{"id":108168,"date":"2009-01-06T05:14:13","date_gmt":"2009-01-06T05:14:13","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/wlc-article\/migrating-sabat-di-dalam-alkitab\/"},"modified":"2025-08-20T13:31:59","modified_gmt":"2025-08-20T13:31:59","slug":"sabat-di-dalam-alkitab","status":"publish","type":"wlc-article","link":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/articles\/kepercayaan-alkitabiah\/sabat-di-dalam-alkitab\/","title":{"rendered":"Sabat Di Dalam Alkitab"},"content":{"rendered":"<p>(Kejadian 2:1-3) Demikianlah<br \/>\ndiselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Elohim pada hari ketujuh<br \/>\ntelah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari<br \/>\nketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Elohim memberkati<br \/>\nhari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari<br \/>\nsegala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.<\/p>\n<p>Pada ayat-ayat di atas kata Sabat tidak muncul dalam<br \/>\nteks versi bahasa Inggris, namun kata Sabat muncul dalam bahasa Ibrani asli sebanyak<br \/>\ndua kali, yang diterjemahkan  menjadi &#8220;Dia<br \/>\nberhenti&#8221;. Gagasan untuk beristirahat di dalam kata Ibrani Sabat adalah salah<br \/>\nsatu yang tertua, dan bergantung pada konsep hari Sabat dan bukan pada cara<br \/>\nlain yang ada. Makna awal yang asli dari kata Sabat adalah \u2018berhenti\u2019, seperti<br \/>\nyang ada di dalam Kejadian 8:22. Penggunaan kontekstual dari kata ini juga menunjukkan<br \/>\nbahwa Sabat berarti &#8220;mensabatkan&#8221; atau &#8220;untuk merayakan hari<br \/>\nSabat&#8221;.<\/p>\n<p>Seorang pembaca Alkitab Ibrani yang berhati tulus<br \/>\nakan melihat dengan sangat jelas bahwa hari Sabat berasal dari masa penciptaan,<br \/>\nwalaupun itu tidak terlalu jelas dalam terjemahan bias yang kita miliki. Hari<br \/>\nSabat pertama kali disebut di dalam Alkitab KJV jauh sebelum pemberian Hukum di<br \/>\nGunung Sinai. Oleh karena itu, anggapan bahwa hari Sabat pertama kali diberikan<br \/>\ndalam perjanjian di Sinai dengan orang-orang Yahudi gugur dalam segala hal.<\/p>\n<h2>Hari Sabat dan Manna<\/h2>\n<p>(Keluaran 16:23-29) Lalu berkatalah Musa kepada<br \/>\nmereka: &#8220;Inilah yang dimaksudkan Yahuwah: Besok adalah hari perhentian<br \/>\npenuh, sabat yang kudus bagi Yahuwah; maka roti yang perlu kamu bakar,<br \/>\nbakarlah, dan apa yang perlu kamu masak, masaklah; dan segala kelebihannya<br \/>\nbiarkanlah di tempatnya untuk disimpan sampai pagi.&#8221; Mereka membiarkannya<br \/>\ndi tempatnya sampai keesokan harinya, seperti yang diperintahkan Musa; lalu<br \/>\ntidaklah berbau busuk dan tidak ada ulat di dalamnya. Selanjutnya kata Musa:<br \/>\n&#8220;Makanlah itu pada hari ini, sebab hari ini adalah sabat untuk Yahuwah,<br \/>\npada hari ini tidaklah kamu mendapatnya di padang. Enam hari lamanya kamu<br \/>\nmemungutnya, tetapi pada hari yang ketujuh ada sabat; maka roti itu tidak ada<br \/>\npada hari itu.&#8221; Tetapi ketika pada hari ketujuh ada dari bangsa itu yang<br \/>\nkeluar memungutnya, tidaklah mereka mendapatnya. Sebab itu Yahuwah berfirman<br \/>\nkepada Musa: &#8220;Berapa lama lagi kamu menolak mengikuti segala perintah-Ku<br \/>\ndan hukum-Ku? Perhatikanlah, Yahuwah telah memberikan sabat itu kepadamu;<br \/>\nitulah sebabnya pada hari keenam Ia memberikan kepadamu roti untuk dua hari.<br \/>\nTinggallah kamu di tempatmu masing-masing, seorangpun tidak boleh keluar dari<br \/>\ntempatnya pada hari ketujuh itu.&#8221; <\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"margin-right: 10px\" alt=\"persiapan Sabat - anak dari israel mengumpulkan manna\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/manna.jpg\" align=\"left\">Dari ayat-ayat ini kita bisa dengan yakin memastikan<br \/>\nhal-hal berikut: 1) Yahuwah memerintahkan pengudusan Sabat;  2) Yahuwah menandai hari Sabat dengan<br \/>\nmelakukan empat keajaiban pada manna itu:  ada manna dua kali lebih banyak pada hari<br \/>\nkeenam, manna ganda itu tidak rusak, tidak ada manna jatuh pada hari ketujuh,<br \/>\ndan manna yang pada hari pertama sampai hari kelima rusak tetap aman pada hari<br \/>\nSabat; 3) beberapa orang mengabaikan Sabat dan perbuatan ini dinyatakan sebagai<br \/>\nsebuah kesalahan; 4) orang-orang tidak pergi keluar dan mengumpulkan manna pada<br \/>\nhari Sabat.<\/p>\n<p>Dari kejadian ini kita dapat menarik kesimpulan<br \/>\nsebagai berikut. 1) Fakta-fakta bahwa manna turun dua kali lebih banyak pada<br \/>\nhari keenam, tidak ada manna yang jatuh pada hari ketujuh, bahwa manna rusak<br \/>\njika disimpan sampai keesokan harinya pada hari-hari yang lain, yang tidak rusak<br \/>\npada hari ketujuh, menunjukkan bahwa Sabat adalah hari yang khusus pada sebuah<br \/>\nminggu dan tidak ada satupun dari tujuh hari ini yang dipilih oleh seseorang  atau oleh sebuah &#8220;gereja.&#8221; 2)<br \/>\nYahuwah menuntut ketaatan dalam hal pengudusan Sabat. Itu bukanlah sebuah hal<br \/>\nyang bersifat opsional.<\/p>\n<p>Ada empat pendapat menonjol yang melawan pengudusan<br \/>\nhari Sabat berdasarkan Kitab Suci Ibrani. Pendapat-pendapat itu adalah bahwa 1)<br \/>\nitu mengacu pada salah satu hari diantara ketujuh itu, 2) bahwa itu adalah bersifat<br \/>\nopsional, 3) itu merupakan peraturan upacara yang bersifat sementara, dan 4)<br \/>\nbahwa itu hanya diperuntukkan bagi orang-orang Yahudi. Ayat-ayat ini dengan jelas<br \/>\nmenggugurkan dua pendapat yang pertama ini.<\/p>\n<h2>Hari Sabat dan Dekalog (Sepuluh Perintah)<\/h2>\n<p>(Keluaran 20:8-11) Ingatlah dan kuduskanlah hari<br \/>\nSabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,<br \/>\ntetapi hari ketujuh adalah hari Sabat Yahuwah, Eloahmu; maka jangan melakukan<br \/>\nsesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau<br \/>\nhambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang<br \/>\ndi tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya Yahuwah menjadikan langit dan<br \/>\nbumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah<br \/>\nsebabnya Yahuwah memberkati hari Sabat dan menguduskannya. <\/p>\n<p>Firman ini adalah bagian dari Dasa Titah yang disampaikan<br \/>\noleh Yahuwah sendiri yang berbicara secara langsung dan secara terbuka, kepada sekelompok<br \/>\nmanusia, yang jumlahnya jutaan, yang telah meninggalkan Mesir. Dalam hal ini kita<br \/>\nbisa dengan yakin menyatakan hal-hal berikut: 1) Perintah ini mengacu pada<br \/>\nsiklus mingguan, bukan hanya satu hari itu; 2) perintah itu menetapkan enam<br \/>\nhari untuk bekerja yang ditandai dengan munculnya manna dan hari Sabat yang menjadi<br \/>\nhari tanpa bekerja; 3) perintah itu melarang atasan memberikan tugas kepada<br \/>\nbawahan pada hari Sabat; 4) bawahan didefinisikan sebagai anak-anak, karyawan,<br \/>\norang asing, dan hewan peliharaan, yang semuanya memiliki hak bebas<br \/>\ntidak-tertawar dari tugas pada hari Sabat; 5) hari Sabat harus diingat selama<br \/>\nenam hari sebelumnya, sehingga pekerjaan dilakukan secara terorganisir dan<br \/>\nterencana sepanjang minggu untuk mencegah godaan untuk mengurus hal-hal yang<br \/>\ntak terduga pada hari Sabat; 6) pemilik properti bertanggung jawab untuk<br \/>\nmelihat agar hari Sabat dikuduskan oleh semua orang yang berhubungan dengan<br \/>\nproperti miliknya; 7) aturan ilahi yang menegakkan Sabat didasarkan pada pengakuan<br \/>\nkedaulatan ilahi yang tersirat dalam Penciptaan, dan telah ditandai, diberkati,<br \/>\ndan disucikan dari sejak masa penciptaan.<\/p>\n<p>Dari ayat-ayat ini kita dapat menarik kesimpulan<br \/>\nbahwa 1) kewajiban dan berkat dari hari Sabat lebih dari sekedar masalah pemberian<br \/>\nmanna; 2) bahwa kontrak sosial keluarga, karyawan, hubungan dengan orang asing,<br \/>\ndan penggunaan hewan peliharaan sebagai tenaga kerja masih berlaku; 3) bahwa<br \/>\nSabat bukan untuk orang-orang Israel saja, tetapi berlaku untuk orang-orang<br \/>\nasing dan hewan-hewan; 4) bahwa Sabat berkaitan dengan proses dasar mencari<br \/>\nnafkah; 5) bahwa Sabat membatasi kewenangan atasan atas bawahan.<\/p>\n<p>Ayat-ayat ini mengugurkan dua pendapat terakhir yang<br \/>\nmenentang Sabat berdasarkan Kitab Suci Ibrani. Sangat jelas bahwa ini adalah<br \/>\nketetapan sosial dan moral dan bukan sekedar seremonial, karena menegaskan<br \/>\nhak-hak bawahan dan membatasi kekuasaan atasan. Hal ini jelas lebih besar dari<br \/>\nsekedar aturan Yahudi mengenai hak asasi manusia pada umumnya. Hal ini menjamin<br \/>\nbukan hanya hak asasi manusia, namun juga hak-hak binatang.  Mengingat bahwa bekerja untuk hidup tidak<br \/>\nterbatas hanya pada satu suku atau masyarakat tertentu, tetapi merupakan kebutuhan<br \/>\nmanusia yang bersifat universal, mengabaikan hak-hak tidak-tertawar yang<br \/>\ntersirat di dalam hari Sabat bagi orang bukan-Yahudi sangatlah tidak adil.<\/p>\n<p>Hari Sabat sangat jelas berlaku secara universal, dapat<br \/>\ndikatakan seperti itu karena Sabat dilakukan sepanjang masa. Hari Sabat tidak<br \/>\ndapat dibatalkan secara logis selama manusia masih harus berusaha mendapatkan<br \/>\nmakanan. Banyak orang yang menganggap bahwa hari Sabat berakhir pada penyaliban<br \/>\nKristus. Namun, penyaliban Kristus tidak menghentikan manusia dari kewajiban<br \/>\nuntuk mendapatkan makanan, sama seperti alam yang tidak bisa menahan manusia untuk<br \/>\nberhenti dari pekerjaan semacam itu.<\/p>\n<h2>Sabat: Sebuah Perjanjian Kekal<\/h2>\n<p>(Keluaran 31:13-16) Katakanlah kepada orang Israel,<br \/>\ndemikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah<br \/>\nperingatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa<br \/>\nAkulah Yahuwah, yang menguduskan kamu. Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab<br \/>\nitulah hari kudus bagimu; siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu,<br \/>\npastilah ia dihukum mati, sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari<br \/>\nitu, orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya. Enam hari lamanya boleh<br \/>\ndilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari<br \/>\nperhentian penuh, hari kudus bagi Yahuwah: setiap orang yang melakukan<br \/>\npekerjaan pada hari Sabat, pastilah ia dihukum mati. Maka haruslah orang Israel<br \/>\nmemelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi<br \/>\nperjanjian kekal.<\/p>\n<p>Hari Sabat menurut ayat-ayat sebelumnya telah<br \/>\nditetapkan sebagai tanggal yang telah ditentukan sejak dari masa penciptaan,<br \/>\nsebagai hari khusus dalam sebuah minggu, sebagai kewajiban yang harus dilakukan,<br \/>\nsebagai ketetapan sosial dan bukan hanya sekedar seremonial serta berlaku untuk<br \/>\nsemua umat manusia sepanjang masa. Pada bagian ini Sabat berada dalam ruang<br \/>\nyang sama sekali baru. Pengakuan baru yang ditemukan di dalam bagian ini adalah<br \/>\n1) bahwa Sabat adalah tanda antara Yahuwah dan orang Israel; 2) fungsi Sabat<br \/>\nadalah untuk membuat orang Israel mengetahui bahwa Yahuwah yang telah<br \/>\nmenyucikan atau menguduskan mereka; 3) hukuman mati harus diberikan untuk pelanggar-Sabat;<br \/>\n4) Sabat adalah perjanjian kekal dengan orang Israel; 5) rincian baru mengenai<br \/>\nhari Sabat yang diberikan di sini berhubungan khusus dengan orang Israel. Orang<br \/>\nasing dan hewan tidak termasuk, sebagaimana disebutkan dalam Dasa Titah.<\/p>\n<p>Berdasarkan informasi ini, kita dapat menarik<br \/>\nkesimpulan bahwa ada aspek universal dari hari Sabat, seperti yang disebutkan di<br \/>\ndalam Dasa Titah, dan aspek Sabat yang terutama berlaku untuk orang Israel<br \/>\nsaja. Yang khusus dicatat untuk menjadi abadi, yang menyiratkan bahwa secara<br \/>\numum juga harus terus-menerus dikuduskan. Fakta bahwa ada aspek-aspek universal<br \/>\ndan permanen dan juga ada aspek-aspek tertentu dari hari Sabat mungkin membuat<br \/>\nhari Sabat menjadi nampak membingungkan. Orang-orang Kristen seringkali<br \/>\ndiarahkan tanpa berfikir untuk membuang aspek-aspek universal dan permanen dari<br \/>\nhari Sabat karena aspek-aspek tertentu yang bersifat sementara.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"margin-left: 10px\" alt=\"sepuluh perintah - Sabat\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/4th-commandment.jpg\" align=\"right\">Dasa Titah diuraikan pada khotbah Musa dalam Ulangan<br \/>\npasal 5, tetapi hal ini diterapkan khusus dalam kegiatan kehidupan orang<br \/>\nIsrael. Aspek hari Sabat ini lebih jelas dikembangkan dalam ayat berikut.<\/p>\n<p>(Keluaran 35: 2-3) Enam hari lamanya boleh dilakukan<br \/>\npekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada perhentian kudus bagimu,<br \/>\nyakni sabat, hari perhentian penuh bagi Yahuwah; setiap orang yang melakukan<br \/>\npekerjaan pada hari itu, haruslah dihukum mati. Janganlah kamu memasang api di<br \/>\nmanapun dalam tempat kediamanmu pada hari Sabat.&#8221; <\/p>\n<p>Di dalam ayat-ayat ini kita mendapatkan informasi<br \/>\nbaru mengenai pelarangan menyalakan api di dalam rumah pada hari Sabat. Kurang<br \/>\njelas apakah ini adalah aspek umum atau aspek khusus dari hari Sabat. Namun<br \/>\ndalam kaitannya dengan hukuman mati, dan dimasukkan dalam konteks yang sama<br \/>\nseperti yang telah disebutkan sebelumnya, kemungkinan ini berlaku khusus bagi<br \/>\norang Israel.<\/p>\n<p>Setiap orang di antara kamu haruslah menyegani<br \/>\nibunya dan ayahnya dan memelihara hari-hari sabat-Ku; Akulah Yahuwah, Eloahmu.<\/p>\n<p>Ini adalah pengulangan dari perintah-perintah yang<br \/>\ntegas dari Dasa Titah. Semua hal-hal yang lain dinyatakan tidak terlalu tegas.<br \/>\nAspek universal dan permanen hari hari Sabat yang ditegaskan kembali di sini.<\/p>\n<p>(Imamat 19:30) Kamu<br \/>\nharus memelihara hari-hari sabat-Ku dan menghormati tempat kudus-Ku; Akulah<br \/>\nYahuwah. <\/p>\n<p>Ayat ini bermakna ganda. Kurang jelas apakah itu<br \/>\nmengacu pada perayaan tahunan, hari Sabat mingguan, atau salah satunya atau<br \/>\nkeduanya. Tapi hal semacam ini dapat dipertimbangkan sebagai penegasan dari<br \/>\nhari Sabat mingguan.<\/p>\n<p>(Imamat<br \/>\n23: 3) Enam hari lamanya boleh dilakukan<br \/>\npekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian<br \/>\npenuh, yakni hari pertemuan kudus; janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan;<br \/>\nitulah sabat bagi Yahuwah di segala tempat kediamanmu.  <\/p>\n<p>Aspek baru dari hari Sabat di dalam ayat ini adalah<br \/>\npertemuan kudus. Semua yang lain yang menyebutkan tempat berada dalam kategori<br \/>\nyang sama sebagai aspek permanen dan universal dari Dasa Titah. Di sisi lain,<br \/>\npertemuan itu tampaknya menjadi tindakan seremonial. Kurang jelas apakah ini<br \/>\nberlaku untuk perjanjian Musa saja atau untuk semua orang pada setiap zaman.<br \/>\nTapi tentunya, berkumpul pada hari Sabat bukan menjadi dasar pelaksanaannya<br \/>\npada zaman sekarang, tetapi didasarkan pada fakta bahwa kita jelas diberitahu<br \/>\nuntuk tidak bekerja melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan soal-soal<br \/>\npenghidupan pada hari itu. Kita dibebaskan untuk berkumpul beribadah.<\/p>\n<p>Kewajiban seremonial mengacu pada hari Sabat dan<br \/>\nhari-hari raya tahunan lain dari perjanjian Musa disebutkan dalam Imamat 23 dan<br \/>\nBilangan 28: 9, 10. Ini termasuk hewan kurban, makanan dan minuman kurban.<br \/>\nPenting untuk diingat bahwa kewajiban seremonial tersebut dijelaskan untuk hari<br \/>\nSabat dalam teks ini, karena itu menjadi titik pertikaian pada gereja mula-mula.<br \/>\nPerayaan tahunan yang disebut sebagai hari-hari Sabat di sini, seperti hari pendamaian<br \/>\ndalam Imamat 16, tetapi ini berbeda dengan hari Sabat mingguan. Aspek lain dari<br \/>\nseremonial hari Sabat adalah meletakkan roti sajian di atas meja di tempat<br \/>\nkudus. (Imamat 24: 8) Setiap hari Sabat ia harus tetap mengaturnya di hadapan Yahuwah;<br \/>\nitulah dari pihak orang Israel suatu kewajiban perjanjian untuk selama-lamanya.<\/p>\n<p>Pembagian Tanah Perjanjian termasuk tujuh tahun<br \/>\nSabat bagi tanah itu seperti yang dijelaskan dalam Imamat pasal 25. Ini tidak<br \/>\nmemiliki dampak dengan Sabat mingguan. Topik yang sama diteruskan pada pasal<br \/>\nberikutnya juga, tapi Sabat mingguan ditegaskan dalam ayat dua. (Imamat 26: 2) Kamu<br \/>\nharus memelihara hari-hari Sabat-Ku dan menghormati tempat kudus-Ku, Akulah<br \/>\nYahuwah.<\/p>\n<p>Ayat terakhir dalam kitab Musa adalah cerita tragis.<br \/>\n(Bilangan 15:32) Ketika orang Israel ada di padang gurun, didapati merekalah<br \/>\nseorang yang mengumpulkan kayu api pada hari Sabat.<\/p>\n<p>Hukuman mati untuk pelanggar-Sabat yang dipastikan<br \/>\nmelalui wahyu ilahi dilakukan dalam kasus ini. Pentingnya kewajiban menguduskan<br \/>\nhari Sabat ditunjukkan dalam kasus yang paling mudah dicerita ini. Yahuwah<br \/>\nserius dengan hari-hari Sabat seperti yang terungkap dalam kitab-kitab Musa.<\/p>\n<p>Sebagai kesimpulan, kita dapat mengatakan bahwa<br \/>\nkitab-kitab Musa menunjukkan bahwa hari Sabat dari tanggal sejak masa penciptaan,<br \/>\ntelah menjadi sebuah hari yang khusus, hari yang tidak-tergeser dalam mingguan<br \/>\nAlkitab, hari ketujuh, yang diwajibkan, untuk menjadi pengawal hak-hak manusia<br \/>\ndan hewan, untuk menjadi universal dan permanen, untuk menuntut agar<br \/>\ntugas-tugas sehari-hari disisihkan dan untuk memberikan waktu yang teratur<br \/>\nketika orang bebas dari kekhawatiran sehari-hari untuk berkumpul beribadah.<br \/>\nSelain aspek universal dan permanen, hari Sabat juga memiliki aspek tertentu<br \/>\ndan sementara bagi orang Israel, tanda perjanjian khusus dibuat dengan orang Israel,<br \/>\ndi mana hukuman mati untuk pelanggar-Sabat itu disahkan di samping aspek tambahan<br \/>\nseremonial hewan kurban, makanan dan minum persembahan, dan penggantian roti<br \/>\nsajian di dalam Kemah Suci.<\/p>\n<h2>Sabat: Sejarah Raja-raja<\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"margin-left: 10px\" alt=\"gulir\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/josiah.jpg\" align=\"right\">Sabat dalam kitab-kitab sejarah umumnya disebutkan<br \/>\nhanya secara sepintas. Seperti dalam sebuah kesempatan yang ditemukan dalam<br \/>\nkisah perempuan Sunem. (2 Raja-raja 4:23) Berkatalah suaminya: &#8220;Mengapakah<br \/>\npada hari ini engkau hendak pergi kepadanya? Padahal sekarang bukan bulan baru<br \/>\ndan bukan hari Sabat.&#8221; Jawab perempuan itu: &#8220;Jangan kuatir.&#8221;<\/p>\n<p>Di dalam 2 Raja-raja pasal 11 adalah cerita tentang<br \/>\npertobatan Yosia. Adam Clarke dalam \u2018Commentary on the Bible\u2019 mencatat hal berikut<br \/>\nsehubungan dengan hari Sabat dalam pasal ini. &#8220;Tampaknya Yoyada memilih<br \/>\nhari Sabat untuk memperkenalkan sang raja muda, karena itu adalah hari perkumpulan<br \/>\numum, pertemuan bersama orang-orang secara rahasia tidak akan diketahui.&#8221;<br \/>\nKisah ini diulang di dalam 2 Tawarikh 23.<\/p>\n<p>Hari Sabat terakhir disebutkan di dalam kitab<br \/>\nRaja-raja adalah di dalam (2 Raja-raja 16:18) Selanjutnya, demi raja Asyur,<br \/>\ndisingkirkannya dari rumah Yahuwah serambi tertutup untuk hari Sabat yang telah<br \/>\ndidirikan pada rumah Yahuwah, juga pintu masuk untuk raja yang di sebelah luar.<\/p>\n<p>Kitab Tawarikh mengomentari lebih lanjut tentang<br \/>\nperaturan hukum yang ada di dalam kitab Musa. Rujukan pertama berkaitan dengan<br \/>\nroti sajian pada hari Sabat. (1 Tawarikh 9:32) Dan sebagian dari anak-anak<br \/>\norang Kehat, yakni dari sanak saudara mereka, mengurus roti sajian untuk<br \/>\ndisediakan setiap hari Sabat.<\/p>\n<p>Persembahan khusus untuk hari-hari Sabat juga<br \/>\ndisebutkan. (1 Taw 23:31) dan pada waktu mempersembahkan segala korban bakaran<br \/>\nkepada Yahuwah, pada hari-hari Sabat, bulan-bulan baru, dan hari-hari raya,<br \/>\nmenurut jumlah yang sesuai dengan peraturan yang berlaku bagi mereka, sebagai<br \/>\ntugas tetap di hadapan Yahuwah. (2 Tawarikh 2: 4) Ketahuilah, aku hendak<br \/>\nmendirikan sebuah rumah bagi nama Yahuwah, Eloahku, untuk menguduskannya bagi<br \/>\nDia, supaya di hadapan-Nya dibakar ukupan dari wangi-wangian, tetap diatur roti<br \/>\nsajian dan dipersembahkan korban bakaran pada waktu pagi dan pada waktu petang,<br \/>\npada hari-hari Sabat dan bulan-bulan baru, dan pada perayaan-perayaan yang<br \/>\nditetapkan Yahuwah, Eloah kami, sebab semuanya itu adalah kewajiban orang<br \/>\nIsrael untuk selama-lamanya. (2 Tawarikh 8:13) sesuai dengan apa yang menurut<br \/>\nperintah Musa ditetapkan sebagai korban untuk setiap hari, yakni pada hari-hari<br \/>\nSabat, pada bulan-bulan baru, dan tiga kali setahun pada hari-hari raya: pada<br \/>\nhari raya Roti Tidak Beragi, pada hari raya Pentakosta dan pada hari raya<br \/>\nPondok Daun. (2 Tawarikh 31: 3) Raja memberi sumbangan dari harta miliknya<br \/>\nuntuk korban bakaran, yakni: korban bakaran pada waktu pagi dan pada waktu<br \/>\npetang, korban bakaran pada hari-hari Sabat dan pada bulan-bulan baru dan pada<br \/>\nhari-hari raya, yang semuanya tertulis di dalam Hukum Yahuwah.<\/p>\n<p>Kitab Tawarikh hanya memiliki satu petunjuk dari<br \/>\npesan moral yang melekat pada hari Sabat yang menjadi perhatian para nabi<br \/>\nkemudian. (2 Tawarikh 36:21) Dengan demikian genaplah firman Yahuwah yang<br \/>\ndiucapkan Yeremia, sampai tanah itu pulih dari akibat dilalaikannya tahun-tahun<br \/>\nsabatnya, karena tanah itu tandus selama menjalani sabat, hingga genaplah tujuh<br \/>\npuluh tahun.<\/p>\n<p>Gagasan bahwa pengabaian hari Sabat bersama dengan pengabaian<br \/>\nhukum Sabat mengenai tanah adalah alasan penawanan Babel mewarnai setiap penyebutan<br \/>\nhari Sabat dalam kitab Nehemia, terutama pada akhir dari pasal 13. Ada fokus perhatian<br \/>\nuntuk tidak menimbulkan hal yang sama atau bencana yang lebih buruk akibat dari<br \/>\nmengabaikan hari Sabat. Nehemia mengakui bahwa Sabat adalah wahyu ilahi<br \/>\nlangsung, dan bukan sekedar peraturan Musa. (Nehemia 9:14) Juga Kauberitahukan<br \/>\nkepada mereka sabat-Mu yang kudus dan memberikan kepada mereka<br \/>\nperintah-perintah, ketetapan-ketetapan dan hukum-Mu dengan perantaraan Musa,<br \/>\nhamba-Mu. Tetapi Nehemia tidak mengabaikan aspek seremonial dari hari Sabat.<br \/>\n(Nehemia 10:33) untuk roti sajian, untuk korban sajian yang tetap, untuk korban<br \/>\nbakaran yang tetap, untuk hari-hari Sabat, bulan-bulan baru dan masa raya yang<br \/>\ntetap, untuk persembahan-persembahan kudus dan korban-korban penghapus dosa,<br \/>\nuntuk mengadakan pendamaian bagi orang Israel serta segala pekerjaan di rumah Yahuwah.<\/p>\n<p>Hari Sabat dalam kitab-kitab Musa terutama melekat<br \/>\npada kegiatan untuk mendapatkan makanan. Aspek universal dari hari Sabat ini,<br \/>\nsebagai lawan dari aspek perangkat seremonial, diakui oleh Nehemia. Dia<br \/>\nmencatat bahwa tidak hanya panen, mengumpulkan dan menyiapkan makanan pada hari<br \/>\nSabat juga dilarang, membelinya juga dilarang. (Nehemia 10:31) dan bilamana<br \/>\npenduduk negeri membawa barang-barang dan berbagai-bagai gandum untuk dijual<br \/>\npada hari Sabat, kami tidak akan membelinya dari mereka pada hari Sabat atau<br \/>\npada hari yang kudus. Dan kami akan membiarkan begitu saja hasil tanah pada<br \/>\ntahun yang ketujuh dan tidak akan menagih sesuatu hutang.<\/p>\n<h2>Hari Sabat: Kepercayaan di dalam Yahuwah<\/h2>\n<p>Ada sebuah masalah psikologis yang dalam terlibat<br \/>\ndalam penghentian usaha untuk mendapatkan makanan pada hari Sabat. Itu sudah terlihat<br \/>\ndari sejak kisah Penciptaan dan kisah penurunan manna, hal ini juga muncul<br \/>\nsendiri di dalam kitab Nehemia. Tujuan utama dari hari Sabat adalah untuk<br \/>\nmelawan kecenderungan alami manusia yang menganggap bahwa mereka mampu bertahan<br \/>\nhidup karena pekerjaan mereka sendiri. Berhenti untuk merenung pada hari Sabat<br \/>\ndirancang untuk memperkuat kesadaran bahwa rezeki manusia bergantung pada Sang<br \/>\nPencipta.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"margin-right: 10px\" alt=\"gandum\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/wheat.jpg\" align=\"left\">Aspek untuk mendapatkan-makanan ini dalam kaitannya<br \/>\ndengan Sabat dinyatakan dengan sangat jelas dalam pasal 13. (Nehemia 13:15-22) Pada<br \/>\nmasa itu kulihat di Yehuda orang-orang mengirik memeras anggur pada hari Sabat,<br \/>\npula orang-orang yang membawa berkas-berkas gandum dan memuatnya di atas<br \/>\nkeledai, juga anggur, buah anggur dan buah ara dan pelbagai muatan yang mereka<br \/>\nbawa ke Yerusalem pada hari Sabat. Aku memperingatkan mereka ketika mereka<br \/>\nmenjual bahan-bahan makanan. Juga orang Tirus yang tinggal di situ membawa ikan<br \/>\ndan pelbagai barang dagangan dan menjual itu kepada orang-orang Yehuda pada<br \/>\nhari Sabat, bahkan di Yerusalem. Lalu aku menyesali pemuka-pemuka orang Yehuda,<br \/>\nkataku kepada mereka: &#8220;Kejahatan apa yang kamu lakukan ini dengan<br \/>\nmelanggar kekudusan hari Sabat? Bukankah nenek moyangmu telah berbuat demikian,<br \/>\nsehingga Eloah kita mendatangkan seluruh malapetaka ini atas kita dan atas kota<br \/>\nini? Apakah kamu bermaksud memperbesar murka yang menimpa Israel dengan<br \/>\nmelanggar kekudusan hari Sabat?&#8221; Kalau sudah remang-remang di pintu-pintu<br \/>\ngerbang Yerusalem menjelang hari Sabat, kusuruh tutup pintu-pintu dan<br \/>\nkuperintahkan supaya jangan dibuka sampai lewat hari Sabat. Dan aku tempatkan<br \/>\nbeberapa orang dari anak buahku di pintu-pintu gerbang, supaya tidak ada muatan<br \/>\nyang masuk pada hari Sabat. Tetapi orang-orang yang berdagang dan berjualan<br \/>\nrupa-rupa barang itu kemudian bermalam juga di luar tembok Yerusalem satu dua<br \/>\nkali. Lalu aku memperingatkan mereka, kataku: &#8220;Mengapa kamu bermalam di<br \/>\ndepan tembok? Kalau kamu berbuat itu sekali lagi akan kukenakan tanganku<br \/>\nkepadamu.&#8221; Sejak waktu itu mereka tidak datang lagi pada hari Sabat. Juga<br \/>\nkusuruh orang-orang Lewi mentahirkan dirinya dan datang menjaga pintu-pintu<br \/>\ngerbang untuk menguduskan hari Sabat. Ya Eloahku, ingatlah kepadaku juga karena<br \/>\nhal itu dan sayangilah aku menurut kasih setia-Mu yang besar!<\/p>\n<p>Aspek seseorang menghindari pekerjaan dalam<br \/>\nkehidupan sehari-hari untuk mendapatkan mata pencaharian pada hari Sabat tidak dijelaskan<br \/>\nsecara terperinci di dalam kitab-kitab Musa. Ada kisah penurunan manna, dan<br \/>\ndetail untuk tidak mengumpulkan kayu bakar untuk memasak, tetapi selain itu<br \/>\nrinciannya jarang. Dan merupakan bagian dari Nehemia untuk berfokus pada larangan<br \/>\nmengangkut, membeli dan menjual makanan.<\/p>\n<p>Kesimpulannya, kitab-kitab sejarah menambah sedikit<br \/>\npengetahuan kita tentang aspek-aspek seremonial hari Sabat. Namun kitab-kitab<br \/>\nini juga meningkatkan pemahaman kita tentang mengapa kita harus meninggalkan<br \/>\npekerjaan kita sehari-hari pada hari itu. Pertama-tama, rincian larangan<br \/>\nmengangkut dan membeli dan menjual makanan, yang merupakan penambahan atas<br \/>\nkitab-kitab Musa. Keterkaitan hari Sabat dengan proses mendapatkan makanan<br \/>\ndibuat semakin tepat, sehingga kita memahami betapa pentingnya hari Sabat itu<br \/>\ndan membuat kita memahami dasar dari kehidupan harian kita, bukan pekerjaan<br \/>\nkita sendiri yang membuat kita bertahan, tetapi berkat dan pemeliharaan<br \/>\nilahilah yang membuat pekerjaan kita menjadi efektif.<\/p>\n<p>Keharmonisan usaha-usaha manusia untuk mendapatkan<br \/>\nrezeki pada enam hari kerja dan jeda untuk merenungkan realitas ketergantungan tetap<br \/>\nkita pada Yahuwah sebagai sumber hidup dan makanan kita, diungkapkan secara<br \/>\nsederhana di dalam Sabat. Kegagalan orang-orang Kristen untuk menyadari bahwa<br \/>\nhari Sabat merupakan pengungkapan cara hidup sehari-hari untuk membuat kita<br \/>\nbergantung sepenuhnya kepada Yahuwah adalah akar dari kegagalan orang-orang Kristen<br \/>\nuntuk memahami proses anugerah dalam penyediaan keselamatan dan kehidupan kekal<br \/>\njuga.<\/p>\n<h2>Hari Sabat dan Mazmur<\/h2>\n<p>Walaupun kitab Mazmur adalah buku doa dari bait suci<br \/>\nyang kedua, bersama dengan kegiatan peribadatan pada hari Sabat dan pada<br \/>\nhari-hari suci Yahudi lainnya, pelaksanaan hari Sabat itu sendiri sebagian<br \/>\nbesar tidak disebutkan di dalam kitab ini. Hari Sabat disebutkan dalam Mazmur<br \/>\nhanya dalam salah satu judulnya. (Mazmur 92: 1) Mazmur. Nyanyian untuk hari<br \/>\nSabat. Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada Yahuwah, dan untuk menyanyikan<br \/>\nmazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi.<\/p>\n<p>Ada kemungkinan bahwa seperempat kitab Mazmur, yaitu<br \/>\nbagian yang mengandung Mazmur pasal 92, disusun untuk tujuan ibadah pada hari Sabat.<\/p>\n<h2>Hari Sabat dan para Nabi<\/h2>\n<p>Para nabi, cukup bisa ditebak, fokus pada isu-isu<br \/>\nmoral dalam kaitannya dengan hari Sabat, seperti yang mereka lakukan dalam<br \/>\nkaitannya dengan berbagai aspek lain dari Hukum tersebut. Kita langsung melihat<br \/>\nhal itu pada permulaan kitab Yesaya.<\/p>\n<p><strong>Yesaya<\/strong><\/p>\n<p>(Yesaya 1:13) Jangan lagi membawa persembahanmu yang<br \/>\ntidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan<br \/>\nbulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan<br \/>\nmelihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan.<\/p>\n<p>Di sini Yahuwah memberi protes melalui Yesaya mengenai<br \/>\nkemunafikan dalam penampilan bentuk kerohanian yang menjadi kedok untuk<br \/>\nmelakukan ketidakadilan. Ini adalah tema utama dari sebagian besar para nabi,<br \/>\nbahkan ketika masalah lain juga ada. Ayat-ayat dalam Yesaya ini terutama<br \/>\nberkaitan dengan aspek-aspek seremonial dari perayaan Sabat.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"margin-left: 10px\" alt=\"Yesaya merekam visi\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/isaiah.jpg\" align=\"right\">Tetapi Yesaya mengakui aspek moral dari hari Sabat<br \/>\njuga. Di sini Yesaya mengakui peran pemeliharaan Sabat dalam membina kebenaran,<br \/>\ndan efektivitasnya dalam menjaga orang-orang agar tidak melakukan kejahatan.<br \/>\n(Yesaya 56: 2) Berbahagialah orang yang melakukannya, dan anak manusia yang<br \/>\nberpegang kepadanya: yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan<br \/>\nyang menahan diri dari setiap perbuatan jahat.<\/p>\n<p>Yesaya mengakui bahwa bangsa-bangsa lain yang<br \/>\nmenyembah Eloah yang benar, Yahuwah, juga bertanggung jawab untuk menguduskan hari<br \/>\nSabat. Dia tidak membuat pembedaan antara bangsa-bangsa lain dengan orang Israel.<br \/>\n(Yesaya 56: 3) Janganlah orang asing yang menggabungkan diri kepada Yahuwah berkata:<br \/>\n&#8220;Sudah tentu Yahuwah hendak memisahkan aku dari pada umat-Nya&#8221;; dan<br \/>\njanganlah orang kebiri berkata: &#8220;Sesungguhnya, aku ini pohon yang<br \/>\nkering.&#8221;<\/p>\n<p>Orang-orang Yahudi dan seluruh kebudayaan Timur<br \/>\nTengah menganggap keturunan  adalah salah<br \/>\nsatu bagian yang paling penting dari kehidupan. Yesaya mengambil pentingnya hal<br \/>\nmemiliki anak di Timur Tengah ini dan menggunakannya untuk menekankan<br \/>\npentingnya pengudusan hari Sabat. Dia menunjukkan bahwa pengudusan hari Sabat memberikan<br \/>\nsebuah harta di sorga yang sangat penting bahkan lebih dari pada memiliki anak.<br \/>\n(Yesaya 56: 4-6) Sebab beginilah firman Yahuwah: &#8220;Kepada orang-orang<br \/>\nkebiri yang memelihara hari-hari Sabat-Ku dan yang memilih apa yang Kukehendaki<br \/>\ndan yang berpegang kepada perjanjian-Ku, kepada mereka akan Kuberikan dalam<br \/>\nrumah-Ku dan di lingkungan tembok-tembok kediaman-Ku suatu tanda peringatan dan<br \/>\nnama&#8211;itu lebih baik dari pada anak-anak lelaki dan perempuan&#8211;,suatu nama<br \/>\nabadi yang tidak akan lenyap akan Kuberikan kepada mereka. Dan orang-orang<br \/>\nasing yang menggabungkan diri kepada Yahuwah untuk melayani Dia, untuk<br \/>\nmengasihi nama Yahuwah dan untuk menjadi hamba-hamba-Nya, semuanya yang<br \/>\nmemelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada<br \/>\nperjanjian-Ku.<\/p>\n<p>Mereka yang akan berpendapat bahwa Sabat telah dibatalkan<br \/>\numumnya fokus pada Sabat  sebagai kewajiban<br \/>\nhukum dan seremonial. Mereka tidak pernah fokus pada peran nyata sebagai penegasan<br \/>\nketergantungan pada tangan Yahuwah yang melindungi hak-hak tidak-tertawar<br \/>\nbawahan. Dengan cara yang sama, mereka tidak pernah membicarakan fakta bahwa hari<br \/>\nSabat bukanlah kewajiban belaka, atau bahkan bukan hanya sekedar perlindungan pada<br \/>\nhak asasi manusia dan hewan, tetapi juga menyenangkan. Setiap pemelihara-Sabat<br \/>\nyang sejati telah mengalami kenikmatan. Yesaya juga memperhatikan aspek pemeliharaan<br \/>\nSabat. (Yesaya 58:13) Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan<br \/>\ntidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari<br \/>\nSabat &#8220;hari kenikmatan&#8221;, dan hari kudus Yahuwah &#8220;hari yang<br \/>\nmulia&#8221;; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala<br \/>\nacaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong&#8230;.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, Yesaya menunjukkan pengudusan hari<br \/>\nSabat di masa depan. Berdasarkan pada pandangan seseorang terhadap nubuatan,<br \/>\nhari Sabat telah menjadi bagian utama yang paling menyenangkan ketika kembali<br \/>\ndari pembuangan bagi orang-orang Yahudi atau di bumi yang baru yang telah<br \/>\ndipulihkan di masa depan. (Yesaya 66:23) Bulan berganti bulan, dan Sabat<br \/>\nberganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di<br \/>\nhadapan-Ku, firman Yahuwah.<\/p>\n<p><strong>Yeremia<\/strong><\/p>\n<p>Yeremia menyebutkan hari Sabat dalam konteks yang<br \/>\nlebih terbatas daripada Yesaya. Dia hanya menegaskan kembali prinsip-prinsip<br \/>\nSabat yang telah disebutkan dalam Nehemia. Yeremia benar-benar menulis di depan<br \/>\nNehemia, dan tidak diragukan lagi bahwa dia sangat dipengaruhi oleh tindakan<br \/>\ndan penulisan Nehemia. (Yeremia 17:21-22, 24, 27) Beginilah firman Yahuwah:<br \/>\nBerawas-awaslah demi nyawamu! Janganlah mengangkut barang-barang pada hari<br \/>\nSabat dan membawanya melalui pintu-pintu gerbang Yerusalem! Janganlah membawa<br \/>\nbarang-barang dari rumahmu ke luar pada hari Sabat dan janganlah lakukan<br \/>\nsesuatu pekerjaan, tetapi kuduskanlah hari Sabat seperti yang telah Kuperintahkan<br \/>\nkepada nenek moyangmu\u2026 Apabila kamu sungguh-sungguh mendengarkan Aku,<br \/>\ndemikianlah firman Yahuwah, dan tidak membawa masuk barang-barang melalui<br \/>\npintu-pintu gerbang kota ini pada hari Sabat, tetapi menguduskan hari Sabat dan<br \/>\ntidak melakukan sesuatu pekerjaan pada hari itu\u2026. Tetapi apabila kamu tidak<br \/>\nmendengarkan perintah-Ku untuk menguduskan hari Sabat dan untuk tidak masuk<br \/>\nmengangkut barang-barang melalui pintu-pintu gerbang Yerusalem pada hari Sabat,<br \/>\nmaka di pintu-pintu gerbangnya Aku akan menyalakan api, yang akan memakan habis<br \/>\npuri-puri Yerusalem, dan yang tidak akan terpadamkan.&#8221;<\/p>\n<p>Juga dari tulisan Yeremia terungkap bahwa Nehemia<br \/>\nmenyadari peran dari pengabaian Sabat yang menjadi pemicu pembuangan ke Babel.<br \/>\n(Ratapan 1: 7) Terkenanglah Yerusalem, pada hari-hari sengsara dan<br \/>\npenderitaannya, akan segala harta benda yang dimilikinya dahulu kala; tatkala<br \/>\npenduduknya jatuh ke tangan lawan, dan tak ada penolong baginya, para lawan<br \/>\nmemandangnya, dan tertawa karena keruntuhannya, dan menghina hari-hari Sabatnya.<br \/>\n(Ratapan 2: 6) Ia melanda kemah-Nya seperti kebun, menghancurkan tempat<br \/>\npertemuan-Nya. Di Sion Yahuwah menjadikan orang lupa akan perayaan dan sabat,<br \/>\ndan menolak dalam kegeraman murka-Nya raja dan imam.<\/p>\n<p><strong>Yehezkiel<\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"margin-right: 10px\" alt=\"Yehezkiel dalam visi\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/ezekiel.jpg\" align=\"left\">Yehezkiel menghadirkan aspek yang sama sekali<br \/>\nberbeda. Dia mendasarkan pernyataannya mengenai hari Sabat pada Keluaran 31:<br \/>\n13-16. Dengan demikian ia menekankan hari Sabat sebagai tanda antara Yahuwah<br \/>\ndan orang Israel (Yehezkiel 20:12-13, 16, 20) Hari-hari Sabat-Ku juga Kuberikan<br \/>\nkepada mereka menjadi peringatan di antara Aku dan mereka, supaya mereka<br \/>\nmengetahui bahwa Akulah Yahuwah, yang menguduskan mereka. Tetapi kaum Israel<br \/>\nmemberontak terhadap Aku di padang gurun; mereka tidak hidup menurut<br \/>\nketetapan-ketetapan-Ku dan mereka menolak peraturan-peraturan-Ku, yang, kalau<br \/>\nmanusia melakukannya, ia akan hidup. Mereka juga melanggar kekudusan hari-hari<br \/>\nSabat-Ku dengan sangat. Maka Aku bermaksud hendak mencurahkan amarah-Ku ke atas<br \/>\nmereka di padang gurun hendak membinasakan mereka&#8230;.. oleh karena mereka<br \/>\nmenolak peraturan-peraturan-Ku dan tidak hidup menurut ketetapan-ketetapan-Ku<br \/>\ndan melanggar kekudusan hari-hari Sabat-Ku; sebab hati mereka mengikuti<br \/>\nberhala-berhala mereka&#8230;&#8230; kuduskanlah hari-hari Sabat-Ku, sehingga itu<br \/>\nmenjadi peringatan di antara Aku dan kamu, supaya orang mengetahui bahwa Akulah<br \/>\nYahuwah, Eloahmu.<\/p>\n<p>Sementara Yehezkiel menekankan hari Sabat sebagai<br \/>\ntanda perjanjian khusus antara Yahuwah dan orang-orang Israel, ia juga mengakui<br \/>\nbeberapa masalah lain berkaitan dengan hari Sabat. Dia terutama fokus pada<br \/>\npenyembahan berhala, dan fakta bahwa hari Sabat membuat kita mengenal Yahuwah.<br \/>\nKita telah melihat bagaimana hari Sabat membawa pengetahuan terhadap Yahuwah melalui<br \/>\ncara hidup sehari-hari, dengan menunjukkan bahwa manusia bergantung sepenuhnya<br \/>\nkepada Yahuwah untuk hidup dan makanannya, dan dengan menunjukkan bahwa kekuasaan<br \/>\natasan dengan bawahan memiliki batasan. Yehezkiel mencatat bahwa pengetahuan<br \/>\ntersebut sangat penting untuk menghindari penyembahan berhala. Penyembahan<br \/>\nberhala orang-orang Israel dikaitkan dengan pengabaian hari Sabat. Ada hubungan<br \/>\nlangsung antara peningkatan pengabaian Sabat pada abad-abad awal Kekristenan<br \/>\ndan munculnya teori palsu mengenai Yahuwah dan Trinitas. Ini berjalan<br \/>\nberiringan, terjadi selama periode waktu yang sama.<\/p>\n<p>Yehezkiel berhasil menggambarkan dampak dari<br \/>\npenyembahan berhala pada  pelanggaran-Sabat<br \/>\ndi Israel, dan dampaknya terhadap kejadian yang sama di antara orang-orang Kristen<br \/>\ndi kemudian hari. (Yehezkiel 20:21) Tetapi anak-anak mereka memberontak<br \/>\nterhadap Aku, mereka tidak hidup menurut ketetapan-ketetapan-Ku dan tidak<br \/>\nmelakukan peraturan-peraturan-Ku dengan setia, sedang manusia yang<br \/>\nmelakukannya, akan hidup; mereka juga melanggar kekudusan hari-hari Sabat-Ku.<br \/>\nMaka Aku bermaksud mencurahkan amarah-Ku ke atas mereka untuk melampiaskan<br \/>\nmurka-Ku kepadanya di padang gurun.<\/p>\n<p>Penyembahan berhala para pelanggar-sabat dalam kitab<br \/>\nYehezkiel juga terkait dengan pengabaian keadilan dalam melaksanakan penilaian<br \/>\nilahi terhadap kasus sengketa. (Yehezkiel 20:24) oleh karena mereka tidak<br \/>\nmelakukan peraturan-peraturan-Ku dan menolak ketetapan-ketetapan-Ku dan<br \/>\nmelanggar kekudusan hari-hari Sabat-Ku dan matanya selalu tertuju kepada<br \/>\nberhala-berhala ayah-ayah mereka.<\/p>\n<p>Dua pasal selanjutnya, Yehezkiel menunjukkan<br \/>\nbagaimana pelanggaran-Sabat mempengaruhi cara pandang manusia, sehingga<br \/>\nseseorang tidak mampu membedakan antara yang kudus dan yang najis, antara yang<br \/>\nhalal dan yang haram. Pelanggaran-Sabat sejalan dengan gagasan bahwa kenajisan<br \/>\ndan Kekristen bisa berpasangan. Penyembahan berhala, pelanggaran-Sabat, dan<br \/>\nmakan hal-hal yang menjijikkan tanpa rasa cemas yang terlihat di sekitar kita<br \/>\nsaat ini, hanya merupakan pengulangan dari apa yang Yehezkiel lihat di zamannya<br \/>\nsendiri. (Yehezkiel 22: 8) Engkau memandang ringan terhadap hal-hal yang kudus<br \/>\nbagi-Ku dan hari-hari Sabat-Ku kaunajiskan&#8230; (Yehezkiel 22:26) Imam-imamnya<br \/>\nmemperkosa hukum Taurat-Ku dan menajiskan hal-hal yang kudus bagi-Ku, mereka tidak<br \/>\nmembedakan antara yang kudus dengan yang tidak kudus, tidak mengajarkan<br \/>\nperbedaan yang najis dengan yang tahir, mereka menutup mata terhadap hari-hari<br \/>\nSabat-Ku. Demikianlah Aku dinajiskan di tengah-tengah mereka. (Yehezkiel 23:38)<br \/>\nSelain itu hal ini juga mereka lakukan terhadap Aku, mereka menajiskan tempat<br \/>\nkudus-Ku pada hari itu dan melanggar kekudusan hari-hari Sabat-Ku.<\/p>\n<p>Yehezkiel kembali ke masalah keadilan sosial dan<br \/>\nhari Sabat, yang tersisa dan agak kurang jelas dinyatakan dalam pasal 20. Dalam<br \/>\nnubuatan terakhirnya akan tibanya masa kebangkitan keadilan, ia menyebutkan<br \/>\nkembalinya pengudusan Sabat bersama dengan kembalinya keadilan di hadapan<br \/>\nhukum. (Yehezkiel 44:24) Di dalam sesuatu perkara mereka harus bertindak<br \/>\nsebagai hakim dan mereka harus menghakiminya menurut peraturan-peraturan-Ku;<br \/>\nmereka harus berpegang pada hukum-hukum-Ku dan ketetapan-ketetapan-Ku pada<br \/>\nhari-hari raya-Ku dan menguduskan hari-hari Sabat-Ku.<\/p>\n<p>Prediksi Yehezkiel mengenai bait suci yang kedua<br \/>\ntidak pernah dipenuhi secara rinci. Namun pemulihan aspek seremonial hari Sabat<br \/>\nsampai batas tertentu tercermin dalam pelayanan. (Yehezkiel 45:17) Dan rajalah<br \/>\nyang bertanggung jawab mengenai korban bakaran, korban sajian, korban curahan<br \/>\npada hari-hari raya, bulan-bulan baru, hari-hari Sabat dan pada setiap perayaan<br \/>\nkaum Israel. Ialah yang akan mengolah korban penghapus dosa, korban sajian,<br \/>\nkorban bakaran dan korban keselamatan untuk mengadakan pendamaian bagi kaum<br \/>\nIsrael. (Yehezkiel 46: 1, 3, 4, 12) Beginilah firman Yahuwah Yang Mahakuasa:<br \/>\nPintu gerbang pelataran dalam yang menghadap ke sebelah timur haruslah tertutup<br \/>\nselama enam hari kerja, tetapi pada hari Sabat supaya dibuka; pada hari bulan<br \/>\nbaru juga supaya dibuka. Penduduk negeri juga harus turut sujud menyembah di<br \/>\nhadapan Yahuwah di pintu gerbang itu pada hari Sabat dan hari bulan baru.<br \/>\nKorban bakaran yang harus dipersembahkan raja itu kepada Yahuwah pada hari<br \/>\nSabat ialah enam ekor domba yang tidak bercela dan seekor domba jantan yang<br \/>\ntidak bercela. Kalau raja mengolah korban bakaran sukarela atau korban<br \/>\nkeselamatan sukarela bagi Yahuwah, maka orang harus membukakan pintu gerbang<br \/>\nsebelah timur untuk dia dan ia akan mempersembahkan korban bakarannya dan<br \/>\nkorban keselamatannya itu seperti ia perbuat pada hari Sabat. Kemudian ia<br \/>\nkeluar, dan sesudah ia keluar pintu gerbang harus ditutup.<\/p>\n<p>Dengan hati-hati Yehezkiel membedakan antara<br \/>\naspek-aspek sosial dan moral dari hari Sabat di satu sisi, dan aspek-aspek<br \/>\nseremonial dan penanda di sisi lain. Dia menulis tentang keduanya, tapi di dalam<br \/>\npasal yang berbeda.<\/p>\n<p><strong>Hosea<\/strong><\/p>\n<p>Dua nabi kecil bersatu menyuarakan pesan Sabat.<br \/>\nHosea membicarakan pribadi yang menghentikan acara seremonial. (Hosea 2:11) Aku<br \/>\nakan menghentikan segala kegirangannya, hari rayanya, bulan barunya dan hari<br \/>\nSabatnya dan segala perayaannya.<\/p>\n<p>Pesan dari Hosea melengkapi Yesaya 1:13. Karena seremonial<br \/>\niman telah digunakan sebagai tameng untuk melakukan ketidakadilan moral dan<br \/>\nsosial, mereka harus mendapatkan hukuman, dan orang Israel harus dibiarkan<br \/>\ntelanjang, tanpa perlindungan dan ketidaksetiaannya menjadi nyata terlihat.<br \/>\nHari Sabat merupakan isu utama dalam hal ini, disebabkan oleh kandungan kedua<br \/>\nunsur moral-sosial dan seremonial. Kembali di sini terlihat kemiripannya yang<br \/>\nsangat dengan zaman sekarang. Sama seperti orang-orang Israel kuno yang gagal mengingat<br \/>\nkeadilan sosial yang tersirat di dalam Sabat, walaupun sepanjang waktu memelihara<br \/>\npengorbanan dan acara ceremonial, demikian juga pemelihara-Sabat zaman sekarang<br \/>\ngigih untuk mempertahankan hari tertentu dan hari Sabat sebagai tanda ketaatan,<br \/>\ntetapi umumnya gagal untuk mengenali Sabat sebagai saksi ketergantungan manusia<br \/>\nyang tetap pada Yahuwah sebagai sumber hidup dan kebutuhannya dan sebagai<br \/>\nperlindungan hak asasi manusia dan hewan dalam kehidupan sehari-hari dengan<br \/>\nmembatasi kekuasaan para atasan.<\/p>\n<p><strong>Amos<\/strong><\/p>\n<p>Aspek sosial dan moral hari Sabat, yang sangat diabaikan<br \/>\noleh pemelihara-Sabat, juga disebutkan oleh Amos. (Am 8: 5) dan berpikir:<br \/>\n&#8220;Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah<br \/>\nhari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa,<br \/>\nmembesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu.<\/p>\n<p>Para nabi sangat meningkatkan pemahaman kita tentang<br \/>\nhari Sabat. Isu utama yang yang disampaikan para nabi adalah ketaatan seremonial<br \/>\nhari Sabat sebagai bentuk kemunafikan di antara mereka yang menggunakannya<br \/>\nuntuk menyembunyikan ketidakadilan sosial. Yesaya, Hosea dan Amos menekankan<br \/>\nbagian itu. Yeremia fokus pada hari Sabat sebagai tanda perjanjian Yahuwah<br \/>\ndengan orang-orang Israel. Yeremia memberitahukan lebih mendetail mengenai<br \/>\npengudusan hari Sabat yang tepat dan menunjukkan bagaimana pengabaian Sabat<br \/>\ntelah menyebabkan penawanan ke Babel. Yehezkiel menekankan peran Sabat sebagai<br \/>\ntanda perjanjian khusus antara Yahuwah dan orang-orang Israel. Pada saat yang<br \/>\nsama dia menunjukkan bagaimana pengabaian hari Sabat menyebabkan penyembahan<br \/>\nberhala, ketidakmampuan untuk membedakan antara yang kudus dan yang najis, yang<br \/>\ntahir dan yang haram, dan keadilan sosial di mata hukum. Dia memprediksi<br \/>\npemulihan aspek seremonial Sabat di Bait Suci kedua. Yesaya melanjutkan dengan<br \/>\nmenunjukkan bahwa berkat Sabat juga menjadi milik bangsa-bangsa lain yang telah<br \/>\nbertobat sama seperti orang-orang Israel, dan bagaimana pengudusan  Sabat menjadi harta yang lebih besar daripada<br \/>\nharta terbesar dalam pemikiran orang-orang di Timur Tengah, yaitu keturunan.<br \/>\nYesaya menunjukkan bahwa Sabat bukanlah beban, tapi menyenangkan, dan ia<br \/>\nmemprediksi pemulihan Sabat setelah Pengasingan dan dalam pandangan banyak<br \/>\norang di bumi yang baru.<\/p>\n<h2>Hari Sabat dan Injil<\/h2>\n<p>Hari Sabat disebutkan lebih sering di dalam Injil<br \/>\ndaripada di dalam kitab-kitab Musa. Jika niat <a href=\"\/biblical-christian-beliefs\/mengapa-hanya-yahuwah-dan-yahushua.html\">Yahushua<\/a> adalah untuk menghapuskan<br \/>\nhari Sabat, maka Dia tidak akan mengatakannya sedemikian rupa, juga Dia tidak<br \/>\nakan terlibat dalam begitu banyak diskusi tentang rincian pengudusan hari Sabat<br \/>\nyang tepat. Tapi tujuan dari Injil, sehubungan dengan hari Sabat, bukan untuk membatalkan,<br \/>\ntapi mengajarkan kita bagaimana untuk menguduskannya dengan cara yang lebih<br \/>\nbaik.<\/p>\n<p>Penyataan Hukum dan Injil sebenarnya sudah lama dan sudah<br \/>\nsering terdengar. Tetapi lebih sering, ini dinyatakan dengan maksud untuk memisahkan<br \/>\ndan membedakan keduanya, dan bukannya berusaha untuk menjaganya sebagai satu<br \/>\nkesatuan. Jika, seperti pandangan kebanyakan orang Kristen yang terlihat, bahwa<br \/>\nInjil menggantikan dan terpisah dari hukum, maka penyebutan ulang Perjanjian<br \/>\nLama tidak perlu dicatatkan sama sekali. Tetapi kenyataannya adalah bahwa<br \/>\nYahuwah telah mengabadikan Alkitab di kalangan umat Kristen, bersama dengan<br \/>\nperjanjian-perjanjian. Kenyataan ini harus mengingatkan kita pada kesalahan<br \/>\ndari pemisahan hukum dari Injil. Yang satu adalah dasar dari yang lain, dan<br \/>\nyang kedua adalah penerangan dari pendahulunya. Memang, Kristus berkata<br \/>\n&#8220;Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum atau<br \/>\nkitab para nabi.&#8221; Matius 5:17.<\/p>\n<p>Hari Sabat pertama kali disebutkan dalam Injil di dalam<br \/>\nMatius 12. (Matius 12: 1-8) Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yahushua berjalan<br \/>\ndi ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan<br \/>\nmemakannya. Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya:<br \/>\n&#8220;Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada<br \/>\nhari Sabat.&#8221; Tetapi jawab Yahushua kepada mereka: &#8220;Tidakkah kamu baca<br \/>\napa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana<br \/>\nia masuk ke dalam Rumah Yahuwah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang<br \/>\ntidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali<br \/>\noleh imam-imam? Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada<br \/>\nhari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Suci, namun<br \/>\ntidak bersalah? Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Suci. Jika<br \/>\nmemang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan<br \/>\ndan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah. Karena<br \/>\nAnak Manusia adalah Tuan atas hari Sabat.<\/p>\n<p>Cerita ini diulang dalam Markus 2: 23-28 dan Lukas<br \/>\n6: 1-5. Sejumlah isu harus dicatat. Yang pertama, melalui satu penafsiran<br \/>\nhukum, selama gandum tidak dihilangkan dari ladang, tidak ada pelanggaran Sabat<br \/>\ndengan memetik dan memakannya. Jadi dengan aturan kerabian sendiri, tuduhan pelanggaran-Sabat<br \/>\nbisa gugur. Kedua, kurangnya keramahan dipihak orang-orang yang memberikan kritik<br \/>\nmerupakan pelanggaran hukum. Para murid dipaksa untuk mengumpulkan makanan agar<br \/>\ntidak melanggar Sabat dengan berpuasa. Para kritikus sendiri telah menempatkan<br \/>\nmereka dalam situasi yang dilematis untuk tujuan permusuhan.<\/p>\n<p>Menariknya, Yahushua tidak menuduh para kritikus,<br \/>\ntetapi memperlihatkan kisah Alkitab masa lampau mengenai perilaku mereka pada<br \/>\nhari Sabat, contoh Daud. Dengan menafsirkan Kitab Suci dengan cara ini,<br \/>\nYahushua mengambil keuntungan dari kesempatan untuk menegaskan otoritas mesianik-Nya<br \/>\nsebagai anak Daud, dan peran ilahi-Nya dinyatakan dalam penafsiran dan penerapan<br \/>\nAlkitab. Dengan demikian Dia menyangkal otoritas aturan kerabian, menggantinya<br \/>\ndengan otoritas Mesias. Penafsiran-Nya secara khusus tidak sesuai dengan aturan<br \/>\npenafsiran kerabian. Ini adalah otoritas-Nya.<\/p>\n<p>Penegasan otoritas mesianik ini pada waktu Yahushua naik<br \/>\nke atas bukit pada ayat terakhir. Pasal ini mengatakan sangat sedikit mengenai<br \/>\npengudusan Sabat. Inti dari kisah ini adalah otoritas mesianik. Namun, kalimat<br \/>\ndalam Markus 2:28 memberi jeda. (Markus 2:27) Lalu kata Yahushua kepada mereka:<br \/>\n&#8220;Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat.<\/p>\n<p>Walaupun kalimat ini terutama bertujuan untuk mengutuk<br \/>\ndampak dari pemikiran Farisi, bahwa hari Sabat memiliki nilai dalam dirinya<br \/>\nsendiri untuk dilayani melalui tindakan manusia, gagasan lain muncul dari awal<br \/>\nkalimat. Hari Sabat diadakan untuk manusia. Artinya, hari Sabat tidak dibuat<br \/>\nuntuk orang-orang Yahudi, tetapi untuk seluruh umat manusia. Selain itu, hari<br \/>\nSabat adalah ciptaan ilahi, anugrah, bagi umat manusia. Cara seseorang<br \/>\nberkaitan dengan pemberian mengungkapkan apa yang orang tersebut pikirkan<br \/>\nmengenai Sang Pemberi.<\/p>\n<p>Kisah kedua muncul dalam Matius 12: 9-14. (Mat 12: 9-14)<br \/>\nSetelah pergi dari sana, Yahushua masuk ke rumah ibadat mereka. Di situ ada<br \/>\nseorang yang mati sebelah tangannya. Mereka bertanya kepada-Nya: &#8220;Bolehkah<br \/>\nmenyembuhkan orang pada hari Sabat?&#8221; Maksud mereka ialah supaya dapat<br \/>\nmempersalahkan Dia. Tetapi Yahushua berkata kepada mereka: &#8220;Jika seorang<br \/>\ndari antara kamu mempunyai seekor domba dan domba itu terjatuh ke dalam lobang<br \/>\npada hari Sabat, tidakkah ia akan menangkapnya dan mengeluarkannya? Bukankah<br \/>\nmanusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada<br \/>\nhari Sabat.&#8221;<\/p>\n<p>Cerita ini diulang dalam Markus 3: 1-6 dan Lukas 6:<br \/>\n6-11. Berdasarkan sifatnya hal ini jauh berbeda dari sebelumnya. Di sini<br \/>\nYahushua menegaskan bahwa penyembuhan dibolehkan dengan mengacu pada putusan aturan<br \/>\nkerabian. Ada ketidaksepakatan  aturan<br \/>\nkerabian pada masalah apakah hewan yang jatuh ke dalam lobang bisa diselamatkan<br \/>\ntanpa melanggar hari Sabat. Beberapa rabi menegaskan bahwa itu adalah sah.<br \/>\nJawaban Yahushua adalah benar-benar dalam konteks Kerabian. Apa yang tersirat<br \/>\ndalam cerita ini adalah penerimaan Yahushua tentang masih berlakunya hukum<br \/>\nSabat. Sementara orang-orang yang akan membatalkan hari Sabat umumnya percaya<br \/>\nbahwa pembatalan itu terjadi setelah penyaliban dan sebagai manfaat dari<br \/>\nkematian Kristus, mereka masih sering menarik berbagai ayat-ayat Alkitab yang<br \/>\nmengacu pada masa sebelum-penyaliban untuk mendukung pembatalan Sabat. Yang<br \/>\njelas ini adalah kesalahan penafsiran. Jika ternyata hari Sabat dapat<br \/>\nditunjukkan telah dibatalkan sebelum penyaliban, maka pendapat orang-orang<br \/>\nKristen mengenai pembatalan Sabat ini sebagai bayangan dari apa yang akan<br \/>\ndatang juga harus gugur.<\/p>\n<p>Bagi para pemelihara hari Sabat kisah ini penting untuk<br \/>\nmenegaskan bahwa tindakan kemurahan dapat dilakukan di hari Sabat.<\/p>\n<p>Ayat berikutnya yang muncul adalah (Matius 24:20) Berdoalah,<br \/>\nsupaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan<br \/>\npada hari Sabat.<\/p>\n<p>Pemelihara-Sabat melihat ayat ini sebagai bukti<br \/>\nbahwa niatan Kristus adalah untuk menegaskan pemeliharaan Sabat setelah<br \/>\nkebangkitan-Nya, pada saat kebanyakan orang Kristen mengklaim Sabat telah dibatalkan<br \/>\nsebagai bayangan dari apa yang akan datang, yang digenapi dalam penyaliban. Jawaban<br \/>\nterhadap pendapat ini adalah bahwa perintah itu hanya mengakui situasi di<br \/>\nYahudi yang menguasai Palestina sebelum kehancuran Yerusalem pada 70 M.<br \/>\nMemelihara Sabat orang Yahudi akan membuat kesulitan bagi para pengikut Kristus<br \/>\nyang tidak merayakan Sabat untuk melarikan diri. Ada beberapa masalah dengan pendapat<br \/>\nseperti ini, yang paling menonjol dari semuanya adalah bahwa tidak ada bukti keberadaan<br \/>\norang yang tidak menguduskan Sabat di antara para pengikut Kristus pada waktu<br \/>\nitu. Bahkan setelah munculnya aturan menaati hari Minggu pada masa mendekati<br \/>\nawal abad kedua menurut Mozna dan Dr Sam, Sabat masih dikuduskan oleh semua<br \/>\norang Kristen (Samuele Bacchiocchi, From Sabbath to Sunday: A Historical<br \/>\nInvestigation of the Rise of Sunday Observance in Early Christianity, Biblical<br \/>\nPerspectives, 1977). Oleh karena itu, nubuatan telah merujuk pada kelompok pemelihara<br \/>\nSabat. Jika Yahushua bertujuan menjadikan kematian-Nya sebagai pembatal<br \/>\npengudusan Sabat, maka Dia telah kehilangan kesempatan untuk memberitahu para pengikut-Nya<br \/>\nuntuk menghentikan pengudusan hari Sabat, karena itu akan memudahkan pelarian<br \/>\nmereka dari Yerusalem. Sebaliknya, Dia menegaskan ketaatan mereka menguduskan.<\/p>\n<p>Benar atau tidak perintah ini relevan dengan<br \/>\ngenerasi berikutnya, penegasan pengudusan Sabat oleh para pengikut-Nya hingga<br \/>\nakhir tahun 70 M menggugurkan pendapat bahwa Sabat telah dibatalkan oleh<br \/>\nkematian-Nya karena ini adalah kesalahan penafsiran, kegagalan untuk<br \/>\nmenyelaraskan semua bukti tekstual yang relevan. Matius 24:20 adalah bukti<br \/>\nnyata bahwa Yahushua tidak menerima gagasan bahwa Sabat telah berakhir di kayu<br \/>\nsalib. Ini menetapkan teladan yang mengharuskan kita untuk menemukan penafsiran<br \/>\nyang sesuai terhadap Kolose 2: 16,17, dan gagal untuk mengabaikan pengkanonan<br \/>\nKolose masuk ke dalam ke surat-surat kerasulan. Jadi jauh lebih baik untuk<br \/>\nmenerima pengudusan Sabat dan menafsirkan Kolose selaras dengan Matius sebisa<br \/>\nmungkin.<\/p>\n<p>Petunjuk akhir hari Sabat dalam Injil yang pertama<br \/>\nadalah (Matius 28: 1) Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar<br \/>\npada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain,<br \/>\nmenengok kubur itu.<\/p>\n<p>Sementara beberapa pembaca Alkitab membuat banyak versi<br \/>\nYunani dalam ayat ini dan ayat sejenis yang lain, terjemahan KJV sudah benar.<br \/>\nKata \u2018minggu\u2019 sebenarnya berarti sebuah minggu dalam konteks dan untuk kata \u2018fajar\u2019,<br \/>\nbagaimanapun, ditafsirkan, tidak mempengaruhi fakta bahwa Sabat disebutkan telah<br \/>\nlewat dan ditegaskan. Mengingat bahwa para murid belum mengetahui tentang<br \/>\nkebangkitan, argumen para pemelihara Sabat ini menegaskan bahwa Sabat setelah<br \/>\npenyaliban adalah lemah.<\/p>\n<p>Sebuah pasal yang sama ditemukan dalam Markus.<br \/>\n(Markus 16: 1) Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus,<br \/>\nserta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yahushua.<\/p>\n<p>Markus juga berisi beberapa bagian yang berhubungan<br \/>\ndengan hari Sabat yang tidak tercermin dalam Matius. Yang pertama adalah<br \/>\n(Markus 1:21-27) Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yahushua<br \/>\nsegera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Mereka takjub mendengar<br \/>\npengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak<br \/>\nseperti ahli-ahli Taurat. Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang<br \/>\nyang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak: &#8220;Apa urusan-Mu dengan kami,<br \/>\nhai Yahushua orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu<br \/>\nsiapa Engkau: Yang Kudus dari Yahuwah.&#8221; Tetapi Yahushua menghardiknya,<br \/>\nkata-Nya: &#8220;Diam, keluarlah dari padanya!&#8221; Roh jahat itu menggoncang-goncang<br \/>\norang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya.<br \/>\nMereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: &#8220;Apa<br \/>\nini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun<br \/>\ndiperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.&#8221;<\/p>\n<p>Hari Sabat disebutkan sambil lalu di bagian ini.<br \/>\nFokus dari bagian ini adalah otoritas Mesianik dari Yahushua, seperti dalam banyak<br \/>\ncara yang sama pada pasal pertama Sabat dari Matius. Perbaikan Sabat yang<br \/>\nYahushua nyatakan terlihat baik oleh Matius maupun Markus erat dengan peran dan<br \/>\nstatus-Nya sebagai Mesias. Imbasnya adalah bahwa menolak Sabat adalah sama<br \/>\ndengan menolak Mesias sendiri. Bahkan, kita melihat fakta dalam kehidupan<br \/>\nsehari-hari, orang-orang Kristen yang tidak memelihara Sabat sering menyangkal<br \/>\nYahushua, setidaknya dengan membuat Dia menjadi Pribadi kedua dari Trinitas dan<br \/>\nbukannya hanya menjadi Anak Tunggal Yahuwah atau Kristus. Cerita yang sama ini<br \/>\ntercermin dalam Lukas 4: 31-37.<\/p>\n<p>Markus 6: 1-5 mengomentari Yahushua  ketika mengunjungi kota kelahiran-Nya pada<br \/>\nhari Sabat. Bahkan melebihi Matius, Markus sangat fokus pada otoritas Mesianik<br \/>\ndari Yahushua dalam kaitannya dengan hari Sabat. Dalam pasal ini Yahushua<br \/>\nmenunjukkan kekuasaan-Nya dalam ajaran-Nya yang penuh kuasa. (Markus 6: 2). Pada<br \/>\nhari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub<br \/>\nketika mendengar Dia dan mereka berkata: &#8220;Dari mana diperoleh-Nya semuanya<br \/>\nitu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang<br \/>\ndemikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?<\/p>\n<p>Tapi Dia menemukan banyak ketidakpercayaan karena<br \/>\nkedekatan. Untuk alasan ini Dia tidak dapat melakukan banyak mujizat di sana,<br \/>\ndan pada saat yang sama menghindari pertikaian mengenai penyembuhan pada hari<br \/>\nSabat. Kisah ini mungkin mengacu pada kesempatan yang sama seperti yang<br \/>\ndilaporkan dalam (Lukas 4:16) Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan<br \/>\nmenurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri<br \/>\nhendak membaca dari Alkitab.<\/p>\n<p>Penafsiran Yahushua dari kesimpulan pembacaan pada nubuatan<br \/>\npelayanan-Nya sendiri yang telah ditentukan untuk menghadirkan reaksi pada hal<br \/>\ntersebut.<\/p>\n<p>Hari Sabat disebutkan tinggal satu kali lagi di<br \/>\ndalam Markus, ketika Yusuf dari Arimatea meminta tubuh Yahushua kepada Pilatus.<br \/>\n(Markus 15:42) Sementara itu hari mulai malam, dan hari itu adalah hari<br \/>\npersiapan, yaitu hari menjelang Sabat.<\/p>\n<p>Malam yang sama disebutkan dalam Lukas (Lukas 23:54)<br \/>\nHari itu adalah hari persiapan dan sabat hampir mulai. (Lukas 23:56) Dan<br \/>\nsetelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. Dan pada hari<br \/>\nSabat mereka beristirahat menurut Hukum.<\/p>\n<p>Tidak mengherankan bahwa Sabat harus dikuduskan, karena<br \/>\nsecara jelas hal itu yang disebutkan dalam Injil sebagai sebuah pemberian,<br \/>\nbukan sebagai sesuatu yang aneh. Penyataan Yohanes dalam beberapa tempat<br \/>\nsedikit lebih jauh menunjukkan itu.<\/p>\n<p>Sementara fokus Matius adalah pada pembahasan<br \/>\npenafsiran Yahudi tentang bagaimana hari Sabat harus dipelihara, dan fokus Markus<br \/>\npada hari Sabat sebagai tanda otoritas mesianik dari Yahushua, fokus Lukas juga<br \/>\nmasih tetap berbeda. Hanya dalam Lukas kita menemukan bahwa semua mukjizat<br \/>\npenyembuhan Yahushua yang tercatat dimulai sendiri, tanpa diminta, dilakukan<br \/>\npada hari Sabat. Hari Sabat demikian terkait dengan tindakan belas kasihan<br \/>\nYahushua. Perbedaan-perbedaan ini dalam Injil sinoptik mencerminkan tiga perbedaan<br \/>\numum. Matius adalah Injil yang paling Yahudi, Markus berfokus pada kekuasaan<br \/>\ndan otoritas, dan Lukas berfokus pada kasih karunia dan isu-isu sosial. Hal ini<br \/>\ndiharapkan bahwa perbedaan cara pandang ini harus tercermin dalam hari Sabat<br \/>\njuga.<\/p>\n<p>Beberapa penyembuhan yang dimulai sendiri oleh<br \/>\nYahushua ini pada hari Sabat disebutkan hanya di dalam Lukas. Yang pertama<br \/>\nadalah di dalam (Lukas 13:10-17) Pada suatu kali Yahushua sedang mengajar dalam<br \/>\nsalah satu rumah ibadat pada hari Sabat. Di situ ada seorang perempuan yang<br \/>\ntelah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk<br \/>\npunggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak. Ketika Yahushua melihat<br \/>\nperempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: &#8220;Hai ibu,<br \/>\npenyakitmu telah sembuh.&#8221; Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan<br \/>\nitu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Yahuwah.<br \/>\nTetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yahushua menyembuhkan orang pada hari<br \/>\nSabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: &#8220;Ada enam hari untuk bekerja.<br \/>\nKarena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada<br \/>\nhari Sabat.&#8221; Tetapi Yahushua menjawab dia, kata-Nya: &#8220;Hai orang-orang<br \/>\nmunafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya<br \/>\npada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman? Bukankah<br \/>\nperempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus<br \/>\ndilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?&#8221; Dan<br \/>\nwaktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak<br \/>\nbersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.<\/p>\n<p>Di sini Yahushua kembali ke dalil \u2018lembu di dalam<br \/>\nlobang\u2019, yang tercermin dalam kata-kata Talmud Mishna, buku 4, Qama Bava 3:10.<br \/>\nHal ini tampaknya menjadi salah satu pendapat Kerabian yang paling penting yang<br \/>\nYahushua gunakan untuk membenarkan tindakan penyembuhan-Nya pada hari Sabat. Yang<br \/>\nterpenting adalah bahwa Dia terlibat dalam diskusi tersebut, sehingga Dia menegaskan<br \/>\nkewajiban pengudusan Sabat dengan membahas bagaimana Sabat itu harus dikuduskan.<br \/>\nPenting juga diperhatikan bahwa Dia menemukan kritik ditempat mereka sendiri<br \/>\ndengan cara mereka sendiri.<\/p>\n<p>Pendapat yang sama ditekankan dalam pasal berikutnya,<br \/>\ndalam penyembuhan lain yang dimulai sendiri oleh Yahushua tanpa diminta dan<br \/>\ndengan demikian menunjukkan bahwa hari Sabat tanda belas kasihan. (Lukas 14: 1-6)<br \/>\nPada suatu hari Sabat Yahushua datang ke rumah salah seorang pemimpin dari<br \/>\norang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia<br \/>\ndengan saksama. Tiba-tiba datanglah seorang yang sakit busung air berdiri di<br \/>\nhadapan-Nya. Lalu Yahushua berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang<br \/>\nFarisi itu, kata-Nya: &#8220;Diperbolehkankah menyembuhkan orang pada hari Sabat<br \/>\natau tidak?&#8221; Mereka itu diam semuanya. Lalu Ia memegang tangan orang sakit<br \/>\nitu dan menyembuhkannya dan menyuruhnya pergi. Kemudian Ia berkata kepada<br \/>\nmereka: &#8220;Siapakah di antara kamu yang tidak segera menarik ke luar anaknya<br \/>\natau lembunya kalau terperosok ke dalam sebuah sumur, meskipun pada hari<br \/>\nSabat?&#8221; Mereka tidak sanggup membantah-Nya.<\/p>\n<p>Isu Hari Sabat di dalam kitab Yohanes berbeda dari<br \/>\nyang terdapat di dalam ketiga injil sinoptik sebelumnya, dengan cara yang<br \/>\nserupa dalam membedakan penggunaan istilah Putra Yahuwah. Dalam injil sinoptik<br \/>\nistilah  Anak Yahuwah hanyalah setara denga<br \/>\nistilah Kristus atau Mesias. Dalam Yohanes konsep ini diperbesar untuk fokus<br \/>\npada Yahushua sebagai Pemberi hidup. Tuduhan mengaku sebagai pribadi berkuasa<br \/>\nyang ditemukan di dalam Yohanes berkaitan dengan tuduhan pelanggaran-Sabat.<br \/>\nSebagai jawabannya, konsep Yahushua sebagai Pemberi hidup dikaitkan dengan<br \/>\npenyembuhan pada hari Sabat.<\/p>\n<p>Perpaduan gagasan ini sudah jelas terlihat pada peristiwa<br \/>\npertama di dalam Yohanes. (Yohanes 5: 9) Dan pada saat itu juga sembuhlah orang<br \/>\nitu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat&#8230;..<br \/>\n(Yohanes 5:10) Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru<br \/>\nsembuh itu: &#8220;Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu&#8230;.<br \/>\n(Yohanes 5:16) Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yahushua,<br \/>\nkarena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat&#8230;. (Yohanes 5:18) Sebab itu<br \/>\norang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia<br \/>\nmeniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Yahuwah adalah<br \/>\nBapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Yahuwah.<\/p>\n<p>Ayat-ayat ini menyatakan dua tuduhan secara langsung,<br \/>\nmengaku sebagai pribadi yang berkuasa dan melanggar Sabat. Keanehannya adalah, bukannya<br \/>\nfokus pada pelayanan dan pesan dari Yahushua, yang menyatakan perannya sebagai<br \/>\nKristus dalam membawa hidup dan kemenangan atas kematian pada hari Sabat,<br \/>\nkebanyakan para komentator Kristen malahan benar-benar telah menerima tuduhan<br \/>\nterhadap Yahushua itu sebagai sebuah kebenaran, dan sekarang Dia dinyatakan sebagai<br \/>\npelanggar-Sabat dan mengaku sebagai Yahuwah, Yang Mahakuasa. Sulit terlihat bahwa<br \/>\nini selain melakukan pencemaran nama baik dan penghujatan hal ini juga adalah kegagalan<br \/>\ndalam memandang pesan Yahushua seperti yang diungkapkan oleh Yohanes. Mengapa pengakuan<br \/>\ndengan saksi yang bertentangan ini harus diterima dalam penafsiran tetapi tidak<br \/>\ndi dalam konteks yang lain adalah sebuah misteri.<\/p>\n<p>Menurut Yohanes, Yahushua menggunakan pendapat yang<br \/>\nberbeda untuk membenarkan tindakan penyembuhan berbelas kasihan pada hari<br \/>\nSabat. (Yohanes 7:22-23) Jadi: Musa menetapkan supaya kamu bersunat (sebenarnya<br \/>\nsunat itu tidak berasal dari Musa, tetapi dari nenek moyang kita) dan kamu<br \/>\nmenyunat orang pada hari Sabat! Jikalau seorang menerima sunat pada hari Sabat,<br \/>\nsupaya jangan melanggar hukum Musa, mengapa kamu marah kepada-Ku, karena Aku<br \/>\nmenyembuhkan seluruh tubuh seorang manusia pada hari Sabat?.<\/p>\n<p>Pendapat ini bukan lagi didasarkan pada \u2018lembu di<br \/>\ndalam lobang\u2019 seperti pada pembicaraan dengan menggunakan aturan Kerabian, disini<br \/>\nDia mengarahkan langsung pada kesesuaiannya dengan Hukum. Ini benar-benar<br \/>\nmerupakan pendapat yang diarahkan pada orang-orang Saduki, yang menyangkal<br \/>\nhukum lisan. Dengan demikian Injil menggambarkan Yahushua membela tindakan-Nya<br \/>\npada hari Sabat itu dengan menggunakan kedua pendapat aturan Kerabian Farisi<br \/>\ndan pendapat aturan orang Saduki.<\/p>\n<p>Tapi Yohanes dengan cermat menampilkan jenis lain dari<br \/>\ntindakan pada saat Sabat yang dilakukan Yahushua (Yohanes 9:14) Adapun hari<br \/>\nwaktu Yahushua mengaduk tanah dan memelekkan mata orang itu, adalah hari Sabat&#8230;.<br \/>\n(Yohanes 9:16) Maka kata sebagian orang-orang Farisi itu: &#8220;Orang ini tidak<br \/>\ndatang dari Yahuwah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat.&#8221; Sebagian pula<br \/>\nberkata: &#8220;Bagaimanakah seorang berdosa dapat membuat mujizat yang<br \/>\ndemikian?&#8221; Maka timbullah pertentangan di antara mereka.<\/p>\n<p>Banyak kisah-kisah di dalam Injil yang menunjukkan para<br \/>\npengkritik Yahushua berusaha menjebak Dia dengan kesesatan. Yahushua selalu<br \/>\nmengubah hal itu dengan jawaban yang cerdik. Yohanes pasal 9 memperlihatkan<br \/>\nYahushua menggunakan Sabat untuk membuat perpecahan di antara para pengkritik-Nya.<br \/>\nLagi-lagi, pembaca yang tidak berfikir tergoda untuk langsung memberikan<br \/>\ntuduhan melawan Yahushua tanpa berfikir. Sehingga ia merindukan tekanan dari pertikaian<br \/>\nantara Yahushua dan para pengkritik-Nya, dan seberapa bijaksana Yahushua mampu<br \/>\nmenangani mereka.<\/p>\n<p>Penyebutan terakhir hari Sabat dalam Injil adalah pada<br \/>\npernyataan kitab Yohanes saat penyaliban. (Yohanes 19:31) Karena hari itu hari<br \/>\npersiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung<br \/>\npada kayu salib (sebab Sabat itu adalah hari yang besar) maka datanglah<br \/>\norang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang<br \/>\nitu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.<\/p>\n<p>kesimpulannya, Injil menunjukkan Yahushua<br \/>\nberinteraksi mengenai persoalan hari Sabat. Dia tidak pernah membatalkan hari<br \/>\nSabat. Dia berdiskusi secara rinci dengan para pengkritik mengenai cara<br \/>\nmenguduskan hari Sabat. Dia membenarkan perbuatan belas kasihan yang Dia<br \/>\nlakukan pada hari Sabat dengan menggunakan cara Kerabian dan cara orang-orang<br \/>\nSaduki, sehingga para penuduhnya terdiam. Dia mengokohkan otoritas mesianik-Nya<br \/>\ndengan tindakan dosa (menurut para penuduh) melalui pengajaran maupun<br \/>\npenyembuhan pada hari Sabat, dan akhirnya menegaskan peran mesianik-Nya sebagai<br \/>\nSang pemberi hidup melalui reformasi pengudusan Sabat-Nya.<\/p>\n<h2>Hari Sabat: Kisah Para Rasul dan Surat-surat Rasul<\/h2>\n<p>Berbeda dengan Injil, kitab Kisah Para Rasul<br \/>\nmenyebutkan hari Sabat hanya sepintas lalu, tanpa masuk ke masalah teologi dan<br \/>\npraktek Sabat. Hari Sabat menjadi sekedar pendapat di dalam kitab Kisah Para<br \/>\nRasul. Mengingat struktur hari Sabat begitu kompleks seperti yang disajikan<br \/>\ndalam Alkitab Ibrani dan Injil, diskusi yang sedikit rumit harus dilakukan<br \/>\nuntuk membongkarnya. Hal ini sangat terkait dengan isu utama dari Injil itu<br \/>\nsendiri, bahwa untuk meninggalkan Sabat itu akan membutuhkan penemuan sistem<br \/>\nInjil yang sama sekali baru. Seperti, yang pada faktanya dilakukan oleh orang-orang<br \/>\nKristen yang tidak memelihara sabat.<\/p>\n<p>Penyebutan pertama adalah di dalam (Kisah Para Rasul<br \/>\n1:12) Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut<br \/>\nBukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem.<\/p>\n<p>Penyebutan kedua adalah di dalam (Kisah Para Rasul<br \/>\n13:14) Dari Perga mereka melanjutkan perjalanan mereka, lalu tiba di Antiokhia<br \/>\ndi Pisidia. Pada hari Sabat mereka pergi ke rumah ibadat, lalu duduk di situ.<\/p>\n<p>Ayat-ayat ini bermakna ganda, dan tidak boleh<br \/>\ndigunakan untuk mendukung atau menolak pemeliharaan Sabat dari para rasul pada<br \/>\nperiode ini. Ayat lima akan menyarankan dengan ungkapan &#8220;rumah ibadat<br \/>\norang Yahudi&#8221; dengan hanya menyebutkan kata \u2018sinagog\u2019 tidak berarti bahwa<br \/>\nini adalah sebuah lembaga Yahudi yang bertentangan dengan tempat berkumpul para<br \/>\npengikut Kristus. Namun, ayat-ayat ini mengidentifikasinya sebagai tempat orang-orang<br \/>\nYahudi berkumpul dan menunjukkan bahwa Paulus dan rekannya telah datang ke<br \/>\nsana, apakah untuk berpartisipasi dalam pembacaan hukum Sabat atau tidak,<br \/>\nsetidaknya untuk tujuan membawa pesan Kristus kepada orang-orang Yahudi di tempat<br \/>\nitu. Kondisi ini tidak mengokohkan atau menyangkal pengudusan hari Sabat.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"margin-left: 10px\" alt=\"hari Sabat - paul berkhotbah kepada orang banyak\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/paul-preaches.jpg\" align=\"right\">Paulus memasukkan rujukan hari Sabat dalam wacana pada<br \/>\nkesempatan ini, walaupun secara umum nadanya berbunyi lebih tegas, hal ini ada<br \/>\ndi dalam konteks praktek khusus orang-orang Yahudi dan tidak dapat digunakan<br \/>\nsebagai acuan untuk mendukung atau melawan pengudusan Sabat oleh kelompok komunitas<br \/>\nkerasulan. (Kisah Para Rasul 13:27) Sebab penduduk Yerusalem dan<br \/>\npemimpin-pemimpinnya tidak mengakui Yahushua. Dengan menjatuhkan hukuman mati<br \/>\natas Dia, mereka menggenapi perkataan nabi-nabi yang dibacakan setiap hari<br \/>\nSabat.<\/p>\n<p>Namun kemudian dalam pasal ini, suara mengenai Sabat<br \/>\nsebagai praktek Bangsa-bangsa lain dinaikkan sedikit. Ayat-ayat ini menunjukkan<br \/>\ndengan jelas bahwa tidak ada pertemuan hari Minggu yang dibuat pada waktu itu oleh<br \/>\nBangsa-bangsa lain yang percaya. Mereka juga berkumpul pada hari Sabat. (Kisah<br \/>\nPara Rasul 13:42) Ketika orang-orang Yahudi telah keluar dari tempat ibadah, Bangsa-bangsa<br \/>\nlain meminta agar pokok itu disampaikan kepada mereka pula pada hari Sabat<br \/>\nberikutnya. &#8230; (Kisah Para Rasul 13:44) Pada hari Sabat berikutnya datanglah<br \/>\nhampir seluruh kota itu berkumpul untuk mendengar firman Yahuwah.<\/p>\n<p>Pendapat bahwa bangsa-bangsa lain yang percaya akan<br \/>\nhadir pada hari Sabat untuk mendengar pembacaan hukum muncul dalam Kisah Para<br \/>\nRasul pasal 15 sebagai sebuah pendapat yang tidak lebih dari pengenaan<br \/>\nkewajiban agar menghindari hal-hal yang dipersembahkan kepada berhala,<br \/>\npercabulan, binatang yang dicekik, dan darah. Dampak yang jelas dari kata<br \/>\n&#8220;untuk&#8221; di awal ayat 21 adalah bahwa jika mereka tidak mendengarkan<br \/>\npembacaan hukum, maka lebih seharusnya aturan itu dikenakan pada mereka. Selain<br \/>\nitu, kata \u2018sinagog\u2019 di sini jelas mengacu pada institusi Yahudi yang merujuk<br \/>\npada &#8220;masa lalu&#8221;, tetapi bermakna ganda dalam hal waktu di mana itu<br \/>\ndiucapkan. Ini juga mungkin termasuk tempat berkumpul bagi para pengikut<br \/>\nKristus, dalam hal ini kita harus mengasumsikan bahwa pelajaran Taurat yang<br \/>\ndibaca juga dimasukkan ke dalam liturgi pada periode itu, mungkin dalam bahasa<br \/>\nYunani atau mungkin dengan cara Palestina, dalam bahasa Ibrani dengan<br \/>\nterjemahan atau menggunakan ayat-ayat &#8220;Targum &#8220;. (Kisah Para Rasul<br \/>\n15:21) Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan<br \/>\nsampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat.<\/p>\n<p>Para pemelihara Sabat kadang mengacu pada ayat<br \/>\nberikut sebagai bukti bahwa hari Sabat telah dikuduskan dengan cara yang tidak<br \/>\nsama dengan ketetapan orang Yahudi. Hal ini didasarkan pada dasar pemikiran yang<br \/>\nsalah bahwa kata \u2018sinagog\u2019 harus selalu mengacu pada lembaga Yahudi. Itu sama<br \/>\nsekali tidak terjadi. Kedua, hal itu didasarkan pada asumsi yang salah bahwa<br \/>\norang-orang Yahudi yang tidak mengenal Kristus selalu memiliki sebuah bangunan sebagai<br \/>\ntempat  mereka berkumpul pada hari Sabat.<br \/>\nItu juga jelas tidak terjadi. Ayat ini juga dapat merujuk ke tempat yang biasa<br \/>\ndigunakan oleh orang-orang Yahudi biasa untuk berkumpul. Hal itu tidak<br \/>\nmendukung atau menolak pengudusan Sabat di antara bangsa-bangsa lain. (Kisah<br \/>\nPara Rasul 16:13) Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami<br \/>\nmenyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami<br \/>\nduga ada di situ; setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang<br \/>\nada berkumpul di situ.<\/p>\n<p>Ayat berikut juga dapat dianggap hanya sebagai bukti<br \/>\nkebiasaan Paulus bergabung dengan orang-orang Yahudi pada hari Sabat untuk<br \/>\nmemberitakan Kristus kepada mereka. (Kisah Para Rasul 17: 2) Seperti biasa<br \/>\nPaulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia<br \/>\nmembicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci. (Kisah Para Rasul 18:<br \/>\n4) Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha<br \/>\nmeyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani. Sebagian besar kitab<br \/>\nKisah Para Rasul hanya mengasumsikan hari Sabat dalam konteks Yahudi. Hanya<br \/>\nbeberapa bagian yang merujuk pengudusan Sabat di antara bangsa-bangsa lain.<\/p>\n<p>Surat-surat Rasul menyebutkan kata Sabat dalam satu ayat.<br \/>\n(Kol 2:16-17) Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai<br \/>\nmakanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;<br \/>\nsemuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya<br \/>\nialah Kristus.<\/p>\n<p>Banyak orang yang telah menggunakan ayat ini sebagai<br \/>\npembatal Sabat mingguan, yang disangka pada ayat sebelumnya, telah &#8220;<a href=\"\/winds-of-doctrine\/apa-yang-telah-dipakukan-di-atas-salib.html\">dipaku di kayu salib<\/a>.&#8221; Penafsiran ini<br \/>\nmengabaikan prinsip penafsiran dalam hal tulisan-tulisan Perjanjian Baru untuk mengkaji<br \/>\nayat-ayat kitab Ibrani yang dijadikan acuan untuk membuat rujukan. Perjanjian<br \/>\nBaru adalah buku komentar berukuran besar dari Alkitab Ibrani. Banyaknya<br \/>\npenafsiran yang lemah adalah hasil dari kegagalan untuk mempertimbangkan fakta<br \/>\npenting ini. Lima acuan yang disebutkan dalam ayat 16 semuanya berkumpul dalam<br \/>\nsatu tempat:  di dalam Imamat pasal 23.  Di ayat ini disajikan, ada pengorbanan hewan<br \/>\ndan makanan dan minuman korban yang diperluhkan dalam perayaan Sabat mingguan,<br \/>\nhari bulan baru, dan perayaan-perayaan tahunan.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"margin-right: 10px\" alt=\"paul menulis surat\" src=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/paul.jpg\" align=\"left\">Diperlukan ketelitian yang banyak dalam menafsirkan<br \/>\nsurat-surat Paulus. Petrus, yang hidup pada masa itu dan mengetahui keadaan,<br \/>\nmasih menemukan kesulitan dalam mengerti surat-surat Paulus. Bahkan yang paling<br \/>\nterampil dan berpengetahuan dari kita pada saat ini harus menyadari bahwa kita<br \/>\ndapat dengan mudah membuat kesimpulan yang salah perihal surat-surat Paulus.<br \/>\nOleh karena itu kita harus berhati-hati untuk menjadi dogmatis dalam pemahaman<br \/>\nkita perihal surat-surat Paulus.<\/p>\n<p>Paulus dalam surat-suratnya secara umum merujuk<br \/>\nkepada gereja-gereja tertentu yang menghadapi masalah-masalah tertentu yang<br \/>\ntidak dijelaskan secara rinci, melainkan hanya secara tersirat. Kita semua<br \/>\ntidak memiliki latar belakang pengetahuan yang penting. Dengan mengambil<br \/>\nreferensi Alkitab Ibrani sebagai petunjuk tentang apa masalah yang sedang<br \/>\ndibahas di sini, kita dapat membuat asumsi sementara berikut ini. Ada pertikaian<br \/>\ndi dalam gereja-gereja perihal persembahan makanan dan minuman yang akan dipersembahkan<br \/>\npada tiga jenis hari yang juga telah disebutkan. Tanggapan Paulus adalah mengembalikan<br \/>\nperihal ini pada kesadaran setiap orang, apa atau bagaimana memberikan persembahan<br \/>\nseperti itu, karena mereka dalam hal apapun hanya merupakan bayangan dari apa<br \/>\nyang akan datang, yang telah digenapi. Itulah cakupan yang diajarkan di sini,<br \/>\ndan untuk mengartikan hal ini lebih dari itu hanyalah seperti membaca prasangka<br \/>\nseseorang dalam ayat-ayat itu.<\/p>\n<p>Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa korban binatang,<br \/>\ntidak disebutkan, bukanlah penyebab perselisihan. Mereka hanya bisa dipersembahkan<br \/>\ndalam Bait Yahuwah di Yerusalem. Tidak diragukan lagi bahwa ada orang yang<br \/>\nmengatakan hal yang sama untuk persembahan makanan dan minuman, dan orang-orang<br \/>\nlain yang tidak setuju. Ayat-ayat ini juga menyiratkan bahwa jemaat-jemaat<br \/>\ngereja ini terlibat dalam pemeliharaan semua perayaan-perayaan yang telah disebutkan,<br \/>\ntermasuk tetapi tidak secara khusus disebut: hari Sabat. Paulus itu tidak<br \/>\nmemberikan indikasi apakah perayaan itu benar, digantikan, salah atau semacamnya.<br \/>\nDia tidak mengacu pada perihal itu sama sekali. Dia hanya mengacu pada perihal<br \/>\nmakanan dan minuman korban pada hari-hari itu. Dia pikir persembahan-persembahan<br \/>\nitu seharusnya tidak menjadi masalah pertikaian.<\/p>\n<p>Kata Sabat tidak disebut lagi di tempat lain dalam surat-surat<br \/>\nrasul, meskipun beberapa mungkin relevan dengan hari tertentu. Hari ketujuh, yang<br \/>\nmengacu pada hari Sabat, yang dihimbau dalam Ibrani pasal 4 sebagai hari<br \/>\nperistirahatan yang masih tersisa bagi orang-orang Israel yang ada di  dalam Kristus. Pasal ini tidak berhubungan<br \/>\ndengan hari Sabat secara aktual, baik secara tegas maupun tidak.<\/p>\n<p>Kesimpulannya, Kisah Para Rasul dan surat-surat rasul<br \/>\nmemberikan informasi baru sedikit pada hari Sabat. Kitab-kitab ini juga tidak<br \/>\nmemberikan diskusi yang membenarkan perubahan. Selain itu, jika mereka<br \/>\nmengajarkan bahwa Sabat telah dibatalkan dan diselesaikan, apa yang akan<br \/>\nmembuktikannya? Itu hanya akan membuktikan bahwa surat-surat itu bertentangan<br \/>\ndengan Taurat dan Injil. Jika memang seperti ini, maka kita harus dengan<br \/>\nterpaksa menolak surat-surat itu sebagai kitab palsu yang tidak dikanon, dan<br \/>\ndianggap bukan ilham ilahi sama sekali. Namun, surat-surat ini kokoh berdiri<br \/>\ndan bisa juga diselaraskan dengan Injil, yang memberikan, pemahaman spiritual<br \/>\npenting perihal Hukum dalam hubungannya dengan hari Sabat.<\/p>\n<h2>Hari Sabat: Pikirkan tentang hal ini &#8230;<\/h2>\n<p>Orang-orang yang menentang pengudusan Sabat sering<br \/>\nmembuat tuduhan legalismenya dengan cara aneh yang berputar-putar dan tidak<br \/>\nmasuk akal. Namun mereka sendiri menegaskan bahwa semua prinsip-prinsip moral<br \/>\nhukum lainnya masi berlaku dan mengharapkan orang-orang lain untuk menghindari<br \/>\nperzinahan, pembunuhan, pencurian dan sejenisnya. Mengapa praktek moral yang<br \/>\nlain masih legal dan yang lain tidak legal lagi, tidak dapat dijelaskan secara<br \/>\nrasional. Hal ini didasarkan pada prasangka belaka, atau kesalahpahaman hanya<br \/>\nkarena beberapa hal bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan hari Sabat<br \/>\nadalah seremonial dan bayangan dari apa yang akan datang. Bagi mereka hari<br \/>\nSabat harus menyertakan hewan kurban, makanan dan minuman korban, hukuman mati,<br \/>\nmaupun pembaharuan roti sajian, atau jika tidak maka itu menjadi batal.<br \/>\nOrang-orang sepert ini bahkan tidak mengenal aspek moral dan sosial dari hari<br \/>\nSabat yang disampaikan dalam Dasa Titah, maupun Sabat sebagai alat kasih<br \/>\nkarunia yang dinyatakan di dalam Injil. Sebenarnya, mereka hanya menjadi<br \/>\nlegalis jika berhubungan dengan hari Sabat.<\/p>\n<p>Pengudusan Sabat tidak melemahkan pentingnya wacana<br \/>\nPaulus pada hukum kepada orang-orang di Galatia untuk menghindari perbuatan perzinahan<br \/>\ndan pembunuhan. Pandangan yang sama tentang Hukum dan iman dapat dipertahankan<br \/>\noleh pemelihara Sabat sebagai orang  monogami dan tidak melakukan kekerasan. Hari<br \/>\nSabat seperti yang terlihat di dalam Alkitab mengembangkan konsep dan<br \/>\npengalaman keselamatan karena iman melalui kasih karunia.<\/p>\n<p>Ada empat pendapat utama melawan pengudusan Sabat<br \/>\nyang dinyatakan oleh orang-orang Kristen atas dasar hari Sabat. 1) Ada perintah<br \/>\nlangsung untuk semua perintah lain dari Dasa Titah dalam<br \/>\nPerjanjian Baru, tetapi tidak untuk hari Sabat; 2) Yahushua meniadakan hari<br \/>\nSabat dan dengan demikian menunjukkan itu harus dibatalkan; 3) Sabat seluruhnya<br \/>\nterdiri dari kewajiban seremonial yang merupakan bayangan dari apa yang akan<br \/>\ndatang dan telah &#8220;dipaku di kayu salib&#8221;; 4) Teks Perjanjian Baru<br \/>\ntidak menunjukkan gereja mula-mula untuk memelihara Sabat. Empat pendapat ini serta<br \/>\nempat pendapat pertama yang berdasarkan Perjanjian Lama semuanya dalam beberapa<br \/>\ndetail telah ditanggapi secara memadai disini.<\/p>\n<p>Kesimpulannya, harmoni dari ayat-ayat <a href=\"\/biblical-christian-beliefs\/alkitab-dan-hanya-alkitab-pengatur-iman-dan-kewajiban.html\">Alkitab<\/a> yang mengacu pada Sabat<br \/>\nadalah tidak sulit dan tidak bertentangan dengan Injil. Sebaliknya, hal itu<br \/>\nmemberikan kontribusi demi pelaksanaan  dan pemahaman yang lebih baik dari Injil itu<br \/>\nsendiri. Ini menyatukan dengan erat pengakuan kedaulatan ilahi, memperjelas<br \/>\nYahuwah sebagai Pencipta dan Penyedia, membatasi kekuatan orang yang kuat dan menjadi<br \/>\nsatu-satunya di antara perintah-perintah moral yang mengubah masyarakat manusia<br \/>\nke dalam keadilan dan ketertiban dan bukan ke dalam hukum rimba. Hari Sabat<br \/>\nmenjadi alat untuk menyatakan Injil kehidupan dan kasih karunia kepada dunia. Mengabaikannya<br \/>\nadalah salah satu faktor utama yang mempengaruhi terbatasnya Injil Kristus di<br \/>\ndunia saat ini.<\/p>\n<hr style=\"width: 33%\" align=\"left\">\n<p><font size=\"3\" face=\"Georgia\">Artikel Terkait:<\/font><\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"\/yahuwahs-calendar\/bahasa-indonesia\">&gt;&gt; Artikel Kalender<br \/>\nYahuwah<\/a><\/li>\n<li><a href=\"\/videos\/wlc-videos\/yahs-calendar\/bahasa-indonesia\">&gt;&gt; Video Kalender<br \/>\nYahuwah <\/a><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"featured_media":214342,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","meta":[],"class_list":["post-108168","wlc-article","type-wlc-article","status-publish","has-post-thumbnail","hentry","wlc-article-category-kepercayaan-alkitabiah","wlc-content-directory-sabbath"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sabat Di Dalam Alkitab - Worlds Last Chance<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/sabbath-in-the-bible\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sabat Di Dalam Alkitab - Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"(Kejadian 2:1-3) Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Elohim pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Elohim memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/sabbath-in-the-bible\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Worlds Last Chance\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-20T13:31:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/sabbath-in-the-bible-poster-bahasa.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"250\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"159\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"52 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/sabbath-in-the-bible\/\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/sabbath-in-the-bible\/\",\"name\":\"Sabat Di Dalam Alkitab - Worlds Last Chance\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/sabbath-in-the-bible\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/sabbath-in-the-bible\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/sabbath-in-the-bible-poster-bahasa.jpg\",\"datePublished\":\"2009-01-06T05:14:13+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-20T13:31:59+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/sabbath-in-the-bible\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/sabbath-in-the-bible\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/sabbath-in-the-bible\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/sabbath-in-the-bible-poster-bahasa.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/sabbath-in-the-bible-poster-bahasa.jpg\",\"width\":250,\"height\":159},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/sabbath-in-the-bible\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Articles\",\"item\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Sabat Di Dalam Alkitab\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website\",\"url\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/\",\"name\":\"Worlds Last Chance\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sabat Di Dalam Alkitab - Worlds Last Chance","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/sabbath-in-the-bible\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Sabat Di Dalam Alkitab - Worlds Last Chance","og_description":"(Kejadian 2:1-3) Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Elohim pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Elohim memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. [&hellip;]","og_url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/sabbath-in-the-bible\/","og_site_name":"Worlds Last Chance","article_modified_time":"2025-08-20T13:31:59+00:00","og_image":[{"width":250,"height":159,"url":"https:\/\/s3.amazonaws.com\/static.worldslastchance.org\/2025\/08\/sabbath-in-the-bible-poster-bahasa.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Estimasi waktu membaca":"52 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/sabbath-in-the-bible\/","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/sabbath-in-the-bible\/","name":"Sabat Di Dalam Alkitab - Worlds Last Chance","isPartOf":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/sabbath-in-the-bible\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/sabbath-in-the-bible\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/sabbath-in-the-bible-poster-bahasa.jpg","datePublished":"2009-01-06T05:14:13+00:00","dateModified":"2025-08-20T13:31:59+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/sabbath-in-the-bible\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/sabbath-in-the-bible\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/sabbath-in-the-bible\/#primaryimage","url":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/sabbath-in-the-bible-poster-bahasa.jpg","contentUrl":"https:\/\/stg-media.worldslastchance.com\/2025\/08\/sabbath-in-the-bible-poster-bahasa.jpg","width":250,"height":159},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/biblical-beliefs\/sabbath-in-the-bible\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Articles","item":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/articles\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Sabat Di Dalam Alkitab"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/#website","url":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/","name":"Worlds Last Chance","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/nl\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article\/108168","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wlc-article"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/wlc-article"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108168"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/214342"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.worldslastchance.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108168"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}