{"id":108330,"date":"2012-12-03T12:01:00","date_gmt":"2012-12-03T12:01:00","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/wlc-article\/migrating-misteri-babel-dewa-yang-tersembunyi\/"},"modified":"2025-08-20T16:03:51","modified_gmt":"2025-08-20T16:03:51","slug":"misteri-babel-dewa-yang-tersembunyi","status":"publish","type":"wlc-article","link":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/articles\/kalender-yahs\/misteri-babel-dewa-yang-tersembunyi\/","title":{"rendered":"Misteri Babel: Dewa yang Tersembunyi"},"content":{"rendered":"<p>Letnan Kolonel John Patterson memiliki pekerjaan<br \/>\nyang harus dilakukan. Perjuangan untuk menyelesaikan Jalan Kereta rute Uganda-Mombasa<br \/>\nberjalan dengan baik. Pekerjaan John adalah untuk membangun sebuah jembatan di<br \/>\natas Sungai Tsavo. Sebagai seorang pria yang senang berburu binatang besar,<br \/>\nJohn mengharapkan kemungkinan untuk dapat mengantongi beberapa piala ketika<br \/>\nsedang ditempatkan di sana. Sambil mengamati rumah barunya yang menyenangkan suatu<br \/>\nmalam di bulan Maret pada tahun 1898, dia kurang menyadari bahwa di dekatnya<br \/>\nada kehadiran sesuatu yang menyeramkan, makhluk jahat, yang bersembunyi menjelang<br \/>\nmalam gelap.<\/p>\n<p>Beberapa hari setelah kedatangannya, dua pekerja<br \/>\nterbaiknya menghilang. Mereka adalah yang pertama dari banyak orang. Tiga<br \/>\nminggu kemudian, John terbangun dengan sebuah berita bahwa salah satu pegawai<br \/>\nIndia-nya, Ungan Singh, telah dibunuh. Pada malam itu seekor singa terlihat mengulurkan<br \/>\nkepalanya melalui pintu tenda Singh. Singa itu menangkap leher Singh lalu menyeretnya<br \/>\ndan memakan dia. John dengan cepat mengatur rencana untuk memburu binatang itu,<br \/>\nkarena sekali singa merasakan darah manusia, ia akan ketagihan. Namun, segala<br \/>\nsesuatu yang dia coba, gagal. Semakin banyak teriakan orang yang diseret dari<br \/>\ntenda-tenda mereka di malam hari menjadi makanan singa.<\/p>\n<p>Atas semua kengerian ini, dengan cepat menjadi jelas<br \/>\nbahwa bukan hanya satu, tapi ada dua singa yang bekerja sama! Selama sembilan<br \/>\nbulan yang panjang, singa-singa ini menjadi ancaman tetap bagi semua orang yang<br \/>\nbekerja di perusahaan kereta api itu. Seiring waktu berlalu, singa-singa<br \/>\nmenjadi semakin berani.<sup>1<\/sup> Para pekerja India mulai khawatir bahwa binatang<br \/>\nini bukanlah hanya sekedar hewan, tetapi setan. Memang, kemampuan luar biasa<br \/>\nmereka untuk menghindari penyergapan dan perangkap, dalam senyap menembus pelindung<br \/>\nyang kuat, mengabaikan hewan hidup dan menolak umpan beracun yang disediakan<br \/>\nbagi mereka, mendukung asumsi pekerja India ini.<sup>2 <\/sup><\/p>\n<p class=\"indenttext\">Pada awalnya mereka [singa-singa itu] tidak selalu<br \/>\nberhasil dalam usaha mereka untuk membawa lari korban, namun seiring<br \/>\nberjalannya waktu ketika mereka berhenti dan tidak mendapat apa-apa, mereka<br \/>\nmenjadi semakin berani menerjang bahaya untuk mendapatkan makanan favorit<br \/>\nmereka. Teknik mereka kemudian menjadi begitu luar biasa, dan mereka menguntit<br \/>\norang-orang dengan sangat baik dan tepat waktu dan begitu yakin akan sukses, sehingga<br \/>\npara pekerja menjadi sangat yakin bahwa mereka sama sekali bukan binatang<br \/>\nnyata, tetapi mereka adalah setan dalam bentuk singa. . . Mereka juga sangat<br \/>\nmenunjukkan, memiliki sekolah yang hebat dan luar biasa untuk mencari tahu<br \/>\nrencana kami sebelumnya, sehingga tidak peduli bagaimana caranya atau bagaimana<br \/>\nmenggodanya tempat kami berbaring menunggu mereka, mereka selalu menghindari<br \/>\ntempat tertentu dan menangkap korban mereka untuk malam itu dari beberapa kamp yang<br \/>\nlain. . . tidak ada yang bisa mengacaukan atau menakuti mereka sedikitpun, dan selain<br \/>\nsebagai makanan mereka sangat memandang remeh manusia. Setelah menandai korbannya,<br \/>\nmereka tidak akan membiarkan apapun mencegah mereka mengambil korbannya, apakah<br \/>\nkorbannya itu dilindungi oleh pagar tebal, atau di dalam tenda tertutup, atau<br \/>\nduduk memutari api unggun. Tembakan-tembakan, teriakan dan obor-obor bagi<br \/>\nsinga-singa itu hanya serupa ejekan.<sup>3<\/sup><\/p>\n<p>Singa-singa itu telah begitu berani sehingga mereka<br \/>\nberhenti menyeret korbannya ketempat yang jauh, tetapi memakan mereka dari<br \/>\ntempat yang masih dapat didengar oleh mereka yang selamat. Puncak dari teror<br \/>\nini terjadi pada bulan Desember ketika pekerjaan pada rel kereta api itu<br \/>\nterhenti selama tiga minggu.<\/p>\n<table align=\"left\" width=\"300\" border=\"0\">\n<tbody>\n<tr>\n<td valign=\"top\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"padding-right: 10px\" alt=\"alt\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/One20of20the20man-eaters20of20Tsavo.jpg\" height=\"161\" width=\"300\" border=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center; font-size: 10px\">Salah satu singa pemakan-manusia dari Tsavo.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Satu pemburu binatang besar berpengalaman yang disewa<br \/>\nuntuk membunuh singa itu dibunuh sendiri oleh binatang yang tidak lagi memiliki<br \/>\nrasa takut kepada manusia itu. Akhirnya, setelah hampir kehilangan nyawanya<br \/>\nsendiri dalam usaha itu, John Patterson membunuh singa pemakan manusia pertama.<br \/>\n&#8220;Hadiah itu memang salah satu yang bisa dibanggakan, panjangnya dari ujung<br \/>\nhidung hingga ujung ekor sembilan kaki delapan inci, ketika berdiri tiga kaki<br \/>\nsembilan inci tingginya, dan butuh delapan orang untuk membawa dia kembali ke perkemahan.&#8221;<sup>4<\/sup><br \/>\nBeberapa minggu kemudian, singa kedua berhasil dibunuh. &#8220;Ia mengukur<br \/>\nsembilan kaki enam inci dari ujung hidung hingga ujung ekor, dan berdiri tiga<br \/>\nkaki sebelas setengah inci tingginya.&#8221;<sup>5<\/sup> Dengan itu berakhirlah<br \/>\nmimpi buruk yang kejam itu yang telah merenggut nyawa tidak kurang dari 35 jiwa.<sup>6<\/sup><\/p>\n<p>Ada hal mendasar yang menakutkan mengenai kehadiran sesuatu<br \/>\nyang menyeramkan, kuat, cerdas dan jahat, yang mengintai tepat di dekat<br \/>\npandangan anda. Anda tidak bisa melihat penampakannya dengan jelas, tetapi anda<br \/>\ntahu bahwa itu ada: hanya nampak sekilas, sekedar bayangan perasaan bahwa anda<br \/>\nberada dalam bahaya. Begitulah pengalaman para pembangun rel kereta api yang berhadapan<br \/>\ndengan singa pemakan manusia di Tsavo. Seseorang hanya bisa membayangkan kuatnya<br \/>\nemosi dan ketegangan, dengan mengetahui bahwa sesuatu yang jahat itu<br \/>\nberkeliaran di dekatnya, cerdas, sabar menunggu kesempatan untuk bisa membunuh<br \/>\nlagi.<\/p>\n<p>Tapi untuk kepentingan ilustrasi, mari kita sedikit<br \/>\nmemutari fakta ini. Misalkan Letnan Kolonel Patterson, dalam sebuah usaha putus<br \/>\nasanya untuk menemukan singa-singa pemakan-manusia dan untuk melindungi anak<br \/>\nbuahnya, menghubungi penduduk lokal dengan singa-singa terlatihnya yang<br \/>\nterkenal: singa-singa yang telah dilatih untuk memburu dan membunuh singa-singa<em>yang lain<\/em>. Misalkan Patterson menyewa<br \/>\npenduduk lokal itu untuk membawa binatang jinaknya, singa-singa yang terlatih itu<br \/>\nke perkemahan. Setelah kekagetan dan kegelisahan sebelumnya, para pekerja akan mulai<br \/>\nsantai ketika mereka melihat bagaimana lembut dan ramahnya singa-singa peliharaan<br \/>\nitu. Para pekerja berteman dengan singa-pengawal mereka: memelihara mereka, menidurkan<br \/>\nmereka, memberinya makan pada jam makan, dan menerima mereka sebagai bagian<br \/>\npenting dari kehidupan perkemahan. Singa-singa jinak itu tidak memiliki harapan<br \/>\nuntuk berhasil melacak singa-singa liar pemakan-manusia, tetapi mereka<br \/>\ntampaknya menakut-nakuti singa-singa liar itu pergi.<\/p>\n<p>Namun, setelah beberapa minggu yang tenang, singa-singa<br \/>\npemakan-manusia itu menyerang lagi, dan lagi dan terus lagi; selalu dengan<br \/>\nkesadaran luar biasa mengetahui letak perangkap dipasang. Kenyataan mengerikan<br \/>\nakhirnya disadari bahwa teman-teman hewan mereka, singa-singa yang<br \/>\n&#8220;terlatih, lembut&#8221; yang sebenarnya bertanggung jawab atas kematian<br \/>\npara pekerja yang mengerikan. Ketika berfokus pada bahaya, mereka sebenarnya<br \/>\ntelah membawa ancaman mematikan langsung ke perkemahan.<\/p>\n<p>Pada titik mana orang-orang yang membuat rel kereta<br \/>\napi ini berada dalam bahaya? Ketika mereka hidup di ujung pisau ketegangan itu,<br \/>\nmeringkuk di tenda, menggigil di balik pelindung, ketika menyadari bahwa ada singa<br \/>\npemakan-manusia jahat sedang menguntit di perkemahan? Atau ketika mereka<br \/>\nmenyambut singa-singa pemakan-manusia datang ke perkemahan, menganggap mereka tidak<br \/>\nberbahaya, memelihara dan memberi mereka makan, dan semua orang tidak menyadari<br \/>\nbahwa singa-singa<em> itulah pemakan-manusia<br \/>\nitu sendiri<\/em> yang ada disekitar orang-orang yang menikmati perlindungan mereka?<br \/>\nIni bukan sekadar sebuah spekulasi belaka. Sebaliknya hal seperti ini <em>telah terjadi<\/em> dalam skala yang lebih besar,<br \/>\ntidak ada seorang pun yang pernah memandang <em>jauh<\/em><br \/>\nke depan, atau mempelajarinya lebih <em>dalam<\/em><br \/>\nuntuk mengenalinya.<\/p>\n<p>Singa-singa Babel yang secara terbuka mengintai perkemahan<br \/>\nKekristenan telah menjadi singa-singa yang beribadah di hari Minggu. Pemelihara<br \/>\nSabat Sabtu, telah yakin dengan kesadarannya untuk beribadah pada hari ketujuh<br \/>\ndalam setiap minggu, telah berfokus <em>keluar<\/em>;<br \/>\ndan <em>adalah<\/em> bahaya untuk mempercayai<br \/>\nbahwa ada orang, paus atau yang lainnya, yang memiliki kekuatan untuk mengubah<br \/>\nhukum abadi dari satu-satu-Nya Eloah yang sejati. Adalah baik bahwa bahaya<br \/>\nkebohongan ini akan terungkap. Namun, ada bahaya yang jauh lebih besar dari itu.<br \/>\nIni lebih jahat, lebih efektif karena tidak diakui sebagai bahaya. Hal ini<br \/>\ntersembunyi di depan mata. &#8220;Singa-singa peliharaan&#8221; yang telah dianggap<br \/>\ntidak berbahaya yaitu hari Sabtu, <em>jantung<\/em><br \/>\nyang sebenarnya dari Misteri Babel.<\/p>\n<p>Seperti para pekerja di Rel Kereta rute Uganda-Mombasa<br \/>\ndalam kisah ubahan yang telah fokus pada singa-singa <em>di luar<\/em>, sambil mengabaikan bahaya dari singa-singa yang &#8220;dijinakkan&#8221;<br \/>\ndi tengah-tengah mereka, dewa dari hari Sabtu telah disembunyikan. Ketika<br \/>\nNimrod\/Saturnus dibunuh karena penyembahan berhala, itu sangat mengguncang<br \/>\nsemua orang yang telah menghormati dia karena dia memiliki kekuatan yang luar<br \/>\nbiasa. Bahwa seorang raksasa seperti dia bisa dibunuh, dan dengan cara yang sedemikian<br \/>\nmengerikan, telah menjadikan penyembahan berhala menjadi tersembuyi.<sup>7<\/sup><\/p>\n<p class=\"indenttext\">Sekarang ketika Shem telah begitu kuat membentuk<br \/>\ndalam pikiran orang-orang untuk mendorong mereka membuat sebuah contoh buruk<br \/>\ndari si Murtad besar, dan ketika bagian-bagian tubuh dari si murtad itu<br \/>\ndipotong-potong dan dikirim ke kota-kota utama, tempat di mana sistemnya telah<br \/>\ndidirikan tanpa keraguan disitu, maka akan dengan mudah dirasakan bahwa, dalam<br \/>\nsituasi seperti ini, jika penyembahan berhala akan dilanjutkan &#8211; jika, di atas<br \/>\nsemuanya, penyembahan berhala ini akan mengambil langkah maju, maka tidak ada<br \/>\njalan lain selain dijalankan secara rahasia. Teror pada sebuah pembunuhan, yang<br \/>\ntelah dijatuhkan pada seseorang yang begitu perkasa seperti Nimrod, membuat kebutuhan<br \/>\nitu, setidaknya untuk beberapa waktu ke depan, dengan sangat hati-hati harus<br \/>\ndigunakan. Dalam keadaan ini, maka, mulailah,. . . sistem &#8220;Misteri&#8221;<br \/>\nitu, yang, menjadikan Babel sebagai pusatnya, tersebar ke seluruh dunia. Dalam<br \/>\nMisteri ini, di bawah meterai kerahasiaan dan sebuah sumpah suci, dan melalui<br \/>\nsemua sumber-sumber daya sihir yang produktif, orang-orang secara bertahap<br \/>\ndibawa kembali ke dalam semua bentuk penyembahan berhala yang telah dipaksakan<br \/>\nsecara terbuka, sementara hal-hal yang baru ditambahkan ke dalam penyembahan<br \/>\nberhala yang membuatnya menjadi lebih menghujat daripada sebelumnya.<sup>8<\/sup><\/p>\n<p>Beberapa orang-orang benar tidak dapat sepenuhnya menahan<br \/>\naliran kemurtadan dan pemberontakan. Pembunuhan Nimrod hanya membenntuk penyembah<br \/>\nberhala bawah tanah sampai, pada kesempatan pertama, mereka meledak seperti semburan<br \/>\nbesar, terus berkembang dalam kekuasaan dan pengaruh yang lebih besar,<br \/>\nmencemari setiap budaya dengan luapannya.<\/p>\n<p>Kekristenan mula-mula kehilangan kesalehan khas aslinya<br \/>\nsetelah penyembahan berhala diterima dan menjangkiti Kekristenan. Penggabungan Kristen<br \/>\nBabel baru ini, dengan Saturnus yang tersembunyi sangat dalam sebagai dasarnya,<br \/>\nmulai mendapatkan kekuasaan atas bentuk-bentuk yang lebih tradisional dari penyembahan<br \/>\nberhala pada abad keempat sesaat setelah ibukota Kekaisaran Romawi dipindahkan<br \/>\ndari Roma ke Konstantinopel.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Memang, dari sejak awal, Paus telah menujukkan roh<br \/>\nkesombongan dan ambisinya; namun, pada abad ketiga, pengakuan mereka untuk<br \/>\nmendapatkan penghormatan utama ditetapkan hanya pada keagungan tahta mereka, dan<br \/>\nmenjadi seperti itu di kota kerajaan, ibukota Romawi. Namun, ketika, kursi<br \/>\nkerajaan dipindahkan ke Timur, dan kota Konstantinopel terancam akan menggelapkan<br \/>\nRoma, beberapa alasan baru untuk menjaga martabat Paus harus dicari. Alasan<br \/>\nbaru itu ditemukan ketika, sekitar tahun 378, Paus menjadi pewaris kunci yang<br \/>\nmenjadi simbol dari dua dewa berhala terkenal di Roma. Janus memiliki sebuah<br \/>\nkunci,<sup>9<\/sup> dan Cybele memiliki sebuah kunci;<sup>10<\/sup> dan ini<br \/>\nadalah dua kunci yang Paus hias di lengannya sebagai tanda dari kekuasaan<br \/>\nrohaninya.<sup>11<\/sup> <\/p>\n<table align=\"right\" height=\"107\" width=\"194\" border=\"0\" cellspacing=\"15\">\n<tbody>\n<tr>\n<td valign=\"top\"><img decoding=\"async\" style=\"margin-left: 0px\" alt=\"ALT TEXT\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/Vatican20City20coat20of20arms.jpg\" align=\"\" border=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center; font-size: 11px\"><strong><\/strong><\/p>\n<p>Lambang Vatican City menampilkan kunci Janus dan Cybele, yang sekarang diklaim oleh Paus. Lambang ini juga muncul pada latar belakang putih dan emas di bendera Vatikan.<\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Ini adalah langkah yang brilian. Dengan menampilkan<br \/>\ndirinya kepada para <em>penyemba berhala<\/em><br \/>\nsebagai wakil dari Janus dan Cybele, dan dengan demikian menjadi pewaris sah<br \/>\ndari &#8220;kunci&#8221; mereka, paus menjamin untuk dirinya sendiri posisi<br \/>\nkekuasaan di antara mereka. Langkah berikutnya adalah tinggal meyakinkan<br \/>\norang-orang Kristen bahwa dia adalah penerus sah dari rasul Petrus dan pemilik<br \/>\nsah dari &#8220;kunci<em>nya<\/em>&#8220;<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Dengan demikian, meskipun martabat Roma untuk sementara<br \/>\nsebagai kota harus menjadi buruk, martabatnya sendiri sebagai Paus akan lebih baik<br \/>\ndari sebelumnya. Diatas bukti kebijakan ini dia bertindak. Beberapa waktu dibiarkan<br \/>\nberlalu, dan kemudian, ketika pekerjaan rahasia dari Misteri kejahatan ini telah<br \/>\nmempersiapkan jalan untuk itu, Paus untuk pertama kalinya melakukan pengumuman<br \/>\nmenegaskan keutamaannya, seperti yang didasarkan pada kunci-kunci yang<br \/>\ndiberikan kepada Petrus. Sekitar tahun 378 dia telah naik ke posisi yang<br \/>\nmemberinya, dalam perkiraan para penyembah berhala, kekuatan kunci-kunci yang dimaksud.<br \/>\nPada tahun 431, dan bukan sebelumnya, dia secara terbuka mengakui kepemilikan dari<br \/>\nkunci-kunci Petrus.<sup>12<\/sup> <\/p>\n<p>Mengambil keuntungan dari orang-orang Kristen yang mudah<br \/>\npercaya, paus menjamin bagi dirinya sendiri posisi kekuasaan utama sebagai pemimpin<br \/>\nGereja Kristen dan juga pemimpin agama penyembah berhala.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Tidak sulit untuk melihat bagaimana penyembah<br \/>\nberhala akan bersatu mengelilingi paus dan semuanya menjadi lebih mudah ketika<br \/>\nmereka mendengar bahwa paus mendapatkan kekuasaannya dari kepemilikan kunci-kunci<br \/>\nPetrus. Kunci-kunci yang dipegang oleh paus adalah kunci-kunci \u201cPetrus\u201d yang<br \/>\nterkenal diantara para anggota penyembah berhala dalam Misteri Kasdim . . . .<br \/>\nada seorang \u201cPetrus\u201d di Roma yang menduduki tempat tertinggi dalam keimaman <em>penyembah berhala<\/em>. Imam tersebut yang<br \/>\nmenjelaskan Misteri kepada anggota yang kadang disebut dengan istilah Yunani,<br \/>\nHierophant; tetapi dalam Kasdim primitif, bahasa yang sebenarnya dari Misteri,<br \/>\ngelarnya itu, sebagaimana diucapkan tanpa titik-titik, adalah \u201cPetrus\u201d \u2013 yaitu,<br \/>\n\u201csang penafsir.\u201d<sup>13, 14<\/sup><\/p>\n<p>Imam besar misteri penyembah berhala, Penafsir Agung<br \/>\nyang mengajarkan rahasia tersembunyi kepada para anggota sampai tingkat<br \/>\ntertinggi secara alami dilukiskan dengan kunci Janus dan Cybele, karena dialah orang<br \/>\nyang menerima pengungkapan misteri ini.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Demikianlah kita dapat melihat bagaimana kunci Janus<br \/>\ndan Cybele kemudian dikenal sebagai kunci-kunci Petrus, &#8220;penafsir&#8221;<br \/>\nMisteri itu. Ya, kita memiliki bukti kuat bahwa, di dalam negara-negara yang<br \/>\njauh terpisah satu dengan yang lainnya, dan jauh dari Roma, Kunci-kunci ini<br \/>\ndikenal oleh anggota penyembah berhala tidak hanya sebagai \u201cKunci-kunci<br \/>\nPetrus\u201d, tetapi juga sebagai kunci-kunci Petrus yang terkait dengan Roma  . . . Adanya gelar seperti itu adalah terlalu<br \/>\nberharga untuk diabaikan oleh kepausan . . . ketika paus datang, seperti yang<br \/>\ndia lakukan, ke dalam hubungan yang lebih intim dengan keimaman penyembah<br \/>\nberhala; ketika mereka datang pada akhirnya . . . dibawah kendalinya, apakah<br \/>\nyang lebih alami dari tujuan untuk tidak hanya mendamaikan penyembahan berhala<br \/>\ndengan Kekristenan, tetapi membuatnya tampak bahwa \u201cPetrus-Roma\u201d kafir,  dengan kunci-kuncinya, yang artinya \u201cPetrus<br \/>\ndari Roma,\u201d dan bahwa  \u201cPetrus dari Roma\u201d<br \/>\nitu adalah rasul yang olehnya Tuhan Yesus Kristus memberikan \u201ckunci Kerajaan<br \/>\nSorga\u201d? Karenanya, dari kata-kata yang berbunyi sama tersebut, orang-orang dan<br \/>\nhal-hal yang dasarnya berbeda dikacaukan; dan Penyembahan berhala dengan<br \/>\nKekristenan dicampur aduk bersama-sama, sehingga ambisi imam jahat yang<br \/>\nmenjulang mungkin terpuaskan; jadi, bagi orang-orang Kristen yang buta akan<br \/>\nkemurtadan tersebut, Paus adalah wakil dari rasul Petrus, sedangkan untuk<br \/>\nanggota penyembah berhala, dia hanya wakil Petrus, penafsir Misteri terkenal<br \/>\nmereka.<sup>15<\/sup><\/p>\n<p>Gelar yang disandang Paus sangat deskriptif. Kata<br \/>\n&#8220;katolik&#8221; berarti &#8220;universal.&#8221; Sebagai kepala Gereja<br \/>\nKatolik, ia juga kepala Gereja Katolik <em>Roma<\/em>.<br \/>\nRahasia ini dengan hati-hati dipelihara dalam pusat dari suatu pencampuradukan<br \/>\nyang saling berhubungan dari ritual-ritual, lambang-lambang, upacara-upacara<br \/>\ndan ritual-ritual yang merupakan identitas dewa tersembunyi itu. Dengan asumsinya<br \/>\nmengenai kekuasaan dalam mewarisi kunci Janus dan Cybele, paus menjadi pemimpin<br \/>\nyang sah dan satu-satunya dari misteri Babel. Nama dari penggabungan sistem<br \/>\nagama ini seperti yang diberikan dalam Alkitab adalah &#8220;Misteri<br \/>\nBabel.&#8221;<sup>16<\/sup><\/p>\n<p>Yang kita punya sekarang hanya pertanyaan mengenai<br \/>\nnama apa yang olehnya Nimrod dikenali sebagai dewa Misteri orang Kasdim. <strong>Nama itu. . . adalah Saturnus<\/strong>. Saturnus<br \/>\ndan Misteri adalah dua-duanya kata-kata orang Kasdim, dan keduanya adalah<br \/>\nistilah yang berkaitan. <strong>Karena Misteri menandakan<br \/>\nsistem yang tersembunyi, maka Saturnus menandakan dewa yang tersembunyi.<\/strong><sup>17<\/sup><br \/>\nBagi mereka para pemula dewa itu telah terungkap; untuk semua yang lain dia<br \/>\ntersembunyi. Sekarang, nama Saturnus di Kasdim diucapkan: Satur; namun,  seperti yang diketahui oleh para sarjana<br \/>\nkasdim, hanya terdiri dari empat huruf, itu adalah \u2013 Stur.<\/p>\n<p>Nama ini mengandung dengan jelas Nubuatan angka <a href=\"\/end-time-prophecy\/666-bilangan-binatang-itu.html\">666<\/a>.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">S = 60<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">T =<br \/>\n400<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">U =<br \/>\n6<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">R = <u>200<\/u><\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">       666<\/p>\n<p>Jika Paus adalah, seperti yang telah kita lihat,<br \/>\nwakil sah dari Saturnus, bilangan Paus itu, sebagai kepala dari Misteri<br \/>\nKedurhakaan, adalah 666. Tapi lebih jauh ternyata,. . .  nama asli dari Roma itu sendiri adalah<br \/>\nSaturnia, &#8220;kota Saturnus.&#8221; Hal ini juga dibenarkan bersama oleh Ovid,<sup>18<\/sup><br \/>\nPliny,<sup>19<\/sup> dan oleh Aurelius Viktor.<sup>20<\/sup> Dengan demikian,<br \/>\nmaka, Paus. . . merupakan <em>satu-satunya<\/em><br \/>\nwakil sah dari Saturnus asli yang pada hari ini ada, dan dia memerintah tepat<br \/>\ndi kota tujuh gunung di mana Saturnus Romawi sebelumnya memerintah; dan, dari<br \/>\nkediamannya di mana, seluruh Italia &#8220;lama sebelumnya dipanggil dengan<br \/>\nnamanya,&#8221; yang biasa disebut &#8220;tanah Saturnus.&#8221;<sup>21<\/sup><\/p>\n<table style=\"margin-left: 10px\" align=\"right\" width=\"150\" border=\"0\">\n<tbody>\n<tr>\n<td><img decoding=\"async\" title=\"pope benedict coat of arms\" alt=\"pope benedict coat of arms\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/Pope20Benedict20XVIs20Coat20of20Arms.jpg\" border=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center; font-size: 10px\">Lambang Paus Benedict XVI<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Rahasia dari Misteri Babel yang telah dikubur begitu<br \/>\ndalam adalah bahwa <em>semua<\/em> peribadatan<br \/>\ndengan menggunakan kalender palsu sebenarnya diarahkan kepada dewa yang tersembunyi,<br \/>\nSaturnus, alias malaikat-pemberontak, Nimrod. Walaupun peragaan yang nampak<br \/>\ndiluar pada ritual-ritual dan upacara-upacara secara umum ditampilkan pada hari<br \/>\nMinggu, dewa yang <em>tersembunyi<\/em> yang<br \/>\nmenjadi landasan dari semua peribadatan itu tetaplah <em>Saturnus<\/em>. Gambar dilengan baju dari paus saat ini, Benediktus XVI,<br \/>\njelas melambangkan ini. Setiap paus sejak abad ke-12 telah memiliki lambang<br \/>\npribadinya sendiri. Masing-masing telah sama-sama memasukkan &#8220;kunci Petrus&#8221;<br \/>\nke dalam rancangannya.<\/p>\n<p>Website Vatikan menjelaskan simbol yang terlukis di lambang<br \/>\npribadinya sebagai &#8220;kepala orang Moor dengan warna alami&#8230; Ini merupakan<br \/>\nlambang kuno Keuskupan Freising [Bavaria],&#8230; Kepala orang Moor bukan hal yang<br \/>\nlangka dalam ilmu lambang Eropa &#8230;. Hal ini umum dipakai dalam adat istiadat<br \/>\nBavarian&#8221;<sup>22<\/sup> Cangkang kerang di bagian bawah dijelaskan: &#8220;&#8230;.<br \/>\ncangkang kerang telah digunakan selama berabad-abad untuk membedakan para peziarah.<br \/>\nBenediktus XVI ingin memelihara agar simbolisme ini tetap hidup&#8230;. . &#8220;Hewan<br \/>\nitu digambarkan: &#8220;Seekor beruang coklat, dengan warna alami, digambarkan\u2026 penafsiran<br \/>\nsederhananya: beruang yang dijinakkan oleh kasih karunia Tuhan adalah Uskup<br \/>\nFreising sendiri; kantong pelana adalah beban keuskupannya&#8230;.&#8221;<sup>23<\/sup><\/p>\n<p>Ini dapat menjadi sebuah penjelasan politik yang<br \/>\nbenar, sederhana dan cocok bagi orang banyak, tetapi itu bukan makna<br \/>\ntersembunyinya yang terdalam. Lambang Paus ini diciptakan khusus untuknya oleh<br \/>\nUskup Agung Andrea Cordero Lanza di Montezemolo (kemudian dijadikan Kardinal.)<br \/>\nSiapapun juga yang terbiasa dengan ilmu lambang yang akan ditugaskan untuk<br \/>\nmerancang lambang pribadi paus baru juga sudah terbiasa dengan arti ilmu<br \/>\nlambang tradisional. Seekor beruang melambangkan: &#8220;kekuatan, licik, keganasan<br \/>\ndalam perlindungan seseorang kerabat.&#8221;<sup>24<\/sup><\/p>\n<table style=\"margin-left: 10px\" align=\"right\" width=\"150\" border=\"0\">\n<tbody>\n<tr>\n<td><img decoding=\"async\" title=\"st. james the moor-slayer\" alt=\"st. james the moor-slayer\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/St20James20the20Moor-Slayer.jpg\" border=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center; font-size: 10px\">Santo Yakobus Pembantai-orang Moor. Patung terkenal ini dipamerkan di Katedral Santiago de Compostela. Sementara satu Muslim diinjak-injak sampai mati di bawah kuku kudanya, dua orang Moor sekarat lainnya mengapit dia di kedua sisi. Tepat di bagian depan ada kepala orang Moor yang terpisah dari tubuhnya, membabi buta menatap pembunuhnya.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Sebuah kepala orang Moor &#8220;waktu kembali ke Abad<br \/>\nPertengahan ketika di masa itu dianggap suatu kehormatan untuk memenggal kepala<br \/>\norang Moor.&#8221;<sup>25<\/sup> Simbologi seperti ini tidak hanya menghina ras,<br \/>\ntetapi juga merupakan penghinaan terhadap <em>setiap<\/em><br \/>\nMuslim Moor, tanpa kecuali, dari agama Islam. Perang Salib tanpa ampun<br \/>\nmembantai semua umat Islam, Yahudi dan Kristen kerasulan. Selama Perang Salib itulah<br \/>\nakan dianggap sebagai suatu kehormatan untuk memenggal orang-orang Moor <em>karena<\/em> agamanya.<\/p>\n<p>Makna ini ditegaskan oleh lambang cangkang kerang.<br \/>\nMeskipun mungkin benar bahwa cangkang kerang &#8220;telah digunakan selama<br \/>\nberabad-abad untuk membedakan jemaat,&#8221; itu secara khusus melambangkan Santo<br \/>\nYakobus, santo pelindung Spanyol. Makamnya di Santiago de Compostela, salah<br \/>\nsatu dari tiga &#8220;kota suci&#8221; Katolik.<sup>26<\/sup> Karena Santiago de<br \/>\nCompostela dekat pantai Spanyol, sebuah cangkang kerang menjadi simbol suci bagi<br \/>\norang suci itu yang terletak di sana. Santo Yakobus lebih dikenal sebagai<br \/>\nSantiago Mantamoros: Santo Yakobus <em>Pembantai<br \/>\nOrang Moor<\/em>! Menurut tradisi, &#8220;Santo Rasul Yakobus muncul sebagai<br \/>\npedang prajurit yang terhunus ganas di atas kuda <em>untuk membantu tentara Kristen dalam pertempuran melawan bangsa Moor<\/em><br \/>\nselama masa Penjajahan. Karena kesuciannya, setiap pertempuran yang dihadiri<br \/>\noleh Santo Yakobus Pembantai Orang Moor selalu menghasilkan kemenangan bagi<br \/>\norang-orang Kristen dalam melawan <em>musuh<br \/>\nMuslim<\/em> mereka.&#8221;<sup>27<\/sup><\/p>\n<p>Simbol-simbol mengerikan ini telah diseleksi dengan<br \/>\nseksama. Simbol-simbol ini digunakan dalam pengaturan yang berbeda oleh<br \/>\nKardinal Ratzinger sebelum menjadi Paus Benediktus. Pada tahun 1981, Ratzinger telah<br \/>\nmenetapkan Dewan Kongregasi untuk Ajaran Iman, sebelumnya dikenal sebagai<br \/>\nKantor Inkuisisi Kudus. Hal ini membuatnya menjadi penerus Inquisitor Agung.<br \/>\nBahkan sebelum menjadi Paus terpilih, Benediktus adalah seorang teolog<br \/>\nterkemuka dan berpengetahuan. Keputusannya untuk memasukkan beruang, kerang dan<br \/>\nkepala orang Moor adalah pilihan yang memiliki tujuan, seperti yang diaminkan<br \/>\noleh Vatikan, &#8220;Kardinal Joseph Ratzinger, sebagai Paus terpilih dan<br \/>\nmengambil nama Benediktus XVI, telah memilih sebuah lambang yang <em>kaya simbolisme dan makna<\/em> yang<br \/>\nmemancarkan sejarah <em>kepribadian<\/em> dan <em>keuskupannya<\/em>.&#8221;<sup>28<\/sup><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Misteri Babel: Dewa yang Tersembunyi image\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-left: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/Untitled-1.jpg\" align=\"right\" height=\"666\" width=\"250\">Pada bulan September 2006, Benediktus memicu kemarahan<br \/>\numat Islam di seluruh dunia ketika dia mengutip sebuah teks yang tidak jelas<br \/>\ndari abad pertengahan, dengan mengatakan; &#8220;Tunjukkan apa yang baru yang dibawa<br \/>\noleh Muhammad, dan anda akan menemukan hanya hal-hal yang jahat dan tidak<br \/>\nmanusiawi, seperti perintahnya untuk menyebarkan iman yang dia khotbakan dengan<br \/>\npedang.&#8221; Umat Muslim marah dan menuntut sebuah permintaan maaf.<\/p>\n<p>&#8220;Salih Kapusuz, wakil ketua partai AKP Turki<br \/>\nyang sedang berkuasa, mengatakan pernyataan Paus Benediktus adalah salah satu<br \/>\nhasil dari ketidaktahuan menyedihkan atau sebuah pembalikan fakta yang<br \/>\ndisengaja. &#8220;Dia memiliki mentalitas gelap yang berasal dari kegelapan Abad<br \/>\nPertengahan,&#8221; katanya. &#8220;Dia akan masuk ke dalam sejarah dalam<br \/>\nkategori yang sama dengan para pemimpin seperti Hitler dan Mussolini.&#8221;<sup>29<\/sup><br \/>\nPaus tidak pernah memberikan permintaan maaf, malahan memilih untuk hanya<br \/>\nmengungkapkan kesedihan karena beberapa orang telah marah.<\/p>\n<p>Fakta bahwa paus sengaja memilih untuk menyertakan<br \/>\nlambang-lambang yang menghasut seperti yang ada pada &#8220;lambang kaya<br \/>\nsimbolisme dan makna&#8221; itu untuk alasan khusus menyebarkan ke dalam sejarah<br \/>\n&#8220;kepribadiannya dan Keuskupannya&#8221; yang menimbulkan pertanyaan: <em>Apa<\/em> tepatnya perencanaan Benediktus<br \/>\nuntuk kepausannya?<\/p>\n<p>Selain mengerikan, konotasi barbar menemani penggunaan<br \/>\nkepala orang Moor pada lambang pribadi seseorang, masih ada tingkat simbolisme yang<br \/>\nlebih dalam yang harus dipahami. Sebuah kepala dengan pewarnaan dan fitur<br \/>\nseorang pria dari ras Negro mengungkapkan perbandingkan dengan bagaimana Nimrod<br \/>\ndigambarkan.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Saya telah memperhatikan fakta bahwa Nimrod, anak<br \/>\ndari Kush, adalah seorang negro. Sekarang, ada tradisi di Mesir, dicatat oleh<br \/>\nPlutarch, bahwa &#8220;Osiris berkulit <em>hitam<\/em>,&#8221;<br \/>\nyang, di sebuah daerah di mana warna kulit pada umumnya adalah kehitaman, pasti<br \/>\ntersirat sesuatu yang lebih dari yang normal dalam kegelapannya. Plutarch juga<br \/>\nmenyatakan bahwa Horus, anak dari Osiris, &#8220;adalah berkulit kuning langsat,&#8221;<br \/>\ndan dengan cara ini, untuk sebagian besar, itu mewakili Osiris. Tapi kami<br \/>\nmemiliki bukti yang tidak diragukan lagi bahwa Osiris, dewi agung-ratu Mesir, anaknya<br \/>\ndan suaminya, juga digambarkan dengan jelas sebagai orang negro. Dalam Wilkinson<br \/>\ndapat ditemukan sebuah gambaran dari dia dengan fitur yang jelas berasal dari<br \/>\norang Etiopia asli atau negro.<sup>30<\/sup><\/p>\n<p>Ilustrasi dari <em>The Manners and Customs of the<br \/>\nAncient Egyptians<\/em><sup>31<\/sup> ini langsung menghubungkan Osiris dengan<br \/>\nNimrod. Nama &#8220;Nimrod&#8221; berasal dari <em><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Misteri Babel: Dewa yang Tersembunyi image\" style=\"margin-top: 10px; margin-bottom: 10px; margin-right: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/Untitled-2.jpg\" align=\"left\" height=\"376\" width=\"300\">Nimr<\/em>, seekor &#8220;macan tutul&#8221;, dan <em>rada<\/em> atau <em>rad<\/em><br \/>\n&#8220;menaklukkan&#8221;. Oleh karena itu, nama itu berarti &#8220;menaklukkan<br \/>\nmacan tutul&#8221;. Dengan demikian, seekor macan tutul dikaitkan erat dengan<br \/>\nNimrod dan para imam besar Osiris mengenakan kulit leopard ketika dipanggil<br \/>\nuntuk memimpin acara-acara yang besar. &#8220;Gaun itu langsung menghubungkan dia<br \/>\n[Osiris] dengan Nimrod. Fitur-negro Osiris ini berpakaian dari kepala sampai<br \/>\nkaki dengan gaun <em>berbintik<\/em>, bagian<br \/>\natasnya adalah sebuah kulit macan tutul, pada bagian bawah juga terlihat sesuai<br \/>\ndengan itu.&#8221;<sup>32<\/sup><\/p>\n<p>Gambar lain dari Osiris<sup>33<\/sup> menunjukkan dia<br \/>\ndengan kulit yang lebih gelap dari kulit orang-orang Mesir pada umumnya yang<br \/>\nsudah gelap dan, lebih jauh lagi, menggambarkan dia sebagai raksasa. Perhatikan<br \/>\nimam yang berdiri di depan Osiris. Ini bukan seorang anak kecil; dia memiliki<br \/>\njenggot. Imam itu memakai kulit macan tutul, menunjukkan bahwa dia adalah imam<br \/>\nOsiris. Seniman tidak mengambil &#8220;lisensi artistik,&#8221; yang menggambarkan<br \/>\nangka proporsional. Namun, gambar ini konsisten dengan berbagai akun yang membenarkan<br \/>\nbahwa Nimrod itu bertubuh raksasa.<\/p>\n<p>Di tempat lain juga, Nimrod digambarkan berkulit<br \/>\nhitam. &#8220;Di India, bayi Krisna (ditegaskan sebagai dewa berkulit hitam),<br \/>\ndalam pelukan Dewi Dewaki, digambarkan berambut seperti wol dan ditandai berfitur<br \/>\nNegro atau ras Afrika.&#8221;<sup>34<\/sup> Pada gambaran yang lebih moderen juga<br \/>\nmenunjukkan Crishna\/Krishna memiliki warna kulit yang berbeda dari kulit ibunya.<\/p>\n<table align=\"center\" width=\"480\" border=\"0\">\n<tbody>\n<tr>\n<td valign=\"top\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" title=\"hindu nimrod\" alt=\"hindu nimrod\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/The20Hindu20Pantheon.jpg\" height=\"324\" width=\"230\" border=\"0\"><\/td>\n<td valign=\"top\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" title=\"krishna\" alt=\"krishna\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/Modern20artwork20still20portrays20Krishna20with20dark20skin.jpg\" height=\"324\" width=\"230\" border=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center; font-size: 10px\" valign=\"top\">Ukiran ini dari The Hindu Pantheon, menunjukkan fitur Hindu Nimrod, Krishna ditandai dengan rambut Afrika (Edward Moor, London: T. Bensley, 1810).<\/td>\n<td style=\"text-align: center; font-size: 10px\" valign=\"top\">Karya seni modern masih menggambarkan Krishna dengan kulit gelap.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Bukti yang kuat telah menunjukkan bahwa Nimrod<br \/>\nmemang memiliki karakteristik fisik dari ras Negro. Dengan Nimrod\/Saturnus yang<br \/>\nmerupakan dewa dari hari Sabtu, dan Nimrod yang digambarkan dalam penampilan<br \/>\nseperti bangsa Afrika, kepala orang Moor adalah sebuah simbol yang tepat bagi<br \/>\ndewa tersembunyi ini, Saturnus dan hari ibadah, Sabtu. &#8220;Saturnus, dewa<br \/>\nyang tersembunyi, &#8211; dewa Misteri, yang digambarkan oleh Paus, rahasia yang<br \/>\nhanya terungkap bagi para penggagasnya&#8221;<sup>35<\/sup> adalah yang dilambangkan<br \/>\ndalam lambang Paus Benediktus sebagai kepala orang Moor. Dengan jelas<br \/>\nmenampilkan lambang yang hanya dipahami oleh penggagasnya yang mengindikasikan<br \/>\nposisi Paus sebagai Penafsir Misteri Agung.<\/p>\n<p>Dalam nubuatan, beruang melambangkan bangsa Media-Persia.<sup>36<\/sup><br \/>\nPengudusan hari Minggu sebagai hari suci berasal dari agama-agama misteri<br \/>\nPersia, khususnya Mithraisme. Oleh karena itu seekor beruang, sangat tepat melambangkan<br \/>\npengudusan hari Minggu. &#8220;Tujuan fungsional dari lambang [jubah] telah<br \/>\ndiidentifikasi.&#8221;<sup>37<\/sup> Oleh karena itu, sebagai dua lambang yang<br \/>\nterpampang di lambang pribadi Paus Benediktus terkubur sangat dalam simbol dari<br \/>\nhari Minggu dan hari Sabtu, tujuan mereka adalah untuk mengidentifikasi<br \/>\npemiliknya, bagi para penggagasnya, sebagai otoritas kepala atas <em>kedua<\/em> hari ibadah itu. Bagi orang awam,<br \/>\nhal ini dilakukan melalui praktek dengan prinsip bahwa seseorang dapat<br \/>\nmenghadiri misa hari Minggu pada hari Sabtu setelah pukul 16:00 dan baginya itu<br \/>\ndianggap sebagai misa akhir pekan.<sup>38<\/sup><\/p>\n<p>Tapi masih ada satu misteri terakhir yang harus dipecahkan:<br \/>\nidentitas dewa utama yang tersembunyi. Siapakah yang diwakili oleh <em>Nimrod<\/em>? Rasul Paulus menjawab pertanyaan<br \/>\nini: &#8220;Tetapi apa yang kumaksudkan ialah, bahwa persembahan mereka [orang<br \/>\nkafir] adalah persembahan kepada roh-roh jahat, bukan kepada Yahuwah. Dan aku<br \/>\ntidak mau, bahwa kamu bersekutu dengan roh-roh jahat.&#8221;<sup>39<\/sup><br \/>\nKekuatan yang mengilhami Nimrod dan semua para pemujanya tidak lain adalah<br \/>\nSetan, si musuh itu.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Sekarang, melalui penyelidikan ini, hal itu akan<br \/>\nbenar-benar ditemukan, bahwa sementara Saturnus adalah nama pemimpin yang <em>terlihat<\/em>, Teitan adalah nama binatang<br \/>\nitu, nama dari pemimpin yang <em>tidak<br \/>\nterlihat<\/em> [Wahyu 13]. Teitan adalah bahasa Kasdim dari Sheitan, nama sesungguhnya<br \/>\ndari Setan yang telah disebut dari sejak dahulu kala oleh orang-orang Kurdistan<br \/>\npenyembah-Iblis; dan dari Armenia atau Kurdistan,<sup>40<\/sup> pemujuaan-Iblis<br \/>\nini yang terkandung dalam Misteri Kasdim yang masuk ke barat ke Asia Kecil, dan<br \/>\ndari situ ke Etruria dan Roma. Tak bisa dipungkiri. . . bahwa Teitan, dalam kepercayaan<br \/>\npenyembah berhala, identik dengan Naga, atau Satan.<sup>41<\/sup><\/p>\n<p>Mungkin sulit bagi pembaca modern untuk melihat<br \/>\nhubungan antara &#8220;Setan&#8221; dan &#8220;Teitan.&#8221; Namun, ada<br \/>\nhubungannya dalam ilmu asal kata. Kasdim Kuno sering mengubah Sh atau S ke T.<br \/>\nPerhatikan contoh berikut:<\/p>\n<table style=\"border-collapse: collapse\" height=\"197\" width=\"430\" border=\"0\" bordercolor=\"#000000\" cellpadding=\"3\" cellspacing=\"0\">\n<tbody>\n<tr valign=\"top\">\n<td width=\"50%\">\n<p><strong>Ibrani  <\/strong><\/p>\n<p><em>Shekel<\/em> (untuk menimbang) <\/p>\n<p><em>Shabar<\/em> (untuk istirahat)<\/p>\n<p><em>Seraphim<\/em> <\/p>\n<p><em>Asar<\/em> (menjadi kaya) <\/p>\n<\/td>\n<td width=\"50%\">\n<p><strong>Kasdim<\/strong><\/p>\n<p><em>Tekel<\/em><em><\/em><\/p>\n<p><em>Tabar<\/em><strong><\/strong><\/p>\n<p><em>Terafim<\/em><strong><\/strong><\/p>\n<p><em>Atar<\/em><strong><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Hapuslah semua dusta, lambang-lambang, ritual-ritual<br \/>\nkafir dan nama Kristen; apa yang tersisa pada intinya adalah identitas dewa<br \/>\ntersembunyi di balik semua agama palsu kuno dan modern: Setan. Ini <em>bukan<\/em> dakwaan terbuka melawan Katolik<br \/>\nRoma. Sebaliknya, ini adalah pengakuan bahwa &#8220;misteri kejahatan&#8221;<sup>42<\/sup><br \/>\nyang dibicarakan oleh rasul Paulus pada abad pertama telah merembes ke <em>seluruh<\/em> dunia, termasuk kedalam orang-orang<br \/>\nYahudi dan umat Protestan. Abad-abad yang berlalu telah mengubur kebenaran<br \/>\ntentang misteri Babel begitu dalam sehingga tidak ada selain dari para anggotanya<br \/>\nyang mengetahui kebenaran bahwa: semua orang yang menyembah pada hari Saturnus telah<br \/>\ndengan bodohnya menyembah Saturnus\/Sheitan\/Setan. Dalam kitab suci, Babel<br \/>\nadalah simbol kebingungan dan agama palsu. Namun, kebanyakan ahli setuju bahwa<br \/>\nnama sebenarnya berarti &#8220;Gerbang para dewa.&#8221;<\/p>\n<p>Hari di mana seseorang beribadah mengarahkan<br \/>\nlangsung penyembahannya pada Pribadi Yang Berkuasa\/dewa dari hari itu. Beribadah<br \/>\ndengan kalender palsu akan membuat sebuah pintu gerbang ke dewa-dewa palsu<br \/>\n(setan). Ini adalah prinsip yang diakui oleh Kristus sendiri ketika Ia berkata,<br \/>\n&#8220;Karena Anak Manusia adalah Tuan atas hari Sabat.&#8221;<sup>43<\/sup><br \/>\nPenguasa hari Minggu adalah Solis Invicti (matahari yang tidak terkalahkan). Penguasa<br \/>\nhari Sabtu adalah Saturnus\/Sheitan\/Setan. Tuan atas hari Sabat adalah Sang<br \/>\nPencipta. Untuk mengarahkan ibadah seseorang pada Penguasa yang benar, kita<br \/>\nharus beribadah pada hari dari Pribadi Yang Berkuasa\/dewa itu, yang ditentukan<br \/>\ndengan kalendernya masing-masing. Mengesampingkan pekerjaan dan menguduskan<br \/>\nhari suci untuk beristirahat, adalah suatu tindakan pengakuan kesetiaan kepada<br \/>\nkeilahian yang mengklaim hari itu.<\/p>\n<p>Jangan tergoda untuk menganggap bahwa beribadah pada<br \/>\nhari Minggu adalah tidak terlalu jahat dibanding pada hari Sabtu. Ibadah pada<br \/>\nhari Sabtu mengarahkan ibadah seseorang langsung kepada dewa tersembunyi,<br \/>\nSaturnus\/Sheitan\/Setan. Namun, dua hari ibadah ini terikat tak terpisahkan.<br \/>\nIbadah pada hari Minggu, hari &#8220;pertama&#8221; dalam setiap minggu,<br \/>\nmelanggengkan kebohongan bahwa hari Sabtu, adalah hari &#8220;tujuh&#8221; dalam<br \/>\nsetiap minggu, sebagai hari Sabat yang benar. Semua orang yang beribadah dengan<br \/>\nkalender buatan penyembah berhala\/kepausan, melakukan dan mempertahankan hal<br \/>\nyang sama yang dilakukan oleh misteri Babel di abad ke-4 Sebelum Masehi yang diibaratkan<br \/>\nmenyamar sebagai orang Kristen, ikut bergabung dalam penyembahan Nimrod. Dengan<br \/>\ndemikian, mereka memberikan penghormatan kepada kekuasaan yang menginspirasinya,<br \/>\nyaitu: Setan.<\/p>\n<p>Umat Protestan pemelihara hari Minggu dan pemelihara<br \/>\nSabat Sabtu telah dipersalahkan karena secara moral telah mengutamakan Katolik<br \/>\nRoma. Sir George Sinclair dari Ulbster menyatakan: &#8220;Romanisme adalah<br \/>\nsistem yang dimurnikan dari kekafiran yang di Kristenkan, dan perbedaan utama<br \/>\ndari aslinya adalah lebih kejam, lebih jahat, lebih berbahaya, lebih tidak<br \/>\ntoleran.&#8221;<sup>44<\/sup> Memang, dakwaan terbuka yang kuat ini mencakup<br \/>\nsemua orang-orang Kristen, karena seluruh <em>dunia<\/em><br \/>\ntelah bersatu dalam menggunakan kalender palsu Babel\/misteri Romawi.<\/p>\n<p>Pertikaian pada masalah penyembahan, dimulai ketika Lusifer<br \/>\npertama berusaha untuk merebut penyembahan yang hanya diperuntukkan bagi satu-satu-Nya<br \/>\nEloah yang benar, dan akan mengamuk dengan intensitas yang terus meningkat<br \/>\nsampai akhir zaman. Perihal ini adalah peperangan terakhir dalam kontroversi<br \/>\nbesar antara Sang Pencipta dan Lusifer. Fakta bahwa misteri Babel kini sedang dibuka,<br \/>\ndan dewa tersembunyi, Saturnus, sekarang telah terungkap bahwa dialah<br \/>\nsetan-yang disembah itu, mengungkapkan yang tidak bisa dilakukan oleh siapapun,<br \/>\nkarena waktu yang dibicarakan dalam kitab Wahyu yang akan terjadi menjelang<br \/>\nkedatangan Kristus kembali telah terjadi atas kita.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Dalam penglihatan pewahyuan, <em>sesaat sebelum penghakimannya<\/em>, untuk pertama kalinya, Yohanes<br \/>\nmelihat Gereja Murtad dengan nama Babel Besar &#8220;yang tertulis pada<br \/>\ndahinya&#8221; (Wahyu 17: 5). Apa artinya penulisan nama itu &#8220;<em>di dahi<\/em>&#8220;? Bukankah itu secara alami<br \/>\nmenunjukkan bahwa, sebelum penghakiman terjadi atasnya, karakter sebenarnya itu<br \/>\nharus begitu benar-benar dikembangkan, agar setiap orang yang memiliki mata<br \/>\nuntuk melihat, yang setidaknya memiliki pengetahuan rohani, seakan-akan, dipaksa,<br \/>\n,. . . untuk mengenali ketepatan luar biasa dari gelar yang Roh. . . [Yahuwah]<br \/>\ntelah sandangkan kepadanya. Penghakimannya sekarang jelas dipercepat; dan menjelang<br \/>\nterjadinya, Ketentuan dari. . . [Yahuwah], sesuai dengan Firman. . . [Yahuwah],<br \/>\ndengan cahaya yang memancar dari seluruh penjuru, membuatnya lebih dan lebih<br \/>\njelas bahwa Roma adalah sesungguhnya Babel dalam kitab Wahyu; bahwa karakter<br \/>\npenting dari sistemnya, objek agung yang disembahnya, upacara-upacaranya, pengajaran-pengajaran<br \/>\ndan aturan-aturannya, ritual-ritual dan perayaan-perayaannya, imamat dan<br \/>\nperintah-perintah mereka, semuanya telah diturunkan langsung dari Babel kuno.<sup>45<\/sup><\/p>\n<p>Pertikaian ini jauh lebih besar dari pertikaian Katolik<br \/>\nmelawan Protestan atau pemelihara hari Minggu melawan pemelihara Sabat Sabtu.<br \/>\nSurga sekarang mengungkapkan kepada pikiran yang telah lama diselubungi dengan<br \/>\nasumsi dan tradisi kesalahan dari peribadatan misteri orang-orang kafir berbeda<br \/>\ndengan kebenaran dari peribadatan kepada Sang Pencipta. Untuk menyembah dewa kafir<br \/>\nseseorang hanya perlu menentukan hari-hari ibadah dengan menggunakan kalender<br \/>\nkafir. Untuk menunjukkan kesetiaan kepada Sang Pencipta, kalender luni-solar-<em>Nya<\/em> harus digunakan untuk menemukan hari<br \/>\nSabat-Nya. Perihal ini adalah keputusan yang dihadapi setiap orang di planet<br \/>\nini: Siapa yang kamu layani?<\/p>\n<hr style=\"width: 33%\" align=\"left\">\n<p><sup>1<\/sup> Presiden AS dan pencinta alam terkenal, Theodore<br \/>\nRoosevelt, dalam mengomentari kisah itu, menyatakan: &#8220;Saya berpikir bahwa<br \/>\nkejadian singa pemakan manusia dari Uganda . . . adalah akun yang paling luar<br \/>\nbiasa yang harus kita catat&#8230;.&#8221; (Surat pribadi ke FC Selous dalam<br \/>\nmembalas, <em>The Man-Eaters of Tsavo<\/em>,<br \/>\noleh John H. Patterson.)<\/p>\n<p><sup>2<\/sup> Alkitab sendiri mengacu pada binatang yang<br \/>\nkerasukan roh jahat.  Lihat Matius<br \/>\n8:31-32.<\/p>\n<p><sup>3<\/sup> Patterson, <em>The<br \/>\nMan-Eaters of Tsavo<\/em>, &#8220;The First Appearance of the Man-Eaters,&#8221; Pasal<br \/>\n2.<\/p>\n<p><sup>4<\/sup> Patterson, op. cit., &#8220;The Death of the First<br \/>\nMan-Eater,&#8221; Pasal 8.<\/p>\n<p><sup>5<\/sup> Patterson, op. cit., The Death of the Second<br \/>\nMan-Eater,&#8221; Pasal 9.<\/p>\n<p><sup>6<\/sup> Sebuah film dari kisah ini pada tahun 1996, <em>Ghost The Darkness<\/em>, mengklaim ada 135<br \/>\norang meninggal. Jumlah ini didasarkan pada pernyataan yang dibuat oleh<br \/>\nPatterson pada tahun 1925. Buku Patterson, yang diterbitkan pada tahun 1907,<br \/>\nmenyatakan bahwa 28 pekerja India tewas &#8220;di samping sejumlah penduduk asli<br \/>\nAfrika malang di antaranya yang tidak memiliki catatan resmi.&#8221; Hasil<br \/>\npenelitian forensik terbaru, yang dipublikasikan di <em>Proceedings of the National Academy of Sciences<\/em>, menempatkan angka<br \/>\npada 35 orang dimakan dengan sebanyak 75 orang tewas namun tidak dimakan. Lihat<br \/>\njuga <em>The Lion&#8217;s of Tsavo: Exploring the<br \/>\nLegacy of Africa&#8217;s Notorious Man-Eaters<\/em>, (New York: McGraw-Hill, 2004), oleh<br \/>\nDr. Bruce Patterson.<\/p>\n<p><sup>7<\/sup> Homer, menggambarkan Nimrod &#8220;seorang pemburuh<br \/>\nhebat; dan seorang yang berperawakan raksasa . . . Penyair memanjati dia<br \/>\nPelorian; yang menjadi tanda sesuatu yang besar, dan berlaku untuk setiap tokoh<br \/>\nyang menjulang tinggi . . . .&#8221; (William Holwell, <em>A Mythological, Etymological, and Historical Dictionary<\/em>, (London:<br \/>\nC. Dilly, 1793) hal. 308. <\/p>\n<p><sup>8<\/sup> Alexander Hislop, <em>The Two Babylons<\/em>, (New Jersey: Loizeaux Brothers, Inc., 1959) hal.<br \/>\n66 dan 67.<\/p>\n<p><sup>9<\/sup> Ovid, <em>Fasti<\/em>,<br \/>\nlib. I. II. 95, 99, Vol. III, hal. 18.<\/p>\n<p><sup>10<\/sup> &#8220;Cybele,&#8221; <em>Tooke&#8217;s Pantheon of the Heathen Gods and Illustrious Heroes<\/em>, tr.<br \/>\nAndrew Tooke, (London, 1806), originally <em>Pantheum<br \/>\nMythicum Seu Fabulosa Deorum Historia<\/em> oleh Sarjana Yesuit Fran\u00e7ois Pomey,<br \/>\nhal. 153.<\/p>\n<p><sup>11<\/sup> Hislop, op. cit., hal. 207.<\/p>\n<p><sup>12<\/sup> &#8220;Untuk membuktikan kebenaran dari pengakuan<br \/>\nini pertama kali dilakukan pada tahun 431, Lihat <em>Elliot&#8217;s Hor\u00e6<\/em>, Vol. III, hal. 139. <br \/>\nPada tahun 429 ia memberi petunjuk dalam hal itu, tapi itu nanti setelah<br \/>\ntahun 431 baru pengakuan ini dibuat secara luas dan jelas.&#8221; (Hislop, <em>s.d.a<\/em>., baik kutipan maupun catatan kaki,<br \/>\npenekanan asli.)<\/p>\n<p><sup>13<\/sup> Lihat John Parkhurst, <em>An Hebrew and English Lexicon<\/em>, <em>Without<br \/>\nPoints<\/em>, (London, 1799), hal. 602.<\/p>\n<p><sup>14<\/sup> Hislop, op. cit., hal. 208.<\/p>\n<p><sup>15<\/sup> Hislop, <em>sda<\/em>.,<br \/>\nhal. 208-210, penekanan asli; lihat juga Jacob Bryant, <em>A New System or an Analysis of Ancient Mythology<\/em>, (London: J.<br \/>\nWalker, 1807) Vol. I, hal. 308-311, 356, 359-362.<\/p>\n<p><sup>16<\/sup> Wahyu 17:5<\/p>\n<p><sup>17<\/sup> &#8220;Dalam Misa Litani, para jemaat diajarkan<br \/>\ndemikian untuk berdoa: &#8220;Tuhan yang TERSEMBUNYI, dan Juruselamatku,<br \/>\nkasihanilah kami.&#8217; \u2013(M&#8217;Gavin&#8217;s <em>Protestant<\/em>,<br \/>\nVol. II., hal. 79, 1837.)  Bagaimana bisa<br \/>\ndoa &#8216;Tuhan yang Tersembunyi&#8217; ini muncul, kecuali dari penyembahan kuno<br \/>\nSaturnus, &#8216;Dewa yang Tersembunyi&#8217;? Karena Kepausan telah mengkanon dewa Babel<br \/>\ndengan nama Santo Dionysius, dan Santo Bacchus, para &#8216;martir&#8217;, jadi namanya dia<br \/>\nyang sesungguhnya yaitu &#8216;Satur&#8217; juga terdaftar dalam kalender: setiap 29 Maret adalah<br \/>\nperayaan &#8216;Santo Satur,&#8217; sang martir. \u2013 (<em>Chambers&#8217;s<br \/>\nBook of Days<\/em>, hal. 435)&#8221; Hislop, op. cit., hal. 269, catatan kaki.<\/p>\n<p><sup>18<\/sup> Fasti, lib. VI. II. 31-34, Vol. III, hal. 342.<\/p>\n<p><sup>19<\/sup> Historia Naturalis, lib. III. 5, hal. 55.<\/p>\n<p><sup>20<\/sup> Origo Gentis Roman\u00e6, cap. iii.<\/p>\n<p><sup>21<\/sup> Hislop, op. cit., hal. 269-270, italics asli, penebalan<br \/>\nditambahkan.<\/p>\n<p><sup>22<\/sup> Lihat<br \/>\nwww.vatican.va\/holy_father\/benedict_svi\/elezione\/stemma-benedict-svi_en.html.  Walaupun hal itu telah menjadi &#8220;hal umum<br \/>\ndalam adat Bavarian,&#8221; tidak ada yang mengetahui bagaimana tradisi ini<br \/>\nberawal.<\/p>\n<p><sup>23<\/sup> <em>Sda<\/em>.<\/p>\n<p><sup>24<\/sup> Lihat www.heraldry.ws\/info\/article05.html; also,<br \/>\nwww.fleurdelis.com\/meanings.htm<\/p>\n<p><sup>25<\/sup> <em>Sda<\/em>.<\/p>\n<p><sup>26<\/sup> Dua yang lain adalah Roma dan Yerusalem.<\/p>\n<p><sup>27<\/sup> Lihat www.crusades-encylopedia.com, <em>St. James the Moor Slayer<\/em>, penekanan<br \/>\nditambahkan.<\/p>\n<p><sup>28<\/sup> Lihat<br \/>\nwww.vatican.va\/holy_father\/benedict_svi\/elezione\/stemma-benedict-svi_en.html, penekanan<br \/>\nditambahkan.<\/p>\n<p><sup>29<\/sup><br \/>\nwww.telegraph.co.uk\/news\/worldnews\/1529021\/Muslims-condemn-Pope-for-insulting-Prophet.html<\/p>\n<p><sup>30<\/sup> Hislop, op. cit., hal. 43, penekanan ditambahkan.<\/p>\n<p><sup>31<\/sup> Sir John Gardner Wilkinson, op. cit., Vol. VI,<br \/>\nPlate 33.<\/p>\n<p><sup>32<\/sup> Lihat Hislop, op. cit., hal. 44 and 45; Wilkinson,<br \/>\nop. cit., Vol. IV, hal. 341 dan 353.<\/p>\n<p><sup>33<\/sup> Osiris biasanya dilukiskan sebagai mumi yang mengenakan<br \/>\nkain kafan putih karena ia adalah dewa akhirat.<\/p>\n<p><sup>34<\/sup> Hislop, op. cit., footnote, p. 238, penekanan asli.<\/p>\n<p><sup>35<\/sup> Hislop, <em>sda<\/em>.,<br \/>\nhal. 271.<\/p>\n<p><sup>36<\/sup> Lihat Daniel 7; bandingkan dengan Daniel 2:38-40.<\/p>\n<p><sup>37<\/sup> www.stedmundsbury.gov.uk\/seb\/live\/arms.cfm<\/p>\n<p><sup>38<\/sup> Kantor Uskup Skylstad, Keuskupan Katolik Spokane,<br \/>\nWashington. Setelah penyelidikan, Asisten Uskup menyatakan, &#8220;Apa pun yang<br \/>\ndilakukan setelah jam 04.00 pada hari Sabtu sore dapat dianggap misa akhir<br \/>\npekan. Nikmatilah seluruh akhir pekan. Anda tidak perlu pergi lagi pada hari<br \/>\nMinggu.&#8221;<\/p>\n<p><sup>39<\/sup> I Korintus 10:20<\/p>\n<p><sup>40<\/sup> Frederick Walpole, <em>The Ansayrii<\/em>, (London: Richard Bentley, 1851) hal. 397.  Lihat juga, Sir Austen H. Layard, <em>Nineveh and Its Remains<\/em>, (London: John<br \/>\nMurray, 1853), Vol. I, hal. 287-288.  Bangsa<br \/>\nTurki, yang berasal dari sungai Efrat, menuliskan itu dengan cara yang sama.  Dalam <em>Redhouse&#8217;s<br \/>\nTurkish Dictionary<\/em>, diucapkan &#8220;Satan,&#8221; ditulis \u201csh\u00e8ytun\u201d (J. W.<br \/>\nRedhouse, London: Bernard Quaritch, 1880, hal. 277.) <\/p>\n<p><sup>41<\/sup> Hislop, op. cit., p. 276, penekanan asli.<\/p>\n<p><sup>42<\/sup> II Tesalonika 2:7<\/p>\n<p><sup>43<\/sup> Matius 12:8<\/p>\n<p><sup>44<\/sup> <em>Letters to<br \/>\nthe Protestants of Scotland, First Series<\/em>, (Edinburgh, 1852), hal. 121, seperti<br \/>\nyang dikutip dalam Hislop, op. cit., hal. 285.<\/p>\n<p><sup>45<\/sup> Hislop,  op.<br \/>\ncit., hal. 2-3.<\/p>\n","protected":false},"featured_media":215243,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":[],"class_list":["post-108330","wlc-article","type-wlc-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","wlc-article-category-kalender-yahs","wlc-content-directory-creator-s-calendar-vs-rome-s-calendar-the-issues-at-stake"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Misteri Babel: Dewa yang Tersembunyi - Worlds Last Chance<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/babylonian-mysteries-the-hidden-god\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Misteri Babel: Dewa yang Tersembunyi - Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Letnan Kolonel John Patterson memiliki pekerjaan yang harus dilakukan. Perjuangan untuk menyelesaikan Jalan Kereta rute Uganda-Mombasa berjalan dengan baik. Pekerjaan John adalah untuk membangun sebuah jembatan di atas Sungai Tsavo. Sebagai seorang pria yang senang berburu binatang besar, John mengharapkan kemungkinan untuk dapat mengantongi beberapa piala ketika sedang ditempatkan di sana. Sambil mengamati rumah barunya [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/babylonian-mysteries-the-hidden-god\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-20T16:03:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/babylonian-mysteries-the-hidden-god-bahasa.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"250\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"167\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"27 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/babylonian-mysteries-the-hidden-god\/\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/babylonian-mysteries-the-hidden-god\/\",\"name\":\"Misteri Babel: Dewa yang Tersembunyi - Worlds Last Chance\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/babylonian-mysteries-the-hidden-god\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/babylonian-mysteries-the-hidden-god\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/babylonian-mysteries-the-hidden-god-bahasa.jpg\",\"datePublished\":\"2012-12-03T12:01:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-20T16:03:51+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/babylonian-mysteries-the-hidden-god\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/babylonian-mysteries-the-hidden-god\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/babylonian-mysteries-the-hidden-god\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/babylonian-mysteries-the-hidden-god-bahasa.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/babylonian-mysteries-the-hidden-god-bahasa.jpg\",\"width\":250,\"height\":167},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/babylonian-mysteries-the-hidden-god\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Articles\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Misteri Babel: Dewa yang Tersembunyi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/\",\"name\":\"Worlds Last Chance\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Misteri Babel: Dewa yang Tersembunyi - Worlds Last Chance","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/babylonian-mysteries-the-hidden-god\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Misteri Babel: Dewa yang Tersembunyi - Worlds Last Chance","og_description":"Letnan Kolonel John Patterson memiliki pekerjaan yang harus dilakukan. Perjuangan untuk menyelesaikan Jalan Kereta rute Uganda-Mombasa berjalan dengan baik. Pekerjaan John adalah untuk membangun sebuah jembatan di atas Sungai Tsavo. Sebagai seorang pria yang senang berburu binatang besar, John mengharapkan kemungkinan untuk dapat mengantongi beberapa piala ketika sedang ditempatkan di sana. Sambil mengamati rumah barunya [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/babylonian-mysteries-the-hidden-god\/","og_site_name":"Worlds Last Chance","article_modified_time":"2025-08-20T16:03:51+00:00","og_image":[{"width":250,"height":167,"url":"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/babylonian-mysteries-the-hidden-god-bahasa.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"27 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/babylonian-mysteries-the-hidden-god\/","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/babylonian-mysteries-the-hidden-god\/","name":"Misteri Babel: Dewa yang Tersembunyi - Worlds Last Chance","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/babylonian-mysteries-the-hidden-god\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/babylonian-mysteries-the-hidden-god\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/babylonian-mysteries-the-hidden-god-bahasa.jpg","datePublished":"2012-12-03T12:01:00+00:00","dateModified":"2025-08-20T16:03:51+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/babylonian-mysteries-the-hidden-god\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/babylonian-mysteries-the-hidden-god\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/babylonian-mysteries-the-hidden-god\/#primaryimage","url":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/babylonian-mysteries-the-hidden-god-bahasa.jpg","contentUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/babylonian-mysteries-the-hidden-god-bahasa.jpg","width":250,"height":167},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/babylonian-mysteries-the-hidden-god\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Articles","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Misteri Babel: Dewa yang Tersembunyi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/","name":"Worlds Last Chance","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article\/108330","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/wlc-article"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108330"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/215243"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108330"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}