{"id":108226,"date":"2009-02-09T04:19:14","date_gmt":"2009-02-09T04:19:14","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/wlc-article\/migrating-gereja-gereja-murtad-mengenali-lawan-yang-telah-jatuh-dari-gereja-sejati\/"},"modified":"2025-08-20T14:31:00","modified_gmt":"2025-08-20T14:31:00","slug":"gereja-gereja-murtad-mengenali-lawan-yang-telah-jatuh-dari-gereja-sejati","status":"publish","type":"wlc-article","link":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/articles\/nubuatan-akhir-jaman\/gereja-gereja-murtad-mengenali-lawan-yang-telah-jatuh-dari-gereja-sejati\/","title":{"rendered":"Gereja-gereja Murtad! Mengenali Lawan Yang Telah Jatuh Dari Gereja Sejati"},"content":{"rendered":"<h2>Mencari Gereja yang Sejati&#8230;<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Churche murtad\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-left: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/church-01.jpg\" align=\"right\" height=\"335\" width=\"256\">Kini,<br \/>\nada ribuan gereja di dunia, semuanya mengaku telah sesuai dengan agama Yahuwah yang<br \/>\nsebenarnya. Beberapa dari gereja ini mengakui bahwa hanya mereka gereja yang<br \/>\nsejati dan yang lain bukan, dan semua yang tidak sesuai dengan mereka tidak<br \/>\nakan selamat. Tampaknya itu akan menjadi suatu tugas yang sulit dan mustahil<br \/>\nuntuk mengenali, jika bisa, gereja Yahuwah  yang<br \/>\nsejati.<\/p>\n<p>Diperlukan<br \/>\npembelajaran berbulan-bulan untuk dapat menilai dengan baik satu dari banyaknya<br \/>\ndenominasi yang ada ini. Bahkan saat itu telah selesai dilakukan, pertanyaan<br \/>\nmengenai apakah penilaian tersebut telah berdasar pada dasar yang kuat masih<br \/>\nmenjadi masalah. Seorang pencari kebenaran yang berpengalaman tahu betul bahwa<br \/>\npada waktu tertentu kriteria-kriterianya dapat menguntungkan satu denominasi<br \/>\ndan diwaktu yang lain akan menguntungkan denominasi lainya. Sehinga investigasi<br \/>\nyang dilakukan sendiri tidak dapat memberikan jawaban yang pasti.<\/p>\n<p>Alkitab<br \/>\ndapat menjadi ukuran yang objektif dan adil untuk digunakan menilai seberapa<br \/>\nbaik apa yang gereja-gereja telah lakukan. Tetapi dalam pelaksanaannya, kita<br \/>\nmerasakan ada sebuah masalah yang sebenarnya. Pertama, Alkitab begitu panjang,<br \/>\nsehingga kita perlu lebih banyak bekerja lebih dari yang mungkin kita bayangkan<br \/>\nuntuk menilai berbagai gereja. Kedua, ukuran setiap orang atau bahkan panitia<br \/>\nmungkin berdiri di atas dasar Alkitab yang sangat subjektif. Alkitab sangat<br \/>\nrentan terhadap banyak penafsiran, dan semua orang akan memiliki gagasannya<br \/>\nsendiri tentang apa yang penting dan apa yang harus dicantumkan. Ada ribuan<br \/>\npenilaian kriteria \u201cAlkitab\u201d yang dapat dibayangkan.<\/p>\n<p>Solusinya<br \/>\nadalah dengan menggunakan bagian-bagian dalam Alkitab yang memberikan<br \/>\npengakuan-pengakuan yang terkuat yang disingkapkan oleh  Yahuwah seperti ekspresi yang luas<br \/>\ntentang  apa yang manusia harus yakini<br \/>\ndan lakukan. Dengan cara itu, kriteria yang singkat namun komprehensif dapat<br \/>\ndibentuk tanpa menimbulkan aspek-aspek subjektif. Sepuluh Perintah telah<br \/>\nmenjadi satu-satunya teks yang diakui disampaikan oleh Yahuwah secara langsung,<br \/>\ntanpa melalui perantaraan nabi, malaikat, mimpi atau penglihatan dan itu<br \/>\ndilakukan secara terbuka kepada orang banyak dari semua suku bangsa. Mereka<br \/>\nadalah orang-orang yang dilaporkan datang dari kota metropolis terbesar dari<br \/>\nperadaban manusia pada zaman itu. Mereka berjumlah kurang lebih sekitar dua<br \/>\njuta orang yang mewakili umat manusia saat itu. Tidak ada kitab agama klasik<br \/>\nlain di seluruh dunia yang membuat pengakuan pernyataan pewahyuan langsung<br \/>\nseperti ini. Baik kita percaya kisah tersebut benar atau tidak, teks tersebut<br \/>\nunik di setiap pernyataannya, dan oleh karena itu Alkitab adalah patokan yang<br \/>\nterbaik yang kita punya untuk menilai gereja-gereja.<\/p>\n<p>Perihal<br \/>\nlainnya yang membuat penggunaan Sepuluh Perintah sebagai alat penilaian yang<br \/>\ncepat dan tepat adalah karena sebagian besar umat Kristen mengakui otoritas<br \/>\nSepuluh Perintah. Memang benar bahwa beberapa pihak menentangnya. Namun<br \/>\nsebagian besar dari mereka yang mengaku Kristen memiliki denominasi-denominasi<br \/>\nyang tidak hanya mengakui otoritas Sepuluh Perintah, tetapi bahkan menempatkan<br \/>\nSepuluh Perintah di tempat yang paling penting dalam buku katekismus mereka,<br \/>\nbuku-buku katekismus mereka ini diterbitkan untuk mengajarkan<br \/>\nkeyakinan-keyakinan mereka. Buku-buku katekismus yang dilandaskan pada Sepuluh<br \/>\nPerintah yang ada sekarang adalah seperti buku Katholik Roma, Ortodoks,<br \/>\nLutheran, Reform, Anglikan, Metodis, dan persekutuan Presbyterian, yang disebut<br \/>\nini hanya beberapa saja, dan yang disebut ini adalah denominasi-denominasi yang<br \/>\nmendirikan sebagian besar populasi Kristen di dalam daerah penganut mereka.<\/p>\n<p>Adalah<br \/>\nadil dan objektif untuk menilai gereja-gereja dan denominasi-denominasi<br \/>\nberdasarkan pada Sepuluh Perintah. Sepuluh Perintah akan cukup kuat untuk<br \/>\nmenunjukkan apakah sebuah denominasi telah jatuh atau tidak. Mungkin saja akan<br \/>\nada aspek-aspek denominasi yang menunjukkan karakter kejatuhannya yang tidak<br \/>\nmuncul hanya dengan menyelidiki perihal-perihal yang disebutkan dalam Sepuluh<br \/>\nPerintah. Akan mungkin ada aturan-aturan yang tak berdasar yang<br \/>\ndenominasi-denominasi tersebut bebankan kepada anggota-anggota mereka dalam<br \/>\nbentuk keyakinan dan praktek-praktek yang tidak disebutkan dalam Sepuluh<br \/>\nPerintah. Dengan kata lain, Sepuluh Perintah mungkin tidak menyingkapkan<br \/>\nseberapa jauh kejatuhan denominasi-denominasi tersebut, tetapi jika Sepuluh<br \/>\nPerintah telah mengungkapkan kejatuhan mereka, maka mereka pasti telah<br \/>\nbenar-benar jatuh.<\/p>\n<p>Namun,<br \/>\ndilihat dari sudut pandang pelaksanaannya, cukup dari tiga perintah ini:<\/p>\n<ol>\n<li>Jangan ada padamu Elohim lain di hadapan-Ku.<\/li>\n<li>Ingat dan kuduskanlah hari Sabat.<\/li>\n<li>Jangan membunuh.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Tampaknya<br \/>\ntidak ada satupun gereja atau denominasi yang menjunjung tinggi semua dari<br \/>\nketiga ini, belum lagi perintah yang lain dari yang sepuluh itu.<\/p>\n<h2>Apakah Gereja Katholik Roma telah jatuh?<\/h2>\n<p>Agar<br \/>\nadil, mari kita uji Gereja Katholik Roma dengan versi sendirinya terhadap<br \/>\nSepuluh Perintah dalam Keluaran 20 dari Alkitab versi Douay-Rheims tahun  1899.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">(Keluaran<br \/>\n20:1) lalu Yahuwah mengucapkan segala firman ini:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">(Keluaran<br \/>\n20:2) Akulah Yahuwah, Eloahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir,<br \/>\ndari tempat perbudakan.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">(Keluaran<br \/>\n20:3) Jangan ada padamu Elohim lain di hadapan-Ku.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">(Keluaran<br \/>\n20:4) Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun  yang ada di langit di atas, atau yang ada di<br \/>\nbumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">(Keluaran<br \/>\n20:5) Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku<br \/>\nYahuwah, Eloahmu, adalah Eloah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa<br \/>\nkepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang<br \/>\nyang membenci Aku:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">(Keluaran<br \/>\n20:6) Tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka<br \/>\nyang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">(Keluaran<br \/>\n20:7) Jangan menyebut nama Yahuwah, Eloahmu, dengan sembarangan: sebab Yahuwah<br \/>\nakan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">(Keluaran<br \/>\n20:8) Ingat dan kuduskanlah hari Sabat.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">(Keluaran<br \/>\n20:9) Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">(Keluaran<br \/>\n20:10)Tetapi pada hari ketujuh adalah hari Sabat Yahuwah, Eloahmu: maka jangan<br \/>\nmelakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu<br \/>\nperempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau<br \/>\norang asing yang di tempat kediamanmu.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">(Keluaran<br \/>\n20:11) Sebab enam hari lamanya Yahuwah menjadikan langit dan bumi, laut dan<br \/>\nsegala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh: itulah sebabnya Yahuwah<br \/>\nmemberkati hari Sabat dan menguduskannya.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">(Keluaran<br \/>\n20:12) Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang<br \/>\ndiberikan Yahuwah, Eloahmu, kepadamu.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">(Keluaran<br \/>\n20:13) Jangan membunuh.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">(Keluaran<br \/>\n20:14) Jangan berzinah.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">(Keluaran<br \/>\n20:15) Jangan mencuri.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">(Keluaran<br \/>\n20:16) Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">(Keluaran<br \/>\n20:17) Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau<br \/>\nhambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya,<br \/>\natau apa pun yang dipunyai sesamamu.<\/p>\n<p>Ayat 2<br \/>\ndan 3 mengacu kepada Yahuwah dengan kata ganti &#8220;Aku&#8221; dan<br \/>\n&#8220;-Ku&#8221; Ini merupakan cerminan yang akurat dari bahasa Ibrani asli.<br \/>\nKata-kata yang tunggal. Ketika ada lebih dari satu orang yang dimaksud, kita<br \/>\nselalu menggunakan kata ganti &#8220;kita&#8221; dan &#8220;kami&#8221; atau<br \/>\nkata-kata yang berhubungan dalam bahasa yang lain. Adalah aneh, mengherankan<br \/>\ndan sangat tidak biasa bagi suatu kelompok yang terdiri dari tiga pribadi untuk<br \/>\nmenggunakan kata \u201cAku\u201d dan \u201c-Ku\u201d dan bukannya menggunakan \u201ckita\u201d dan<br \/>\n\u201ckami\u201d.&#8221; Ayat itu dengan jelas menampilkan &#8220;Yahuwah, Eloahmu&#8221;<br \/>\nsebagai tokoh tunggal. Jika Gereja Katholik Roma, atau gereja lainnya dalam hal<br \/>\nini, menyangkal keberadaan Satu Eloah Yang Mahakuasa yang menyampaikan<br \/>\nkata-kata ini sesuai dengan ayat tersebut, atau keluar sebagai pribadi yang<br \/>\nmajemuk, yang lebih dari satu, ada yang lain selain pribadi yang berbicara,<br \/>\nberarti gereja atau denominasi itu gagal pada ujian yang pertama dalam tiga<br \/>\nkriteria di atas. Hal itu sendiri sudah cukup untuk  menggolongkan gereja atau denominasi tersebut<br \/>\nsebagai gereja atau denominasi yang telah jatuh.<\/p>\n<p>Apakah<br \/>\nGereja Katholik Roma lulus pada ujian yang pertama? Mari kita lihat. Tiga<br \/>\nkutipan dari antara sejumlah kutipan yang sejenis dalam katekismus Katholik<br \/>\nRoma yang harus terpenuhi.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Artikel<br \/>\n249: &#8221; Kebenaran wahyu mengenai Tritunggal Maha Kudus, sejak awal adalah dasar<br \/>\npokok iman Gereja yang hidup,&#8230;&#8221;<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Artikel<br \/>\n258: &#8220;Seluruh karya ilahi adalah karya bersama ketiga Pribadi<br \/>\nilahi&#8230;.&#8221;<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">Artikel<br \/>\n266: &#8220;Iman Katolik&#8230; berarti bahwa kita menghormati Tuhan yang Esa dan<br \/>\nTritunggal dalam keesaan, dengan tidak mencampur-adukkan Pribadi-Pribadi dan<br \/>\njuga tidak memisahkan substansi-Nya: Karena Pribadi Bapa itu khas, Pribadi<br \/>\nPutera itu khas, Pribadi Roh Kudus itu khas; tetapi Bapa, Putera, dan Roh Kudus<br \/>\nmemiliki ke-Tuhan-an yang Esa, kemuliaan yang sama, keagungan abadi yang<br \/>\nsama&#8221; (Kredo Athanasia: DS 75; ND 16).<\/p>\n<p>Dengan<br \/>\ndoktrin ini gereja Katholik Roma membuat dirinya sendiri bertentangan<br \/>\ndengan  kriteria Sepuluh Perintah dan<br \/>\nmenjadikannya gereja yang telah jatuh. Tidak perlu bukti yang lain lagi selain<br \/>\ndari ini.<\/p>\n<p>Tetapi<br \/>\nmari kita melangkah lebih jauh lagi. Ayat 4 dan 5 dilarang membuat, bersujud<br \/>\ndan menyembah patung-patung. Apakah Gereja Katholik Roma lulus di ujian yang<br \/>\nkedua ini?<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Artikel<br \/>\n2132: &#8220;Penghormatan orang Kristen terhadap patung tidak bertentangan<br \/>\ndengan perintah pertama, yang melarang patung berhala. Karena<br \/>\n&#8220;penghormatan yang kita berikan kepada suatu patung menyangkut gambar asli<br \/>\ndi baliknya, dan &#8220;siapa yang menghormati patung itu, menghormati pribadi<br \/>\nyang digambarkan di dalamnya&#8221;. Penghormatan yang kita berikan kepada<br \/>\npatung-patung adalah suatu &#8220;penghormatan yang khidmat&#8221;, bukan<br \/>\npenyembahan; penyembahan hanya boleh diberikan kepada Tuhan: Penghormatan<br \/>\nkepada  Tuhan tidak diberikan kepada<br \/>\npatung itu sendiri, yang hanyalah benda, tetapi patung itu hanya berupa<br \/>\ngambaran, yang merujuk pada inkarnasi Tuhan. Sujud pada patung itu tidak<br \/>\nmengartikan bahwa itu adalah patung, yang disujuti, tetapi mengarah kepada Dia,<br \/>\nyang dilukiskan di dalam patung itu.&#8221;<\/p>\n<p>Seperti<br \/>\nhalnya doktrin Tritunggal yang berusaha mempertahankan keesaan Yahuwah sambil<br \/>\nmemberlakukan kekafiran dalam pandangan Tritunggal, prinsip ini berusaha<br \/>\nmembenarkan penggunaan patung dalam pembaktian dengan mengklaim bahwa<br \/>\npembaktian itu diarahkan kepada &#8220;Tuhan&#8221; dan bukan kepada patung itu<br \/>\nsendiri. Meskipun hal ini sebenarnya tidak diragukan, klaim yang agak memaksa<br \/>\nini tidak mempertimbangkan dan melihat syarat-syarat perintah yang khusus untuk<br \/>\ntidak \u201dmembuat, sujud, menyembah\u201d. Bahkan jika argumen Katholik ini diterima,<br \/>\npelaksanaannya sangat jauh dari kata \u201cmemuja.&#8221; Setidaknya setengah dari<br \/>\nperintah itu rusak.<\/p>\n<p>Apakah<br \/>\nGereja Katholik Roma menghargai pesan utama dari ayat 7?<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Artikel<br \/>\n2143 &#8220;Di antara semua Firman dari Wahyu, nama Tuhan yang diwahyukan<br \/>\nmendapat tempat yang sangat khusus. Tuhan mempercayakan nama-Nya kepada mereka<br \/>\nyang percaya kepada-Nya. Ia memberi Diri kepada mereka supaya mengenal-Nya<br \/>\ndalam rahasia pribadi-Nya. Penyerahan nama itu merupakan tanda kepercayaan dan<br \/>\npersahabatan. &#8220;Nama Tuhan itu kudus&#8221;. Karena itu manusia tidak boleh<br \/>\nmenyalah gunakan-Nya. Ia harus mengenangkan-Nya dalam penyembahan yang khusyuk<br \/>\ndan penuh kasih. Ia hanya boleh menggunakan-Nya untuk memuja, mengagungkan, dan<br \/>\nmemuliakan Tuhan.&#8221;<\/p>\n<p>Pernyataan<br \/>\nini tampaknya mamatuhi perintah ke-4 itu. Mereka yang menafsirkan perintah<br \/>\ndengan melarang sama sekali bersumpah, akan menemukan kesalahan dengan Artikel<br \/>\n2154.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Artikel<br \/>\n2154: &#8220;Mengikuti santo Paulus, tradisi Gereja mengartikan perkataan Yesus<br \/>\ndemikian bahwa ia tidak melarang sumpah, kalau itu menyangkut satu masalah yang<br \/>\nberat dan benar (umpamanya di depan pengadilan). &#8220;sumpah, ialah menyerukan<br \/>\nnama Tuhan selaku saksi kebenaran, hanya boleh diucapkan dalam kebenaran, kebijaksanaan<br \/>\ndan keadilan&#8221;.<\/p>\n<p>Dan<br \/>\nhal yang sama dengan Artikel 2155 juga terdapat kesalahan.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Artikel<br \/>\n2155: &#8220;Kekudusan nama Tuhan menuntut agar orang tidak memakainya untuk<br \/>\nhal-hal yang tidak penting. Orang juga tidak boleh mengucapkan sumpah, kalau<br \/>\nberdasarkan situasi ia dapat diartikan memberikan persetujuan pada kekuasaan,<br \/>\nyang menuntutnya secara tidak sah. Kalau sumpah dikehendaki oleh wewenang<br \/>\nnegara yang tidak sah, ia dapat ditolak. Ia harus ditolak, kalau ia dituntut<br \/>\nuntuk maksud-maksud yang bertentangan dengan martabat manusia atau dengan<br \/>\npersekutuan Gereja.&#8221;<\/p>\n<p>Ini<br \/>\nadalah pandangan kami bahwa Gereja Katholik Roma sudah benar dalam penafsiran<br \/>\nhukum bahwa bersumpah boleh dilakukan. Namun, ada keprihatinan bahwa martabat<br \/>\nGereja ditempatkan melebihi hukum. Artikel ini akan berlaku, misalnya,<br \/>\nseseorang harus memberikan kesaksian dengan bersumpah untuk tindakan pedofilia<br \/>\nyang dilakukan oleh seorang imam. Mungkin Gereja membuat perbedaan dalam hal<br \/>\nitu, tetapi dalam kasus kasus apapun, gereja melakukannya atas otoritas yang<br \/>\nditempatkan di atas moralitas. Gereja berhak untuk menentukan moralitas, dan<br \/>\nini tidak dapat diterima.<\/p>\n<p>Jika<br \/>\nayat tujuh kurang tegas, sehingga kita mungkin berprasangka baik terhadap<br \/>\nGereja Roma, tetapi ayat 8-11 tidak demikian. Gereja Roma dengan jelas<br \/>\nmenempatkan dirinya sendiri menentang arti dan pelaksanaan harfiah dari hukum<br \/>\nSabat dengan ibadah hari Minggu.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">Artikel<br \/>\n2175: &#8220;Hari Minggu jelas berbeda dari hari Sabat yang mengikuti secara<br \/>\nberurutan  setiap minggu; dirayakan oleh<br \/>\norang Kristen setiap minggu sebagai pengganti hari Sabat. Dalam Paskah Kristus,<br \/>\nhari Minggu memenuhi makna rohani dari hari Sabat Yahudi dan memberitakan<br \/>\nperistirahatan kekal manusia di dalam Tuhan. Karena peribadatan menurut Hukum<br \/>\nmempersiapkan rahasia Kristus dan apa yang telah dilakukan itu adalah bayangan<br \/>\ndari beberapa bagian dari Kristus. Barangsiapa yang telah berjalan dengan<br \/>\naturan yang lama dari hal-hal ini telah masuk ke dalam pengharapan yang baru,<br \/>\ndan tidak perlu lagi menguduskan hari Sabat, tetapi hidup menurut hari Tuhan,<br \/>\nhari di mana kehidupan kita diberkati melalui Dia dan kematian-Nya. <\/p>\n<p>Bahkan<br \/>\njika kita menerima dalih yang tidak rasional soal Tritunggal, patung-patung,<br \/>\ndan soal pemberian sumpah yang agak dipertanyakan, posisinya sehubungan dengan<br \/>\nhari Sabat adalah sangat bertentangan dengan maksud yang jelas dari ayat itu<br \/>\nsehingga hal ini membuktikan Gereja Katholik Roma sebagai gereja yang telah<br \/>\njatuh.<\/p>\n<p>Sementara<br \/>\npada pokok ini tidak dibutuhkan penyelidikan yang lebih lanjut, sebab itu sudah<br \/>\nmenunjukkan bahwa sebagian besar Gereja Katholik Roma masih memegang<br \/>\nperintah-perintah yang lain. Ada sebuah upaya untuk memperkuat otoritasnya<br \/>\nsendiri dengan menambahkan arti menghormati orang tua. Ada pengembangan konsep<br \/>\ntentang perang yang sah, tetapi sangat dibatasi dalam teori, sehingga praktek<br \/>\ntersebut harus dicegah, jika posisi Gereja yang menyatakannya diterima dalam<br \/>\nsemua bagian. Walaupun kita memberikan Gereja Katolik Roma keuntungan dari<br \/>\nsebuah keraguan dalam semua bagian-bagian ini, namun, gereja itu masih tetap<br \/>\njatuh pada masalah keesaan Yahuwah dan hari Sabat, karena telah menggantinya<br \/>\ndengan Tritunggal dan hari Minggu.<\/p>\n<p>Tentu<br \/>\nsaja akan ada hal-hal yang meringankan dan memberatkan yang belum kita<br \/>\nselidiki. Tetapi kriteria yang kita ikuti telah cukup menunjukkan bahwa Gereja<br \/>\nRoma telah jatuh.<\/p>\n<h2>Bagaimana dengan Gereja Ortodoks?<\/h2>\n<p>Tampaknya<br \/>\nsaat ini, belum ada Alkitab versi bahasa Inggris yang resmi dalam Gereja<br \/>\nOrtodoks. Gereja Ortodoks mendasari Alkitabnya pada LXX dalam bahasa Yunani. Meskipun<br \/>\nLXX seringkali berbeda dari Alkitab bahasa Ibrani dan dari versi bahasa Inggris<br \/>\nKing James, sepuluh perintah tampaknya cukup stabil. Satu-satunya perbedaan<br \/>\nyang mungkin signifikan tampak pada fakta bahwa kata Sabat pada ayat 8<br \/>\nberbentuk jamak dalam LXX. Meskipun ini akan mengartikan teks tersebut pada<br \/>\npenafsiran yang lebih mudah termasuk perayaan tahunan, hal itu belum tentu<br \/>\nmerupakan suatu kelemahan.<\/p>\n<p>Kalimat<br \/>\npertama dalam katekismus Ortodoks (http:\/\/orthodoxcatechism.org\/), artikel di<br \/>\nbawah ini adalah tentang Tritunggal:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;kami<br \/>\npercaya pada satu Tuhan. Tuhan sendiri adalah Tritunggal. Artinya, Tuhan<br \/>\nmemiliki tiga pribadi: Bapa, Anak, dan Roh Kudus.&#8221;<\/p>\n<p>Hal<br \/>\nini cukup menunjukkan bahwa Gereja Ortodoks telah jatuh.<\/p>\n<p>LXX<br \/>\nmenggunakan bahasa Yunani dalam 5 versi tampak lebih spesifik dari versi<br \/>\nDouay-Rheims, dan hal yang sama terjadi pada tradisi Gereja Ortodoks yang<br \/>\nmundur dari tingkat penyembahan berhala yang ditemukan di dalam Gereja Roma.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Kebenaran<br \/>\nyang diungkapkan di atas, yang tersingkap dalam Kekristenan, sehingga membentuk<br \/>\ndasar-dasar seni bergambar Kristen. Gambar (atau patung) bukan hanya tidak<br \/>\nbertentangan dengan esensi dari Kekristenan, tetapi sangat berhubungan; dan<br \/>\ninilah dasar tradisi yang dari awal Injil di bawa ke dunia oleh Gereja baik<br \/>\ndalam kata maupun gambar.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Santo<br \/>\nYohanes dari Damsyik, seorang Bapa Gereja di abad kedelapan, yang menuliskan<br \/>\ntingginya kontroversi ikonoklastik (anti-patung) dalam Gereja, menjelaskan,<br \/>\nbahwa karena Firman Tuhan telah menjadi daging (Yohanes 1:14),<br \/>\nkita bukan lagi bayi; kita telah bertumbuh, kita telah diberi oleh Tuhan kuasa<br \/>\nuntuk dapat membedakan dan kita tahu apa yang dapat digambar dan apa yang tidak<br \/>\ntergambarkan. Sejak Pribadi Kedua dari Ketritunggalan muncul dalam rupa daging,<br \/>\nkita dapat menggambarkan Dia dan memperbanyak untuk merenungkan Dia yang telah<br \/>\nmerendahkan diri-Nya untuk menjadi manusia. Kita dapat dengan percaya diri<br \/>\nmenggambarkan Tuhan yang tak terlihat \u2013 bukan sebagai makhluk tak terlihat,<br \/>\ntetapi sebagai Pribadi yang telah menjadikan diri-Nya terlihat demi kita  dengan bersama-sama dalam daging dan darah<br \/>\nkita.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Patung-patung<br \/>\nkudus dikembangkan bersamaan dengan Pelayanan Ilahi dan, seperti Pelayanan itu,<br \/>\ntelah menyatakan ajaran Gereja tersebut sesuai dengan firman dalam Alkitab.<br \/>\nBerdasarkan ajaran Dewan Ekumenis ketujuh, patung dipandang bukan sekedar<br \/>\nsebagai seni, tetapi bahwa ada hubungan penuh antara paatung dengan Alkitab,<br \/>\nsebab jika patung itu ditunjukkan oleh Alkitab, Alkitab<br \/>\ndibuat jelas tak tersaingi oleh patung&#8221;<br \/>\n(Acts of the<br \/>\n7th Ecumenical Council, 6).  <a title=\"\" target=\"_blank\" href=\"http:\/\/www.ocf.org\/OrthodoxPage\/reading\/catechism.html\">http:\/\/www.ocf.org\/OrthodoxPage\/reading\/catechism.html<\/a> <\/p>\n<p>Posisi<br \/>\nOrtodoks berbeda dari Katholik Roma dalam melarang gambar ukiran atau gambar<br \/>\ndua dimensi sesuai dengan sepuluh perintah. Konsep teologis tentang gambar dua<br \/>\ndimensi juga agak berbeda. Kesejajaran yang dibuat antara patung atau gambar<br \/>\ndan Firman dalam kitab Wahyu, keduanya dipandang sebagai otoritas ajaran yang<br \/>\nsama. Dalam hal ini, seperti dalam banyak hal, Roma mengambil langkah tambahan<br \/>\ndalam kemurtadan, melebihi gereja-gereja lain. Kami konsisten dalam menyatakan<br \/>\nbahwa Roma adalah penyembah berhala dalam penggunaan patung-patung, sementara<br \/>\nOrtodoks tidak demikian. Tetapi dengan pandangan yang lebih tegas tentang ayat<br \/>\n4 dan 5, keduanya dapat dipandang sebagai penyembah berhala.<\/p>\n<p>Menurut<br \/>\nayat 7, Ortodoks nampak menghargai persyaratan sepuluh perintah. Tetapi dalam<br \/>\nhal hari Sabat, Ortodoks kurang sempurna. Meskipun tidak mengganti hari Sabat<br \/>\ndengan hari Minggu, sebagian besar mengabaikan hari Sabat kecuali setahun<br \/>\nsekali.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Pada<br \/>\nhari Sabtu agung dan kudus, Gereja merenungkan turunnya Tuhan ke dalam lubang<br \/>\nkubur, tempat kediaman orang mati.&#8221; (<a title=\"\" target=\"_blank\" href=\"http:\/\/lent.goarch.org\/holy_saturday\/learn\/\">http:\/\/lent.goarch.org\/holy_saturday\/learn\/<\/a>)<\/p>\n<p>Hari<br \/>\nSabtu juga dirayakan dalam tradisi Roma, tetapi tanpa mengakuinya sebagai hari<br \/>\nSabat.<\/p>\n<p>Gereja<br \/>\nOrtodoks, sebagian besar, mendukung perintah-perintah yang lain dari sepuluh<br \/>\nperintah. Hal itu juga kurang sempurna sebagai saksi menentang pembunuhan dalam<br \/>\npeperangan. Jika salah satunya fokus pada pelaksanaan, baik gereja Katholik<br \/>\nRoma  maupun gereja Ortodoks  sama kurangnya dalam hal pembunuhan.<br \/>\nPenghancuran oleh Katholik dalam Perang Dunia kedua, yang dilakukan oleh<br \/>\nKroasia Katholik dengan pemberian ijin diam-diam dari Gereja adalah latar<br \/>\nbelakang pembalasan Ortodoks yang baru-baru ini di Bosnia, pembalasan bahwa<br \/>\ndunia telah dinilai kejam. Sebuah perhatian serius pada perintah itu dari kedua<br \/>\npihak yang akan menyelamatkan nyawa. Tetapi tidak ada gereja yang memiliki<br \/>\nkekuatan moral dan juga pemahaman teologis tentang perintah itu untuk<br \/>\nmembangunkan tantangan mempengaruhi para penganutnya. Gereja Ortodoks juga sama<br \/>\ngagalnya dengan Roma pada perintah, Jangan membunuh.<\/p>\n<p>Meskippun<br \/>\ngereja Ortodoks tidak mencapai level yang sama dalam pemberontakan terhadap<br \/>\nYahuwah seperti yang Gereja Roma lakukan, kepatuhannya terhadap Tritunggal dan<br \/>\npengabaiannya tentang hari Sabat menunjukkan gereja Ortodoks menjadi gereja<br \/>\nyang telah jatuh.<\/p>\n<p>Gereja<br \/>\nKoptik berbeda dari Ortodoks terutama soal monofisit. Ortodoks percaya bahwa<br \/>\nAnak Yahuwah memiliki dua sifat, ilahi dan manusia. Posisi monofisit adalah<br \/>\nbahwa hanya ada satu sifat, menjadi salah satunya, yaitu ilahi atau manusia.<br \/>\nDalam pelaksanaannya menuntun kepada penekanan <a href=\"\/biblical-christian-beliefs\/mengapa-hanya-yahuwah-dan-yahushua.html\">Yahushua<\/a> sebagai Eloah lebih dari Yahushua sebagai manusia.<\/p>\n<p>Gereja<br \/>\nEthiopia berbeda dari Koptik dalam memperhatikan Sabat hari ketujuh. Semua<br \/>\nbentuk sejarah Kristen Timur memiliki beberapa bentuk Tritunggal. Gereja<br \/>\nEthiopia yang sebenarnya juga memegang doktrin Monofisit. Singkatnya,<br \/>\nsebagaimana dipandang dengan kriteria sepuluh perintah, semua gereja kuno dan<br \/>\nbersejarah telah jatuh karena penyembahan berhala. Semuanya penyembah berhala<br \/>\nTritunggal. Beberapa, lebih dari yang lain terlibat dalam penyembahan patung<br \/>\nyang sangat dipertanyakan. Semuanya mengabaikan hari Sabat kecuali Gereja<br \/>\nEthiopia, dan Gereja Katholik Roma  yang<br \/>\nsebenarnya mengganti hari Sabat dengan hari Minggu. Begitu jelasnya semua telah<br \/>\njatuh! Gereja-gereja inilah yang sebagian besar membuat Kekristenan zaman<br \/>\nsekarang.<\/p>\n<h2>Gereja-gereja Nasional Lainnya<\/h2>\n<p>Dinilai<br \/>\ndengan patokan sepuluh perintah, gereja Anglikan, Lutheran, dan Reform,<br \/>\nsemuanya telah jatuh. Semuanya menaati doktrin Tritunggal, semuanya mengabaikan<br \/>\nkewajiban menguduskan hari Sabat, dan semuanya dijadikan Gereja-gereja Negara<br \/>\ndan mendukung aksi serangan militer saat gereja-gereja menganggap itu<br \/>\ndibenarkan, sehingga melanggar perintah: Jangan membunuh. Menjadi anggota dari<br \/>\ngereja-gereja tersebut berarti ikut serta dalam dosa-dosa itu. Contohnya,<br \/>\ndengan tetap menjadi anggota gereja Lutheran, adalah mengambil bagian dari rasa<br \/>\nbersalah gereja Lutheran yang mendukung kejahatan Hitler terhadap kemanusiaan<br \/>\ndan bertanggung jawab pada kematian seseorang. &#8220;Dan aku mendengar suara<br \/>\nlain dari sorga berkata: &#8220;<a href=\"\/end-time-prophecy\/keluarlah-dari-padanya-hai-umatku-bagian-1.html\">Keluarlah dari padanya, hai umat-Ku<\/a>, supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya<br \/>\nkamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya. (Wahyu 18:4)<\/p>\n<p>Di<br \/>\ndalam artikel 85 dari Katekismus Besar, <br \/>\ngereja Lutheran berbicara lebih tegas menentang hari Sabat lebih dari<br \/>\nyang dilakukan Roma, sebab mereka menyebut pengudusan hari Sabat: ciptaan<br \/>\n\u201cmembingungkan karena pembaruan yang tidak perlu.&#8221;<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\u201cTetapi<br \/>\nsejak dari hari Minggu yang dahulu [Hari Tuhan] telah ditetapkan untuk tujuan<br \/>\nini, kami juga akan terus melanjutkan hal yang sama, semuanya dilakukan agar<br \/>\nharmonis, dan tidak seorang pun yang membuat bingung karena pembaruan yang<br \/>\ntidak perlu.&#8221;<\/p>\n<p>Betapa<br \/>\norang lain dapat memandang hari Sabat sebagai sebuah pembaruan dan hari Minggu<br \/>\nadalah yang sah, menyusul pernyataan bahwa hari Sabat berlaku dibawah<br \/>\nPerjanjian Lama dan hari Minggu tersebut seharusnya telah diperkenalkan pada<br \/>\nPerjanjian Baru, ini semua melampaui batas-batas akal yang dapat diterima<br \/>\npikiran waras manusia.<\/p>\n<p>Pada saat<br \/>\nyang sama, katekismus, saat mengabaikan kata-kata dari sepuluh perintah yang<br \/>\njelas, juga menambah bebannya sendiri. Makna hari Sabat bukannlah beristirahat<br \/>\ndari kerja, tetapi untuk mendengar dan taat kepada imam! Seluruh ajaran<br \/>\nberdasarkan perintah pengudusan hari Sabat dalam Katekismus Kecil telah<br \/>\ndikurangi menjadi:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Kita<br \/>\nharus takut dan mengasihi Tuhan agar kita tidak merendahkan khotbah dan<br \/>\nFirman-Nya, tetapi memegangnya dan dengan senang hati mendengar dan<br \/>\nmempelajarinya.&#8221;<\/p>\n<p>Sehingga<br \/>\npengudusan hari Sabat, yang dipindahkan ke hari Minggu, adalah untuk pergi ke<br \/>\ngereja Lutheran, mendengarkan imam, dan &#8220;dengan senang hati mendengar dan<br \/>\nmempelajarinya.&#8221;<\/p>\n<p>Menyoal<br \/>\nnomor 103 dari Katekismus Reform Heidelberg, bukannya mengakui maksud jelas<br \/>\ndari  hari Sabat sebagai hari istirahat,<br \/>\nmereka mala lebih menggunakannya sebagai sarana untuk mengekspresikan<br \/>\npendapat-pendapat mereka dalam kaitannya dengan ketaatan perempuan, dengan<br \/>\nmengutip soal hari Sabat, seperti yang ada dalam teks berikut ini:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;1<br \/>\nTimotius 2:3 Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Tuhan, Juruselamat kita;<br \/>\n1 Timotius 2:8 Oleh karena itu aku ingin, supaya dimana-mana orang laki-laki<br \/>\nberdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.<br \/>\n1 Timotius 2:9 demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan<br \/>\npantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan<br \/>\nmemakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal; 1 Timotius.2:10<br \/>\ntetapi hendaklah ia berdandan dengan perbuatan baik, seperti yang layak bagi<br \/>\nperempuan yang beribadah. 1 Tim.2:11 Seharusnya perempuan berdiam diri dan<br \/>\nmenerima ajaran dengan patuh.&#8221;<\/p>\n<p>Bagaimana<br \/>\nperintah hari Sabat, yang mencantumkan hamba-hamba laki-laki dan perempuan,<br \/>\nNamun tidak pernah mencantumkan isteri, perintah-perintah kapatuhan perempuan,<br \/>\nadalah cukup sulit untuk membayangkannya. Tetapi gereja-gereja Reform dapat<br \/>\nmelakukannya, dengan mengabaikan perintah firman yang sesungguhnya.<\/p>\n<p>Gereja-gereja<br \/>\nnasional telah jatuh lebih jauh dari Roma, karena mereka terikat pada tentara<br \/>\nnasional sebagai pelindung mereka. Gereja Reform atau Presbiterian selama<br \/>\nbeberapa abad meninggikan hari Minggu sebagai ganti hari Sabat bahkan lebih<br \/>\ntinggi dari yang dimiliki Paus, dan aspek itu mewakili kemurtadan yang lebih<br \/>\ndalam. Semua orang dari mereka telah terlibat dalam penganiayaan. Sebelum masa<br \/>\nReformasi, ada banyak kelompok Kristen <br \/>\nyang rendah hati yang menguduskan hari Sabat di Eropa. Di daerah di mana<br \/>\ngereja Lutheran memperoleh dukungan pada tindakan pertama mereka untuk membunuh<br \/>\nkelompok-kelompok ini. Para pemelihara hari Sabat di Selicia, Swedia, Finlandia<br \/>\ndan Norwegia telah dibunuh hingga jiwa yang terakhir.<\/p>\n<p>Tiga<br \/>\nperintah sudah cukup untuk menunjukkan bahwa semua pembentuk Kristen yang resmi<br \/>\ntelah jatuh. Ada puluhan ribu denominasi keagamaan, dan tidak mungkin kita<br \/>\ndapat menyebut semuanya. Dari mereka, Baptis dan Methodis yang membentuk<br \/>\nmayoritas, dan telah gagal pada ketiga perintah dengan beberapa pengecualian<br \/>\ndari kelompok-kelompok kecil yang anti-kekerasan dan pemelihara hari Sabat. Di<br \/>\nantara mereka, tidak ada yang menaati ketiga perintah itu, belum lagi kesepuluh<br \/>\nperintah.<\/p>\n<p>Orang<br \/>\nbanyak dari denominasi kecil yang kebingungan <br \/>\nmeminta perhatian agar dapat dikurangi ke uji yang sederhana dari uji<br \/>\ntiga perintah. Tidak ada dari mereka yang menaati ketiga perintah. Advent Hari<br \/>\nKetujuh menerima Tritunggal dan dengan demikian melanggar perintah yang<br \/>\npertama. Mereka juga kompromi pada perintah jangan membunuh, kadang-kadang<br \/>\nmemberikan partisipasi yang lebih besar dalam militer melebihi apa yang<br \/>\npemerintahan mereka akan paksakan pada mereka. Salah  satu contoh yang paling terlihat adalah<br \/>\nbahwa  Gereja Advent di Jerman baik dalam<br \/>\nPerang Dunia I dan  II. (Advent Hari<br \/>\nKetujuh juga telah menolak kebenaran baru mengenai hari Sabat, Harta yang<br \/>\nTerkubur Kembali: Advent Hari Ketujuh dan Sabat Hari Ketujuh) Saksi Yehovah<br \/>\ngagal pada perintah Sabat, meskipun kesaksian mereka patut dipuji. Mormon gagal<br \/>\npada ketiga perintah itu, dengan sistem politeistik mereka menjadi salah satu<br \/>\nhal Kekristenan yang paling aneh yang pernah terjadi.<\/p>\n<p>Jumlah denominasi yang lulus uji tiga perintah<br \/>\nbegitu sangat kecil, jika ada dari semua itu, maka mereka dapat dinilai oleh<br \/>\nsiapa saja secara mendalam dan ditampilkan berdasarkan Alkitab untuk<br \/>\nmembuktikan gereja-gereja yang murtad. Sungguh, Babel telah jatuh. Dengan air<br \/>\nmata kasih, Yahushua memanggil umat kepunyaan-Nya dari kebingungan denominasi<br \/>\nke dalam ketaatan kepada-Nya.<\/p>\n","protected":false},"featured_media":214701,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":[],"class_list":["post-108226","wlc-article","type-wlc-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","wlc-article-category-nubuatan-akhir-jaman","wlc-content-directory-worship"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Gereja-gereja Murtad! Mengenali Lawan Yang Telah Jatuh Dari Gereja Sejati - Worlds Last Chance<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/bible-prophecy\/apostate-churches-identifying-the-fallen-foes-of-the-true-ekklesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Gereja-gereja Murtad! Mengenali Lawan Yang Telah Jatuh Dari Gereja Sejati - Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mencari Gereja yang Sejati&#8230; Kini, ada ribuan gereja di dunia, semuanya mengaku telah sesuai dengan agama Yahuwah yang sebenarnya. Beberapa dari gereja ini mengakui bahwa hanya mereka gereja yang sejati dan yang lain bukan, dan semua yang tidak sesuai dengan mereka tidak akan selamat. Tampaknya itu akan menjadi suatu tugas yang sulit dan mustahil untuk [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/bible-prophecy\/apostate-churches-identifying-the-fallen-foes-of-the-true-ekklesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-20T14:31:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/apostate-churches-poster-bahasa.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"250\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"179\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"19 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/bible-prophecy\/apostate-churches-identifying-the-fallen-foes-of-the-true-ekklesia\/\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/bible-prophecy\/apostate-churches-identifying-the-fallen-foes-of-the-true-ekklesia\/\",\"name\":\"Gereja-gereja Murtad! Mengenali Lawan Yang Telah Jatuh Dari Gereja Sejati - Worlds Last Chance\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/bible-prophecy\/apostate-churches-identifying-the-fallen-foes-of-the-true-ekklesia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/bible-prophecy\/apostate-churches-identifying-the-fallen-foes-of-the-true-ekklesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/apostate-churches-poster-bahasa.jpg\",\"datePublished\":\"2009-02-09T04:19:14+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-20T14:31:00+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/bible-prophecy\/apostate-churches-identifying-the-fallen-foes-of-the-true-ekklesia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/bible-prophecy\/apostate-churches-identifying-the-fallen-foes-of-the-true-ekklesia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/bible-prophecy\/apostate-churches-identifying-the-fallen-foes-of-the-true-ekklesia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/apostate-churches-poster-bahasa.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/apostate-churches-poster-bahasa.jpg\",\"width\":250,\"height\":179},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/bible-prophecy\/apostate-churches-identifying-the-fallen-foes-of-the-true-ekklesia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Articles\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Gereja-gereja Murtad! Mengenali Lawan Yang Telah Jatuh Dari Gereja Sejati\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/\",\"name\":\"Worlds Last Chance\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Gereja-gereja Murtad! Mengenali Lawan Yang Telah Jatuh Dari Gereja Sejati - Worlds Last Chance","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/bible-prophecy\/apostate-churches-identifying-the-fallen-foes-of-the-true-ekklesia\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Gereja-gereja Murtad! Mengenali Lawan Yang Telah Jatuh Dari Gereja Sejati - Worlds Last Chance","og_description":"Mencari Gereja yang Sejati&#8230; Kini, ada ribuan gereja di dunia, semuanya mengaku telah sesuai dengan agama Yahuwah yang sebenarnya. Beberapa dari gereja ini mengakui bahwa hanya mereka gereja yang sejati dan yang lain bukan, dan semua yang tidak sesuai dengan mereka tidak akan selamat. Tampaknya itu akan menjadi suatu tugas yang sulit dan mustahil untuk [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/bible-prophecy\/apostate-churches-identifying-the-fallen-foes-of-the-true-ekklesia\/","og_site_name":"Worlds Last Chance","article_modified_time":"2025-08-20T14:31:00+00:00","og_image":[{"width":250,"height":179,"url":"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/apostate-churches-poster-bahasa.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"19 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/bible-prophecy\/apostate-churches-identifying-the-fallen-foes-of-the-true-ekklesia\/","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/bible-prophecy\/apostate-churches-identifying-the-fallen-foes-of-the-true-ekklesia\/","name":"Gereja-gereja Murtad! Mengenali Lawan Yang Telah Jatuh Dari Gereja Sejati - Worlds Last Chance","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/bible-prophecy\/apostate-churches-identifying-the-fallen-foes-of-the-true-ekklesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/bible-prophecy\/apostate-churches-identifying-the-fallen-foes-of-the-true-ekklesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/apostate-churches-poster-bahasa.jpg","datePublished":"2009-02-09T04:19:14+00:00","dateModified":"2025-08-20T14:31:00+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/bible-prophecy\/apostate-churches-identifying-the-fallen-foes-of-the-true-ekklesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/bible-prophecy\/apostate-churches-identifying-the-fallen-foes-of-the-true-ekklesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/bible-prophecy\/apostate-churches-identifying-the-fallen-foes-of-the-true-ekklesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/apostate-churches-poster-bahasa.jpg","contentUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/apostate-churches-poster-bahasa.jpg","width":250,"height":179},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/bible-prophecy\/apostate-churches-identifying-the-fallen-foes-of-the-true-ekklesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Articles","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Gereja-gereja Murtad! Mengenali Lawan Yang Telah Jatuh Dari Gereja Sejati"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/","name":"Worlds Last Chance","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article\/108226","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/wlc-article"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108226"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/214701"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108226"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}