{"id":108203,"date":"2009-01-22T08:11:06","date_gmt":"2009-01-22T08:11:06","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/wlc-article\/migrating-kebenaran-oleh-iman\/"},"modified":"2025-08-20T14:07:58","modified_gmt":"2025-08-20T14:07:58","slug":"kebenaran-oleh-iman","status":"publish","type":"wlc-article","link":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/articles\/kesalehan-praktis\/kebenaran-oleh-iman\/","title":{"rendered":"Kebenaran Oleh Iman"},"content":{"rendered":"<table style=\"margin-left: 10px\" align=\"center\" border=\"1\" cellpadding=\"1\" cellspacing=\"0\" width=\"700\">\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\"text-align: justify; padding: 7px; background-color: #F7F7BB\">\nKami telah mengembalikan<br \/>\nNama-nama Bapa dan Anak yang ada di dalam kutipan Alkitab, sebagaimana yang dituliskan<br \/>\noleh para penulis Alkitab yang diilhami. Klik <a href=\"http:\/\/www.worldslastchance.com\/topical-biblical-studies\/download\/189\">disini<\/a> untuk mengunduh Alkitab Restored Names<br \/>\nVersion (RNV).  \u2013 Tim WLC <\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Tindakan membeli pengampunan dosa dari Gereja<br \/>\nKatholik Roma yang dilakukan secara nyata dan luar biasa pada pergantian abad<br \/>\nkeenam belas menimbulkan reaksi yang menjadi salah satu faktor yang memicu<br \/>\nReformasi Protestan. Pada saat itu, Gereja Katolik menggunakan dana dari<br \/>\nsentral Eropa untuk pembangunan Katedral Santo Petrus di Roma. Kisah dari seorang<br \/>\npria yang membeli  sebuah pengampunan<br \/>\natas dosa mencuri dari seseorang yang menjualnya telah menjadi terkenal.<\/p>\n<table align=\"right\" border=\"0\" cellspacing=\"5\" height=\"526\" width=\"307\">\n<tbody>\n<tr>\n<td valign=\"top\"><img decoding=\"async\" title=\"Martin Luther\" style=\"margin-left: 15px\" alt=\"Martin Luther\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/martin-lutherjpeg-3.jpg\" border=\"0\" height=\"NaN\" width=\"325\"><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"text-align: center; font-size: 10px\"><strong><font color=\"#6699cc\"><\/p>\n<p>Martin Luther<\/p>\n<p><\/font><\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Pernyataan doktrin <em>kebenaran oleh iman<\/em> dimulai oleh Luther dalam kunjungannya ke Roma.<br \/>\nLuther dikejutkan oleh keangkuhan dan kerusakan keimaman pada semua tingkatan.<br \/>\nSaat menaiki tangga Pilatus dengan menggunakan lututnya untuk mendapatkan<br \/>\npengampunannya sendiri, ia tiba-tiba teringat dengan ayat Alkitab \u201dOrang benar<br \/>\nakan hidup oleh iman.\u201d Ia bangkit dan memulai Reformasi di Jerman dengan<br \/>\nprinsip tersebut.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Sebab di dalamnya (Injil) nyata kebenaran<br \/>\nYahuwah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada<br \/>\ntertulis, &#8216;Orang benar akan hidup oleh iman.'&#8221; (Roma 1:17, Restored Names<br \/>\nScripture).<\/p>\n<p>Orang harus selalu mengingat bahwa karena pengalaman<br \/>\ndalam melihat dosa, karena pelanggaran pada sepuluh perintah, di dalam gereja,<br \/>\nyang mengilhami pelaksanaan doktrin kebenaran oleh iman. Pendapat yang mengatakan bahwa iman di dalam Yahushua<br \/>\ntanpa perlu taat pada hukum taurat dapat membawa keselamatan adalah<br \/>\nbertentangan dengan pengalaman dan pengajaran Luther, juga Paulus.<\/p>\n<p>Tetapi doktrin kebenaran oleh iman tidak dimulai oleh<br \/>\nLuther dan pernyataannya bahwa pengagungan patung-patung dan foto-foto orang suci,<br \/>\nbersujud di dalam gereja, berpuasa, percaya pada api penyucian, dan puluhan<br \/>\nbentuk pengudusan lainnya tidak dapat menyelamatkan seseorang. Begitu juga<br \/>\ndengan konsep kebenaran oleh iman yang dimulai dengan Paulus di Perjanjian<br \/>\nBaru. Kitab Kejadian disusun berdasarkan kebenaran besar ini, dimulai dari<br \/>\nwaktu Adam dan Hawa diusir dari taman Eden sampai pernyataan iman Abraham yang<br \/>\nbesar hingga pengakuan Yusuf terhadap pemeliharaan ilahi. Keselamatan akan<br \/>\nselalu menjadi sebuah pemberian kasih karunia ilahi, bukan sesuatu yang<br \/>\ndiperoleh dengan usaha-usaha manusia.<\/p>\n<p>Judul majalah Review and Herald  selama bertahun-tahun merangkum<br \/>\npernyataan-pernyataan doktrinal:<\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"\/biblical-christian-beliefs\/alkitab-dan-hanya-alkitab-pengatur-iman-dan-kewajiban.html\">Alkitab, dan hanya Alkitab,<br \/>\npengatur iman dan kewajiban<\/a>.<\/li>\n<li>Hukum Yahuwah, sebagaimana yang diajarkan di dalam Perjanjian Lama dan<br \/>\nPerjanjian Baru, tak dapat diubah.<\/li>\n<li>Kedatangan Yahushua, dan Kebangkitan Orang Benar, sebelum Kerajaan<br \/>\nSeribu Tahun.<\/li>\n<li>Bumi dikembalikan ke Taman Eden dengan segala kesempurnaan dan<br \/>\nkemuliaannya, warisan utama Orang-orang kudus.<\/li>\n<li>Kekekalan hanya melalui Yahushua, yang diberikan kepada Orang-orang<br \/>\nkudus pada waktu Kebangkitan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Baptisan, kehidupan, kematian, kebangkitan dan<br \/>\nkenaikan Yahushua masuk ke dalam tempat kudus sorgawi untuk berdoa bagi orang<br \/>\nberiman dan mengadakan pendamaian atas dosa tidaklah dinyatakan disini. Tentu<br \/>\nsaja, mereka percaya hal-hal ini. Tetapi fakta bahwa mereka telah meninggalkan rangkuman<br \/>\ndi atas membuat sebuah kesenjangan antara Hukum Yahuwah dan <a href=\"\/winds-of-doctrine\/kedatangan-kedua-dan-kerajaan-seribu-tahun.html\">kedatangan kedua Yahushua<\/a>. Hal ini memberi kontribusi<br \/>\nterhadap pemberitaan yang mengabaikan kebenaran-kebenaran ini. Kekurangan ini dijadikan<br \/>\nperhatian oleh orang-orang percaya di dalam Konferensi Umum pada tahun 1888 di<br \/>\nMinneapolis, dimana para tetua Waggoner dan Jones memberitakan pesan Kebenaran<br \/>\noleh Iman.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Banyak yang melakukan kesalahan dalam mencoba<br \/>\nuntuk mendefinisikan dengan teliti pokok-pokok perbedaan antara pembenaran dan<br \/>\npengudusan. Mereka sering membawa ide-ide dan spekulasi mereka sendiri ke dalam<br \/>\ndefinisi-definisi dari dua istilah tersebut. Mengapa mencoba menjadi lebih<br \/>\nteliti dibanding mengilhami pertanyaan penting tentang kebenaran oleh iman?<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Sebab orang berdosa yang bertobat, menyesal di<br \/>\nhadapan [Yahuwah], melihat penebusan [Yahushua] di atas kepentingannya, dan<br \/>\nmeneriman penebusan tersebut sebagai satu-satunya harapan di dalam kehidupan<br \/>\nyang sekarang dan yang akan datang, dosa-dosanya diampuni. Inilah pembenaran<br \/>\noleh iman.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Penyucian bukanlah usaha sesaat, sejam,<br \/>\nsehari, tetapi seumur hidup. Hal tersebut tidak diperoleh dengan emosi-emosi<br \/>\nperasaan, tetapi merupakan hasil dari terus menerus mati untuk dosa, dan terus<br \/>\nmenerus hidup untuk [Yahushua]. Kesalahan-kesalahan dan informasi-informasi<br \/>\nyang dibentuk di dalam karakter dengan upaya-upaya yang lemah dan berselang<br \/>\ntidak dapat dibenarkan. Hanya dengan upaya yang tekun dan lama, disiplin yang keras,<br \/>\ndan pertentangan yang tegas, yang kita harus menangkan.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Penyucian ini bukan hanya sebuah teori, emosi,<br \/>\natau sebuah bentuk kata-kata, tetapi sebuah penghidupan, prinsip yang aktif,<br \/>\nyang masuk ke dalam kehidupan setiap hari. Hal itu memerlukan kebiasaan-kebiasaan<br \/>\nmakan, minum, dan berpakaian sama seperti memastikan pemeliharaan fisik,<br \/>\nmental, dan kesehatan moral, sehingga kita dapat mempersembahkan tubuh kita<br \/>\nkepada [Yahuwah] &#8212; bukan persembahan yang dirusak dengan kebiasaan-kebiasaan<br \/>\nyang salah tetapi &#8212; &#8216;sebuah korban yang hidup, kudus, yang diterima di hadapan<br \/>\n[Yahuwah].&#8217;<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Alkitab adalah agen besar di dalam perubahan<br \/>\nkarakter. . . . Jika dipelajari dan ditaati, Firman [Yahuwah] bekerja di dalam<br \/>\nhati, menaklukkan setiap sifat yang tidak kudus.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">&#8220;Tidak ada penyucian yang spontan. Penyucian<br \/>\nyang sejati adalah sebuah pekerjaan sehari-hari, dan terus berlanjut sepanjang<br \/>\nhidup.&#8221; (Ellen G. White, <em>The Faith I<br \/>\nLive By<\/em>, halaman 116.)<\/p>\n<p>Teks ini memberikan saran dan informasi yang<br \/>\nberharga, bahkan, sebuah rangkuman dari seluruh masalah secara singkat.<br \/>\nPertama-tama, teks tersebut tersebut menunjukkan bahwa apa yang Alkitab katakan<br \/>\ntentang perihal ini adalah cukup, dan kita harus puas dengan itu, dan tidak<br \/>\nterlibat dalam spekulasi yang lebih lanjut. Di waktu yang sama, teks tersebut<br \/>\nmenunjukkan bahwa kebenaran oleh iman terdiri dari pembenaran dan penyucian.<\/p>\n<p><span><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"silhouette of a contemplative man against orange sky\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-right: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/contemplation-a-3.jpg\" align=\"left\" height=\"283\" width=\"425\"><\/span>Penyucian didefinisikan sebagai pengalaman<br \/>\npertobatan. Artinya, itu hanya dapat ada dalam kondisi perenungan hukum taurat,<a href=\"\/biblical-christian-beliefs\/sepuluh-perintah.html\">Sepuluh Perintah<\/a>, yang menjadi petunjuk<br \/>\nuntuk mengenali dosa. Pengampunan dosa terjadi ketika seseorang yang berdosa bertobat<br \/>\nserta menyesal dan menerima penebusan Yahushua. Penyucian lebih dari sesuatu<br \/>\nyang lebih rumit dan yang didefinisikan dengan kurang tepat. Itu adalah<br \/>\nperubahan karakter seumur hidup yang terjadi ketika seseorang mempelajari dan<br \/>\nmenaati firman Yahuwah. Firman itu bekerja dalam hati, menaklukkan setiap sifat<br \/>\nyang tidak kudus. Keduanya adalah tindakan ilahi, tetapi keduanya adalah<br \/>\ntindakan yang memerlukan kerjasama manusia dengan memegang teguh penebusan<br \/>\ndengan iman, dan setiap hari merenungkan firman Yahuwah.<\/p>\n<p>Kata <em>iman<\/em><br \/>\ndan <em>kebenaran<\/em> digunakan bersama hanya<br \/>\ndi dalam beberapa ayat, tetapi kata-kata tersebut merujuk pada bagian bagian<br \/>\nawal dari Alkitab. Orang pertama yang disebut telah meraih <em>kebenaran oleh iman<\/em> adalah Habel:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\u201dKarena iman Habel telah mempersembahkan kepada<br \/>\nYahuwah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia<br \/>\nmemperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Yahuwah berkenan akan<br \/>\npersembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.\u201d<br \/>\n(Ibrani 11:4).<\/p>\n<p>Hampir semua ayat-ayat semacam itu ditemukan di<br \/>\ndalam surat-surat Paulus. Tetapi Petrus juga ikut menggunakan istilah iman dan<br \/>\nkebenaran:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\u201dDari Petrus, hamba dan rasul <a href=\"\/biblical-christian-beliefs\/mengapa-hanya-yahuwah-dan-yahushua.html\">Yahushua<\/a>, Yang Diurapi, kepada<br \/>\nmereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena kebenaran<br \/>\nEloah dan Juruselamat kita, Yahushua, Yang Diurapi.\u201d (2 Petrus 1:1).<\/p>\n<p>Perlu diketahui bahwa iman yang kita pegang, tidak<br \/>\nberdasar pada kebenaran yang berasal dari diri kita sendiri, tetapi pada<br \/>\nkebenaran dari Yahuwah sendiri. Paulus juga memberikan pembahasannya mengenai<br \/>\nkebenaran oleh iman dengan maksud yang sama:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\u201dSebab di dalamnya nyata kebenaran Yahuwah, yang<br \/>\nbertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: \u201cOrang benar<br \/>\nhidup oleh iman.\u201d (Roma 1:17).<\/p>\n<p>Paulus melanjutkan dengan berpendapat bahwa<br \/>\nkebenaran Yahuwah, menjadi satu-satunya kebenaran yang harus diperoleh, tidak<br \/>\nterbatas pada kelompok orang tertentu. Itulah kesimpulan yang jelas, yaitu jika<br \/>\nkebenaran bukanlah kebenaran manusia tetapi kebenaran ilahi:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\u201dYaitu kebenaran Yahuwah karena iman dalam Yahushua<br \/>\nYang Diurapi, bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.\u201d (Roma<br \/>\n3:22).<\/p>\n<p>Telah ditetapkan bahwa hanya kebenaran Yahuwah yang<br \/>\nefektif, dan bahwa kebenaran tersebut dapat diakses oleh semua orang tanpa<br \/>\nperbedaan. Tetapi hal itu belum memperlihatkan bagaimana kebenaran tersebut diberikan<br \/>\nkepada manusia. Proses tersebut dijelaskan pada ayat berikutnya:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\u201dDan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan<br \/>\ncuma-cuma karena penebusan dalam Yahushua Yang Diurapi, yang telah di tentukan<br \/>\nYahuwah <em>menjadi<\/em> jalan pendamaian<br \/>\nkarena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan<br \/>\nkeadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu<br \/>\npada masa kesabaran-Nya.\u201d (Roma 3:24, 25).<\/p>\n<p>Pikiran manusia telah begitu keliru karena secara<br \/>\nalami memikirkan pertanyaan tentang apa yang seseorang harus lakukan.<br \/>\nPerenungan akan usaha-usaha yang sangat sering disebut itu telah muncul dalam<br \/>\ntulisan-tulisan Paulus:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\u201dTetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun<br \/>\npercaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan<br \/>\nmenjadi kebenaran.\u201d (Roma 4:5).<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"open Bible\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-left: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/open-bible-3.jpg\" align=\"right\" height=\"300\" width=\"400\">Namun usaha-usaha sebenarnya yang sia-sia adalah<br \/>\nmasalah perbedaan pendapat. Pada zaman Luther, masalahnya adalah ritual yang<br \/>\nsebagian besar tidak Alkitabiah. Di zaman Paulus, pertanyaan yang paling penting<br \/>\ndalam agama Yahudi adalah apakah seorang dewasa yang bertobat harus disunat<br \/>\nuntuk pertobatannya. Akibatnya, perselisihan ini meluap sampai ke jemaat<br \/>\nmula-mula juga:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\u201d<em>Adakah<\/em><br \/>\nucapan bahagia ini hanya berlaku bagi orang bersunat <em>saja<\/em> atau juga bagi orang tak bersunat? Sebab telah kami katakan,<br \/>\nbahwa kepada Abraham iman diperhitungkan sebagai kebenaran.\u201d (Roma 4:9).<\/p>\n<p>Paulus mengambil teladan Abraham:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\u201dDan tanda sunat itu diterimanya sebagai materai<br \/>\nkebenaran berdasarkan iman yang ditunjukkannya, sebelum ia bersunat.<br \/>\nDemikianlah ia dapat menjadi bapa semua orang percaya yang tak bersunat, supaya<br \/>\nkebenaran diperhitungkan kepada mereka.\u201d (Roma 4:11).<\/p>\n<p>Menariknya, Paulus <br \/>\nsama sekali menghindari masalah tentang amal-amal baik sebagai<br \/>\nusaha-usaha dan berfokus pada peluang kebenaran oleh iman bagi semua manusia.<br \/>\nSekali lagi, fokus janji itu bukan pada manusia, karena itu akan menyiratkan<br \/>\nusaha-usaha, tetapi pada keturunan Abraham, yaitu pada Yahushua, yang merupakan<br \/>\npewaris dunia. Peluang keselamatan bagi semua manusia tidak berfungsi terhadap<br \/>\nsemua manusia, tetapi berfungsi terhadap warisan yang Yahushua telah menangkan.<br \/>\nIni adalah alasan logis dibalik ketidakefektifan usaha-usaha:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\u201dSebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan<br \/>\njanji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi<br \/>\nkarena kebenaran, berdasarkan iman.\u201d (Roma 4:13).<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p class=\"indenttext\">\u201dJika demikian, apakah yang hendak kita katakan?<br \/>\nIni: bahwa bangsa-bangsa lain yang tidak mengejar kebenaran, telah beroleh<br \/>\nkebenaran, yaitu kebenaran karena iman.\u201d (Roma 9:30).<\/p>\n<p>Usaha-usaha benar-benar didefinisikan, seperti<br \/>\nmelalui sunat, sehingga menjadi milik orang-orang tertentu bukan hanya untuk<br \/>\norang-orang percaya dari semua bangsa-bangsa yang Yahushua wariskan. Aspek kerajaan<br \/>\nyang ditetapkan secara ilahi dalam kaitannya dengan kebenaran oleh iman telah<br \/>\nsangat diabaikan, dan itu juga menjelaskan pandangan miring yang berspekulasi<br \/>\nterhadap hubungan usaha-usaha dengan iman yang Ellen White sesali dalam teks<br \/>\nyang dinyatakan diawal.<\/p>\n<p>Anugerah kebenaran oleh iman adalah warisan sah<br \/>\nYahushua, yang mewarisi dunia, menaklukkan kematian, dan menjadi sumber<br \/>\nkehidupan, itu tergantung secara langsung pada hubungan manusia dengan<br \/>\nkebangkitan Yahushua:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\u201dTetapi kebenaran karena iman berkata demikian,&#8230;<br \/>\nFirman itu dekat kepadamu, <em>yakni<\/em> di<br \/>\ndalam mulutmu dan di dalam hatimu. Itulah firman iman, yang kami beritakan,<br \/>\nsebab jika kamu mengaku Yahushua dengan mulutmu, dan percaya dalam hatimu,<br \/>\nbahwa Yahuwah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan<br \/>\ndiselamatkan.\u201d (Roma 10:6,8-10).<\/p>\n<p>Paulus memberikan penjelasan singkat tentang perihal<br \/>\ntersebut dalam kitab Galatia:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\u201dSebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan<br \/>\nkebenaran yang kita harapkan.\u201d (Galatia 5:5).<\/p>\n<p>Baik dalam Kitab Roma maupun Galatia, Paulus<br \/>\nmemindahkan kebenaran seseorang yang tidak efektif pada kebenaran hukum Taurat.<br \/>\nKonteks tersebut tentu saja merupakan penyesuaian orang Yahudi pada Roma di<br \/>\nabad pertama, dimana hukum taurat ditekankan, dan dengan demikian diserong dan<br \/>\ndisalahgunakan. Dua rangkaian iman bangsa Israel adalah hukum taurat dan sosok<br \/>\nMesias, yang telah ditetapkan secara ilahi. Bangsa Romawi sangat sensitif<br \/>\nterhadap setiap saingan Kaisar. Untuk bertahan hidup, orang Yahudi berfokus<br \/>\npada hukum taurat dan menanggalkan Mesias. Orang-orang Farisi melakukannya<br \/>\ndengan metode rabbi, penerapan hukum taurat secara ilmiah untuk semua aspek<br \/>\nkehidupan. Orang-orang Saduki melakukannya dengan apa yang mereka pikir<br \/>\nmerupakan sebuah penerapan hukum taurat yang sesungguhnya, namun yang dibatasi<br \/>\npada daerah-daerah yang ditetapkan, dan membiarkan sisa hidup mereka<br \/>\nberkompromi dengan Roma. Dengan demikian, keduanya mendukung sebuah kebenaran<br \/>\nhukum taurat yang menyangkal Yahushua. Di waktu yang sama, peran raja Mesias<br \/>\nadalah pusatnya. Paulus adalah benar-benar seorang jawara, bukan terhadap<br \/>\nsebuah iman yang baru, tetapi terhadap iman Israel konservatif, iman yang<br \/>\nbenar-benar setia pada penguasa yang telah ditetapkan, raja ilahi yang diteguhkan.<br \/>\nHal ini muncul dalam rangkuman dalam kitab Filipi 3:9:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\u201dDan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku<br \/>\nsendiri karena menaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena<br \/>\nkepercayaan kepada Dia Yang Diurapi, yaitu kebenaran yang Yahuwah anugerahkan berdasarkan<br \/>\nkepercayaan.\u201d (Filipi 3:9).<\/p>\n<p>Namun hal itu tidak membebaskan manusia dari<br \/>\nkewajiban-kewajiban moral mereka lagi setelah kedatangan Yahushua yang<br \/>\ndilakukan sebelum Dia datang, atau lebih awal dibawah para<br \/>\npenyelamat-penyelamat pada zaman kerajaan Israel atau bahkan lebih awal lagi<br \/>\ndari para penyelamat-penyelamat pada zaman para hakim dan para pendahulu yang<br \/>\nberiman. Semua penyelamat-penyelamat atau orang-orang yang diurapi ini hanya<br \/>\ndapat memberikan kepuasan fisik dan duniawi. Pemeliharaan Sepuluh Perintah yang<br \/>\ntepat adalah cara dan akhir dari semuanya, tetapi memelihara perintah-perintah<br \/>\ntersebut tidak dapat membebaskan orang dari kematian. Yahushua dapat memberikan<br \/>\nhidup yang kekal dan Dia memang memberikannya. Dia tidak memberikan kurang dari<br \/>\napa yang diberikan oleh orang-orang diurapi di dalam Perjanjian Lama, yang menekankan<br \/>\narti dari memelihara Sepuluh Perintah, namun Dia memberikan lebih. Dia<br \/>\nmemberikan hidup yang kekal bagi semua orang yang Dia wariskan melalui<br \/>\nkemenangan-Nya atas kematian. Jadi, di dalam tulisannya kepada Timotius, Paulus<br \/>\nmenggabungkan istilah <em>kebenaran<\/em> dan <em>iman<\/em> dengan orang-orang yang saleh,<br \/>\npenuh kasih, sabar, dan lemah lembut itu:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\u201dTetapi engkau, hai manusia Yahuwah, jauhilah<br \/>\nsemuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan<br \/>\nkelembutan.\u201d (1 Timotius 6:11).<\/p>\n<p>Kebaikan-kebaikan yang positif dilengkapi dengan<br \/>\nmenjauhi dosa:<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\u201dSebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah<br \/>\nkeadilan, kesetian, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada  Yahushua dengan hati yang murni.\u201d (2 Timotius<br \/>\n2:22).<\/p>\n<p>Dengan demikian. sebuah teologi kebenaran yang<br \/>\nsepenuhnya, tidak hanya ditemukan dengan memeriksa kurangnya ayat-ayat yang<br \/>\nmenyebutkan kata-kata &#8220;kebenaran oleh iman&#8221; secara langsung.<\/p>\n<p><span><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"Noah's Ark: A true example of righteousness by faith\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-right: 15px\" title=\"\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/noahs-ark-a-3.jpg\" align=\"left\" height=\"282\" width=\"425\"><\/span>Mungkin tidak ada tokoh dari kebenaran oleh iman<br \/>\nyang lebih memikat dari tokoh yang ada di atas bahtera. Orang-orang yang<br \/>\nberusaha keras memelihara hukum, tetapi gagal masuk ke dalam bahtera, akan tenggelam<br \/>\nsekaligus bersama-sama dengan orang-orang berdosa. Tidak ada yang lain yang<br \/>\ndapat mengungkapkan secara lebih jelas dan fasih tentang mengapa dan bagaimana<br \/>\nkebenaran itu oleh iman dan bukan karena melakukan hukum taurat.<\/p>\n<p class=\"indenttext\">\n<p>\u201dKarena iman, maka Nuh, dengan petunjuk Yahuwah<br \/>\ntentang sesuatu yang belum kelihatan, dengan taat mempersiapkan bahtera untuk<br \/>\nmenyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia<br \/>\nditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.\u201d (Ibrani 11:7).<\/p>\n","protected":false},"featured_media":214564,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":[],"class_list":["post-108203","wlc-article","type-wlc-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","wlc-article-category-kesalehan-praktis","wlc-content-directory-justification"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kebenaran Oleh Iman - Worlds Last Chance<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/righteousness-by-faith-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kebenaran Oleh Iman - Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kami telah mengembalikan Nama-nama Bapa dan Anak yang ada di dalam kutipan Alkitab, sebagaimana yang dituliskan oleh para penulis Alkitab yang diilhami. Klik disini untuk mengunduh Alkitab Restored Names Version (RNV). \u2013 Tim WLC Tindakan membeli pengampunan dosa dari Gereja Katholik Roma yang dilakukan secara nyata dan luar biasa pada pergantian abad keenam belas menimbulkan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/righteousness-by-faith-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-20T14:07:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/righteousness-by-faith-bahasa.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"250\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"159\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/righteousness-by-faith-2\/\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/righteousness-by-faith-2\/\",\"name\":\"Kebenaran Oleh Iman - Worlds Last Chance\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/righteousness-by-faith-2\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/righteousness-by-faith-2\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/righteousness-by-faith-bahasa.jpg\",\"datePublished\":\"2009-01-22T08:11:06+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-20T14:07:58+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/righteousness-by-faith-2\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/righteousness-by-faith-2\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/righteousness-by-faith-2\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/righteousness-by-faith-bahasa.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/righteousness-by-faith-bahasa.jpg\",\"width\":250,\"height\":159},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/righteousness-by-faith-2\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Articles\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Kebenaran Oleh Iman\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/\",\"name\":\"Worlds Last Chance\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kebenaran Oleh Iman - Worlds Last Chance","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/righteousness-by-faith-2\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kebenaran Oleh Iman - Worlds Last Chance","og_description":"Kami telah mengembalikan Nama-nama Bapa dan Anak yang ada di dalam kutipan Alkitab, sebagaimana yang dituliskan oleh para penulis Alkitab yang diilhami. Klik disini untuk mengunduh Alkitab Restored Names Version (RNV). \u2013 Tim WLC Tindakan membeli pengampunan dosa dari Gereja Katholik Roma yang dilakukan secara nyata dan luar biasa pada pergantian abad keenam belas menimbulkan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/righteousness-by-faith-2\/","og_site_name":"Worlds Last Chance","article_modified_time":"2025-08-20T14:07:58+00:00","og_image":[{"width":250,"height":159,"url":"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/righteousness-by-faith-bahasa.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/righteousness-by-faith-2\/","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/righteousness-by-faith-2\/","name":"Kebenaran Oleh Iman - Worlds Last Chance","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/righteousness-by-faith-2\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/righteousness-by-faith-2\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/righteousness-by-faith-bahasa.jpg","datePublished":"2009-01-22T08:11:06+00:00","dateModified":"2025-08-20T14:07:58+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/righteousness-by-faith-2\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/righteousness-by-faith-2\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/righteousness-by-faith-2\/#primaryimage","url":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/righteousness-by-faith-bahasa.jpg","contentUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/righteousness-by-faith-bahasa.jpg","width":250,"height":159},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/practical-piety\/righteousness-by-faith-2\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Articles","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Kebenaran Oleh Iman"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/","name":"Worlds Last Chance","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article\/108203","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/wlc-article"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108203"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/214564"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108203"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}