{"id":108252,"date":"2012-12-03T12:13:00","date_gmt":"2012-12-03T12:13:00","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/wlc-article\/migrating-siklus-mingguan-tidak-terputus-terbukti-salah\/"},"modified":"2025-08-20T14:51:49","modified_gmt":"2025-08-20T14:51:49","slug":"siklus-mingguan-tidak-terputus-terbukti-salah","status":"publish","type":"wlc-article","link":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/articles\/kalender-yahs\/siklus-mingguan-tidak-terputus-terbukti-salah\/","title":{"rendered":"Siklus Mingguan Tidak Terputus Terbukti Salah"},"content":{"rendered":"<p>Pemelihara Sabat moderen bersikeras bahwa hari<br \/>\nSabtu adalah hari Sabat yang Alkitabiah karena mereka percaya bahwa mingguan<br \/>\ntujuh hari telah bersiklus terus menerus dan tanpa terputus sejak dari masa<br \/>\nPenciptaan. Salah satu alasan yang mendasari keyakinan ini adalah kenyataan<br \/>\nbahwa ketika kalender Julian berubah menjadi kalender Gregorian pada tahun<br \/>\n1582, tidak ada hari dalam satu minggu itu yang hilang. Hari Kamis, 4 Oktober<br \/>\n1582, pada kalender Julian langsung diikuti oleh hari Jumat, 15 Oktober, pada<br \/>\nkalender Gregorian baru. Oleh karena itu, diasumsikan, bahwa karena tidak ada<br \/>\nhari yang &#8220;hilang&#8221; ketika kalender dialihkan dari Julian ke<br \/>\nGregorian, maka mingguan moderen identik dengan mingguan Alkitab.<\/p>\n<p>Asumsi ini terbukti salah berdasarkan<br \/>\nfakta-fakta sejarah dari kalender Julian itu sendiri. Kalender Republik Romawi,<br \/>\nseperti semua kalender kuno yang lain, pada awalnya didasarkan pada siklus<br \/>\nbulan. Imam Penyembah berhala Romawi, yang disebut Paus, mengendalikan kalender<br \/>\ndengan mengumumkan awal dari setiap bulan.<\/p>\n<table style=\"width: 95px\" align=\"left\" border=\"0\" cellpadding=\"15\">\n<tbody>\n<tr>\n<td><img decoding=\"async\" alt=\"bust of julius caesar\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/image001.jpg\" border=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center; font-size: 11px\">Julius C\u00e6sar <\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Paus ini, yang juga bisa memegang jabatan<br \/>\npolitik, tanpa malu-malu memanipulasi kalender untuk alasan politik, bulan<br \/>\ntranslasi ditambahkan untuk menjaga politisi favorit berkantor lebih lama atau,<br \/>\nsebaliknya, mengabaikan bulan translasi yang seharusnya ditambahkan demi<br \/>\nmempersingkat masa jabatan lawan politik. Pada masa Julius Caesar,<br \/>\ntanggal-tanggal kalender benar-benar keluar dari keselarasannya dengan<br \/>\nmusim-musim. Julius Caesar menggunakan haknya<sup>1<\/sup> sebagai pontifex maximus<sup>2<\/sup> (imam besar) dan mereformasi kalender menjadi<br \/>\nsebuah perhitungan waktu yang rumit dan tidak akurat.<\/p>\n<p>Pada pertengahan abad ke-1 SM Julius Caesar<br \/>\nmengundang Sosigenes, seorang astronom Aleksandria, sebagai penasihatnya untuk<br \/>\nmereformasi kalender, dan Sosigenes memutuskan bahwa satu-satunya langkah<br \/>\npraktis adalah dengan meninggalkan kalender lunar sama sekali. Bulan harus<br \/>\ndiatur berdasarkan musim, dan sebuah tahun tropis (matahari) digunakan, seperti<br \/>\npada kalender Mesir. . . .<sup>3<\/sup><\/p>\n<p>Perhatikan bahwa inovasi besar Sosigenes ini<br \/>\ntelah meninggalkan penanggalan lunar.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Kesulitan besar yang dihadapi setiap pengubah<br \/>\n[kalender] adalah bahwa tampaknya tidak ada cara untuk membuat perubahan<br \/>\nkalender yang masih akan memungkinkan bulanan bulan tetap sejalan dengan fase<br \/>\nBulan [dilangit] dan tahun tetap sejalan dengan musim. Sehingga dipandang perlu<br \/>\nuntuk membatalkan dasar perhitungan tradisional untuk menyusun kalender musiman<br \/>\nyang efisein.<sup>4<\/sup><\/p>\n<p>Untuk membuat kalender baru itu kembali selaras<br \/>\ndengan musim diperlukan penambahan 90 hari untuk tahun itu, yang selamanya<br \/>\ndikenal sebagai Tahun Kebingungan. Namun, kalender Julian dari tahun 45 SM,<br \/>\nbahkan kalender Julian pada zaman Kristus, tidak sama dengan kalender Julian<br \/>\nketika Paus Gregory XIII memodifikasi kalender itu, dan dengan demikian tidak<br \/>\nterlihat sama seperti kalender Gregorian hari ini. Tidak ada hari Sabtu (atau<br \/>\nSabat hari ketujuh di akhir minggu) pada kalender Julian yang asli.<\/p>\n<p>Kalender Julian, sama seperti kalender<br \/>\nsebelumnya dari Republik itu, awalnya memiliki siklus delapan hari. Setiap hari<br \/>\nkedelapan adalah nundin\u00e6, atau hari pasar. Kalender tidak disusun pada jalur<br \/>\nseperti pada kalender moderen, tetapi tanggal dicantumkan dalam kolom-kolom.<br \/>\nSebagai contoh, bulan Januari dimulai dengan hari &#8220;A&#8221; dan akan<br \/>\nberlanjut sampai hari kedelapan pada minggu itu (A sampai H), dan bulan<br \/>\nberakhir di hari &#8220;E&#8221;.<\/p>\n<p>Berbeda dengan kalender Ibrani, kalender Romawi<br \/>\nmemiliki siklus mingguan yang tidak terputus sepanjang tahun, dengan sedikit<br \/>\npenyesuaian pada akhir tahun. Karena bulan Januari berakhir pada hari<br \/>\n&#8220;E&#8221;, maka bulan Februari dimulai pada hari &#8220;F&#8221;. Demikian<br \/>\njuga, bulan Februari akan berakhir pada hari &#8220;A&#8221; maka bulan Maret<br \/>\nakan dimulai pada hari &#8220;B&#8221;:<\/p>\n<table style=\"width: 60%\" border=\"0\" cellpadding=\"5\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"20%\">A k Jan<\/td>\n<td width=\"20%\">F k Feb<\/td>\n<td width=\"20%\">B k Mar<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>B<\/td>\n<td>G<\/td>\n<td>C<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>C<\/td>\n<td>H<\/td>\n<td>D<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>D<\/td>\n<td>A<\/td>\n<td>E<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>E, dst.<\/td>\n<td>B, dst.<\/td>\n<td>F, dst.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Berikut ini adalah rekonstruksi dari <em>Fasti Antiates<\/em>, sebuah cikal bakal kalender Julian yang memiliki tanggal dari tahun<br \/>\n60-an SM ditemukan di lokasi villa Nero di Antium. Huruf A diwarnai dengan<br \/>\nwarna merah untuk menandai permulaan dari minggu itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img decoding=\"async\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px\" title=\"roman republic calendar\" alt=\"Rekonstruksi Fasti Antiates, satu-satunya kalender Republik Romawi yang masih eksis.\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/image002.jpg\" border=\"0\"><br \/>\n<span style=\"font-size: 11px\">Rekonstruksi Fasti<br \/>\nAntiates, satu-satunya kalender Republik Romawi yang masih eksis.<span class=\"hasTip\" title=\" :: Palazzo Massimo Alle Terme, ed. Adriano La Regina, 1998. \"><sup>5<\/sup><\/span><\/span><\/p>\n<p>Ada tiga belas kolom. Bulan Januari, di sebelah<br \/>\nkiri, dimulai pada hari &#8220;A&#8221; dan berakhir pada hari &#8220;E&#8221;. Di<br \/>\nbagian bawah setiap kolom ada angka Romawi besar yang memberikan jumlah hari<br \/>\npada bulan tersebut. Kolom di ujung kanan adalah bulan ke-13, bulan kabisat.<br \/>\nHuruf tambahan muncul di samping huruf hari. Ini menunjukkan jenis bisnis apa<br \/>\nyang bisa atau tidak bisa dilakukan pada hari itu. A &#8220;k&#8221; diwarnai di<br \/>\nsamping hari pertama setiap bulan. Ini menjadi penanda pada kalend\u00e6.<sup>6<\/sup><\/p>\n<p>Penting untuk diingat bahwa mingguan Alkitab<br \/>\nsebagai segmen tersendiri dari sebuah waktu telah ditetapkan dalam Kejadian<br \/>\npasal 1, hanya terdiri dari tujuh hari: enam hari kerja diikuti dengan Sabat<br \/>\nperistirahatan pada hari terakhir dalam setiap minggu. Siklus delapan hari<br \/>\nkalender Julian telah digunakan pada zaman Kristus. Namun, orang-orang Yahudi<br \/>\ntidak akan memelihara Sabat hari ketujuh pada hari kedelapan dari siklus<br \/>\nmingguan kalender Julian. Ini akan menjadi berhala bagi mereka.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"julian batu 8 hari kalender\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-right: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/image003.png\" align=\"left\" height=\"342\" width=\"460\">Sebuah contoh dari tanggal-tanggal kalender<br \/>\nJulian dari masa kaisar Agustus<sup>7<\/sup> (tahun 63 SM \u2013 tahun 14 M) sampai masa kaisar Tiberius<sup>8<\/sup> (tahun 42 SM \u2013 tahun 37 M), diabadikan pada<br \/>\npotongan batu tersebut. Delapan hari per minggu jelas dilihat pada batu-batu<br \/>\nitu.<\/p>\n<p>Kalender tujuh hari per minggu Julian<br \/>\nberikutnya, seperti yang terlihat dalam sebuah gambar kalender dinding berikut<br \/>\nyang ditemukan di Permandian Titus (dibangun pada tahun 79-81 M), memberikan<br \/>\nbukti lebih jauh bahwa Sabat Alkitab tidak pernah dapat ditemukan dengan<br \/>\nmenggunakan kalender Julian. Pusat lingkaran berisi 12 tanda-tanda rasi<br \/>\nbintang, sesuai dengan 12 bulan dalam setahun. Angka Romawi di sebelah kiri dan<br \/>\nkanan menunjukkan hari-hari pada bulan itu. Di bagian atas kalender dinding ini<br \/>\nmuncul tujuh dewa planet kafir orang Roma.<sup>9<\/sup><\/p>\n<p>Hari Sabtu (atau <em>dies Saturni<\/em> &#8211; hari dewa Saturnus)<sup>10 <\/sup>adalah hari pertama dalam minggu itu, bukan<br \/>\nhari ketujuh. Sebagai dewa pertanian, ia dapat dilihat dalam posisi pentingnya<br \/>\nsebagai yang terkemuka dari semua dewa lain, dengan memegang lambang sabitnya.<br \/>\nSelanjutnya, pada hari kedua mingguan planet kafir itu, terlihat dewa matahari<br \/>\ndengan <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"tongkat kalender dewa planet\" style=\"margin-top: 10px; margin-bottom: 10px; margin-left: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/image004.png\" align=\"right\" height=\"231\" width=\"296\">sinar cahaya yang memancar dari kepalanya. Hari kedua dari sebuah minggu<br \/>\naslinya adalah <em>dies Solis<\/em> (hari dewa Matahari \u2013 hari Minggu). Pada hari ketiga dalam minggu itu<br \/>\nterlihat dewi bulan, dengan bulan sabit bertanduk sebagai mahkota di kepalanya.<br \/>\nHarinya adalah <em>dies Lunae<\/em> (hari dewi Bulan \u2013 hari Senin). Hari-hari yang tersisa yang diwakili<br \/>\noleh para dewa planet lainnya, berakhir dengan <em>dies Veneris<\/em> (hari dewa Venus, yang<br \/>\ndalam bahasa-bahasa Eropa Utara berubah menjadi dewa Norse dan menjadi hari<br \/>\nFriga, atau Friday [hari Jumat].)<sup>11<\/sup><\/p>\n<p>Karena seluruh dunia telah menggunakan kalender<br \/>\nGregorian selama ratusan tahun, maka semakin sering diabaikannya fakta bahwa<br \/>\npada zaman dulu, tidak hanya berbagai negara menggunakan berbagai kalender yang<br \/>\nberbeda, tetapi ada juga perbedaan wilayah dalam masing-masing negara. Meskipun<br \/>\nmingguan planetari tujuh hari menjadi terkenal di Roma dengan munculnya sekte<br \/>\nMithras, mingguan ini belum resmi digunakan sampai kaisar Konstantin meresmikan<br \/>\nmingguan ini pada Konsili Nicea.<sup>12<\/sup><\/p>\n<p>Dalam terang fakta ini, adalah tidak logis<br \/>\nuntuk mengasumsikan bahwa hari Sabtu Gregorian adalah hari Sabat Alkitabiah<br \/>\npada masa Penciptaan. Memang benar bahwa kalender Julian beralih ke kalender<br \/>\nGregorian tanpa kehilangan hari. Namun, benar juga bahwa kalender Gregorian,<br \/>\nseperti kalender Julian sebelumnya, sepenuhnya didasarkan pada sistem penanggalan<br \/>\npenyembah berhala.<\/p>\n<table style=\"width: 265px\" align=\"left\" border=\"0\" cellpadding=\"15\" cellspacing=\"0\">\n<tbody>\n<tr>\n<td><img decoding=\"async\" alt=\"christopher clavius\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/fx0O3oB9-image005.jpg\" align=\"left\" border=\"0\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center; font-size: 11px\">Christopher Clavius (1538-1612)<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Seorang astronom Jesuit, bernama Christopher<br \/>\nClavius, menegaskan bahwa kalender Julian berasal dari agama penyembah berhala<br \/>\nmurni dan tidak memiliki kaitan apapun dengan penanggalan Alkitab. Clavius<br \/>\nterkenal di dunia sebagai perancang kalender Gregorian moderen. Karena kalender<br \/>\nJulian sedikit lebih panjang, maka pada abad ke-16, titik balik musim semi<br \/>\ntidak lagi jatuh pada tanggal yang sama seperti pada abad ketiga: yaitu pada<br \/>\ntanggal 21 Maret. Paus Gregorius XIII memberikan tugas kepada Clavius untuk<br \/>\nmerubah kalender dan membawa titik balik musim semi kembali ke tanggal 21<br \/>\nMaret.<sup>13<\/sup><\/p>\n<p>Dalam bukunya, <em>Romani Calendarii A Gregorio XIII PM Restituti<br \/>\nExplicato<\/em>, Clavius mengungkapkan bahwa ketika Gereja<br \/>\nmenjadikan kalender Julian sebagai kalender gerejawi pada Konsili Nicea, Gereja<br \/>\nsengaja menolak penanggalan Alkitab dan lebih memilih mengadopsi penanggalan<br \/>\nkafir. Mengacu pada sistem penanggalan yang berbeda yang digunakan untuk<br \/>\nmenentukan Paskah Alkitab melawan penggantinya <a href=\"\/yahuwahs-calendar\/paskah-easter-paskah-kafir.html\">Paskah Easter kafir<\/a>, Clavius menyatakan<br \/>\nbahwa: &#8220;Gereja Katolik tidak pernah menggunakan cara perayaan [Yahudi]<br \/>\ndalam merayakan Paskah, tapi dalam perayaan itu mereka selalu mengamati gerak<br \/>\nbulan dan matahari, dan hal itu telah disucikan oleh Paus Roma yang paling awal<br \/>\ndan paling suci, dan juga dibenarkan melalui Konsili Nicea pertama.&#8221;<sup>14<\/sup> &#8220;Paus&#8221; yang dia maksudkan adalah<br \/>\npara imam penyembah berhala Romawi zaman dulu.<\/p>\n<p>Orang Kristen moderen telah mengasumsikan bahwa<br \/>\nhari Sabtu Gregorian adalah hari Sabat Alkitab. Namun, orang-orang Kristen yang<br \/>\nhidup pada zaman kalender Julian dipaksakan dengan undang-undang sipil tidak<br \/>\nragu atau tidak bingung pada perihal ini: &#8220;Sabat&#8221; ditentukan dengan<br \/>\nkalender luni-solar Alkitab; dan &#8220;hari Tuhan&#8221; (hari Minggu)<br \/>\nditentukan dengan kalender matahari kafir. Seperti yang dicatat oleh David<br \/>\nSidersky, &#8220;sudah tidak mungkin untuk menerapkan kalender tua di bawah<br \/>\npemerintahan Konstantin.&#8221;<sup>15<\/sup> Namun, orang-orang Kristen pengikut para rasul, tidak mematuhi<br \/>\nperintah baru itu.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Dalam setiap langkah menuju kemurtadan,<br \/>\ndalam setiap langkah penerimaan bentuk penyembahan matahari, dan melawan<br \/>\npenerimaan pemeliharaan hari Minggu itu sendiri, telah ada protes yang terus<br \/>\nmenerus dari orang-orang Kristen yang benar. Mereka yang tetap taat kepada<br \/>\nKristus [Sang Juruselamat] dan pada kebenaran firman yang murni dari [Yahuwah]<br \/>\ntetap memelihara hari Sabat berdasarkan Sepuluh Perintah, berdasarkan firman<br \/>\n[Elohim] yang telah menetapkan perintah ke-empat hari Sabat sebagai materai<br \/>\nyang olehnya, Sang Pencipta langit dan bumi, dibedakan dari semua allah-allah<br \/>\nlain. Ini adalah dasar dari protes melawan setiap bentuk penyembahan terhadap<br \/>\nmatahari. Tetapi orang-orang lain tetap berkompromi, khususnya yang tinggal di<br \/>\nTimur, mereka menguduskan keduanya sekaligus; hari Sabat dan hari Minggu.<br \/>\nTetapi di Barat, dibawah pengaruh Roma <br \/>\ndan dibawah kepemimpinan gereja dan keuskupan Roma, hanya hari Minggu<br \/>\nyang diadopsi dan dikuduskan.&#8221;<sup>16<\/sup><\/p>\n<p>Konsili Nicea (pada tahun 321-324 M) melarang<br \/>\npenggunaan kalender luni-solar Alkitab sebagai kalender gerejawi, dan<br \/>\nmenggantikannya dengan kalender Julian, memerintahkan agar semua orang di<br \/>\nmanapun untuk &#8220;memuliakan&#8221;<sup>17<\/sup> hari dewa Matahari.<sup>18<\/sup> Sebagian orang mulai berkompromi. Ketika banyak orang Kristen tetap<br \/>\nmenjaga Sabat asli berdasarkan kalender luni-solar, orang-orang lain bersama<br \/>\ndengan rabbi orang-orang Yahudi, memelihara hari ketujuh kalender Julian: hari<br \/>\nSabtu. Yang lain lagi memelihara hari Sabtu serta hari Minggu sekaligus. Hal<br \/>\nini tidak memuaskan Gereja di Roma. Dia ingin agar semua orang menyembah secara<br \/>\nkhusus pada hari Minggu. Ketika perintah Nicea tidak memiliki efek yang<br \/>\ndiinginkan pada orang-orang, Konsili Laodikia diadakan sekitar 40 tahun<br \/>\nkemudian untuk memaksakan penerimaan &#8220;Hari Tuhan&#8221; menggantikan tempat <a href=\"\/yahuwahs-calendar\/sabat-lunar.html\">Sabat lunar<\/a> Alkitab.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Karena itu, agar tujuan aslinya dapat tercapai,<br \/>\nsekarang menjadi penting bagi gereja untuk mengamankan undang-undang yang<br \/>\nmemadamkan semua pengecualian, dan melarang pengudusan hari Sabat untuk meredam<br \/>\nprotes yang kuat [melawan penyembahan pada hari Minggu]. Dan sekarang. . .<br \/>\n&#8220;perintah ilahi yang sejati&#8221; dari Konstantin dan Konsili Nicea bahwa<br \/>\n&#8220;tidak ada&#8221; kegiatan yang boleh &#8220;sama dengan orang-orang<br \/>\nYahudi,&#8221; telah menjadi dasar dan kewenangan hukum, untuk benar-benar<br \/>\nmenghancurkan sepenuhnya pemeliharaan hari Sabat [Tuan], dan untuk menegakkan hanya<br \/>\npengudusan hari Minggu.<sup>19<\/sup> <\/p>\n<p>Kanon no 29 pada Konsili Laodikia menuntut:<br \/>\n&#8220;Orang-orang Kristen tidak boleh menjadi seperti orang Yahudi dan<br \/>\nmenganggur pada hari Sabtu, tetapi harus bekerja pada hari itu, tetapi hari<br \/>\nTuhan harus dihormati oleh mereka secara khusus, dan, sebagai orang Kristen,<br \/>\nharus, jika mungkin, tidak melakukan pekerjaan pada hari itu. Jika sampai,<br \/>\nmereka ditemukan seperti orang Yahudi, mereka akan dikucilkan dari<br \/>\nKristus.&#8221;<\/p>\n<p>Penting untuk diketahui bahwa kata<br \/>\n&#8220;Sabtu&#8221; telah ditambahkan dalam terjemahan bahasa Inggris. Menurut<br \/>\nuskup Katolik, Karl J. von Hefele<sup>20<\/sup> dalam <em>History of the<br \/>\nCouncils from the Original Documents<\/em>, kata yang digunakan<br \/>\nsebenarnya adalah &#8220;Sabat&#8221; baik di dalam bahasa Yunani maupun dalam<br \/>\nbahasa Latin dan kata &#8220;dikucilkan&#8221; sebenarnya telah menggantikan kata<br \/>\n&#8220;anathema&#8221; (dikutuk). Versi bahasa Latin dengan jelas tidak<br \/>\nmengandung referensi dies<br \/>\nsaturni (Sabtu) melainkan menggunakan Sabbato, atau<br \/>\n&#8220;Sabat&#8221;:<\/p>\n<p class=\"indenttext\"><em>Quod non oportet Christianos<br \/>\nJudaizere et otiare di Sabbato, sed operari di eodem mati. Preferentes autem di<br \/>\nveneratione Dominicum diem si vacre voluerint, ut Christiani hoc faciat; quod<br \/>\nsi reperti fuerint Judaizere Anathema Sint a Christo.<\/em><\/p>\n<p>Hanya dalam beberapa tahun terakhir,<br \/>\nfakta-fakta sejarah telah dilupakan, dan hari Sabtu telah diasumsikan sebagai<br \/>\nSabat Alkitab. Ketika kalender Julian sedang diberlakukan pada orang-orang<br \/>\nKristen untuk penggunaan gerejawi, tak seorang pun pada masa itu yang bingung membedakan<em>dies saturni<\/em> dengan Sabbato. Semua orang tahu bahwa itu adalah dua hari yang<br \/>\nberbeda dengan dua sistem kalender yang berbeda.<\/p>\n<p>Beberapa hari sebelum kematian-Nya, Kristus<br \/>\nmembuat sebuah pernyataan yang harus dipertimbangkan dalam konteks pertikaian<br \/>\nantara kalender yang benar melawan kalender palsu. Dia mengatakan,<br \/>\n&#8220;Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan<br \/>\nkepada Yahuwah apa yang wajib kamu berikan kepada Yahuwah.&#8221;<sup>21<\/sup> Di sini Kristus menetapkan sebuah prinsip<br \/>\npenting yang mengatur setiap bidang kehidupan. Penyembahan bukan milik Kaisar.<br \/>\nPenyembahan semata-mata hanya milik Sang Pencipta.<\/p>\n<p>Sebuah pepatah kuno menyatakan: &#8220;Dia yang<br \/>\nmengendalikan kalender, mengontrol dunia.&#8221; Siapa yang mengontrol anda?<br \/>\nHari di mana kamu menyembah, yang ditentukan oleh kalender yang anda gunakan,<br \/>\nmenunjukkan Pribadi berkuasa\/dewa mana yang mengendalikan anda. Ibadah pada<br \/>\nhari Sabat yang sejati adalah tanda kesetiaan kepada Pencipta kita. Hanya Sang<br \/>\nPencipta, Yang mengendalikan matahari, bulan dan bintang, dan kalender-Nya,<br \/>\nyang memiliki hak untuk memberitahu umat-Nya kapan harus menyembah dan,<br \/>\nberdasarkan hak itu, menerima penyembahan itu.<\/p>\n<hr style=\"width: 33%\" align=\"left\">\n<p><font size=\"3\" face=\"Georgia\">Konten Terkait:<\/font><\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"\/view-video\/1540\/sejarah-kalender-julian.html\">Sejarah Kalender Julian<\/a> (Video)<\/li>\n<li><a href=\"\/yahuwahs-calendar\/batas-penanggalan-internasional-berubah-hari-sabat-tidak-berubah.html\">Batas Penanggalan Internasional Berubah: Hari Sabat Tidak Berubah?<\/a> (Artikel)\n<\/li>\n<\/ul>\n<hr style=\"width: 100%\">\n<p><sup>1<\/sup> Julius Caesar telah<br \/>\nterpilih sebagai Pontifex Maximus pada tahun 63 SM (James Evans,<br \/>\n&#8220;Calendars and Time Reckoning,&#8221;<em>The History and Practice of Ancient Astronomy<\/em>, Oxford University Press, 1998, hal. 165.)<\/p>\n<p><sup>2<\/sup> &#8220;Pontifex<br \/>\nMaximus&#8221; sekarang telah menjadi gelar khusus bagi Paus. Hal ini sangat<br \/>\ntepat karena kalender Gregorian sekarang telah digunakan baik oleh orang kafir<br \/>\nmaupun paus, yang telah ditetapkan dari kalender Julian kafir dan telah<br \/>\ndimodifikasi oleh paus, dan dinamai, dengan nama paus.<\/p>\n<p><sup>3<\/sup> &#8220;The Julian<br \/>\nCalendar&#8221;, <em>Encyclopedia<br \/>\nBritannica.<\/em><\/p>\n<p><sup>4<\/sup> <em>s.d.a.<\/em>, penekanan<br \/>\nditambahkan.<\/p>\n<p><sup>5<\/sup> <em>Palazzo Massimo Alle Terme<\/em>, ed. Adriano La Regina, 1998.<\/p>\n<p><sup>6<\/sup> &#8220;Calendar,&#8221; Encyclopedia Britannica online.<\/p>\n<p><sup>7<\/sup> Caesar Augustus,<br \/>\nKaisar Romawi pertama, disebutkan dalam Alkitab. Pungutan pajaknya yang membuat<br \/>\nYusuf dan Maria pergi ke Betlehem pada waktu kelahiran Kristus. Lihat Lukas 2:<br \/>\n1.<\/p>\n<p><sup>8<\/sup> Tiberius menggantikan<br \/>\nAugustus sebagai kaisar pada tahun 14 M, pensiun pada tahun 35 M. (Historic<br \/>\nFigures, <a title=\"\" target=\"_blank\" href=\"http:\/\/www.BBC.co.uk\/history\">http:\/\/www.BBC.co.uk\/history<\/a>.)<\/p>\n<p><sup>9<\/sup> Mingguan tujuh hari<br \/>\nplanetari diadopsi ke dalam kalender Romawi kafir pada kemunculan sekte<br \/>\nMithras. (<em>Lihat Sunday<br \/>\nin Roman Paganism<\/em>, by R. L. Odom, Review &amp; Herald Publ. Assoc., 1945.) Para dewa planet telah menjadi bagian permanen<br \/>\ndari penanggalan Julian dan budaya Romawi kafir.<\/p>\n<p><sup>10 <\/sup>Untuk informasi lebih<br \/>\nlanjut mengenai bagaimana mingguan planetari asli diatur oleh tujuh dewa<br \/>\nplanet, <em>Lihat How Did Sunday Get<br \/>\nIt\u2019s Name?<\/em>, by R. L. Odom, di<br \/>\nwww.4angelspublications.com\/books.php. Hak Cipta tahun 1972, oleh Southern<br \/>\nPublishing Assoc., Digunakan dengan izin.<\/p>\n<p><sup>11<\/sup> J. Bosworth and T. N.<br \/>\nToller, Frig-d\u00e6g, <em>An<br \/>\nAnglo-Saxon Dictionary<\/em>, 1898, hal.337, made<br \/>\navailable by the Germanic Lexicon Project. Lihat juga &#8220;Friday&#8221; dalam <em>Webster\u2019s New Universal Unabridged Dictionary<\/em>, 2nd edition, 1983.<\/p>\n<p><sup>12<\/sup> Lihat R. L. Odom\u2019s<br \/>\n&#8220;<em>The Planetary Week in the<br \/>\nFirst Century A.D.&#8221;, Sunday Sacredness in Roman Paganism<\/em>, Review and Herald Publish Assoc., 1944.<\/p>\n<p><sup>13<\/sup> &#8220;Ketika Gregory<br \/>\nXIII mereformasi kalender, penyesuaian dibuat sedemikian rupa sehingga titik<br \/>\nbalik musim semi harus menempati posisi yang ditugaskan untuk itu dalam tabel<br \/>\nPaskah Easter, yaitu tanggal 21 Maret. Tanggal tabel ini&#8230; Dari sekitar abad<br \/>\nketiga. Hal yang penting adalah bahwa penyesuaian ini menempatkan titik balik<br \/>\nmusim semi pada tanggal yang murni<br \/>\nmengambang dan tidak selalu terkait dengan tanggal di<br \/>\nmana titik balik matahari jatuh ketika revisi kalender Julius Caesar<br \/>\ndibuat.&#8221; (Surat dari Dr. H. Spencer-Jones, Astronomer Royal, Royal<br \/>\nObservatory, Greenwich, London, Grace Amadon, tanggal 28 Desember 1938, Koleksi<br \/>\n154, Box 1, Folder 4, Center for Adventist Research, Andrews University, penekanan<br \/>\nditambahkan.<\/p>\n<p><sup>14<\/sup> Christopher Clavius, <em>Romani Calendarii A Gregorio XIII P.M. Restituti<br \/>\nExplicato<\/em>, hal. 54, sebagaimana dikutip dalam &#8220;<em>Report of Committee on Historical Basis, Involvement, and Validity of the October 22, 1844, Position<\/em>&#8220;, Part V, Sec. B,<br \/>\nhal. 18, Collection 154, Center for Adventist Research, Andrews University.<\/p>\n<p><sup>15<\/sup> <em>Astronomical Origin of Jewish Chronology<\/em>, Paris, 1913, hal. 651.<\/p>\n<p><sup>16 <\/sup>A. T. Jones, <em>The Two Republics<\/em>, A. B. Publishing, Inc., 1891, hal. 320-321.<\/p>\n<p><sup>17<\/sup> Memuliakan:<br \/>\n&#8220;memandang dengan rasa hormat yang mendalam dan rasa kagum, menganggap<br \/>\nkeramat&#8230;.&#8221; <em>Webster<br \/>\nNew Universal Unabridged Dictionary<\/em>, edisi ke-2, 1983.<\/p>\n<p><sup>18<\/sup> &#8220;Constantine,<br \/>\nKaisar Augustus, ke Helpidius: Pada hari matahari yang mulia membiarkan hakim<br \/>\ndan orang-orang yang berada di kota-kota beristirahat, dan membiarkan semua<br \/>\npemujaan ditutup. Namun di dalam negeri, orang-orang yang bergerak di bidang<br \/>\npertanian dapat dengan bebas dan sah melanjutkan kegiatan mereka; karena sering<br \/>\nterjadi bahwa hari yang lain tidak begitu cocok untuk menabur benih atau<br \/>\nmenanam-anggur, supaya jangan karena mengabaikan waktu yang tepat untuk<br \/>\nkegiatan seperti itu, karunia surga harus hilang&#8221;. P. Schaff\u2019s<br \/>\ntranslation, <em>History of the<br \/>\nChristian Church<\/em>, Vol. III, hal. 75.<\/p>\n<p><sup>19<\/sup> A. T. Jones, <em>The Two Republics<\/em>, A. B. Publishing, Inc., 1891, hal. 321, penekanan ditambahkan.<\/p>\n<p><sup>20<\/sup> Karl Josef von Hefele (1809-1893), adalah<br \/>\notoritas kredibel pada pilihan kata asli yang digunakan di Konsili Laodikia.<br \/>\nSeorang sarjana Jerman, teolog dan profesor sejarah Gereja, dididik di Bingen<br \/>\nUniversity, dan kemudian menjadi uskup di Rottenburg, ia memiliki akses ke<br \/>\narsip dan dokumen asli Vatikan.<\/p>\n<p><sup>21<\/sup> Lihat Matius 22:21.<\/p>\n","protected":false},"featured_media":214832,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":[],"class_list":["post-108252","wlc-article","type-wlc-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","wlc-article-category-kalender-yahs","wlc-content-directory-the-fallacy-of-a-continuous-weekly-cycle"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Siklus Mingguan Tidak Terputus Terbukti Salah - Worlds Last Chance<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/continuous-weekly-cycle-proven-false\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Siklus Mingguan Tidak Terputus Terbukti Salah - Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pemelihara Sabat moderen bersikeras bahwa hari Sabtu adalah hari Sabat yang Alkitabiah karena mereka percaya bahwa mingguan tujuh hari telah bersiklus terus menerus dan tanpa terputus sejak dari masa Penciptaan. Salah satu alasan yang mendasari keyakinan ini adalah kenyataan bahwa ketika kalender Julian berubah menjadi kalender Gregorian pada tahun 1582, tidak ada hari dalam satu [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/continuous-weekly-cycle-proven-false\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-20T14:51:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/continuous-weekly-cycle-proven-false-poster-bahasa.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"250\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"159\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"13 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/continuous-weekly-cycle-proven-false\/\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/continuous-weekly-cycle-proven-false\/\",\"name\":\"Siklus Mingguan Tidak Terputus Terbukti Salah - Worlds Last Chance\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/continuous-weekly-cycle-proven-false\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/continuous-weekly-cycle-proven-false\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/continuous-weekly-cycle-proven-false-poster-bahasa.jpg\",\"datePublished\":\"2012-12-03T12:13:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-20T14:51:49+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/continuous-weekly-cycle-proven-false\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/continuous-weekly-cycle-proven-false\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/continuous-weekly-cycle-proven-false\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/continuous-weekly-cycle-proven-false-poster-bahasa.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/continuous-weekly-cycle-proven-false-poster-bahasa.jpg\",\"width\":250,\"height\":159},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/continuous-weekly-cycle-proven-false\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Articles\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Siklus Mingguan Tidak Terputus Terbukti Salah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/\",\"name\":\"Worlds Last Chance\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Siklus Mingguan Tidak Terputus Terbukti Salah - Worlds Last Chance","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/continuous-weekly-cycle-proven-false\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Siklus Mingguan Tidak Terputus Terbukti Salah - Worlds Last Chance","og_description":"Pemelihara Sabat moderen bersikeras bahwa hari Sabtu adalah hari Sabat yang Alkitabiah karena mereka percaya bahwa mingguan tujuh hari telah bersiklus terus menerus dan tanpa terputus sejak dari masa Penciptaan. Salah satu alasan yang mendasari keyakinan ini adalah kenyataan bahwa ketika kalender Julian berubah menjadi kalender Gregorian pada tahun 1582, tidak ada hari dalam satu [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/continuous-weekly-cycle-proven-false\/","og_site_name":"Worlds Last Chance","article_modified_time":"2025-08-20T14:51:49+00:00","og_image":[{"width":250,"height":159,"url":"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/continuous-weekly-cycle-proven-false-poster-bahasa.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"13 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/continuous-weekly-cycle-proven-false\/","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/continuous-weekly-cycle-proven-false\/","name":"Siklus Mingguan Tidak Terputus Terbukti Salah - Worlds Last Chance","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/continuous-weekly-cycle-proven-false\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/continuous-weekly-cycle-proven-false\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/continuous-weekly-cycle-proven-false-poster-bahasa.jpg","datePublished":"2012-12-03T12:13:00+00:00","dateModified":"2025-08-20T14:51:49+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/continuous-weekly-cycle-proven-false\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/continuous-weekly-cycle-proven-false\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/continuous-weekly-cycle-proven-false\/#primaryimage","url":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/continuous-weekly-cycle-proven-false-poster-bahasa.jpg","contentUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/continuous-weekly-cycle-proven-false-poster-bahasa.jpg","width":250,"height":159},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/yah-s-calendar\/continuous-weekly-cycle-proven-false\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Articles","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Siklus Mingguan Tidak Terputus Terbukti Salah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/","name":"Worlds Last Chance","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article\/108252","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/wlc-article"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108252"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/214832"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108252"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}