{"id":108298,"date":"2012-12-03T12:02:00","date_gmt":"2012-12-03T12:02:00","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/wlc-article\/migrating-misteri-babel-asal-usul-saturnus\/"},"modified":"2025-08-20T15:32:17","modified_gmt":"2025-08-20T15:32:17","slug":"misteri-babel-asal-usul-saturnus","status":"publish","type":"wlc-article","link":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/articles\/kalender-yahs\/misteri-babel-asal-usul-saturnus\/","title":{"rendered":"Misteri Babel: Asal-usul Saturnus"},"content":{"rendered":"<p>Frank Abagnale Jr, kemungkinan akan masuk dalam<br \/>\nsejarah sebagai sosok seniman terbesar yang pernah hidup. Kekuatan semua<br \/>\npenipuan dan pemalsuan terletak pada kemampuan keduanya untuk menipu. Frank mengetahui<br \/>\nhal ini dan dia adalah yang terbaik. Dia mulai hidupnya yang jahat dengan menyamar<br \/>\nmenjadi salah satu pilot maskapai penerbangan Pan Amerika. Terbang lebih dari<br \/>\n1.000.000 mil, ia mengunjungi 26 negara yang berbeda dan tinggal di berbagai<br \/>\nhotel, dimana makanan dan penginapannya ditanggung oleh maskapai. Setelah<br \/>\nhampir tertangkap ketika meninggalkan sebuah penerbangan di New Orleans, Frank terlihat<br \/>\ndi tempat lain sedang &#8220;bekerja&#8221;.<\/p>\n<p>Dengan tanpa mengenyam pendidikan di perguruan<br \/>\ntinggi, Frank berhasil menyamar sebagai seorang dokter kepala bagian rawat inap<br \/>\nanak di sebuah rumah sakit Georgia selama hampir satu tahun. Karirnya menyamar<br \/>\nsebagai dokter juga termasuk bekerja sebagai pengawas penginapan dokter selama<br \/>\n25 bulan. Kemudian, dia memalsukan sebuah transkrip sekolah hukum Universitas<br \/>\nHarvard, meskipun dia tidak pernah menghadiri sekolah hukum, dia berhasil lulus<br \/>\ndalam menghadapi ujian negara di Louisiana. Selama delapan bulan ia bekerja di<br \/>\nkantor jaksa agung negara bagian itu. Selama karir kejahatannya, dia juga telah<br \/>\nmencuri jutaan dolar dengan kepintarannya dalam memalsukan cek.<\/p>\n<p>Fakta paling luar biasa dari kisahnya adalah bahwa<br \/>\nsemua tindakannya yang luar biasa tersebut terjadi saat dia masih remaja!<br \/>\nKetika dia akhirnya tertangkap, 12 negara berteriak meminta dia diekstradisi.<br \/>\nSetelah melarikan diri dari penjara dengan menyamar sebagai pengawas penjara,<br \/>\nFrank ditangkap untuk terakhir kalinya ketika dua polisi yang duduk di dalam<br \/>\nmobil polisi yang tak bertanda mengenalinya. Keterampilan Frank sangat luar<br \/>\nbiasa sehingga, setelah sempat di penjara, FBI menawarkan dia pekerjaan, untuk membantu<br \/>\nmereka menangkap pemalsu lainnya.<sup>(1)<\/sup><\/p>\n<p>Pengukuran waktu yang asli juga memiliki tiruan. Walaupun<br \/>\nkebanyakan orang sudah menyadari bahwa asal-usul hari Minggu dimulai oleh para<br \/>\npenyembah dewa matahari, namun mereka menganggap bahwa hari Sabtu adalah Sabat<br \/>\nhari ketujuh yang Alkitabiah. Hari Sabtu adalah hari ketujuh dalam sebuah minggu.<br \/>\nNamun, kalender yang digunakan untuk menentukan hari Sabtu adalah kalender<br \/>\nkafir palsu yang digunakan untuk menetapkan waktu-waktu penyembahan bagi dewa kafir.<br \/>\nAsal-usul hari Sabtu mengungkapkan bahwa hari Sabtu ini adalah bentuk palsu<br \/>\ndari hari Sabat asli, hari ketujuh menurut kalender dari masa Penciptaan.<\/p>\n<p>Jaminan keasliannya yang membuatnya berani mengaku<br \/>\nsebagai hari Sabat Alkitab yang sejati  adalah <em>usianya<\/em>.<br \/>\nLamanya waktu keberadaan hari Sabtu telah meningkatkan tipu dayanya dengan<br \/>\nmemberikan sebuah legitimasi yang tidak dimiliki oleh hari palsu yang baru,<br \/>\nhari Minggu, yang ada diantaranya. Untuk memahami sifat penipuan hari Sabtu, adalah<br \/>\npenting untuk melacak kembali sampai ke akar-akarnya. Kata &#8220;Sabtu&#8221;<br \/>\nberarti &#8220;Hari Saturnus&#8221; atau hari milik dewa Saturnus. Kebanyakan,<br \/>\njika tidak semua, dari agama-agama kuno memiliki Saturnus di jajaran dewa-dewa<br \/>\nmereka.<\/p>\n<p>Bagi orang-orang Roma, dia adalah<br \/>\n&#8220;Saturnus&#8221;, bagi orang-orang Yunani, dia adalah<br \/>\n&#8220;Kronos\/Chronos&#8221;. Untuk orang-orang Mesir, dia bergantian sebagai<br \/>\n&#8220;Khons&#8221;<sup>(2)<\/sup> dan &#8220;Osiris&#8221;<sup>(3)<\/sup>. Orang-orang<br \/>\nBabel menamainya &#8220;Ninus&#8221; sementara bagi orang-orang Asyur dia adalah<br \/>\nBel, Bal atau Belus<sup>(4)<\/sup>. Orang-orang Fenisia, Kartagina dan Kanaan menyebut<br \/>\nSaturnus dengan nama Baal atau Baalim<sup>(5)<\/sup>. Pribadi yang telah menjadi<br \/>\nlegenda yang berbeda ditiap tempat itu tidak lain dan tidak bukan adalah Nimrod,<br \/>\nseorang &#8220;pemburu yang gagah perkasa dihadapan [melawan] Yahuwah&#8221;<sup>(6)<\/sup>.<br \/>\nNimrod, cucu Ham dan cicit Nuh, adalah raja Babel pertama yang dijadikan dewa<sup>(7)<\/sup>.<br \/>\nPenetapan kembali Nimrod sebagai berhala di dunia setelah air bah menjadi<br \/>\nlegenda dan dewa bagi berbagai bangsa penyembah berhala yang tidak<br \/>\nmempertahankan pengetahuan tentang Eloah yang benar. Dengan menggunakan nama<br \/>\nyang berbeda, Nimrod\/Saturnus telah hadir dalam semua berhala kuno.<\/p>\n<p>Roma sendiri awalnya adalah kota Saturnus!<br \/>\n&#8220;Tradisi menceritakan bahwa Saturnus, dewa pertanian mula-mula disembah di<br \/>\nItalia. . . berdiam di gunung yang dikemudian hari disebut Kapitolin, dan<br \/>\nmembawa zaman keemasan kepada Italia sambil memerintah di sana; dari tempat<br \/>\n[datang istilah:] Saturnus memerintah, gunung, tanah dan kota&#8221;<sup>(8)<\/sup>.<\/p>\n<p>Secara umum di seluruh dunia, Roma pada periode<br \/>\nprasejarah paling awal, telah mabuk berat dengan &#8220;cangkir emas&#8221; dari<br \/>\nBabel. Tetapi melebihi dan melampaui semua daerah-daerah lain, Roma memiliki<br \/>\nhubungan dengan penyembahan berhala Babel yang menjadikannya berada pada tempat<br \/>\nyang unik sendirian. Jauh sebelum zaman Romulus [pendiri Roma, dengan Remus<br \/>\nsaudaranya] seorang perwujudan dari Mesias Babel, yang disebut dengan namanya,<br \/>\ntelah menetapkan kuilnya sebagai dewa, dan istananya sebagai raja, di atas<br \/>\nsalah satu yang paling tinggi yang termasuk di dalamnya dinding-dinding kota<br \/>\nitu di mana Remus dan saudaranya ditakdirkan untuk ditemukan. Di atas gunung Kapitolin,<br \/>\nyang sangat terkenal dikemudian hari sebagai tempat penyembahan Roma yang<br \/>\npaling tinggi dan besar, Saturnia, atau kota Saturnus, dewa agung orang Kasdim,<br \/>\ntelah dibangun pada zaman kekelaman dari sejak dahulu kala<sup>(9)<\/sup>.<\/p>\n<p>Kemungkinan bahwa Nimrod yang telah membangun<br \/>\nSaturnia dan dipuja di sana sebagai dewa, adalah menarik. Menurut Annius dari Viterbo<br \/>\ndan Richard Lynche<sup>(10)<\/sup>. Nuh sendiri melakukan perjalanan ke Italia<br \/>\nuntuk mengunjungi cucunya, Gomer (putra sulung Yafet). Setelah tiba, Nuh mengetahui<br \/>\nbahwa Gomer telah meninggal dan Ham telah merebut kerajaannya. Nuh kemudian<br \/>\nmengusir Ham dan memulihkan ketertiban pada kerajaan yang telah rusak secara<br \/>\nmoral di bawah pemerintahan Ham.<\/p>\n<p>Dalam kitab Wahyu, Roma dengan penyembahan berhalanya<br \/>\nyang dilambangkan sebagai seorang perempuan yang bernama &#8220;Misteri Babel&#8221;,<br \/>\nduduk di atas binatang berkepala tujuh<sup>(11)<\/sup>. Tujuh kepala binatang<br \/>\nitu diidentifikasi sebagai &#8220;tujuh gunung&#8221; di mana dia duduk<sup>(12)<\/sup>.<br \/>\nIni adalah rujukan langsung ke Roma, yang telah lama dikenal sebagai &#8220;kota<br \/>\ntujuh gunung&#8221;. &#8220;Menyebut Roma kota &#8216;tujuh gunung&#8217; telah dilakukan<br \/>\noleh warga kotanya karena itu dianggap sebagai gambaran dari nama asli kota itu&#8221;<sup>(13)<\/sup>.<br \/>\nGunung Kapitolin, yang terkecil dari ketujuh gunung Roma dan situs Saturnia<br \/>\ntelah lama dianggap sebagai tempat paling suci dan menjadi pusat pemerintahan<br \/>\nsipil.<\/p>\n<p>Walaupun kabut waktu telah menutupi banyak hal dari<br \/>\nmasa lalu, namun koneksi Saturnia Babel menjadi sangat menarik diterangi oleh<br \/>\nbanyaknya jenis yang berbeda dari catatan zaman dulu<sup>(14)<\/sup> yang<br \/>\nmenyatakan bahwa Sem, paman Nimrod, membunuh Nimrod karena penyembahan berhala.<br \/>\nCatatan Saturnia kuno menunjukkan bahwa penyembahan berhala memang telah diadakan<br \/>\ndalam jangka waktu yang lama setelah beberapa peristiwa bencana:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Di atas gunung Kapitolin, yang sangat terkenal<br \/>\ndikemudian hari sebagai tempat penyembahan Roma yang paling tinggi dan besar,<br \/>\nSaturnia, atau kota Saturnus, dewa agung orang Kasdim, telah dibangun pada<br \/>\nzaman kekelaman dari sejak dahulu kala<sup>(15)<\/sup>. Beberapa revolusi telah<br \/>\nterjadi &#8211; gambar patung Babel telah dihapuskan \u2013 pendirian patung berhala<br \/>\ndengan tegas telah dilarang<sup>(16)<\/sup>, dan ketika pendiri kota yang kembar<br \/>\n[Romulus dan Remus] yang sekarang terkenal di dunia yang dipelihara pada dindingnya<br \/>\nyang sederhana, kota dan istana pendahulu mereka yaitu Babel sudah lama<br \/>\nterbaring di dalam reruntuhan<sup>(17)<\/sup>.<\/p>\n<p>Bahkan Virgil menyebut kehancuran Saturnia pada<br \/>\ntanggal yang bahkan jauh dengan waktu awal yang disebut Evander (sekitar 1250<br \/>\nSM)<sup>(18)<\/sup>.<\/p>\n<p>Sebagai orang tua masa depan Mesias dan pelestari<br \/>\nagama yang benar, Sem sangat bersemangat untuk melestarikan kebenaran dan<br \/>\nberusaha untuk menghapuskan penyembahan berhala yang didirikan oleh cucunya Nimrod,<br \/>\nsang pemimpin kemurtadan. Catatan orang Kasdim mengacu pada kematian Nimrod yang<br \/>\nterjadi karena perintah dari &#8220;raja khusus&#8221; atau Sem<sup>(19)<\/sup>. Catatan<br \/>\norang Mesir Kuno mengungkapkan bahwa Shem, atau Sem, berbicara dengan<br \/>\n&#8220;kekuatan para dewa&#8221;<sup>(20)<\/sup>, mengajukan banding ke badan pengontrol<br \/>\nhakim, menyajikan di depan mereka kebenaran dalam kemurniannya dibandingkan<br \/>\ndengan kejahatan yang sedang menyebar disetiap tempat yang disebabkan oleh<br \/>\nNimrod<sup>(21)<\/sup>. Kata-katanya begitu kuat menyatakan kebenaran sehingga<br \/>\npara hakim diyakinkan. Pengadilan ini terdiri dari dua kelompok hakim: 30 hakim<br \/>\nsipil dan 42 hakim agama, dengan jumlah total 72 hakim.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Misteri Babel\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-right: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/saturn_img1-2.jpg\" align=\"left\" height=\"393\" width=\"187\">&#8220;Tujuh puluh dua adalah jumlah dari hakim itu,<br \/>\nbaik hakim sipil maupun hakim agama, yang menurut hukum Mesir, jumlah yang<br \/>\ndiperlukan untuk menentukan apa yang menjadi hukuman bagi seseorang yang telah<br \/>\nbersalah melakukan tindak pidana yang begitu besar sebagaimana yang Osiris<br \/>\n[Nimrod] lakukan<sup>(22)<\/sup>. Vonis yang dijatuhkan pada pengkhianatan<br \/>\ntingkat tinggi melawan surga ini adalah kematian.<\/p>\n<p>Setelah memenggal kepala Nimrod, Sem memotong-motong<br \/>\ntubuhnya, mengirimkan potongan-potongannya kepada semua kubu penyembah berhala<br \/>\nsebagai peringatan serius: demikianlah hal itu dilakukan kepada semua orang<br \/>\nyang memberontak terhadap otoritas Surga. Sebuah jumlah catatan kuno yang<br \/>\nrelatif besar<sup>(23)<\/sup> akan menunjukkan bahwa Nimrod sebenarnya terbunuh<br \/>\nkarena terpotong-potong, meskipun pemutilasian <a href=\"\/view-video\/602\/beristirahat-dalam-damai.html\">setelah kematian<\/a> adalah lebih mungkin.<br \/>\nTerlepas dari penyebab spesifik kematiannya, fakta bahwa semua hal itu bisa<br \/>\nterjadi kepada seorang laki-laki yang begitu perkasa seperti Nimrod memberikan peringatan<br \/>\nkeras kepada para pengikutnya.<\/p>\n<p>Saturnus digambarkan memegang sebuah sabit dan seorang<br \/>\nbayi. Perhatikan naga bersayap yang menggigit ekornya membentuk lingkaran<br \/>\nsempurna, simbol dari matahari.<\/p>\n<p>Hasilnya membuat penyembahan berhala harus berjalan<br \/>\ndi bawah tanah. Mereka yang berkeinginan untuk melanjutkan pemberontakan yang<br \/>\ntelah dimulai oleh Nimrod harus melakukannya secara rahasia. Nimrod disembah,<br \/>\ntetapi hal itu dilakukan dengan menggunakan berbagai nama.<\/p>\n<p>Nimrod\/Saturnus dalam bentuknya yang beragam telah<br \/>\nmenjadi &#8220;dewa tersembunyi&#8221;; &#8220;dewa penasihat yang tersembunyi&#8221;;<br \/>\nsang &#8220;penasihat rahasia,&#8221; dan &#8220;yang tersembunyi&#8221;<sup>(24)<\/sup>.<\/p>\n<p>Saturnus sebagai seorang dewa, bersama dengan hari<br \/>\nibadahnya, bermula dari masa setelah air bah dan yang puncaknya pada saat<br \/>\npemberontakan yang berani melawan surga di Menara Babel. Ketika Yahuwah<br \/>\nmengacaukan bahasa para pemberontak itu<sup>(25)<\/sup> dan mereka disebar untuk<br \/>\nmendiami berbagai belahan bumi, agama berhala yang memuliakan Nimrod sebagai<br \/>\ndewa ikut bersama dengan mereka. Sementara penyembahan berhala ini memasuki tahapan<br \/>\nbaru, yaitu tahap&#8221;tersembunyi&#8221;, pengenalan dari tanda kemurtadan<br \/>\ndasar yang kotor ini masih tetap ada dan terus menjadi godaan bagi umat<br \/>\nYahuwah, dan memimpin mereka ke dalam penyembahan berhala. Dasar dari<br \/>\npemberontakan seperti ini yang telah dilakukan dari sejak zaman kuno tetap<br \/>\ndipertahankan dengan kuat hari ini di dalam Sabat hari ketujuh palsu, yaitu: hari<br \/>\nSabtu.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Kronos\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-left: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/saturn_img3-2.jpg\" align=\"right\" height=\"317\" width=\"149\">Kronos, dewa orang Yunani, dan Saturnus, dewa orang<br \/>\nRoma, adalah dewa yang sama<sup>(26)<\/sup>. Sebagai dewa panen, dia biasanya<br \/>\ndigambarkan sebagai pemegang sabit. Kronos\/Saturnus adalah juga merupakan dewa<br \/>\nwaktu<sup>(27)<\/sup> dan karena itu dia juga sering terlihat memegang bayi<sup>(28)<\/sup>.<br \/>\nHari suci utama dewa Saturnus adalah Saturnalia. Pada bulan Desember, jalur<br \/>\nmatahari masih berada di langit selatan selama lima hari. Para imam zaman dulu<br \/>\nmengatakan kepada para penganut takhayul bahwa matahari sedang sekarat dan<br \/>\nharus disenangkan dengan pengorbanan yang mahal. Saturnus, sebagai dewa waktu, adalah<br \/>\ntempat memohon untuk <em>melanjutkan<\/em><br \/>\nwaktu. Orang-orang  ini dipaksa untuk mempersembahkan<br \/>\nhal yang paling berharga bagi mereka, yaitu anak-anak mereka, demi<br \/>\nmemperpanjang waktu. Saturnus, sang dewa waktu dan dewa panen, menuai hasil panen<br \/>\njiwa manusianya di dalam tubuh anak-anak kecil yang dibakar.<\/p>\n<p>Dalam kisah mitologi, Kronos memakan anaknya<br \/>\nsendiri. Oleh karena itu, pengorbanan yang tepat yang dapat digunakan untuk<br \/>\nmenenangkan Kronos adalah, tentu saja, anak-anak. Walaupun terindikasi bahwa<br \/>\npersembahan anak ini bukanlah ritual harian, namun itu pasti terjadi pada<br \/>\nsaat-saat bahaya nasional seperti kelaparan atau perang. Para korban umumnya terbungkus<br \/>\nrapat (untuk mencegah orang tua melihat ketika giliran anak mereka tiba) dan<br \/>\nmusik keras dengan gendang dimainkan untuk meredam setiap teriakan yang dapat<br \/>\ndidengar. Carthage adalah kota yang secara khusus terkenal karena pengorbanan<br \/>\nanak. &#8220;Upacara khusus selama krisis ekstrim mengorbankan hingga 200<br \/>\nanak-anak dari keluarga yang sangat makmur dan kuat untuk dibunuh dan<br \/>\ndilemparkan ke dalam tumpukan kayu bakar yang terbakar. Selama krisis politik tahun<br \/>\n310 SM, sekitar 500 anak yang mati&#8221;<sup>(29)<\/sup>. &#8220;Saturnus telah<br \/>\nmenjadi juara berhala di Afrika. . . menjadi Baal-Hammon di Carthage Fenisia, kepada<br \/>\ndia pengorbanan anak dilakukan, diungkapkan oleh penemuan di Tofet, atau tempat<br \/>\npengorbanan terbuka di kota tua Punic&#8221;<sup>(30)<\/sup>. &#8220;Dewa pemenang<br \/>\nagama berhala di Afrika Utara adalah Saturnus, yang adalah dewa yang disamakan<br \/>\ndengan dewa Fenisia Baal-Hammon. Dewa kesuburan, Baal-Saturnus. . . tetap<br \/>\nmeminta pengorbanan yang kejam&#8221;<sup>(31)<\/sup>.<\/p>\n<p>Bangsa Romawi berhenti mempersembahkan pengorbanan<br \/>\nmanusia lebih awal<sup>(32)<\/sup> dan Senat secara resmi melarang praktek itu<br \/>\npada tahun 97 SM<sup>(33)<\/sup>. Namun, darah masih tumpah melalui para gladiator<br \/>\nselama perayaan Saturnalia<sup>(34)<\/sup>. &#8220;Pertunjukan gladiator telah<br \/>\ndikhususkan&#8221; untuk Saturnus<sup>(35)<\/sup>. Ausonius menyatakan bahwa<br \/>\n&#8220;gelanggang itu mengklaim gladiatornya untuknya sendiri, ketika pada akhir<br \/>\nDesember mereka menyenangkan hati Putra Surga sang pembawa-sabit dengan darah<br \/>\nmereka&#8221;<sup>(36)<\/sup>. Fakta bahwa para gladiator itu sendiri menyadari<br \/>\nbahwa mereka dikorbankan bagi dewa haus-darah ini ditegaskan oleh Justus<br \/>\nLipsius, ketika mengomentari kutipan Ausonius&#8217;: &#8220;Di situ anda akan<br \/>\nmengamati dua hal, yaitu bahwa para gladiator bertempur pada saat Saturnalia,<br \/>\ndan bahwa tujuan mereka melakukannya adalah untuk memenuhi permintaan dan<br \/>\nmenyenangkan hati Saturnus&#8221;<sup>(37)<\/sup>.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Prinsip yang ada di dalam pertunjukan [gladiator]<br \/>\nini adalah sangat sama dengan prinsip yang mempengaruhi para imam Baal. <em>Mereka merayakannya sebagai korban untuk<br \/>\nmenyenangkannya<\/em>. . . dalam terang sejarah yang sesungguhnya dari sejarah<br \/>\nSaturnus ini, kita menemukan alasan yang sangat memuaskan kebiasaan orang barbar<br \/>\nini ketika sekumpulan laki-laki yang banyak &#8220;dibantai pada hari raya<br \/>\nRomawi&#8221;. Ketika diingat bahwa Saturnus [Nimrod] sendiri telah dimutilasi, adalah<br \/>\nmudah untuk melihat bagaimana ide ini kemudian muncul dengan mempersembahkan sebuah<br \/>\nkorban penyambutan kepadanya dengan membuat para pria saling memutilasi satu<br \/>\nsama lain pada hari ulang tahunnya, cara menyenangkannya ini adalah kesukaannya<sup>(38)<\/sup>.<\/p>\n<p>Pada kalender moderen, tanggal 21 Desember adalah<br \/>\ntitik balik matahari musim dingin, atau hari terpendek dari tahun di belahan<br \/>\nbumi utara. Namun, pada kalender Julian mula-mula, titik balik matahari musim<br \/>\ndingin jatuh pada tanggal 25 Desember<sup>(39,40)<\/sup>. Bangsa Romawi menyebutnya<em>Brumalia<\/em> yang berasal dari kata<br \/>\nbahasa Latin, <em>Bruma<\/em>, yang berarti:<br \/>\npendek. Pada tanggal 25 Desember diadakan hari raya <em>Sol Invictus<\/em>, setelah hari itu, hari mulai menjadi panjang kembali.<br \/>\nBangsa Romawi kemudian menyebut hari ini sebagai &#8220;hari kelahiran<br \/>\nInvincible Sun&#8221; atau <em>hari natal<br \/>\nSolis Invicti<\/em><sup>(41)<\/sup>. Saturnalia segera mendahului Brumalia dan itu<br \/>\nadalah waktu untuk membuat perayaan yang meriah.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"sinterklas\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-right: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/saturn_img4-2.jpg\" align=\"left\" height=\"277\" width=\"434\">Berbagai perayaan kuno ini yang menghormati<br \/>\nNimrod\/Saturnus dan Tammuz selama Saturnalia dan budayanya yang sama telah<br \/>\ndiserap ke dalam <a href=\"\/yahuwahs-calendar\/natal-asal-mula-sejarah-tradisitradisi.html\">perayaan Natal modern<\/a><sup>(42)<\/sup>. Perayaan ini meliputi: natal<br \/>\ndua belas hari, menyisakan makanan kecil dan sesuatu yang menyenangkan di malam<br \/>\nhari, \u201cminuman\u201d hari raya di dalam sebuah wadah pesta yang spesial, pohon natal<br \/>\ndihias dengan lampu-lampu (lampu-lampu ini awalnya adalah lilin-lilin yang<br \/>\ndibuat dari lemak mayat anak yang dijadikan persembahan korban bakaran), pohon<br \/>\nnatal yang digantungi bola-bola (dulunya adalah kepala-kepala yang dipenggal<br \/>\ndari para korban persembahan) yang diberi makhota bintang, berpesta dengan<br \/>\nmembuat suara yang ribut, bertukar hadiah, kayu bakar natal, perjamuan, berciuman<br \/>\ndibawah daun misletoe, \u201cangsa natal\u201d; kue-kue natal; daging kepala babi\/paha babi sebagai<br \/>\nhidangan utama makan malam natal, buah berry Suci (makanan para dewa), dahan<br \/>\nevergreen, bernyanyi, lilin-lilin \u201ckedatangan\u201d, menggambar bayi-Kristus<br \/>\n(sebenarnya adalah Tammuz, mesias orang Babel) kartu-kartu natal (sebuah evolusi<br \/>\nmoderen dalam menyampaikan ucapan selamat dan berkat hari raya), dll. Bahkan<br \/>\ncitra Bapa Natal\/Santa Claus memiliki kemiripan yang mencolok dengan Saturnus:<br \/>\nseorang pria tua, dengan jenggot panjang, yang dikelilingi oleh anak-anak.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Waktu ayah (saturn) dan tahun baru bayi\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-left: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/image006-2.jpg\" align=\"right\" height=\"325\" width=\"249\">Gambaran Saturnus: seorang manusia tua yang jahat, yang<br \/>\nmenuntut pengorbanan-anak, hidup dalam masyarakat moderen dalam bentuk dua jenis<br \/>\npenyamaran lagi. Setiap bulan Desember, Saturnus, sang dewa waktu, muncul<br \/>\nkembali sebagai &#8220;Bapa Waktu Tua&#8221;. Korban-anaknya adalah Bayi Tahun<br \/>\nBaru. Perhatikan bahwa dalam kartun moderen dari Sang Bapa Waktu Tua bersama dengan<br \/>\nBayi Tahun Baru, semua karakteristik Saturnus ada di sana: sabit, jam, sebagai<br \/>\nsimbol waktu, dan, tentu saja, korban-anaknya. Senyum di balik jenggot Sang Bapa<br \/>\nWaktu yang membuatnya terlihat seperti orang menyenangkan yang tidak bersalah:<br \/>\nsimbol yang tidak mengandung tanda-tanda kejahatan, hanya sebuah cara yang<br \/>\nmenyenangkan untuk menggambarkan berlalunya waktu.<\/p>\n<p>Sebuah gambaran yang jauh lebih dingin dari Sang Bapa<br \/>\nWaktu dengan Bayi Tahun Baru dapat ditemukan dalam ilustrasi dari abad ke-19<br \/>\nini. Sang Bapa Waktu\/Saturnus, sebagai dewa Waktu, berdiri di depan sebuah jam<br \/>\nbesar, memegang sabit. Tahun 1886-1888, yang telah berlalu digambarkan sebagai<br \/>\ntubuh dewasa yang dibungkus dengan kain kafan. Tahun Baru 1889, akan datang<br \/>\nsebagai seorang anak kecil. Walaupun gambarnya cukup gelap, cahaya dari api menerangi<br \/>\nanak laki-laki kecil itu sementara di kedua sisinya terdapat asap yang berputar<br \/>\ndari api yang menyala di kakinya (di bawah ini adalah tampilan dari gambar itu).<br \/>\nPerhatikan bahwa tahun baru masih akan datang, 1890 -1892, digambarkan sebagai<br \/>\nkorban dari pengorbanan anak itu, yang semuanya terselubung kain tebal. Semua<br \/>\nelemen aneh dari dewa yang mengerikan ini terkandung dalam satu ilustarasi<br \/>\n&#8220;tanpa dosa&#8221; ini.<\/p>\n<p align=\"center\"><img decoding=\"async\" alt=\"waktu ayah\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/image007-4.jpg\"><\/p>\n<p>Cara lain yang menggambarkan Saturnus dalam<br \/>\nmasyarakat moderen adalah sebagai Malaikat Maut. Malaikat Maut biasanya hanya<br \/>\nterlihat di sekitar perayaan Halloween. Ia secara luas dipahami sebagai sebuah simbol<br \/>\ndari kematian itu sendiri. Sangat sedikit, jika ada, dalam masyarakat moderen orang<br \/>\nyang telah mengenali baik Malaikat Maut maupun Sang Bapa Waktu Tua kaitannya<br \/>\ndengan dewa yang paling jahat, dan paling kejam dari seluruh dewa ini. Namun, orang-orang<br \/>\nzaman dulu akan segera mengenali keduanya sebagai Saturnus karena lambang yang menjadi<br \/>\ntanda pengenal Saturnus adalah sama dengan tanda pengenal dari Sang Bapa Waktu<br \/>\nTua dan Malaikat Maut: sabit dan sesuatu untuk menandai berlalunya waktu.<\/p>\n<p align=\"center\"><img decoding=\"async\" alt=\"malaikat maut\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/image008-2.jpg\"><\/p>\n<p>Karena Kekristenan telah diserap ke dalam<br \/>\npenyembahan berhala Roma, baik Kekristenan maupun agama berhala telah<br \/>\ndigabungkan untuk membentuk agama gabungan baru. Agama baru ini, yang dipimpin<br \/>\noleh kepausan, mempertahankan perayaan kafir, yang sekarang dikristenkan dengan<br \/>\nnama \u201ckristen\u201d yang baru. Kekristenan dengan sangat cepat membenamkan dirinya<br \/>\ndalam agama berhala <em>yang tidak mengubah<br \/>\npraktek-praktek keagamaannya<\/em>. Pada awal abad ketiga, Tertullian menyesalkan<br \/>\nbegitu cepatnya orang-orang Kristen pada zamannya melepaskan iman yang murni<br \/>\nmereka sementara orang-orang kafir tetap sangat setia pada agama mereka:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Oleh kita yang masih asing dengan hari-hari Sabat,<br \/>\ndan bulan-bulan baru, dan perayaan-perayaan, yang berkenan kepada Tuhan,<br \/>\nSaturnalia, perayaan Januari, <em>Brumalia<\/em>,<br \/>\ndan Matronalia, sering kita kunjungi; hadiah yang dibawa ke sana kemari, hadiah-hadiah<br \/>\nhari tahun baru yang dibuat dengan meriah, dan olahraga dan perjamuan dirayakan<br \/>\ndengan keributan; oh, betapa lebihnya lagi orang-orang beriman  harus bertindak seperti orang kafir terhadap<br \/>\nagama <em>mereka<\/em>, yang dengan seksama<br \/>\nuntuk tidak mengadopsi kesakralan orang-orang Kristen<sup>(43)<\/sup>.<\/p>\n<p>Ini adalah kutipan menarik karena ibadah agama<br \/>\nbergantung pada kalender yang mereka gunakan untuk menetapkan kapan harus<br \/>\nmerayakannya. Tertullian sudah merinci daftar hari-hari suci pada kalender luni-solar<br \/>\nSang Pencipta: hari-hari Sabat, bulan baru, dan perayaan tahunan. Dia<br \/>\nmenyatakan bahwa perayaan <em>ini <\/em>adalah <em>berkenan<\/em> kepada Yahuwah, sambil meratapi<br \/>\nkenyataan bahwa mereka telah menyerah pada hari-hari raya kafir, yang<br \/>\nditetapkan dengan kalender kafir, kalender Julian!<\/p>\n<p>Seorang tukang roti menggabungkan ragi dengan adonan<br \/>\nuntuk membuat roti. Hasilnya, adalah roti, yang tidak menyerupai baik ragi maupun<br \/>\nadonan. Ini adalah produk baru yang terbuat dari keduanya. Dengan cara ini,<br \/>\npenggabungan agama berhala dengan agama Kristen telah mengalir melalui Gereja<br \/>\nkepausan dan sekarang menembus ke dalam semua denominasi Kristen. Kesalehan kerasulan<br \/>\nmurni adalah sesuatu hal dari masa lalu, seperti agama berhala asli dari orang-orang<br \/>\nzaman dulu. Namun, <em>produk<\/em> dari persekutuan<br \/>\nyang rusak ini terlihat dalam kekristenan zaman sekarang. Hasil akhir barunya<br \/>\nadalah &#8220;Kristen Babel&#8221;.<\/p>\n<p>Ada banyak alasan yang diberikan oleh orang-orang Kristen<br \/>\nBabel konservatif yang berhati tulus hari ini untuk menyatu dengan hari-hari<br \/>\nraya kafir yang memuliakan Saturnus.<\/p>\n<ul>\n<li>\u201cNatal merupakan waktu yang<br \/>\nsangat bagus untuk berkumpul bersama keluarga. Kita terlalu sibuk sepanjang<br \/>\ntahun dan hanya inilah kesempatan kita berkumpul bersama.\u201d<\/li>\n<li>\u201cNatal adalah waktu yang<br \/>\nsangat baik untuk bersaksi! Orang-orang menjadi lebih terbuka pada waktu<br \/>\nseperti ini jadi saya menggunakan kesempatan ini untuk berbagi mengenai Kristus<br \/>\nbagi sesama saya.\u201d<\/li>\n<li>Natal adalah satu-satunya<br \/>\nhari raya yang benar-benar fokus pada Yesus!<\/li>\n<li>&#8220;Natal sangat<br \/>\nmenyenangkan! Apa yang salah dengan itu? &#8220;<\/li>\n<li>&#8220;Natal adalah<br \/>\nsatu-satunya kesempatan saya untuk benar-benar menunjukkan penghargaan saya<br \/>\nkepada orang-orang yang penting bagi saya.&#8221;<\/li>\n<li>\u201c<em>Saya<\/em> tahu bahwa Yesus tidak <em>benar-benar<\/em><br \/>\nlahir pada saat itu, tidak ada masalah buat saya.\u201d<\/li>\n<\/ul>\n<p>Orang-orang kafir tidak mengenal Eloah sejati dari<br \/>\nSurga. Mereka melakukan perayaan ini untuk menghormati Nimrod karena mereka<br \/>\ntidak mengetahui hal lain yang lebih baik. Dapatkah orang-orang Kristen saat<br \/>\nini membuat pengakuan yang sama? Alkitab mengajarkan bahwa &#8220;Yahuwah tidak<br \/>\nalgi memandang zaman kebodohan ini; tapi sekarang <em>memerintahkan agar semua orang di setiap tempat untuk bertobat<\/em>&#8220;<sup>(44)<\/sup>.<br \/>\nUntuk <em>mengenali<\/em> bahwa Natal adalah perayaan<br \/>\nkafir, untuk mengenali bahwa perayaan moderen ini sama dengan perayaan zaman<br \/>\ndulu yang memuliakan Saturnus\/Nimrod, namun untuk mengklaim pembebasan dari<br \/>\ndosa <em>setelah<\/em> mengetahui semua hal-hal<br \/>\nini, adalah sangat tidak konsisten.<\/p>\n<p>Ada banyak orang Kristen yang taat yang tidak<br \/>\nmerayakan Paskah Easter atau Natal karena asal-usul keduanya berasal dari agama<br \/>\nberhala. Ada orang lain yang tidak merayakan ulang tahunnya karena mereka tahu<br \/>\nbahwa perayaan ulang tahun seseorang adalah hari perayaan setan tertinggi setiap<br \/>\ntahun <sup>(45)<\/sup>. Namun, melalui ketidaktahuan orang-orang yang tulus ini<br \/>\njuga beribadah pada hari-hari suci kafir lainnya. Tidak peduli apakah hari<br \/>\ndalam setiap minggu itu adalah hari <em>pertama<\/em><br \/>\natau hari <em>ketujuh<\/em>; jika kalender kafir<br \/>\nyang digunakan untuk melacak waktu, maka itu menentukan hari-hari ibadah para <em>penyembah berhala<\/em>.<\/p>\n<p>Penipuan yang sangat kuat adalah penipuan yang paling<br \/>\ndekat dengan kebenaran. Hari Sabtu, hari ketujuh dalam kalender kafir<br \/>\ndiasumsikan sebagai hari Sabat Alkitab, tetapi bukan itu. Dalam pemutar-balikan<br \/>\nyang rumit, Setan telah menjadikan hari Minggu sebagai Hari Ibadah Palsu.<br \/>\nTujuan dari penipuan ganda ini adalah untuk menipu semua orang yang benar-benar<br \/>\ningin menghormati Sang Pencipta mereka baik dengan beribadah pada &#8220;Hari<br \/>\nTuhan&#8221; atau pada Sabat hari ketujuh. Dengan cara ini, perhatian dialihkan<br \/>\ndari fakta bahwa <em>hari Sabtu itu sendiri<br \/>\nadalah hari ibadah palsu<\/em> yang memuliakan dewa paling kejam, dan paling haus<br \/>\ndarah dari semua dewa: Saturnus. Kemuliaan dan peribadatan telah dicuri dari<br \/>\nSang Pencipta dan diberikan kepada musuh-Nya.<\/p>\n<hr style=\"width: 33%\" align=\"left\">\n<p><font size=\"3\" face=\"Georgia\">Artikel<br \/>\nTerkait:<\/font><\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"\/yahuwahs-calendar\/misteri-babel-dewa-yang-tersembunyi.html\">Misteri Babel: Dewa Yang Tersembunyi\n<p><\/a><\/li>\n<\/ul>\n<hr style=\"width: 100%\">\n<p><sup>(1)<\/sup> Frank W. Abagnale, Jr. dan Stan Redding, <em>Catch<br \/>\nMe If You Can: The Amazing and True Story of the Youngest and Most Daring Con<br \/>\nMan in the History of Fun and Profit,<\/em>(New York: Broadway Books, 1980).<\/p>\n<p><sup>(2)<\/sup> Dewa Waktu.<\/p>\n<p><sup>(3)<\/sup> Dewa pertanian\/panen.<\/p>\n<p><sup>(4)<\/sup> Alexander Hislop, <em>The Two Babylons:<br \/>\nThe Papal Worship Proved to be the Worship of Nimrod and His Wife,<\/em> (New<br \/>\nJersey: Loizeaux Brothers, Inc., 1959), hal. 31-32.<\/p>\n<p><sup>(5) <\/sup> \u201cBaal,\u201d <em>Encyclopedia Britannica<\/em>,<br \/>\nSixth edition, (Edinburgh: Archibald Constable and Co., 1823) Vol. III, hal.<br \/>\n294.  Karena Baal adalah juga sebuah gelar yang berarti tuan atau guru, nama<br \/>\nini juga sering dikaitkan dengan nama-nama lain: seperti: Baal-Berith,<br \/>\nBaal-Peor, Baal-Zebub, dll.<\/p>\n<p><sup>(6)<\/sup> Kejadian 10:8 dan 9<\/p>\n<p><sup>(7)<\/sup> Hislop, <em>op cit.,<\/em> hal. 32,<br \/>\n304.<\/p>\n<p><sup>(8)<\/sup> Johann D. Fuss, <em>Roman Antiquities<\/em>,<br \/>\n(Oxford: D. A. Talboys, 1840), hal. 359.<\/p>\n<p><sup>(9)<\/sup> Hislop, <em>op. cit.<\/em>, hal. 239; lihat<br \/>\njuga, Aurelius Victor, <em>Origo Gentis Roman\u00e6,<\/em> (Utrecht, 1696)<em> <\/em>psl.<br \/>\n3.<\/p>\n<p><sup>(10)<\/sup> Berbagai sejarawan mempertanyakan keaslian dari<br \/>\nsumber Viterbo dari dokumen Annius ini terutama karena dokumen-dokumen ini<br \/>\nbelum diverifikasi sebelum kematiannya. Dia meninggal hanya empat tahun setelah<br \/>\nbuku <em>Antiquities<\/em>-nya diterbitkan dan sumber<br \/>\ndokumen-dokumennya belum perna ditemukan. Lihat juga, Richard Lynche, <em>An<br \/>\nHistorical Treatise of the Travels of Noah into Europe<\/em>, diterbitkan pada tahun<br \/>\n1601 dan sebagian didasarkan pada karya Annius.<\/p>\n<p><sup>(11)<\/sup> Lihat Wahyu 17:1-5.<\/p>\n<p><sup>(12)<\/sup> Wahyu 17:9.<\/p>\n<p><sup>(13)<\/sup> Hislop, <em>op. cit.<\/em>, hal. 2. <br \/>\nPropertius menggambarkan Roma sebagai \u201cKota Megah diatas tujuh gunung, yang<br \/>\nmemerintah seluruh dunia.\u201d  (Lib. iii. Elegy 9, Utrecht, 1659, hal.<br \/>\n721.)  Lihat juga Virgil, <em>Georg<\/em>., lib. ii. v. 534, 535;<br \/>\nHorace, <em>Carmen Seculare<\/em>, v. 7, hal. 497; juga, Martial: \u201c<em>Septem<br \/>\ndominos montes<\/em>,\u201d lib. iv. Ep. 64, hal. 254.<\/p>\n<p><sup>(14)<\/sup> Lihat Sejarahwan Babilonia, Berosus; lihat<br \/>\njuga catatan orang-orang Mesir mengenai kematian Osiris (Nimrod-nya orang Mesir)<br \/>\nditangan Sem (Shem).<\/p>\n<p><sup>(15)<\/sup> Aurelius Victor,<em>op. cit.<\/em><\/p>\n<p><sup>(16)<\/sup> Plutarch (di Hist. Num\u00e6, Vol. I, hal. 65)<br \/>\nmenyatakan, bahwa Numa melarang pembuatan patung, dan untuk 170 tahun setelah<br \/>\nberdirinya Roma, tidak ada patung yang diperbolehkan ada di dalam kuil-kuil<br \/>\nRomawi.<\/p>\n<p><sup>(17)<\/sup> Hislop, <em>op. cit.<\/em>, hal. 239.<\/p>\n<p><sup>(18)<\/sup> Mengacu pada saat Aeneas mengatakan telah<br \/>\nmengunjungi raja Italia kuno, Virgil mengatakan:  \u201cThen saw <em>two heaps of ruins<\/em>; once<br \/>\nthey stood\/Two stately towns on either side the flood\/<em>Saturnia<\/em> and<br \/>\nJanicula\u2019s remains\/<em>And either place the founder\u2019s name retains<\/em>.\u201d  (<em>\u00c6nid<\/em>,<br \/>\nlib. Viii. II. 467-470, Vol. III, hal. 608, penekanan diberikan.)<\/p>\n<p><sup>(19)<\/sup> Lihat Hislop, <em>op. cit.<\/em>, hal. 63; lihat<br \/>\njuga Maimonides, <em>More Nevochim <\/em>[<em>Moreh Nevuchim<\/em>].<\/p>\n<p><sup>(20)<\/sup> Elohim, adalah Nama dari Sang Pencipta yang<br \/>\nsejati, Nama ini adalah bersifat jamak. Oleh karena itu, kekuatan &#8220;Dewa-dewa&#8221;<br \/>\ndan &#8220;Tuhan&#8221; akan dinyatakan dengan istilah yang sama.<\/p>\n<p><sup>(21)<\/sup> Sir John Gardner Wilkinson, <em>The<br \/>\nManners and Customs of the Ancient Egyptians<\/em>, (London, 1837-1841), Vol. V,<br \/>\nhal. 17.<\/p>\n<p><sup>(22)<\/sup> Hislop, <em>op. cit.<\/em><\/p>\n<p><sup>(23)<\/sup> Berbagai cerita tentang meninggalnya Nimrod karena<br \/>\nsebuah kekerasan yang mematikan muncul dengan nama-nama yang berbeda. Namun,<br \/>\n&#8220;orang-orang kafir sudah terbiasa menyembah dewa yang sama dengan nama<br \/>\nyang berbeda&#8221; (Hislop, op. Cit., Hlm. 123). Berbagai sarjana mampu<br \/>\nmenunjukkan bahwa dewa ini memiliki karakteristik yang sama, bahkan dalam<br \/>\netimologi nama-nama mereka. Lihat Hyginus, <em>Fabul\u00e6<\/em>, 132 and 184, hal.<br \/>\n109, 138; Strabo, lib. X, hal. 453; Appoldorus, <em>Bibliotheca<\/em>, lib.<br \/>\ni. cap. 3 dan 7, hal. 17; Ludovicus Vives, <em>Commentary on Augustine<\/em>,<br \/>\nlib. VI, chap. IX. Note, hal. 239, seperti dikutip dalam Hislop, hal. 55 dan<br \/>\n56.<\/p>\n<p><sup>(24)<\/sup> Hislop, <em>op. cit. <\/em>hal.<br \/>\n41.  Lihat juga Virgil, <em>\u00c6nid<\/em>, lib. Viii and Ovid, <em>Fasti<\/em>,lib.<br \/>\ni.<\/p>\n<p><sup>(25)<\/sup> Kejadian 11:7-9<\/p>\n<p><sup>(26)<\/sup> Hislop, <em>op. cit.<\/em>, pp. 31-35;<br \/>\n\u201cSaturn\u201d, <em>Ecyclopedia Britannica<\/em>; \u201cSaturnus, Saturnalia,\u201d <em>The<br \/>\nOxford Classical Dictionary<\/em>, (Oxford: Oxford University Press, 1979), hal.<br \/>\n955-956.<\/p>\n<p><sup>(27)<\/sup> &#8220;Kaitan antara matahari dan Saturnus<br \/>\nmungkin timbul dari keduanya yang diambil sebagai simbol waktu. Kembalinya<br \/>\nmatahari ke awal rasi bintang menandai selesainya tahun. Saturnus, adalah yang bergerak<br \/>\npaling lambat dari semua benda-benda langit, menyelesaikan revolusinya. . .<br \/>\ndalam kurun waktu sekitar 30 tahun, sebuah umur dewasa dari manusia. Oleh<br \/>\nkarena itu, Saturnus terasa aneh menjadi simbol Waktu, dan karena waktu, takdir&#8221;<br \/>\n(<em>The International Standard Bible Encyclopedia, <\/em>James Orr, gen.<br \/>\ned., [The Howard-Severance Co., 1915], Vol. I, hal. 298.)<\/p>\n<p><sup>(28)<\/sup> Fuss, <em>op. cit.<\/em>, hal. 359-360.<\/p>\n<p><sup>(29)<\/sup> Roy Decker, <em>Religion of Carthage<\/em>,<br \/>\n\u201cHuman Sacrifice.\u201d<\/p>\n<p><sup>(30)<\/sup> <em>Quodvoltdeus of Carthage, <\/em>translation<br \/>\nand commentaries, Thomas Macy Finn, (New Jersey: The Newman Press, 2004), hal.<br \/>\n14.<\/p>\n<p><sup>(31)<\/sup> <em>s.d.a., <\/em>hal. 115.<\/p>\n<p><sup>(32)<\/sup> Walaupun sebagai orang barbar, orang-orang Roma sangat<br \/>\nmenyukai pengorbanan manusia,  namun ada,<br \/>\nkasus tertentu dari pengorbanan manusia yang terjadi hingga akhir 216 dan 113<br \/>\nSM. Pengorbanan manusia lainnya disebut oleh Livy (2.42) dan Pliny the Younger<br \/>\n(<em>Epistle,<\/em>4.11) tampaknya menunjukkan bahwa apa pun &#8220;alasan&#8221; resmi<br \/>\nuntuk &#8220;menghukum,&#8221; pada kenyataannya pengorbanan ini bertujuan untuk<br \/>\nmenenangkan para dewa karena pertanda buruk itu.<\/p>\n<p><sup>(33)<\/sup>  Robert Drews, \u201cPontiffs, Prodigies, and the<br \/>\nDisappearance of the <em>Annales Maximi<\/em>,\u201d<em>Classical Philology<\/em>,<br \/>\nVol. 83, no. 4 (Oct., 1988), hal. 289-299.<\/p>\n<p><sup>(34)<\/sup> Walaupun Saturnalia sedianya digelar pada tanggal<br \/>\n17 Desember, namun perilaku liar yang terkait dengan hari raya populer ini<br \/>\nsejak awal menyebabkan perpanjangan waktu perayaan, dari satu hari menjadi dua<br \/>\nhari, kemudian tiga, dan lima hari. Pada masa Cicero, Saturnalia berlangsung<br \/>\nselama tujuh hari.<\/p>\n<p><sup>(35)<\/sup> Fuss, <em>op. cit.<\/em>, 359.<\/p>\n<p><sup>36)<\/sup> Ausonius, <em>Eclog<\/em>. i. p. 156, dikutip<br \/>\ndalam Hislop, <em>op. cit.<\/em>, hal. 153.<\/p>\n<p><sup>(37)<\/sup> Lipsius, tom. ii. <em>Saturnalia Sermonum<br \/>\nLibri Duo, Qui De Gladiatoribus<\/em>, lib. i. cap. 5 seperti yang dikutip di<br \/>\ndalam Hislop, <em>s.d.a.<\/em><\/p>\n<p><sup>(38)<\/sup>  <em>s.d.a.<\/em><\/p>\n<p><sup>(39)<\/sup> VIII Kal. Ian, atau delapan hari sebelum tanggal satu<br \/>\nJanuari: yaitu, tanggal 25 Desember ketika dihitung secara inklusif seperti yang<br \/>\ndilakukan oleh orang Roma. Tetua Pliny menyatakan bahwa<br \/>\ntitik balik matahari musim dingin (<em>Bruma<\/em>)<br \/>\ndimulai pada tingkat kedelapan Capricorn, delapan hari sebelum hari pertama pada<br \/>\nbulan Januari: \u201c<em>horae nunc in omni accessione aequinoctiales, non<br \/>\ncuiuscumque die significantur \u2014omnesque eae differentiae fiunt in octavis<br \/>\npartibus signorum, bruma capricorni a. d. VIII kal. Ian.<\/em>\u201d<em>  <\/em>(Lihat <em>Naturalis<br \/>\nHistoria<\/em>, Lib. 18, 221.)<\/p>\n<p><sup>(40)<\/sup> &#8220;Waktu dari Kelahiran dan Kasih Kristus.<br \/>\n. . yang kurang dianggap oleh <em>orang-orang<br \/>\nKristen<\/em> dari abad pertama. Mereka yang mulai pertama untuk merayakannya,<br \/>\nmenempatkannya pada periode penghujung tahun; ketika Perawan <em>Maria <\/em>menerima kabar sukacita, pada<br \/>\ntanggal 25 <em>Maret<\/em>, yang ketika Julius<br \/>\nCaesar mengoreksi kalender adalah titik balik matahari musim semi. . . dan<br \/>\nkelahiran Kristus di titik balik matahari musim dingin, tanggal <em>25 Desember<\/em>,. . . dan karena titik balik<br \/>\nmatahari berpindah pada masa itu dari tanggal 25 <em>Desember<\/em>, kemudian ke tanggal 24, ke tanggal 23, ke tanggal 22, dan<br \/>\nmundur seterusnya.&#8221; (Sir Isaac Newton,<em>Observations Upon the Prophecies<br \/>\nof Daniel and the Apocalypse of St. John<\/em>, 1733, Part I, Ch. XI, hal. 144, penekanan<br \/>\ndan ejaan asli.)<\/p>\n<p><sup>(41)<\/sup> Lihat <em>Chronography of AD 354<\/em> dimana<br \/>\nVIII Kal. Jan. tunjuk sebagai \u201chari kelahiran Invincible Sun\u201d (<em>dies natalis<br \/>\nSolis Invicti<\/em>).<\/p>\n<p><sup>(42)<\/sup> Untuk lebih spesifiknya mengenai ritus<br \/>\nSaturnalia dan bagaimana hal itu sekarang telah dianut oleh semua orang Kristen,<br \/>\nlihat Hislop, <em>op. cit.<\/em>, \u201cChristmas and Lady-Day,\u201d hal. 91-103.<\/p>\n<p><sup>(43)<\/sup>  Tertullian, <em>De Idolatria<\/em>, c. 14,<br \/>\nVol. I, p. 682 seperti yang dikutip daalam Hislop, <em>op. cit.<\/em>, hal.<br \/>\n93, penekanan asli.<\/p>\n<p><sup>(44)<\/sup>  Kisah Para Rasul 17:30, penekanan diberikan.<\/p>\n<p><sup>(45)<\/sup>  \u201cSetelah hari ulang tahun seseorang, dua hari<br \/>\nraya besar setan yang lain adalah Walpurgisnacht [1 Mei] and Halloween.\u201d<br \/>\n Anton S. LaVey, <em>The Satanic Bible<\/em>, (New York: HarperCollins<br \/>\nPublishers, Inc., 1992), hal. 96.<\/p>\n","protected":false},"featured_media":215068,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":[],"class_list":["post-108298","wlc-article","type-wlc-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","wlc-article-category-kalender-yahs","wlc-content-directory-creator-s-calendar-vs-rome-s-calendar-the-issues-at-stake"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Misteri Babel: Asal-usul Saturnus - Worlds Last Chance<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/mystery-babylon-the-origins-of-saturn\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Misteri Babel: Asal-usul Saturnus - Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Frank Abagnale Jr, kemungkinan akan masuk dalam sejarah sebagai sosok seniman terbesar yang pernah hidup. Kekuatan semua penipuan dan pemalsuan terletak pada kemampuan keduanya untuk menipu. Frank mengetahui hal ini dan dia adalah yang terbaik. Dia mulai hidupnya yang jahat dengan menyamar menjadi salah satu pilot maskapai penerbangan Pan Amerika. Terbang lebih dari 1.000.000 mil, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/mystery-babylon-the-origins-of-saturn\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-20T15:32:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/mystery-babylon-origins-of-saturn-poster-bahasa.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"250\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"159\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"22 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/mystery-babylon-the-origins-of-saturn\/\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/mystery-babylon-the-origins-of-saturn\/\",\"name\":\"Misteri Babel: Asal-usul Saturnus - Worlds Last Chance\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/mystery-babylon-the-origins-of-saturn\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/mystery-babylon-the-origins-of-saturn\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/mystery-babylon-origins-of-saturn-poster-bahasa.jpg\",\"datePublished\":\"2012-12-03T12:02:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-20T15:32:17+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/mystery-babylon-the-origins-of-saturn\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/mystery-babylon-the-origins-of-saturn\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/mystery-babylon-the-origins-of-saturn\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/mystery-babylon-origins-of-saturn-poster-bahasa.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/mystery-babylon-origins-of-saturn-poster-bahasa.jpg\",\"width\":250,\"height\":159},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/mystery-babylon-the-origins-of-saturn\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Articles\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Misteri Babel: Asal-usul Saturnus\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/\",\"name\":\"Worlds Last Chance\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Misteri Babel: Asal-usul Saturnus - Worlds Last Chance","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/mystery-babylon-the-origins-of-saturn\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Misteri Babel: Asal-usul Saturnus - Worlds Last Chance","og_description":"Frank Abagnale Jr, kemungkinan akan masuk dalam sejarah sebagai sosok seniman terbesar yang pernah hidup. Kekuatan semua penipuan dan pemalsuan terletak pada kemampuan keduanya untuk menipu. Frank mengetahui hal ini dan dia adalah yang terbaik. Dia mulai hidupnya yang jahat dengan menyamar menjadi salah satu pilot maskapai penerbangan Pan Amerika. Terbang lebih dari 1.000.000 mil, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/mystery-babylon-the-origins-of-saturn\/","og_site_name":"Worlds Last Chance","article_modified_time":"2025-08-20T15:32:17+00:00","og_image":[{"width":250,"height":159,"url":"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/mystery-babylon-origins-of-saturn-poster-bahasa.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"22 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/mystery-babylon-the-origins-of-saturn\/","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/mystery-babylon-the-origins-of-saturn\/","name":"Misteri Babel: Asal-usul Saturnus - Worlds Last Chance","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/mystery-babylon-the-origins-of-saturn\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/mystery-babylon-the-origins-of-saturn\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/mystery-babylon-origins-of-saturn-poster-bahasa.jpg","datePublished":"2012-12-03T12:02:00+00:00","dateModified":"2025-08-20T15:32:17+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/mystery-babylon-the-origins-of-saturn\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/mystery-babylon-the-origins-of-saturn\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/mystery-babylon-the-origins-of-saturn\/#primaryimage","url":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/mystery-babylon-origins-of-saturn-poster-bahasa.jpg","contentUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/mystery-babylon-origins-of-saturn-poster-bahasa.jpg","width":250,"height":159},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/mystery-babylon-the-origins-of-saturn\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Articles","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Misteri Babel: Asal-usul Saturnus"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/","name":"Worlds Last Chance","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article\/108298","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/wlc-article"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108298"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/215068"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108298"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}