengan berjalan<br \/>\nseperti menari.<\/p>\n<p>&#8220;Ini dia! Hadiah ini untukmu! Bunga-bunga ini cantikkan?&#8221;<\/p>\n<p>Saya tidak akan pernah melupakan kasih di wajahnya<br \/>\natau sukacita dalam suaranya saat ia menyatakan kasihnya untukku. Saya <em>tidak<\/em> membutuhkan bunga, tapi <em>dia membutuhkan kesempatan untuk menunjukkan<br \/>\nkasihnya dengan memberikan bunga-bunga itu<\/em>.<\/p>\n<p>Sebagai Bapa surgawi yang bijaksana, Yahuwah tahu<br \/>\nbahwa semua pemberian kasih di alam semesta ini tidak akan menarik hati<br \/>\nanak-anak-Nya jika mereka tidak mengakui karunia-Nya dan tidak merasakan rasa<br \/>\nsyukur pada pemberian-pemberian itu. Dia tidak <em>butuh<\/em> ekspresi kasih dan rasa syukur kita &#8211; tetapi Dia tahu bahwa<br \/>\nkita <em>perlu mengungkapkan rasa syukur itu<\/em>.<\/p>\n<p>Setan menuduh Yahuwah menciptakan makhluk supaya Dia<br \/>\nbisa menerima pelayanan dari mereka dan dengan egois menikmati penghormatan dan<br \/>\npujian dari mereka. Sayangnya, banyak orang percaya kebohongan ini. Ini<br \/>\nsepenuhnya melenceng. Satu-satunya cara kasih membangkitkan kasih, adalah jika kasih<br \/>\nitu diakui. Setelah kasih diakui, ucapan syukur akan membangkitkan balas kasih.<\/p>\n<p>Orang tua yang bijaksana akan mengajarkan anak-anak<br \/>\nmereka untuk mengatakan, &#8220;Terima kasih.&#8221; Semua hal yang diberikan<br \/>\nkepada anak harus diakui dan disadari melalui ucapan syukur. Seteguk air minum<br \/>\nsama seperti kado berbungkus cantik layak mendapatkan ucapan, &#8220;Terima<br \/>\nkasih.&#8221; Manfaat dari kebiasaan mengakui pemberian akan membangun rasa kasih<br \/>\ndan rasa syukur dalam pikiran anak.<\/p>\n<p>Saat lahir, orangtua segera mengasihi anak mereka,<br \/>\ntetapi anak tidak selalu merasakan ikatan kasih terhadap orang tua. Terlalu<br \/>\nsering kita membaca berita di koran yang menceritakan kisah mengerikan dari<br \/>\nanak-anak yang menjahati dan membenci orang tua mereka yang telah tua. Penyebabnya<br \/>\nbanyak, salah satunya adalah karena anak-anak tidak menghargai pemberian orang<br \/>\ntuanya. Mengucap syukur tidak dapat diajarkan kepada seorang anak muda hanya<br \/>\nmelalui contoh. Untuk menjadikannya sebagai bagian dari kebiasaan karakter<br \/>\nanak, hal ini harus dijadikan sebuah keharusan.<\/p>\n<p>Untuk alasan inilah Yahuwah mengharuskan kesempatan<br \/>\nbagi umat-Nya untuk mengenali dan mengungkapkan rasa terima kasih mereka atas<br \/>\nberkat-Nya. Bapa sudah tahu apa yang ada dalam hati dan pikiran setiap orang.<br \/>\nDia mengenal setiap individu dengan sangat erat seolah-olah tidak ada orang<br \/>\nlain lagi di muka bumi ini. Dia tahu pikiran dan perasaan kita. Dia tidak butuh<br \/>\nkita untuk berdoa bagi kepentingan-Nya. Doa adalah untuk kepentingan kita<br \/>\nsehingga kita dapat diangkat untuk memikirkan pikiran-Nya, untuk masuk ke dalam<br \/>\npikiran-Nya.<\/p>\n<p>Doa memberikan kesempatan untuk menghentikan hari yang<br \/>\nsibuk yang berlalu dengan cepat, dengan merenungkan berkat yang telah dianugerahkan,<br \/>\nmengakui kegagalan, dan menikmati pengampunan. Rasa terima kasih yang dirasakan<br \/>\nketika berkat telah diakui menciptakan kasih dan kepercayaan dalam hati manusia<br \/>\n&#8211; dan <em>hal ini<\/em> diperlukan.<\/p>\n<p>Demikian juga, &#8220;Hari Sabat diadakan untuk<br \/>\nmanusia dan bukan manusia untuk hari Sabat.&#8221; (Markus 2: 27) Yahuwah tahu<br \/>\nbahwa jika tidak ada satu hari untuk beristirahat dan beribadah yang diharuskan,<br \/>\nmaka manusia yang serakah akan terus menerus bekerja untuk keuntungan duniawi<br \/>\ndan melupakan hal-hal yang bersifat kekal. Keharusan untuk menyelesaikan<br \/>\nmasakan sehari sebelumnya, membebaskan perempuan dari kerja keras untuk<br \/>\nmempersiapkan jamuan bagi keluarga di atas kompor panas. Keharusan untuk tidak melakukan<br \/>\nsebuah pekerjaan berat, memberikan kesempatan kepada seluruh keluarga, serta<br \/>\npelayan dan binatang, waktu untuk beristirahat dan menyegarkan diri.<\/p>\n<p>Perayaan ulang tahun pernikahan bisa menjadi waktu yang<br \/>\nberharga untuk merenung dan membaharui komitmen di masa depan. Hari Sabat<br \/>\nadalah peringatan dari Penciptaan dunia. Meninggalkan perkerjaan harian untuk<br \/>\nberistirahat pada hari Sabat adalah sebuah pengingat janji Sang Pencipta yang dibuat<br \/>\ndari sejak awal &#8211; untuk memberkati dan menjaga kita, dan untuk memberikan<br \/>\nsegala sesuatu yang diperlukan agar kita dapat bertahan hidup dan bahagia.<\/p>\n<p><a href=\"\/yahuwahs-calendar\/hari-bulan-baru-hadiah-dari-sang-pencipta.html\">Hari Bulan Baru<\/a> setiap bulan juga adalah<br \/>\nwaktu untuk bersukacita. Berkat satu bulan terakhir yang diperingati dengan<br \/>\nrasa syukur mendorong pembaharuan kesetiaan untuk bulan mendatang. Perayaan<br \/>\ntahunan yang diharuskan, memberikan kesempatan khusus untuk melakukan pembaharuan,<br \/>\nperbaikan kesetiaan dan, terutama, ucapan syukur.<\/p>\n<p>Dari semua perayaan tahunan, hari raya Pondok Daun<br \/>\nsecara khusus dirancang untuk mengucap syukur. Ini adalah sebuah perayaan<br \/>\npengucapan syukur yang besar selama seminggu! Panen <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"buah anggur\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 5px; margin-left: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/Feast20of20Tabernacles.png\" align=\"right\" height=\"293\" width=\"432\">tahun ini telah dibawa dan<br \/>\nitu adalah waktu untuk merenungkan banyak pemberian kasih yang diberikan oleh<br \/>\nBapa di masa lalu. Sinar matahari, hujan dan pertumbuhan tanaman mereka;<br \/>\nperlindungan dari musuh dan kesehatan bagi keluarga mereka &#8211; semua itu membangkitkan<br \/>\npengakuan atas berkat khusus dari Surga.<\/p>\n<p>Ketika orang-orang Israel menaklukkan Kanaan, mereka<br \/>\nmenaklukkan tanah yang sudah dihuni. Musuh mereka diusir dari depan mereka dan mereka<br \/>\nmemperoleh rumah yang telah dilabur seluruhnya, kebun-kebun anggur yang berlimpah,<br \/>\nladang yang kaya, air yang banyak dan semua hal-hal baik lain yang diperlukan<br \/>\nuntuk hidup sejahtera. Namun, Yahuwah tahu, bahwa hati dari manusia yang<br \/>\nberdosa akan dengan cepat melupakan berkat-berkat yang besar itu dan mulai<br \/>\ntidak menghargainya.<\/p>\n<p>Dia ingin mereka senantiasa mengingat berkat-berkat<br \/>\nitu agar mereka dapat mempercayai-Nya untuk terus memelihara mereka. Dia mengharuskan<br \/>\norang-orang Israel untuk berkumpul bersama dan berkemah dalam pondok kecil yang<br \/>\nterbuat dari cabang-cabang dan dahan-dahan pohon. Mereka melakukan hal ini<br \/>\nsetiap tahun selama Hari Raya Pondok Daun dan bersukacita dalam pemberian surga<br \/>\nyang kaya. Mereka harus selalu mengingat bahwa Bapa surgawi telah membebaskan<br \/>\nmereka <em>sebagai sebuah bangsa<\/em> dari<br \/>\nperbudakan Mesir.<\/p>\n<p>Bersyukur atas kemerdekaan bangsa dan berkat<br \/>\nsementara yang ada saat ini, akan memelihara kasih dan kepercayaan hidup dalam<br \/>\nhati mereka. Ini akan menjadi pelindung terhadap godaan setan yang menggoda<br \/>\nuntuk jatuh ke dalam penyembahan berhala. Setan tahu bahwa jika dia bisa membuat<br \/>\norang Israel berbalik dari kesetiaan kepada Yahuwah dan menyembah dewa-dewa<br \/>\npalsu, maka surga tidak bisa melindungi mereka dari musuh-musuh mereka disekitarnya<br \/>\nyang ingin menaklukkan mereka.<\/p>\n<p>Sangat menarik bahwa perayaan pertama yang diabaikan<br \/>\noleh bangsa Israel adalah pengucapan syukur hari raya Pondok Daun. Penyembahan<br \/>\nyang benar kemudian berubah menjadi sekedar kegiatan belaka. Ini menjadi agama<br \/>\ntradisi dan agama yang mengajarkan keselamatan karena perbuatan. Dengan cepat<br \/>\nmenjadi agama yang sepenuhnya menyembah berhala. Pengalaman penurunan rohani<br \/>\nmereka seperti ini harus menjadi peringatan serius mengenai pentingnya merayakan<br \/>\nsemua perayaan-perayaan Yahuwah dengan hati yang tulus dengan penuh rasa syukur.<\/p>\n<p>Yahuwah tidak lagi <em>memerluhkan<\/em> ungkapan rasa syukur orang-orang Israel melebihi ungkapan<br \/>\nrasa syukur yang Dia <em>butuhkan<\/em> dari anda.<br \/>\nNamun, Dia tahu bahwa, seperti orang Israel, <em>anda<\/em> memerlukan kesempatan untuk mengingat berkat-Nya, menyadari<br \/>\ndan mengakui karunia-Nya dengan ucapan syukur dan membuat hati anda semakin<br \/>\nlapang dengan merespon kasih.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"dua gadis tersenyum\" style=\"margin-right: 10px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/Two20happy20girls.png\" align=\"left\" height=\"271\" width=\"400\">Ketika seseorang dikasihi dan diterima dengan kasih yang<br \/>\ntidak perna mati dan tanpa syarat, selubungnya akan runtuh. Hati yang tidak<br \/>\nbisa ditolong akan merespon karena <em>Kasih<br \/>\nmembangkitkan kasih!<\/em><\/p>\n<p>Tanggapan alami dari hati yang merasa dikasihi<br \/>\nadalah menunjukkan kasih kembali melalui tindakan. Orang yang sudah pernah<br \/>\nmerasakan kasih ilahi, rindu untuk menyatakan kasih kembali sebagai balasannya.<br \/>\nHal ini akan secara alami membuat orang mematuhi Bapa di dunia. Sekali<br \/>\nhati-pemberontak telah dilunakkan dengan kasih, dia akan menemukan sukacita<br \/>\nyang besar dalam memelihara hukum Kasih ilahi.<\/p>\n<p>Yahushua sendiri telah menetapkan ujian sesungguhnya<br \/>\nyang akan membuktikan apakah seseorang mengasihi-Nya: &#8220;Jikalau kamu<br \/>\nmengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.&#8221;<sup>3<\/sup> Ketaatan<br \/>\nkepada semua perintah Yahuwah adalah respon alami dari hati yang dipenuhi<br \/>\ndengan kasih kepada Sang Pemberi Hukum.<\/p>\n<p>Ini <em>bukan<\/em><br \/>\nlegalisme. Setan dengan sangat cepat menaikkan tuduhan legalisme ketika<br \/>\nseseorang mencoba untuk memelihara hukum ilahi. Sayangnya, banyak orang yang<br \/>\ntaat karena takut pada akibatnya &#8211; atau karena mereka percaya bahwa mereka<br \/>\ndapat &#8220;berusaha untuk mencapai surga&#8221; melalui ketaatan. Kita tidak<br \/>\nselalu dapat langsung membedakan antara orang yang taat karena hanya &#8220;berusaha<br \/>\nuntuk mencapai surga&#8221; dengan orang yang taat karena kasih. Ketaatan dapat terlihat<br \/>\nsama bahkan ketika dilakukan dengan motivasi yang berlawanan.<\/p>\n<p>Namun, Yahuwah tahu. &#8220;Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Yahuwah;<br \/>\nmanusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Yahuwah melihat hati.&#8221;<sup>4<\/sup> Jika<br \/>\nketaatan muncul hanya sebagai sarana untuk &#8220;mendapatkan&#8221; surga, orang<br \/>\ntersebut tidak akan selamat.<\/p>\n<p>Yahushua menjelaskan:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Bukan setiap orang yang<br \/>\nberseru kepada-Ku: <em>Yahushua, Yahushua<\/em>!<br \/>\nakan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak<br \/>\nBapa-Ku yang di sorga.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Pada hari terakhir banyak<br \/>\norang akan berseru kepada-Ku: <em>Yahushua,<br \/>\nYahushua<\/em>, <em>bukankah kami bernubuat<br \/>\ndemi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi<br \/>\nnama-Mu juga?<\/em><\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Pada<br \/>\nwaktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak<br \/>\npernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat<br \/>\nkejahatan!&#8221;<br \/>\n(Lihat Matius 7: 21-23).<\/p>\n<p>Jadi bisa saja seseorang mengatur semua tindakannya,<br \/>\nmengikuti setiap perintah yang ada dan masih tetap tidak selamat. Perbedaannya<br \/>\nadalah motivasi untuk bertindak. Apakah perintah-perintah-Nya ditaati karena kasih?<br \/>\nAtau karena keinginan untuk &#8220;mendapatkan&#8221; surga?<\/p>\n<p>Yahushua mengatakan bahwa mereka yang telah<br \/>\nmelakukan &#8220;banyak mujizat&#8221; seperti ini adalah bukan kandidat untuk<br \/>\nsurga karena satu alasan sederhana: Dia tidak <em>mengenal<\/em> mereka. Kata &#8220;mengenal&#8221; dalam Alkitab memiliki<br \/>\narti yang jauh lebih dalam dari arti yang ada dalam bahasa moderen. &#8220;Kemudian Adam <em>mengenal<\/em><br \/>\nHawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain. . . . &#8221; (Kejadian 4:<br \/>\n1, KJV) Ini lebih dari sekedar pengetahuan-di kepala. Ini adalah <em>mengenal<\/em> dengan intim, sama seperti<br \/>\ndengan kekasih.<\/p>\n<p>Karena mengenal Yahuwah adalah berarti mengasihi<br \/>\nDia, ketaatan adalah respon alami dari hati yang mengasihi. Hanya dengan cara<br \/>\nini, pelayanan dan ketaatan karena kasih diterima.<\/p>\n<p>Anehnya, ketika <em>kasih<\/em><br \/>\nmenjadi motivasi untuk hidup taat, &#8220;melakukan hukum&#8221; bahkan tidak terihat<br \/>\nseperti dilakukan. Kasih tidak menyimpan kartu skor, yang mengharapkan sesuatu<br \/>\nsebagai imbalan untuk pelayanan yang sudah dilakukan. Yahushua dengan indah menggambarkan<br \/>\nhal ini dalam pelajaran yang Dia berikan mengenai akhir dunia:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Apabila Anak Manusia datang<br \/>\ndalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan<br \/>\nbersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di<br \/>\nhadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama<br \/>\nseperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan<br \/>\ndomba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Dan Raja itu akan berkata<br \/>\nkepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh<br \/>\nBapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.<br \/>\nSebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi<br \/>\nAku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku<br \/>\ntelanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika<br \/>\nAku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Maka orang-orang benar itu<br \/>\nakan menjawab Dia, katanya: . . . [Yahushua], bilamanakah kami melihat Engkau<br \/>\nlapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?<br \/>\nBilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau<br \/>\ntumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami<br \/>\nmelihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Dan Raja itu akan menjawab<br \/>\nmereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan<br \/>\nuntuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah<br \/>\nmelakukannya untuk Aku. (Matius 25: 31-40, NKJV)<\/p>\n<p>Untuk mengenal Bapa dan Anak dengan intim, dan agar<br \/>\ndapat dikenali oleh Mereka, seseorang harus meluangkan waktu dengan Mereka.<br \/>\nJika anda belum memiliki hubungan dengan Mereka seperti yang anda inginkan, luangkan<br \/>\nwaktu dalam hubungan dengan Mereka, seperti yang anda lakukan dengan<br \/>\npersahabatan yang lain. Baca mengenai Mereka di dalam firman-Nya; pelajari penyataan<br \/>\nkasih Mereka di alam sekitar.<\/p>\n<p>Jika anda merasa secara emosional jauh dan tidak<br \/>\nmengasihi Bapa dan Anak dengan segenap hati, pikiran dan jiwa, hal ini dapat<br \/>\ndiubah. Secara sadar buatlah pilihan untuk memikirkan <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"berpikir wanita\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 5px; margin-left: 15px\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/Lady20Thinkinga.png\" align=\"right\" height=\"269\" width=\"400\">banyaknya berkat yang ada<br \/>\ndalam hidup anda, banyaknya cara yang Mereka telah gunakan untuk menunjukkan kasih-Nya<br \/>\nkepada anda. Kapan anda dalam kehidupan anda mendapatkan perlindungan secara<br \/>\nkhusus? Dapatkah anda mengingat kesempatan ketika anda telah menerima pertolongan<br \/>\nyang ajaib? Renungkan hal-hal ini. Biarkan itu tetap segar dalam ingatan anda.<\/p>\n<p>Pastikan untuk memperhatikan banyak hal-hal kecil<br \/>\nyang datang di dalam hidup anda setiap hari. Biarkan hati anda ditarik kepada Sang<br \/>\nPencipta anda melalui doa. Saat anda melangkah di luar rumah anda, berterima<br \/>\nkasihlah kepada-Nya untuk cuaca yang menyenangkan. . . atau untuk payung yang melindungi<br \/>\nanda dari hujan. Ketika melipat tumpukan cucian, berterima kasihlah kepada-Nya untuk<br \/>\nkemampuan memelihara pakaian keluarga anda. Ketika sibuk disekitar tugas harian<br \/>\nanda, berterima kasihlah kepada-Nya untuk kekuatan melakukan apa yang perlu<br \/>\ndilakukan.<\/p>\n<p>Melalui kehidupan, kesehatan, kebenaran, melalui kasih,<br \/>\nteman-teman, melalui apa pun yang membawa sukacita, kepuasan dan kedamaian, Sang<br \/>\nPemberi-anugerah terbesar dapat diakui dan kepada-Nya diucapkan terima kasih.<br \/>\nIni juga adalah obat yang sempurna untuk menyembuhkan kesepian dan depresi.<\/p>\n<p>Sukacita yang akan anda alami di surga akan<br \/>\nsebanding dengan kasih dan kepercayaan yang anda telah pelajari untuk diberikan<br \/>\nkepada Yahuwah di bumi. Sepanjang masa di dalam keabadian yang tak berujung, orang-orang<br \/>\nyang ditebus akan menemukan sukacita terbesar mereka dalam mengasihi dan dikasihi<br \/>\noleh Pencipta mereka. &#8220;Kekasih . . .<br \/>\n[Yahuwah] akan diam pada-Nya dengan tenteram! . . . [Yahuwah] akan melindungi<br \/>\ndia setiap waktu.&#8221;<br \/>\n(Ulangan 33:12)<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Di sana, pikiran abadi akan merenungkan dengan kesenangan<br \/>\nyang tidak perna berhenti keajaiban daya cipta, dari misteri penebusan kasih.<br \/>\nTidak ada kejahatan, atau tipuan musuh yang menggoda yang tidak akan sepenuhnya<br \/>\ndilupakan . . . [Yahuwah]. Setiap pembelajaran akan dikembangkan, setiap kemampuan<br \/>\nakan ditingkatkan. Perolehan pengetahuan tidak akan melelahkan pikiran atau<br \/>\nmenguras energi. Di sana, perusahaan termegah dapat dimajukan, cita-cita<br \/>\ntertinggi dapat diraih, ambisi tertinggi dipenuhi; dan masih akan ada muncul ketinggian<br \/>\nbaru untuk diatasi, keajaiban baru untuk dikagumi, kebenaran baru untuk dipahami,<br \/>\nobjek-objek segar yang akan mengeluarkan kekuatan pikiran dan jiwa dan tubuh.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">. . . Dan tahun-tahun keabadian, yang terus<br \/>\nbergulir, akan menunjukkan penyingkapan yang lebih kaya dan lebih mulia dari. .<br \/>\n. [Bapa dan Anak]. Sebagaimana pengetahuan terus bertambah, demikian pula kasih,<br \/>\nhormat, dan kebahagiaan akan terus meningkat.<sup>5<\/sup><\/p>\n<p>Sebuah keabadian dengan sukacita yang terus<br \/>\nmeningkat, kepuasan, pekerjaan yang menarik dan kasih yang abadi sedang menanti<br \/>\nanda <em>karena<\/em> Yahuwah adalah kasih.<\/p>\n<p align=\"center\"><strong>&#8220;Dengarlah<br \/>\nSuara Kekasihku&#8221;<\/strong><\/p>\n<p align=\"center\">Dengarlah suara dari kekasihku<br \/>\nLembut memanggil pada akhir<br \/>\nhari.<br \/>\n&#8220;Ayo, kasihku! Ayo datanglah<br \/>\ndan temuilah Aku.<br \/>\nBangkit, ayo bangkitlah, dan<br \/>\ndatanglah kemari.&#8221;<\/p>\n<p align=\"center\">Kegelapan musim dingin akan<br \/>\nsegera berakhir<br \/>\nDan hujan hampir selesai.<br \/>\nBunga-bunga mekar dan pohon-pohon<br \/>\nbertunas.<br \/>\nWaktu untuk menyanyi telah<br \/>\ndimulai.<\/p>\n<p align=\"center\">Saya telah menanti melalui<br \/>\nbayang-bayang<br \/>\nMenanti Tuanku memanggil<br \/>\nsaya.<br \/>\nSekarang pada permulaan pagi<br \/>\nabadi.<br \/>\nDalam terang-Nya, Saya<br \/>\nmelihat wajah-Nya.<br \/>\nSekarang pada permulaan pagi<br \/>\nabadi,<br \/>\nakhirnya Wajah-Nya saya<br \/>\nlihat.<\/p>\n<p align=\"center\">Bila kamu melihat pohon ara bertunas<br \/>\nkamu tahu musim panas telah<br \/>\ntiba.<br \/>\nKetika kamu mendengar<br \/>\nkata-kata yang Aku katakan<br \/>\nkamu tahu kedatangan-Ku<br \/>\nsudah dekat.<\/p>\n<p align=\"center\">Dengarkanlah terus<br \/>\nkekasihku,<br \/>\nKarena kedatangan-Ku sudah<br \/>\nsangat dekat.<\/p>\n<div>\n<hr style=\"width: 33%\" align=\"left\"><\/div>\n<ul>\n<li><a href=\"\/practical-godliness\/kasih-kekal-bagian-1-kasih-yahuwah-bagi-manusia.html\">Kasih Kekal | Bagian 1:<br \/>\nKasih Yahuwah bagi Manusia<\/a> <\/li>\n<li><a href=\"\/practical-godliness\/kasih-kekal-bagian-2-kasih-yahushua-bagi-manusia.html\">Kasih Kekal | Bagian 2:<br \/>\nKasih Yahushua bagi Manusia<\/a>      <\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<div><\/div>\n<div>\n<hr style=\"width: 100%\">\n<p><sup>1<\/sup> Paulo Coelho, penekanan<br \/>\nditambahkan.<\/p>\n<p><sup>2<\/sup> Samuel Butler<br \/>\n(1612-1680), <em>Hudibras., <\/em>Part iii. Canto iii.,<em> <\/em>Line<br \/>\n547.<\/p>\n<p><sup>3<\/sup> Lihat Yohanes<br \/>\n14:15, <em>Nestle-Aland Greek New Testament<\/em>, edisi keempat.<\/p>\n<p><sup>4<\/sup> Lihat 1 Samuel 16:7.<\/p>\n<p><sup>5<\/sup> E. G. White, <em>Great<br \/>\nControversy<\/em>, hal. 677.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"featured_media":216721,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":[],"class_list":["post-108531","wlc-article","type-wlc-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","wlc-article-category-kesalehan-praktis","wlc-content-directory-yahuwah-s-great-love"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kasih Kekal | Bagian 3: Respon Manusia - Worlds Last Chance<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-3-mans-response\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kasih Kekal | Bagian 3: Respon Manusia - Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yahuwah adalah kasih. Ketika pertikaian antara kebaikan dan kejahatan mencapai akhirnya, Yahuwah akan menang karena Kasih adalah kekuatan terkuat di alam semesta. &#8220;Air yang banyak tak dapat memadamkan kasih, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk kasih, namun ia pasti akan dihina.&#8221; (Kidung Agung 8: 7, KJV) Pertikaian yang telah [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-3-mans-response\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-20T19:55:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/eternal-love-poster-part-3-bahasa-new.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"250\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"159\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"15 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-3-mans-response\/\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-3-mans-response\/\",\"name\":\"Kasih Kekal | Bagian 3: Respon Manusia - Worlds Last Chance\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-3-mans-response\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-3-mans-response\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/eternal-love-poster-part-3-bahasa-new.jpg\",\"datePublished\":\"2011-09-23T22:15:45+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-20T19:55:40+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-3-mans-response\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-3-mans-response\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-3-mans-response\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/eternal-love-poster-part-3-bahasa-new.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/eternal-love-poster-part-3-bahasa-new.jpg\",\"width\":250,\"height\":159},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-3-mans-response\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Articles\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Kasih Kekal | Bagian 3: Respon Manusia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/\",\"name\":\"Worlds Last Chance\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kasih Kekal | Bagian 3: Respon Manusia - Worlds Last Chance","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-3-mans-response\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kasih Kekal | Bagian 3: Respon Manusia - Worlds Last Chance","og_description":"Yahuwah adalah kasih. Ketika pertikaian antara kebaikan dan kejahatan mencapai akhirnya, Yahuwah akan menang karena Kasih adalah kekuatan terkuat di alam semesta. &#8220;Air yang banyak tak dapat memadamkan kasih, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk kasih, namun ia pasti akan dihina.&#8221; (Kidung Agung 8: 7, KJV) Pertikaian yang telah [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-3-mans-response\/","og_site_name":"Worlds Last Chance","article_modified_time":"2025-08-20T19:55:40+00:00","og_image":[{"width":250,"height":159,"url":"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/eternal-love-poster-part-3-bahasa-new.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"15 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-3-mans-response\/","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-3-mans-response\/","name":"Kasih Kekal | Bagian 3: Respon Manusia - Worlds Last Chance","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-3-mans-response\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-3-mans-response\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/eternal-love-poster-part-3-bahasa-new.jpg","datePublished":"2011-09-23T22:15:45+00:00","dateModified":"2025-08-20T19:55:40+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-3-mans-response\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-3-mans-response\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-3-mans-response\/#primaryimage","url":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/eternal-love-poster-part-3-bahasa-new.jpg","contentUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/eternal-love-poster-part-3-bahasa-new.jpg","width":250,"height":159},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-3-mans-response\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Articles","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Kasih Kekal | Bagian 3: Respon Manusia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/","name":"Worlds Last Chance","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article\/108531","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/wlc-article"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108531"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/216721"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108531"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}