{"id":108474,"date":"2011-05-30T07:08:07","date_gmt":"2011-05-30T07:08:07","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/wlc-article\/migrating-teka-teki-paskah\/"},"modified":"2025-08-20T18:45:56","modified_gmt":"2025-08-20T18:45:56","slug":"teka-teki-paskah","status":"publish","type":"wlc-article","link":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/articles\/kalender-yahs\/teka-teki-paskah\/","title":{"rendered":"Teka-teki Paskah"},"content":{"rendered":"<p>Adalah mustahil untuk mengatakan terlebih dahulu apa<br \/>\nyang telah dia temukan. Pecahan yang hancur, terbungkus dalam tebalnya kotoran<br \/>\ndan debu selama ribuan tahun, membuat rahasianya tidak dapat diungkap dengan<br \/>\ncepat. Namun, para Arkeolog itu sabar. Sambil memilah-milah tanah, dia dengan hati-hati<br \/>\nmengumpulkan setiap bagian yang bisa dia temukan, dengan susah payah mengelompokkan<br \/>\nbahkan sampai pecahan terkecilnya. Ketika penggalian telah menghasilkan setiap<br \/>\npotongan terakhir yang masih ada, pekerjaan yang sebenarnya barulah akan dimulai.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"vas\" style=\"margin-top: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 15px\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/EVase.jpg\" align=\"right\" height=\"301\" width=\"202\">Dengan keterampilan dan dengan sangat hati-hati<br \/>\narkeolog secara cermat membersihkan dan memulihkan setiap bagian. Akhirnya dia<br \/>\nsiap untuk memulai perakitan teka-teki yang ada di depannya. Mencocokkan satu<br \/>\nbagian di sini dan satu lagi di sana, mencoba untuk menemukan posisi yang<br \/>\nsempurna, bentuk yang indah perlahan-lahan mulai terlihat. Kesempurnaan simetri<br \/>\nyang tepat muncul sepenuhnya, sisi bulatnya dibagian atas menjadi penyeimbang<br \/>\nbagian dasarnya  yang tampak terlalu<br \/>\nramping untuk menopangnya.<\/p>\n<p>Akhirnya, upaya yang sungguh-sungguh itu telah dihargai.<br \/>\nKetekunan dan kerja keras telah membuat tumpukan potongan yang rusak dan<br \/>\nmengubahnya menjadi sebuah vas elegan, salah satu yang terbaik dari jenisnya yang<br \/>\npernah ditemukan.<\/p>\n<p>Semua orang yang mau mencari kebenaran harus menjadi<br \/>\nsama seperti arkeolog juga. Kotoran dan debu tradisi, sampah agama penyembah<br \/>\nberhala, telah mengubur banyak kebenaran Surgawi yang indah. Dengan seksama<br \/>\nmenyingkirkan hal-hal yang salah dan mengungkap kebenaran, memulihkannya agar<br \/>\nkemuliaannya sepenuhnya kembali, membutuhkan banyak kerajinan dan upaya yang sungguh-sungguh.<br \/>\nSatu prinsip yang harus diingat oleh semua pencari kebenaran adalah bahwa<br \/>\nkebenaran itu tidak akan pernah bertentangan dengan dirinya sendiri. Jika salah<br \/>\nsatu bagian Alkitab tampaknya bertentangan dengan bagian lain, itu adalah<br \/>\nundangan yang jelas: <strong>Gali disini! Akan ada<br \/>\nlebih banyak kebenaran yang akan ditemukan yang akan mendamaikan<br \/>\nketidakkonsistenan<\/strong>.<\/p>\n<p>Salah satu bagian dari Kitab Suci yang telah lama membingungkan<br \/>\nmereka yang mempelajari Alkitab adalah pernyataan yang terdapat di dalam kitab Matius,<br \/>\nMarkus dan Lukas yang tampaknya tidak sesuai dengan pernyataan tegas yang<br \/>\nterdapat di dalam kitab Yohanes. Para sarjana bahkan menyebut Matius, Markus<br \/>\ndan Lukas sebagai injil &#8220;Sinoptik&#8221; karena kesamaan besarnya dalam<br \/>\nrinciannya masing-masing serta urutannya dalam kejadian tertentu. Injil<br \/>\nkeempat, Yohanes, berbeda dalam beberapa hal khusus.<\/p>\n<p>Tidak ada tempat lagi yang membuat perbedaan ini<br \/>\ntampak makin jelas selain tulisan yang telah dibuat mengenai Paskah penyaliban.<br \/>\nKetiga Injil Sinoptik semua tampaknya setuju pada tanggal Paskah yang berbeda<br \/>\ndari yang diberikan oleh Injil Yohanes.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"potongan puzzle\" style=\"margin-right: 10px\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/EEPuzzle-Pieces.jpg\" align=\"left\" height=\"154\" width=\"272\">Pada kenyataannya, tidak ada ketidakkonsistenan. <em>Kebenaran tidak pernah bertentangan dengan<br \/>\ndirinya sendiri!<\/em> Memang benar bahwa dalam kehidupan ini tidak semua<br \/>\npertanyaan akan dijawab. Yahuwah tidak akan pernah menghapus semua penyebab<br \/>\nkeraguan karena Dia menghargai kebebasan pribadi. Dia tidak akan pernah memaksa<br \/>\norang untuk percaya jika mereka tidak mau percaya. Dengan demikian, akan selalu<br \/>\nada tempat untuk menggantung keraguan oleh mereka yang tidak ingin percaya. Di bagian<br \/>\nini, adalah menjadi hak istimewa orang percaya untuk menjalankan iman dalam Dia<br \/>\nyang tidak pernah berbohong. Seperti yang sudah dikatakan, pemeriksaan yang<br \/>\nteliti terhadap bukti yang ada telah menunjukkan harmoni dari penjelasan keempat<br \/>\nInjil. Setiap Injil memberikan potongan teka-teki yang jika dipahami dengan<br \/>\nbaik, akan membuktikan bahwa tidak ada masalah disana.<\/p>\n<p>Ayat-ayat yang telah membingungkan banyak orang adalah:<\/p>\n<p><strong>Matius 26: 17<\/strong> &#8211; &#8220;Pada hari permulaan dari hari raya Roti Tidak Beragi<br \/>\ndatanglah murid-murid [Yahushua] kepada-Nya dan berkata: &#8220;Di mana Engkau<br \/>\nkehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu &#8230;?&#8221; (KJV<sup>1<\/sup>)<\/p>\n<p><strong>Markus 14: 1<\/strong> &#8211; &#8220;Dua hari lagi hari raya Paskah dan Roti Tidak Beragi<br \/>\nakan mulai. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mencari jalan untuk menangkap<br \/>\ndan membunuh Yahushua dengan tipu muslihat&#8221;<\/p>\n<p><strong>Lukas 22: 7<\/strong> &#8211; &#8220;Maka tibalah hari raya Roti Tidak Beragi, yaitu hari<br \/>\ndi mana orang harus menyembelih domba Paskah.&#8221;<\/p>\n<p>Kebingungan<br \/>\nmuncul ketika ayat-ayat di atas dibandingkan dengan penjelasan Yohanes mengenai<br \/>\nperjamuan terakhir seperti yang dituliskan di dalam Yohanes pasal 13: &#8220;Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yahushua<br \/>\ntelah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa.<br \/>\nSama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia<br \/>\nmengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.&#8221; (Yohanes 13: 1)<\/p>\n<p>Dalam hal ini, seperti dalam semua teka-teki Alkitab<br \/>\nyang lain, Alkitab telah menyediakan jawabannya. Hukum Musa, yang oleh Sang<br \/>\nPemberi-hukum, Yahushua, dipelihara dengan sempurna, dengan jelas telah memberikan<br \/>\nukuran-waktu dari hari Paskah dan hari raya Roti Tidak Beragi.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Dalam bulan yang pertama,<br \/>\npada tanggal empat belas bulan itu, pada waktu senja, ada Paskah bagi Yahuwah.<br \/>\nDan pada hari yang kelima belas bulan itu ada hari raya Roti Tidak Beragi bagi<br \/>\nYahuwah; tujuh hari lamanya kamu harus makan roti yang tidak beragi. Pada hari<br \/>\nyang pertama kamu harus mengadakan pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan<br \/>\nsesuatu pekerjaan berat.  (Imamat 23: 5-7)<\/p>\n<p>Ayat-ayat ini dengan jelas memberikan dua tanggal<br \/>\nyang berbeda untuk dua perayaan suci yang berbeda:<\/p>\n<ul>\n<li>Paskah pada tanggal 14 Abib<\/li>\n<li>Hari pertama Hari raya Roti<br \/>\nTidak Beragi pada tanggal 15 Abib<\/li>\n<\/ul>\n<p>Yohanes pasal 13 hanya menyatakan: &#8220;Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai&#8230;.&#8221;. Namun Injil Sinoptik<br \/>\ntampaknya bertentangan dengan tanggal yang diberikan dalam Imamat!<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Matius<\/strong>:<em>Pada<br \/>\nhari permulaan dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid [Yahushua]<br \/>\nkepada-Nya<\/em>.<strong><\/strong><\/li>\n<li>\n<p><strong>Markus<\/strong>:<em>Dua<br \/>\nhari lagi hari raya Paskah dan Roti Tidak Beragi akan mulai<\/em>.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p><strong>Lukas<\/strong>:<em>Maka<br \/>\ntibalah hari raya Roti Tidak Beragi, yaitu hari di mana orang harus menyembelih<br \/>\ndomba Paskah<\/em>.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"biru potongan puzzle\" style=\"margin-right: 10px\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/EEBlue-Puzzle-Piece.jpg\" align=\"left\">Saat menyusun berbagai potongan-kebenaran teka-teki<br \/>\nAlkitab ini, tanggal yang diberikan untuk Paskah dan hari raya Roti Tidak<br \/>\nBeragi seperti yang diberikan dalam Imamat 23 harus dipegang teguh. Ini menjadi<br \/>\n&#8220;pembatas&#8221; teka-teki itu. Kedua tanggal ini tidak dapat diabaikan.<br \/>\nDengan demikian, beberapa penjelasan yang lain harus diberikan untuk menjawab<br \/>\nmengapa Injil Sinoptik menempatkan Paskah dan hari pertama dari hari raya Roti<br \/>\nTidak Beragi pada hari yang sama.<\/p>\n<p>Poin pertama yang harus dipertimbangkan adalah bahwa<br \/>\nMatius 26: 17 dan Markus 14: 1 memiliki kata-kata yang ditambahkan dalam<br \/>\nterjemahan bahasa Inggris yang tidak muncul dalam bahasa aslinya. Kata-kata<br \/>\nyang dicetak miring di bawah ini adalah kata-kata yang ditambahkan oleh penerjemah<br \/>\nke dalam kalimat itu. Kata-kata ini tidak muncul dalam bahasa aslinya:<\/p>\n<ul>\n<li>&#8220;Pada <em>hari<\/em> permulaan dari <em>hari raya<\/em> Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid&#8230;.&#8221; (Matius<br \/>\n26: 17)<\/li>\n<li>&#8220;Dua hari lagi <em>hari raya<\/em> Paskah dan Roti Tidak Beragi<br \/>\nakan mulai&#8230;.&#8221; (Markus 14: 1)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Tanpa penambahan kata-kata itu, Matius hanya akan<br \/>\nmenyatakan: &#8220;Pada permulaan roti tidak beragi datanglah murid-murid&#8230;.&#8221;.<br \/>\nDengan meninggalkan kata-kata yang ditambahkan, Markus hanya akan menyatakan:<br \/>\n&#8220;Dua hari lagi Paskah, dan roti tidak beragi. . . . &#8220;<\/p>\n<p>Dalam kalimat dari Matius, kata &#8220;permulaan&#8221;<br \/>\nberasal dari kata \u03c0\u03c1\u03ce\u03c4\u03bf\u03c2 (pr\u014dt\u014fs) yang berarti &#8220;paling utama (dalam waktu,<br \/>\ntempat, perintah atau kepentingan).&#8221;<sup>2<\/sup> Hal ini dapat berarti<br \/>\n&#8220;awal&#8221; dan &#8220;terbaik&#8221; tetapi juga bisa diterjemahkan dengan<br \/>\nbenar sebagai &#8220;sebelum&#8221;. Jika \u03c0\u03c1\u03ce\u03c4\u03bf\u03c2 (pr\u014dt\u014fs) diterjemahkan sebagai<br \/>\n&#8220;sebelum&#8221; maka Matius 26: 17 akan menyatakan: &#8220;Sebelum roti<br \/>\ntidak beragi datanglah murid-murid&#8230;.&#8221; Hal ini sesuai dengan Yohanes 13:<br \/>\n1: &#8220;Sementara itu sebelum hari raya Paskah dimulai&#8230;&#8221;<\/p>\n<p>Kalimat di dalam Markus harus dipertimbangkan dalam<br \/>\nkonteks yang segera mengikutinya yang merupakan penjelasan pengurapan Yahushua<br \/>\ndi Betania selama perjamuan makan di rumah Simon. Namun, pertama-tama, kita perlu<br \/>\nmemahami dengan tepat bagaimana orang-orang Israel menggunakan kata-kata<br \/>\ntertentu, khususnya &#8220;Paskah&#8221; dan kalimat &#8220;roti tidak<br \/>\nberagi.&#8221; Ini memberikan kepada kita potongan selanjutnya dari teka-teki<br \/>\nAlkitab ini.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Sebuah kajian tentang minggu sengsara. . . akan<br \/>\nmengungkapkan fakta bahwa kata Perjanjian Baru \u03c4\u03ac \u1f04\u03b6\u03c5\u03bc\u03b1 (&#8220;roti tidak<br \/>\nberagi&#8221;), . . . terjadi pada beberapa rujukan Injil untuk musim <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"potongan puzzle merah\" style=\"margin-left: 10px\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/EERed-Puzzle-Piece.jpg\" align=\"right\" height=\"161\" width=\"160\">Paskah.<br \/>\nUngkapan ini adalah istilah khas injil sinoptik; namun, baik Markus maupun<br \/>\nLukas tampaknya akan mengerti bahwa pada masa tulisan mereka, nama-nama perayaan<br \/>\n\u03c4\u00f2 \u03c0\u03ac\u03bd\u03bf\u03c7\u03b1 dan \u03c4\u03ac \u1f04\u03b6\u03c5\u03bc\u03b1 sedang digunakan secara bergantian di kalangan umum.<sup>3<\/sup><br \/>\nNamun, kedua [istilah] ini tampaknya menjadi istilah kesukaan Lukas untuk menggambarkan<br \/>\nmusim Paskah,<sup>4<\/sup> dan mungkin Matius juga melakukan hal yang sama.<sup>5<\/sup><br \/>\nJosephus juga mengakui penggunaan alternatif kedua istilah perayaan ini pada<br \/>\nzamannya.<sup>6<\/sup> Dia bahkan menyebut hari &#8220;keempat belas&#8221; adalah<br \/>\n&#8220;hari roti tidak beragi.&#8221;<sup>7,8<\/sup><\/p>\n<p>Bahasa itu cair dan istilah-istilah sering digunakan<br \/>\ndalam lebih dari satu cara. Sama seperti kata &#8220;Natal&#8221; berlaku untuk<br \/>\ntanggal 25 Desember namun itu juga sering diterapkan sebagai musim, waktu,<br \/>\ntahun atau bulan Desember. Pada zaman Mesias, istilah &#8220;roti tidak<br \/>\nberagi&#8221; dan &#8220;Paskah&#8221; telah menjadi istilah perayaan yang<br \/>\nditerapkan untuk seluruh minggu itu, dimulai pada Paskah (tanggal 14 Abib) dan berlaku<br \/>\ndisepanjang perayaan tujuh hari roti tidak beragi yang dimulai pada tanggal 15<br \/>\nAbib.<\/p>\n<p>Dua penulis terkenal abad pertama Masehi menggunakan<br \/>\nistilah &#8220;Paskah&#8221; dan &#8220;Hari raya Roti Tidak Beragi&#8221; secara<br \/>\nbergantian, kadang-kadang menggunakan &#8220;Roti Tidak Beragi&#8221; yang<br \/>\nditerapkan untuk Paskah; dalam kesempatan lain menggunakan &#8220;Paskah&#8221;<br \/>\nuntuk diterapkan pada seluruh perayaan itu. Para penulis ini adalah Philo dari<br \/>\nAlexandria (20 SM \u2013 50 M) dan Josephus (37 M \u2013 <em>sekitar<\/em> 100 M).<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Agar pernyataan mengenai Paskah oleh penulis abad<br \/>\npertama dapat dipahami, adalah penting untuk mengelompokkan dan menjabarkan<br \/>\nistilah-istilah perayaan yang mereka gunakan. Secara umum, kata-kata ritual dan<br \/>\nungkapan ini adalah sebuah bahasa yang tidak dikenal, dan mungkin memiliki makna<br \/>\nyang sangat berbeda dari terjemahan bahasa Inggrisnya. Sebagai contoh, kata<br \/>\nYunani \u03c0\u03ac\u03c3\u03c7\u03b1, atau \u03c6\u03ac\u03c3\u03ba\u03b1, karena kadang-kadang terjadi, ditemukan sekitar dua<br \/>\nbelas kali dalam tulisan Josephus. Kami menerjemahkannya <u>Paskah<\/u>,<br \/>\nbiasanya berarti perjamuan Paskah. Tapi <u>umumnya<\/u>, oleh Josephus, <em>kata tersebut dipakai bergantian untuk<br \/>\nmenyebut perayaan delapan hari roti tidak beragi<\/em>, dan hanya tiga kali kata<br \/>\nitu merujuk langsung pada tanggal 14 Nisan [Abib], sementara hanya tiga kali kata<br \/>\nitu menandakan domba Paskah. Dan tampaknya tidak ada tempat yang belum<br \/>\nterungkap di mana \u03c0\u03ac\u03c3\u03c7\u03b1 menunjuk pada perjamuan saja, meskipun mungkin merujuk<br \/>\npada pengorbanan Paskah dan perjamuan makan malam bersama. Di dalam tulisan<br \/>\nJosephus, ada sekitar dua puluh lima rujukan untuk upacara kurban ini.<sup>9<\/sup><\/p>\n<p>Contoh dari tulisan Josephus yang menggunakan<br \/>\nistilah &#8220;Paskah&#8221; dan &#8220;Hari raya Roti Tidak Beragi&#8221; secara bergantian<br \/>\ndapat ditemukan di dalam <em>Wars II.I.1-3<\/em><br \/>\ndimana dia menyatakan:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Dan sekarang hari raya roti tidak beragi sudah tiba,<br \/>\nyang disebut pascha [Paskah] oleh orang-orang Yahudi, sebuah perayaan yang<br \/>\nmembutuhkan sejumlah besar korban, orang yang banyak, di satu sisi, mengalir<br \/>\ndari luar kota untuk mengikuti upacara, sementara, di sisi lain, mereka<br \/>\nberkabung untuk para guru-guru yang berdiri di Bait Tuhan mengadakan perekrutan<br \/>\nbagi kelompok mereka.<sup>10<\/sup><\/p>\n<p>Dalam tulisan ini, Josephus memberi gambaran mengenai<br \/>\npemberontakan orang Israel yang terjadi pada tanggal 14 Abib, Paskah, setelah<br \/>\nkematian Herodes Agung. Dia mengawali dengan menyatakan bahwa &#8220;hari raya<br \/>\nroti tidak beragi sudah tiba&#8221; dan lebih lanjut menjelaskan bahwa perayaan<br \/>\nitu sendiri disebut &#8220;pascha\/Paskah&#8221; oleh orang-orang Israel. Ini<br \/>\nadalah cara penggunaan ungkapan yang sama persis dengan injil Sinoptik.<\/p>\n<p class=\"indenttext\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"potongan puzzle hijau\" style=\"margin-bottom: 10px; margin-right: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/EGreen-Puzzle-Piece.jpg\" align=\"left\" height=\"197\" width=\"190\">Telah jelas bahwa bagi Josephus istilah yang<br \/>\ndigunakan untuk merujuk dua waktu perayaan telah menjadi tidak tepat ke titik<br \/>\nyang dipertukarkan. Disini Josephus, pada suatu waktu bisa merujuk kepada<br \/>\nperiode perayaan delapan hari dan menyatukannya sebagai Hari raya Roti Tidak<br \/>\nBeragi dan di waktu yang lain menggunakan Paskah sebagai sinonim untuk Hari<br \/>\nraya Roti Tidak Beragi atau sekedar merujuk pada seluruh periode perayaan dan<br \/>\nhanya menyebutnya sebagai Paskah. . . hal ini, umum digunakan, tidak ada lagi perbedaan<br \/>\nyang dibuat antara Paskah dan Hari raya Roti Tidak Beragi dan tanggal 14 Nisan telah<br \/>\nberasimilasi dengan periode perayaan itu.<sup>11<\/sup><\/p>\n<p>Alasan mengapa istilah itu sering digunakan secara<br \/>\nbergantian hanya karena fakta bahwa roti tidak beragi <em>juga<\/em> dimakan pada saat Paskah dan bukan <em>hanya <\/em>selama tujuh hari kedepannya. &#8220;Ungkapan \u03c4\u03ac \u1f04\u03b6\u03c5\u03bc\u03b1 [roti<br \/>\ntidak beragi] tanpa keraguan berasal dari praktek Perjanjian Lama, di mana<br \/>\naturan zaman dahulu menetapkan bahwa roti yang tidak beragi harus dimakan<br \/>\ndengan domba yang di panggang pada hari keempat belas dari bulan pertama orang Yahudi.&#8221;<sup>12<\/sup><br \/>\nRagi telah dibuang dari rumah pada tanggal 14, dan hari raya Paskah pada malam<br \/>\nitu dirayakan dengan memakan roti yang tidak beragi.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Kesulitan yang telah muncul atas kaliamt-kalimat ini<br \/>\nsebagian besar berasal dari asumsi bahwa tulisan Philo dan Josephus mengenai<br \/>\nkata \u03c0\u03ac\u03c3\u03c7\u03b1 [pascha\/Paskah] selalu mengacu pada perayaan Paskah pada tanggal 14<br \/>\nNisan [Abib]. Sebaliknya, seperti yang telah ditunjukkan, kata ini biasanya<br \/>\nmengacu pada seluruh perayaan hari raya roti tidak beragi. Dan tidak ada perbedaan<br \/>\narti yang harus dimunculkan kecuali jika disampaikan di dalam kalimat itu.<sup>13<\/sup><\/p>\n<p>Setelah jelas dipahami bahwa &#8220;Paskah&#8221; dan<br \/>\n&#8220;roti tidak beragi&#8221; digunakan secara bergantian dalam pengertian perayaan,<br \/>\nyang dapat merujuk pada seluruh musim, juga dapat merujuk pada satu hari khusus<br \/>\ndalam perayaan itu, sekarang saatnya untuk melihat kembali pada Markus 14: 1<br \/>\ndan ayat-ayatnya segera menjadi seperti berikut:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Hari raya Paskah dan hari raya Roti Tidak Beragi akan<br \/>\nmulai dua hari lagi. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mencari jalan untuk<br \/>\nmenangkap dan membunuh Yahushua dengan tipu muslihat, sebab mereka berkata:<br \/>\n&#8220;Jangan pada waktu perayaan, supaya jangan timbul keributan di antara<br \/>\nrakyat.&#8221; Ketika Yahushua berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan<br \/>\nsedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam<br \/>\nberisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher<br \/>\nbuli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala-Nya. (Markus 14: 1-3) <\/p>\n<p>Alasan penjelasan ini telah menimbulkan kebingungan adalah<br \/>\nkarena tampaknya hal ini bertentangan dengan penjelasan di dalam kitab Yohanes:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Enam hari sebelum Paskah<br \/>\n[Yahushua] datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yahushua<br \/>\ndari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta<br \/>\nmelayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yahushua adalah Lazarus.<br \/>\nMaka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya,<br \/>\nlalu meminyaki kaki Yahushua dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak<br \/>\nsemerbak di seluruh rumah itu. (Yohanes 12: 1-3)<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"alabaster jar\" style=\"margin-top: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 15px\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/alabaster-jar-2.jpg\" align=\"right\" height=\"289\" width=\"350\">Tidak perlu membuang-buang waktu untuk berdebat<br \/>\nmengenai perbedaan tempat <em>di mana<\/em><br \/>\nMaria menuang minyak urapan itu: Markus mengatakan di kepala Yahushua; Yohanes<br \/>\nmengatakan di kaki-Nya. Para detektif polisi tahu bahwa para saksi mata<br \/>\nsekalipun bisa saja memberikan kesaksian yang berbeda, yang satu menyaksikan satu<br \/>\nhal, sementara yang lain fokus pada sesuatu yang lain, meskipun kedua kesaksian<br \/>\nitu mungkin benar. Jawaban sederhananya adalah bahwa Maria menuangkan minyak<br \/>\nurapan itu pada kaki sang Juruselamat dan juga pada kepala-Nya.<\/p>\n<p>Pertentangan yang jelas terlihat muncul atas<br \/>\npernyataan tegas dari Markus bahwa Paskah akan tiba DUA hari lagi sementara penjelasan<br \/>\nYohanes menyatakan bahwa Yahushua datang ke Betania ENAM hari sebelum Paskah. Untuk<br \/>\nmenyelesaikan perbedaan yang nampak ini, adalah penting untuk menggunakan Kitab<br \/>\nSuci <em>seperti apa adanya<\/em> dan tidak menambahkan<br \/>\npengertian tambahan yang tidak ada disitu.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Sangat mudah untuk melompat pada kesimpulan ketika kalimat<br \/>\nitu sendiri tidak ada. . . sebuah &#8220;kesimpulan yang tak terelakkan&#8221;. Kalimat-kalimat<br \/>\ndi Betania adalah titik persoalannya. Apakah Yohanes mengatakan pengurapan itu terjadi<br \/>\nenam hari sebelum Paskah? Tidak! Yang ayat itu katakan, adalah &#8220;enam hari<br \/>\nsebelum Paskah [Yahushua] DATANG KE Betania&#8221; (Yohanes 12: 1). Kemudian,<br \/>\nsetelah pernyataan ini, penjelasan dari waktu pengurapan dinyatakan dengan kata<br \/>\nYunani <em>oun<\/em> yang berarti<br \/>\n&#8220;kemudian, oleh karena itu, sesuai, akibatnya, hal ini menjadi&#8221;<br \/>\n(Thayer). <em>Oun<\/em> merujuk pada hal<br \/>\nberikutnya yang akan terjadi yang dipilih untuk dibahas oleh Yohanes. Ini tidak<br \/>\nharus berarti bahwa perjamuan itu berlangsung pada hari yang sama setelah [Yahushua]<br \/>\ndatang ke Betania.<sup>14<\/sup> Sebaliknya, Markus menjelaskan urutan<br \/>\nperistiwa. Ketika, &#8220;dua hari sebelum Paskah&#8221; (Markus 14: 1a), para<br \/>\npemimpin Yahudi bermufakat untuk membunuh [Yahushua] (Markus 14: 1b). Ini<br \/>\nterjadi ketika [Yahushua] sedang berada &#8220;di Betania, di rumah Simon si<br \/>\nkusta&#8221; (Markus 14: 3). Ayat-ayat ini memberitahu kita bahwa pengurapan di<br \/>\nBetania terjadi dua hari sebelum Paskah, dan [Yahushua] datang ke Betania enam<br \/>\nhari sebelum Paskah (atau empat hari sebelum kejadian ini).<\/p>\n<p>Dengan demikian, penjelasan di dalam kitab Yohanes<br \/>\ntidak bertentangan dengan penjelasan yang ada di dalam kitab Markus. Tetapi<br \/>\nuntuk sepenuhnya menilai keserasian lengkap antara Yohanes dan Markus tentang<br \/>\nmasalah ini, kita perlu untuk mengalihkan perhatian pada Paskah pertama yang<br \/>\ntercatat di dalam Alkitab. Seperti yang telah ditunjukkan, istilah<br \/>\n&#8220;Paskah&#8221; dan &#8220;Roti Tidak Beragi&#8221; digunakan secara<br \/>\nbergantian untuk merujuk pada seluruh musim perayaan. Namun, hal yang sering<br \/>\ndiabaikan, adalah bahwa &#8220;musim itu&#8221; tidak dimulai pada tanggal 14 bulan<br \/>\nitu, tetapi lebih awal pada tanggal sepuluh ketika pekerjaan persiapan yang<br \/>\nsangat penting dilakukan.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Berfirmanlah Yahuwah kepada<br \/>\nMusa dan Harun di tanah Mesir: &#8220;Bulan inilah akan menjadi permulaan segala<br \/>\nbulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun. Katakanlah<br \/>\nkepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh<br \/>\nmasing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk<br \/>\ntiap-tiap rumah tangga. . . . Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela,<br \/>\nberumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing. Kamu harus mengurungnya<br \/>\nsampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang<br \/>\nberkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.&#8221; (Lihat Keluaran 12: 1-3, 5, 6).<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"domba bayi\" style=\"margin-bottom: 10px; margin-right: 15px\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/lamb-3.jpg\" align=\"left\" height=\"238\" width=\"350\">Tanggal sepuluh bulan pertama adalah hari di mana<br \/>\nsetiap rumah tangga memilih domba atau anak <br \/>\ndomba yang sempurna untuk menjadi kurban persembahan mereka. Sebagai perlambang<br \/>\nSang Juruselamat, setiap hewan yang dipilih haruslah sempurna dan tanpa cacat<br \/>\nsatupun. Hewan-hewan muda itu harus dibawa ke rumah, dimandikan, dirawat dan diberi<br \/>\nmakan. Selama proses ini dilakukan, perasaan sebuah keluarga akan mulai terikat<br \/>\npada makhluk kecil itu. Dengan demikian, ketika binatang itu dibunuh, itu akan memberi<br \/>\ndampak yang jauh lebih mendalam pada keluarga itu sebagai perlambang bagi Sang Anak<br \/>\nDomba Yahuwah yang harus dibunuh karena dosa dunia.<\/p>\n<p>Dengan memahami bahwa kata &#8220;Paskah&#8221;<br \/>\nmemiliki penggunaan yang lebih luas dari sekedar mengacu pada tanggal khusus,<br \/>\n14 Abib, beberapa sarjana telah menyarankan bahwa hari dimana Yahushua diurapi<br \/>\nitu, pada kenyataannya, adalah tanggal sepuluh pada bulan itu &#8211; hari di mana<br \/>\nhewan kurban selalu dipilih. Mengingat bahwa orang-orang Ibrani menghitung<br \/>\nhari-hari mereka secara <em>inklusif<\/em>, dan<br \/>\nbukan <em>eksklusif<\/em> seperti yang<br \/>\ndilakukan pada saat ini, maka waktu perjamuan di rumah Simon menjadi sempurna<br \/>\nsesuai dengan kerangka waktu yang akan terjadi pada tanggal  sepuluh bulan itu.<\/p>\n<p>Kata-kata Sang Juruselamat sendiri tampaknya<br \/>\nmenunjukkan bahwa Dia memahami pentingnya urapan Maria kepada-Nya dalam terang<br \/>\nini. Ketika murid-murid mulai mengkritik kemurahan hati Maria, Yahushua<br \/>\nmengatakan: &#8220;Biarkanlah dia. Mengapa<br \/>\nkamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.&#8221; (Markus 14: 6, NKJV).<br \/>\nKemudian, dengan menubuatkan kematian-Nya yang hanya tinggal empat hari lagi,<br \/>\nDia menambahkan:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Karena orang-orang miskin<br \/>\nselalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu<br \/>\nmenghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu. Ia telah<br \/>\nmelakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai<br \/>\npersiapan untuk penguburan-Ku&#8221;. (Markus 14: 7, 8, NKJV)<\/p>\n<p>Perjamuan itu, pada dasarnya, adalah makan malam tanda<br \/>\n&#8220;terima kasih&#8221; yang diadakan bagi Sang Juruselamat oleh seorang<br \/>\nFarisi kaya yang bernama Simon. Yahushua sudah menyembuhkan Simon si kusta<br \/>\n(lihat Markus 14: 3) dan sebagai ungkapan rasa terima kasihnya karena telah disembuhkan,<br \/>\nSimon menghibur Sang Juruselamat, murid-murid-Nya dan Lazarus dengan sebuah<br \/>\nperjamuan makan yang mewah. Anak Simon sendiri adalah salah satu dari dua belas<br \/>\nmurid. Murid itulah yang, karena sebagai tuan rumah merasa percaya diri untuk<br \/>\nmenjadi yang pertama mengkritik hadiah murah hati dari Maria dan, yang<br \/>\ndampaknya, diterima oleh Sang Juruselamat.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Ketika Yahushua berada di<br \/>\nBetania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang<br \/>\nperempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang<br \/>\nmahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak<br \/>\nitu ke atas kepala Yahushua. (Markus 14: 3)<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Tetapi Yudas Iskariot, <em>anak Simon<\/em><sup>15<\/sup>, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan<br \/>\nsegera menyerahkan Dia, berkata: &#8220;Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual<br \/>\ntiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?&#8221; Hal itu<br \/>\ndikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan<br \/>\nkarena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam<br \/>\nkas yang dipegangnya. Maka kata Yahushua: &#8220;Biarkanlah dia melakukan hal<br \/>\nini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada pada<br \/>\nkamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.&#8221; (Yohanes 12: 4-8).<\/p>\n<p>Murid-murid<br \/>\nyang lain, yang menghormati Yudas karena kekayaannya, budaya dan sifatnya,<br \/>\nsegera mengikuti teladannya. Reaksi kemarahan Yudas terhadap teguran lembut Sang<br \/>\nJuruselamat saat perjamuan makan yang dibuat ayahnya inilah yang secara<br \/>\nlangsung menyebabkan Yudas mengkhianati Yahushua dengan menyerahkan Dia ke<br \/>\ntangan para imam. Setelah mencatat teguran Yahushua kepada murid-murid,<br \/>\nkata-kata berikutnya dalam kitab Markus adalah: &#8220;Lalu pergilah Yudas Iskariot, salah seorang dari kedua<br \/>\nbelas murid itu, kepada imam-imam kepala dengan maksud untuk menyerahkan<br \/>\nYahushua kepada mereka. Mereka sangat gembira waktu mendengarnya dan mereka<br \/>\nberjanji akan memberikan uang kepadanya. Kemudian ia mencari kesempatan yang<br \/>\nbaik untuk menyerahkan Yahushua.&#8221; (Markus 14: 10, 11)<\/p>\n<p>Bukti tambahan bahwa perjamuan makan malam di rumah<br \/>\nSimon terjadi pada tanggal sepuluh bulan itu dapat ditemukan dalam kenyataan<br \/>\nbahwa kejadian-kejadian berikut terjadi <em>setelah<\/em><br \/>\nperjamuan di rumah Simon:<\/p>\n<ol>\n<li>Yudas bertemu dengan<br \/>\nimam-imam kepala dan para pemimpin untuk mengkhianati Yahushua. (Lihat Lukas<br \/>\n22: 1-6).<\/li>\n<li>Sehari setelah perjamuan<br \/>\nSimon, Yahushua memasuki Yerusalem. (Lihat Matius 21: 1-11 dan Yohanes 12: 12-15).<\/li>\n<li>Setelah tiba di Yerusalem,<br \/>\nYahushua membersihkan bait suci dari para penjual dan penukar uang. (Lihat<br \/>\nLuke19: 45-48).<\/li>\n<li>Berbagai wacana dan<br \/>\npertukaran dicatat dalam berbagai Injil mengenai kejadian-kejadian yang terjadi<br \/>\ndi hari-hari berikutnya saat Yahushua memasuki Yerusalem, seperti orang-orang Yunani<br \/>\nyang meminta untuk melihat Yahushua. (Lihat Yohanes 12: 20-33).<\/li>\n<\/ol>\n<p>Jika jamuan makan di rumah Simon telah terjadi pada<br \/>\ntanggal 12, hanya dua hari sebelum tanggal 14, maka tidak akan ada cukup waktu bagi<br \/>\nsemua kejadian-kejadian yang telah dicatat di dalam Alkitab untuk terjadi yang<br \/>\ndituliskan telah terjadi antara perjamuan makan malam itu dan Perjamuan<br \/>\nTerakhir. Ini menegaskan keserasian antara penjelasan di dalam kitab Yohanes<br \/>\ndan dalam kitab Markus.<\/p>\n<p>Sebuah tambahan potongan teka-teki terpasang pada<br \/>\ntempatnya melalui fakta bahwa keempat Injil dengan jelas menyatakan bahwa<br \/>\npenyaliban, yang berlangsung pada hari Paskah, adalah &#8220;hari<br \/>\npersiapan&#8221;.<\/p>\n<p><strong>Matius 27: 59, 60 dan 62<\/strong> &#8211; &#8220;Dan Yusufpun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan<br \/>\nkain lenan yang putih bersih, lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru,<br \/>\nyang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar<br \/>\nke pintu kubur itu, pergilah ia. . . . <em>Keesokan<br \/>\nharinya, yaitu sesudah hari persiapan<\/em>, datanglah imam-imam kepala dan<br \/>\norang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus &#8230;.&#8221;.<\/p>\n<p><strong>Markus 15: 42-43<\/strong> &#8211; &#8220;Sementara itu hari mulai malam, dan <em>hari itu adalah hari persiapan<\/em>, yaitu<br \/>\nhari menjelang Sabat. Karena itu Yusuf, orang Arimatea . . . memberanikan diri<br \/>\nmenghadap Pilatus dan meminta mayat Yahushua.&#8221;<\/p>\n<p><strong>Lukas 23: 53, 54<\/strong> &#8211; &#8220;Dan sesudah ia [Yusuf Arimatea] menurunkan mayat itu,<br \/>\nia mengapaninya dengan kain lenan, lalu membaringkannya di dalam kubur yang<br \/>\ndigali di dalam bukit batu, di mana belum pernah dibaringkan mayat. <em>Hari itu adalah hari persiapan<\/em> dan sabat<br \/>\nhampir mulai.&#8221;<\/p>\n<p>Ini adalah bukti yang sangat meyakinkan bahwa<br \/>\nkeempat Injil sepakat mengenai tanggal Paskah dan hari raya Roti Tidak Beragi.<br \/>\nPada kalender luni-solar Alkitab, Paskah pada tanggal 14 selalu terjadi pada<br \/>\nhari keenam dalam sebuah minggu.<\/p>\n<p align=\"center\"><img decoding=\"async\" alt=\"Kalender Sang Pencipta\" title=\"Kalender Sang Pencipta\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/FNYx7wzx-luni-solar-calendar-bahasa.png\" height=\"NaN\" width=\"450\">\n<\/p>\n<p> Secara otomatis, hari berikutnya, hari pertama dari<br \/>\nhari raya Roti Tidak Beragi selalu jatuh pada Sabat hari ketujuh yang di dalam<br \/>\nkitab Imamat 23: 6 ditegaskan jatuh pada hari ke-15 bulan itu. Alkitab menyebut<br \/>\nhari keempat belas\/Paskah, sebagai &#8220;hari persiapan.&#8221; Banyak pemelihara<br \/>\nSabat memberlakukan istilah ini untuk setiap hari keenam, karena merujuk pada<br \/>\nhari keenam sebagai hari kerja, untuk mempersiapkan hari Sabat pada hari<br \/>\nberikutnya dan tentu saja mungkin juga orang-orang Israel menggunakan istilah<br \/>\nitu dengan cara ini. Namun, Alkitab sendiri, hanya memberlakukan istilah ini<br \/>\nuntuk hari keempat belas\/Paskah \u2013 hari sebelum hari pertama dari Hari Raya Roti<br \/>\nTidak Beragi.<\/p>\n<p>Karena hari pertama roti tidak beragi selalu jatuh<br \/>\npada hari Sabat mingguan, hari itu disebut hari &#8220;Sabat Besar&#8221;.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Sesudah Yahushua meminum<br \/>\nanggur asam itu, berkatalah Ia: &#8220;Sudah selesai.&#8221; Lalu Ia menundukkan<br \/>\nkepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. Karena hari itu hari persiapan dan supaya<br \/>\npada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib (sebab<br \/>\nSabat itu adalah hari yang besar) maka datanglah orang-orang Yahudi kepada<br \/>\nPilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan<br \/>\nmayat-mayatnya diturunkan. Yohanes 19: 30, 31, NKJV<\/p>\n<p>Hari Persiapan adalah hari kerja. Ini adalah hari di<br \/>\nmana ragi telah dibuang dari rumah (melambangkan dosa yang dibuang dari bait-jiwa).<br \/>\nItulah waktu dimana domba Paskah disembelih, <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"margin-top: 10px; margin-left: 10px\" alt=\"ungu potongan puzzle\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/EPurple-Puzzle-Piece.jpg\" align=\"right\" height=\"211\" width=\"162\">menjadi gambaran masa depan ketika<br \/>\nMesias akan dibunuh karena dosa dunia. Fakta ini, dan waktu hari persiapan,<br \/>\ndikonfirmasi oleh sebuah kejadian yang tercatat dalam Injil Sinoptik, yang<br \/>\ntidak tercatat dalam Yohanes. Kejadian ini memberikan lagi sebuah potongan<br \/>\nteka-teki, yang membenarkan penjelasan Injil mengenai waktu Paskah penyaliban.<\/p>\n<p>Sudah menjadi kebiasaan bagi para penjahat yang dihukum<br \/>\nuntuk memikul kayu salib mereka sendiri dalam perjalanan mereka ke tempat penghukuman.<br \/>\nNamun, Matius, Markus dan Lukas semua memberi catatan bahwa ada orang lain yang<br \/>\nmemikul salib Sang Juruselamat. Ini bukan tindakan belas kasihan terakhir yang<br \/>\nditunjukkan kepada orang yang tidak bersalah. Dalam segala kemungkinan, Sang Juruselamat<br \/>\ntidak memiliki kekuatan fisik untuk memikul kayu salib-Nya sendiri karena telah<br \/>\nmelalui malam tanpa tidur serta telah kehilangan banyak darah dari hukuman cambuk<br \/>\nyang Dia telah terima. Para prajurit Romawi memecahkan masalah itu dengan<br \/>\nmemaksa orang lain untuk memikul salib-Nya:<\/p>\n<ul>\n<li>&#8220;Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa<br \/>\ndengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk<br \/>\nmemikul salib Yahushua.&#8221; (Matius 27: 32).<\/li>\n<li>&#8220;Pada waktu itu lewat seorang yang bernama Simon, orang<br \/>\nKirene, ayah Aleksander dan Rufus, yang baru datang dari luar kota, dan orang<br \/>\nitu mereka paksa untuk memikul salib Yahushua.&#8221; (Markus 15: 21).<\/li>\n<li>&#8220;Ketika mereka membawa Yahushua,<br \/>\nmereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari<br \/>\nluar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil<br \/>\nmengikuti [Yahushua].&#8221;<br \/>\n(Lukas 23: 26).<\/li>\n<\/ul>\n<p>Beberapa penulis percaya bahwa penjelasan Simon<br \/>\n&#8220;datang dari luar kota&#8221; adalah rujukan bahwa Simon telah keluar<br \/>\nbekerja di padang. Namun karena kejadian itu terjadi di pagi hari, alasan <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"menghubungkan potongan-potongan teka-teki\" style=\"margin-top: 10px; margin-bottom: 10px; margin-right: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/connecting-puzzle-piece-3.jpg\" align=\"left\" height=\"300\" width=\"400\">yang lebih<br \/>\nmungkin adalah bahwa Simon bepergian ke Yerusalem untuk hari raya Roti Tidak<br \/>\nBeragi. Ungkapan &#8220;datang dari luar kota&#8221; berarti sebuah perjalanan yang<br \/>\nlebih panjang dari sekedar &#8220;Seperjalanan Sabat&#8221; singkat yang diperbolehkan<br \/>\npada hari-hari yang kudus. Apakah Simon bekerja di ladang, atau sedang bepergian,<br \/>\nsatu-satunya kemungkinan dia bisa melakukan hal itu adalah jika Paskah itu adalah<br \/>\nhari kerja. Fakta bahwa ketiga Injil Sinoptik dalam kisah ini membenarkan bahwa<br \/>\npenggunaan kalimat mereka dari awal &#8220;hari raya roti tidak beragi&#8221;<br \/>\nadalah secara umum dipahami sebagai rujukan bagi hari Paskah itu sendiri.<\/p>\n<p>Penjelasan dalam kitab Lukas sedikit berbeda. Lukas<br \/>\nmenyatakan: &#8220;Maka tibalah hari raya<br \/>\nRoti Tidak Beragi, yaitu hari di mana orang harus menyembelih domba Paskah.&#8221; (Lukas 22: 7)<br \/>\nSebagaimana yang telah ditunjukkan, istilah &#8220;Paskah&#8221; dan &#8220;roti<br \/>\ntidak beragi&#8221; yang secara luas digunakan, dimulai dari hari ketika domba kurban<br \/>\nitu dipilih pada tanggal sepuluh sampai hari terakhir dari hari raya Roti Tidak<br \/>\nBeragi (pada tanggal 21 ) yang segera diikuti oleh Sabat hari ketujuh pada<br \/>\ntanggal 22. Selanjutnya di dalam kitab Lukas pasal 22 terdapat penjelasan rinci<br \/>\nmengenai Perjamuan Terakhir yang masih diperingati sampai hari ini di dalam<br \/>\npersekutuan pelayanan. Penggabungan potongan teka-teki antara tiga Injil<br \/>\nsinoptik dan Injil Yohanes ditemukan dalam kenyataan bahwa Perjamuan Terakhir<br \/>\ndimakan hanya beberapa jam sebelum Sang Juruselamat dikhianati, dan itu pada<br \/>\nkenyataannya, <em>bukan<\/em> perjamuan Paskah<br \/>\nyang sebenarnya.<\/p>\n<p>Dalam bahasa Ibrani, Aram dan Yunani, seperti dalam<br \/>\nbahasa Inggris, terdapat kata-kata yang berbeda untuk menyatakan apakah roti telah<br \/>\ndibuat dengan ragi (roti <em>beragi<\/em>) atau<br \/>\ntanpa ragi (roti <em>tidak beragi<\/em>).<\/p>\n<p><strong>IBRANI<\/strong><\/p>\n<p>Roti tidak beragi = <em>matzah<\/em> (atau <em>matzot<\/em> lebih<br \/>\ndari satu kali).<br \/>\nBeragi = <em>lekhem<\/em><br \/>\n(atau <em>lekhemim<\/em> lebih dari satu kali).<\/p>\n<p><strong>ARAM<\/strong><\/p>\n<p>Roti tidak beragi = <em>patireh<\/em><br \/>\nBeragi = <em>lakhma<\/em><\/p>\n<p><strong>YUNANI<\/strong><\/p>\n<p>Roti tidak beragi = <em>azumos<\/em> (atau <em>azumon<\/em> atau <em>Azuma<\/em> lebih dari satu kali).<br \/>\nBeragi = <em>artos<\/em><br \/>\n(atau <em>Arton<\/em> lebih dari satu kali).<\/p>\n<p>Tanpa satupun pengecualian, setiap kali Alkitab<br \/>\nmengacu pada &#8220;Hari raya Roti Tidak Beragi&#8221; kata untuk <em>roti tidak beragi<\/em> yang digunakan adalah:<em>matzah, patireh, azumos<\/em>. Namun, di semua<br \/>\ntempat di dalam Alkitab roti perjamuan terakhir disebutkan, kata untuk <em>roti beragi<\/em> yang digunakan adalah: <em>lakhma, artos<\/em>. Dengan demikian,<br \/>\n&#8220;Perjamuan Terakhir&#8221; terjadi pada hari <em>sebelum<\/em> perjamuan Paskah yang sebenarnya.<\/p>\n<p>Seperti yang telah ditunjukkan, baik Yohanes maupun<br \/>\nMatius menyatakan bahwa Perjamuan Terakhir terjadi sebelum Paskah dan hari raya<br \/>\nRoti Tidak Beragi. Dalam 1 Korintus 11: 23 dan 26-28, Paulus juga konsisten<br \/>\nmenggunakan kata untuk <em>roti dengan ragi<\/em><br \/>\nketika membahas Perjamuan Terakhir dan makna rohaninya. Sementara Yohanes tidak<br \/>\nmemberikan penjelasan tentang Perjamuan Terakhir, tetapi fokus pada pembasuhan<br \/>\nkaki yang mendahuluinya, Matius, Markus dan Lukas semua setuju bahwa roti yang<br \/>\ndigunakan pada Perjamuan Terakhir itu beragi dan dengan demikian tidak mungkin<br \/>\nmenjadi perjamuan Paskah. Hal ini dibenarkan oleh penjelasan dalam Yohanes yang<br \/>\nberulang kali mengacu pada hari penyaliban sebagai hari Paskah yang sebenarnya,<br \/>\nyang selanjutnya diikuti oleh hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi.<br \/>\n(Lihat Yohanes 18: 28; 18: 39; 19: 14; 19: 31 dan 19: 42).<\/p>\n<p>Potongan kebenaran yang terakhir yang ditegaskan oleh<br \/>\nkeempat Injil benar-benar mengacu pada peristiwa yang sama pada <em>tanggal<\/em> yang sama dapat ditemukan dalam<br \/>\nkenyataan bahwa seluruh <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"teka-teki dengan potongan yang hilang di tengah\" style=\"margin-bottom: 10px; margin-left: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/EMissing-Puzzle-Piece.jpg\" align=\"right\" height=\"245\" width=\"246\">bangsa itu bersatu dalam merayakan hari Pentakosta. Jika<br \/>\ntiga Injil Sinoptik sungguh-sungguh telah mengacu pada Paskah yang terjadi pada<br \/>\ntanggal yang berbeda dari yang diberikan dalam Injil Yohanes, maka hal ini tentu<br \/>\nsaja akan berdampak pada penghitungan menuju hari Pentakosta.<\/p>\n<p>Sesaat<br \/>\nsebelum Sang Juruselamat kembali ke surga setelah kebangkitan-Nya, Dia<br \/>\nmemberikan arahan yang tegas kepada murid-murid-Nya untuk tetap tinggal di<br \/>\nYerusalem: &#8220;Pada suatu hari ketika<br \/>\nIa makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem,<br \/>\ndan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang&#8211;demikian<br \/>\nkata-Nya&#8211;&#8220;telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan<br \/>\nair, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.&#8221; (Kisah Rasul 1: 4, 5).<\/p>\n<p>Para murid taat kepada Juruselamat mereka yang telah<br \/>\nbangkit. Beberapa hari berikutnya adalah waktu menyelidiki-hati dan waktu pertobatan.<\/p>\n<p>Ketika tiba hari<br \/>\nPentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah<br \/>\ndari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah,<br \/>\ndi mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api<br \/>\nyang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka<br \/>\ndengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain,<br \/>\nseperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. (Kisah Para Rasul 2: 1-4).<\/p>\n<p>Pentakosta adalah salah satu perayaan tahunan yang<br \/>\nakan membuat semua orang Israel yang taat kembali pulang ke Yerusalem untuk merayakannya.<br \/>\nFakta bahwa Yerusalem dipenuhi dengan umat dari negeri-negeri yang jauh ini<br \/>\nadalah apa yang dimaksud dalam ayat-ayat berikutnya.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Waktu itu di Yerusalem diam<br \/>\norang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. Ketika<br \/>\nturun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka<br \/>\nmasing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka<br \/>\nsendiri. Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata:<br \/>\n&#8220;Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? Bagaimana<br \/>\nmungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita<br \/>\nsendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: kita orang Partia,<br \/>\nMedia, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia<br \/>\ndan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene,<br \/>\npendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi,<br \/>\norang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa<br \/>\nkita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan [Elohim].&#8221; (Kisah Para Rasul 2: 5-11).<\/p>\n<p>Daftar yang luar biasa dari orang-orang yang berdarah<br \/>\nIsrael ini, yang tinggal dibegitu banyak negara dan daerah yang berbeda<br \/>\nmenegaskan bahwa mereka juga berada di Yerusalem dengan tujuan memelihara<br \/>\nperayaan tahunan hari Pentakosta.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"menempatkan potongan puzzle bersama-sama\" style=\"margin-right: 10px\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/EPutting-Puzzle-Pieces-Together.png\" align=\"left\" height=\"253\" width=\"270\">Jika Yohanes dan penulis Injil lainnya telah salah<br \/>\ndalam menuliskan kronologi mereka mengenai tanggal Paskah, bagaimana mungkin<br \/>\nterjadi bahwa bukan hanya semua murid, tetapi orang-orang Yahudi juga dari<br \/>\nsetiap bagian dari Timur Dekat, sepenuhnya sepakat mengenai tanggal hari  Pentakosta, yang mereka peringati pada hari<br \/>\nyang sama. Jika ada perbedaan pendapat mengenai tanggal Paskah, maka akan ada<br \/>\njenis yang berbeda dari tanggal hari Pentakosta.<sup>16<\/sup><\/p>\n<p>Jadi bukannya memberikan penjelasan yang<br \/>\nbertentangan mengenai tanggal Paskah penyaliban, keempat Injil justru semuanya<br \/>\nsepakat! Perbedaan dalam penjelasan mereka benar-benar memberikan konfirmasi<br \/>\nbahwa mereka semua sepakat dengan tidak saling berlawanan dalam hal apapun.<\/p>\n<p>Kebenaran tidak pernah bertentangan dengan dirinya<br \/>\nsendiri. Jika ada perbedaan yang nampak, itu hanya menggaris bawahi bagian di<br \/>\nmana pembelajaran tambahan harus dilakukan. Di bagian di mana hikmat Yahuwah telah menetapkan<br \/>\nbahwa tidak semua penyebab keraguan akan dihilangkan, akan memungkinkan setiap<br \/>\norang untuk menghidupi kebebasan memilih mereka untuk percaya atau untuk ragu berdasarkan<br \/>\nkeinginan mereka, biarkan orang yang percaya memilih untuk menghidupi iman, karena<br \/>\n&#8220;tanpa iman tidak mungkin orang<br \/>\nberkenan kepada Dia. Sebab barangsiapa berpaling kepada [Elohim], ia harus<br \/>\npercaya bahwa Dia ada, dan bahwa Dia memberi upah kepada orang yang<br \/>\nsungguh-sungguh mencari Dia&#8221;. (Ibrani 11: 6, NKJV)<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Walaupun para pengkritik keyakinan akan dengan cepat<br \/>\nmembuat asumsi dan menggunakan asumsi mereka untuk menjelekkan Alkitab, seorang<br \/>\npembelajar yang memiliki iman harus melatih diri untuk menganalisis dengan<br \/>\nhati-hati setiap kata-kata (dan kebisuan) Kitab Suci. Sebagian besar (jika<br \/>\ntidak semua kasus) teka-teki yang kita hadapi didasari oleh kesalahpahaman kita<br \/>\nsendiri terhadap kalimat itu, dan kesalapahaman itu bukan bersumber dari kata-kata<br \/>\nKitab Suci itu sendiri.<sup>17<\/sup><\/p>\n<p>Pada saat ini ketika pengetahuan terus bertambah dan<br \/>\nbanyak kebenaran Surgawi sedang dipulihkan, semua orang harus merasa didorong<br \/>\nuntuk mempelajari bagi diri mereka sendiri setiap prinsip dari keyakinan<br \/>\nmereka. Jika keyakinan itu salah, Roh Kudus telah berjanji untuk memimpin semua<br \/>\norang yang mencari kebenaran ke dalam pengertian tentang kebenaran itu.<br \/>\n&#8220;Dan ketika Dia [Roh Kebenaran] telah datang, Dia akan menginsafkan dunia<br \/>\nakan dosa, dan kebenaran dan penghakiman.&#8221; (Yohanes 16: 8, NKJV)<\/p>\n<hr style=\"width: 100%\" align=\"left\">\n<p><sup>1<\/sup> Semua ayat-ayat Kitab Suci yang digunakan<br \/>\nberasal dari King James Version sampai itu dituliskan jika berasal dari sumber<br \/>\nlain.<\/p>\n<p><sup>2<\/sup> #4413, <em>The New Strong&#8217;s Expanded<br \/>\nDictionary of Bible Words.<\/em><\/p>\n<p><sup>3<\/sup> Markus 14: 1; Lukas 22: 1.<\/p>\n<p><sup>4<\/sup> Kisah Para Rasul 12: 3; 20: 6.<\/p>\n<p><sup>5<\/sup> Matius 26: 17.<\/p>\n<p><sup>6<\/sup> Ant[iquities], XVII.IX.3; B.II.I.3, dll.<\/p>\n<p><sup>7<\/sup> B.V.III.1. Thackeray: &#8220;When the day of<br \/>\nunleavened bread came round on the fourteenth,&#8221; dll.<\/p>\n<p><sup>8<\/sup> Grace E. Amadon, &#8220;The Johannine-Synoptic Argument,&#8221;<br \/>\n(original manuscript of the published article), Andrews University, James White<br \/>\nLibrary,Collection 154, Box 2, Folder 1, hal. 1, penekanan ditambahkan.<\/p>\n<p><sup>9<\/sup> Grace E. Amadon, &#8220;Important Passover<br \/>\nTexts in Josephus and Philo,&#8221; (original manuscript of the published<br \/>\narticle), Andrews University, James White Library, Collection 154, Box 2,<br \/>\nFolder 1, hal. 1, garis bawah asli; kemiringan tulisan ditambahkan.<\/p>\n<p><sup>10<\/sup> Terjemahan langsung oleh G. E. Amadon, <em>s.d.a.,<\/em>hal. 2.<\/p>\n<p><sup>11<\/sup>  Barry D. Smith, \u201cThe Chronology of the Last<br \/>\nSupper,\u201d <em>Westminster Theological Journal <\/em>53:1 (1991), hal. 35<br \/>\n&amp; 36.<\/p>\n<p><sup>12 <\/sup>Amadon, &#8220;The Johannine-Synoptic<br \/>\nArgument,&#8221; <em>op cit., <\/em>hal. 3.<\/p>\n<p><sup>13 <\/sup>Amadon, &#8220;Important Passover Texts in Josephus<br \/>\nand Philo,&#8221; <em>op cit., <\/em>hal. 9.<\/p>\n<p><sup>14<\/sup> <em>Oun<\/em><br \/>\n&#8220;tidak selalu memberikan koneksi kausal yang ketat, tetapi dapat digunakan<br \/>\nlebih longgar sebagai penghubung sementara dalam kelanjutan atau dimulainya<br \/>\nkembali sebuah narasi&#8221; (<em>A Greek Grammar of the New Testament and Other<br \/>\nEarly Christian Literature. <\/em>F. Blass, A. Debrunner and Robert Funk.<br \/>\nChicago: University of Chicago Press, 1961, 234-5).  <\/p>\n<p><sup>15<\/sup> Untuk komfirmasi tambahan bahwa Yudas Iskariot<br \/>\nadalah anak Simon, lihat  Yohanes 13: 2-3 dan 13: 26. <\/p>\n<p><sup>16<\/sup> Amadon, &#8220;The Johannine-Synoptic<br \/>\nArgument,&#8221; <em>op cit.,<\/em> hal. 9.<\/p>\n<p><sup>17<\/sup> Kyle Pope, \u201cDating Passover and the Last<br \/>\nSupper,\u201d Ancient Road Publications.<\/p>\n","protected":false},"featured_media":216250,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":[],"class_list":["post-108474","wlc-article","type-wlc-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","wlc-article-category-kalender-yahs","wlc-content-directory-passover-examination"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Teka-teki Paskah - Worlds Last Chance<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/the-passover-puzzle\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Teka-teki Paskah - Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Adalah mustahil untuk mengatakan terlebih dahulu apa yang telah dia temukan. Pecahan yang hancur, terbungkus dalam tebalnya kotoran dan debu selama ribuan tahun, membuat rahasianya tidak dapat diungkap dengan cepat. Namun, para Arkeolog itu sabar. Sambil memilah-milah tanah, dia dengan hati-hati mengumpulkan setiap bagian yang bisa dia temukan, dengan susah payah mengelompokkan bahkan sampai pecahan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/the-passover-puzzle\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-20T18:45:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/the-passover-puzzle-bahasa.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"250\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"159\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"27 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/the-passover-puzzle\/\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/the-passover-puzzle\/\",\"name\":\"Teka-teki Paskah - Worlds Last Chance\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/the-passover-puzzle\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/the-passover-puzzle\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/the-passover-puzzle-bahasa.jpg\",\"datePublished\":\"2011-05-30T07:08:07+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-20T18:45:56+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/the-passover-puzzle\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/the-passover-puzzle\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/the-passover-puzzle\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/the-passover-puzzle-bahasa.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/the-passover-puzzle-bahasa.jpg\",\"width\":250,\"height\":159},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/the-passover-puzzle\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Articles\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Teka-teki Paskah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/\",\"name\":\"Worlds Last Chance\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Teka-teki Paskah - Worlds Last Chance","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/the-passover-puzzle\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Teka-teki Paskah - Worlds Last Chance","og_description":"Adalah mustahil untuk mengatakan terlebih dahulu apa yang telah dia temukan. Pecahan yang hancur, terbungkus dalam tebalnya kotoran dan debu selama ribuan tahun, membuat rahasianya tidak dapat diungkap dengan cepat. Namun, para Arkeolog itu sabar. Sambil memilah-milah tanah, dia dengan hati-hati mengumpulkan setiap bagian yang bisa dia temukan, dengan susah payah mengelompokkan bahkan sampai pecahan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/the-passover-puzzle\/","og_site_name":"Worlds Last Chance","article_modified_time":"2025-08-20T18:45:56+00:00","og_image":[{"width":250,"height":159,"url":"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/the-passover-puzzle-bahasa.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"27 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/the-passover-puzzle\/","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/the-passover-puzzle\/","name":"Teka-teki Paskah - Worlds Last Chance","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/the-passover-puzzle\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/the-passover-puzzle\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/the-passover-puzzle-bahasa.jpg","datePublished":"2011-05-30T07:08:07+00:00","dateModified":"2025-08-20T18:45:56+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/the-passover-puzzle\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/the-passover-puzzle\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/the-passover-puzzle\/#primaryimage","url":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/the-passover-puzzle-bahasa.jpg","contentUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/the-passover-puzzle-bahasa.jpg","width":250,"height":159},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/the-passover-puzzle\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Articles","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Teka-teki Paskah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/","name":"Worlds Last Chance","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article\/108474","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/wlc-article"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108474"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/216250"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108474"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}