{"id":108308,"date":"2012-12-03T12:09:00","date_gmt":"2012-12-03T12:09:00","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/wlc-article\/migrating-bualan-kepausan-karena-merubah-kalender\/"},"modified":"2025-08-20T15:42:08","modified_gmt":"2025-08-20T15:42:08","slug":"bualan-kepausan-karena-merubah-kalender","status":"publish","type":"wlc-article","link":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/articles\/kalender-yahs\/bualan-kepausan-karena-merubah-kalender\/","title":{"rendered":"Bualan Kepausan karena Merubah Kalender"},"content":{"rendered":"<p>Gereja Katolik selalu sangat terbuka mengenai<br \/>\nperannya dalam mengubah kalender. Banyak pemelihara Sabat moderen telah <em>berasumsi<\/em> bahwa hari Sabtu adalah hari<br \/>\nSabat yang Alkitabiah, tetapi Gereja Katolik sendiri tidak pernah membantah<br \/>\nperan yang dia mainkan dalam menolak Hari Sabat luni-solar yang Alkitabiah dan malahan<br \/>\nmempromosikan peribadatan pada <em>dies Solis<\/em>,<br \/>\nhari dewa Matahari [hari Minggu].<\/p>\n<p>Keputusan Konsili Nicea untuk meninggalkan<br \/>\npenanggalan Alkitab telah dikonfirmasi oleh Konstantin yang tertuang di dalam dekrit<br \/>\nkerajaan. Para uskup ingin menghancurkan hubungan dengan agama Yahudi. Gerakan Anti-paham<br \/>\nsemitis berperan, seperti yang dapat dilihat dalam pernyataan yang dikutip<br \/>\nsebelumnya oleh Konstantin: &quot;Janganlah sampai kita mempunyai kesamaan<br \/>\ndengan orang-orang najis ini [kaum Yahudi]. . . . &quot;<sup>(1)<\/sup><\/p>\n<p>Patrick Madrid, dalam sebuah wawancara radio pada<br \/>\ntanggal 5 Januari 2006, membuat sebuah acuan pada perihal ini:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Ada pemisahan yang kontras antara tuntutan-tuntutan<br \/>\nPerjanjian Lama: ritual-ritual dan tuntutan-tuntutan perjanjian Musa berhadapan<br \/>\ndengan ibadah Hari Sabat dan pengorbanan binatang, dan hal semacamnya. Dan<br \/>\nmereka ingin menunjukkan Kekristenan yang berbeda dari agama Yahudi. Itu <em>berasal<\/em> dari agama Yahudi, tetapi itu <em>berbeda<\/em> darinya.<sup>(2)<\/sup><\/p>\n<p>Dalam upaya untuk menunjukkan perbedaan ini, bukan<br \/>\nhanya pemeliharaan Sabat hari ketujuh yang dipindahkan ke hari Minggu kalender<br \/>\nJulian, tapi juga semua perayaan tahunan yang, sampai saat itu masih dirayakan,<br \/>\ndigantikan dengan perayaan kafir yang populer, dan memberikannya sebuah<br \/>\nnama-nama Kristen yang telah diserong dan digabung dengan Kekristenan.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\u201cUntuk mendamaikan para penyembah berhala dengan<br \/>\nKekristenan yang sedikit, Roma, mengusahakan kebijakan umum, mengambil<br \/>\ntindakan-tindakan untuk menggabungkan perayaan penyembah berhala dan perayaan<br \/>\nKristen, dan <em>melalui penyesuaian kalender<br \/>\nyang sulit namun terampil<\/em>, tidak lagi ditemukan masalah, secara umum, untuk<br \/>\nmengabungkan penyembahan berhala dengan Kekristenan \u2013 sekarang sudah jauh tenggelam<br \/>\ndalam penyembahan berhala  . . . untuk<br \/>\nbekerja sama\u201d.<sup>(3)<\/sup><\/p>\n<p>T. Enright, Uskup Gereja St. Alfonsus, dengan jelas<br \/>\nmenyatakan:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Gereja Katoliklah yang telah membuat peraturan yang<br \/>\nmewajibkan kita untuk menguduskan hari Minggu. Gereja membuat aturan ini lama<br \/>\nsetelah Alkitab ditulis. Oleh karena itu aturan ini tidak ada di dalam Alkitab.<br \/>\nGereja Katholik bukan hanya menghapuskan hari Sabat, <em>tetapi juga semua perayaan umat Yahudi lainnya<\/em>.<sup>(4)<\/sup><\/p>\n<p>Dalam surat yang sama, Enright menawarkan $1.000<br \/>\n&quot;untuk setiap orang yang dapat membuktikan kepada saya dari Alkitab<br \/>\nsendiri bahwa saya terikat, di bawah dosa besar, untuk menguduskan hari Minggu&quot;.<br \/>\nTidak ada penyangkalan bahwa Gereja Katolik bertanggung jawab pada perubahan<br \/>\nini:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Sepuluh Perintah, atau Dekalog. . . Ditulis oleh<br \/>\njari-jari Tuhan pada dua loh batu, kode Ilahi ini telah diterima dari Yang Maha<br \/>\nKuasa oleh Musa di tengah-tengah halilintar yang bergemuruh di Gunung Sinai. .<br \/>\n. Kristus menyimpulkan Sepuluh Perintah ini dalam dua ajaran amal &#8211; kasih kepada<br \/>\nTuhan dan kasih kepada sesama; Dia menyatakan keduanya sebagai perintah yang<br \/>\nmengikat berdasarkan Perjanjian Baru di dalam kitab Matius xix dan pada Khotbah<br \/>\ndi Bukit (Matius v). Dia juga meneguhkan atau menerangkan keduanya,. . . <em>Gereja, di sisi lain, setelah mengubah hari<br \/>\nistirahat dari hari Sabat Yahudi, atau hari ketujuh dalam sebuah minggu, dengan<br \/>\nhari yang pertama, membuat Perintah Ketiga menyebut hari Minggu sebagai hari yang<br \/>\nharus dikuduskan sebagai Hari Tuhan<\/em>. Konsili Trent (ses. vi, can. xix)<br \/>\nmengutuk orang-orang yang menyangkal bahwa <a href=\"\/biblical-christian-beliefs\/perihal-10-perintah.html\">Sepuluh Perintah<\/a> masih mengikat orang-orang<br \/>\nKristen.<sup>(5)<\/sup><\/p>\n<p>Adalah sungguh benar-benar tidak adil untuk menuduh<br \/>\nketidakjujuran Katolik Roma sepanjang mereka telah mengatakan bahwa gereja<br \/>\nmereka telah mengubah hari ibadah ke hari Minggu. Berikut ini adalah sebuah contoh<br \/>\ndari berbagai pernyataan yang dibuat oleh umat Katolik yang dengan jujur<br \/>\n\u200b\u200bmenyatakan bahwa mereka bertanggung jawab terhadap perubahan kalender yang memindahkan<br \/>\nhari ibadah ke <em>dies Solis<\/em> [hari<br \/>\nMinggu]:<\/p>\n<ul>\n<li>&quot;Hari Minggu &#8230; adalah<br \/>\nmurni ciptaan Gereja Katolik&quot;. <em>American Catholic Quarterly Review<\/em>,<br \/>\nJanuari 1883.<\/li>\n<li>&quot;Hari Minggu &#8230; adalah<br \/>\naturan Gereja Katolik sendiri &#8230;&quot; <em>American Sentinel (Catholic)<\/em>,<br \/>\nJuni 1893.<\/li>\n<li>&quot;Hari Minggu adalah<br \/>\nketetapan Katolik dan pengakuan untuk mentaatinya hanya dapat dipertahankan<br \/>\ndengan menggunakan prinsip-prinsip Katolik &#8230; Kitab Suci dari awal sampai<br \/>\nakhir tidak mengandung satu ayatpun yang mengijinkan pemindahan hari ibadah<br \/>\numum mingguan dari hari terakhir ke hari pertama&quot;. <em>Catholic Press, <\/em>Sidney, Australia, Agustus 1900.<\/li>\n<li>&quot;Mereka [umat Protestan]<br \/>\nmenganggap kewajiban mereka untuk menjaga kekudusan hari Minggu. Mengapa?<br \/>\nKarena Gereja Katolik memberitahu mereka untuk melakukannya. Mereka tidak<br \/>\nmemiliki alasan lain. . . pengudusan hari Minggu menjadi sebuah aturan gerejawi<br \/>\nyang sama sekali berbeda dengan hukum Sabat Ilahi. . . Pembuat hukum hari<br \/>\nMinggu. . . adalah Gereja Katolik.&quot; <em>Ecclesiastical<br \/>\nReview<\/em>, Februari 1914.<\/li>\n<li>Karena perubahan ini telah<br \/>\nterjadi begitu lama di masa lalu, orang-orang saat ini telah melupakan fakta<br \/>\nsejarah. Adalah mustahil untuk menemukan Sabat Alkitab melalui sebuah kalender<br \/>\nkafir; Oleh karena itu, hari Sabtu tidak bisa menjadi Sabat yang sejati. Dengan<br \/>\ntidak mengetahui hal ini, para pemelihara Sabat Sabtu telah mengasumsikan bahwa<br \/>\nhari Sabtu adalah hari Sabat dari mana ibadah yang sebelumnya telah pindahkan.<br \/>\nMemang benar bahwa ada banyak kutipan dari penulis Katolik yang merujuk pada hari<br \/>\nSabtu sebagai &quot;hari Sabat&quot;:<\/li>\n<li>&quot;Tentu saja Gereja<br \/>\nKatolik mengakui bahwa perubahan itu [sabat sabtu ke hari minggu] adalah<br \/>\ntindakannya &#8230; ini adalah tanda kekuasaan gereja dan otoritasnya dalam urusan<br \/>\nagama.&quot; HF Thomas, Kanselir dari Kardinal Gibbons.<\/li>\n<li>&quot;Hari Minggu ditetapkan,<br \/>\nbukan berdasarkan kitab suci, tetapi berdasarkan tradisi, dan jelas itu adalah<br \/>\nketetapan Katolik. Karena tidak ada perintah dalam kitab suci untuk memindahkan<br \/>\nhari istirahat dari hari terakhir ke hari pertama dalam minggu itu, umat Protestan<br \/>\nharus menguduskan hari Sabat mereka pada hari Sabtu dan dengan demikian membiarkan<br \/>\numat Katolik  sepenuhnya memiliki hari<br \/>\nMinggu.&quot; <em>Catholic Record<\/em>, 17 September,<br \/>\n1893 .<\/li>\n<li>&quot;Agama Protestan, dalam<br \/>\nmembuang otoritas Gereja [Katolik Roma], tidak memiliki alasan yang baik untuk<br \/>\nteori hari Minggunya, dan seharusnya secara logis memelihara hari Sabtu sebagai<br \/>\nhari Sabat&quot;. John Gilmary Shea, <em>American Catholic Quarterly Review<\/em>,<br \/>\nJanuari 1883.<\/li>\n<li>&quot;Mungkin hal paling<br \/>\nberani, perubahan paling revolusioner yang perna dilakukan oleh Gereja, telah terjadi<br \/>\npada abad pertama. Hari suci, hari Sabat, diubah dari hari Sabtu ke hari<br \/>\nMinggu. &quot;Hari tuhan&quot; telah dipilih, bukan dari aturan manapun di<br \/>\ndalam Alkitab, tetapi dari kekuasaan Gereja sendiri &#8230; Orang-orang yang<br \/>\nberpikir bahwa Alkitab harus menjadi otoritas tunggal, harus secara logika<br \/>\nmenjadi penganut Adven hari ke-7, dan menguduskan hari Sabtu&quot;. <em>St.<br \/>\nCatherine Church Sentinel<\/em>, Algonac, Michigan, 21 Mei 1995.<\/li>\n<li>&quot;Bukankah setiap orang<br \/>\nKristen wajib untuk menguduskan hari Minggu dan tidak melakukan pada hari itu<br \/>\npekerjaan berat yang tidak perlu? Bukankah ketaatan hukum ini adalah salah satu<br \/>\nyang paling menonjol dari tugas suci kita? Tapi anda dapat membaca Alkitab dari<br \/>\nKejadian sampai Wahyu, dan anda tidak akan menemukan satu barispun yang<br \/>\nmembenarkan pengudusan hari Minggu. Alkitab menetapkan ketaatan pengudusan hari<br \/>\nSabtu, hari yang kita tidak pernah kuduskan&quot;. James Cardinal Gibbons, <em>The Faith of Our Fathers<\/em> (edisi 1917),<br \/>\nhal. 72-73 (Edisi ke-16, hal 111;. Edisi ke-88, hal 89).<\/li>\n<\/ul>\n<p>Fakta-fakta sejarah itu yang telah dilupakan oleh<br \/>\nkebanyakan orang, banyak penulis Katolik yang telah menggunakan terminologi<br \/>\nmingguan planetari (yaitu, &quot;Hari Sabtu&quot;), yang dapat dianggap sebagai<br \/>\ntipuan. Hal ini juga kemungkinan karena banyak penulis Katolik itu sendiri yang<br \/>\ntidak mengetahui sejarah lengkap di balik mingguan moderen. Meskipun para sarjana<br \/>\nKatolik selalu mengetahui kebenaran itu. Sebagai sarjana dan pembela Katolik<br \/>\nkonservatif Patrick Madrid menyatakan:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Kalender yang kita ikuti, termasuk yang diikuti oleh<br \/>\numat Advent Hari Ketujuh, bukan hanya kalender yang dibuat oleh Gereja Katolik,<br \/>\ntetapi juga merupakan kalender yang didasarkan pada tahun matahari, bukan tahun<br \/>\nlunar. Dan kalender Yahudi yang digunakan pada masa Kristus. . . mengikuti<br \/>\nkalender lunar, yang beberapa hari lebih pendek dari tahun matahari. Jadi ironi<br \/>\nbesarnya adalah bahwa bahkan orang-orang Advent Hari Ketujuh sendiri tidak beribadah<br \/>\npada hari Sabat yang tepat yang sama dengan hari yang dikuduskan oleh orang-orang<br \/>\nYahudi pada zaman Kristus.<sup>(6)<\/sup><\/p>\n<p>Selama berabad-abad, ketika fakta sejarah telah<br \/>\ndilupakan, hari Sabtu telah diasumsikan sebagai Sabat hari ketujuh yang<br \/>\nAlkitabiah. Namun, ketika kalender Julian sedang diberlakukan pada orang-orang<br \/>\nKristen untuk penggunaan gerejawi, tidak ada satu orangpun pada saat itu yang bingung<br \/>\nmembedakan antara <em>dies saturni<\/em> dengan<em>Sabbato<\/em>. Semua orang tahu bahwa keduanya<br \/>\nadalah dua hari yang berbeda dari <em>dua<br \/>\njenis sistem kalender yang berbeda<\/em>. Sebuah contoh yang sangat baik dari &quot;hari<br \/>\nSabtu&quot; yang disadari atau tidak disadari telah ditukar dengan &quot;hari Sabat&quot;<br \/>\nditemukan dalam kanon dari Konsili Laodikia.<\/p>\n<p>Setelah dekrit Nicea, umat Kristen kerasulan masih terus<br \/>\nberibadah menggunakan kalender luni-solar. Konsili Laodikia diadakan sekitar 40<br \/>\ntahun kemudian untuk memaksakan penerimaan &quot;Hari Tuhan&quot; menggantikan hari<a href=\"\/yahuwahs-calendar\/sabat-lunar.html\">Sabat lunar<\/a>.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Oleh karena itu, untuk memenuhi tujuan aslinya,<br \/>\nsekarang menjadi penting bagi gereja untuk mengamankan peraturan yang akan<br \/>\nmembungkam semua pengecualian, dan melarang pengudusan hari Sabat untuk<br \/>\nmembungkam para pemprotes kuat [melawan ibadah pada hari Minggu]. Dan sekarang.<br \/>\n. . perintah Konstantin dan konsili Nicea yang &quot;benar-benar ilahi&quot; menetapkan<br \/>\nbahwa &quot;tidak ada&quot; apapun yang boleh dilakukan &quot;yang sama dengan<br \/>\norang-orang Yahudi&quot;, telah dijadikan dasar dan kewenangan hukum, yang benar-benar<em>menghancurkan pengudusan hari Sabat<\/em><br \/>\nTuhan , dan untuk <em>menetapkan pengudusan<br \/>\nhari Minggu saja sebagai gantinya<\/em>.<sup>(7)<\/sup><\/p>\n<p>Kanon 29 Konsili Laodikia menuntut:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Umat Kristen tidak boleh menjadi seperti orang Yahudi<br \/>\ndan menganggur pada hari Sabtu, tetapi harus bekerja pada hari itu; tapi hari<br \/>\nTuhan mereka harus hormati secara khusus, dan, sebagai orang Kristen, harus,<br \/>\njika mungkin, tidak melakukan pekerjaan pada hari itu. Namun jika, mereka<br \/>\nditemukan menjadi seperti orang Yahudi, mereka akan dikucilkan dari Kristus.<\/p>\n<p>Uskup Katolik Roma, Karl Josef von Hefele<br \/>\n(1809-1893), menyatakan bahwa kata &quot;Hari Sabtu&quot; dalam teks ini ditambahkan<br \/>\ndalam terjemahan moderen. Von Hefele adalah seorang otoritas yang sangat<br \/>\nkredibel pada pilihan kata asli yang digunakan di Konsili Laodikia. Dia adalah<br \/>\nseorang sarjana Jerman, teolog dan profesor sejarah Gereja, dia dididik di Universitas<br \/>\nT\u03cbbingen. Salah satu karya terbesarnya adalah <em>History of the Councils of the<br \/>\nChurch from the Original Documents<\/em>. Sebagai seorang uskup dan teolog, dia<br \/>\npasti memiliki akses pada dokumen-dokumen asli dalam arsip Vatikan!<\/p>\n<p>Menurut von Hefele, kata asli yang digunakan baik di<br \/>\ndalam bahasa Yunani dan bahasa Latin adalah sebenarnya &quot;Hari Sabat&quot;.<br \/>\nKata &quot;anathema&quot; (dikutuk) yang digunakan telah diganti dengan &quot;dikucilkan&quot;.<br \/>\nVersi bahasa Latin terlihat jelas tidak mengandung rujukan <em>dies saturni<\/em> (Hari Sabtu) tetapi menggunakan kata <em>Sabbato<\/em>, atau &quot;Hari Sabat&quot;:<\/p>\n<p class=\"indenttext\"><em>Quod non oportet Christianos Judaizere et otiare in<br \/>\nSabbato, sed operari in eodem die.  Preferentes autem in veneratione<br \/>\nDominicum diem si vacre voluerint, ut Christiani hoc faciat; quod si reperti<br \/>\nfuerint Judaizere Anathema sint a Christo.<\/em><\/p>\n<p>Hal ini mengandung pengulangan: Umat Kristen pada masa<br \/>\nperubahan kalender <em>tidak bingung mengenai<br \/>\nhari Sabtu yang menjadi hari Sabat<\/em>. Semua orang tahu bahwa <em>dies saturni<\/em> baru saja pindah dari hari<br \/>\npertama minggu kafir ke hari terakhir minggu kafir, sementara <em>Sabbato<\/em> adalah hari ketujuh pada kalender<br \/>\nluni-solar Yahudi yang tak seorang pun yang berkuasa ingin mengaitkannya.<br \/>\nSekali lagi, ini adalah <em>dua hari yang<br \/>\nberbeda pada dua sistem kalender yang berbeda.<\/em><\/p>\n<p>Eusebius dari Kaisarea, seorang sejarawan gereja<br \/>\nkontemporer dengan Konstantin dan bersama dengan para penjilatnya, sering mengutip<br \/>\nmengenai pengundang-undangan hari Minggu pada masa itu. Secara umum dipercaya<br \/>\nbahwa dia adalah Imam yang akhirnya membaptis Konstantin tidak lama sebelum<br \/>\nkematiannya. Pada upacara pembukaan Konsili Nicea, Eusebius duduk di sebelah<br \/>\nkanan Konstantin dan memberikan pidato pembukaan.<sup>(8)<\/sup> Eusebius dengan<br \/>\nsangat jelas menyatakan bahwa penghormatan pada <em>dies Solis<\/em> adalah atas <em>Sabbato<\/em>Yahudi dan bukan atas <em>dies saturni<\/em><br \/>\nkafir.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Semua hal apapun yang diwajibkan untuk dilakukan<br \/>\npada hari Sabat, itu telah kita pindahkan ke hari Tuhan, sebagai hari yang lebih<br \/>\ntepat, dan utama, dan pertama, dan lebih terhormat daripada hari Sabat orang Yahudi.<sup>(9)<\/sup><\/p>\n<p>Pada saat inilah, di masa itu ketika Sylvester I,<br \/>\nUskup Roma selama Konsili Nicea, berusaha untuk mengubah nama-nama hari dalam mingguan<br \/>\nkafir dengan nama-nama hari dalam mingguan Alkitab. &quot;Ini adalah era<br \/>\nKonstantinus Agung, saat posisi resmi Gereja begitu sangat meningkat, perubahan<br \/>\nyang harus dipastikan sudah sangat terlihat di Roma&quot;<sup>(10)<\/sup><\/p>\n<p>Katolik, mengetahui dengan sangat baik bahwa tidak<br \/>\nada alasan yang Alkitabiah untuk beribadah pada hari Minggu, telah menunjukkan<br \/>\nbagaimana telah tidak konsistennya orang-orang Protestan.<\/p>\n<ul>\n<li>&quot;Hal ini juga untuk<br \/>\nmengingatkan Presbiterian, Baptis, Metodis, dan semua denominasi Kristen<br \/>\nlainnya, bahwa Alkitab tidak mendukung mereka sama sekali dalam menguduskan<br \/>\nhari Minggu. Hari Minggu adalah ketetapan Gereja Katolik Roma, dan mereka yang<br \/>\nmenguduskan hari ini melakukan perintah dari Gereja Katolik&quot;. Imam Brady, dalam<br \/>\nsebuah pidato yang dilaporkan di dalam <em>The News<\/em>, Elizabeth, New<br \/>\nJersey, 18 Maret 1903.<\/li>\n<li>&quot;<strong>Siapa yang Kita Hormati dan Kepada Siapa Kita Menyatakan Kesetiaan dengan<br \/>\nMenguduskan Hari Minggu<\/strong>?<br \/>\nDari sini kita dapat<br \/>\nmemahami betapa besar kewenangan gereja dalam menafsirkan atau menjelaskan<br \/>\nkepada kita perintah-perintah Allah &#8211; otoritas yang diakui oleh praktek<br \/>\nuniversal seluruh dunia Kristen, bahkan orang-orang dari sekte yang mengaku menjadikan<br \/>\nKitab Suci sebagai satu-satunya pengatur iman mereka, merekapun memelihara hari<br \/>\nistirahat yang bukan hari ketujuh dalam sebuah minggu seperti yang dituntut<br \/>\noleh Alkitab, tetapi hari pertama. Yang kita tahu bahwa itu harus dikuduskan,<br \/>\nhanya dari tradisi dan ajaran Gereja Katolik&quot;. Henry Gibson, <em>Catechism<br \/>\nMade Easy<\/em>, # 2, edisi 9, vol. 1, hlm. 341-342.<\/li>\n<li>&quot;Gereja Katoliklah yang<br \/>\n. . . telah memindahkan hari istirahat ini ke hari Minggu untuk memperingati<br \/>\nkebangkitan Tuhan kita. Jadi pengudusan hari Minggu yang dilakukan oleh umat<br \/>\nProtestan adalah memberikan penghormatan mereka, meskipun berat bagi mereka, kepada<br \/>\notoritas Gereja [Katolik Roma]&quot;. Monsignor Louis Segur, <em>Plain Talk<br \/>\nAbout the Protestantism of Today<\/em>, 1868, hlm. 213.<\/li>\n<li>&quot;Umat Protestan &#8230;<br \/>\nmenerima hari Minggu dan bukannya hari Sabtu sebagai hari untuk ibadah umum<br \/>\nsetelah Gereja Katolik membuat perubahan &#8230; Tapi pikiran umat Protestan<br \/>\ntampaknya tidak menyadari bahwa &#8230; dengan menguduskan hari Minggu, mereka<br \/>\nmenerima otoritas juru bicara gereja, Paus&quot;. <em>Our Sunday Visitor<\/em>, 15<br \/>\nFebruari 1950.<\/li>\n<li>&quot;Gereja [Katolik Roma]<br \/>\nmengubah hari Sabat ke hari Minggu dengan hak ilahi, otoritas mutlak diberikan<br \/>\nkepadanya oleh pendiri-Nya, Yesus Kristus. Umat Protestan mengklaim Alkitab<br \/>\nmenjadi satu-satunya pedoman iman, yang tidak memiliki surat perintah untuk<br \/>\nmenguduskan hari Minggu&quot;. <em>The Catholic Universe Bulletin<\/em>, 14<br \/>\nAgustus 1942, hlm. 4.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Seorang Katolik yang percaya bahwa Kristus<br \/>\ndibangkitkan pada hari Minggu jauh lebih konsisten daripada umat Protestan<br \/>\npemelihara hari Minggu yang mengaku mendasarkan semua keyakinannya pada Alkitab<br \/>\ndan hanya Alkitab saja. Umat Katolik menempatkan tradisi dan<br \/>\nketetapan-ketetapan paus mereka di atas Alkitab, sehingga mereka tidak memiliki<br \/>\nketidakkonsistenan dalam meyakini bahwa hari Minggu adalah hari kebangkitan.<br \/>\nBagi mereka, kebenaran adalah apapun yang tradisi dan keputusan Paus telah buat.<\/p>\n<p>Namun, bagi umat Protestan yang mencela umat Katolik<br \/>\nkarena lebih mengikuti tradisi daripada Alkitab, namun<br \/>\nmasih beribadah pada hari Minggu, adalah sungguh sangat tidak konsisten.<br \/>\nSelanjutnya, bagi orang Yahudi dan para pemelihara Sabat Sabtu yang bersikeras<br \/>\nbahwa hari yang tepat dan benar adalah <em>masalah<\/em><br \/>\npenting bagi Yahuwah, dan kemudian menguduskan hari ketujuh berdasarkan<br \/>\nkalender planetari kafir adalah <em>sangat<\/em><br \/>\ntidak konsisten! Jika penting untuk beribadah pada hari Sabat yang benar, maka<br \/>\nkalender asli, yang ditetapkan oleh Yahuwah pada masa penciptaan, harus<br \/>\ndigunakan untuk menghitung kapan hari Sabat tiba.<\/p>\n<p>Ketika fakta-fakta sejarah kalender Julian dipahami,<br \/>\nitu telah jelas menetapkan bahwa hari Minggu bukanlah satu-satunya hari ibadah yang<br \/>\ndidasarkan pada penanggalan kafir. Hari Sabtu, <em>die saturni<\/em>, yang aslinya adalah hari pertama dalam mingguan planetari<br \/>\nadalah bentuk palsu dari Sabat hari ketujuh Alkitab.<\/p>\n<p>Sebuah pepatah kuno menyatakan: &quot;Dia yang<br \/>\nmengendalikan kalender, mengontrol dunia&quot;. Siapa yang mengontrol anda?<br \/>\nHari di mana kamu beribadah, yang ditetapkan dengan kalender yang anda gunakan,<br \/>\nmengungkapkan Pribadi berkuasa\/dewa mana yang anda sembah.<\/p>\n<hr style=\"width: 33%\" align=\"left\" \/>\n<p><font size=\"3\" face=\"Georgia\"><strong>Artikel<br \/>\nTerkait<\/strong>:<\/font><\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"\/yahuwahs-calendar\/sarjana-katholik-membenarkan.html\">Sarjana<br \/>\nKatholik Membenarkan Bahwa Sabtu dan Minggu Bukanlah Sabat yang Alkitabiah<\/p>\n<p><\/a><\/li>\n<\/ul>\n<hr style=\"width: 100%\" \/>\n<p><sup>(1)<\/sup>  Heinrich Graetz, <em>History of the Jews<\/em>,<br \/>\n(Philadelphia: The Jewish Publication Society of America, 1893), Vol. II, hal.<br \/>\n563-564.<\/p>\n<p><sup>(2)<\/sup> Patrick Madrid, comments on \u201cOpen Line,\u201d EWTN,<br \/>\nGlobal Catholic Radio Network, 5 Januari, 2006.<\/p>\n<p><sup>(3)<\/sup> Alexander Hislop, <em>The Two Babylons<\/em>,<br \/>\n(New Jersey: Loizeaux Brothers, 1959), hal.105, penekanan diberikan.<\/p>\n<p><sup>(4)<\/sup> Surat dari T. Enright, Uskup Gereja St.<br \/>\nAlphonsus, St. Louis, Missouri, Juni, 1905, penekanan diberikan. <\/p>\n<p><sup>(5)<\/sup> Charles George Herbermann, Knights of Columbus<br \/>\nCatholic Truth Committee,<em> The Catholic Encyclopedia<\/em>, (Harvard<br \/>\nUniversity: Encyclopedia Press, 1908), hal. 153, penekanan diberikan.<\/p>\n<p><sup>(6)<\/sup> Patrick Madrid on \u201cOpen Line,\u201d EWTN, Global<br \/>\nCatholic Radio Network, 5 Januari, 2006.  Untuk membaca atau mendengar<br \/>\nkomentar-komentar Madrid secara keseluruhan, tolong kunjungi:<br \/>\n4angelspublications.com\/articles\/catholic_scholar.php.<\/p>\n<p><sup>(7)<\/sup> A. T. Jones, <em>The Two Republics, <\/em>(Ithaca,<br \/>\nMichigan: A. B. Publishing, Inc., n.d.), hal. 321, penekanan diberikan.<\/p>\n<p><sup>(8)<\/sup> <em>Catholic Encyclopedia<\/em>, \u201cEusebius of<br \/>\nCaesarea,\u201d www.NewAdvent.org.<\/p>\n<p><sup>(9)<\/sup> Eusebius, <em>Commentary on the Psalms,<br \/>\nPsalm 91 <\/em>(Psalm 92 in the A.V.), in J. P. Migne, <em>Patrologia<br \/>\nGraeca, <\/em>Vol. 23, column 1172, terjemahan penulis, seperti yang dikutip<br \/>\ndalam R. L. Odom, <em>Sunday Sacredness in Roman Paganism,<\/em>Review &amp;<br \/>\nHerald Publ. Assoc., 1944, hal. 141.<\/p>\n<p><sup>(10)<\/sup> \u201cPaus Sylvester I\u201d (31 Desember, 335), Catholic<br \/>\nEncyclopedia, www.newadvent.org.<\/p>\n","protected":false},"featured_media":215128,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":[],"class_list":["post-108308","wlc-article","type-wlc-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","wlc-article-category-kalender-yahs","wlc-content-directory-creator-s-calendar-vs-rome-s-calendar-the-issues-at-stake"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bualan Kepausan karena Merubah Kalender - Worlds Last Chance<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/papacy-boasts-of-calendar-change\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bualan Kepausan karena Merubah Kalender - Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Gereja Katolik selalu sangat terbuka mengenai perannya dalam mengubah kalender. Banyak pemelihara Sabat moderen telah berasumsi bahwa hari Sabtu adalah hari Sabat yang Alkitabiah, tetapi Gereja Katolik sendiri tidak pernah membantah peran yang dia mainkan dalam menolak Hari Sabat luni-solar yang Alkitabiah dan malahan mempromosikan peribadatan pada dies Solis, hari dewa Matahari [hari Minggu]. Keputusan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/papacy-boasts-of-calendar-change\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-20T15:42:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/papacy-boasts-of-calendar-change-bahasa.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"250\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"159\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"13 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/papacy-boasts-of-calendar-change\/\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/papacy-boasts-of-calendar-change\/\",\"name\":\"Bualan Kepausan karena Merubah Kalender - Worlds Last Chance\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/papacy-boasts-of-calendar-change\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/papacy-boasts-of-calendar-change\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/papacy-boasts-of-calendar-change-bahasa.jpg\",\"datePublished\":\"2012-12-03T12:09:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-20T15:42:08+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/papacy-boasts-of-calendar-change\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/papacy-boasts-of-calendar-change\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/papacy-boasts-of-calendar-change\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/papacy-boasts-of-calendar-change-bahasa.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/papacy-boasts-of-calendar-change-bahasa.jpg\",\"width\":250,\"height\":159},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/papacy-boasts-of-calendar-change\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Articles\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Bualan Kepausan karena Merubah Kalender\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/\",\"name\":\"Worlds Last Chance\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bualan Kepausan karena Merubah Kalender - Worlds Last Chance","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/papacy-boasts-of-calendar-change\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bualan Kepausan karena Merubah Kalender - Worlds Last Chance","og_description":"Gereja Katolik selalu sangat terbuka mengenai perannya dalam mengubah kalender. Banyak pemelihara Sabat moderen telah berasumsi bahwa hari Sabtu adalah hari Sabat yang Alkitabiah, tetapi Gereja Katolik sendiri tidak pernah membantah peran yang dia mainkan dalam menolak Hari Sabat luni-solar yang Alkitabiah dan malahan mempromosikan peribadatan pada dies Solis, hari dewa Matahari [hari Minggu]. Keputusan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/papacy-boasts-of-calendar-change\/","og_site_name":"Worlds Last Chance","article_modified_time":"2025-08-20T15:42:08+00:00","og_image":[{"width":250,"height":159,"url":"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/papacy-boasts-of-calendar-change-bahasa.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"13 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/papacy-boasts-of-calendar-change\/","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/papacy-boasts-of-calendar-change\/","name":"Bualan Kepausan karena Merubah Kalender - Worlds Last Chance","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/papacy-boasts-of-calendar-change\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/papacy-boasts-of-calendar-change\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/papacy-boasts-of-calendar-change-bahasa.jpg","datePublished":"2012-12-03T12:09:00+00:00","dateModified":"2025-08-20T15:42:08+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/papacy-boasts-of-calendar-change\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/papacy-boasts-of-calendar-change\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/papacy-boasts-of-calendar-change\/#primaryimage","url":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/papacy-boasts-of-calendar-change-bahasa.jpg","contentUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/papacy-boasts-of-calendar-change-bahasa.jpg","width":250,"height":159},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/papacy-boasts-of-calendar-change\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Articles","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Bualan Kepausan karena Merubah Kalender"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/","name":"Worlds Last Chance","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article\/108308","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/wlc-article"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108308"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/215128"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108308"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}