{"id":108403,"date":"2010-11-18T08:45:48","date_gmt":"2010-11-18T08:45:48","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/wlc-article\/migrating-sabat-lunar\/"},"modified":"2025-08-20T17:13:00","modified_gmt":"2025-08-20T17:13:00","slug":"sabat-lunar","status":"publish","type":"wlc-article","link":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/articles\/kalender-yahs\/sabat-lunar\/","title":{"rendered":"Sabat Lunar"},"content":{"rendered":"<h2><span>Sabat Sabtu? Atau Sabat Lunar?<\/span><\/h2>\n<p>Karena cinta orang-orang mengeluarkan segala kemampuan<br \/>\nmereka untuk menyenangkan orang yang mereka cintai. Ini adalah reaksi alami<br \/>\ndari hati yang mengasihi. Hal ini tidak dipandang sebagai sebuah kewajiban,<br \/>\ntetapi sebuah sukacita dan hak istimewa! Inilah arti Sabat yang sejati bagi<br \/>\nsemua orang yang mencintai Pencipta mereka dan ingin menghormati Dia. Di bagian<br \/>\npaling awal dunia ini, hari ketujuh telah dipisahkan sebagai hari untuk<br \/>\nberistirahat dan untuk beribadah kepada Sang Pencipta. Mereka yang menghargai hujan<br \/>\npemeliharaan dari Bapa surgawi yang penuh kasih atas mereka, ingin menaati-Nya<br \/>\ndan menyembah-Nya pada hari Sabat yang sejati.<\/p>\n<p>Pertanyaan yang kemudian muncul: &#8220;Hari yang<br \/>\nmana Sabat Alkitab? Hari yang mana yang merupakan Sabat hari ketujuh Alkitab<br \/>\nyang sejati?&#8221; Ada banyak perbedaan, ada banyak keyakinan yang dipegang<br \/>\nmengenai kapan waktu untuk beribadah. Tiga dari pandangan-pandangan ini adalah<br \/>\nsebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Banyak orang yang percaya<br \/>\nbahwa tidak diperluhkan hari khusus untuk beristirahat karena Yahuwah harus<br \/>\ndisembah setiap hari.<\/li>\n<li>Pemelihara Sabat Sabtu<br \/>\npercaya bahwa karena hari Sabtu adalah hari terakhir dari mingguan tujuh hari<br \/>\nmoderen, maka itu sudah pasti adalah Sabat hari ketujuh yang sejati. Karena siklus<br \/>\nmingguan moderen berlangsung tanpa henti, mereka percaya bahwa hari Sabtu telah<br \/>\nditurunkan tanpa henti dari masa Penciptaan sebagai Sabat hari ketujuh yang<br \/>\nsejati.<\/li>\n<li>Yang lain percaya bahwa kumpulan<br \/>\nbukti Alkitab dan sejarah menunjukkan bahwa Sabat yang sejati hanya dapat<br \/>\nditemukan dengan menggunakan kalender luni-solar yang digunakan pada zaman<br \/>\nAlkitab.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Meskipun benar bahwa seseorang <em>harus<\/em> beribadah setiap hari, Sang Penguasa alam semesta sendiri<br \/>\nsecara tegas memerintahkan bahwa pada hari ketujuh, pekerjaan harus ditinggalkan<br \/>\ndan waktu khusus akan dihabiskan bersama dengan-Nya. Hari Sabat bukan hanya<br \/>\nhari <em>ibadah<\/em>. Hari ini juga secara<br \/>\nkhusus adalah hari <em>tanpa pekerjaan<\/em>.<br \/>\nYahuwah bahkan menyatakan bahwa hari Sabat adalah tanda antara diri-Nya dengan<br \/>\nanak-anak-Nya sampai <em>selama-lamanya<\/em>.<br \/>\nArtikel ini akan mempertimbangkan bukti apakah Sabat yang sejati adalah &#8220;Sabat<br \/>\nSabtu&#8221; ataukah &#8220;Sabat lunar.&#8221;<\/p>\n<table style=\"margin-left: 10px\" align=\"right\" border=\"1\" cellpadding=\"5\" cellspacing=\"0\" width=\"200\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: justify; padding: 7px; background-color: #ffffcc\">&#8220;Tidak<br \/>\nada alasan bagi siapa pun untuk mengambil posisi bahwa tidak akan ada lagi<br \/>\nkebenaran yang akan terungkap, dan bahwa semua pengetahuan Alkitab kita sudah<br \/>\ntidak memiliki kesalahan. Fakta bahwa ajaran-ajaran tertentu telah dijalani<br \/>\nsebagai kebenaran selama bertahun-tahun&#8230; adalah bukan bukti bahwa gagasan-gagasan<br \/>\nkita telah bebas dari kesalahan. Waktu tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran,<br \/>\ndan kebenaran akan bersikap adil. Tidak ada ajaran yang benar yang akan<br \/>\nkehilangan sesuatu melalui penyelidikan yang seksama.\u201d Counsels to Writers and<br \/>\nEditors, hal. 35.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Bagi semua orang yang ingin mengetahui kebenaran, akan<br \/>\ntiba waktunya mereka akan sampai pada <a href=\"\/yahuwahs-calendar\/jalan-bercabang.html\">jalan bercabang<\/a>. Prasangka pribadi, tradisi<br \/>\ndan gagasan-gagasan prasangka seharusnya tidak tegak di dalam pikiran seseorang<br \/>\nyang ingin mengetahui &#8220;Kebenaran, seluruh Kebenaran dan bukan yang lain<br \/>\nselain Kebenaran.&#8221; Jika para pencari kebenaran mau belajar dengan pikiran yang<br \/>\nterbuka, bersedia untuk mematuhi apa yang telah terungkap jika itu terbukti<br \/>\nbahwa itu adalah kebenaran, maka kebenaran akan terungkap dalam pikirannya dan<br \/>\nia tidak perlu tetap tinggal di dalam kesalahan. Ini adalah semua hal yang<br \/>\ndibutuhkan oleh semua orang yang akan mempelajari perihal Sabat Alkitab yang<br \/>\nsejati.<\/p>\n<p>Alkitab menyatakan bahwa seluruh pertikaian antara Sang<br \/>\nPencipta dan Setan berada di dalam pertempuran mengenai peribadatan. Ini adalah<br \/>\nperang bagi pikiran setiap laki-laki, perempuan dan anak-anak yang hidup hari<br \/>\nini. Oleh karena itu, akan lebih bijaksana bagi semua orang di bumi ini untuk<br \/>\nmengkaji hal-hal ini bagi diri mereka sendiri. Semua orang harus belajar dan mengetahui<br \/>\ndengan pasti apakah hari beribadah yang sejati adalah Sabat Sabtu atau Sabat<br \/>\nLunar.<\/p>\n<h2>Solar? Lunar? atau Lunar-Solar?<\/h2>\n<p>Jika hari khusus untuk beribadah (hari Sabat) adalah<br \/>\npenting maka adalah sesuatu yang sangat penting untuk menggunakan cara yang<br \/>\ntepat untuk menemukan hari itu. Dengan kata lain, kalender yang benar harus<br \/>\ndigunakan. Waktu hanya bisa diukur melalui pergerakan. Ada tiga jenis kalender<br \/>\nutama:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Kalender Solar<\/strong> (Kalender sipil moderen, kalender Gregorian, adalah kalender solar,<br \/>\natau kalender matahari.)<\/li>\n<li><strong>Kalender Lunar<\/strong>  (kalender agama yang digunakan<br \/>\noleh umat Islam adalah kalender lunar, atau kalender bulan.)<\/li>\n<li><strong>Kalender Luni-solar<\/strong> (kalender ini juga kadang-kadang disebut kalender Lunar-Solar, atau<br \/>\nkalender Bulan-Matahari.)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sejarah dan penggalian arkeologi mengungkapkan bahwa<br \/>\nsemua peradaban kuno menggunakan kalender luni-solar. Sementara orang-orang Mesir<br \/>\nadalah yang pertama mengadopsi kalender solar [matahari], kalender asli mereka<br \/>\njuga adalah kalender lunar-solar. Cara kuno perhitungan waktu yang sangat<br \/>\nakurat ini mengaitkan bulanan bulan dengan tahun matahari melalui beberapa<br \/>\npengamatan di alam.<\/p>\n<table style=\"margin-left: 10px\" align=\"right\" border=\"1\" cellpadding=\"5\" cellspacing=\"0\" width=\"200\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: justify; padding: 7px; background-color: #ffffcc\">Pergerakan<br \/>\nmatahari, bulan dan bintang-bintang adalah satu-satunya pengukur waktu yang<br \/>\nakurat. Bahkan dengan jam atom moderen, sepanjang waktu diukur melalui siklus<br \/>\nbenda-benda langit. Hari dan tahun keduanya diukur melalui pergerakan cahaya<br \/>\nyang terlihat dari bumi.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Satu tahun matahari memiliki panjang 365 hari. Tahun<br \/>\nbulan adalah 11 hari lebih pendek dari tahun matahari. Dengan demikian, tanggal<br \/>\ndalam kalender lunar yang ketat akan mengambang melalui musim dalam tahun<br \/>\nmatahari. Berbagai budaya yang menggunakan kalender lunar-solar, melabuhkan<br \/>\nbulanan bulan pada titik yang berbeda pada tahun matahari. Beberapa, seperti<br \/>\norang Mesir kuno, menggunakan terbitnya bintang Sirius, pada saat titik balik<br \/>\nmatahari musim panas. Lainnya, seperti suku Aztec dan Maya, menggunakan titik balik<br \/>\nmatahari musim dingin sebagai tahun baru mereka. Baru-baru ini, ketika Perancis<br \/>\nmengadopsi kalender yang berbeda selama Revolusi Perancis, tahun baru mereka dimulai<br \/>\npada titik balik matahari musim gugur. (Untuk informasi lebih lanjut mengenai<br \/>\nreformasi kalender Perancis dan Uni Soviet, lihat e-course \u201cChanging Weeks:<br \/>\nHiding Sabbath\u201d.)<\/p>\n<p>Bukti sejarah menunjukkan bahwa sejauh ini sebagian<br \/>\nbesar kalender kuno mengawali tahunannya pada musim semi, pada atau dekat saat<br \/>\nmusim semi (titik balik matahari musim semi). Bangsa Israel juga menggunakan<br \/>\nkalender luni-solar dan mengawali tahun mereka pada musim semi. Perayaan<br \/>\ntahunan mereka dan Sabat hari ketujuh ditentukan dengan menggunakan kalender<br \/>\nlunar-solar yang telah ditetapkan oleh Sang Pencipta pada awal dunia.<\/p>\n<h2>Sabat Lunar dalam Alkitab<\/h2>\n<p><a href=\"\/view-video\/1476\/kalender-sang-pencipta.html\">Kalender Sang Pencipta<\/a> adalah alat yang sangat<br \/>\npenting untuk menemukan Sabat hari ke-tujuh yang sejati yang berisi<br \/>\n&#8220;meterai Yahuwah&#8221;: janji kesetiaan seseorang kepada Sang Pencipta.<br \/>\nAlkitab menyatakan bahwa pada masa penciptaan, baik matahari maupun bulan<br \/>\ndiberikan untuk memberikan terang serta sarana untuk menandai perihal waktu.<br \/>\nKalender <strong>matahari <\/strong>modern tidak<br \/>\nmenggunakan bulan untuk mengatur waktu. Juga kalender Hindu atau kalender lunar<br \/>\nMuslim tidak menggunakan matahari. Hanya kalender <strong>lunar-solar<\/strong> kuno yang memenuhi kriteria menggunakan baik matahari<br \/>\nmaupun bulan dalam sistem pengatur waktunya.<\/p>\n<p>Banyak orang yang memelihara hari-hari raya yang<br \/>\ntercantum dalam Imamat pasal 23 masih menguduskan hari Sabat Sabtu. Mereka<br \/>\npercaya bahwa kalender lunar-solar hanya digunakan untuk perayaan tahunan, karena<br \/>\nhari Sabtu dalam kalender matahari modern telah diturunkan dalam siklus<br \/>\nmingguan tanpa henti sejak masa Penciptaan. Tapi ini adalah dua metode pengatur<br \/>\nwaktu yang berbeda! Tidak ada di dalam Alkitab disebutkan terdapat dua sistem pengatur<br \/>\nwaktu yang terpisah dan berbeda. Pada masa Penciptaan, satu kalender telah<br \/>\nditetapkan dan diperlukan matahari dan bulan sebagai pembentuknya.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Dan . . . Berfirmanlah [Yahuwah]: &#8220;Jadilah<br \/>\nbenda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah<br \/>\nbenda-benda penerang itu menjadi tanda-tanda yang menunjukkan musim-musim yang<br \/>\ntetap dan hari-hari dan tahun-tahun, dan sebagai penerang pada cakrawala<br \/>\nbiarlah benda-benda itu menerangi bumi.&#8221; Dan jadilah demikian. Dan . . .<br \/>\n[Yahuwah] menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, . . .  [dan Dia] menaruh semuanya itu di cakrawala<br \/>\nuntuk menerangi bumi, dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan<br \/>\nterang dari gelap. (Kejadian 1: 14-18, KJV).<\/p>\n<table style=\"margin-right: 10px\" align=\"left\" border=\"0\" cellpadding=\"15\" cellspacing=\"15\" width=\"332\">\n<tbody>\n<tr>\n<td><img decoding=\"async\" alt=\"fase bulan\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/moon-phases-4.jpg\"> <\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td align=\"center\"><span style=\"font-weight: bold\">Sang Pencipta telah merancang sistem pengatur-waktu yang menggunakan matahari dan bulan untuk mengatur waktu.<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Tepat di bagian ini, dalam pasal pertama dari buku<br \/>\npertama dari Alkitab, prinsip ini menetapkan bahwa dua benda penerang yang<br \/>\nbesar itu harus digunakan untuk menandai waktu untuk beribadah dan sebagai<br \/>\ntanda, atau tanda kesetiaan kepada Sang Pencipta. Kata yang diterjemahkan<br \/>\n&#8220;tanda-tanda&#8221; berasal dari kata Ibrani \u00f4wth, yang berarti sebuah<br \/>\ntanda atau cap. &#8220;Kata ini merupakan sesuatu yang menjadi tanda khusus dari<br \/>\nseseorang atau kelompok&#8230;. Kata itu berarti &#8216;tanda&#8217; sebagai sebuah pengingat kewajiban<br \/>\nseseorang.&#8221; (Lihat # 226, The New Strong&#8217;s Expanded Dictionary of Bible<br \/>\nWords.)<\/p>\n<p>Hari Sabat adalah tanda yang olehnya umat Sang<br \/>\nPencipta ditandai dan ditetapkan sebagai pembeda dari semua orang lain di bumi.<br \/>\nKata Ibrani yang diterjemahkan &#8220;musim-musim&#8221; bahkan lebih<br \/>\nmengungkapkannya. Kata ini adalah mo&#8217;ed. Penggunaan kata ini yang mengungkapkan<br \/>\nbahwa Sabat yang sejati pada masa Penciptaan ditentukan oleh bulan. Mo&#8217;ed<br \/>\nadalah kata yang digunakan khusus untuk merujuk pada perayaan tahunan.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Karena hari raya orang Yahudi terjadi secara<br \/>\nberkala, sehingga kata ini digunakan untuk mengenali hari-hari raya itu. . . Mo&#8217;ed<br \/>\ndigunakan dalam arti luas untuk semua acara agama. Itu terkait erat dengan<br \/>\nKemah Suci itu sendiri. . . [Yahuwah] bertemu orang Israel di sana pada waktu<br \/>\ntertentu untuk mengungkapkan kehendak-Nya. Ini adalah istilah umum untuk waktu<br \/>\nperkumpulan ibadah umat. . . [Yahuwah].&#8221; (Lihat #4150, &#8220;Lexical Aids<br \/>\nto the Old Testament,&#8221; Hebrew-Greek Key Word Study Bible, KJV.)<\/p>\n<p>Jauh dari menghadirkan dua sistem pengatur waktu yang<br \/>\nberbeda, Alkitab menyajikan hanya satu: kalender lunar-solar dimana perayaan<br \/>\ntahunan serta Sabat hari ketujuh, harus dihitung. Imamat pasal 23 adalah daftar<br \/>\ndari perayaan suci Yahuwah. Dari perayaan musim semi sampai kepada perayaan-perayaan<br \/>\nmusim gugur, Imamat pasal 23 melukiskan semuanya. Tapi &#8220;perayaan&#8221; paling<br \/>\npertama yang tercantum adalah perayaan mingguan: Sabat hari ketujuh.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Dan . . . [Yahuwah] berfirman kepada Musa:<br \/>\n&#8220;Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Hari-hari<br \/>\nraya yang ditetapkan Yahuwah yang harus kamu maklumkan sebagai waktu pertemuan<br \/>\nkudus, waktu perayaan yang Kutetapkan, adalah yang berikut. Enam hari lamanya<br \/>\nboleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat,<br \/>\nhari perhentian penuh, yakni hari pertemuan kudus; janganlah kamu melakukan<br \/>\nsesuatu pekerjaan; itulah sabat bagi Yahuwah di segala tempat kediamanmu\u201d&#8230;.<br \/>\n(Imamat 23: 1-3)<\/p>\n<p>Dari Sabat itu, Yahuwah melanjutkan daftar perayaan<br \/>\ntahunan (atau mo&#8217;edim) tapi perayaan paling pertama yang Dia berikan adalah<br \/>\nSabat hari ketujuh.<\/p>\n<table style=\"margin-left: 10px\" align=\"right\" border=\"1\" cellpadding=\"5\" cellspacing=\"0\" width=\"200\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: justify; padding: 7px; background-color: #ffffcc\"><strong>Sabat Lunar:<\/strong><br \/>\nSebuah hari suci untuk beristirahat, itu adalah hari ketujuh dan terakhir dari<br \/>\nsetiap minggu di dalam sebuah bulanan. Siklus mingguan dimulai ulang pada<br \/>\nsetiap Bulan Baru. Empat minggu lengkap akan mengikuti <a href=\"\/yahuwahs-calendar\/hari-bulan-baru-hadiah-dari-sang-pencipta.html\">Hari Bulan Baru<\/a>.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Mazmur 104: 19 adalah saksi lain dari Alkitab bahwa<br \/>\nSabat hari ketujuh harus ditentukan dengan bulan:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Dia menetapkan [menciptakan] bulan sebagai<br \/>\npenentu musim-musim.&#8221; (Mazmur 104: 19, KJV)<\/p>\n<p>Kata yang diterjemahkan &#8220;musim-musim&#8221;,<br \/>\nsekali lagi, adalah mo&#8217;edim. Catatan Alkitab konsisten: hanya ada satu metode pengatur-waktu<br \/>\nyang disajikan di dalam Alkitab. Itu adalah kalender lunar-solar yang dikokohkan<br \/>\noleh Yahuwah sendiri pada saat Penciptaan. Kalender ini menentukan semua waktu<br \/>\nyang ditetapkan untuk beribadah, mo&#8217;edim itu.<\/p>\n<h2>Kalender Lunar-Solar dari Alkitab<\/h2>\n<p>Hari pertama sebuah bulan pada kalender luni-solar<br \/>\nadalah Hari Bulan Baru. (Untuk penggunaan istilah &#8220;Bulan Baru&#8221; di dalam<br \/>\nAlkitab, lihat: I Samuel 20: 5, 18 &amp; 24; 2 Raja-raja 4:23; Mazmur 81: 3;<br \/>\nYesaya 66:23; Yehezkiel 46: 1; dan Amos 8: 5.) <\/p>\n<table style=\"text-align: center\" align=\"center\" border=\"0\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" width=\"100%\">\n<tbody>\n<tr>\n<td><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" title=\"\" alt=\"Kalender Sang Pencipta\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/luni-solar-calendar-bahasa.png\" height=\"347\" width=\"450\"><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong style=\"text-align: center\">Pada kalender kuno, Sabat hari ketujuh selalu jatuh pada tanggal yang sama setiap bulan.<\/p>\n<p><\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Pada kalender lunar-solar Alkitab, setiap bulanan (atau<br \/>\nbulanan bulan di langit) selalu dimulai dengan sebuah Hari Bulan Baru, yang<br \/>\ndengan sendirinya tergolong sebagai hari ibadah. Enam hari kerja mengikuti pada<br \/>\nhari kedua sampai hari ketujuh pada bulan itu. Sabat hari ketujuh selalu jatuh<br \/>\npada tanggal 8, 15, 22 dan 29 setiap bulan lunar.<\/p>\n<p>Alkitab sendiri mendukung bentuk susunan kalender<br \/>\nini. Setiap kali Sabat hari ketujuh diberikan dalam bentuk tanggal di dalam<br \/>\nAlkitab, itu akan selalu jatuh pada tanggal 8, 15, 22 atau 29 pada bulan itu.<br \/>\nEntah tanggal itu sendiri disebutkan atau tanggal itu hanya kontekstual dalam<br \/>\nrincian yang lain, secara konsisten memungkinkan sesuai dengan perhitungan itu.<br \/>\nContohnya, kisah tentang Keluaran dari Mesir yang mengandung tanggal tertentu<br \/>\ndan rincian selama tiga bulan berturut-turut, yang semuanya memiliki Sabat hari<br \/>\nketujuh jatuh pada tanggal 8, 15, 22 dan 29 untuk setiap bulan! Rincian<br \/>\nkalender ini dikonfirmasi 40 tahun kemudian pada perayaan paskah Yosua dan lagi<br \/>\npada penyaliban Sang Juruselamat.<\/p>\n<p>Seperti disebutkan sebelumnya, tahun bulan lebih<br \/>\npendek dari tahun matahari dan tanpa melabuhkan bulan lunar ke tahun matahari,<br \/>\nmusim akan mengambang sepanjang kalender. Tahun Baru yang benar berlabuh pada titik<br \/>\nbalik matahari musim semi. Dengan demikian, setiap dua sampai tiga tahun, satu<br \/>\nbulan tambahan ketiga belas akan ditambahkan pada tahun itu. Tahun yang seperti<br \/>\nini disebut tahun embolismik, karena satu bulan tambahan ditambahkan untuk<br \/>\nmembawa bulanan kembali selaras dengan musim. Yehezkiel memberikan bukti<br \/>\nAlkitabiah untuk bulan ketiga belas yang digunakan dalam tahun embolismik.<br \/>\n(Lihat artikel: \u201cEzekiel&#8217;s 13th Month.\u201d)<\/p>\n<p>Kalender lunar-solar Penciptaan adalah metode pengatur-waktu<br \/>\nyang paling akurat. Indah dan tepat. Itu adalah pengatur-waktu rancangan Ilahi.<br \/>\nYeremia 31:35 mengacu pada Yahuwah yang memberikan &#8220;aturan&#8221; (atau<br \/>\nhukum) pada bulan. Aturan pengatur-waktu Ilahi begitu sederhana hingga seorang<br \/>\ngembala di lereng bukit bisa mengamatinya seakurat para ahli astronomi di<br \/>\nobservatorium menghitungnya. Bahkan menghitung sampai hari Pentakosta, yang<br \/>\ntelah lama membingungkan banyak orang karena dua spesifikasi hitungan tampak<br \/>\nbertentangan, dapat secara akurat ditentukan hanya dengan menggunakan kalender<br \/>\nlunar-solar.<\/p>\n<h2>Yahudi dan hari Sabat<\/h2>\n<table style=\"margin-left: 10px\" align=\"right\" border=\"0\" cellpadding=\"15\" cellspacing=\"15\" height=\"219\" width=\"155\">\n<tbody>\n<tr>\n<td><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" title=\"\" alt=\"pendeta Yahudi\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/rabbi-4.jpg\" height=\"182\" width=\"149\"> <\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td align=\"center\"><strong style=\"text-align: center\">Para sarjana Yahudi mengakui bahwa kalender yang sekarang mereka gunakan bukan kalender Alkitab.<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Meskipun benar bahwa orang-orang Yahudi zaman<br \/>\nsekarang beribadah pada hari Sabat Sabtu, ini tidak membuktikan bahwa hari<br \/>\nSabtu adalah Sabat yang sejati. Mereka tidak selalu menyembah pada hari Sabat<br \/>\nSabtu. Para Sarjana Yahudi dengan jelas menyadari bahwa metode penanggalan asli<br \/>\nsudah berbeda dari kalender modern dan di bawah penganiayaan selama abad<br \/>\nkeempat Masehi, orang-orang Yahudi telah melepaskan kalender lunar-solar asli<br \/>\nmereka.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Mengumumkan Hari Bulan Baru melalui pengamatan Bulan<br \/>\nBaru, dan tahun baru saat datangnya musim semi, hanya dapat dilakukan oleh<br \/>\nSanhedrin. Pada masa Hillell II [abad 4 Masehi], Presiden terakhir dari<br \/>\nSanhedrin, orang Romawi melarang praktek ini. Oleh karena itu Hillel II<br \/>\nterpaksa meresmikan kalender tetapnya, dampak ini membuat Sanhendrin memberikan<br \/>\npersetujuan pada kelander itu di semua tahun-tahun berikutnya. (&#8220;The<br \/>\nJewish Calendar and Holidays (incl. Sabbath)&#8221;: The Jewish Calendar;<br \/>\nChanging the Calendar, www.torah.org, penekanan ditambahkan.)<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Bulan baru itu tetap, dan hari Sabat awalnya,<br \/>\ntergantung pada siklus bulan. (Universal Jewish Encyclopedia, hal. 410)<\/p>\n<p>Setelah kalender lunar-solar kuno telah ditinggalkan,<br \/>\npengetahuan tentang Sabat yang sejati hilang dengan penerimaan kalender kafir<br \/>\nJulian.<\/p>\n<h2>Sabat Lunar Hilang<\/h2>\n<table style=\"margin-left: 10px\" align=\"right\" border=\"0\" cellpadding=\"15\" cellspacing=\"15\" width=\"263\">\n<tbody>\n<tr>\n<td><img decoding=\"async\" title=\"pre-julian calendar\" alt=\"kalender pra-julian\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/image003-4.png\" height=\"NaN\" width=\"400\"> <\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td align=\"center\"><strong style=\"text-align: center\">Prasasti batu dari kalender Julian mula-mula ini dengan jelas menunjukkan sebuah minggu yang terdiri dari delapan-hari. Orang-orang Israel tidak menggunakan kalender Julian untuk menemukan Sabat hari ketujuh. Mereka menggunakan kalender luni-solar asli dari masa Penciptaan.<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Kalender Republik Romawi, seperti kalender Ibrani, awalnya<br \/>\njuga adalah kalender lunar-solar. Pada tahun 45-46 SM, Julius Caesar<br \/>\nmereformasi kalender Romawi asli dan, dengan bantuan seorang astronom<br \/>\nAleksandria, Sosigenes, menciptakan kalender matahari baru dengan siklus<br \/>\nmingguan yang tidak perna berhenti yaitu: kalender Julian. Walaupun kalender<br \/>\nJulian telah digunakan pada zaman Mesias, orang Israel tidak menggunakannya karena<br \/>\nmingguan awal kalender Julian adalah terdiri dari delapan hari lamanya! Bangsa<br \/>\nIsrael masih menggunakan kalender lunar-solar asli mereka dan menyembah pada<br \/>\nhari ketujuh dalam setiap minggu.<\/p>\n<p>Sejak saat itu, sampai abad keempat, orang-orang Israel<br \/>\ndan orang-orang Kristen zaman kerasulan terus menggunakan kalender Alkitab<br \/>\nuntuk menentukan hari ibadah agama mereka. Dengan meningkatnya kekuasaan<br \/>\norang-orang Kristen yang telah dikafirkan di Roma, hal ini menyebabkan dimulainya<br \/>\npertikaian ribuan tahun atas bagaimana \u2018cara memperingati kematian dan<br \/>\nkebangkitan Juruselamat\u2019. Orang-orang Kristen di Roma ingin merayakan<br \/>\nkebangkitan Mesias pada Paskah Easter Kafir. Sementara orang-orang Kristen<br \/>\nkerasulan, di sisi lain, ingin memperingati kematian Yahushua pada Paskah<br \/>\nPassover yang asli.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Titik pertentangan muncul tampak seperti tipuan sederhana:<br \/>\nPaskah Easter melawan Paskah Passover. Namun, Isu-isu yang dipertaruhkan ini, sangat<br \/>\nbesar. Satu-satunya cara untuk menentukan kapan Paskah Passover terjadi adalah<br \/>\ndengan menggunakan kalender luni-solar Alkitab. . .<\/p>\n<p>Kalender menentukan waktu dan Konsili Nicea telah<br \/>\nmemutuskan untuk meninggalkan perhitungan kalender  Yahudi dan sebagai gantinya digunakanlah<br \/>\nkalender kafir Julian. Hal ini secara efektif menghancurkan pengetahuan tentang<br \/>\nSabat yang sejati dan tempatnya diganti dengan Sabat Sabtu kafir. Para Sarjana<br \/>\nYahudi mengakui fakta ini juga.<\/p>\n<p>Dalam sebuah penjelasan yang semangat mengenai<br \/>\nKonsili Nicea, sarjana Yahudi Heinrich Graetz menulis:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Pada rangkaian terakhir yang menyentak dalam<br \/>\nKonsili Nicea  yang menghubungkan<br \/>\nKekristenan dengan sumber awalnya. Perayaan Paskah Easter telah diadakan sampai<br \/>\nsekarang  dan telah dirayakan  hampir sama dengan Paskah Passover Yahudi,<br \/>\ndan memang pada hari yang dihitung dan ditetapkan oleh Sanhendrin di Yudea untuk<br \/>\nperayaan tersebut; tapi di masa depan pelaksanaannya telah diatur sendiri<br \/>\nbersama-sama terlepas dari kalender Yahudi. . . . (History of the Jews,<br \/>\npublished by the Jewish Publication Society of America, 1893, Vol. II, lihat<br \/>\nhal. 563-564.)<\/p>\n<p>Konsili Nicea memberikan dampak yang luas dan sangat<br \/>\ndalam terhadap hari sabat yang sejati. Sampai hari ini para sarjana Katolik<br \/>\nmendasarkan otoritas Gereja Katolik pada tindakan perubahan hari Sabat ini dari<br \/>\nhari Sabat yang sejati yang ditentukan dengan kalender lunar-solar menjadi hari<br \/>\nMinggu pada kalender Julian yang memiliki siklus tanpa henti. Kalender Kafir Julian,<br \/>\nmelegalkan pada tempatnya, seluruh sistem agama palsu. Dengan begitu Sabat yang<br \/>\nsejati menjadi terkubur di bawah tradisi dan asumsi ratusan tahun bahwa mingguan<br \/>\nmoderen telah bersiklus terus menerus tanpa henti sejak masa Penciptaan.<\/p>\n<h2>Memperbaiki Tembok Yang Tembus: Memulihkan Sabat Lunar<\/h2>\n<p>Yesaya pasal 58 berisi nubuatan yang indah tentang pekerjaan<br \/>\nyang harus dilakukan oleh generasi akhir zaman. &#8220;Engkau akan membangun<br \/>\nreruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan<br \/>\noleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan &#8220;yang memperbaiki tembok<br \/>\nyang tembus&#8221;, &#8220;yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat<br \/>\ndihuni.&#8221; Yesaya 58:12)<\/p>\n<table style=\"margin-right: 10px\" align=\"left\" border=\"0\" cellpadding=\"15\" cellspacing=\"15\" width=\"227\">\n<tbody>\n<tr>\n<td align=\"center\"><font color=\"#3366cc\" size=\"3\"><span style=\"font-weight: bold\">Pesan tiga malaikat dari kitab Wahyu pasal 14 mengandung panggilan untuk beribadah pada hari Sabat Alkitab yang sejati.<\/span><\/font><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Ini adalah pekerjaan orang-orang yang telah berjanji<br \/>\nsetia kepada Sang Pencipta mereka dengan menyembah-Nya pada hari suci-Nya yang<br \/>\nsejati, Sabat Alkitab yang sejati. Untuk memperbaiki lubang yang dibuat dalam<br \/>\nhukum Yahuwah, untuk membersihkan sampah kesalahan dan tradisi, kumpulan asumsi<br \/>\nratusan tahun, adalah pekerjaan besar yang dilakukan oleh orang-orang dari<br \/>\ngenerasi akhir. Wahyu berisi peringatan tiga-bagian, yang menyerukan kepada semua<br \/>\norang untuk &#8220;Takutlah akan [Yahuwah] dan muliakanlah Dia . . . dan<br \/>\nsembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata<br \/>\nair.&#8221; (Lihat Wahyu 14: 6-10).<\/p>\n<p>Perihal ini adalah yang paling penting bagi semua orang<br \/>\nyang sekarang hidup. Sabat yang sejati adalah tanda kesetiaan yang membedakan<br \/>\nmereka yang bersedia untuk taat dengan orang-orang yang berpegang teguh pada<br \/>\ntradisi dan asumsi. Semua orang harus mempelajari perihal Sabat lunar,<br \/>\nfakta-fakta sejarah kalender, dan pasal-pasal yang terkait dari Alkitab. <a href=\"\/end-time-prophecy\/apakah-armagedon-itu.html\">Perang Armageddon<\/a>, seperti pertikaian yang<br \/>\nlain adalah peperangan panjang antara Yahuwah dan Lusifer, yang bertempur di<br \/>\nmedan perang peribadatan.<\/p>\n<p>Semua orang yang ingin menghormati Sang Pencipta<br \/>\nmereka akan memilih untuk menyembah Dia pada hari yang telah Dia berkati dan kuduskan:<br \/>\nhari ketujuh dalam sebuah minggu pada kalender luni-solar, hari Sabat Lunar<br \/>\nyang sejati.<\/p>\n<hr style=\"width: 100%\">\n<p><font size=\"3\" face=\"Georgia\">Klik di <a href=\"\/yahuwahs-calendar\/hari-sabat-lunar-dalam-pembelaannya-bagian-1.html\">sini<\/a> untuk melihat Seri Sabat<br \/>\nLunar Dalam Pembelaannya.<\/font><\/p>\n<table style=\"margin-left: 10px\" align=\"center\" border=\"1\" cellpadding=\"5\" cellspacing=\"0\" height=\"\" width=\"700\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: justify; padding: 7px; background-color: #ffffff\">\n<ul>\n<li><font size=\"3\" face=\"Georgia\"><a href=\"\/yahuwahs-calendar\/bahasa-indonesia\" title=\"\">Artikel Kalender Yahuwah<\/a><\/font><\/li>\n<\/ul>\n<\/td>\n<td style=\"text-align: justify; padding: 7px; background-color: #ffffff\">\n<ul>\n<li><font size=\"3\" face=\"Georgia\"><a href=\"\/videos\/wlc-videos\/yahs-calendar\/bahasa-indonesia\" title=\"\">Video Kalender Yahuwah<\/a><\/font><\/li>\n<\/ul>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p align=\"center\"><em><strong>&#8220;Jikalau seseorang<br \/>\nmemberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya.&#8221;<\/strong><\/em> &#8211;Amsal<br \/>\n18:13, KJV<\/p>\n","protected":false},"featured_media":215658,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":[],"class_list":["post-108403","wlc-article","type-wlc-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","wlc-article-category-kalender-yahs","wlc-content-directory-sabbath"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sabat Lunar - Worlds Last Chance<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sabat Lunar - Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sabat Sabtu? Atau Sabat Lunar? Karena cinta orang-orang mengeluarkan segala kemampuan mereka untuk menyenangkan orang yang mereka cintai. Ini adalah reaksi alami dari hati yang mengasihi. Hal ini tidak dipandang sebagai sebuah kewajiban, tetapi sebuah sukacita dan hak istimewa! Inilah arti Sabat yang sejati bagi semua orang yang mencintai Pencipta mereka dan ingin menghormati Dia. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-20T17:13:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/KahcTKBZ-lunar-sabbath-bahasa.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"250\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"159\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"14 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath\/\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath\/\",\"name\":\"Sabat Lunar - Worlds Last Chance\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/KahcTKBZ-lunar-sabbath-bahasa.jpg\",\"datePublished\":\"2010-11-18T08:45:48+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-20T17:13:00+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/KahcTKBZ-lunar-sabbath-bahasa.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/KahcTKBZ-lunar-sabbath-bahasa.jpg\",\"width\":250,\"height\":159},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Articles\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Sabat Lunar\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/\",\"name\":\"Worlds Last Chance\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sabat Lunar - Worlds Last Chance","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Sabat Lunar - Worlds Last Chance","og_description":"Sabat Sabtu? Atau Sabat Lunar? Karena cinta orang-orang mengeluarkan segala kemampuan mereka untuk menyenangkan orang yang mereka cintai. Ini adalah reaksi alami dari hati yang mengasihi. Hal ini tidak dipandang sebagai sebuah kewajiban, tetapi sebuah sukacita dan hak istimewa! Inilah arti Sabat yang sejati bagi semua orang yang mencintai Pencipta mereka dan ingin menghormati Dia. [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath\/","og_site_name":"Worlds Last Chance","article_modified_time":"2025-08-20T17:13:00+00:00","og_image":[{"width":250,"height":159,"url":"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/KahcTKBZ-lunar-sabbath-bahasa.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"14 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath\/","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath\/","name":"Sabat Lunar - Worlds Last Chance","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/KahcTKBZ-lunar-sabbath-bahasa.jpg","datePublished":"2010-11-18T08:45:48+00:00","dateModified":"2025-08-20T17:13:00+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath\/#primaryimage","url":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/KahcTKBZ-lunar-sabbath-bahasa.jpg","contentUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/KahcTKBZ-lunar-sabbath-bahasa.jpg","width":250,"height":159},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/lunar-sabbath\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Articles","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Sabat Lunar"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/","name":"Worlds Last Chance","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article\/108403","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/wlc-article"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108403"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/215658"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108403"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}