{"id":108512,"date":"2011-08-22T16:48:01","date_gmt":"2011-08-22T16:48:01","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/wlc-article\/migrating-kasih-kekal-bagian-1-kasih-yahuwah-bagi-manusia\/"},"modified":"2025-08-20T19:34:52","modified_gmt":"2025-08-20T19:34:52","slug":"kasih-kekal-bagian-1-kasih-yahuwah-bagi-manusia","status":"publish","type":"wlc-article","link":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/articles\/kesalehan-praktis\/kasih-kekal-bagian-1-kasih-yahuwah-bagi-manusia\/","title":{"rendered":"Kasih Kekal | Bagian 1: Kasih Yahuwah bagi Manusia"},"content":{"rendered":"<p align=\"center\"><img decoding=\"async\" alt=\"Kasih Kekal | Bagian 1: Kasih Yahuwah bagi Manusia image\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/eternal-love-part-1-q1-bahasa.png\" height=\"NaN\" width=\"360\"> <\/p>\n<p>Yahuwah adalah kasih. Pikiran-Nya, perasaan-Nya,<br \/>\nesensi dari sifat-Nya, dari Diri-Nya yang <em>sesungguhnya<\/em>,<br \/>\nDia adalah murni, suci, kasih yang tak terukur. Setiap tindakan dari kekuatan<br \/>\nkreatif mengalir dari kasih yang tak terbatas dan merupakan ekspresi dari KASIH<br \/>\nitu sendiri.<\/p>\n<p>KASIH aktif berusaha untuk berbuat baik kepada orang<br \/>\nlain, untuk membawa sukacita kepada orang lain. Untuk tujuan inilah, maka KASIH<br \/>\nmenciptakan dunia yang sempurna. &#8220;Jadilah terang&#8221; <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"bunga bunga\" style=\"margin-top: 5px; margin-right: 10px\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/flowers.png\" align=\"left\" height=\"229\" width=\"336\">(Kejadian 1: 3)<br \/>\nadalah hadiah pertama. Daratan, diairi dengan air yang terpisah, cahaya di<br \/>\nlangit, pepohonan, bunga-bunga yang lembut, burung-burung yang menyenangkan,<br \/>\nhewan-hewan yang penuh kasih, semuanya adalah pemberian-kasih-Nya, direncanakan<br \/>\nmenjadi bagian dari dunia yang sempurna yang diperuntukkan bagi umat manusia.<\/p>\n<p>Ketika Sang Pencipta selesai mencipta dunia yang<br \/>\nsempurna, tidak ada yang sebaik itu. Melihat pemandangan itu, KASIH melihat<br \/>\nbahwa &#8220;semuanya itu baik.&#8221; (Lihat Kejadian 1.) Ketika dunia sudah<br \/>\nsiap, KASIH menciptakan manusia. Bukan sebagai robot atau hamba-hamba, tetapi<br \/>\nsebagai anak-anak-Nya sendiri, &#8220;&#8230; Menurut gambar [Elohim] diciptakan-Nya<br \/>\ndia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.&#8221; (Kejadian 1:27, NKJV)<\/p>\n<p><a href=\"\/biblical-christian-beliefs\/mengapa-hanya-yahuwah-dan-yahushua.html\">Yahuwah<\/a> meniupkan kepada manusia<br \/>\nnapas hidup-Nya sendiri melalui mulut-ke-mulut. Yahuwah, AKU ADALAH AKU,<br \/>\nberjanji untuk menjadi Elohim bagi manusia, untuk memberikan segala sesuatu<br \/>\nyang diperlukan, bukan hanya untuk kehidupan itu sendiri, tetapi untuk<br \/>\nkebahagiaan, hal-hal yang menarik, untuk kepuasan, KASIH dan Kedamaian. Ini<br \/>\nsemua adalah salah satu anugerah terbesar, yang mengalir dari hati yang besar<br \/>\ndari KASIH itu sendiri.<\/p>\n<p>Tapi kasih <em>sejati<\/em><br \/>\nadalah lebih dari sekedar pemberian. Kasih lebih dari sekedar kata-kata. Kasih<br \/>\nsejati meluangkan <em>waktu<\/em> bersama yang<br \/>\ndikasihi itu.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Dengan gembira anak laki-laki itu meraba-rabakan jari-jari<br \/>\nkakinya di dalam selimut. Hari ini adalah hari ulang tahunnya! Ayahnya telah menjanjikan<br \/>\nkepadanya hari yang sangat istimewa. Dia melompat dari tempat tidur, dan<br \/>\nberlari ke ruang tamu dengan sigap. Pemandangan yang memenuhi matanya lebih<br \/>\ndari yang dia telah harapkan: dekorasi berwarna-warni dan balon yang banyak<br \/>\ntelah mengubah ruangan yang biasa menjadi pemandangan yang menarik dan meriah.<br \/>\nSebuah gundukan kado yang terbungkus indah semakin menjanjikan kesenangan<br \/>\nberikutnya.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Dengan semangat mencari si pemberi semua hal-hal yang<br \/>\nbaik ini, anak kecil itu berlari ke dapur. Bahkan meja untuk sarapan telah diatur<br \/>\nterlihat sangat-istimewa dan aroma makanan favoritnya menambah liurnya. Di<br \/>\nsana, di atas piringnya terhampar, sebuah kartu. Tentunya kartu ulang tahun! Dengan<br \/>\ngembira anak itu membuka amplop itu, dan membaca:<\/p>\n<p align=\"center\"><img decoding=\"async\" alt=\"Kasih Kekal | Bagian 1: Kasih Yahuwah bagi Manusia image\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/eternal-love-part-1-q2-birthday-bahasa.png\"><\/p>\n<p class=\"indenttext\">Anak itu bergoyang gembira. Dia adalah ayah terbaik di<br \/>\nseluruh penjuru dunia! Mungkinkah hari istimewanya dapat menjadi lebih baik<br \/>\ndari ini? Lalu matanya melihat kata-kata selanjutnya:<\/p>\n<p align=\"center\"><img decoding=\"async\" alt=\"Kasih Kekal | Bagian 1: Kasih Yahuwah bagi Manusia image\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/eternal-love-part-1-q3-birthday-bahasa.png\"><\/p>\n<p class=\"indenttext\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"anak menangis\" style=\"margin-left: 15px\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/boy.png\" align=\"right\" height=\"301\" width=\"227\">Sukacita dan kegembiraan besar pada hari itu hilang.<br \/>\nMata anak itu berkaca-kaca saat dia menatap hadiah-hadiah dari ayahnya. Yang<br \/>\nsungguh-sungguh dia inginkan adalah bersama dengan ayahnya. Semua hadiah di<br \/>\ndunia ini tidak bisa dibandingkan dengan kebersamaan sepanjang hari dengan<br \/>\nayahnya, bermain dengan ayahnya dan ayahnya ada untuk mendengarkan apa yang dia<br \/>\nsampaikan.<\/p>\n<p>Sebagai Bapa bijaksana, yang penuh kasih, Yahuwah<br \/>\ntahu bahwa semua <em>pemberian<\/em>-Nya tanpa <em>kehadiran<\/em>-Nya tidak dapat sepenuhnya<br \/>\ndinikmati. Dia tahu bahwa anak-anak-Nya membutuhkan perhatian-Nya melebihi<br \/>\napapun yang telah Dia berikan kepada mereka, mereka ingin berinteraksi dengan KASIH<br \/>\nitu sendiri. Dan karena itu Yahuwah telah menyediakan melampaui pemberian<br \/>\nmateri belaka; Dia telah melakukan lebih dari sekedar mengatakan kata-kata kasih.<br \/>\nDia memberi mereka diri-Nya sendiri dengan memberi mereka <em>waktu<\/em>-Nya.<\/p>\n<p>Seminggu<br \/>\nsekali, setiap hari ketujuh telah ditetapkan sebagai waktu khusus antara Sang Pencipta<br \/>\ndan anak-anak-Nya. KASIH &#8220;melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat<br \/>\nbaik. . . Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Dan pada<br \/>\nhari ketujuh . . . [KASIH] telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu,<br \/>\nberhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya<br \/>\nitu&#8221;. (Kejadian<br \/>\n1: 31-2: 2)<\/p>\n<p>Yahuwah merencanakan di dalam waktu, kesempatan untuk<br \/>\nDia hadir: hari Sabat setiap minggu dan hari Bulan Baru setiap bulan adalah<br \/>\nundangan untuk menghabiskan waktu bersama-Nya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"ayah dan anak\" style=\"margin-right: 10px\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/father20and20son.png\" align=\"left\" height=\"306\" width=\"209\">Seorang ayah yang mengasihi anak-anaknya, menikmati<br \/>\nmenghabiskan waktu bersama mereka. Dalam dunia sekarang ini, sebagian besar para<br \/>\nayah bekerja jauh dari rumah membagi waktu dengan baik. Dia berharap agar pada<br \/>\nakhir pekan mereka bisa menghabiskan sepanjang hari bersama-sama, tetapi satu<br \/>\nhari dalam satu minggu tidaklah cukup. Ketika pekerjaan hari itu selesai, ia<br \/>\nbergegas pulang dan menghabiskan waktu dengan anak-anaknya sebelum tidur. Namun,<br \/>\nSatu hari dalam satu minggu tidak cukup bagi Yahuwah. KASIH akan datang<br \/>\n&#8220;dalam malam yang sejuk&#8221;<sup>1<\/sup> untuk menghabiskan waktu dengan<br \/>\nanak-anak-Nya.<\/p>\n<p>Ketika anak-anak-Nya berdosa, KASIH tidak menarik<br \/>\nkehadiran-Nya, namun tetap semakin dekat. Perayaan tahunan telah diberikan dan<br \/>\ndiharuskan karena Dia tahu bahwa tanpa keharusan anak-anak-Nya yang telah<br \/>\nberdosa tidak akan cukup lama berhenti bekerja untuk meluangkan waktu<br \/>\nbersama-Nya. Mereka akan lupa bahwa sukacita terbesar mereka terpusat pada KASIH.<\/p>\n<p>Kasih ilahi adalah kasih yang abadi. Mengalir dari<br \/>\nhati besar Yahuwah yang merupakan sumber dari segala kasih, sukacita dan<br \/>\nkebahagiaan. Kasih Yahuwah adalah kekuatan paling kuat di alam semesta. Ini<br \/>\nadalah inti dari diri-Nya yang sesungguhnya.<\/p>\n<p>Anak-anak biasanya tidak suka menggosok gigi mereka.<br \/>\nPedasnya pasta gigi membakar lidah mereka dan, kebenarannya, jika mereka tidak<br \/>\ndiberitahu untuk pergi membersihkan gigi mereka, mereka tidak akan ingat untuk<br \/>\nmelakukannya. Orang tua yang penuh kasih mengharuskan anak-anak untuk menyikat<br \/>\ngigi mereka karena orang tua tahu bahwa jika gigi tidak tetap bersih, anak-anak<br \/>\nakan mengalami rasa sakit akibat dari kerusakan gigi. Orang tua juga tahu bahwa<br \/>\nsetiap hari menyikat-gigi diperlukan jika anak-anak ingin tetap memiliki semua<br \/>\ngigi mereka ketika mereka sudah besar dan orangtua tahu bahwa anak-anak mereka<br \/>\ningin tetap memiliki gigi mereka ketika mereka sudah besar. Apa yang tampaknya bagi<br \/>\nanak-anak menjadi sebuah persyaratan yang berat, berasal dari kasih yang orang<br \/>\ntua rasakan pada anak-anak mereka.<\/p>\n<p>Seperti halnya dengan waktu yang olehnya KASIH mengharuskan<br \/>\nanak-anak-Nya untuk diluangkan bersama dengan-Nya. Karena &#8220;semua orang<br \/>\ntelah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Yahuwah&#8221; (lihat Roma 3: 23)<br \/>\norang-orang ingin meluangkan waktu dengan Bapa surgawi mereka sama seperti anak<br \/>\nnakal dengan rasa bersalahnya ingin meluangkan waktu dengan orang tuanya.<br \/>\nNamun, KASIH tahu bahwa sukacita terbesar dan kebahagiaan anak-anak-Nya akan mereka<br \/>\ntemukan ketika mereka menghabiskan waktu bersama-Nya, sehingga Dia mengharuskan<br \/>\nwaktu yang diluangkan bersama-Nya dengan harapan agar anak-anak-Nya dapat<br \/>\nbelajar untuk tidak perlu takut kepada Dia, dan agar sebaliknya mereka dapat melihat<br \/>\nkeindahan KASIH dan sebagai balasannya mereka bertumbuh untuk mengasihi-Nya.<\/p>\n<p>Manusia melihat Sabat sebagai sebuah Perintah<br \/>\npadahal itu adalah sebuah <em>undangan<\/em>.<br \/>\nMereka melihat perayaan sebagai sebuah <em>keharusan<\/em><br \/>\npadahal, dalam kenyataannya, perayaan adalah sebuah <em>hak istimewa<\/em>. Dalam sistem Ibrani, Yahuwah menyisihkan setiap tujuh-tahun<br \/>\nbagi anak-anak-Nya untuk meluangkan waktu bersama-Nya. Sepanjang tahun<br \/>\ndikhususkan untuk menjadi Sabat! Setiap lima puluh-tahun adalah waktu istirahat<br \/>\nistimewa-tambahan, tahun Yobel, tahun di mana budak-budak dibebaskan dan utang-utang<br \/>\ndiputihkan.<\/p>\n<p>Hanya kasih yang diberikan yang  akan membangkitkan kasih sebagai balasannya,<br \/>\njadi Yahuwah menyisihkan waktu yang cukup bagi semua orang agar memiliki<br \/>\nkesempatan untuk berkenalan dengan-Nya, yang akan membuat mereka terpesona oleh<br \/>\nkeindahan karakter-Nya dan belajar untuk percaya dalam kasih-Nya. Hal ini<br \/>\ndiperlukan karena Kasih Ilahi sangat berbeda dengan kasih manusia. Kasih<br \/>\nmanusia adalah sebuah <em>perasaan<\/em> yang<br \/>\nberubah-ubah dan tidak dapat dipercaya. KASIH Ilahi adalah sebuah <em>prinsip<\/em> yang tidak mengenal perubahan<br \/>\ndan merupakan sebuah kekuatan yang paling kuat di alam semesta.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Kasih kuat seperti maut . . . Air yang banyak tak<br \/>\ndapat memadamkan kasih, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun<br \/>\norang memberi segala harta benda rumahnya untuk kasih, namun ia pasti akan<br \/>\ndihina. (Kidung Agung 8: 6, 7, KJV)<\/p>\n<p><strong>KASIH ILAHI MELAWAN<br \/>\nKASIH MANUSIA<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"pasangan bahagia\" style=\"margin-left: 10px\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/couple.png\" align=\"right\" height=\"258\" width=\"178\">Penyair, novelis, penulis lagu dan masih banyak lagi<br \/>\ntelah memanfaatkan kerinduan manusia yang sangat mendasar untuk dikasihi. Film<br \/>\nbercerita tentang orang-orang yang menemukan &#8220;kasih&#8221;; para penyanyi bersenandung<br \/>\ndengan lagu &#8220;Endless Love&#8221; atau sambil menangis menyanyikan &#8220;Looking<br \/>\nfor Love in All the Wrong Places.&#8221; Semua orang di mana-mana mencari<br \/>\nseseorang yang akan mengasihi mereka sebagaimana adanya, dan menerima mereka<br \/>\nterlepas dari segala kekurangan mereka. Semua ini disebut &#8220;kasih.&#8221;<\/p>\n<p>Kasih seperti ini tidak sama dengan Kasih Ilahi.<br \/>\n&#8220;Kasih&#8221; manusia selalu dibayangi oleh sedikit tingkat keegoisan.<br \/>\nBahkan definisi kamus mengenai &#8220;kasih&#8221; dinodai oleh keegoisan: &#8220;Secara<br \/>\numum merasa senang dengan; memperhatikan dengan sayang, termasuk hal-hal yang<br \/>\nmembangkitkan rasa senang&#8230;.&#8221;<sup>2<\/sup><\/p>\n<p>Namun kasih sejati, bersumber dari hati KASIH yang Tak<br \/>\nTerbatas: yaitu Yahuwah sendiri. Kasih Ilahi, bebas dari segala keegoisan,<br \/>\nkadang-kadang lebih tepat diterjemahkan ke dalam Alkitab berbahasa Inggris versi<br \/>\nKing James sebagai &#8220;kebaikan.&#8221; <em>Ini<\/em><br \/>\nadalah Kasih murni yang memenuhi hati Bapa:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">sifat dari hati yang membuat manusia condong untuk<br \/>\nberpikir positif terhadap sesamanya, dan <em>memperlakukan<br \/>\nsesamanya dengan baik<\/em>. . . . secara khusus merupakan rasa, kasih, kebaikan,<br \/>\nsayang, kelembutan,. . . kemurahan dalam menilai manusia dan tindakan mereka; <em>watak yang membuat orang condong untuk<br \/>\nberpikir dan menilai dengan positif, dan untuk menempatkan pendirian terbaik<br \/>\ndalam kata-kata dan tindakan-tindakan yang dalam hal itu akan diterima<\/em>.<sup>3<\/sup><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"terbuka Alkitab\" style=\"margin-right: 10px\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/Bible.png\" align=\"left\" height=\"226\" width=\"297\">Seluruh Kitab Suci berisi catatan panjang<br \/>\npengungkapan KASIH ilahi yang kekal. Dari awal sampai akhir, Alkitab<br \/>\nmengungkapkan karakter Yahuwah sebagai Kasih yang murni, bebas dari segala<br \/>\ntanda-tanda keegoisan.<\/p>\n<p>Tulisan-tulisan yang diabadikan di dalam Alkitab<br \/>\nmengungkapkan sifat Kasih Yahuwah kepada makhluk yang Dia telah ciptakan.<br \/>\nMeskipun kita telah berdosa terhadap-Nya, dan menyakiti-Nya seperti istri yang<br \/>\ntidak setia kepada suami yang selalu merawatnya dengan penuh kasih (lihat kitab<br \/>\nHosea), KASIH berpikir &#8220;positif&#8221; terhadap orang-orang berdosa dan<br \/>\nberusaha untuk &#8220;memperlakukannya dengan baik.&#8221; KASIH &#8220;condong&#8230;<br \/>\nuntuk berpikir dan menilai dengan positif, dan untuk menempatkan pendirian<br \/>\nterbaik dalam kata-kata dan tindakan-tindakan yang dalam hal itu akan diterima.&#8221;<sup>4<\/sup><\/p>\n<p>Di sinilah jurang besar antara KASIH dan manusia telah<br \/>\nditunjukkan dengan sangat jelas.<\/p>\n<p>Ada perbedaan antara <em>aksi<\/em> dan <em>reaksi<\/em>. <em>Aksi<\/em> seseorang adalah hasil dari sebuah <em>keputusan<\/em>. Reaksi, di sisi lain,<br \/>\ndidasarkan semata-mata pada rangsangan fisik atau emosional. Sentuh elemen<br \/>\npanas di atas kompor anda, dan anda tidak akan meluangkan waktu untuk<br \/>\nmemutuskan bagaimana anda harus <em>bereaksi<\/em>.<br \/>\nAnda akan segera bereaksi: anda akan segera menjauhkan tangan anda dan mungkin sambil<br \/>\nberkata, &#8220;Aduh!&#8221;<\/p>\n<p>Untuk mengetahui apa yang sebenarnya ada di kedalaman<br \/>\nhati dan jiwa seseorang, pelajarilah reaksinya. Reaksi mengungkapkan siapa sesungguhnya<br \/>\nseseorang itu dengan cara yang tidak dapat ditunjukkan oleh sebuah <em>tindakan<\/em>. Berikut adalah contoh dari<br \/>\nseorang ibu yang defensif yang menampilkan perbedaan manusia dibandingkan<br \/>\ndengan Kasih Ilahi dalam bereaksi:<\/p>\n<p><em><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"anak takut\" style=\"margin-right: 10px\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/sad20girl.png\" align=\"left\" height=\"209\" width=\"307\">&#8220;Ketika<br \/>\nanak saya pulang dari sekolah dengan luka memar dari seorang pengganggu, saya<br \/>\nmengalami reaksi yang sangat kuat&#8230; dan itu bukan reaksi pengampunan yang<br \/>\ncepat pada seorang anak laki-laki yang telah membuat gadis kecilku menjadi memar.<br \/>\nAku bereaksi dengan tenang dan dengan hati-hati menginstruksikan anak saya cara<br \/>\nuntuk menempatkan pukulan yang kuat,yang tepat pada ulu hati agar udara keluar<br \/>\ndari paru-paru anak laki-laki itu sebagai tanda penghargaan kepadanya (setidaknya<br \/>\nmenghargai kekuatannya jika tidak ada yang lain) sehingga anak laki-laki itu dapat<br \/>\npergi meninggalkannya &#8230;&#8221;<\/em><\/p>\n<p>Reaksi yang tidak pantas ini didasarkan pada kasih<br \/>\nibu untuk anak perempuannya. . . tanpa ada kasih yang tersisa pada anak<br \/>\nlaki-laki yang telah menyakiti anak perempuannya. <em>Reaksi<\/em> seperti ini benar-benar manusiawi dan benar-benar berlawanan<br \/>\ndengan reaksi <em>Yahuwah<\/em> terhadap luka atau<br \/>\nsiksaan. <em>Reaksi<\/em> konsisten dan<br \/>\nseketika dari Yahuwah adalah: pengampunan. <em>Reaksi<\/em>Yahuwah terhadap penghinaan pribadi dan luka menempatkan pendirian terbaik dalam<br \/>\nkata-kata dan tindakan-tindakan orang lain <em>bahkan<br \/>\nketika kata-kata dan tindakan-tindakan itu menimbulkan rasa sakit yang intens<br \/>\ndan pribadi bagi Yahuwah!<\/em><\/p>\n<p>Ini adalah inti dari KASIH. Dia memberi karena Dia<br \/>\nmengasihi, tanpa melacak berapa banyak yang Dia telah terima sebagai imbalan.<br \/>\nPerasaan-Nya terluka ketika karunia-Nya diambil begitu saja, tetapi <em>reaksi <\/em>pertamanya adalah mengampuni!<br \/>\nKita melihat ini dalam pengorbanan luar biasa dari Anak Tunggal-Nya, Yahushua; teladan<br \/>\nkita yang sempurna untuk bertindak dalam SEMUA hal!<\/p>\n<p>KASIH berpikir positif pada orang lain. <em>Tindakan <\/em>KASIH dengan cara membawa<br \/>\nsukacita kepada orang lain dan Dia <em>bereaksi<\/em><br \/>\ndengan pengampunan instan, tidak terpengaruh pada provokasi.<\/p>\n<p>KASIH itu <em>penyayang<\/em><br \/>\ndan mudah tersentuh oleh luka dan kesulitan orang lain.<\/p>\n<p>KASIH itu <em>baik<\/em>:<br \/>\nDia &#8220;bersedia untuk berbuat baik kepada orang lain, dan membuat mereka<br \/>\nbahagia dengan memberikan kepada mereka apa yang mereka minta, memenuhi<br \/>\nkeinginan mereka atau membantu mereka dalam kesusahan, memiliki kelembutan atau<br \/>\nkebaikan alami; baik hati.&#8221;<sup>5<\/sup><\/p>\n<p>KASIH itu <em>ramah<\/em>:<br \/>\nDia &#8220;baik, bersahabat dan bersedia untuk memaafkan pelanggaran dan<br \/>\nmemberikan berkat tanpa pamrih&#8230;.&#8221;<sup>6<\/sup><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"tangan terbuka\" style=\"margin-left: 10px\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/hand.png\" align=\"right\" height=\"273\" width=\"263\">KASIH itu <em>penyayang<\/em>:<br \/>\nDia memiliki &#8220;ketulusanan atau kelembutan hati yang membuat seseorang bersedia<br \/>\nmengabaikan luka, atau untuk memperlakukan orang yang salah dengan perlakuan<br \/>\nyang tidak layak mereka terima, memiliki sifat perasaan yang adil, dan<br \/>\nmemaafkan pelanggaran-pelanggaran dan luka-luka dengan membiarkan orang yang<br \/>\nterluka, dan bersabar menerima hukuman, atau bersabar melebihi apa yang hukum<br \/>\ndan keadilan dapat berikan.&#8221;<sup>7<\/sup><\/p>\n<p>Sebagai Bapa dari semua, KASIH merasa <em>kasihan<\/em>: Dia merasa &#8220;rasa sakit<br \/>\natau sedih ketika seseorang berada dalam kesulitan.&#8221;<sup>8<\/sup><\/p>\n<p>Di atas semua itu, KASIH itu adalah <em>kebajikan<\/em>: Dia memiliki; &#8220;sebuah<br \/>\nsifat untuk melakukan yang baik; menyatakan kasih kepada umat manusia dan memiliki<br \/>\nkerinduan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan mereka.&#8221;<sup>9<\/sup><\/p>\n<p>Kasih ilahi yang murni adalah kekuatan yang paling<br \/>\nkuat di seluruh alam semesta dan Yahuwah sendiri adalah sumber Kasih sejati<br \/>\nmemberikan kepada anak-anak-Nya sebuah pandangan mendalam ke dalam karakter-Nya<br \/>\ndi pasal yang kemudian dikenal sebagai Pasal Kasih:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa<br \/>\nmanusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama<br \/>\ndengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku<br \/>\nmempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan<br \/>\nmemiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna<br \/>\nuntuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama<br \/>\nsekali tidak berguna.Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada<br \/>\npadaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak<br \/>\nmempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. Kasih itu sabar; kasih<br \/>\nitu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.<br \/>\nIa tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.<br \/>\nIa tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita<br \/>\nkarena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu,<br \/>\npercaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala<br \/>\nsesuatu. <\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir;<br \/>\nbahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. Sebab pengetahuan kita tidak<br \/>\nlengkap dan nubuat kita tidak sempurna. Tetapi jika yang sempurna tiba, maka<br \/>\nyang tidak sempurna itu akan lenyap.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti<br \/>\nkanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak.<br \/>\nSekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.<br \/>\nKarena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar,<br \/>\ntetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal<br \/>\ndengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti<br \/>\naku sendiri dikenal.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman,<br \/>\npengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih. (1<br \/>\nKorintus 13, NKJV)<\/p>\n<p>Pasal ini adalah penjabaran yang diilhamkan dari KASIH<br \/>\nitu sendiri. Setiap kali kata &#8220;kasih&#8221; digunakan, masukkan nama<br \/>\npribadi dari KASIH itu, yaitu Yahuwah:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Yahuwah itu sabar dan murah hati; Yahuwah tidak<br \/>\ncemburu. Yahuwah tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan<br \/>\nyang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah<br \/>\ndan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan,<br \/>\ntetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu,<br \/>\nmengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Yahuwah tidak<br \/>\npernah gagal.<\/p>\n<p>Untuk mendapatkan perbandingan yang jelas antara KASIH<br \/>\nilahi dan kasih manusia, cobalah baca kembali pasal yang sama tetapi masukkanlah<br \/>\nnama anda sendiri sebagai gantinya:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">[<u>masukkan nama anda di sini<\/u>] itu sabar dan<br \/>\nmurah hati; [<u>nama anda<\/u>] tidak cemburu. [<u>nama anda<\/u>] tidak<br \/>\nmemegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan<br \/>\ntidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan<br \/>\nkesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena<br \/>\nkebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan<br \/>\nsegala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. [<u>nama anda<\/u>] tidak<br \/>\npernah gagal.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"aliran gunung\" style=\"margin-right: 10px\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/Waterfall.png\" align=\"left\" height=\"286\" width=\"195\">Aduh. Nama saya tidak cocok di tempatkan di sana. Mengapa<br \/>\nnama anda bisa? Hanya KASIH yang memenuhi semua parameter. Hanya karakter<br \/>\nilahi-<em>Nya<\/em> yang bisa begitu<br \/>\ndijelaskan.<\/p>\n<p>Kasih <em>inilah<\/em>,<br \/>\nKasih sejati, Kasih yang murni, yang Dia, KASIH itu sendiri tawarkan kepada<br \/>\nanda.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Semua kasih kebapakan yang telah turun dari generasi<br \/>\nke generasi melalui saluran hati manusia, semua mata air kelembutan yang telah terbuka<br \/>\ndi dalam jiwa-jiwa manusia, hanya bagaikan rintik kecil [tetesan air] ke samudera<br \/>\ntak terbatas jika dibandingkan dengan KASIH tak terbatas, yang tidak perna<br \/>\nhabis dari. . . [Yahuwah]. Lidah tidak bisa mengatakannya; pena tidak bisa<br \/>\nmenggambarkannya. Anda mungkin merenungkan setiap hari dalam hidup anda; anda<br \/>\ndapat menyelidiki Kitab Suci dengan tekun untuk memahaminya; anda dapat<br \/>\nmemanggil setiap kekuatan dan kemampuan yang. . . [Yahuwah] telah berikan,<br \/>\ndalam usaha untuk memahami kasih dan sayang dari Bapa surgawi; namun masih ada yang<br \/>\ntidak terbatas diatas. Anda dapat belajar mengenai kasih seumur hidup; namun anda<br \/>\ntidak pernah dapat sepenuhnya memahami panjang dan lebarnya, dalam dan tingginya<br \/>\nkasih. . . [Yahuwah] itu. . . .<sup>10<\/sup><\/p>\n<p align=\"center\"><strong>Kasih Tuhan<br \/>\n[Yahuwah]<\/strong><\/p>\n<p align=\"center\">Kasih Tuhan [Yahuwah] jauh lebih<br \/>\nbesar<br \/>\nDari yang lidah atau pena<br \/>\nbisa katakan;<br \/>\nItu melampaui bintang<br \/>\ntertinggi,<br \/>\ndan sampai ke dasar neraka;<br \/>\nPasangan yang berdosa, sujud<br \/>\ndengan serius,<br \/>\nTuhan memberikan Anak-Nya<br \/>\nuntuk menang;<br \/>\nAnak-Nya yang berdosa didamaikan-Nya,<br \/>\nDan diampuni dari dosanya.<\/p>\n<p align=\"center\">ref:<br \/>\nOh, kasih Tuhan, sungguh<br \/>\nkaya dan murni!<br \/>\nSungguh tak terukur dan<br \/>\nkuat!<br \/>\nKokoh untuk selama-lamanya<br \/>\n&#8212;<br \/>\nlagu orang-orang kudus dan para<br \/>\nmalaikat.<\/p>\n<p align=\"center\">Dapatkah kita dengan tinta seluas<br \/>\nsamudera,<br \/>\nMenulis pada kertas seluas<br \/>\nlangit,<br \/>\ndengan bulu pena dari setiap<br \/>\ntangkai di bumi,<br \/>\nDan setiap manusia menjadi<br \/>\npenulis;<br \/>\nUntuk menulis kasih Tuhan<br \/>\nyang ada di atas<br \/>\nItu akan mengeringkan<br \/>\nsamudera;<br \/>\nDan tidak ada kertas yang<br \/>\ndapat memuat semuanya,<br \/>\nMeskipun dibentangkan dari ujung<br \/>\nlangit sampai unjung langit.<\/p>\n<p align=\"center\">ref:<br \/>\nOh, kasih Tuhan, sungguh<br \/>\nkaya dan murni!<br \/>\nSungguh tak terukur dan<br \/>\nkuat!<br \/>\nKokoh untuk selama-lamanya<br \/>\n&#8212;<br \/>\nlagu orang-orang kudus dan para<br \/>\nmalaikat.<\/p>\n<p>Bukalah<br \/>\nhati anda pada KASIH. Firman-Nya telah bergema selama berabad-abad: &#8220;Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku<br \/>\ntelah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah<br \/>\nmenguduskan engkau. Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku<br \/>\nmelanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.&#8221; (Yeremia 1: 5; 31: 3, NKJV)<\/p>\n<p>Percayalah kepada Sang Pencipta anda. Luangkan waktu<br \/>\nuntuk mempelajari karakter-Nya. Serahkan diri anda ke dalam pemeliharaan dan<br \/>\nperlindungan-Nya karena <em>Yahuwah adalah Kasih<\/em>.<\/p>\n<p align=\"center\">\n<p align=\"center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"pria berdoa\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/praying.png\" height=\"344\" width=\"505\"><\/p>\n<p align=\"center\">\n<hr style=\"width: 33%\" align=\"left\">\n<ul>\n<li><a href=\"\/practical-godliness\/kasih-kekal-bagian-2-kasih-yahushua-bagi-manusia.html\" title=\"\">Kasih Kekal | Bagian 2: Kasih Yahushua bagi Manusia<\/a><\/li>\n<li><a href=\"\/practical-godliness\/kasih-kekal-bagian-3-respon-manusia.html\" title=\"\">Kasih Kekal | Bagian 3: Respon Manusia\n<p><\/a><\/li>\n<\/ul>\n<hr style=\"width: 100%\" align=\"left\">\n<p><sup>1<\/sup> Kejadian 3:8<\/p>\n<p><sup>2<\/sup> LOVE, Noah Webster, <em>American Dictionary of the English Language<\/em>, 1928.<\/p>\n<p><sup>3<\/sup> CHARITY, <em>s.d.a<\/em>.,<br \/>\npenekanan ditambahkan.<\/p>\n<p><sup>4<\/sup> CHARITY, Webster, <em>op. cit.<\/em><\/p>\n<p><sup>5<\/sup> KIND, Webster, <em>op.<br \/>\ncit.<\/em><\/p>\n<p><sup>6<\/sup> GRACIOUS, Webster, <em>op. cit<\/em>.<\/p>\n<p><sup>7<\/sup> MERCY, Webster, <em>op. cit.<\/em><\/p>\n<p><sup>8<\/sup> PITY, Webster, <em>op.<br \/>\ncit.<\/em><\/p>\n<p><sup>9<\/sup> BENEVOLENT, Webster, <em>op. cit.<\/em><\/p>\n<p><sup>10<\/sup> E. G. White, <em>Testimonies<br \/>\nfor the Church<\/em>, Vol. 5, hal. 740.<\/p>\n","protected":false},"featured_media":216587,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":[],"class_list":["post-108512","wlc-article","type-wlc-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","wlc-article-category-kesalehan-praktis","wlc-content-directory-yahuwah-s-great-love"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kasih Kekal | Bagian 1: Kasih Yahuwah bagi Manusia - Worlds Last Chance<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-1-yahuwahs-love-for-man\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kasih Kekal | Bagian 1: Kasih Yahuwah bagi Manusia - Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yahuwah adalah kasih. Pikiran-Nya, perasaan-Nya, esensi dari sifat-Nya, dari Diri-Nya yang sesungguhnya, Dia adalah murni, suci, kasih yang tak terukur. Setiap tindakan dari kekuatan kreatif mengalir dari kasih yang tak terbatas dan merupakan ekspresi dari KASIH itu sendiri. KASIH aktif berusaha untuk berbuat baik kepada orang lain, untuk membawa sukacita kepada orang lain. Untuk tujuan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-1-yahuwahs-love-for-man\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-20T19:34:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/eternal-love-poster-part-1-bahasa-new.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"250\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"159\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"14 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-1-yahuwahs-love-for-man\/\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-1-yahuwahs-love-for-man\/\",\"name\":\"Kasih Kekal | Bagian 1: Kasih Yahuwah bagi Manusia - Worlds Last Chance\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-1-yahuwahs-love-for-man\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-1-yahuwahs-love-for-man\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/eternal-love-poster-part-1-bahasa-new.jpg\",\"datePublished\":\"2011-08-22T16:48:01+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-20T19:34:52+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-1-yahuwahs-love-for-man\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-1-yahuwahs-love-for-man\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-1-yahuwahs-love-for-man\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/eternal-love-poster-part-1-bahasa-new.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/eternal-love-poster-part-1-bahasa-new.jpg\",\"width\":250,\"height\":159},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-1-yahuwahs-love-for-man\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Articles\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Kasih Kekal | Bagian 1: Kasih Yahuwah bagi Manusia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/\",\"name\":\"Worlds Last Chance\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kasih Kekal | Bagian 1: Kasih Yahuwah bagi Manusia - Worlds Last Chance","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-1-yahuwahs-love-for-man\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kasih Kekal | Bagian 1: Kasih Yahuwah bagi Manusia - Worlds Last Chance","og_description":"Yahuwah adalah kasih. Pikiran-Nya, perasaan-Nya, esensi dari sifat-Nya, dari Diri-Nya yang sesungguhnya, Dia adalah murni, suci, kasih yang tak terukur. Setiap tindakan dari kekuatan kreatif mengalir dari kasih yang tak terbatas dan merupakan ekspresi dari KASIH itu sendiri. KASIH aktif berusaha untuk berbuat baik kepada orang lain, untuk membawa sukacita kepada orang lain. Untuk tujuan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-1-yahuwahs-love-for-man\/","og_site_name":"Worlds Last Chance","article_modified_time":"2025-08-20T19:34:52+00:00","og_image":[{"width":250,"height":159,"url":"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/eternal-love-poster-part-1-bahasa-new.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"14 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-1-yahuwahs-love-for-man\/","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-1-yahuwahs-love-for-man\/","name":"Kasih Kekal | Bagian 1: Kasih Yahuwah bagi Manusia - Worlds Last Chance","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-1-yahuwahs-love-for-man\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-1-yahuwahs-love-for-man\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/eternal-love-poster-part-1-bahasa-new.jpg","datePublished":"2011-08-22T16:48:01+00:00","dateModified":"2025-08-20T19:34:52+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-1-yahuwahs-love-for-man\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-1-yahuwahs-love-for-man\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-1-yahuwahs-love-for-man\/#primaryimage","url":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/eternal-love-poster-part-1-bahasa-new.jpg","contentUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/eternal-love-poster-part-1-bahasa-new.jpg","width":250,"height":159},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/eternal-love-part-1-yahuwahs-love-for-man\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Articles","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Kasih Kekal | Bagian 1: Kasih Yahuwah bagi Manusia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/","name":"Worlds Last Chance","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article\/108512","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/wlc-article"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108512"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/216587"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108512"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}