{"id":108237,"date":"2009-06-14T12:09:48","date_gmt":"2009-06-14T12:09:48","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/wlc-article\/migrating-spritualisme-dan-upah-orang-orang-kudus\/"},"modified":"2025-08-20T14:40:10","modified_gmt":"2025-08-20T14:40:10","slug":"spritualisme-dan-upah-orang-orang-kudus","status":"publish","type":"wlc-article","link":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/articles\/makna-doktrin\/spritualisme-dan-upah-orang-orang-kudus\/","title":{"rendered":"Spritualisme dan Upah Orang-orang Kudus"},"content":{"rendered":"<h2><strong>1. Kebohongan <\/strong><strong>Utama<\/strong><\/h2>\n<p>Di dalam Kitab<br \/>\nKejadian 2:9 kita membaca <font color=\"#ff0000\">\u201cLalu Yahuwah Elohim<br \/>\nmenumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk<br \/>\ndimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon<br \/>\npengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.\u201d<\/font> Ada banyak alasan untuk<br \/>\npercaya bahwa ayat tersebut ingin menjelaskan dua kenyataan, makna pohon-pohon<br \/>\nyang sebenarnya, keduanya sama-sama memiliki buah yang dapat dipetik dan<br \/>\ndimakan. Namun nama-nama dari pohon-ohon tersebut mengungkapkan kenyataan yang<br \/>\nlain.<\/p>\n<p>Pohon kehidupan<br \/>\nsangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Tanpa memakan buah dari pohon<br \/>\nini secara terus-menerus, tubuh manusia akan mulai kehilangan vitalitasnya dan<br \/>\nmati. Hal ini diungkapkan dalam Kitab Kejadian 3:22. <font color=\"#ff0000\">\u201cBerfirmanlah<br \/>\nYahuwah Elohim, Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari<br \/>\nKita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia<br \/>\nmengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan<br \/>\nmemakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya&#8230;\u201d<\/font> Memakan buah dari<br \/>\npohon kehidupan akan memberikan kekekalan, kekuatan untuk dapat hidup<br \/>\nselama-lamanya. Tetapi tanpa buah dari pohon kehidupan, seorang manusia adalah<br \/>\nmakhluk yang fana, dapat mati kapan saja. Ayat ini memberitahukan sesuatu<br \/>\ntentang pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat. Dengan memakan buah dari<br \/>\npohon tersebut, seorang manusia akan mampu membedakan bagi dirinya sendiri<br \/>\nantara yang baik dan yang jahat.<\/p>\n<p>Namun, memakan<br \/>\nbuah dari pohon-pohon tersebut adalah sesuatu yang saling terpisah. Seseorang<br \/>\ntidak dapat memakan keduanya. Seseorang<br \/>\nharus memilih salah satu diantara pohon-pohon tersebut. Dengan memakan salah<br \/>\nsatu yang menunjukkan perwujudan bahwa kehidupan bergantung pada pemeliharaan Yahuwah<br \/>\nyang berkesinambungan. Dan memakan dari yang lain menunjukkan hasrat untuk<br \/>\nmembebaskan diri dari Yahuwah dan keinginan untuk menentukan yang benar dan<br \/>\nyang salah atas kepentingan manusia sendiri tanpa mengacu pada kehendak ilahi. Itulah<br \/>\nsebabnya pohon-pohon tersebut saling terpisah. Seseorang tidak dapat menjadi<br \/>\nbergantung pada Yahuwah dan secara sengaja terbebas dari-Nya.<\/p>\n<p>Meskipun kita<br \/>\ntidak lagi diperhadapkan dengan kemungkinan memakan buah dari salah satu<br \/>\npohon-pohon tersebut yang ada dalam taman, kita masih diperhadapkan dengan pola<br \/>\npikir keduanya. Kita dapat menyadari ketergantungan total kita pada Yahuwah untuk<br \/>\nhidup, pengetahuan tentang yang benar dan yang salah, penyelamatan dan<br \/>\npenebusan. Atau kita dapat mengaku abadi secara independen, memiliki hak untuk<br \/>\nmenentukan yang benar dan yang salah untuk diri kita sendiri, dan memperoleh<br \/>\nkeselamatan dan penebusan dengan usaha-usaha kita sendiri. Aneh atau tidak, ketritunggalan<br \/>\ndari sikap-sikap ini yang berada dalam kedua alternatif selalu tampak saling<br \/>\nbergantung.<\/p>\n<p>Ketika si<br \/>\npenggoda menghadapi Adam dan Hawa, ia berkata kepada keduanya <font color=\"#ff0000\">\u201cSekali-kali kamu tidak akan mati.\u201d<\/font> Kejadian 3:4. Kebohongannya<br \/>\nadalah di dalam pertentangan terhadap kenyataan yang tak dapat diubah bahwa<br \/>\nseseorang tidak dapat menjadi bergantung pada Yahuwah untuk hidup dan di saat<br \/>\nyang sama secara sengaja menolak penetapan Yahuwah tentang yang benar dan yang<br \/>\nsalah untuk hidup kita. Jika kita memilih untuk bebas, kita memilih kematian. Tetapi<br \/>\nkebohongan tersebut kembali. Kita ingin percaya bahwa kita dapat menjadi kekal<br \/>\ndan bebas dari Yahuwah.<\/p>\n<p>Dengan niat<br \/>\njahat yang berjaya, hati manusia bersukacita menyadari bahwa memakan buah  dari pengetahuan yang baik dan yang jahat<br \/>\ntidak segera menyebabkan manusia masuk ke dalam kuburan. Pada hari itu,<br \/>\nhubungan penting ke sumber kekekalan diputus. Namun tubuh tetap hidup, perlahan<br \/>\ndan tanpa disadari tenggelam ke dalam keheningan dan pemutusan. Pemberontakan<br \/>\nmanusia membutakan mata dari kesadaran bahwa tangan dingin kematian telah<br \/>\nmencengkeram tenggorokan dimana gigitan buah dari pohon tersebut masih<br \/>\nditemukan. Tetapi meskipun tubuh diletakkan di dalam kubur, kebohongan terus<br \/>\nberlanjut. Sekali-kali kamu tidak akan mati. Keinginan sesat dengan mempercayai<br \/>\nsebuah kebohongan menyebabkan pikiran manusia melekat melampaui semua bukti dari<br \/>\npengertian-pengertian bahwa ada jiwa manusia yang tak terlihat yang dapat<br \/>\nbertahan dari maut dan kubur dan tetap hidup dan pasti hidup kekal. Kebohongan<br \/>\nini berdasar dari semua kepercayaan-kepercayaan palsu dan harapan-harapan palsu.<\/p>\n<p>Dasar dari iman<br \/>\nyang sejati adalah di dalam Sepuluh Perintah. Iman yang palsu akan menolak<br \/>\nsalah satu atau lebih dari Perintah tersebut. Hal ini secara tidak langsung mengatakan bahwa<br \/>\nYahuwah itu lebih dari satu. Sehingga<br \/>\nmemunculkan trinitarianisme dan kemusyrikan di dalam segala bentuk baik kotor<br \/>\nmaupun menarik. Iman palsu secara<br \/>\ntidak langsung mengatakan bahwa Sabat tidak perlu<br \/>\nditaati, atau bahwa ada kalanya kita harus sengaja menghilangkan nyawa orang<br \/>\nlain. Setidaknya, menghilangkan nyawa manusia bukanlah sesuatu yang sangat serius, karena<br \/>\nmanusia tidak benar-benar mati, terjadi pembenaran. Iman palsu selalu membuka<br \/>\npeluang bagi pelanggaran hukum dan kekerasan. Tetapi dibalik semua itu adalah<br \/>\nkebohongan \u201cSekali-kali kamu tidak akan mati.\u201d <\/p>\n<h2><strong>2. Apa yang Dimaksud<br \/>\ndengan Jiwa?<\/strong><\/h2>\n<p>Alkitab<br \/>\nmenjelaskan tentang jiwa yang hidup dari sejak awal. Kebohongan utama, bahwa manusia tidak<br \/>\nbenar-benar mati saat mereka meninggal dunia adalah sangat lazim, oleh karena<br \/>\nitu Yahuwah telah memutuskan untuk memberitahukan kepada kita kebenaran<br \/>\ntersebut secara langsung tentang jiwa dari sejak awal, sehingga kita tidak<br \/>\nperlu  tertipu. Kejadian 2:7 berkata: <font color=\"#ff0000\">\u201cKetika itulah Yahuwah Elohim membentuk manusia itu <em>dari<\/em> debu  tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam<br \/>\nhidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.\u201d<\/font><\/p>\n<p>Dari ayat ini<br \/>\nkita dapat melihat bahwa jiwa yang hidup adalah tercipta dari manusia yang<br \/>\ndibentuk dari debu tanah. Tubuh adalah bagian dari jiwa, tidak ada jiwa tanpa<br \/>\ntubuh. Jiwa bukanlah sesuatu yang abstrak dan abadi secara alami, jiwa akan<br \/>\nmeninggalkan tubuh saat manusia meninggal. Jiwa adalah tubuh itu sendiri yang<br \/>\ntelah diberi nafas hidup. Ketika nafas hidup yaitu roh yang berasal dari Yahuwah<br \/>\nmeninggalkan tubuh, jiwa yang hidup tidak ada lagi. Tubuh kembali menjadi debu<br \/>\nsebagaimana awal tubuh diciptakan, dan nafas hidup atau roh kembali kepada Yahuwah<br \/>\nyang mengaruniakannya. Seperti yang dikatakan di dalam Kitab Pengkhotbah 12:7 :<font color=\"#ff0000\">\u201cDan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh<br \/>\nkembali kepada Elohim yang mengaruniakannya.\u201d<\/font><\/p>\n<p>Mengingat fakta<br \/>\nbahwa sangat banyak orang telah percaya kebohongan utama itu, muncul dalam benak bahwa<br \/>\nroh adalah sesuatu yang sadar dan hidup yang dapat bertahan dari kematian dan<br \/>\nmembawa kenangan-kenangan serta kepribadian bersamanya kembali kepada Yahuwah.<br \/>\nNamun tidaklah seperti itu. Alkitab dengan jelas menunjukkan bahwa tidak ada<br \/>\nkesadaran dan tidak ada kenangan dalam kematian. Pengkhotbah 9:5,6 mengatakan:<br \/>\n\u201cKarena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang<br \/>\nmati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada<br \/>\nmereka sudah lenyap. Baik kasih mereka, maupun kebencian dan kecemburuan mereka sudah<br \/>\nlama hilang, dan untuk selama-lamanya tak ada lagi bahagian mereka dalam segala<br \/>\nsesuatu yang terjadi di bawah matahari.\u201d<\/p>\n<p>Peristiwa<br \/>\nkematian dibandingkan dengan pengalaman tidur, dan <a href=\"\/biblical-christian-beliefs\/mengapa-hanya-yahuwah-dan-yahushua.html\">Yahushua<\/a><br \/>\nmenyebut ini berkali-kali. Seperti contoh dalam Yohanes 11:11, Dia berkata: <font color=\"#ff0000\">\u201cDemikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada<br \/>\nmereka: Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk<br \/>\nmembangunkan dia dari tidurnya.\u201d<\/font><\/p>\n<p>Dari ayat-ayat<br \/>\nini kita tahu bahwa jiwa dapat terlihat dan jasmaniah. Jiwa ada ketika nafas<br \/>\nhidup bersatu dengan tubuh. Jiwa tidak ada ketika nafas hidup terpisah dari<br \/>\ntubuh. Tak ada kesadaran di dalam kematian. <\/p>\n<h2><strong>3. Komunikasi dengan<br \/>\nOrang Mati<\/strong><\/h2>\n<p>Banyak orang<br \/>\npercaya bahwa orang mati adalah roh-roh tanpa tubuh yang dapat berkomunikasi<br \/>\ndengan orang yang hidup. Tetapi apa yang kita pelajari dari Alkitab tentang<br \/>\njiwa dan keadaan dari kematian, jelas bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang<br \/>\nmustahil. Namun, ribuan orang telah mengalami berkomunikasi dengan apa yang<br \/>\nmereka pikir sebagai roh-roh dari orang-orang terkasih atau tokoh-tokoh sejarah.<\/p>\n<p>Bahkan ada<br \/>\nbeberapa contoh penipuan seperti itu di dalam Alkitab. Yang paling terkenal<br \/>\nadalah kisah Raja Saul, yang mendatangi penyihir perempuan pemanggil arwah. Dia<br \/>\nmelihat sesosok bangkit dari kubur dan berbicara kepadanya dan meramalkan<br \/>\najalnya. Kisah tersebut dimulai demikan dalam 1 Samuel 28:7. <font color=\"#ff0000\">\u201cLalu berkatalah Saul kepada para pegawainya: \u201cCarilah bagiku<br \/>\nseorang perempuan yang sanggup memanggil arwah; maka aku hendak pergi kepadanya<br \/>\ndan meminta petunjuk kepadanya. \u201cPara pegawainya menjawab dia: \u201cDi En-Dor ada<br \/>\nseorang perempuan yang sanggup memanggil arwah.\u201d <\/font><\/p>\n<h2><strong>4. Apa yang Dimaksud<br \/>\ndengan Roh Peramal?<\/strong><\/h2>\n<p>Kata-kata Saul dan<br \/>\npara pegawainya mengungkapkan bahwa mereka mengetahui bahwa Samuel tidak<br \/>\nbenar-benar muncul. Mereka tidak mengharapkan Samuel yang sebenarnya, tetapi <strong>roh peramal<\/strong>. Apa yang dimaksud dengan<br \/>\nroh peramal? Injil Matius memberitahukan kepada kita secara langsung, bahwa<br \/>\nroh-roh tersebut adalah para iblis. \u201cMenjelang malam dibawalah kepada Yahushua<br \/>\nbanyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yahushua mengusir<br \/>\nroh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit:&#8230;\u201d<\/p>\n<p>Tetapi sekalipun<br \/>\nroh-roh itu adalah roh-roh orang mati, yang padahal bukan, Alkitab dengan tegas<br \/>\nmengecam orang yang melakukan komunikasi dengan mereka.<\/p>\n<p><font color=\"#ff0000\">Janganlah<br \/>\nkamu berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal; janganlah kamu mencari<br \/>\nmereka dan dengan demikian menjadi najis karena mereka; Akulah Yahuwah Eloahmu.<\/font><br \/>\n(Imamat 19:31)<\/p>\n<p><font color=\"#ff0000\">Orang<br \/>\nyang berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal, yakni yang berzinah<br \/>\ndengan bertanya kepada mereka, Aku sendiri akan menentang orang itu dan<br \/>\nmelenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya.<\/font><br \/>\n(Imamat 20:6)<\/p>\n<p><font color=\"#ff0000\">Di<br \/>\nantara kamu janganlah didapati seorang pun yang mempersembahkan anaknya<br \/>\nlaki-laki atau anaknya perempuan sebagai korban dalam api, ataupun seorang<br \/>\nmenjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir, seorang<br \/>\npemantera, ataupun seorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal<br \/>\natau yang meminta petunjuk kepada orang-orang mati.<\/font>(Ulangan 18:10-11)<\/p>\n<p><font color=\"#ff0000\">Bahkan,<br \/>\nia mempersembahkan anaknya sebagai korban dalam api, melakukan ramal dan<br \/>\ntelaah, dan menghubungi para pemanggil arwah dan para pemanggil roh peramal ia<br \/>\nmelakukan banyak yang jahat di mata Yahuwah, sehingga ia menimbulkan sakit<br \/>\nhati-Nya.<\/font> (2 Raja-raja 21:6)<\/p>\n<p><font color=\"#ff0000\">Para<br \/>\npemanggil arwah, dan para pemanggil roh peramal, juga terafim, berhala-berhala<br \/>\ndan segala dewa kejijikan yang terlihat di tanah Yehuda dan di Yerusalem,<br \/>\ndihapuskan oleh Yosia dengan maksud menepati perkatan Taurat yang tertulis<br \/>\ndalam kitab yang telah didapati oleh imam Hilkia di rumah Yahuwah.<\/font><br \/>\n(2 Raja-raja 23:24)<\/p>\n<p><font color=\"#ff0000\">Dan<br \/>\napabila orang berkata kepada kamu: \u201cMintalah petunjuk kepada arwah dan roh-roh<br \/>\nperamal yang berbisik-bisik dan komat-kamit,\u201d maka<br \/>\njawablah : \u201cBukankah suatu bangsa patut meminta petunjuk kepada Eloah mereka?<br \/>\nAtau haruskah mereka meminta petunjuk kepada orang-orang mati bagi orang-orang<br \/>\nhidup?<\/font> (Yesaya 8:19)<\/p>\n<p><font color=\"#ff0000\">Semangat<br \/>\norang Mesir menjadi hilang, dan rancangannya akan Kukacaukan; maka mereka akan<br \/>\nmeminta petunjuk kepada berhala-berhala dan kepada tukang-tukang jampi, kepada<br \/>\narwah dan kepada roh-roh peramal.<\/font> (Yesaya 19:3)<\/p>\n<p><font color=\"#ff0000\">Dan<br \/>\naku melihat dari mulut naga dan dari mulut binatang dan dari mulut nabi palsu<br \/>\nitu keluar tiga roh najis yang menyerupai katak. Itulah roh-roh setan yang<br \/>\nmengadakan perbuatan-perbuatan ajaib, dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di<br \/>\nseluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, yaitu<br \/>\nhari Yahuwah Yang Mahakuasa.<\/font> (Wahyu 16:13-14)<\/p>\n<p>Semua<br \/>\nperingatan-peringatan ini harusnya cukup untuk membuat orang-orang tidak berkonsultasi dengan<br \/>\norang mati. Upaya-upaya tersebut menghasilkan sesuatu yang sia-sia, atau<br \/>\nupaya-upaya itu membuka jalan bagi roh-roh jahat untuk masuk dan merayu dan<br \/>\nmenipu.<\/p>\n<p>Keyakinan bahwa<br \/>\njiwa adalah sesuatu yang abadi, abstrak, wujud yang sadar adalah kebohongan<br \/>\nyang membuka peluang untuk penipuan-penipuan Setan. Setan melakukan penipuan<br \/>\ntersebut di dalam semua tradisi-tradisi keagamaan yang terkenal. Umat Muslim, umat<br \/>\nKristen, orang-orang Yahudi dan para penyembah berhala semuanya mempercayai<br \/>\nkebohongan utama itu.<br \/>\nDengan demikian mereka menjadi rentan terhadap penipuan. Iblis-iblis yang<br \/>\nmenyamar sebagai perawan Maria yang diberkati itu telah tampak semakin sering<br \/>\nsebagai Iblis-iblis yang jahat mempercepat misi penipuan mereka. Karya<br \/>\nspiritualisme Setan yang terbesar adalah penyamaran terhadap Yahushua sendiri. Kita<br \/>\nseharusnya tidak menerima klaim-klaim kebangkitan dan mujizat yang dibuat Iblis.<br \/>\nAda satu tes yang jelas untuk mengungkapkan apakah sosok tersebut asli atau<br \/>\ntidak: yaitu orang-orang yang memproklamirkan perintah-perintah Yahuwah, Sepuluh<br \/>\nPerintah adalah benar. Mereka yang menyangkal salah satu atau lebih dari<br \/>\nperintah tersebut adalah palsu.<\/p>\n<p>Tujuan dari<br \/>\nmenyamar sebagai orang mati untuk Iblis adalah untuk menuntun manusia kedalam<br \/>\nketidaktaatan. Mereka yang percaya di dalam jiwa yang abadi akan dituntun ke<br \/>\ndalam kebinasaan oleh tipu muslihat Setan. <\/p>\n<h2><strong>5. Sumber Kehidupan<\/strong><\/h2>\n<p>Hanya<br \/>\nYahuwah<br \/>\nyang kekal menurut Alkitab.<br \/>\nTetapi Dia telah menebus manusia dari kematian yang telah masuk ke dalam dunia<br \/>\nmelalui kepercayaan pada kebohongan utama.<br \/>\nHidup kekal tersedia melalui Yahushua.<\/p>\n<p><font color=\"#ff0000\">Barangsiapa<br \/>\npercaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat<br \/>\nkepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Yahuwah tetap ada di<br \/>\natasnya. <\/font>(Yohanes 3:36)<\/p>\n<p><font color=\"#ff0000\">Bekerjalah,<br \/>\nbukan untuk makanan yang dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan<br \/>\nsampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu;<br \/>\nsebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Yahuwah, dengan materai-Nya.<\/font><br \/>\n(Yohanes 6:27)<\/p>\n<p><font color=\"#ff0000\">Tetapi<br \/>\nsemua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa<br \/>\nYahushualah Mesias, Anak Yahuwah; dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup<br \/>\ndalam nama-Nya. <\/font>(Yohanes 20:31)<\/p>\n<p><font color=\"#ff0000\">Namun<br \/>\naku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang<br \/>\nhidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah<br \/>\nhidup oleh iman dalam Anak Yahuwah, yang telah mengasihi aku, dan menyerahkan<br \/>\ndiri-Nya untuk aku.<\/font> (Galatia 2:20)<\/p>\n<p><font color=\"#ff0000\">Barangsiapa<br \/>\nmemiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak<br \/>\nmemiliki hidup.<\/font> (1 Yohanes 5:12)<\/p>\n<p><font color=\"#ff0000\">Semuanya<br \/>\nitu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Yahuwah,<br \/>\ntahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.<\/font><br \/>\n(1 Yohanes 5:13)<\/p>\n<p><font color=\"#ff0000\">Akan<br \/>\ntetapi kita tahu, bahwa Anak Yahuwah telah datang dan telah mengaruniakan<br \/>\npengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam<br \/>\nYang Benar, di dalam Anak-Nya Yahushua yang diurapi. Dialah Eloah yang sejati, dan hidup yang kekal. <\/font>(1Yohanes 5:20)<\/p>\n<p>Meskipun hidup<br \/>\nyang kekal telah diberikan kepada mereka yang memiliki iman di dalam Yahushua, kita<br \/>\nmasih melihat orang-orang di sekitar kita mati. Jika kita<br \/>\ntidak<br \/>\nditentukan untuk tetap hidup dan melihat<br \/>\nmunculnya Kristus saat kedatangan-Nya yang kedua, kita juga akan mati. Jadi<br \/>\nbagaimanakah mereka yang memilii iman di dalam Kristus masuk ke dalam hidup<br \/>\nyang kekal dalam praktek dan kenyataan? <\/p>\n<h2><strong>6. Kebangkitan<\/strong><strong> <\/strong><\/h2>\n<p>Kematian<br \/>\nmengakibatkan lenyapnya jiwa yang hidup. Yang tersisa adalah debu dari tanah<br \/>\nyang terpisah dari nafas hidup. Tidak ada kesadaran, juga kenangan. Tetapi itu<br \/>\nbukanlah akhir dari hal ini.<\/p>\n<p><font color=\"#ff0000\">Karena<br \/>\njikalau kita percaya, bahwa Yahushua telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya<br \/>\njuga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yahushua akan dikumpulkan Yahuwah<br \/>\nbersama-sama dengan Dia. Ini kami katakan kepadamu  dengan firman-Nya: kita yang<br \/>\nhidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Yahushua, sekali-kali tidak akan<br \/>\nmendahului mereka yang telah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberi yaitu<br \/>\npada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Yahuwah<br \/>\nberbunyi, maka Yahushua sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus<br \/>\nakan lebih dahulu bangkit. Sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal,<br \/>\nakan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Dia<br \/>\ndiangkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Yahushua.<\/font> (1Tesalonika 4:14-17)<\/p>\n<p>Dari perikop ini<br \/>\nkita memahami bahwa mereka yang memiliki iman di dalam Kristus, jika mereka<br \/>\ntelah meninggal, akan dibangkitkan pada saat kedatangan-Nya yang kedua. Mereka<br \/>\nakan dibangkitkan untuk masuk ke dalam hidup yang kekal. Saat ini, hanya mereka<br \/>\nyang diberikan hidup yang kekal yang<br \/>\nberoleh keuntungan dari kebangkitan Kristus yang akan<br \/>\nmasuk ke dalam hidup.<\/p>\n<p>Setelah masa seribu tahun, orang-orang<br \/>\njahat juga akan dibangkitkan untuk menghadapi hukuman atas kejahatan mereka, yaitu<br \/>\nkematian yang kekal. Hal ini dijelaskan dalam Wahyu 20:11-15.<\/p>\n<p><font color=\"#ff0000\">Lalu<br \/>\naku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di di atasnya.<br \/>\nDari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya.<br \/>\nDan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu.<br \/>\nLalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab<br \/>\nkehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan<br \/>\napa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. Maka laut menyerahkan<br \/>\norang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan<br \/>\norang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing<br \/>\nmenurut perbuatannya. Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam<br \/>\nlautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. Dan setiap orang yang tidak<br \/>\nditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke<br \/>\ndalam lautan api itu.<\/font> (Wahyu 20:11-15) <\/p>\n<h2><strong>7. Rangkuman<\/strong><\/h2>\n<ul>\n<li>Jiwa<br \/>\nyang hidup tercipta dari tubuh dan nafas hidup.<\/li>\n<li>Jiwa<br \/>\nlenyap pada saat kematian, ketika tubuh kembali ke debu tanah dan roh kembali kepada<br \/>\nYahuwah.<\/li>\n<li>Tidak<br \/>\nada kesadaran atau kenangan di dalam kematian, namun hanya tidur.<\/li>\n<li>Orang<br \/>\nmati tidak dapat berkomunikasi dengan orang hidup.<\/li>\n<li>Roh-roh<br \/>\nyang mengaku sebagai orang mati yang berkomunikasi dengan orang hidup adalah<br \/>\npenyesatan Iblis yang berniat menghancurkan manusia.<\/li>\n<li>Roh-roh<br \/>\njahat yang menyamar sebagai orang-orang mati telah menipu semua tradisi-tradisi<br \/>\nkeagamaan yang terkenal, Kristen, Muslim, Yahudi, dan juga penyembah berhala.<\/li>\n<li>Hidup<br \/>\nyang kekal hanya milik orang-orang yang kepadanya<br \/>\nKristus<br \/>\nmemberikannya.<\/li>\n<li>Mereka<br \/>\nyang menerima hidup yang kekal akan dibangkitkan untuk kekekalan pada saat<br \/>\nkedatangan Kristus yang kedua kali.<\/li>\n<li>Orang<br \/>\nmati yang jahat akan dibangkitkan seribu tahun kemudian dalam waktu yang<br \/>\nsingkat menerima hukuman mereka dengan api dan kematian yang kekal.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<hr style=\"width: 33%\" align=\"left\" \/>\n<p><font face=\"Georgia\" size=\"3\">Video<br \/>\nTerkait:<\/font><\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"\/view-video\/602\/beristirahat-dalam-damai.html\">Beristirahat Dalam Damai<\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"featured_media":214753,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":[],"class_list":["post-108237","wlc-article","type-wlc-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","wlc-article-category-makna-doktrin","wlc-content-directory-state-of-the-dead"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Spritualisme dan Upah Orang-orang Kudus - Worlds Last Chance<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/spiritualism-and-the-reward-of-the-saints\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Spritualisme dan Upah Orang-orang Kudus - Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"1. Kebohongan Utama Di dalam Kitab Kejadian 2:9 kita membaca \u201cLalu Yahuwah Elohim menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.\u201d Ada banyak alasan untuk percaya bahwa ayat tersebut ingin menjelaskan dua kenyataan, makna [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/spiritualism-and-the-reward-of-the-saints\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-20T14:40:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/spiritualism-reward-of-saints-bahasa.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"250\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"159\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"13 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/spiritualism-and-the-reward-of-the-saints\/\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/spiritualism-and-the-reward-of-the-saints\/\",\"name\":\"Spritualisme dan Upah Orang-orang Kudus - Worlds Last Chance\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/spiritualism-and-the-reward-of-the-saints\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/spiritualism-and-the-reward-of-the-saints\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/spiritualism-reward-of-saints-bahasa.jpg\",\"datePublished\":\"2009-06-14T12:09:48+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-20T14:40:10+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/spiritualism-and-the-reward-of-the-saints\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/spiritualism-and-the-reward-of-the-saints\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/spiritualism-and-the-reward-of-the-saints\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/spiritualism-reward-of-saints-bahasa.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/spiritualism-reward-of-saints-bahasa.jpg\",\"width\":250,\"height\":159},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/spiritualism-and-the-reward-of-the-saints\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Articles\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Spritualisme dan Upah Orang-orang Kudus\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/\",\"name\":\"Worlds Last Chance\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Spritualisme dan Upah Orang-orang Kudus - Worlds Last Chance","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/spiritualism-and-the-reward-of-the-saints\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Spritualisme dan Upah Orang-orang Kudus - Worlds Last Chance","og_description":"1. Kebohongan Utama Di dalam Kitab Kejadian 2:9 kita membaca \u201cLalu Yahuwah Elohim menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.\u201d Ada banyak alasan untuk percaya bahwa ayat tersebut ingin menjelaskan dua kenyataan, makna [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/spiritualism-and-the-reward-of-the-saints\/","og_site_name":"Worlds Last Chance","article_modified_time":"2025-08-20T14:40:10+00:00","og_image":[{"width":250,"height":159,"url":"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/spiritualism-reward-of-saints-bahasa.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"13 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/spiritualism-and-the-reward-of-the-saints\/","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/spiritualism-and-the-reward-of-the-saints\/","name":"Spritualisme dan Upah Orang-orang Kudus - Worlds Last Chance","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/spiritualism-and-the-reward-of-the-saints\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/spiritualism-and-the-reward-of-the-saints\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/spiritualism-reward-of-saints-bahasa.jpg","datePublished":"2009-06-14T12:09:48+00:00","dateModified":"2025-08-20T14:40:10+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/spiritualism-and-the-reward-of-the-saints\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/spiritualism-and-the-reward-of-the-saints\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/spiritualism-and-the-reward-of-the-saints\/#primaryimage","url":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/spiritualism-reward-of-saints-bahasa.jpg","contentUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/spiritualism-reward-of-saints-bahasa.jpg","width":250,"height":159},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/winds-of-doctrine\/spiritualism-and-the-reward-of-the-saints\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Articles","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Spritualisme dan Upah Orang-orang Kudus"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/","name":"Worlds Last Chance","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article\/108237","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/wlc-article"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108237"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/214753"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108237"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}