{"id":108180,"date":"2009-01-08T13:34:30","date_gmt":"2009-01-08T13:34:30","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/wlc-article\/migrating-sepuluh-perintah\/"},"modified":"2025-08-20T13:44:42","modified_gmt":"2025-08-20T13:44:42","slug":"sepuluh-perintah","status":"publish","type":"wlc-article","link":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/articles\/kepercayaan-alkitabiah\/sepuluh-perintah\/","title":{"rendered":"Sepuluh Perintah"},"content":{"rendered":"<p>Doktrin utama kedua dari lima doktrin yang ditegaskan<br \/>\noleh &#8220;Review and Herald&#8221; pada tahun 1854 adalah &#8220;Hukum [<a href=\"\/biblical-christian-beliefs\/mengapa-hanya-yahuwah-dan-yahushua.html\">Yahuwah<\/a>] seperti yang diajarkan<br \/>\ndalam Perjanjian Lama dan Baru, tidak berubah&#8221;. Sementara kita mungkin<br \/>\nmembayangkan bahwa hukum yang terkait dengan moral, sosial, dan kesehatan<br \/>\nlainnya juga termasuk di dalamnya, seperti yang nampak di dalam Alkitab, hukum Yahuwah<br \/>\nyang paling luar biasa yang diajarkan dalam Perjanjian Lama dan Baru adalah <strong>Sepuluh Perintah<\/strong>. Hukum ini dinyatakan <em>tidak akan berubah<\/em>.<\/p>\n<p>Tujuan dari artikel ini adalah untuk<br \/>\nmengidentifikasi apakah sepuluh perintah itu, untuk memberikan pandangan<br \/>\nsingkat mengenai pentingnya sejarahnya, untuk menunjukkan bahwa sepuluh<br \/>\nperintah ini diajarkan dalam Perjanjian Lama dan Baru, dan akhirnya untuk<br \/>\nmenunjukkan bahwa sepuluh perintah itu adalah tidak berubah.<\/p>\n<h3><strong>Apakah Sepuluh<br \/>\nPerintah itu?<\/strong><\/h3>\n<p>Teks yang kita kenal sebagai sepuluh perintah<br \/>\nditemukan dalam Keluaran 20: 1-17, tetapi hukum ini tidak disebut Sepuluh<br \/>\nPerintah di sana. Pernyataan Sepuluh Perintah hanya digunakan tiga kali di dalam<br \/>\nAlkitab. (Keluaran 34:28) Dan Musa ada di sana bersama-sama dengan Yahuwah<br \/>\nempat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum<br \/>\nair, dan ia menuliskan pada loh itu segala perkataan perjanjian, yakni<br \/>\nKesepuluh Firman. (Ulangan 4:13) Dan Ia memberitahukan kepadamu perjanjian,<br \/>\nyang diperintahkan-Nya kepadamu untuk dilakukan, yakni Kesepuluh Firman dan Ia<br \/>\nmenuliskannya pada dua loh batu. (Ulangan 10: 4) Dan pada loh itu Ia<br \/>\nmenuliskan, sama dengan tulisan yang mula-mula, Kesepuluh Firman yang telah<br \/>\ndiucapkan Yahuwah kepadamu di atas gunung dari tengah-tengah api pada hari kamu<br \/>\nberkumpul; sesudah itu Yahuwah memberikannya kepadaku.<\/p>\n<p>Dari ayat-ayat di dalam kitab Ulangan, kita dapat<br \/>\nmelihat bahwa Sepuluh Perintah adalah firman yang ditemukan di dalam kitab Keluaran<br \/>\npasal 20, dan bukan, karena ada juga beberapa, yang ditemukan dalam kitab Keluaran<br \/>\npasal 34 itu sendiri. Namun, Sepuluh Perintah bukanlah firman yang mengacu pada<br \/>\npengorbanan, perayaan tahunan, dan kebiasaan merebus anak domba dalam susu<br \/>\ninduknya. Sepuluh Perintah adalah firman yang secara terbuka dinyatakan<br \/>\n&#8220;dari tengah-tengah api pada hari berkumpul&#8221;, yaitu perintah-perintah<br \/>\nyang dituliskan di dalam kitab Keluaran pasal 20.<\/p>\n<h3><strong>Apa Peran<br \/>\nSepuluh Perintah di dalam Sejarah?<\/strong><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-left: 15px\" title=\"\" alt=\"ten commandments\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/4th-commandment.jpg\" align=\"right\" border=\"0\">Adalah menakjubkan bahwa sepuluh perintah telah<br \/>\nmenerima begitu banyak perhatian dalam beberapa tahun terakhir, namun orang<br \/>\nyang bersangkutan itu sendiri yang telah mengangkat perihal ini tidak memandang<br \/>\ndengan serius pada perintah-perintah ini. Sepuluh perintah, seperti yang<br \/>\ntercatat dalam kitab Keluaran pasal 20, membawa kesatuan mutlak Yahuwah.<br \/>\nKebanyakan dari mereka yang ingin membuat perintah-perintah itu ditampilkan<br \/>\npada gedung-gedung publik malahan percaya pada <a href=\"\/winds-of-doctrine\/apakah-trinitas-itu-alkitabiah.html\">Trinitas<\/a>, sebuah doktrin yang sama<br \/>\nsekali asing bagi sepuluh perintah dan sejarahnya yang terkait. Selain itu,<br \/>\nsekitar sepertiga dari teks sepuluh perintah berkaitan dengan Sabat hari<br \/>\nketujuh. Kebanyakan dari mereka yang mendukung visibilitas yang lebih besar<br \/>\ndari perintah-perintah itu adalah para pemelihara hari Minggu. Akhirnya, salah<br \/>\nsatu dari sepuluh perintah itu adalah Jangan membunuh. Baik hukuman mati maupun<br \/>\nagresi yang menyulut perang tampaknya menjadi isu-isu populer di antara<br \/>\nbeberapa orang yang sama yang fasih mendukung Dekalog [Sepuluh Perintah].<\/p>\n<p>Namun, alasan mengapa ketidakkonsistenan ini terjadi<br \/>\nseperti ini adalah masuk akal. Sepuluh perintah yang meluas digunakan oleh hampir<br \/>\nsemua &#8220;gereja&#8221; umat Kristen di katakan bukan dari orang-orang Yahudi.<br \/>\nBahkan Islam mengakui sepuluh perintah telah diberikan kepada Musa sebagai<br \/>\nkriteria untuk menyatakan sesuatu benar dan salah. Namun, jelas bahwa sebagian<br \/>\nbesar badan keagamaan, menjadikan sepuluh perintah hanya sekedar ucapan di<br \/>\nbibir saja, dan tidak mempraktekkannya. Bahkan, semua tradisi kepercayaan dunia<br \/>\nmempertahankan setidaknya setengah dari perintah-perintah itu. Namun tidak ada<br \/>\ntradisi kepercayaan yang memelihara semua dari sepuluh itu secara nyata.<br \/>\nSepuluh perintah muncul di hampir semua buku-buku pelajaran agama Kristen yang<br \/>\npernah ditulis, tetapi beberapa dari perintah-perintah itu dijelaskan secara bertentangan<br \/>\ndengan pengertian yang nyata dan jelas dari teks-teks itu. Bagi Martin Luther<br \/>\ndalam \u201cKatekismus Singkat\u201d perintah Sabat berarti pergi ke gereja dan mematuhi<br \/>\napa yang pengkhotbah sampaikan! Perintah yang sesungguhnya menetapkan<br \/>\nkewenangan Yahuwah telah dirampas untuk meningkatkan kekuasaan manusia. Bahkan<br \/>\nGereja Katolik Roma mengajarkan sepuluh perintah dalam bentuk yang singkat dan<br \/>\ntelah diubah di dalam katekismusnya.<\/p>\n<p>Sepuluh perintah adalah unik karena di dalam semua<br \/>\nliteratur klasik agama dunia terlihat bahwa tidak ada teks lain yang telah diklaim<br \/>\ntelah diungkapkan langsung oleh Yahuwah kepada kerumunan besar orang banyak<br \/>\nselain hukum ini. Semua teks-teks lain datang melalui seorang individu,<br \/>\nseringkali melalui penglihatan, mimpi, atau batin seseorang. Melalui malaikat<br \/>\ndan nabi yang terkemuka, tapi jarang yang langsung berbicara dengan Yahuwah.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-right: 15px\" title=\"\" alt=\"moses and ten commandments\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/moses.jpg\" align=\"left\" border=\"0\">Kitab Keluaran pasal 20 melaporkan bahwa Yahuwah<br \/>\nberbicara secara langsung dan terbuka di atas Gunung Sinai setelah Israel<br \/>\nmeninggalkan Mesir. Di seluruh dunia, terdapat petunjuk dan referensi mengenai wahyu<br \/>\nilahi ini dalam tradisi lisan dari orang-orang yang terlempar-sangat jauh.<br \/>\nSuku-suku di Afrika, Amerika Utara dan Selatan, dan bagian lain dari bumi ini<br \/>\ntelah mengabadikan kisah Yahuwah memberikan pesan kepada umat manusia di atas gunung.<br \/>\nKadang-kadang rincian cerita tersebut sangat mirip dengan Alkitab. Kisah yang<br \/>\ndiceritakan di kalangan Indian Amerika termasuk pengejaran musuh sampai mereka<br \/>\nbinasa, mata air yang ajaib, perjanjian, gemuruh kilat di atas gunung, Sang<br \/>\nPencipta yang berbicara langsung dari atas gunung, dan pemberian loh-loh batu.<\/p>\n<p>Walaupun teks sepuluh perintah mungkin tidak muncul<br \/>\ndalam kitab-kitab suci yang lain, namun sebagian besar dari kitab-kitab suci itu<br \/>\nmerujuk langsung ke sebagian besar dari sepuluh perintah itu. Tidak ada agama yang<br \/>\nmendukung pembunuhan, pencurian, perzinahan, atau tidak menghormati orang tua.<br \/>\nKitab suci mereka mengacu pada prinsip-prinsip ini dalam istilah yang sangat<br \/>\nmirip dengan sepuluh perintah. Semua perintah dari sepuluh itu dirujuk di dalam<br \/>\nAl-Qur&#8217;an, termasuk hari Sabat di beberapa bagian. Kebanyakan tradisi agama<br \/>\nseperti Kristen memiliki prinsip-prinsip sepuluh perintah ini di dalam kitab<br \/>\nsuci mereka, tetapi gagal untuk mempertahankan beberapa dari perintah-perintah<br \/>\nitu. Istilah Al-Qur&#8217;an mengejek para pelanggar-sabat, tapi itu tidak mencegah<br \/>\numat Islam untuk secara umum mengabaikan hari Sabat, seperti saudara-saudara mereka<br \/>\norang-orang Kristen. Di sisi lain, pada zaman dahulu tampak bahwa<br \/>\nprinsip-prinsip sepuluh perintah itu sangat terkenal dan diikuti. Pemelihara Sabat<br \/>\ndi kalangan non-Yahudi tersebar secara luas.<\/p>\n<p>Pentingnya sepuluh perintah dalam tradisi Yahudi<br \/>\nkuno adalah sangat besar. Beberapa orang menghargai hukum itu begitu tinggi, sehingga<br \/>\nmereka menganggap tidak ada hal lain lagi yang lebih penting dari itu. Pada masa<br \/>\ndi mana buku-buku masih langka dan mahal, godaan untuk menganggap wahyu yang<br \/>\nterdiri dari sepuluh perintah adalah besar. Para Rabbi akhirnya memberantas ide<br \/>\ntersebut dari agama Yahudi, tetapi dengan biaya yang sangat besar. Hanya<br \/>\nsetelah pelarangan pembacaan sepuluh perintah sebagai bagian dari doa-doa<br \/>\nsehari-hari dilakukan barulah mereka mampu mendidik rakyat Yahudi untuk melihat<br \/>\ntugas-tugas lain selain dari hukum itu sebagai sesuatu yang memiliki nilai yang<br \/>\nsama. Sejarah menyebutkan secara rinci dalam Liturgi Yahudi dan Pengembangannya,<br \/>\nAZ Idelsohn, halaman 91, 92.<\/p>\n<p>&#8220;Di dalam pelayanan Bait Suci, Sepuluh Perintah<br \/>\ndibacakan sebelum Shema [teks Ibrani dari kitab Keluaran pasal 20 termasuk ayat<br \/>\n1 dan 2]. Namun, kebiasaan ini tidak dilakukan di luar Bait Suci, oleh karena Sekte<br \/>\nmencatat bahwa hanya perintah tersebut yang diungkapkan secara Ilahi<br \/>\n(b.Ber.12a). Dalam Nash-Papyrus sekitar abad pertama Masehi yang ditemukan di<br \/>\nMesir, Sepuluh Perintah diberikan sebelum Shema.<\/p>\n<p>&#8220;Sepuluh Perintah terus dibacakan di rumah-rumah<br \/>\nibadat Palestina di Mesir sampai abad ketiga belas.<\/p>\n<p>&#8220;Sebuah alasan yang lebih jelas diberikan dalam<br \/>\nJer. Ber. 1, 3c, &#8211; Alasannya karena mereka (Orang Minim) tidak akan mengatakan<br \/>\nbahwa hanya ini (Sepuluh Perintah) yang diberikan kepada Musa di Gunung Sinai&#8221;.<br \/>\nKohler menambahkan: &#8220;Hanya karena Yahudi-Kristen awal menyatakan Sepuluh<br \/>\nPerintah sebagai wahyu ilahi yang eksklusif, dan itu membuang hukum Musa lain dan<br \/>\nmenjadikannya hanya sebagai peraturan-peraturan yang bersifat sementara, juga pembacaan<br \/>\nDasa Titah dalam liturgi harian pagi yang kemudian dihapuskan&#8221;.<\/p>\n<p>Ada banyak kesesuaian yang dinyatakan dan tersirat<br \/>\ndi sini, tapi mungkin yang paling relevan dengan artikel ini adalah kenyataan<br \/>\nbahwa sepuluh perintah dulunya jauh lebih penting bagi baik agama Yahudi maupun<br \/>\nagama Kristen daripada sekarang. Satu-satunya kesimpulan yang bisa ditarik<br \/>\nadalah bahwa telah terjadi kesesatan yang bersifat umum dan meluas. Beberapa<br \/>\norang masih mempertahankan keyakinan awal &#8220;Yahudi-Kristen&#8221;, bahwa<br \/>\nSepuluh Perintah membentuk pusat dan menentukan wahyu ilahi disepanjang waktu<br \/>\ndi segala tempat.<\/p>\n<p>Mereka yang keluar dari Babel dan membentuk <a href=\"\/practical-godliness\/home-churches-bahasa.html\">Gereja rumah<\/a>  untuk beribadah dalam kemurnian akan<br \/>\nmelakukannya dengan baik untuk mempertimbangkan bahwa sepuluh perintah harus<br \/>\ndibaca dalam setiap pertemuan ibadah.<\/p>\n<h3><strong>Apakah yang Dikatakan<br \/>\nAlkitab Tentang Sepuluh Perintah?<\/strong><\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 5px; margin-right: 20px\" title=\"\" alt=\"ten commandments\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/gods-finger.jpg\" align=\"left\" border=\"0\">Kita telah melihat tiga naskah mendefinisikan<br \/>\nsepuluh perintah sebagai kata-kata yang diucapkan kepada publik &#8220;dari<br \/>\ntengah-tengah api&#8221; oleh Yahuwah di hadapan jutaan orang, dan ditulis<br \/>\ndengan jari Yahuwah sendiri. Itu ditegaskan kembali oleh lebih banyak teks<br \/>\njuga.<\/p>\n<p>(Keluaran 24:12) Yahuwah berfirman kepada Musa:<br \/>\n&#8220;Naiklah menghadap Aku, ke atas gunung, dan tinggallah di sana, maka Aku<br \/>\nakan memberikan kepadamu loh batu, yakni hukum dan perintah, yang telah<br \/>\nKutuliskan untuk diajarkan kepada mereka&#8221;. (Keluaran 31:18) Dan Yahuwah<br \/>\nmemberikan kepada Musa, setelah Ia selesai berbicara dengan dia di gunung<br \/>\nSinai, kedua loh hukum, loh batu, yang ditulisi oleh jari Elohim. (Keluaran<br \/>\n32:15) Setelah itu berpalinglah Musa, lalu turun dari gunung dengan kedua loh<br \/>\nhukum dalam tangannya, loh-loh yang bertulis pada kedua sisinya; bertulis<br \/>\nsebelah-menyebelah.<\/p>\n<p>Adalah menarik bahwa perintah-perintah ini ditulis pada<br \/>\nsemua sisi dari loh batu itu. Kita tidak tahu seberapa besar atau bagaimana<br \/>\nbentuk batu itu, tapi jika dua loh batu itu dibandingkan dengan tablet tanah<br \/>\nliat kuno yang ditemukan di sejumlah tempat di Timur Tengah dan batu perjanjian<br \/>\nkuno yang ditemukan di antara orang-orang Het, yang memanjang seperti sebuah<br \/>\nkubus, dan memiliki enam sisi di mana tulisan-tulisannya muncul. Perjanjian-perjanjian<br \/>\nkadang-kadang pada zaman dahulu dimasukkan ke dalam dua teks yang sama yang<br \/>\nditulis pada masing-masing dari dua batu, sebagai salinan dari perjanjian bagi<br \/>\nkedua belah pihak. Tapi dalam perihal ini tidak seperti itu, berdasarkan<br \/>\ntradisi baik diantara agama Yahudi maupun agama Kristen, yang membagi<br \/>\nperintah-perintah itu pada kedua loh batu. Hal ini ditegaskan oleh Ellen White<br \/>\njuga. &#8220;Perintah kelima adalah suci, tetapi jika anda harus melanggar salah<br \/>\nsatu dari empat perintah yang pertama dari dekalog itu, dimana terungkap kewajiban<br \/>\nmanusia kepada Sang Penciptanya, maka anda tidak akan berada dalam posisi yang benar<br \/>\nuntuk menaati enam perintah yang terakhir di mana ditentukan kewajiban manusia kepada<br \/>\nsesamanya. Untuk melanggar salah satu dari perintah-perintah yang menentukan<br \/>\nkewajiban setiap orang kepada [Yahuwah] akan berarti melanggar prinsip-prinsip dari<br \/>\nseluruh hukum itu. Pena inspirasi mencatat bahwa orang yang bersalah pada salah<br \/>\nsatu bagian akan bersalah terhadap semuanya. Jadi, haruskah Sabat hukum ke-empat<br \/>\ndiabaikan, dan manusia membuktikan pengkhianatan pada pengakuan&#8230; [Yahuwah]<br \/>\natas dirinya, apakah ketidaktaatan ini akan mempersiapkan dirinya untuk<br \/>\nmemenuhi tuntutan hukum dengan menetapkan kewajibannya kepada orang tuanya di<br \/>\nbumi? Apakah hatinya akan ditetapkan melalui pelanggaran terhadap ajaran tulus<br \/>\nYahuwah pada loh batu yang pertama, untuk memelihara aturan pertama dari loh<br \/>\nbatu yang kedua. Kita dituntut, oleh perintah ini, untuk menghormati orang tua<br \/>\nkita, dan kita akan menjadi anak-anak yang tidak normal jika kita tidak<br \/>\nmematuhi ajaran ini. Tetapi jika kasih dan hormat kita kepada orang tua duniawi<br \/>\nkita sebesar itu maka betapa lebihnya lagi hormat dan kasih yang harus kita<br \/>\nberikan kepada Orang Tua surgawi kita.&#8221; {ST, 28 Februari 1878 par. 5}.<\/p>\n<p>Yang penting adalah fakta bahwa Yahuwah sendiri<br \/>\nmenulis pesan itu di atas loh batu dan memberikannya kepada Musa untuk dipelihara<br \/>\nsebagai firman perjanjian bagi umat. (Kel 32:16) Kedua loh itu ialah pekerjaan Yahuwah<br \/>\ndan tulisan itu ialah tulisan Yahuwah, ditukik pada loh-loh itu.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-left: 15px\" title=\"\" alt=\"moses on sinai with ten commandments\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/tc-smash.jpg\" align=\"right\" border=\"0\">Setiap orang tahu bagaimana nasib dari dua loh batu pertama<br \/>\ndari perintah itu dan apa yang diperlukan untuk membuat dua loh batu yang baru.<br \/>\nTeori bahwa dua loh batu yang kedua dari perintah itu berbeda dengan dua loh<br \/>\nbatu yang pertama tidak dapat dipegang, karena bertentangan dengan kisah dalam<br \/>\nAlkitab. (Kel 32:19) Dan ketika ia dekat ke perkemahan itu dan melihat anak<br \/>\nlembu dan melihat orang menari-nari, maka bangkitlah amarah Musa;<br \/>\ndilemparkannyalah kedua loh itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki<br \/>\ngunung itu. (Kel 34: 1) Berfirmanlah Yahuwah kepada Musa: &#8220;Pahatlah dua<br \/>\nloh batu sama dengan yang mula-mula, maka Aku akan menulis pada loh itu segala<br \/>\nfirman yang ada pada loh yang mula-mula, yang telah kaupecahkan. (Kel 34: 4) Lalu<br \/>\nMusa memahat dua loh batu sama dengan yang mula-mula; bangunlah ia pagi-pagi<br \/>\ndan naiklah ia ke atas gunung Sinai, seperti yang diperintahkan Yahuwah kepadanya,<br \/>\ndan membawa kedua loh batu itu di tangannya. (Kel 34:28)<\/p>\n<p>(Kel 34:29) Ketika Musa turun dari gunung<br \/>\nSinai&#8211;kedua loh hukum perjanjian itu ada di tangan Musa ketika ia turun dari<br \/>\ngunung itu&#8211;tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia<br \/>\ntelah berbicara dengan Yahuwah.<\/p>\n<p>Sepuluh perintah yang dicanangkan dan ditulis oleh<br \/>\nYahuwah ditegaskan dalam ringkasan khotbah Musa kepada orang Israel sebelum<br \/>\nmereka masuk ke Tanah Perjanjian. (Ulangan 5:22) Firman itulah yang diucapkan Yahuwah<br \/>\nkepada seluruh jemaahmu dengan suara nyaring di gunung, dari tengah-tengah api,<br \/>\nawan dan kegelapan, dan tidak ditambahkan-Nya apa-apa lagi. Ditulis-Nya<br \/>\nsemuanya pada dua loh batu, lalu diberikan-Nya kepadaku.&#8221;<\/p>\n<p>Kisah penghancuran dan pembaharuan loh batu itu<br \/>\ndiulang di dalam kitab Ulangan pasal sembilan dan sepuluh. Penempatan<br \/>\nperintah-perintah itu di dalam tabut dijelaskan secara rinci di sana. (Ulangan<br \/>\n10: 1-5) &#8220;Pada waktu itu berfirmanlah Yahuwah kepadaku: Pahatlah dua loh<br \/>\nbatu yang serupa dengan yang mula-mula, naiklah kepada-Ku ke atas gunung, dan<br \/>\nbuatlah sebuah tabut dari kayu; maka Aku akan menuliskan pada loh itu<br \/>\nfirman-firman yang ada pada loh yang mula-mula yang telah kaupecahkan itu, kemudian<br \/>\nletakkanlah kedua loh ke dalam tabut itu. Maka aku membuat sebuah tabut dari<br \/>\nkayu penaga dan memahat dua loh batu yang serupa dengan yang mula-mula;<br \/>\nkemudian aku mendaki gunung dengan kedua loh itu di tanganku. Dan pada loh itu<br \/>\nIa menuliskan, sama dengan tulisan yang mula-mula, Kesepuluh Firman yang telah<br \/>\ndiucapkan Yahuwah kepadamu di atas gunung dari tengah-tengah api pada hari kamu<br \/>\nberkumpul; sesudah itu Yahuwah memberikannya kepadaku. Lalu aku turun kembali<br \/>\ndari atas gunung, dan aku meletakkan loh-loh itu ke dalam tabut yang telah<br \/>\nkubuat; dan di situlah tempatnya, seperti yang diperintahkan Yahuwah kepadaku.<\/p>\n<p>Loh-loh batu yang berisi perintah itu tetap tersimpan<br \/>\ndi dalam tabut selama beberapa generasi. (1 Raja-raja 8: 9) Dalam tabut itu<br \/>\ntidak ada apa-apa selain dari kedua loh batu yang diletakkan Musa ke dalamnya<br \/>\ndi gunung Horeb, yakni loh-loh batu bertuliskan perjanjian yang diadakan Yahuwah<br \/>\ndengan orang Israel pada waktu perjalanan mereka keluar dari tanah Mesir. (Juga<br \/>\n2 Tawarikh 5:10).<\/p>\n<p>Perjanjian Baru tidak menggunakan istilah<br \/>\n&#8220;sepuluh perintah&#8221;. Tapi Perjanjian Baru menyebut <strong>hukum Yahuwah<\/strong>, loh-loh batu,<br \/>\nperjanjian, dan masing-masing dari perintah-perintah itu secara individual<br \/>\nberkali-kali. Istilah &#8220;loh-loh batu&#8221; pertama muncul di dalam (2 Korintus<br \/>\n3: 3) Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh<br \/>\npelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Eloah yang<br \/>\nhidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam<br \/>\nhati manusia.<\/p>\n<p>Ini adalah referensi pada <strong>Perjanjian Baru<\/strong> yang dinubuatkan oleh Yeremia. (Yeremia 31:31-34) Sesungguhnya,<br \/>\nakan datang waktunya, demikianlah firman Yahuwah, Aku akan mengadakan<br \/>\nperjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, bukan seperti perjanjian<br \/>\nyang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka <em>pada<\/em> waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar<br \/>\ndari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi<br \/>\ntuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman Yahuwah. Tetapi <em>beginilah<\/em> perjanjian yang Kuadakan<br \/>\ndengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman Yahuwah: Aku akan<br \/>\nmenaruh Hukum-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka<br \/>\nAku akan menjadi Elohim mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan tidak usah<br \/>\nlagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan:<br \/>\nKenallah Yahuwah! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah<br \/>\nfirman Yahuwah, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi<br \/>\nmengingat dosa mereka&#8221;.<\/p>\n<p>Banyak yang dibuat dari Perjanjian Baru oleh mereka<br \/>\nyang ingin mengatakan bahwa sepuluh perintah, yang bagi mereka artinya adalah<br \/>\nSabat hari ke-tujuh, tidak lagi mengikat. Tapi apa yang ayat-ayat di atas<br \/>\nkatakan? Dikatakan bahwa Yahuwah akan menempatkan hukum-Nya dalam batin mereka<br \/>\ndan menuliskannya dalam hati mereka. Ia tidak mengatakan bahwa Yahuwah akan<br \/>\nmemberikan hukum yang baru, yang berbeda dari yang Dia berikan di gunung Sinai.<br \/>\nYang Dia berikan di gunung Sinai gagal hanya karena orang-orang tidak memeliharanya,<br \/>\nbukan karena ada sesuatu yang salah dengan perintah-perintah itu. Eloah yang<br \/>\nsama yang menulis dengan jari-Nya sendiri di atas loh-loh batu itu berjanji<br \/>\nuntuk menulis hukum yang sama dengan jari-Nya sendiri di dalam hati kita.<br \/>\nSepuluh perintah yang ditulis di dalam hati dan bukan pada loh-loh batu itu adalah Perjanjian Baru.<\/p>\n<p>Perjanjian Baru tidak mengatakan banyak tentang loh-loh<br \/>\nbatu secara keseluruhan. Tapi apa yang sudah dikatakan adalah jelas dan<br \/>\npenting. Hal pertama dan paling penting adalah bahwa sepuluh perintah itu, di<br \/>\nbawah Perjanjian Baru telah ditulis di dalam hati. Hanya ada satu bagian lagi yang<br \/>\nmenyebutkan loh-loh batu, dan itu adalah (Ibrani 9: 4) Di situ terdapat mezbah<br \/>\npembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut<br \/>\ndengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi<br \/>\nmanna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh batu yang bertuliskan<br \/>\nperjanjian.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"margin-top: 5px; margin-bottom: 10px; margin-right: 15px\" title=\"\" alt=\"ark of the covenant\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/ark-of-covenant.jpg\" align=\"left\" border=\"0\">Loh-loh hukum ditempatkan di dalam tabut di dalam bait<br \/>\nsuci. Di sana loh-loh hukum itu ditempatkan sebagai pengingat perjanjian antara<br \/>\nYahuwah dan Israel. Tapi itu bukan hukum yang asli. Banyak orang yang berpikir<br \/>\nbahwa sepuluh perintah yang diberikan di gunung Sinai kepada orang-orang Yahudi<br \/>\nsaja. Pertama-tama, itu tidak benar, karena orang-orang Yahudi hanya satu suku<br \/>\ndari dua belas suku yang berdiri di Gunung Sinai. Kedua, ada banyak campuran<br \/>\nbesar orang yang juga ada pada saat itu. Mereka datang dari pusat kota paling<br \/>\nmaju pada zaman itu, dari Mesir. Mereka mewakili semua orang di bumi, setiap<br \/>\nsuku dan bahasa dan kaum. Tapi meskipun demikian, loh-loh batu di Sinai itu<br \/>\nbukanlah yang asli. Bentuk yang asli dari sepuluh perintah itu ada di surga itu<br \/>\nsendiri, di mana sepuluh perintah itu tetap abadi sebagai hukum Yahuwah. Dan<br \/>\nitulah sebabnya Perjanjian Baru memberi kita sekilas pandang pada sepuluh<br \/>\nperintah di dalam surga. (Wahyu 11:19) Maka terbukalah Bait Suci Yahuwah yang<br \/>\ndi sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan<br \/>\nterjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat.<\/p>\n<p>Sepuluh perintah itu tersembunyi dalam tabut<br \/>\nhukum di surga itu sendiri. Sebagaimana kita membiarkan hukum Yahuwah ditulis<br \/>\npada hati kita, kita juga menjadi bait Yahuwah, refleksi dari kemuliaan surga.<br \/>\nSepuluh perintah itu tidak berubah di surga. Yahuwah sanggup dan akan membuat sepuluh<br \/>\nperintah itu juga tidak berubah di dalam bait suci hati manusia.<\/p>\n","protected":false},"featured_media":214425,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":[],"class_list":["post-108180","wlc-article","type-wlc-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","wlc-article-category-kepercayaan-alkitabiah","wlc-content-directory-torah-the-10-commandments"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sepuluh Perintah - Worlds Last Chance<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/the-ten-commandments\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sepuluh Perintah - Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Doktrin utama kedua dari lima doktrin yang ditegaskan oleh &#8220;Review and Herald&#8221; pada tahun 1854 adalah &#8220;Hukum [Yahuwah] seperti yang diajarkan dalam Perjanjian Lama dan Baru, tidak berubah&#8221;. Sementara kita mungkin membayangkan bahwa hukum yang terkait dengan moral, sosial, dan kesehatan lainnya juga termasuk di dalamnya, seperti yang nampak di dalam Alkitab, hukum Yahuwah yang [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/the-ten-commandments\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-20T13:44:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/ten-commandments-poster-bahasa.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"250\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"159\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"14 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/the-ten-commandments\/\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/the-ten-commandments\/\",\"name\":\"Sepuluh Perintah - Worlds Last Chance\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/the-ten-commandments\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/the-ten-commandments\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/ten-commandments-poster-bahasa.jpg\",\"datePublished\":\"2009-01-08T13:34:30+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-20T13:44:42+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/the-ten-commandments\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/the-ten-commandments\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/the-ten-commandments\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/ten-commandments-poster-bahasa.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/ten-commandments-poster-bahasa.jpg\",\"width\":250,\"height\":159},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/the-ten-commandments\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Articles\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Sepuluh Perintah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/\",\"name\":\"Worlds Last Chance\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sepuluh Perintah - Worlds Last Chance","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/the-ten-commandments\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Sepuluh Perintah - Worlds Last Chance","og_description":"Doktrin utama kedua dari lima doktrin yang ditegaskan oleh &#8220;Review and Herald&#8221; pada tahun 1854 adalah &#8220;Hukum [Yahuwah] seperti yang diajarkan dalam Perjanjian Lama dan Baru, tidak berubah&#8221;. Sementara kita mungkin membayangkan bahwa hukum yang terkait dengan moral, sosial, dan kesehatan lainnya juga termasuk di dalamnya, seperti yang nampak di dalam Alkitab, hukum Yahuwah yang [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/the-ten-commandments\/","og_site_name":"Worlds Last Chance","article_modified_time":"2025-08-20T13:44:42+00:00","og_image":[{"width":250,"height":159,"url":"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/ten-commandments-poster-bahasa.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"14 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/the-ten-commandments\/","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/the-ten-commandments\/","name":"Sepuluh Perintah - Worlds Last Chance","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/the-ten-commandments\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/the-ten-commandments\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/ten-commandments-poster-bahasa.jpg","datePublished":"2009-01-08T13:34:30+00:00","dateModified":"2025-08-20T13:44:42+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/the-ten-commandments\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/the-ten-commandments\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/the-ten-commandments\/#primaryimage","url":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/ten-commandments-poster-bahasa.jpg","contentUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/ten-commandments-poster-bahasa.jpg","width":250,"height":159},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/the-ten-commandments\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Articles","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Sepuluh Perintah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/","name":"Worlds Last Chance","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article\/108180","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/wlc-article"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108180"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/214425"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108180"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}